Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Renal Cell Carcinoma: Kanker Ginjal “Sunyi” yang Sering Terlambat Disadari

Penulis: Aulia YahyaEditor: apt. Busman Nur
banner 120x600
banner 468x60

IAINewsRenal cell carcinoma (RCC) atau kanker ginjal menjadi ancaman kesehatan yang sering luput dari perhatian karena berkembang tanpa gejala jelas pada tahap awal. Penyakit ini muncul dari pertumbuhan sel abnormal di tubulus ginjal, bagian yang berfungsi menyaring darah menjadi urine, dan kerap baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut.

Data tahun 2024 di Amerika Serikat mencatat sekitar 81.610 kasus baru RCC dengan 14.390 kematian. Sementara di Indonesia, pada 2020 terdapat 2.394 kasus baru kanker ginjal dan 1.358 kematian. Sebagian besar pasien datang berobat dalam kondisi lanjut, yang secara signifikan menurunkan peluang kesembuhan.

Iklan ×

Pada tahap awal, RCC umumnya tidak menimbulkan keluhan. Gejala seperti urine berdarah (hematuria), nyeri pinggang satu sisi, atau benjolan di area perut biasanya baru muncul ketika tumor telah membesar. Dalam kondisi yang lebih berat, kanker dapat menyebar ke organ lain seperti paru, tulang, dan hati, memicu gejala lanjutan seperti batuk darah, nyeri tulang, hingga kelelahan kronis.

Baca Juga  Audit Lemari Obat Anda! Waspada Serangan Senyap Kerusakan Obat Akibat Hot Spell

Penyakit ini lebih banyak menyerang laki-laki usia di atas 50 tahun. Faktor risiko yang berperan antara lain kebiasaan merokok, obesitas, hipertensi, penyakit ginjal kronik, serta paparan bahan kimia industri. Faktor genetik seperti sindrom Von Hippel–Lindau juga diketahui meningkatkan risiko, meski jumlah kasusnya relatif kecil.

Pada stadium dini, tindakan operasi masih menjadi pilihan utama dengan tingkat kelangsungan hidup yang cukup tinggi. Namun pada stadium lanjut, pendekatan pengobatan telah berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir, terapi imun dan terapi target menjadi standar baru karena dinilai lebih efektif dibanding kemoterapi konvensional yang cenderung tidak memberikan respons optimal pada kanker ginjal.

Tenaga medis menekankan pentingnya deteksi dini untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Pemeriksaan seperti USG atau CT scan dianjurkan terutama bagi kelompok berisiko tinggi, termasuk individu dengan riwayat penyakit ginjal atau keluarga dengan kanker serupa. Selain itu, perubahan gaya hidup seperti berhenti merokok, menjaga berat badan, mengontrol tekanan darah, serta mengonsumsi makanan sehat menjadi langkah pencegahan utama.

Baca Juga  Apoteker Gelar Aksi Kemanusiaan di Aceh Tamiang, Layani Kesehatan Warga hingga Buka Puasa Bersama

RCC dikenal sebagai kanker yang berkembang secara “diam-diam”, namun berdampak besar ketika terlambat ditangani. Tanpa kewaspadaan dan deteksi sejak dini, penyakit ini berpotensi menggerus kualitas hidup bahkan pada usia produktif. (TMN)

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90