Site icon IAI NEWS

Webinar ‘Haemorrhoids in Pratice’, Kenali Gejala, Penyebab, Pengobatannya dan Edukasi Pasien

JAKARTA, IAINews – Haemorrhoids atau hemoroid dikenal sebagai wasir/ambeien yang dikenal luas di masyarakat. Walau tak membahayakan jiwa, namun penyakit ini menyebabkan penurunan kualitas hidup penderitanya.

World Health Organisation (WHO) Mendatat hemoroid diderita oleh 5 persen seluruh penduduk dunia dan terjadi di seluruh negara.

Sementara data dari Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2008 diperoleh data, dari rumah sakit di 33 propinsi di Indonesia, terdapat rata-rata 355 kasus hemoroid, baik hemoroid eksternal maupun internal.

Penderita hemoroid akan terus bertambah, prevalensi hemoroid di Indonesia berkisar 5,7 persn dari total 10 juta penduduk, namun hanya 1,5 persen saja yang terdiagnosa.

Sedangkan Riskerdas tahun 2020 menyebutkan, terdapat 12,5 juta jiwa penduduk Indonesia mengalami hemoroid. Artinya, setiap tahun jumlah penderita hemoroid terus meningkat. Diperkirakan pada tahun 2030 prevalensi hemoroid akan mencapai 21,3 juta orang.

Melihat situasi tersebut, PT Pharma Tekno Solusi (PharmaQ) bekerjasama dengann Badiklat IAI dan didukung oleh PT Servier Indonesia dan Ardium menggelar webinar bertajuk ‘Haemorrhoids in Practice : Clinical Perpectives and the Pharmacist’s Role in Comparing Availabel Therapies’.

Akan hadir sebagai narasumber Dr. dr. Irsan Hasan, Sp.PD-KGEH, FINASIM dan Dr. apt. Lusy Noviani, M.M. dengan moderator apt. Benny Setiawan, S.Farm, M.Farm-Klin, seorang apoteker di Siloam Hospital Group.

Dr Irsan Hasan, dokter spesialis penyakit dalam dari FKUI/RSUPN Cipto Mangukusumo, Jakarta, akan membahas topik ‘From Symptoms to Treatment : Clinical Approach to Haemorrhoids’.

‘’Dalam sesi tersebut saya akan membahas mengenai pengenalan hemoroid dan mekanisme terjadinya penyakit, identifikasi gejala dan klasifikasi derajat hemoroid, tanda bahaya (red flags) yang memerlukan rujukan dan pendekatan terapi non farmakologis (pembedahan atau tindakan) dan farmakologis yang rasional,’’ tutur dr Irsan Hasan kepada IAINews.

Menurut dr Irsan Hasan, terapi pada penderita hemoroid dapat berupa farmakologi dan nonfarmakologi sesuai dengan keparahan derajat hemoroid.

Pada hemoroid derajat I dan II terapi yang diberikan berupa terapi lokal dan himbauan tentang perubahan pola makan.

Selain itu juga dilakukan skleroterapi, yaitu penyuntikan larutan kimia yang merangsang dengan menimbulkan peradangan steril yang pada akhirnya menimbulkan jaringan parut.

Untuk pasien derajat III dan IV, terapi yang dipilih adalah terapi bedah dengan hemoroidektomi.

Keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada efektivitas obat, tetapi juga peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi yang tepat kepada pasien.

‘’Apoteker sebagai garda terdepan bertanggungjawab dalam memastikan kepatuhan pasien serta memberikan informasi yang akurat terkait cara penggunaan dan manfaat farmakoterapinya,’’ tambah Dr. apt. Lusy Noviani, staf pengajar di Universitas Atma Jaya, Jakarta.

Apt. Lusy Noviani akan membahas materi dengan topik ‘Pharmacological Management of Haemorrhoids : Practical Guidance for Pharmacists’.

Dalam sesi tersebut, apt Lusy Noviani akan membahas beberaha hal, yakni pilihan terapi farmakologis untuk hemoroid berdasarkan gejala dan derajat keparahan, mekanisme kerja, indikasi dan penggunaan obat hemoroid, peran apoteker dalam pemilihan terapi yang tepat dan rasional serta edukasi pasien terkait cara penggunaan obat dan harapan hasil terapi.

Ditemui terpisah, apt. Drs. Pujianto, M.M., Direktur Utama PharmaQ menyampaikan webinar kali ini menyajikan wawasan klinis terkait tata laksana penyakit wasir/hemoroid, berdasarkan bukti ilmiah dan pengalaman praktik media.

‘’Kami berharap webinar ini akan meningkatkan ketrampilan apoteker dalam memberikan edukasi kepada pasien, termasuk strategi komunikasi yang efektif dalam memastikan kepatuhan dan optimalisasi terapi wasir/hemoroid,’’ ungkap apt. Pujianto.

Webinar dengan peserta dari kalangan apoteker, apoteker spesialis, tenaga vokasi farmasi, tenaga vokasi farmasi level 5 dan 6 ini akan dilaksanakan pada Sabtu, 28 Februari 2026 mulai jam 09.00 – 12.00 WIB melalui aplikasi Zoom.

‘’Daftarkan segera diri Anda, supaya tidak kehabisa slot, karena kuota sangat terbatas,’’ ajak apt. Pujianto.***

 

Exit mobile version