MAKASSAR, IAINews – Malam Gala Dinner adalah acara makan malam formal dan elegan yang diadakan untuk merayakan momen spesial, penghargaan, atau pencapaian tertentu. Berbeda dari makan malam biasa, gala dinner seringkali memiliki tema khusus, dress code yang elegan, menu makanan istimewa, dan hiburan yang terencana. Tujuan utamanya tidak hanya makan bersama, tetapi juga untuk membangun hubungan, memberikan apresiasi, dan menciptakan pengalaman berkesan bagi para tamu.
Salah satu persembahan spesial di malam Gala Dinner adalah penampilan tarian dari Ikatan Apoteker Indoenesia Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah Rakernas & PIT IAI 2025 pada tanggal 29 Agustus 2025 pukul 19.00 di Phinisi Ballroom Hotel Claro Makassar.
Tarian Pangadakkang adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari suku Makassar, Sulawesi Selatan. Nama tarian ini sendiri berasal dari kata “adak” yang berarti adat, sehingga secara harfiah, “Pangadakkang” dapat diartikan sebagai “adat istiadat.” Tarian ini sering ditampilkan dalam berbagai acara adat dan kebudayaan, termasuk di dalam perayaan seperti Gala Dinner yang mengedepankan nilai-nilai budaya dan tradisi, serta menggambarkan keindahan pangadakkang.
Ciri Khas Tarian Pangadakkang
Tarian ini biasanya dibawakan oleh penari laki-laki dan perempuan. Gerakannya kaya akan makna dan filosofi yang menggambarkan nilai-nilai luhur masyarakat Makassar:
Gerakan Penari Perempuan: Para penari perempuan menampilkan gerakan yang lembut dan gemulai. Gerakan ini seringkali menggunakan properti seperti kipas untuk menambah keindahan. Gerakan ini melambangkan karakter perempuan Makassar yang dikenal santun, setia, patuh, dan menghormati kaum laki-laki.
Gerakan Penari Laki-laki: Sementara itu, penari laki-laki mengiringi dengan gerakan yang dinamis, bervariasi antara cepat dan lambat. Gerakan ini mencerminkan kegagahan dan kewibawaan.
Apoteker-apoteker Sulawesi Selatan persembahan tari pangadakkang
Penampilan Tari Pangadakkang oleh IAI SULSEL
Tarian yang dibawakan oleh delapan orang penari perempuan dengan menggunakan pakai baju adat Sulawesi Selatan yaitu baju bodo berwarna hijau dan orange. Persembahan tari ini dibawakan oleh apoteker-apoteker SULSEL yang berasal dari berbagai instansi kesehatan yakni apoteker yang bertugas di Puskesmas, rumah sakit, apotek swastra dan para akademisi yang berasal dari berbagai perguruan tinggi swasta di Makassar.
Makna Tari Pangadakkang
Menyambut Tamu Kehormatan: Tarian ini berfungsi sebagai tarian penyambutan untuk tamu penting, menunjukkan penghormatan dan keramahan dari tuan rumah.
Merayakan Momen Spesial: Tarian ini juga ditampilkan dalam perayaan adat seperti pernikahan atau festival budaya, sebagai wujud syukur dan kebahagiaan.
Melestarikan Nilai Budaya: Melalui gerakan dan propertinya (seperti kipas), tarian ini melambangkan nilai-nilai luhur masyarakat Makassar, seperti kesopanan, kesetiaan, dan saling menghormati.
Secara keseluruhan, Tarian Pangadakkang menyampaikan pesan tentang adat istiadat dan tata krama yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Makassar. Ini bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga media untuk mengenalkan dan melestarikan budaya serta nilai-nilai kehidupan yang penting, seperti saling menghargai dan memuliakan sesama, yang dikenal dengan istilah “sipakainga-sipakala’biri” (saling mengingatkan dan saling memuliakan).
