Lampung, IAINews — Dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan balita pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), Dosen Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK UNILA) menggelar program edukasi terintegrasi bertajuk “KASIH” (ASI Eksklusif, Siap MPASI, dan Imunisasi Lengkap) di Kelurahan Perwata, Kecamatan Teluk Betung Timur, Kamis (05/02/2026).
Kegiatan berbasis Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak ini dirancang untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam pemberdayaan kesehatan ibu dan anak.
Ketua tim pengabdian, Afriyani, M.Farm, menjelaskan bahwa program ini menyasar ibu hamil dan ibu yang memiliki balita sebagai kelompok kunci dalam periode emas pertumbuhan anak.
“Kesehatan anak sangat bergantung pada pemenuhan gizi optimal di awal kehidupan. Melalui model edukasi ‘KASIH’, kami ingin menguatkan praktik pemberian ASI eksklusif, MPASI sesuai standar gizi, serta memastikan cakupan imunisasi lengkap di wilayah Perwata,” ujar Afriyani.
Ia menambahkan, sesuai panduan KKN Berdampak, mahasiswa dilibatkan secara aktif dan terstruktur mulai dari tahap perencanaan, pendampingan lapangan, hingga evaluasi kegiatan.
Pemilihan Kelurahan Perwata sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada analisis situasi yang menunjukkan cakupan ASI eksklusif di wilayah Teluk Betung Timur masih sekitar 40 persen. Selain itu, mitos budaya dan rendahnya literasi kesehatan menjadi tantangan dalam pencegahan stunting di kawasan pesisir tersebut.
Dalam kegiatan ini, dr. Angga Bernatta S., Sp.OG hadir sebagai narasumber dan memberikan edukasi komprehensif mengenai teknik menyusui yang benar, manajemen ASI perah (ASIP), hingga pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai MPASI bergizi seimbang.
“Kami tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga edukasi praktis mengenai manfaat jangka panjang vaksin serta cara mandiri menangani Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), termasuk dosis obat penurun panas yang tepat berdasarkan berat badan anak,” jelas dr. Angga.
Untuk memperkuat pemahaman warga, tim Unila membagikan Buku Saku KASIH dan poster edukasi yang memuat jadwal imunisasi, panduan MPASI sehat, serta tabel dosis obat anak berdasarkan berat badan.
Program ini didukung Dana Hibah Pemberdayaan Masyarakat Unila Tahun 2026 dan melibatkan sejumlah dosen farmasi, di antaranya apt. Yulianasari Pulungan, M.Clin.Pharm; Atri Sri Ulandari, M.Farm; apt. Ervina Damayanti, M.Clin.Pharm; apt. Wahyu Alfath Firdaus, M.Farm; dan apt. Dwi Ismayati, M.Clin.Pharm.
Untuk mengukur efektivitas edukasi, tim menerapkan metode evaluasi melalui instrumen pre-test dan post-test guna menilai peningkatan pemahaman peserta terkait manajemen laktasi dan pencegahan stunting.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga. Ibu Siti, salah satu peserta, mengaku kini lebih percaya diri dalam melengkapi imunisasi anaknya.
“Selama ini saya takut memberikan imunisasi lengkap karena khawatir anak demam tinggi. Setelah ikut penyuluhan ini, saya jadi tahu cara memberikan obat yang benar dan tidak panik lagi,” ujarnya.
Selain memberikan dampak langsung bagi masyarakat, program ini juga menargetkan publikasi ilmiah pada Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat UNILA sebagai bagian dari diseminasi hasil penerapan IPTEKS.
Afriyani berharap program “KASIH” mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat secara signifikan dan berkontribusi pada penurunan risiko stunting di Kelurahan Perwata.
“Kami berharap terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat minimal 70 persen. Dengan pemahaman yang benar, risiko stunting dan penyakit menular pada balita dapat ditekan secara signifikan,” tutupnya. (TMN PD IAI Lampung)

