<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jamin Mutu Sediaan Farmasi &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/topic/jamin-mutu-sediaan-farmasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Apr 2026 15:28:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/10/cropped-file_00000000bbb482079b31d77461868d89-32x32.avif</url>
	<title>Jamin Mutu Sediaan Farmasi &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jamin Mutu Sediaan Farmasi, Lab Kimia Farmasi Unhas Hadirkan Pakar Analisis dari UGM</title>
		<link>https://iainews.net/jamin-mutu-sediaan-farmasi-lab-kimia-farmasi-unhas-hadirkan-pakar-analisis-dari-ugm/</link>
					<comments>https://iainews.net/jamin-mutu-sediaan-farmasi-lab-kimia-farmasi-unhas-hadirkan-pakar-analisis-dari-ugm/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 15:28:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[#pdiaisulsel]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Farmasi Unhas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=13383</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR IAINews &#8212; Di tengah tuntutan global terhadap keamanan produk kesehatan, Laboratorium Kimia Farmasi Fakultas...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="90" data-end="375"><em><strong>MAKASSAR IAINews</strong> </em>&#8212; Di tengah tuntutan global terhadap keamanan produk kesehatan, Laboratorium Kimia Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar webinar prestisius bertajuk “Penerapan Kimia Analisis Farmasi dalam Penjaminan Mutu Sediaan Farmasi” pada Sabtu, 25 April 2026.</p>
<p data-start="377" data-end="843">Kegiatan yang berlangsung secara virtual melalui platform Zoom Meeting ini menghadirkan narasumber tunggal yang merupakan tokoh otoritatif di bidang kimia analisis Indonesia, Prof. Dr. apt. Abdul Rohman, S.F., M.Si. Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini dikenal luas melalui karya-karya literaturnya yang menjadi rujukan nasional, seperti buku <em data-start="745" data-end="782">Analisis Obat dalam Sediaan Farmasi</em> hingga <em data-start="790" data-end="842">Validasi dan Penjaminan Mutu Metode Analisis Kimia</em>.</p>
<h3 data-section-id="1mg5kba" data-start="845" data-end="890">Kolaborasi Strategis untuk Standar Global</h3>
<p data-start="892" data-end="1103">Dekan Fakultas Farmasi Unhas, Prof. Dr. apt. Abdul Rahim, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan keilmuan kimia analisis adalah jawaban atas kompleksitas tantangan produk kesehatan masa kini.</p>
<p data-start="1105" data-end="1402">&#8220;Kolaborasi antara akademisi dan pakar seperti Prof. Rohman menjadi kunci dalam menjaga standar kualitas yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Kami berharap kegiatan ini memperkuat kapasitas sivitas akademika dalam melahirkan praktik analisis yang akurat dan berdaya saing global,&#8221; pungkasnya.</p>
<figure id="attachment_13385" aria-describedby="caption-attachment-13385" style="width: 654px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="43317c" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #43317c;" fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-13385 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/04/unhas-2.jpg" alt="" width="654" height="380" /><figcaption id="caption-attachment-13385" class="wp-caption-text">Sambutan Dekan Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin Prof. Dr. apt. Abdul Rahim, S.Si., M.Si.</figcaption></figure>
<h3 data-section-id="yw8udq" data-start="1404" data-end="1456">Analisis Farmasi sebagai Fondasi Keamanan Publik</h3>
<p data-start="1458" data-end="1722">Dalam pemaparannya yang dipandu oleh moderator Christabella Jennifer Evangelyn, Prof. Abdul Rohman menekankan bahwa kimia analisis farmasi bukan sekadar instrumen pengujian rutin, melainkan fondasi ilmiah yang memastikan setiap sediaan memenuhi standar mutu ketat.</p>
<p data-start="1724" data-end="1983">&#8220;Proses analisis mencakup identifikasi bahan, pemurnian, hingga penentuan kadar zat aktif secara presisi. Seluruh tahapan ini bertujuan untuk memastikan keamanan, khasiat, dan stabilitas produk farmasi sebelum sampai ke tangan masyarakat,&#8221; jelas Prof. Rohman.</p>
<p data-start="1985" data-end="2096">Beliau juga menyoroti peran analisis dalam mendeteksi pengotor (impurities) yang dapat berisiko bagi kesehatan.</p>
<figure id="attachment_13386" aria-describedby="caption-attachment-13386" style="width: 610px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="828186" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #828186;" decoding="async" class="wp-image-13386 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/04/unhas-3.jpg" alt="" width="610" height="632" /><figcaption id="caption-attachment-13386" class="wp-caption-text">Pemaparan Materi oleh , Prof. Dr. apt. Abdul Rohman, S.F., M.Si. Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada.</figcaption></figure>
<h3 data-section-id="avlhd" data-start="2098" data-end="2129">Empat Pilar Penjaminan Mutu</h3>
<p data-start="2131" data-end="2226">Secara komprehensif, Prof. Rohman menguraikan siklus penjaminan mutu melalui empat pilar utama.</p>
<p data-start="2228" data-end="2632"><strong data-start="2228" data-end="2292">Identifikasi &amp; Karakterisasi: Memastikan keaslian bahan baku</strong><br data-start="2292" data-end="2295" />Dalam sesi yang sangat teknis namun mencerahkan, Prof. Dr. apt. Abdul Rohman, S.F., M.Si. mengupas tuntas mengapa identifikasi dan karakterisasi bahan baku menjadi titik krusial yang tidak boleh diabaikan. Beliau menegaskan bahwa sebuah sediaan farmasi yang bermutu tinggi mustahil terwujud jika bahan bakunya tidak terjamin keasliannya.</p>
<p data-start="2634" data-end="2757">&#8220;Mutu sebuah produk obat dimulai sejak bahan baku tersebut diterima di gudang industri farmasi,&#8221; ungkap Prof. Abdul Rohman.</p>
<p data-start="2759" data-end="3104"><strong data-start="2759" data-end="2840">In-Process Control (IPC): Pengendalian selama produksi untuk mencegah deviasi</strong><br data-start="2840" data-end="2843" />Memasuki pembahasan mengenai siklus produksi, Prof. Abdul Rohman menekankan bahwa kualitas tidak boleh hanya diuji di akhir, melainkan harus dibangun di setiap tahapan proses. Inilah esensi dari In-Process Control (IPC) atau pengendalian selama proses produksi.</p>
<p data-start="3106" data-end="3380">Penerapan IPC yang ketat memastikan bahwa tantangan dalam skala produksi besar dapat diatasi dengan pendekatan saintifik. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan IPC sangat bergantung pada kompetensi analis dalam menginterpretasikan data hasil pengujian secara cepat dan tepat.</p>
<p data-start="3382" data-end="3722">Dengan pengawasan yang berkelanjutan di lantai produksi, risiko penarikan produk dari pasar (product recall) dapat ditekan seminimal mungkin. Hal ini tidak hanya melindungi reputasi industri, tetapi yang terpenting adalah menjamin bahwa setiap tablet, kapsul, atau sirup yang diproduksi memiliki standar keamanan yang sama tanpa terkecuali.</p>
<p data-start="3724" data-end="4037"><strong data-start="3724" data-end="3786">Pengujian Produk Jadi: Verifikasi akhir kesesuaian standar</strong><br data-start="3786" data-end="3789" />Pada bagian krusial ini, Prof. Abdul Rohman menjelaskan bahwa jika pilar-pilar sebelumnya adalah bentuk pencegahan, maka pengujian produk jadi (Finished Product Control) adalah bentuk pembuktian ilmiah terakhir sebelum obat sampai ke tangan pasien.</p>
<p data-start="4039" data-end="4294">&#8220;Pengujian produk jadi adalah gerbang terakhir. Di sinilah seluruh parameter kimia analisis dikerahkan untuk melakukan verifikasi akhir, memastikan bahwa produk yang dihasilkan sepenuhnya selaras dengan standar mutu dan spesifikasi yang telah ditetapkan,&#8221;</p>
<p data-start="4296" data-end="4735"><strong data-start="4296" data-end="4386">Uji Stabilitas: Menjamin kualitas produk selama masa simpan hingga tanggal kedaluwarsa</strong><br data-start="4386" data-end="4389" />Sebagai penutup dari siklus penjaminan mutu, Prof. Abdul Rohman memaparkan pilar yang sering kali menjadi tantangan terbesar bagi industri farmasi, yaitu Uji Stabilitas. Hal ini menjelaskan bahwa kualitas obat tidak boleh hanya bertahan saat keluar dari pabrik, tetapi harus tetap konsisten hingga mencapai tanggal kedaluwarsa di tangan konsumen.</p>
<p data-start="4737" data-end="5005">&#8220;Obat adalah komoditas yang dinamis. Seiring berjalannya waktu, faktor lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan cahaya dapat memicu reaksi kimia yang mengubah efektivitas produk. Di sinilah peran vital uji stabilitas untuk menjamin keamanan jangka panjang,&#8221; terangnya.</p>
<p data-start="5007" data-end="5209" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Webinar ini tidak hanya menjadi ajang transfer pengetahuan, tetapi juga menegaskan posisi Fakultas Farmasi Unhas dalam mendorong terciptanya ekosistem kefarmasian yang aman dan berkualitas di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/jamin-mutu-sediaan-farmasi-lab-kimia-farmasi-unhas-hadirkan-pakar-analisis-dari-ugm/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
