Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Malam Hari Tetap Bergerak: Kolaborasi Tenaga Kesehatan Layani Korban Banjir Aceh Tamiang

Penulis: apt. Agus Purnomo, MMEditor: apt. Agus Purnomo, MM
banner 120x600
banner 468x60

Aceh Tamiang, IAINews – Meski medan sulit dan waktu pelayanan berlangsung hingga malam hari, kolaborasi tenaga kesehatan tetap bergerak memberikan layanan kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.

Pada Senin, 15 Desember 2025, kegiatan Pelayanan Kesehatan Kolaborasi Nakes Peduli Sumatera dilaksanakan sebagai bagian dari respon kemanusiaan terhadap bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.

Iklan ×

Kegiatan ini diselenggarakan oleh IDI Wilayah Banten, ATB Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI), serta PP IAI, dengan koordinator lapangan apt. Tedy.

Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi dan pelaporan ke HEOC di RSUD Aceh Tamiang, sebelum tim diterjunkan langsung ke dua lokasi terdampak, yakni Desa Menang Gini dan Desa Tanah Berongga, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Pelayanan kesehatan dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu pukul 16.30–18.30 WIB dan dilanjutkan pada pukul 20.00–21.00 WIB. Waktu pelayanan yang cukup panjang ini dilakukan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis.

Baca Juga  Tatalaksana Merawat Luka Mandiri di Apotek: Kenali, Pahami, dan Obati dengan Tepat

Koordinator lapangan apt. Tedy menjelaskan bahwa kondisi kesehatan masyarakat pascabencana masih sangat memerlukan perhatian serius. “Ini merupakan hari kelima pergerakan tim di Aceh Tamiang. Akses pelayanan kesehatan dan distribusi logistik masih terbatas, sementara kebutuhan masyarakat sangat tinggi. Karena itu, kami berupaya tetap hadir meski harus melayani hingga malam hari,” ujarnya.

Berbagai bentuk pelayanan kesehatan diberikan dalam kegiatan ini, antara lain pemeriksaan kesehatan umum, pelayanan ibu hamil (ANC), pelayanan anak dan balita, pelayanan kesehatan lansia, skrining penyakit menular seperti ISPA dan diare, pemeriksaan tekanan darah, serta pemberian vitamin dan obat-obatan. Selain itu, tim juga memberikan edukasi kesehatan terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sanitasi lingkungan, serta pencegahan penyakit pascabencana.

Kegiatan tambahan berupa layanan psikososial diberikan kepada sekitar 60 orang warga, disertai penyuluhan PHBS. Beberapa kasus juga dirujuk untuk penanganan lanjutan, di antaranya pasien dengan polimenore dan kehamilan yang tidak terkontrol.

Baca Juga  Bagaimana Apoteker Membantu Mencegah Kesalahan Penggunaan Obat Secara Efektif?

Dalam kegiatan ini, tim tenaga kesehatan yang terlibat terdiri dari dokter dan apoteker lintas daerah. Dari sisi pelayanan medis hadir dr. Elling Andyani, dr. Elly Agustiana, dr. Mirza Hasani, dan dr. Asmia Djunishap. Sementara dari unsur apoteker terlibat apt. Tedy K. Bakri, apt. Tati Rahmawati, apt. Zulhijrah Syamsuddin, apt. Has Brisbane, apt. Dina Indriana, apt. Indah Putri Ramadhany, apt. Rinaldi Irwan, apt. Ahmad Muttaqin Nasution, apt. Pratiwi Asih Ayu Ning Tiyas, M.Farm.Klin, apt. Nadia Ulfa, apt. Nur Jannah Harahap, apt. Nurhanisa Setianingsih, apt. Febrina Nanda, apt. Zikriah, apt. Lena Melia, dan apt. Alfin Al Faisal. Dokumentasi kegiatan dilakukan oleh Noval Rizqan.

Sebanyak 64 pasien tercatat mendapatkan layanan kesehatan di lokasi pertama. Penyakit terbanyak yang ditemukan meliputi diare, hipertensi, tinea pedis, ISPA, gastritis, dermatitis, dan diabetes melitus. Selain pelayanan kesehatan, tim juga mendistribusikan logistik ke dapur umum, berupa kontainer, peralatan makan, tikar, paket kebersihan, diapers anak, bahan pangan, pakaian, hingga paket kesehatan.

Baca Juga  Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Pamekasan Meriahkan World Pharmacist Day 2024 dengan Dua Program Nyata

Meski seluruh logistik dan obat-obatan dinyatakan terpenuhi, tim masih menemukan sejumlah permasalahan di lapangan. Kurangnya akses air bersih menjadi kendala utama, karena desa terdampak baru menerima bantuan air dua hari sebelumnya.

Sebelumnya, masyarakat terpaksa menggunakan air banjir untuk kebutuhan sehari-hari, sementara obat-obatan rutin sulit dikonsumsi akibat keterbatasan akses.

Sebagai tindak lanjut, tim merekomendasikan pelayanan kesehatan lanjutan, penguatan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan lembaga terkait, perbaikan akses jalan, pembersihan lumpur di rumah warga, serta pelaksanaan trauma healing.

Kegiatan juga mencakup layanan home care kepada pasangan lansia dengan keluhan hipertensi dan diabetes melitus yang rumahnya hanyut dan kini tinggal di posko pengungsian.

Secara umum, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib sebagai wujud komitmen tenaga kesehatan dalam mendampingi masyarakat Aceh Tamiang menuju pemulihan pascabencana.

Koordinator Lapangan
apt. Tedy K. Bakrie

 

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90