Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

Whip Pink dan Nitrous Oxide, Euforia Singkat Berisiko Hipoksia hingga Neuropati

Penulis: apt. Aulia Yahya, S.Farm (Tim Media Nasional IAI/PD IAI Sulawesi Selatan)Editor: apt. Dra Tresnawati
banner 120x600
banner 468x60

KASUS kematian seorang selebgram pada akhir Januari lalu menyorot perhatian  sebagian orang pada peredaran tabung Whip Pink berisi gas nitrous oxide (N2O) yang dijual bebas.

Gas tak berwarna, berbau manis itu memang legal untuk anestesi medis, pendorong krim kocok, dan keperluan otomotif, tetapi penggunaan di luar prosedur medis menimbulkan bahaya serius.

Iklan ×

Ahli kesehatan masyarakat Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, menjelaskan bahwa menghirup N2O secara sembarangan dapat memicu hipoksia—kekurangan oksigen—serta mengganggu penyerapan vitamin B12.

Akibatnya akan muncul neuropati, dengan gejala mati rasa pada tangan/kaki, lemah otot, kesulitan berjalan, bahkan kelumpuhan permanen jika berulang.

Risiko akan makin meningkat bila digabung dengan alkohol, karena efek penenang dan euforianya mengundang pemakaian berulang, terutama di kalangan anak muda.

Baca Juga  Belum Genap Berusia 2 Tahun, PC IAI Kepahiang Berhasil Torehkan Dua Penghargaan

Skala Masalah dan Respon

Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional), Irjen. Pol. Suyudi Ario Seto mencatat tren peningkatan penyalahgunaan N2O karena mudah didapat melalui daring.

Data BNN 2023–2025 menunjukkan prevalensi penyalahgunaan obat termasuk penenang naik ke 2,11% pada 2025 atau sekitar 4,15 juta penduduk usia produktif.

Menyusul kasus Whip Pink, kepolisian dan kementerian terkait menyiapkan regulasi pengawasan peredaran tabung gas tersebut.

Tekanan Hidup Bukan Pembenar

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) melaporkan 15,5 juta remaja Indonesia mengalami gangguan mental pada awal 2025.  2,5 juta diantaranya termasuk kategori serius.

Tekanan ekonomi, pendidikan, dan ketenagakerjaan sering disebut pemicu.

Baca Juga  Relawan ATB IAI Turun di 4 Posko Pengungsian di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat

Namun psikiater mengingatkan, penggunaan inhalan bukan solusi, karena efeknya singkat sementara kerusakan saraf dan hipoksia bersifat akumulatif.

Edukasi, konseling sekolah, serta akses layanan kesehatan jiwa lebih aman untuk mengatasi kecemasan dan depresi.

Catatan Kritis

N2O boleh digunakan jika sesuai indikasi medis dengan pengawasan profesional.

Untuk masyarakat, hindari membeli tabung Whip Pink atau produk serupa untuk inhalasi rekreasi.

Orang tua dan pendidik perlu memantau penjualan daring serta gejala penyalahgunaan—pusing mendadak, ataksia, atau kesemutan kronis—dan segera mencari bantuan medis.

Regulasi yang jelas dan penegakan konsisten menjadi kunci membatasi akses, sementara pendekatan kesehatan masyarakat menutup celah kebutuhan psikologis yang mendorong pelarian ke zat berbahaya.***

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90