<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tuberculosis &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/tuberculosis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Jul 2025 02:24:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>tuberculosis &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apoteker di Puskesmas, ”Gula dalam Kopi Layanan Kesehatan”</title>
		<link>https://iainews.net/apoteker-di-puskesmas-gula-dalam-kopi-layanan-kesehatan/</link>
					<comments>https://iainews.net/apoteker-di-puskesmas-gula-dalam-kopi-layanan-kesehatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2025 02:24:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[case detection rate]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[gula]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>
		<category><![CDATA[layanan primer]]></category>
		<category><![CDATA[Meliasi Nora Pratamarta]]></category>
		<category><![CDATA[pasien]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit menular]]></category>
		<category><![CDATA[puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[TB]]></category>
		<category><![CDATA[tuberculosis]]></category>
		<category><![CDATA[WHO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=6181</guid>

					<description><![CDATA[DIBALIK meja pelayanan kesehatan di Puskesmas, ada sosok yang kehadirannya kerap tak disadari, padahal perannya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>DIBALIK meja pelayanan kesehatan di Puskesmas, ada sosok yang kehadirannya kerap tak disadari, padahal perannya terasa dan berdampak nyata: apoteker.</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-5762 aligncenter" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250703-WA0027-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Seperti gula dalam secangkir kopi, ia tak tampak oleh mata, tapi kehadirannya memberi rasa. Tanpa gula, kopi hanya pahit.</p>
<p>Tanpa apoteker, pelayanan kesehatan di Puskesmas juga bisa kehilangan keseimbangannya.</p>
<p>Apoteker di Puskesmas bukan sekadar “penjaga obat.” Mereka adalah pilar yang menopang rasionalitas penggunaan obat, memastikan setiap resep yang diberikan pada pasien bukan hanya benar dosisnya, tapi juga aman, efektif, dan sesuai kebutuhan pasien.</p>
<p>Namun, sayangnya, peran ini kerap luput dari perhatian publik — bahkan dalam lingkup sistem kesehatan itu sendiri.</p>
<p>“Kalau tidak ada apoteker, siapa yang akan menjelaskan efek samping obat? Siapa yang memastikan pasien tuberkulosis (TB) tidak putus pengobatan karena efek mual atau muntah? Tapi kita tidak pernah disebut,” ujar Arman (bukan nama sebenarnya) seorang apoteker dari sebuah Puskesmas di daerah pinggiran Yogyakarta.</p>
<p>Apoteker memang hadir dalam alur layanan, tapi tak jarang terpinggirkan. Ketika pasien memuji dokter atas kesembuhan mereka, atau menyebut perawat yang ramah, nama apoteker jarang muncul. Padahal, mereka yang memastikan obat tersedia, dikemas dengan benar, disimpan pada suhu sesuai, dan dijelaskan penggunaannya dengan bahasa yang sederhana agar dipahami.</p>
<p>Di tengah tantangan penyakit menular seperti TB, diabetes, dan hipertensi yang memerlukan pengobatan jangka panjang, apoteker berperan sebagai penjaga kepatuhan.</p>
<p>Mereka mengedukasi pasien agar tak sekadar minum obat, tapi juga memahami mengapa harus rutin, mengapa tidak boleh berhenti, dan apa yang harus dilakukan jika ada efek samping. Namun, peran edukatif ini masih minim mendapat panggung.</p>
<p>“Sering kali, kami baru dipanggil jika ada masalah dengan obat. Tapi kami bisa berperan jauh lebih awal, dalam tahap perencanaan terapi, monitoring, bahkan edukasi keluarga,” tambah Sonya (bukan nama sebenarnya) apoteker lainnya dari Sulawesi Selatan.</p>
<p>Fenomena ini mencerminkan persoalan sistemik: kurangnya pemahaman terhadap fungsi farmasi klinik di layanan primer.</p>
<p>Di beberapa daerah, apoteker masih ditempatkan sebagai tenaga administrasi, alih-alih sebagai tenaga kesehatan profesional yang sejajar dengan dokter dan perawat.</p>
<p>Contoh kasus TB yang merupakan penyakit infeksi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan global dan nasional. Berdasarkan <em>Global Tuberculosis Report</em> 2023 dari <em>World Health Organization (WHO. Global Tuberculosis Report 2022. Geneva: WHO,  2022.),</em> jumlah kasus TB global diperkirakan mencapai 10,6 juta dengan lebih dari 1,3 juta kematian pada tahun 2022, menjadikan TB sebagai pembunuh infeksius nomor dua setelah Covid-19 (WHO, 2023).</p>
<p>Puskesmas sebagai garda terdepan dilirik oleh pemerintah untuk memimpin program eliminasi TB Indonesia melalui Program <em>Quick Win</em> 2023–2024 mencakup enam pilar transformasi sistem kesehatan.</p>
<p>Salah satunya adalah penguatan layanan primer melalui digitalisasi pelayanan, pemberdayaan tenaga kesehatan, dan peningkatan tata kelola program penyakit menular termasuk TB (Kemenkes RI, 2023).</p>
<p>Salah satu fokus utama program ini adalah meningkatkan capaian <em>case detection rate</em> (CDR) TB hingga 90% dan <em>treatment success rate</em> (TSR) hingga 90% di seluruh puskesmas.</p>
<p>Sebagai bagian dari Transformasi Sistem Kesehatan yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan RI, program <em>Quick Win</em> TB tahun 2023–2024 berfokus pada penguatan layanan primer dan deteksi dini penyakit menular prioritas, salah satunya TB.</p>
<p>Tujuannya adalah mendongkrak <em>case detection rate</em> (CDR) menjadi minimal 90%, <em>treatment initiation</em> sebesar 100%, serta <em>treatment success rate</em> (TSR) minimal 90% pada 2024 di seluruh puskesmas prioritas (Kemenkes RI, 2023).</p>
<p>Disinilah peluang dan tantangan bagi apoteker untuk berkiprah lebih baik dan mempromosikan dirinya bahwa keberadaannya di puskesmas layak untuk dihargai sesuai tanggungjawabnya.</p>
<p>Angin perubahan mulai terasa. Program seperti “<em>Pharmacist-Led Services</em>” dan inisiatif integratif seperti <em>PALAPA TB</em> (<em>Pharmacist-Led Approach for Patient Adherence for Tuberculosis Treatment</em>) mulai menggugah kesadaran akan pentingnya peran apoteker dalam mendampingi pasien, terutama untuk meningkatkan kepatuhan dan mencegah resistensi obat.</p>
<p>Walaupun program ini masih berupa <em>pilot project</em> penelitian seorang apoteker yang sedang menempuh pendidikan doktoral Ilmu Farmasi dari kampus kuning Indonesia, namun cercah harapan perubahan itu nyata terasa.</p>
<p>Penelitian dan <em>pilot project</em> serupa tentunya sangat dibutuhkan untuk makin mendukung arah perubahan terhadap penilaian keberadaan apoteker di puskesmas.</p>
<p>Apoteker, dalam hal ini, bukan hanya penyedia obat, tetapi penjaga keberlanjutan terapi. Di Puskesmas yang padat pasien, mereka adalah pengurai benang kusut antara obat, manusia, dan harapan untuk sembuh.</p>
<p>Maka, tak berlebihan jika mereka disamakan dengan gula dalam kopi: tak terlihat, namun berasa. Kita minum obat, sembuh, dan melanjutkan hidup—tanpa sadar bahwa ada tangan dingin yang bekerja dalam diam.</p>
<p>Saatnya peran apoteker di Puskesmas tak lagi disamakan dengan “<strong>yang manis tapi tak disebut</strong>.” Saatnya mereka duduk setara, berdiri di garis depan pelayanan kesehatan bersama tenaga kesehatan lainnya.</p>
<p>Karena kesehatan bukan hanya soal diagnosa dan tindakan, tapi juga soal kepastian: bahwa obat yang kita konsumsi adalah harapan, bukan sekadar kebetulan.***</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apoteker-di-puskesmas-gula-dalam-kopi-layanan-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apoteker Bertamu, Masyarakat Terketuk Menjadi Mata- Mata TB di Wilayahnya.</title>
		<link>https://iainews.net/apoteker-bertamu-masyarakat-terketuk-menjadi-mata-mata-tb-di-wilayahnya/</link>
					<comments>https://iainews.net/apoteker-bertamu-masyarakat-terketuk-menjadi-mata-mata-tb-di-wilayahnya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Dec 2024 00:40:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Apoteker Bertamu]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung ASK ME Dagusibu]]></category>
		<category><![CDATA[mata-mata tb]]></category>
		<category><![CDATA[PC IAI Majene]]></category>
		<category><![CDATA[tuberculosis]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<category><![CDATA[Tuty Iswary Harmoko]]></category>
		<category><![CDATA[world pharmacist day]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=4416</guid>

					<description><![CDATA[MAJENE, IAINews – Tak menemukan penderita TB (Tuberkulosis) di Kampung ASK ME Dagusibu binaannya, PC...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MAJENE, IAINews – Tak menemukan penderita TB (Tuberkulosis) di Kampung ASK ME Dagusibu binaannya, PC IAI Majene berinisiatif membentuk komunitas baru di wilayah Rangas Timur RT 03 sebagai kampung binaan untuk program Apoteker<em> Bertamu</em> (Berantas TB Bersamamu).</p>
<p>Apoteker Bertamu merupakan kontribusi apoteker dalam skrining dan edukasi tentang Tuberkulosis (TB) bagi masyarakat.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4417" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/12/Bertamu-Majene-1.jpg" alt="" width="501" height="891" /></p>
<p>Program nasional dari Ikatan Apoteker Indonesia ini digelar bersamaan dengan peringatan World Pharmacist Day serta World Antimicrobial Awareness Week 2024.</p>
<p>Dengan edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan memahami gejala TB, langkah yang harus diambil jika mengalami gejala, serta meningkatkan pengetahuan terkait penyakit ini. Dengan begitu mereka akan lebih peduli dan mampu mencegah dan memutus penyebaran TB.</p>
<p>Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaaten Majene, wilayah Rangas Timur merupakan daerah penyumbang TB terbanyak.</p>
<p>‘’Berdasarkan data tersebut, kami memutuskan membentuk Kampung ASK ME Dagusibu di wilayah Rangas Timur 03 sebagai Lokasi program Apoteker Bertamu,’’ ungkap ketua pelaksana, apt Muslih, S.Farm.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4418" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/12/bertamu-Majene-2.jpg" alt="" width="624" height="351" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/bertamu-Majene-2.jpg 624w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/bertamu-Majene-2-400x225.jpg 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/bertamu-Majene-2-250x140.jpg 250w" sizes="(max-width: 624px) 100vw, 624px" /></p>
<p>Setelah berkoordinasi dengan Lukman selaku ketua RW. 03 Rangas Timur, tim PC IAI Majene melakukan survei pada 27 Oktober 2024 terhadap 65 KK yang ada di 60 rumah di wilayah tersebut.</p>
<p>Survei dan screening dilaksanakan dari rumah ke rumah untuk mengetahui kondisi, pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap Tuberkulosis (TB) dan Dagusibu.</p>
<p>‘’Berdasarkan hasil screening jika ada masyarakat yang bergejala maka kami memberikan pot dahak untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium, hal ini merupakan kolaborasi kami dengan penanggung jawab program TB puskesmas setempat yaitu Puskesmas Totoli,’’ ungkap apt Muslih.</p>
<p>Dari hasil screening dan pra survey tim menemukan 5 orang yang bergejala dan diambil sampel sputumnya untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4419" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/12/Bertamu-Majene-3.jpg" alt="" width="437" height="777" /></p>
<p>Dari hasil pemeriksaan laboratorium 1 dari 5 orang tersebut dinyatakan positif TB. Tim kemudian mengedukasi yang bersangkutan dan mengarahkan ke Puskesmas Totoli untuk mendapatkan pengobatan.</p>
<p>Agenda berikutnya adalah  edukasi dan pasca survey, yang dilaksanakan pada 10 November 2024 di kediaman Dr. H. Andi Zulkifli Atjo, SH., MH, seorang tokoh masyarakat di Rangas Timur.</p>
<p>Kegiatan dihadiri oleh para responden pra survey sebagai perwakilan dari  65 KK, dengan edukasi oleh Hasanuddin, S.Kep, Ns, M.K.M mengenai penyakit tuberculosis.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4420" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/12/Bertamu-Majene-4.jpg" alt="" width="618" height="277" /></p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Apt. Muslih melaporkan pembentukan Kampung Ask Me Dagusibu dan Apoteker Bertamu di Rangas Timur RT.03 ini bertujuan mendorong kesadaran masyarakat tentang TB, mengedukasi masyarakat tentang Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang obat secara benar khususnya obat TB yang penggunaannya harus secara rutin dan tuntas.</p>
<p>Di kesempatan yang sama, Ketua PC IAI Majene, apt. Hj. Nur Ekawati, S.Si mengungkapkan bahwa kegiatan Apoteker Bertamu adalah salah satu program meningkatkan partisipasi apoteker dalam mencegah penyakit tuberkulosis di Indonesia.</p>
<p>‘’Indonesia merupakan peringkat ke-2 negara penderita TB tertinggi di dunia,’’ terang apt Nur Ekawati.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4421" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/12/Bertamu-Majene-5.jpg" alt="" width="624" height="351" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/Bertamu-Majene-5.jpg 624w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/Bertamu-Majene-5-400x225.jpg 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/Bertamu-Majene-5-250x140.jpg 250w" sizes="auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px" /></p>
<p>‘’Penyakit ini cepat penularannya dan penderita dapat sakit selama berbulan- bulan bahkan ada yang tidak dapat beraktifitas,’’ lanjut apt Nur Ekawati.</p>
<p>‘’Tuberkulosis bisa dicegah dan diobati. Jadi ibu- ibu, bapak- bapak jika ada keluarga, tetangga yang batuk lebih dari dua minggu segera periksakan ke Puskesmas terdekat,” tegas apt Nur Ekawati.</p>
<p>Lukman selaku ketua RT.03 menyampaikan terimakasih karena PC IAI Majene memilih wilayahnya sebagai Lokasi Apoteker Bertamu.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4422" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/12/Bertamu-Majene-6.jpg" alt="" width="553" height="784" /></p>
<p>‘’Semoga kagiatan ini tetap berlanjut, tetap membina masyarakat kami dalam hal penggunaan obat yang benar dan pendampingan tuberculosis,” harap Lukman.</p>
<p>‘’Semoga melalui program Apoteker Bertamu ini, para apoteker termasuk dalam Pahlawan Kesehatan dalam memberantas tuberculosis,” kata Lukman.</p>
<p>Pada edukasi ini tim membagikan leaflet tentang Gejala TBC, TOSS TBC dan kalender Apoteker Bertamu.</p>
<p>‘’Leaflet dan kalender ini berisi informasi mengenai penyakit tuberkulosis, gejala dan cara pencegahannya yang dapat dibaca dan dilihat oleh masyarakat setiap waktu agar mengingatkan masyarakat peran aktifnya sebagai mata- mata TB di lingkungannya,’’ jelas apt Muslih.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4423" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/12/Bertamu-Majene-7.jpg" alt="" width="513" height="411" /></p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, PC IAI Majene mendorong masyarakat agar memiliki kesadaran dan terlibat aktif dalam mencegah penularan penyakit tuberkulosos pada keluarga dan lingkungan sekitarnya.</p>
<p>Masyarakat diharapkan juga dapat berperan aktif menjadi mata-mata TB dan aktif dalam pencegahan TB diwilayahnya dan mendukung program “Indonesia Bebas Tuberculosis 2030”.</p>
<p>Berdasarkan hasil pasca survey semua responden menyambut baik kegiatan apoteker, mereka merasakan manfaat positif dari kegiatan ini dan berharap kegiatan apoteker tetap berkesinambungan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4424" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/12/Bertamu-Majene-8.jpg" alt="" width="501" height="400" /></p>
<p>Program Apoteker Bertamu tidak berhenti sampai disini. Tim PC IAI Majene akan terus memantau perkembangan, melakukan pembinaan di dua kampung binaan Ask Me Dagusibu.</p>
<p>‘’Kami sangat bersyukur bisa memberikan setitik kegiatan yang memperlihatkan bukti nyata peran serta apoteker dalam menyukseskan program pemerintah dalam menyehatkan masyarakat. Semoga kita dapat Bergerak Bersama, Sehat Bersama!,’’ ungkap apt Muslih.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apoteker-bertamu-masyarakat-terketuk-menjadi-mata-mata-tb-di-wilayahnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IPE in Harmony: Kolaborasi apik PSPA UII bersama POLKESYO dengan Dinas Kesehatan Sleman dan Siklus Indonesia untuk Aksi Edukasi TB di Kabupaten Sleman</title>
		<link>https://iainews.net/ipe-in-harmony-kolaborasi-apik-pspa-uii-bersama-polkesyo-dengan-dinas-kesehatan-sleman-dan-siklus-indonesia-untuk-aksi-edukasi-tb-di-kabupaten-sleman/</link>
					<comments>https://iainews.net/ipe-in-harmony-kolaborasi-apik-pspa-uii-bersama-polkesyo-dengan-dinas-kesehatan-sleman-dan-siklus-indonesia-untuk-aksi-edukasi-tb-di-kabupaten-sleman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Oct 2024 06:22:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[berita iai]]></category>
		<category><![CDATA[dinkes sleman]]></category>
		<category><![CDATA[Farmasi UII]]></category>
		<category><![CDATA[IPE]]></category>
		<category><![CDATA[kolaboassi]]></category>
		<category><![CDATA[preventif]]></category>
		<category><![CDATA[promotif]]></category>
		<category><![CDATA[siklus indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[tuberculosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=3717</guid>

					<description><![CDATA[Sleman, IAINews- Tuberkulosis (TB) menjadi salah satu penyakit infeksi yang membutuhkan perhatian global untuk penanganannya....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sleman, IAINews-</strong> Tuberkulosis (TB) menjadi salah satu penyakit infeksi yang membutuhkan perhatian global untuk penanganannya. Indonesia sampai hari ini masih tercatat sebagai salah satu negara (peringkat ke dua) dengan penderita TB terbanyak di dunia.</p>
<p>Hal ini harus menjadi perhatian, terutama bagi institusi, organisasi, profesi maupun individu yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan untuk melakukan berbagai upaya dalam pencegahan dan pengendalian TB.</p>
<p>Program Studi Profesi Apoteker Universitas Islam Indonesia (PSPA UII) memiliki program unggulan dalam sistem pembelajaran bagi mahasiswanya dengan menyelenggarakan <em>interprofessional education</em> (IPE).</p>
<figure id="attachment_3723" aria-describedby="caption-attachment-3723" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3723" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-03-at-10.34.43-scaled.jpeg" alt="" width="2560" height="1922" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-03-at-10.34.43-scaled.jpeg 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-03-at-10.34.43-100x75.jpeg 100w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-03-at-10.34.43-768x577.jpeg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-03-at-10.34.43-1536x1153.jpeg 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-03-at-10.34.43-2048x1537.jpeg 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-3723" class="wp-caption-text">Kuliah pakar sebagai bekal mahasiswa untuk melaksanakan IPE di bidang preventif dan promotif</figcaption></figure>
<p>Program ini merupakan praktik kolaborasi antara dua atau lebih profesi kesehatan yang saling mempelajari peran masing-masing profesi kesehatan dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kualitas kolaborasi dan kualitas pelayanan kesehatan.</p>
<p>PSPA UII memandang bahwa permasalahan TB yang ada di masyarakat bisa menjadi ajang pembelajaran mahasiswa dalam upaya promotif dan preventif yang diintegrasikan dengan program IPE dengan menggandeng  jurusan keperawatan dan jurusan kesehatan lingkungan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Yogyakarta (POLKESYO)</p>
<p>Mahasiswa dari dua institusi Pendidikan dengan tiga disiplin ilmu yang berbeda ini diharapkan saling mengenal peran profesi lainnya untuk menumbuhkan rasa hormat dan menghargai kompetensi masing-masing serta bisa berkolaborasi membuat program promotif preventif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya dan pencegahan TB.</p>
<figure id="attachment_3721" aria-describedby="caption-attachment-3721" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3721 size-full" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-03-at-10.34.41-scaled.jpeg" alt="" width="2560" height="1922" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-03-at-10.34.41-scaled.jpeg 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-03-at-10.34.41-100x75.jpeg 100w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-03-at-10.34.41-768x577.jpeg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-03-at-10.34.41-1536x1153.jpeg 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-03-at-10.34.41-2048x1537.jpeg 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-3721" class="wp-caption-text">dr Seruni Angreni Susila M.P.H menyampaikan data dan fakta TB di Kabupaten Sleman dan berbagai upaya pengendaliannya</figcaption></figure>
<p>Program promotif preventif yang akan dilakukan adalah memberikan sosialisasi terkait gejala awal TB dan apa yang harus dilakukan masyarakat jika dirinya atau orang di sekitarnya mengalami gejala tersebut. Edukasi dan skrining TB juga menjadi rangkaian kegiatan yang akan dilakukan mahasiswa dalam program IPE ini.</p>
<p>Pelaksana program preventif dan promotif harus memahami kondisi masyarakat, permasalahan terkait TB serta berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah. Berbagai dinamika dan sumber daya yang mendukung pengendalian TB harus diidentifikasi mahasiswa sebelum membuat program preventif dan promotif.</p>
<p>PSPA UII menggandeng dinas kesehatan kabupaten Sleman sebagai pemangku wilayah yang bertangung jawab di wilayah Sleman serta Siklus Indonesia  yang merupakan organisasi nirlaba yang memberikan perhatian dan dukungan untuk program kesehatan termasuk masalah TB di dalamnya. Kedua institusi ini diharapkan memberikan bekal pengetahuan dan informasi kepada mahasiswa untuk menambah wawasan tentang TB dan berbagai program yang bisa dilaksanakan untuk turut serta berpartisipasi dalam upaya pengendaliannya.</p>
<p>Kuliah pakar adalah format yang dipilih untuk menghadirkan dua narasumber dari dinas kesehatan dan Siklus Indonesia. Kegiatan yang diikuti oleh 132 mahasiswa dari dua kampus ini diselenggarakan secara <em>hybrid</em>, mahasiswa PSPA UII mengikuti langsung di ruangan sedangkan mahasiswa POLKESYO menyimak secara daring melalui <em>platform zoom meeting</em>.</p>
<figure id="attachment_3728" aria-describedby="caption-attachment-3728" style="width: 2000px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3728" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/Untitled-design.png" alt="" width="2000" height="1600" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/Untitled-design.png 2000w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/Untitled-design-768x614.png 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/Untitled-design-1536x1229.png 1536w" sizes="auto, (max-width: 2000px) 100vw, 2000px" /><figcaption id="caption-attachment-3728" class="wp-caption-text">Foto bersama narasumber dan peserta kuliah pakar</figcaption></figure>
<p>Dokter Seruni Angreni Susila, M.P.H yang merupakan ketua tim kerja pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) dinas kesehatan kabupaten Sleman menyampaikan berbagai fakta tentang TB khususnya di wilayah kabupaten sleman dan berbagai upaya yang dilakukan untuk pencegahan dan pengendalianya. Yhanu Suryo Asmoro selaku program management and learning (PMEL) staf Siklus kabupaten Sleman  menjelaskan tentang pentingnya kolaborasi seluruh komponen masyarakat untuk berperan dalam program penanggulangan TB di kabupaten Sleman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yhanu juga menyampaikan peluang Siklus sebagai komunitas pengelola program TB sangat membuka diri untuk kerjasama dengan berbagai pihak dalam memberikan edukasi TB ke masyarakat. Pantauan IAINews saat pelaksanaan kuliah pakar mahasiswa sangat antusias menyimak penjelasan serta mengajukan berbagai pertanyaan berkenaan dengan program yang akan dilakukan dalam IPE. Dokter Seruni menyampaikan apresiasinya kepada PSPA UII dan POLKESYO yang telah merancang program pembelajaran mahasiswa yang aplikatif dan kontributif serta membantu program pemerintah dalam pencegahan dan pengendalian TB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengelola IPE di PSPA UII, apt Lily Annisa, M.Clin.Pharm menambahkan bahwa setelah mengikuti kuliah pakar ini mahasiswa akan dibagi dalam 12 kelompok dan diterjunkan ke desa Donokerto, kecamatan Turi, Kabupaten Sleman untuk melaksanakan pembelajaran dan pengabdian dengan membuat program edukasi pencegahan dan pengendalian TB bagi masyarakat. Lily berharap kolaborasi yang apik ini bisa memberikan pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa untuk menumbuhkan sikap sensitif dan peduli tergadap permasalahan kesehatan di sekitarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/ipe-in-harmony-kolaborasi-apik-pspa-uii-bersama-polkesyo-dengan-dinas-kesehatan-sleman-dan-siklus-indonesia-untuk-aksi-edukasi-tb-di-kabupaten-sleman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masih Peringatan HUT IAI Ke-69, PD IAI Kalimantan Timur Perkenalkan Cara Mencegah Tuberkulosis</title>
		<link>https://iainews.net/masih-peringatan-hut-iai-ke-69-pd-iai-kalimantan-timur-perkenalkan-cara-mencegah-tuberkulosis/</link>
					<comments>https://iainews.net/masih-peringatan-hut-iai-ke-69-pd-iai-kalimantan-timur-perkenalkan-cara-mencegah-tuberkulosis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jun 2024 00:17:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[HUT IAI ke-69]]></category>
		<category><![CDATA[PD IAI Kalimantan Timur]]></category>
		<category><![CDATA[potong tumpeng]]></category>
		<category><![CDATA[Trianti Taruk Lamba]]></category>
		<category><![CDATA[tuberculosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=2091</guid>

					<description><![CDATA[SAMARINDA, IAINews.id – PD IAI Kalimantan Timur merayakan HUT IAI Ke-69 dengan berbagai pengetahuan bersama...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMARINDA, IAINews.id – PD IAI Kalimantan Timur merayakan HUT IAI Ke-69 dengan berbagai pengetahuan bersama warga RT 01, perumahan pegawai Pemprov Samarinda, pada Sabtu, 22 Juni 2024 lalu.</p>
<p>Kali ini dua apoteker memberikan penyuluhan mengenai cara mencegah tuberkulosis yang measih menjadi momok sebagian besar masyarakat Indonesia, bahkan dunia.</p>
<p>Di hadapan puluhan warga, apt. Ayunita Tiara Siska Prillia, S.Farm., anggota bidang Pengabdian Masyarakat PD IAI Kaltim sekaligus apoteker praktisi Puskesmas, memaparkan bahwa Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman atau bakteri Myc<em>obacterium tuberculosis.</em></p>
<p>Bakteri tersebut menyerang tubuh manusia terutama paru-paru.</p>
<p>Gejalanya bisa berupa batuk berdahak maupun tidak berdahak, penurunan berat badan, demam dan berkeringat di malam hari.</p>
<p>Penyakit ini pun sangat mudah menular yakni  melalui droplet yang terinfeksi di udara yang keluar ketika penderita batuk, bersin, berbicara ataupun menyanyi.</p>
<p>Orang yang menghirup udara yang terkontaminasi droplet tersebut dapat tertular TBC.</p>
<p>Tak hanya menjelaskan tentang gejala dan cara penularan penyakit TBC, Ayunita juga menjelaskan  cara-cara untuk mencegah Tuberculosis.</p>
<p>Cara mencegah tuberkulosis yang paling mudah  adalah tidak membuang ludah dan dahak di sembarang tempat, menutup mulut ketika batuk atau bersin dengan masker, menggunakan alat makan dan minum sendiri serta selalu menggunakan masker saat kontak dengan orang lain.</p>
<p>Lalu jika sudah terkena TBC, cara mendapatkan obatnya pun tidak sembarangan.</p>
<p>Obat TBC termasuk dalam golongan obat keras sehingga untuk mendapatkannya harus menggunakan resep dokter dan hanya dapat ditebus di sarana kefarmasian resmi seperti apotek, puskesmas, klinik atau rumah sakit.</p>
<p>“Menurut data, Indonesia merupakan negara dengan estimasi kasus tertinggi ke-2 di dunia setelah India,’’ ungkap Ayunita.</p>
<p>‘’Diperkirakan kasus TBC meningkat sebesar 1.060.000 kasus per tahun. Karena itu rawatlah paru-paru dengan gigih, terapkan pola hidup bersih dan sehat agar tidak terserang penyakit TBC”, ujar Ayunita yang berpraktik di Puskesmas Pasundan ini mengakhiri pemaparannya.</p>
<p>Sesi kedua dilanjutkan dengan penyuluhan materi tentang “Resistensi Antimikroba” yang disampaikan oleh apt. Trianti Taruk Lamba’, S.Farm.</p>
<figure id="attachment_2093" aria-describedby="caption-attachment-2093" style="width: 602px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2093" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/06/HUT-IAI-Kaltim-3.jpg" alt="" width="602" height="451" /><figcaption id="caption-attachment-2093" class="wp-caption-text">Edukasi resistensi antimikroba oleh apt Trianti Taruk Lamba, S.Farm</figcaption></figure>
<p>Dalam sesi ini, Trianti Taruk Lamba’ yang saat ini merupakan Wakil Sekretaris PD IAI Kaltim dan juga apoteker praktisi rumah sakit, menjelaskan berbagai hal mengenai antimikroba.</p>
<p>Yakni seputar pengertian, jenis, contoh antimikroba juga penyebab terjadinya resistensi antimikroba, dampak serta cara mencegah terjadinya resistensi antimikroba.</p>
<p>Mengawali paparannya, Trianti Taruk Lamba’ menjelaskan, antimikroba adalah obat-obatan yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab terjadinya penyakit.</p>
<p>Adapun penggolongan obat antimikroba terdiri atas anti bakteri, anti jamur, anti parasit dan anti virus.</p>
<p>Tak hanya menjelaskan teori, Trianti juga memberikan contoh-contoh obat yang termasuk dalam golongan antibakteri, antijamur, antiparasit dan antivirus.</p>
<p>Resistensi antimikroba atau biasa dikenal dengan kekebalan antimikroba adalah suatu kondisi ketika bakteri, virus, jamur dan parasit tidak lagi merespon obat antimikroba.</p>
<p>Akibat resistensi obat, antibiotik dan obat antimikroba lainnya menjadi tidak efektif dan infeksi menjadi sulit atau tidak mungkin diobati sehingga meningkatkan risiko penyebaran penyakit, penyakit parah, kecacatan bahkan kematian.</p>
<p>Adapun faktor dan kontributor utama penyebab resistensi antimikroba adalah karena penyalahgunaan antimikroba khususnya antibiotik yang sering digunakan secara tidak bijak dan rasional.</p>
<p>Bahkan ada yang menggunakan  tidak berdasarkan rekomendasi dari dokter.</p>
<p>“Mulai sekarang jangan membeli antibiotik tanpa resep dokter  dan apabila mendapat obat antibiotik, selalu konsultasikan kepada dokter atau apoteker terkait cara penggunaannya”, ujar Trianti Taruk Lamba mengakhiri paparannya.</p>
<p>Antusiasme para peserta mengikuti penyuluhan ini sangat tinggi, terbukti dari banyaknya respon dari peserta baik berupa pertanyaan maupun sharing pengalaman.</p>
<p>Namun karena keterbatasan waktu, maka sesi penyuluhan dan tanya jawab harus diakhiri.</p>
<p>Kegiatan peringatan HUT 69 tahun IAI  ini walaupun dilaksanakan secara sederhana namun seru dan berkesan terutama bagi para peserta.</p>
<p>Setelah sesi penyuluhan selesai, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng yang merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan dalam setiap perayaan ulang tahun.</p>
<figure id="attachment_2094" aria-describedby="caption-attachment-2094" style="width: 602px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2094" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/06/HUT-IAI-Kaltim-4.jpg" alt="" width="602" height="495" /><figcaption id="caption-attachment-2094" class="wp-caption-text">Pemotongan tumpeng oleh Ketua PD IAI Kaltim, Dr apt Arsyik Ibrahim didampingi Waket II PP IAI, apt Moh Nasrudin</figcaption></figure>
<p>Acara potong tumpeng dipandu oleh apt. Andi Alfian Amdar, S.Farm. selaku <em>Master of Ceremony</em> (MC) dan dilakukan oleh Ketua PD IAI Kalimantan Timur yang kemudian secara simbolis diberikan kepada Wakil Ketua II PP IAI, apt. Drs. Muh. Nasruddin, Dewan Penasihat PD IAI Kalimantan Timur, apt. Dra. Linawati dan kepada ketua kader Posyandu RT 01, Rusmyanti.</p>
<p>Sebagai puncak sekaligus penutup acara, tim kerja mengadakan games dan pembagian doorprize.</p>
<p>Lagi-lagi para peserta sangat antusias mengikuti games ini dan berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik sehingga dapat membawa pulang salah satu doorprize yang telah disiapkan oleh tim kerja.</p>
<p>Satu sesi wajib yang tak boleh ketinggalan sebelum acara ditutup dan peserta meninggalkan tempat acara adalah foto bersama.</p>
<p>Dalam sesi ini warga berbaur dengan para apoteker untuk mengabadikan momen langkah ini.</p>
<p>Di akhir acara, Rusmyanti selaku ketua kader Posyandu RT 01 mengatakan bahwa sangat bersyukur dan berterima kasih karena kompleks RT 01 menjadi pilihan apoteker Kaltim untuk merayakan ulang tahun sekaligus menjadi tempat edukasi.</p>
<p>Senada dengan ketua kader, salah satu peserta yang paling aktif yakni  Endang Sulistiowaty menyampaikan kesan terhadap acara ini.</p>
<p>“Acaranya sangat menarik, materinya mudah dimengerti dan sangat bermanfaat.  Harapan kami kegiatan ini dapat berkelanjutan sehingga menambah wawasan kami selaku ibu rumah tangga tentang penggunaan obat yang baik dan benar,” harap Endang.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/masih-peringatan-hut-iai-ke-69-pd-iai-kalimantan-timur-perkenalkan-cara-mencegah-tuberkulosis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
