MEDAN, IAINews – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI), apt. Noffendri Roestam, S.Si, resmi membuka Kongres XXII dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IAI 2026 di Kota Medan, Sumatera Utara, pada Selasa (4/8/2026). Gelaran nasional yang berlangsung hingga 5 Agustus 2026 ini mengusung tema “IAI Rumah Besar Profesi Kefarmasian: Pilar Asta Cita untuk Kesehatan Rakyat yang Berkeadilan”.
Pelaksanaan Kongres XXII ini sekaligus menepis pesimisme segelintir pihak yang sempat memicu dorongan pemindahan lokasi kegiatan ke Jakarta. Keputusan untuk tetap mempertahankan Sumatera Utara sebagai tuan rumah diambil secara tegas oleh Noffendri bersama Pengurus Harian pasca-kembali dari ibadah haji, sebagai bentuk komitmen pemerataan organisasi di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam sepanjang sejarah ISFI dan IAI, Sumatera Utara belum pernah menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan nasional seperti Rakernas, apalagi Kongres. Luasnya wilayah Indonesia adalah risiko bersama. Setelah rapat Pengurus Harian, kami putuskan Kongres XXII dan PIT 2026 tetap dilaksanakan di Medan,” tegas Noffendri dalam pidato sambutannya.
Jawab Isu Judicial Review dan Integritas
Dalam kesempatan tersebut, Noffendri meluruskan isu terkait penolakan Judicial Review terhadap Perka BPOM No. 5 Tahun 2026. Ia menegaskan bahwa langkah yang diambil IAI bukanlah bentuk ketakutan terhadap pemerintah, melainkan bentuk kehati-hatian demi melindungi sekitar 117 ribu anggota IAI.
Lewat jalur audiensi bersama Dirjen Farmalkes Kemenkes RI, Dr. apt. Rizka Andalucia, serta Kepala BPOM, persoalan regulasi tersebut berhasil diselesaikan secara damai tanpa harus menempuh jalur hukum. Hal ini telah disampaikan resmi melalui Surat Edaran Nomor B2-0045/PP.IAI/2026/VII/2026 tertanggal 27 Juli 2026.
Noffendri juga menggarisbawahi komitmen integritasnya dalam memimpin organisasi profesi ini. Ia mengungkapkan pernah menolak dilantik sebagai Dewan Pengawas Poltekes Bandung demi menjaga independensi dan kepercayaan anggota. “Jabatan Ketua Umum IAI bagi saya adalah kedudukan terhormat untuk mengabdi, bukan batu loncatan meraih jabatan publik,” ujarnya.
Transformasi Digital dan Program Unggulan
Menghadapi era pasca-disahkannya UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, IAI terus bertransformasi agar tetap relevan dan memberikan nilai tambah bagi anggotanya. Beberapa langkah strategis dan inovasi unggulan yang dipaparkan dalam kongres meliputi:
Pembentukan Badan Diklat IAI yang memfasilitasi 9 kurikulum/modul pelatihan terakreditasi, serta pendirian Lembaga Sertifikasi Person (LSP) IAI. Badiklat IAI juga menjadi satu-satunya lembaga diklat OP yang mengantongi izin BPJPH untuk pelatihan SDM Halal (Penyelia & Auditor Halal).
Penyelenggaraan Program Fellowship bekerja sama dengan FAPA-CP (Bangkok). Indonesia menjadi negara pertama di luar Thailand yang mengadopsi program ini. Sebanyak 35 apoteker telah lulus pada batch-1 bergelar FACP, dan hasil seleksi batch-2 (40 peserta) akan diumumkan pada Gala Dinner PIT, Jumat (7/8/2026).
Upgrade aplikasi SIAp ke versi Next Generation berlabel Pharma-360 bekerja sama dengan PT Dexa Medica, peluncuran platform Pharma Career untuk bursa kerja apoteker, serta layanan Hotline WhatsApp resmi di nomor 082210004626.
Soliditas Organisasi
Meskipun dinamika regulasi kesehatan memicu euforia multi-bar, Noffendri bersyukur soliditas di internal IAI dari tingkat Pusat, Daerah, hingga Cabang tetap terjaga dengan baik. Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk terus merawat persatuan dan kebersamaan.
“Saya berharap sejawat yang sempat berpindah rumah bisa kembali ke rumah asalnya, yaitu Ikatan Apoteker Indonesia, agar cita-cita menjadikan IAI sebagai rumah besar profesi apoteker dapat terwujud,” tutupnya.***

