Site icon IAI NEWS

Tanpa Listrik, Sulit Air, Relawan ATB IAI Tetap Semangat Membantu Korban Banjir dan Tanah Longsor Sumatera

BIREUEN, IAINews – Setelah memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan logistik di Kabupaten Pidie Jaya, tim relawan ATB PP IAI dan PD IAI Banten bersama tim PD IAI Aceh melakukan bakti sosial di Kabupaten Bireuen, Aceh, yang menjadi salah satu korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera.

Koordinator relawan ATB PP IAI yang juga membawa amanah dari PD IAI Banten, apt. Zulhijrah melaporkan, timnya Minggu, 14 Desember berada di 2 lokasi, lokasi pertama adalah di desa Jarommah Baru, Jarommah Mee dan Pulo Siron Kecamatan Kutablang, serta desa Asan Bideun (Kecamatan Pesangan), lokasi kedua adalah desa Jambo Kajeung, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen.

Pasien yang datang ke pelayanan kesehatan ATB IAI membludak.

Di lokasi pertama dilaksanakan mulai pukul 10.00 – 14.00 wib sedangkan lokasi kedua dimulai pada pukul 17.00 – 19.30 wib.

‘’Hari ini kami dikawal langsung oleh Ketua PD IAI Aceh, apt Tedy Kurniawan Bakri yang juga bertindak selaku koordinator,’’ terang apt Ijoel, sapaan akrab apt. Zulhijrah.

Kehadiran mereka di dua lokasi di Bireuen kali ini adalah untuk memberikan pelayanan kesehatan dan sekaligus bantuan berupa logistik.

‘’Seperti kemarin, kami juga berkolaborasi dengan IDI Wilayah Banten, selain dengan ATB PP IAI, ATB PD IAI Banten dan PD IAI Aceh,’’ papar apt. Ijoel.

Kali ini, skrining penyakit menular menemukan pasien suspek tuberculosis dan pneumonia, pasien TB Paru relaps, katarak, hernia inguinalis dan striktur uretra, dimana pasien tidak mampu mengeluarkan urine dengan optimal, sehingga masih ada urine tersisa di uretranya. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai penyakit lain, seperti infeksi saluran kemih dan gagal ginjal.

Selain pelayanan kesehatan, tim kembali melakukan layanan psikososial terhadap 30 orang dan penyuluhan PHBS (pola hidup bersih dan sehat).

‘’Kami juga mendistribusikan logistik berupa peralatan mandi, diapers, air minum, paket kesehatan dan mainan anak,’’ urai apt. Ijoel.

Di lokasi pertama, tim melayani 308 pasien, sementara di lokasi kedua melayani 121 pasien, sehingga total pasien yang dilayani sebanyak 429 orang.

Kendati kebutuhan logistik dan obat-obatan terpenuhi, namun kondisi tanpa aliran listrik dan akses air bersih yang sangat terbatas menjadi kendala bagi tim dalam melakukan pelayanan kesehatan.

‘’Terlebih lagi tempat pemukiman masih kotor oleh lumpur sehingga mengganggu kondisi psikososial para korban,’’ ungkap apt. Ijoel.

Meski kondisi sangat tidak memadai, namun seluruh relawan terlihat penuh semangat, bahu membahu menangani setiap keluhan pasien yang datang.

‘’Saking banyaknya pasien, akhirnya pak ketua PD IAI Aceh sampai turun tangan membantu melakukan registrasi pasien. Ratusan pasien yang datang benar-benar menguras tenaga kami. Tapi kami lega dan bersyukur bisa meringankan sedikit derita saudara-saudara kita disini,’’ ungkap apt. Ijoel.

Pengalaman berbeda dialami di lokasi posko kesehatan kali ini, yakni kendala bahasa.

”Kebanyakan lansia disini tidak bisa berbahasa Indonesia, sehingga harus mencari penerjemah, agar tidak salah dalam memberikan edukasi mengenai obat-obatan yang diserahkan,” tutur apt. Ijoel.

Setelah menyelesaikan pelayanan di kabupaten Bireuen, tim kemudian menyeberang ke Aceh Utara dan Aceh Tamiang menggunakan perahu. Mereka didukung oleh BPPD Bireuen dalam membantu pengangkutan logistik dan obat-obatan.

‘’Tak habis-habis ucapan terimakasih kami haturkan untuk sejawat baik dari ATB PP IAI maupun PD IAI Banten yang telah membantu kami dalam melakukan pelayanan kesehatan dan memberikan bantuan logistik untuk saudara-saudara kita di Aceh,’’ tutur apt. Tedy Kurniawan.***

Exit mobile version