Pesawaran, IAINews – Resistensi atau kekebalan terhadap antibiotik masih menjadi masalah besar dalam kesehatan saat ini. Salah satunya akibat kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat akan bahaya resistensi akibat salah dalam menggunakan antibiotik. Berangkat dari masalah tersebut, Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (UNILA) berhasil meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu-ibu kader PKK di Desa Sukabanjar, Pesawaran, Lampung, terkait penggunaan antibiotik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang mengangkat tema “Penyuluhan Cerdas dan Bijak Menggunakan Antibiotik dalam Rangka Melindungi Keluarga dari Bahaya Resistensi” ini, mencatatkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 16%.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 8 Oktober 2025, di Balai Pertemuan Desa Sukabanjar, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Provisi Lampung ini menjadi penting mengingat bahaya resistensi antibiotik yang mengancam kesehatan keluarga.
Tim dosen dan mahasiswa FK Unila, yang dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., Sp.KKLP, memberikan penyuluhan kepada 26 peserta kader PKK sejak pukul 07.30 hingga 12.00 WIB. Mereka dibekali materi seputar fungsi antibiotik, bahaya resistensi, dan cara penggunaan antibiotik secara tepat.
“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan kepada kader PKK untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai penggunaan antibiotik yang rasional dan bijak,” jelas apt. Dwi Aulia Ramdini, M.Farm, dosen Farmasi FK UNILA.
“Kegiatan ini juga mendorong kader agar dapat menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga masing-masing,” imbuhnya lebih lanjut.
Proses penyuluhan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta. Selanjutnya, tim dosen Farmasi FK Unila memberikan pemaparan materi interaktif seputar fungsi antibiotik, bahaya resistensi, dan cara penggunaannya yang tepat.
Sesi diskusi tanya jawab yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme menjadi salah satu sorotan utama. Banyak peserta mengaitkan pertanyaan dengan kasus nyata dalam keluarga mereka, seperti penggunaan antibiotik tanpa resep dokter atau pemberian obat yang tidak sesuai indikasi.
Kegiatan diakhiri dengan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan. Berdasarkan evaluasi hasil kedua tes, terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 16%, dari rata-rata skor awal 7,52 menjadi 8,72. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas metode edukatif yang diterapkan tim FK Unila dalam menyampaikan pesan kesehatan.
“Kegiatannya bermanfaat, karena selama ini masih banyak kesalahan. Seperti minum antibiotik namun tidak sesuai penyakitnya dan tanpa resep dokter,” ujar Sunarto, salah satu peserta, menyampaikan kesan positifnya.
“Kami berharap ke depannya bisa mendapatkan penyuluhan tentang ilmu-ilmu kesehatan lainnya, tidak hanya antibiotik,” lanjutnya.
Kegiatan PKM ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Sukabanjar, Bapak Sunarto.
“Kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi peningkatan literasi kesehatan masyarakat setempat,” ujarnya.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Tahun 2025 ini diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang sebagai bentuk komitmen FK Unila. Sehingga masyarakat makin cerdas dan cermat dalam menggunakan antibiotik, sehingga dapat menghindari resistensi yang menjadi masalah dalam pengobatan hingga saat ini.-















