“Selalu ada mentari baru di setiap pagi, begitu pula selalu ada kesempatan dan harapan baru setiap hari” (Anonim)
SETIAP tanggal 12 November diperingati sebagai Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Indonesia. Peringatan HKN tahun ini memasuki usia ke-61, dengan tema ‘Generasi Sehat, Masa Depan Hebat’. Sejalan dengan tema ini, HKN bukan hanya sekadar momentum peringatan tetapi juga sebagai pengingat bahwa ada kekuatan untuk pulih dan bertumbuh agar kita menjadi sehat.
Seperti kita ketahui bersama, kesehatan adalah anugerah sekaligus tanggung jawab setiap insan. Langkah-langkah kecil menuju hidup sehat adalah perwujudan cinta kita kepada diri sendiri dan sesama.
Dalam semangat kesembuhan dan Hari Kesehatan Nasional, kita tanamkan diksi positif untuk diri masing-masing yakni pulih, sehat, dan tumbuh.
Pertama, PULIH. Setiap luka punya waktu untuk sembuh. Setiap penyakit pun asal kita mau berproses dan menjalani perawatan maka kesembuhan akan semakin dekat dan membuat kita menjadi pulih.
Seorang ibu melangkah gontai, suaranya pelan, dan matanya agak redup karena rasa lelah datang ke ruang farmasi di Puskesmas sambil menyerahkan resep obat di keranjang. Setelah namanya dipanggil di menuju tempat penyerahan obat, sang apoteker pun tidak hanya menyerahkan obat tetapi juga memberikan motivasi.
“Tetap kuat ya Bu.. Tubuh Ibu sedang berjuang untuk pulih,” ucapnya menguatkan.
Pekan berganti ketika Ibu itu berkunjung kembali ke Puskesmas mengantar sang anak. Wajahnya pun terlihat cerah dan senyumnya mulai kembali merekah. Dari sana kita bisa belajar bahwa terkadang kesembuhan itu bukan hanya datang dari obat, tetapi dari keyakinan dan kasih yang menyertai proses kesembuhan.
Kedua, SEHAT. Tubuh yang kuat menumbuhkan semangat hidup. Kita akan sehat jika kita mau berobat dan menjaga kesehatan. Saat kita berobat itu adalah upaya kita agar bisa sehat kembali dan ketika kita menjaga kesehatan menjadi upaya tersendiri agar tubuh kita tetap sehat.
Sehat bukan hanya tentang tubuh yang kuat, tetapi juga tentang jiwa yang tenang dan hati yang penuh syukur. Ketika pasien yang dilayani apoteker kembali sehat mengingatkan kita bahwa apoteker bukan hanya sekadar pekerjaan tapi panggilan untuk menuntun, mendengarkan, dan menyalakan kembali harapan. Sehat itu adalah hadiah yang kita semua berperan untuk menjaganya secara bersama.
Ketiga, TUMBUH. Ketika kita sembuh dari penyakit itu bukan menjadi akhir tetapi adalah awal dari kehidupan yang lebih bermakna. Hal tersebut yang akan membuat kita terus tumbuh. Tumbuh untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan berbagai makna kehidupan.
Seorang remaja yang rutin menebus obat datang ke apotek dengan wajah yang murung, kecewa sebab harus rutin minum obat. Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai bertanya, belajar memahami penyakitnya hingga mengatur pola hidupnya sendiri. Rasa takut menjadi penerimaan yang ikhlas, dari keputusasaan menjadi semangat untuk memperbaiki diri. Bukankah ini proses bertumbuh menuju versi terbaik dari diri sendiri?
Tiga diksi positif yang sederhana tersebut bisa kita terapkan bersama untuk diri sendiri maupun orang lain. Kita menginginkan agar menjadi pulih, sehat, dan tumbuh. Diawali dari diri sendiri kemudian disebarluaskan kepada orang-orang di sekitar kita.
Selamat Hari Kesehatan Nasional ke-61 tahun 2025, “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat” (HKN 2025).
https://iainews.net/pahlawan-berdiksi-positif/
https://ayosehat.kemkes.go.id/siapkan-generasi-sehat-menyongsong-masa-depan-hebat













