Cilegon IAINews — Pagi itu terasa berbeda bagi 48 anak yatim dan duafa di Kota Cilegon. Bahkan, beberapa dari mereka mengaku sulit terlelap sejak malam sebelumnya, membayangkan momen yang telah lama dinanti: memilih sendiri kebutuhan Lebaran bersama “kakak apoteker”.
Langit memang sempat diguyur hujan, namun tak sedikit pun mengurangi semangat mereka. Dengan wajah ceria, satu per satu anak datang ke Mal Ramayana, Minggu (8/3), untuk mengikuti kegiatan Belanja Bersama Anak Yatim (BAYAM) yang digelar PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Cilegon.
Di dalam pusat perbelanjaan, suasana hangat langsung terasa. Setiap anak menggandeng tangan satu kakak apoteker yang akan mendampingi mereka. Bukan sekadar berbelanja, hari itu menjadi ruang bagi anak-anak untuk merasakan kebahagiaan sederhana: memilih sendiri apa yang mereka inginkan.
Di antara deretan rak pakaian, Aisyah tampak tak henti tersenyum. Dengan mata berbinar, ia menunjukkan baju pilihannya—yang akan ia kenakan saat Hari Raya nanti.
“Senang sekali, ini pertama kalinya aku bisa pilih baju sendiri buat Lebaran,” ucapnya pelan, namun penuh kebahagiaan.
Ketua Pelaksana Kegiatan Ramadan PC IAI Kota Cilegon, Ammi, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar berbagi, tetapi juga tentang menghadirkan rasa dihargai dan kebahagiaan bagi anak-anak.
“Kami ingin mereka merasakan momen yang mungkin jarang mereka dapatkan—memilih sendiri, didampingi, dan diperhatikan,” ujarnya.
Selama berbelanja, anak-anak tak hanya memilih kebutuhan seperti pakaian, sepatu, dan tas sekolah, tetapi juga belajar hal-hal sederhana: berani bertanya, menentukan pilihan, hingga sabar mengantre. Hal-hal kecil yang menjadi bagian penting dalam membangun rasa percaya diri mereka.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua PP IAI apt. Noffendri Roestam, Ketua PD IAI Banten apt. Ahmad Sofan, serta perwakilan Dewan Pengawas PD IAI Banten apt. Dewi Suryaningsih, yang turut menyaksikan langsung kebahagiaan anak-anak sepanjang kegiatan.
Usai berbelanja, tawa mereka masih terdengar saat mengikuti sesi refleksi. Di atas kertas berwarna, anak-anak menuliskan pesan, kesan, dan harapan mereka—tentang cita-cita, tentang masa depan, dan tentang kebahagiaan sederhana yang ingin mereka rasakan lagi suatu hari nanti.
Ketua PC IAI Kota Cilegon, apt. Dewi Arfianti, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.
Di balik keceriaan hari itu, tersimpan makna yang lebih dalam: tentang kepedulian, tentang kebersamaan, dan tentang harapan. Bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, berhak merasakan bahagia.
Ramadan kali ini mungkin akan berlalu seperti biasa. Namun bagi 48 anak itu, kenangan memilih baju Lebaran dengan tangan mereka sendiri akan tersimpan lebih lama—menjadi cerita kecil yang menguatkan langkah mereka untuk terus bermimpi.













