Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

IAI dan P&G Health Terbitkan Buku Skrining Neuropati Perifer, Panduan Mengenali Nyeri Saraf

Dilengkapi kalender edukasi

Penulis: apt. Dra. Tresnawati (Tim Media Nasional PP IAI)Editor: apt. Dra Tresnawati
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, IAINews – Ikatan Apoteker Indonesia bekerjasama dengan P&G Health menerbitkan e-book Skrining Neuropati Perifer yang ditulis oleh Dr. apt. Lusy Noviani, MM. E-book ini dapat diunduh melalui portal https://www.iai.id/ milik Ikatan Apoteker Indonesia.

Iklan ×

Buku Skrining Neuropati Perifer setebal 16 halaman ini dilengkapi dengan panduan penggunaan, sehingga para apoteker dapat menggunakannya dengan baik saat melakukan skrining, edukasi, konseling dan saat menentukan kebutuhan rujukan bagi pasien di komunitas.

Buku ini dilengkapi Kalender Edukasi, sehingga memudahkan apoteker saat memberikan edukasi kepada pasien.

‘’Buku ini diterbitkan untuk membantu apoteker mengenali keluhan yang dapat mengarah pada neuropati perifer secara lebih terstruktur,’’ ungkap Dr. apt. Lusy Noviani kepada IAINews melalui zoom cloud meeting.

Buku dengan latar berwarna biru dan putih ini memandu proses skrining singkat berdasarkan gejala, tingkat gangguan, pola keluhan dan faktor risiko yang dicantumkan dalam buku.

Buku Skrining Neuropati Perifer, Panduan Cepat Apoteker : Kenali – Skrining – Rujuk ini dilengkapi dengan gambar yang sangat membantu bagi apoteker untuk mempelajarinya.

Baca Juga  Mengenal Ketamin dan Dampak Buruk Penyalahgunaan, Tak Ingat Kejadian Sampai Meninggal

Berisi bab mengenai Gejala, Dampak, Skrining, Risiko, Medic & Rujuk, Nyeri Saraf, Tata Laksana, Kombinasi Vit. B, Mutu Tablet dan Konseling, buku ini didesain sedemikian rupa sehingga mudah digunakan.

Dilengkapi dengan tab indeks di sisi kanan buku, apoteker akan dengan mudah menemukan bab yang dibutuhkan.

Fitur navigasi utama  berupa tab indeks (thumb indeks) di sisi kanan halaman. Tab ini berfungsi seperti indeks pada kamus, sehingga apoteker dapat langsung membuka bagian yang dibutuhkan tanpa menelusuri halaman satu per satu.

‘’Buku ini memang tidak berisi teori yang panjang lebar dan dalam, namun berisi panduan praktis bagi apoteker untuk memberikan edukasi mengenai neuropati perifer kepada pasien yang datang ke apotek atau klinik,’’ ungkap apt. Lusy Noviani, staf pengajar Fakultas Farmasi Universitas Atmajaya Jakarta ini.

Buku yang sangat praktis ini memudahkan apoteker untuk menyampaikan edukasi kepada pasien, karena dilengkapi dengan gambar-gambar.

Misalnya di bab Gejala, dijelaskan bagaimana mengenali gejala neuropati perifer, seperti kesemutan yang digambarkan dengan mug yang permukaannya dipenuhi dengan jarum-jarum kecil.

Baca Juga  Ajang Bergengsi Farmasi Dimulai, Kongres XXII dan PIT IAI 2026 Resmikan Pembukaan di Medan

‘’Dengan gambar-gambar yang menarik, pesannya akan dapat lebih mudah sampai dan diingat,’’ ungkap Dr. apt. Lusy Noviani.

Di bab Skrining, Dr. apt Lusy melengkapi materinya dengan panduan praktis untuk menyimpulkan apakah keluhan pasien masuk dalam katagori nyeri saraf dengan menempatkan skor pada tiap pertanyaan kepada pasien.

‘’Dengan jumlah skor tertentu, apoteker dengan mudah memastikan, apakah keluhan pasien masuk katagori neuropati perifer,’’ terang Dr. apt Lusy Noviani.

Di panduan tersebut juga dijelaskan pentingnya mengkonsumsi Vitamin B neurotropik yang terdiri dari Vit B1, B6 dan B12 untuk mengatasi gejala neuropati perifer.

Dijelaskan pula secara gamblang apa manfaat masing-masing vitamin B dan mengapa harus diberikan bersama-sama dan berapa dosis yang tepat.

Menurut Dr. apt. Lusy Noviani, masalah yang harus dihadapi apoteker adalah, tidak semua pasien datang ke apotek dengan mengatakan dirinya mengalami neuropati.

‘’Sebagian hanya mengeluhkan kaki pegal, sulit tidur, nyeri atau mereka tidak nyaman ketika berjalan,’’ ungkap apt. Lusy Noviani.

Karena itulah penting bagi apoteker untuk menggali lebih dalam apakah keluhan yang dirasakan pasien mengarah pada neuropati perifer.

Baca Juga  Webinar ‘Penatalaksanaan Nyeri Dental’, Apoteker Wajib Paham Penggunaan Ibuprofen Arginine

Neuropati perifer sendiri merupakan gangguan pada saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang.

Pada neuropati perifer diabetik misalnya, keluhan dapat berupa rasa terbakar, kesemutan, nyeri seperti tertusuk atau tersengat listrik, hingga mati rasa.

Gangguan pada saraf sensorik juga dapat menyebabkan masalah keseimbangan dan perubahan cara berjalan.

Yang membuat kondisi menjadi berbahaya adalah pasien tidak merasakan gejala yang jelas. Artinya, pertanyaan sederhana dari apoteker dapat menjadi pintu masuk deteksi dini.

‘’Karena itulah diterbitkan e-book Skrining Neuropati Perifer ini untuk memudahkan apoteker memberikan edukasi dan melakukan pelayanan kefarmasian,’’ ungkap Dr. apt. Lusy Noviani menutup perbincangan.

Istimewanya, buku ini juga dilengkapi dengan panduan penggunaan, sehingga apoteker dapat membaca buku dengan lebih cepat dan dapat memberikan edukasi kepada pasien secara lebih akurat.

‘’Saat menghadapi pasien, apoteker diharapkan menggunakan bahasa sederhana dan hindari istilah medis yang tidak perlu,’’ pesan Dr. apt.Lusy Noviani.***

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90