JAKARTA, IAINews – Sukses menggelar webinar dengan topik bahasan haemorrhoid (hemoroid/wasir/ambeien), Ikatan Apoteker Indonesia melalui PharmaQ dengan dukungan penuh PT Servier Indonesia menggelar workshop bertema ‘Expert Over Expense : Haemorrhoid Treatment Option’.
Workshop digelar di Artotel Hotel, Jl MH Thamrin pada Jumat, 13 Maret 2026 dengan diikuti oleh 100 peserta.
Dua narasumber akan hadir dalam workshop kali ini dipandu moderator apt. Benny Setiawan, M.Farm-Klin.
Pembicara pertama, Dr. dr. Laurentius Aswin Pramono, M.Epid, SpPD, KEMD, seorang dokter spesialis penyakit dalam dari RS St. Carolus, Jakarta, akan membahas ‘From Symptoms to Treatment : Clinical Approach to Haemorrhoids’.
Di sesi ini dr. Aswin akan membahas pengenalan hemoroid dan mekanisme terjadinya penyakit, identifikasi gejala dan klasifikasi derajat hemoroid, tanda bahaya (red flags) yang memerlukan rujukan.
Disamping itu, dr. Aswin juga akan menyampaikan berbagai hal mengenai pendekatan terapi non farmakologis seperti pembedahan atau tindakan yang rasional. Dibahas pula pilihan terapi farmakologis untuk hemoroid berdasarkan gejala dan derajat keparahan.
Setelah membahas mekanisme kerja, indikasi, dan penggunaan obat hemoroid, dr Aswin akan mengajak peserta untuk berdiskusi secara interaktif dan melakukan studi kasus.
Di sesi berikutnya, akan hadir sebagai narasumber, Dr. apt. Lusy Noviani, M.M, Ketua Program Pendidikan Apoteker, Universitas Atma Jaya, yang membawakan materi bertema ‘Clinical Counselling & Communication Skill in Haemorrhoid Management.
Apt. Lusy akan membahas ‘clinical decision in 3 minutes at pharmacy counter’, skrining cepat dan red flags pasien hemoroid, smart product selection & ethical recommendation, integrasi terapi obat, non-obat & lifestyle advice.
Disamping bahasan menarik tersebut, akan disampaikan juga counselling script & komunikasi kasus sensitif. Tak lupa, apt. Lusy akan memberikan trik bagaimana mengubah transaksi menjadi konsultasi bernilai.
Tidak hanya secara teori, apt. Lusy juga akan mengajak peserta untuk berpraktik melakukan skrining pasien, menentukan rekomendasi terapi, menyampaikan konseling dan simulation corner, berupa roleplay.
Didalam roleplay tersebut apt. Lusy akan mencontohkan bagaiaman bila menghadapi pasien yang minta obat paling ampuh dan cepat, bagaimana bila berhadapan dengan pasien yang malu membicarakan keluhan, atau menghadapi pasien yang sudah menggunakan obat tapi belum membaik, serta pasien yang ingin terapi herbal/paling ekonomis.
Ditemui di kantornya, Direktur Utama PT Pharma Tekno Solusi (PharmaQ), apt, Drs Pujianti, MM mengetakan, workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kompetensi tenaga kefarmasian, khususnya apoteker dalam memahami aspek klinis hemoroid serta mengoptimalkan peran apoteker memberikan edukasi dan rekomendasi penggunaan terapi hemoroid yang rasional, aman dan berbasis bukti.
‘’Setelah mengikuti workshop ini, kita berharap peserta dapat memahami konsep dasar, patofisiologi, klasifikasi dan manifestasi klinis hemoroid berdasarkan literatur dan pedoman terkini,’’ ungkap apt. Pujianto.
Disamping itu, tujuan workshop ini adalah agar apoteker mampu menentukan rekomendasi terapi yang rasional dan sesuai dengan kebutuhan pasien berdasarkan pendekatan evidence-based practice.
‘’Yang tidak kalah pentingnya, adalah setelah mengikuti workshop ini peserta dapat memberikan edukasi, konseling dan pemantauan terapi hemoroid untuk meningkatkan kepatuhan dan hasil klinis pasien,’’ ungkap apt. Pujianto.***
