SURABAYA, IAINews – Secara global, hemoroid (wasir) menjadi salah satu keluhan gastrointestinal yang paling umum. Apoteker memiliki tugas penting dalam penatalaksanaan hemoroid dengan memberikan edukasi yang tepat.
Hemoroid merupakan kondisi anorektal umum, didefinisikan sebagai pembesaran dan pergeserean bantalan distal anus normal.
Kondisi ini sering menimbulkan keluhan seperti perdarahan rektal, rasa tidak nyaman, nyeri, hingga prolaps jaringan anus yang dapat mengganggu kualitas hidup penderitanya.
‘’Hemoroid merupakan salah satu keluhan gastrointestinal yang paling umum. Secara global prevalensinya dilaporkan berkisar antara 4 – 10 persen pada populasi dewasa, terutama pada kelompok usia produktif,’’ ungkap apt. Drs Pujianto, MM, Direktur Utama PT Pharma Tekno Solusi (PharmaQ) kepada IAINews.
Hal itu disampaikan apt Pujianto berkaitan dengan rencanya digelarnya workshop ‘Expert Over Expense : Haemorrhoid Treatment Options’ angkatan 2.
Workshop ini akan diselenggarakan di Surabaya, pada Minggu, 23 Agustus 2026 dan akan diikuti oleh 80 peserta, yang merupakan apoteker komunitas di Surabaya dan sekitarnya.
Kegiatan yang merupakan hasil kerjasama PharmaQ dengan Badiklat Ikatan Apoteker Indonesia, Ardium dan PT Servier Indonesia ini akan menghadirkan dua pembicara yaitu dr Ulfa Kholili, Sp.PD, KGEH, FINASIM dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, dan Dr. apt. Lusy Noviani, M.M dari Universitas Atma Jaya, Jakarta dengan dipandu apt. Dra Tresnawati dari PharmaQ.
Dikatakan oleh apt Pujianto, penatalaksanaan hemoroid bersifat bertahap dan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit.
Pada hemoroid ringan hingga sedang, pendekatan konservatif seperti modifikasi gaya hidup, peningkatan asupan serat, penggunaan obat topikal, serta terapi farmakologis sistemik sering menjadi pilihan utama,
Sementara itu, pada kasus hemoroid lanjut atau yang tidak responsif terhadap terapi konservatif, intervensi minimal invasif hingga tindakan pembedahan dapat dipertimbangkan untuk mengatasi gejala secara optimal.
Selain terapi konvensional, pemanfaatan bahan alam dan sediaan berbasis herbal semakin banyak dikaji karena dinilai memiliki potensi efek antiinflamasi dan meningkatkan kenyamanan pasien.
‘’Keberhasilan pengelolaan hemoroid tidak hanya ditentukan oleh pilihan terapi, tetapi juga oleh pemahaman dan kepatuhan pasien terhadap pengobatan,’’ lanjut apt. Pujianto.
Dalam hal ini, apoteker memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi, membantu pemilihan terapi yang rasional, serta memastikan penggunaan obat yang aman dan efektif.
‘’Oleh karena itu, melalui workshop ‘Expert Over Expense : Haemorrhoid Treatment Options’ ini diharapkan peserta dapat memperdalam pemahaman klinis mengenai hemoroid sekaligus memperkuat peran aptoeker dalam mendampingi pasien merekomendasikan terapi yang sesuai,’’ ungkap apt. Pujianto.
Tinjauan Klinis
Dalam workshop tersebut, dr Ulfa Kholili akan membahas topik ‘Clinical Frameworks and Medical Management of Haemorrhoid’ selama 90 menit.
‘’Dalam sesi ini saya akan membahas 6 subtopik dan akan diakhiri dengan diskusi interaktif dan studi kasus,’’ papar dr. Ulfa Kholili.
Subtopik pertama yang akan dibahas adalah pengenalan hemoroid dan mekanisme terjadinya penyakit, disusul subtopik identifikasi gejala dan klasifikasi derajat hemoroid.
Dr. Ulfa Kholili juga akan menyampaikan berbagai tanda bahaya (red flags) yang memerlukan rujukan, serta pendekatan terapi non farmakologis (pembedahan atau tindakan) yang rasional.
Subtopik kelima adalah pilihan terapi farmakologis untuk hemoroid berdasarkan gejala dan derajat keparahan serta yang terakhir adalah mekanisme kerja, indikasi dan penggunaan obat hemoroid.
Di sesi selanjutnya, Dr. apt. Lusy Noviani, MM akan membahas ‘Practical Counseling and Value-Based Communication for haemorrhoid Care’.
‘’Di sesi saya nanti, selain akan ada pembahasan mengenai 6 hal penting yang harus dipahami oleh apoteker dalam memberikan konseling, juga akan ada sesi praktik. Di sesi ini biasanya akan seru ya, para peserta akan bermain peran sebagai konselor dan pasien,’’ ungkap apt. Lusy Noviani mengenai sesinya.
Enam hal utama yang dibahas oleh apt Lusy Noviani adalah mengenai clinical decision in 3 minutes at pharmacy counter, kemudian skrining cepat dan red flags pasien hemoroid dan smart product selection & ethical recommendation.
Masih di sesi yang sama, apt. Lusy Noviani juga akan menyampaikan berbagai hal mengenai integrasi terapi obat, non-obat dan lifestyle advice, counseling script dan komunikasi kasus sensitif serta yang terakhir mengubah transaksi menjadi konsultasi bernilai.
‘’Di sesi praktik ini kita akan belajar bagaimana melakukan skrining terhadap pasien, menentukan rekomendasi terapi, menyampaikan konseling yang tepat serta, simulasi corner roleplay,’’ papar apt. Lusy Noviani penuh semangat.
Di sesi roleplay ini peserta akan diminta memerankan sebagai pasien dan apoteker di apotek.
‘’Akan kita praktikkan bagaimana menghadapi seorang pasien minta obat paling ampuh dan cepat, atau bagaimana menghadapi pasien yang malu membicarakan keluhan, pasien yang sudah memakai obat tapi belum sembuh dan menghadapi pasien yang ingin terapi herbal/paling ekonomis,’’ jelas apt. Lusy Noviani.***
