Site icon IAI NEWS

Tim ATB Bantu Pengelolaan Logistik Obat di RSUD Aceh Tamiang

Medan, IAINews — Tim Apoteker Tanggap Bencana (ATB) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) turut membantu pengelolaan logistik obat di Instalasi Pelayanan Kefarmasian RSUD Aceh Tamiang, Senin (15/12/2025).

Sebanyak empat orang relawan ATB bersama tiga orang tim Pengurus Daerah (PD) IAI Sumatera Utara terlibat langsung dalam kegiatan pencatatan dan penataan logistik obat maupun non-obat yang berasal dari berbagai bantuan donatur.

Salah satu relawan ATB, Apt. Ilham, menjelaskan bahwa pengelolaan logistik obat merupakan hal wajib untuk memastikan ketersediaan dan keamanan obat. “Pendataan dilakukan agar jumlah obat, nomor batch, serta tanggal kedaluwarsa dapat diketahui secara pasti, sehingga pemanfaatannya lebih terkontrol dan aman,” ujarnya.

Selain melakukan pendataan, Tim ATB juga membantu merakit rak penyimpanan obat yang disumbangkan oleh para donatur kepada RSUD Aceh Tamiang. Rak tersebut diharapkan dapat segera digunakan guna mendukung penataan logistik yang lebih tertib dan efisien.

Relawan ATB merakit rak obat

Dalam kesempatan tersebut, Apt. Ilham juga berharap agar relawan kefarmasian lainnya dapat turut membantu di RSUD Aceh Tamiang. Hal ini mengingat jumlah bantuan obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) yang menumpuk di area apotek IGD RSUD Aceh Tamiang sudah cukup banyak dan membutuhkan penanganan optimal.

Sementara itu, Penanggung Jawab Instalasi Kefarmasian RSUD Aceh Tamiang, Apt. Puput, menyampaikan rasa terima kasih atas keterlibatan Tim ATB. Ia mengapresiasi bantuan dalam penyusunan serta pendataan obat-obatan dan BMHP yang telah menumpuk sejak gelombang bantuan mulai masuk ke RSUD Aceh Tamiang.

Apt. Puput juga sempat mengajak Tim ATB meninjau salah satu ruangan yang direncanakan sebagai apotek pelayanan. Namun, ruangan tersebut belum dapat difungsikan secara optimal karena masih mengalami rembesan air dari lemari kayu, sehingga kondisi ruangan belum sepenuhnya kering.

Ia berharap ruangan tersebut dapat segera dioptimalkan, mengingat volume bantuan obat dan BMHP di RSUD Aceh Tamiang terus bertambah. Saat ini, apotek IGD yang sementara difungsikan sebagai Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) memiliki keterbatasan ruang, sehingga logistik bantuan menumpuk hingga ke luar ruangan. (TMN)

Exit mobile version