Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Lewat Student Club Farmasi Praktis, Fakultas Farmasi Unmul Kenalkan Praktik Apotek Sejak Semester Empat

Penulis: apt. Erfan Abdussalam, M.Farm dan Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc ( PD Kalimantan Timur )Editor: apt. Busman Nur
banner 120x600
banner 468x60

Samarinda, IAI News — Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman (Unmul) menginisiasi program Early Pharmacy Practice Exposure (EPPE) bagi mahasiswa melalui organisasi kemahasiswaan Student Club Farmasi Praktis (SCFP). Program ini bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal praktik kefarmasian secara langsung di sarana pelayanan obat sejak tahap awal masa studi.

Sebagai proyek percontohan (pilot project), kegiatan EPPE dilaksanakan pada 4–5 April 2026 di dua apotek di Kota Samarinda, yakni Apotek Pahlawan dan Central Apotek Samarinda. Sebanyak 11 mahasiswa Fakultas Farmasi Unmul angkatan 2024 yang saat ini menempuh semester empat mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terbagi menjadi empat peserta di Apotek Pahlawan dan tujuh peserta di Central Apotek Samarinda.

Iklan ×

Program EPPE menjadi langkah awal Fakultas Farmasi Unmul dalam membangun model pembinaan mahasiswa yang lebih kontekstual dan aplikatif, sekaligus memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan farmasi dengan sarana pelayanan kefarmasian di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa melakukan observasi langsung terhadap berbagai aktivitas pelayanan kefarmasian di apotek, mulai dari alur pelayanan resep, pengelolaan obat, hingga interaksi profesional antara tenaga kefarmasian dan pasien.

Baca Juga  Ayo Ke Puskesmas! Ambil Kado Indah Dari Pemerintah!

Pembina SCFP dari Fakultas Farmasi Unmul, apt. Erfan Abdissalam, S.Farm., M.Farm., menjelaskan bahwa program EPPE dirancang sebagai bentuk pengenalan awal terhadap praktik kefarmasian sebelum mahasiswa memasuki masa pendidikan profesi apoteker.

“Selama ini, early exposure dalam praktik kefarmasian umumnya menjadi bagian dari kurikulum formal di beberapa perguruan tinggi. Melalui SCFP, Fakultas Farmasi Unmul mencoba menghadirkan pendekatan berbeda, yakni memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktik sejak dini melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kokurikuler yang terstruktur,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman awal tersebut penting untuk membantu mahasiswa memahami keterkaitan antara pembelajaran teoritis di kelas dengan realitas praktik pelayanan kefarmasian di lapangan.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari para apoteker praktisi yang menjadi preseptor lapangan. Apoteker penanggung jawab di Apotek Pahlawan, apt. Bambang Santoso Simamora, S.Farm., menilai kegiatan ini memberikan manfaat positif karena mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana praktik kefarmasian dijalankan di apotek komunitas.

Baca Juga  Apoteker Bengkulu Tebar Berkah Ramadan Lewat Program Apoteker Berkurma

“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk memperkenalkan mahasiswa pada dunia praktik sejak dini. Mereka dapat memahami alur pelayanan obat kepada pasien, tanggung jawab profesional apoteker, serta dinamika pelayanan kefarmasian di masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan apoteker preseptor di Central Apotek Samarinda, apt. Salwa Octariani, S.Farm. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam observasi praktik dapat menumbuhkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran apoteker dalam layanan kesehatan.

“Mahasiswa terlihat antusias selama kegiatan. Melalui pengalaman langsung di apotek, mereka memperoleh gambaran nyata tentang praktik kefarmasian yang mungkin belum sepenuhnya tergambar dalam pembelajaran di kelas,” katanya.

Koordinator SCFP Batch 1, Fauzan Azhima, menyampaikan bahwa program EPPE memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga. Kesempatan mengamati langsung praktik pelayanan kefarmasian di apotek membantu mahasiswa memahami bagaimana teori yang dipelajari di perkuliahan diterapkan dalam situasi nyata. Ia menilai kegiatan ini juga memotivasi mahasiswa untuk lebih serius mempersiapkan diri dalam menempuh pendidikan farmasi dan menjalani profesi apoteker di masa depan.

Baca Juga  Sebutir Tablet dan Tauhid yang Terjaga: Apoteker Mengantar Pasien Menjemput 'As-Syafi'

Ketua SCFP menjelaskan, selain program EPPE (Experiential Pharmacy Practice Education), pihaknya telah merancang sejumlah program lain yang akan dilaksanakan secara bertahap. Program-program tersebut meliputi Pharmacy Community Empowerment Program (PCEP) untuk pemberdayaan masyarakat, Pharmacy Practice Research Initiative (PPRI) guna mendorong riset farmasi praktis oleh mahasiswa, Pharmacy Entrepreneurship Incubation Program (PEIP) sebagai inkubasi kewirausahaan kefarmasian, serta Pharmacy Talent Development Program (PTDP) untuk pembinaan mahasiswa dalam berbagai kompetisi ilmiah dan profesional.

Dekan Fakultas Farmasi Unmul, Dr. apt. Hadi Kuncoro, M.Farm., menyampaikan harapannya agar SCFP dapat menjadi ruang pembelajaran komplementer bagi mahasiswa.

“Kami ingin SCFP tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga penguatan pengalaman praktik, inovasi, serta pengembangan kompetensi profesional di bidang kefarmasian,” ujarnya.

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90