JAKARTA, IAINews – Formula kombinasi antasida dan H2 Blocker ternyata memiliki keunggulan dalam kecepatan meredakan gejala sakit maag berulang dan mampu bekerja lebih lama.
Antasida bekerja menetralisir asam lambung, sementara H2 Blocker mampu menurunkan produksi asam lambung.
‘’Selama ini gangguan lambung atau yang dikenal masyarakat sebagai ‘maag’ merupakan salah satu keluhan saluran cerna yang paling sering dijumpai di pelayanan kesehatan maupun praktik swamedikasi,’’ ungkap apt. Drs. Pujianto, M.M., Direktur Utama PT Pharma Tekno Solusi (PharmaQ) kepada IAINews di Jakarta, hari ini.
Istilah maag, lanjut apt Pujianto, umumnya mengacu pada gejala dispepsia, yaitu kumpulan gejala nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati, rasa penuh setelah makan, cepat kenyang, mual, hingga sensasi terbakar pada dada (heartburn).
Dikatakan lebih lanjut, antasida merupakan salah satu obat yang paling banyak digunakan untuk mengatasi gejala akibat peningkatan asal lambung.
Antasida bekerja dengan menetralisir asam lambung, sehingga dapat memberikan perbaikan gejala secara cepat, terutama pada kasus dispepsia ringan dan gastroesophageal reflux disease )GERD) dengan gejala episodik atau berulang.
Selain antasida, golonga histamine-2 receptor antagonist (H2-receptor blocker/H2 blocker) juga menjadi salah satu pilihan terapi yang bekerja dengan menghambat reseptor histamin H2 pada sel parietal lambung sehingga menurunkan produksi asam lambung.
‘’Sebagai tenaga kesehatan yang paling mudah diakses masyarakat, apoteker memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,’’ lanjut apt. Pujianto.
‘’Edukasi yang bisa dilakukan adalah mengenai pemilihan obat yang tepat, penggunaan obat secara rasional, modifikasi gaya hidup untuk mengurangi kekambuhan, serta identifikasi pasien yang memerlukan rujukan,’’ tutur apt. Pujianto.
Oleh karena itu, Ikatan Apoteker Indonesia bekerjasama dengan PharmaQ, PT Kalbe Farma dan Promag Forte menggelar webinar bertajuk ‘Terapi Sakit Maag Berulang: Formulai Kombinasi untuk Cepat Redakan Gejala dan Bekerja Lebih Lama’.
Webinar akan diselenggarakan pada Sabtu, 31 Oktober 2026 secara daring mulai pukul 09.00 – 12.00 WIB.
Webinar akan menghadirkan pembicara Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, MMB, SpPD, K-GEH, FACG, FACP, Guru Besar Fakultas Kedokteran UI, Dr. apt. Imelda Ferendina, S.Si, M.Farm, FACP, staf pengajar Universitas Prima Medan, dr. Helmin Agustina Silalahi dari Kalbe Consumer Health dengan moderator, apt. Hilyatul Fadliyah, S.Farm, M.K.M dari PharmaQ.
Sakit Maag Berulang
Dalam webinar tersebut, Prof Ari Fahrial Syam akan menyampaikan materi ‘Memahami Penyebab dan Penanganan Sakit Maag Berulang’.
‘’Di sesi pertama tersebut, saya akan menyampaikan berbagai hal mengenai penyebab dan mekanisme sakit maag berulang, penyebab gejala sering kambuh, target terapi yakni cepat reda dan kontrol lebih cepat, serta peran terapi kombinasi antasida dan H2 Blocker,’’ jelas Prof Ari Fahrial.
Sementara itu apt, Imelda Ferendina akan menyampaikan materi ‘Peran Apoteker dalam Optimasi Terapi Maag Berulang’.
Di sesi tersebut apt. Imelda Ferendina akan membahas diantaranya mengenai identifikasi dan assessment pasien.
‘’Saya juga akan membahas klasifikasi obat maag dan rekomendasi yang tepat berdasarkan keparahannya,’’ kata apt. Imelda Ferendina.
Sesi tersebut juga akan diisi dengan rekomendasi promag Forte untuk gejala sakit maag yang berulang, kontrol asam kurang optimal dengan pemakaian obat yang sudah biasa diminum, serta keamanan untuk pemakaian jangka panjang.
Pada sesi berikutnya, dr. Helmin Agustina Silalahi akan membahas ‘Inovasi Formula Kombinasi untuk Solusi Cepat dan Tahan Lama’.***



















