<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>workshop farmasi &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/workshop-farmasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Oct 2024 01:36:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.8</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>workshop farmasi &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>APTFI Sukses Gelar Workshop Evaluasi Kurikulum Berbasis OBE dan Rakorwil Forwil I Sumatera</title>
		<link>https://iainews.net/aptfi-sukses-gelar-workshop-evaluasi-kurikulum-berbasis-obe-dan-rakorwil-forwil-i-sumatera/</link>
					<comments>https://iainews.net/aptfi-sukses-gelar-workshop-evaluasi-kurikulum-berbasis-obe-dan-rakorwil-forwil-i-sumatera/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Oct 2024 01:36:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[APTFI]]></category>
		<category><![CDATA[CBT]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[OBE]]></category>
		<category><![CDATA[osce]]></category>
		<category><![CDATA[outcome-based education]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[Rakorwil]]></category>
		<category><![CDATA[uji kompetensi apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[workshop farmasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=3544</guid>

					<description><![CDATA[Jambi, IAINews – Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) sukses menyelenggarakan Workshop Evaluasi Kurikulum Berbasis Outcome-Based...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jambi, IAINews</strong> – Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) sukses menyelenggarakan <em>Workshop</em> Evaluasi Kurikulum Berbasis <em>Outcome-Based Education</em> (OBE) dan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Forum Wilayah I (Forwil I) Sumatera pada 24-25 September 2024 di Hotel Aryaduta, Medan.</p>
<p>Acara yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi farmasi melalui standarisasi kurikulum dan mengurangi disparitas yang ada antarperguruan tinggi farmasi di Indonesia.</p>
<p>Workshop ini menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, dan diikuti oleh lebih dari 50% anggota Forwil I, seperti yang disampaikan oleh Dr. apt. Nilsya Febrika Zebua, M.Si., Bendahara Forwil I, dalam sambutannya.</p>
<p>“Saya berharap semua perguruan tinggi di Forum Wilayah I dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Alhamdulillah, sudah lebih dari setengah anggota turut hadir,” ungkapnya.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3546" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241001-WA0041.jpg" alt="" width="1500" height="1000" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241001-WA0041.jpg 1500w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241001-WA0041-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 1500px) 100vw, 1500px" /></p>
<h3>Fokus Workshop: Kurikulum Berbasis OBE</h3>
<p>Workshop tersebut mengangkat topik penting mengenai evaluasi kurikulum berbasis OBE yang bertujuan menciptakan capaian pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan kompetensi mahasiswa farmasi.</p>
<p>Narasumber utama, Apt. Junaidi Khatib, M.Si., Dekan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga dan pengurus bidang akademik APTFI, menekankan pentingnya keselarasan antara Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa dengan kompetensi apoteker yang mereka peroleh.</p>
<p>“Ada ketimpangan di beberapa institusi, di mana mahasiswa dengan IPK tinggi ternyata tidak memiliki kompetensi apoteker yang memadai. Kurikulum berbasis OBE diharapkan mampu menjembatani hal ini, memastikan IPK sejalan dengan capaian pembelajaran,” jelas Apt. Junaidi Khatib.</p>
<p>Beliau menambahkan bahwa kurikulum OBE dirancang untuk membentuk pola pikir dan kompetensi yang mendalam bagi peserta didik, sehingga mereka dapat memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia profesi apoteker.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3547" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241001-WA0039.jpg" alt="" width="1500" height="1000" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241001-WA0039.jpg 1500w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/IMG-20241001-WA0039-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 1500px) 100vw, 1500px" /></p>
<h3>Uji Kompetensi Apoteker Indonesia: Tantangan dan Implementasi</h3>
<p>Narasumber kedua, Prof. Dr. Saefullah, menyampaikan materi terkait implementasi kurikulum dalam mendukung Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Apoteker Indonesia (UKMPPAI).</p>
<p>Pada sesi ini, Prof. Saefullah menjelaskan metode yang digunakan dalam uji kompetensi, yakni OSCE (<em>Objective Structured Clinical Examination</em>) dan CBT (<em>Computer-Based Test</em>), yang bertujuan untuk standardisasi kompetensi lulusan apoteker di seluruh Indonesia.</p>
<p>“UKMPPAI bertujuan untuk mengurangi variasi kompetensi lulusan farmasi di Indonesia. Dengan adanya UKMPPAI, diharapkan kualitas pendidikan dan kompetensi tenaga kefarmasian di Indonesia dapat seragam,” ujar Prof. Saefullah.</p>
<h3>Rapat Koordinasi Wilayah I: Pengembangan Profesi Apoteker</h3>
<p>Selain <em>workshop</em>, kegiatan ini juga mencakup Rakorwil APTFI Forwil I yang dipimpin oleh Apt. Khairunnisa, S.Si., M.Pharm., Ph.D., Ketua Forum Wilayah I. Rapat ini membahas langkah-langkah strategis dalam pengembangan profesi apoteker di wilayah Sumatera, termasuk perizinan profesi dan solusi atas kendala yang dihadapi dalam pengembangan profesi apoteker.</p>
<p>Dalam diskusi ini, beberapa permasalahan yang sering muncul terkait perizinan profesi dan tantangan dalam perintisan profesi apoteker di berbagai daerah juga turut dibahas.</p>
<p>Hasil dari rapat ini akan menjadi acuan bagi Forwil I dalam menentukan langkah ke depan untuk memastikan perkembangan institusi farmasi di wilayah Sumatera berjalan sesuai dengan harapan.</p>
<h3>Rencana Tindak Lanjut dan Penetapan Tuan Rumah Rakorwil Berikutnya</h3>
<p>Kegiatan Rakorwil Forwil I Sumatera ditutup dengan penyusunan program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2025 serta penetapan tuan rumah untuk Rakorwil berikutnya.</p>
<p>Universitas Bengkulu di Provinsi Bengkulu terpilih sebagai tuan rumah untuk kegiatan Rakorwil mendatang, yang direncanakan berlangsung pada tahun depan.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, APTFI terus berkomitmen dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi farmasi di Indonesia, dengan harapan bahwa langkah-langkah strategis yang diambil dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan profesi apoteker di masa depan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/aptfi-sukses-gelar-workshop-evaluasi-kurikulum-berbasis-obe-dan-rakorwil-forwil-i-sumatera/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meningkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Apoteker Rumah Sakit, HISFARSI PD IAI Kalimantan Timur Gelar Workshop Dispensing Sediaan Steril</title>
		<link>https://iainews.net/meningkatkan-kompetensi-dan-profesionalisme-apoteker-rumah-sakit-hisfarsi-pd-iai-kalimantan-timur-gelar-workshop-dispensing-sediaan-steril/</link>
					<comments>https://iainews.net/meningkatkan-kompetensi-dan-profesionalisme-apoteker-rumah-sakit-hisfarsi-pd-iai-kalimantan-timur-gelar-workshop-dispensing-sediaan-steril/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Sep 2024 10:01:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[dispensing sediaan steril]]></category>
		<category><![CDATA[farmasi klinik]]></category>
		<category><![CDATA[farmasi rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[hisfarsi]]></category>
		<category><![CDATA[IAI Kalimantan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[iai news]]></category>
		<category><![CDATA[kompatibilitas obat]]></category>
		<category><![CDATA[meningkatkan kompetensi apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan kefarmasian]]></category>
		<category><![CDATA[profesionalisme apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[PT Otsuka]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Kanudjoso Balikpapan]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Ratu Aji Putri Botung]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar Farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[stabilitas obat]]></category>
		<category><![CDATA[teknik aseptik]]></category>
		<category><![CDATA[workshop farmasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=3404</guid>

					<description><![CDATA[Balikpapan, IAI News – Pelayanan dispensing sediaan steril menjadi salah satu kompetensi penting bagi apoteker,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Balikpapan, IAI News </strong>– Pelayanan dispensing sediaan steril menjadi salah satu kompetensi penting bagi apoteker, khususnya yang bekerja di rumah sakit.</p>
<p>Dalam upaya meningkatkan kompetensi ini, Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit (HISFARSI) PD IAI Kalimantan Timur menyelenggarakan seminar dan workshop bertema “Peningkatan Kompetensi Apoteker dalam Penerapan Dispensing Sediaan Steril di Rumah Sakit” pada Sabtu, 14 September 2024, di Hotel Jatra, Balikpapan.</p>
<figure id="attachment_3405" aria-describedby="caption-attachment-3405" style="width: 960px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-3405" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240921_164833.jpg" alt="" width="960" height="660" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240921_164833.jpg 960w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240921_164833-768x528.jpg 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption id="caption-attachment-3405" class="wp-caption-text">Moderator Bersama Narasumber</figcaption></figure>
<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja HISFARSI PD IAI Kalimantan Timur periode 2024-2028, khususnya di bidang Pendidikan dan Pelatihan. Dilaksanakan secara hybrid, acara ini dihadiri oleh peserta dari berbagai rumah sakit di Kalimantan Timur, dengan 102 peserta hadir secara offline dan 90 lainnya mengikuti secara daring melalui Zoom.</p>
<p>Ketua PD IAI Kalimantan Timur, Dr. apt. Arsyik Ibrahim, M.Si., dan Ketua PC IAI Balikpapan, apt. Endah Rahmawati, S.F., turut hadir dalam acara ini.</p>
<p>Ketua panitia, apt. Marwin, M.Farm., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama dengan PT Otsuka, bertujuan meningkatkan pengetahuan apoteker terkait pentingnya dispensing sediaan steril di rumah sakit. “Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi dan kualitas sejawat apoteker dalam pelayanan kefarmasian di tempat praktik masing-masing,” ujar apt. Marwin, yang berpraktik di RSUD Kanudjoso.</p>
<p>Sementara itu, Ketua HISFARSI PD IAI Kalimantan Timur, apt. M. Haryadi Saputro, M.Pharm., menyampaikan bahwa ini adalah kegiatan perdana HISFARSI di periode kepengurusan 2024-2028. “Kami berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan peningkatan kompetensi, baik dalam manajemen kefarmasian maupun pelayanan farmasi klinik,” ujar apoteker yang akrab disapa Puput. Ia juga menambahkan bahwa HISFARSI akan terus memberdayakan apoteker Kalimantan Timur sebagai narasumber dalam berbagai kegiatan.</p>
<p>Dr. apt. Arsyik Ibrahim, M.Si., Ketua PD IAI Kalimantan Timur, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada pengurus HISFARSI atas upayanya dalam meningkatkan kompetensi apoteker rumah sakit. “Pengurus daerah berkomitmen untuk terus mendukung HISFARSI dalam program kerja peningkatan kompetensi dan profesionalisme apoteker,” ujarnya.</p>
<p>Workshop ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu apt. Iwan Wahyudin, S.Si., dari PT Otsuka, dan apt. Octaviana Maria Simbolon, M.Farm.Klin., apoteker dari RSUD Ratu Aji Putri Botung, Penajam, yang juga pengurus HISFARSI bidang Farmasi Klinik.</p>
<p>Sesi pertama dibuka oleh apt. Iwan Wahyudin, S.Si., yang membahas “Stabilitas &amp; Kompatibilitas Obat Injeksi”. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas obat, yaitu kemampuan produk untuk mempertahankan sifat dan kualitasnya selama periode penyimpanan dan penggunaan. Ia juga menekankan tiga isu utama dalam penyiapan obat injeksi: sterilitas, stabilitas, dan kompatibilitas.</p>
<figure id="attachment_3407" aria-describedby="caption-attachment-3407" style="width: 1080px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3407" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240921_164911.jpg" alt="" width="1080" height="710" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240921_164911.jpg 1080w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240921_164911-768x505.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption id="caption-attachment-3407" class="wp-caption-text">Pemaparan Materi oleh Narasumber apt. Iwan Wahyudi, S.Si</figcaption></figure>
<p>Sesi kedua dilanjutkan oleh apt. Octaviana Maria Simbolon, yang membahas &#8220;Pencampuran Obat Injeksi dengan Teknik Aseptik&#8221;. Ia menjelaskan bahwa dispensing sediaan steril di rumah sakit adalah kewajiban yang diatur dalam standar PKPO 5 Akreditasi Rumah Sakit. Selain teori, apt. Octaviana juga mempraktikkan langsung teknik pencampuran injeksi dengan metode aseptik.</p>
<figure id="attachment_3408" aria-describedby="caption-attachment-3408" style="width: 1080px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3408" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240921_164924.jpg" alt="" width="1080" height="715" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240921_164924.jpg 1080w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240921_164924-768x508.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption id="caption-attachment-3408" class="wp-caption-text">Pemaparan Materi oleh Narasumber apt. Octaviana Maria Simbolon, M.Farm., Klin</figcaption></figure>
<p>Peserta workshop dibagi menjadi lima kelompok dan diberikan simulasi yang berbeda, dengan bimbingan apoteker berpengalaman dari RSUD Kanudjoso Balikpapan. Simulasi ini dilakukan dengan serius, mencerminkan kondisi nyata di lapangan.</p>
<figure id="attachment_3409" aria-describedby="caption-attachment-3409" style="width: 1080px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3409" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240921_164944.jpg" alt="" width="1080" height="697" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240921_164944.jpg 1080w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240921_164944-768x496.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption id="caption-attachment-3409" class="wp-caption-text">Simulasi Dispensing Sediaan Steril Oleh Peserta Workshop</figcaption></figure>
<p><strong>Pentingnya Dispensing Sediaan Steril</strong> Dispensing sediaan steril di rumah sakit bertujuan memastikan pasien menerima obat dengan dosis yang tepat, menjaga sterilitas dan stabilitas produk, melindungi petugas dari zat berbahaya, dan mencegah kesalahan pemberian obat. Obat harus steril karena langsung berkaitan dengan cairan tubuh yang tidak memiliki pertahanan lengkap seperti saluran cerna. Sterilitas ini mutlak, tanpa kompromi.</p>
<p><strong>Metode Teknik Aseptik</strong> Teknik aseptik digunakan untuk memastikan produk tetap steril selama proses dispensing tanpa sterilisasi akhir. Beberapa hal penting dalam teknik aseptik meliputi:</p>
<ol>
<li>Lepas semua perhiasan di pergelangan tangan dan jari.</li>
<li>Dilarang makan, minum, atau merokok di area kerja.</li>
<li>Hindari berbicara, batuk, atau bersin menghadap produk.</li>
<li>Jangan letakkan materi non-esensial seperti kalkulator atau ballpoint di atas meja kerja.</li>
</ol>
<p>Dispensing sediaan steril harus dilakukan oleh tenaga kefarmasian yang terlatih, untuk menjamin keamanan dan efektivitas obat bagi pasien.</p>
<p>Oleh karena itu, pelatihan seperti ini sangat penting dan harus terus dilaksanakan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/meningkatkan-kompetensi-dan-profesionalisme-apoteker-rumah-sakit-hisfarsi-pd-iai-kalimantan-timur-gelar-workshop-dispensing-sediaan-steril/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
