Jambi, IAINews – Ikatan Apoteker Indonesia Pengurus Cabang Bungo menggelar APOTEKER Pendekar OBASKK (Penyuluh dan Kader Farmasi Untuk Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik) melalui acara Goes to School di SMAN 2 Bungo, Jambi. Kegiatan dilaksanakan bertepatan dengan peringatan World Pharmacist Day, pada 25 September 2025.
Kegiatan berfokus pada penggunaan obat bahan alam, suplemen, dan kosmetik secara aman dengan menghadirkan narasumber apt. Putri Eka Rahawamati, S.Farm dan apt. Pernanda Sapryanoki, S.Farm selaku Kepala Loka POM Bungo. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk menegaskan peran apoteker sebagai tenaga kesehatan yang tidak hanya bertugas di apotek, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat.
Melalui penyuluhan ini, masyarakat didorong untuk lebih kritis terhadap informasi produk kesehatan yang beredar luas, baik di pasaran maupun media sosial. Dalam sesi penyuluhan, apt. Putri Eka Rahawamati, S.Farm menjelaskan obat bahan alam memiliki berbagai jenis, mulai dari jamu tradisional, obat herbal terstandar, hingga fitofarmaka.

“Obat bahan alam memang bermanfaat jika digunakan dengan benar, namun berpotensi menimbulkan efek samping bila dikonsumsi berlebihan. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami aturan pakai yang tepat,” jelas Putri.
Peserta juga diajak mengenali contoh bahan alam yang akrab digunakan sehari-hari. Jahe, misalnya, bermanfaat untuk mengatasi masuk angin, kunyit membantu kesehatan pencernaan, dan daun sirih berguna sebagai antiseptik alami. Pengetahuan sederhana ini sangat penting agar masyarakat tidak salah dalam memanfaatkan bahan tradisional.

Selain obat bahan alam, penyuluhan juga menyoroti pentingnya memilih suplemen kesehatan dan kosmetik yang aman. Peserta diberikan tips praktis, seperti memeriksa nomor registrasi BPOM, memperhatikan tanggal kedaluwarsa, dan membeli produk hanya di tempat resmi.
Edukasi ini sekaligus mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan iklan berlebihan atau harga yang terlalu murah. Putri menegaskan bahwa kesehatan tidak boleh dipertaruhkan hanya karena iming-iming produk tanpa izin edar.
Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam memilih dan selalu mengutamakan keselamatan diri serta keluarga. “Apoteker hadir untuk memastikan informasi yang diterima masyarakat benar, aman, dan bermanfaat,” tegas Putri dalam penyuluhan.
Edukasi Cara Memilih Kosmetik Aman
Tidak hanya berhenti pada masyarakat umum, peran kader farmasi juga sangat ditekankan dalam kegiatan ini. Kader diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan tenaga kesehatan, memberikan edukasi sederhana kepada lingkungan sekitar, dan mengawasi beredarnya produk kesehatan ilegal.
Pelajar yang hadir dalam kegiatan ini juga didorong untuk menjadi konsumen cerdas sekaligus agen penyebar informasi. Mereka diajak aktif mengikuti penyuluhan kesehatan dan menyampaikan kembali ilmu yang diperoleh kepada teman, keluarga, maupun komunitas di sekitar mereka. Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat sehat yang berkelanjutan.
World Pharmacy Day (WPD) yang diperingati setiap 25 September memang menjadi momentum bagi profesi apoteker di seluruh dunia untuk menunjukkan kontribusinya. Peringatan WPD di Bungo diwujudkan dengan aksi nyata berupa edukasi dan dialog langsung bersama masyarakat. Apoteker hadir tidak hanya sebagai tenaga medis, tetapi juga sebagai sahabat kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini ditutup dengan pesan agar edukasi semacam ini terus dilakukan secara berkesinambungan. Dengan meningkatnya literasi kesehatan, masyarakat Bungo diharapkan semakin kritis, cerdas, dan bijak dalam memilih produk kesehatan. Inilah wujud nyata peran apoteker dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan aman.



















