<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tenaga kesehatan &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/tenaga-kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Sep 2026 08:47:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.8</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>tenaga kesehatan &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Urgensi Perlindungan Nakes Menghadapi Eskalasi Kasus Campak</title>
		<link>https://iainews.net/urgensi-perlindungan-nakes-menghadapi-eskalasi-kasus-campak/</link>
					<comments>https://iainews.net/urgensi-perlindungan-nakes-menghadapi-eskalasi-kasus-campak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 08:47:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Ayu Dewi Widaningsih]]></category>
		<category><![CDATA[campak]]></category>
		<category><![CDATA[eskalasi]]></category>
		<category><![CDATA[krusial]]></category>
		<category><![CDATA[nakes]]></category>
		<category><![CDATA[paparan]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[transmissibility]]></category>
		<category><![CDATA[variabel kritis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=16664</guid>

					<description><![CDATA[TENAGA kesehatan (nakes) merupakan garda terdepan dalam risiko paparan apabila yang eksponensial, apabila terjadi wabah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>TENAGA kesehatan (nakes) merupakan garda terdepan dalam risiko paparan apabila yang eksponensial, apabila terjadi wabah penyakit.</p>
<p>Keamanan tenaga kesehatan (nakes) bukan hanya keselamatan individu, melainkan variabel kritis dalam menjaga stabilitas layanan kesehatan nasional.</p>
<p><img data-dominant-color="9ca09e" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #9ca09e;" fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-16665 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/09/Eskalasi-Campak.jpg" alt="" width="686" height="385" /></p>
<p>Mengapa Nakes menjadi Variabel Kritis?</p>
<p>Campak termasuk penyakit dengan tingkat <em>transmissibility</em> tertinggi. Satu pasien yang terinfeksi bisa menularkan virus ke 12 hingga 18 orang.</p>
<p>Secara klinis, risiko ini targetnya bisa berlipat ganda jika lingkungannya tidak terproteksi, disebabkan oleh:</p>
<ul>
<li>Interaksi secara langsung ketika permeriksaan fisik dan medis lainnya.</li>
<li>Risiko infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan, jika protokol isolasi tidak berjalan optimal.</li>
<li>Ketika nakes terinfeksi dan harus dikarantina, kapasitas nakes akan berkurang yang akan menciptakan beban bagi sistem pelayanan kesehatan.</li>
</ul>
<p>Langkah perlindungan komprehensif menjadi prioritas untuk diimplementasikan dari sisi internal medis untuk mencegah perluasan infeksi.</p>
<p>Berikut 4 langkah yang bisa diimplemetasikan:</p>
<ol>
<li>Verifikasi status imunisasi nakes. Pastikan nakes memiliki riwayat vaksinasi lengkap atau bukti serologi yang sudah mendapatkan dosis booster MMR (<em>Measles, Mumps, and Rubella</em>)</li>
<li>Alat perlindungan diri yang terstandarisasi. Virus campak bisa bertahan di udara hingga dua jam. Salah satu prosedur ketatnya dengan menggunakan masker filtrasi tinggi (minimal N95).</li>
<li>Pemisahan pasien suspek campak dari pasien umum. Hal ini mencegah penumpukan ruang tunggu yang menjadi titik kuat transmisi.</li>
<li>Pembekalan terprosedur dan terupdate mengenai epidemiologi serta gejala klinis terbaru. Pendeteksian pasien dan proteksi diri sendiri untuk mencegah <em>outbreak</em> di lingkungan medis.</li>
</ol>
<p>Proteksi nakes menjadi investasi dalam penanggulangan wabah. Nakes yang aman dan terlindungi maka kualitas pelayanan akan optimal meskipun eskalasi kasus berjalan.</p>
<p>Melindungi yang mengobati adalah langkah krusial dalam menyembuhkan yang terinfeksi.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/urgensi-perlindungan-nakes-menghadapi-eskalasi-kasus-campak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prediabetes, Bom Waktu yang Terabaikan, Lakukan Pemeriksaan Gula Darah Berkala</title>
		<link>https://iainews.net/prediabetes-bom-waktu-yang-terabaikan-lakukan-pemeriksaan-gula-darah-berkala/</link>
					<comments>https://iainews.net/prediabetes-bom-waktu-yang-terabaikan-lakukan-pemeriksaan-gula-darah-berkala/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 01:49:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[akurat]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[cek gula darah]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes melitus tipe 2]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi risiko]]></category>
		<category><![CDATA[glukometer]]></category>
		<category><![CDATA[kompetensi]]></category>
		<category><![CDATA[prediabetes]]></category>
		<category><![CDATA[promotif dan preventif]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tresnawati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=12873</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, IAINews – Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penderita diabetes mellitus terbesar di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, IAINews – Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penderita diabetes mellitus terbesar di dunia. Individu dengan risiko prediabetes diperkirakan jauh lebih besar.</p>
<p>Berdasarkan data Internasional Diabetes Federation (IDF) tahun 2024, sebanyak 20,4 juta jiwa masyarakat Indonesia dengan rentang usia 20 – 79 tahun, hidup dengan diabetes.</p>
<p>‘’Sementara jumlah individu dengan risiko prediabetes diperkirakan jauh lebih besar, dibandingkan mereka yang sudah terdeteksi diabetes mellitus,’’ ungkap apt. Dra Tresnawati, Direktur Operasional PT Pharma Tekno Solusi (PharmaQ) kepada IAINews.net.</p>
<p><img data-dominant-color="c8dbd5" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #c8dbd5;" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-13033 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/04/prediabetesd.jpeg" alt="" width="1600" height="900" /></p>
<p>Kondisi ini menjadi tantangan kesehatan masyarakat karena banyak indovidu berada pada fase risiko tinggi tanpa menyadarai perubahan kadar gula darah yang terjadi.</p>
<p>Apt Tresnawati menyampaikan hal tersebut, berkaitan dengan rencana diselenggarakannya webinar nasional bertajuk ‘Prediabetes: Bom Waktu yang Terabaikan – Strategi Deteksi Dini melalui Pemeriksaan Gula Darah Berkala’.</p>
<p>Webinar ini akan diselenggarakan oleh Ikatan Apoteker Indonesia melalui PharmaQ bekerjasama dengan Badiklat IAI dengan dukungan penuh dari APL (Anugrah Parmindo Lestari) serta Family Dr.</p>
<p>Digelar pada Sabtu, 25 April 2026 secara daring, webinar akan menghadirkan dua pembicara yakni dr Roy Panusunan Sibarani, SP.PD, K-EMD) dan Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati dengan moderator Dr. apt. Dian Nurmawati, S.Si, M.farm, FACP.</p>
<p>Prediabetes merupakan kondisi ketika kadar gula darah berada diatas normal namun belum memenuhi kriteria diabetes melitus.</p>
<p>Kondisi ini seringkali tidak menimbulkan gejala sehingga menjadi ‘bom waktu yang terabaikan’.</p>
<p>Tanpa deteksi dan intervensi yang tepat, prediabetes dapat berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2 yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit kardiovaskular, gangguan ginjal dan neuropati.</p>
<p>Dalam praktik kefarmasian komunitas, apotek memiliki peran penting sebagai titip deteksi dini di mayarakat.</p>
<p>Pemeriksaan gula darah mandiri menggunakan alat cek gula darah yang mudah digunakan, akurat dan nyaman bagi pasien dapat membantu apoteker memberikan edukasi yang lebih personal, serta mendorong pasien untuk melakukan pemantauan rutin.</p>
<p>‘’Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat peran apoteker dalam upaya promotif dan preventif terhadap risiko diabetes,’’ tambah apt. Tresnawati.</p>
<p>Peran kolaboratif antara apoteker, dokter dan tenaga kesehatan lainnya sangat penting dalam fase pencegahan ini.</p>
<p>Apoteker dapat memberikan edukasi mengenai penggunaan glukometer, interpretasi hasil pemeriksaan, serta konseling gaya hidup sehat.</p>
<p>Sementara itu, tenaga medis berperan dalam evaluassi risiko, pemantauan kondisi pasien, serta pemberian rekomendasi intervensi yang tepat untuk mencegah progresi menuju diabetes.</p>
<p>‘’Webinar ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran terhadap prediabetes yang bisa menjadi bom waktu yang selama ini terabaikan,’’ tutur apt. Tresnawati.</p>
<p>‘’Disamping itu juga bertujuan untuk memperkuat peran tenaga kesehatan dalam deteksi dini, serta mendorong praktik pemeriksaan gula darah berkala sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif,’’ lanjut apt. Tresnawati.</p>
<p>Diharapkan kegiatan ini dapat mendukung peningkatan kompetensi profesional peserta sekaligus memenuhi kebutuhan pengembangan keprofesian berkelanjutan.</p>
<p>Diharapkan, setelah mengikuti webinar ini para peserta akan mampu memahami konsep prediabetes sebagai fase kritis sebelum diabetes serta risiko komplikasi jangka panjang.</p>
<p>Peserta juga diharapkan mampu mengedukasi pasien mengenai pentingnya pemeriksaan gula darah rutin, pola makan sehat, aktivitas fisik dan perubahan gaya hidup.</p>
<p>‘’Bukan hanya itu, peserta nantinya juga diharapkan akan memahami bahwa peran apotek komunitas sebagai titik deteksi dini risiko prediabetes masyarakat,’’ tambah apt. Tresnawati.</p>
<p>Webinar yang diselenggarakan secara gratis ini dapat diikuti oleh apoteker, apoteker spesialis, Tenaga Vokasi Farmasi baik level 5 maupun 6 serta Analis farmasi dan Makanan level 5.</p>
<p>Topik Bahasan</p>
<p>Para pembicara akan membawakan materi sesuai dengan bidangnya masing-masing. Dr Roy Panusunan Sibarani akan memberawakn topik ‘Prediabetes sebagai Slinet Threat : Deteksi Dini, Risiko dan Intervensi Medis’.</p>
<p>Dalam sesi ini, dokter spesialis penyakit dalam dari RS EMC Sentul &amp; Klinik Utama dr Indrajana ini akan membahas deteksi dini prediabetes, risiko prediabetes dan intervensi medis pada kondisi prediabetes.</p>
<p>Sementara pembicara kedua, Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati, Guru Besar Fakultas Farmasi UGM akan membahas ‘Optimisasi Peran Apoteker dalam Deteksi Dini dan Edukasi Pemeriksaan Gula Darah Berkala’.</p>
<p>Prof. Zullies Ikawati akan menyampaikan berbagai hal mengenai teknik edukasi efektid kepada pasien dan pentingnya pemantauan risiko gula darah secara rutin.</p>
<p>Materi berikuanya adalah strategi intervensi gaya hidup dan konseling preventif untuk mencegah progresi penyakit pada kelompok risiko tinggi, serta penguatan jalur rujukan dan kolaborasi interprofesional antara apoteker dengan fasilitas kesehatan untuk penanganan medis lebih lanjut.</p>
<p>Amankan <em>seat</em>mu, segera daftarkan melalui barcode yang tertera dalam flyer.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/prediabetes-bom-waktu-yang-terabaikan-lakukan-pemeriksaan-gula-darah-berkala/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aplikasi Pengingat Minum Obat : Teman Setia Pasien di Tahun 2026</title>
		<link>https://iainews.net/aplikasi-pengingat-minum-obat-teman-setia-pasien-di-tahun-2026/</link>
					<comments>https://iainews.net/aplikasi-pengingat-minum-obat-teman-setia-pasien-di-tahun-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2026 11:02:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi pengingat minum obat]]></category>
		<category><![CDATA[aulia rahim]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[teman setia pasien]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=11389</guid>

					<description><![CDATA[PAK Andi sering menggeleng pelan setiap kali melihat sisa obat di meja. “Aduh, lupa lagi,”...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PAK Andi sering menggeleng pelan setiap kali melihat sisa obat di meja. “Aduh, lupa lagi,” gumamnya.</p>
<p>Sebagai penderita darah tinggi, ia harus minum obat secara rutin setiap hari. Namun, kesibukan kerja dan aktivitas rumah sering membuatnya lupa jadwal minum obat.</p>
<p>Sampai suatu hari, anaknya mengunduhkan aplikasi pengingat minum obat di ponselnya.</p>
<p><img data-dominant-color="c8cace" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #c8cace;" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-11390 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/02/Aplikasi-Minum-Obat-2-Aulia-Rahim-Channel-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Setiap pagi dan malam, alarm lembut berbunyi disertai pesan singkat: <em>“Saatnya minum obat agar tetap sehat”.</em></p>
<p>Sejak itu, Pak Andi jarang lupa. Ia merasa seperti punya teman setia yang selalu mengingatkannya, kapan pun dan di mana pun. Di tahun 2026, cerita Pak Andi bukan lagi hal yang langka.</p>
<p>Lupa minum obat adalah masalah yang sering dialami banyak pasien, terutama mereka yang harus mengonsumsi obat jangka panjang. Jadwal yang padat, banyaknya jenis obat, atau merasa sudah membaik sering menjadi alasannya.</p>
<p>Padahal, obat yang diminum tidak teratur bisa membuat pengobatan menjadi kurang efektif. Inilah mengapa pengingat minum obat menjadi kebutuhan penting, bukan sekadar fitur tambahan.</p>
<p>Aplikasi pengingat minum obat hadir sebagai solusi sederhana namun sangat membantu. Dengan aplikasi ini, pasien bisa mengatur jadwal minum obat sesuai resep, lengkap dengan alarm dan notifikasi.</p>
<p>Beberapa aplikasi bahkan menampilkan nama obat, dosis, dan waktu minum secara jelas. Hal ini sangat membantu pasien lansia atau mereka yang mengonsumsi lebih dari satu jenis obat.</p>
<p>Di tahun 2026, aplikasi pengingat minum obat tidak hanya berfungsi sebagai alarm. Banyak aplikasi yang sudah dilengkapi fitur tambahan, seperti: catatan riwayat minum obat, pengingat isi ulang obat, edukasi singkat tentang aturan pakai, dan peringatan jika ada jadwal yang terlewat.</p>
<p>Fitur-fitur ini membuat pasien lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap pengobatannya sendiri.</p>
<p>Aplikasi pengingat minum obat juga memberi rasa tenang bagi keluarga. Anak, pasangan, atau pendamping pasien dapat ikut memastikan bahwa obat diminum sesuai jadwal.</p>
<p>Bagi pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau jantung, aplikasi ini menjadi pendamping harian yang sederhana namun berdampak besar.</p>
<p>Meski aplikasi sangat membantu, pasien tetap perlu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker. Aplikasi tidak menggantikan tenaga kesehatan, melainkan menjadi alat bantu agar terapi obat berjalan lebih optimal. Apoteker tetap berperan penting dalam menjelaskan cara penggunaan obat dan memastikan pasien memahami terapinya dengan benar.</p>
<p>Aplikasi pengingat minum obat telah menjadi teman setia pasien di tahun 2026. Dengan bantuan teknologi sederhana, pasien bisa lebih disiplin, teratur, dan sadar akan pentingnya pengobatan.</p>
<p>Teknologi akan bekerja paling baik jika digunakan dengan bijak dan tetap disertai komunikasi dengan tenaga kesehatan. Dengan kombinasi yang tepat, pengobatan menjadi lebih mudah dijalani dan harapan untuk hidup lebih sehat pun semakin nyata.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/aplikasi-pengingat-minum-obat-teman-setia-pasien-di-tahun-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Jantung Sedunia, ‘Don’t Miss a Beat’ Jadilah Apoteker Garda Terdepan Kesehatan Jantung</title>
		<link>https://iainews.net/hari-jantung-sedunia-dont-miss-a-beat-jadilah-apoteker-garda-terdepan-kesehatan-jantung/</link>
					<comments>https://iainews.net/hari-jantung-sedunia-dont-miss-a-beat-jadilah-apoteker-garda-terdepan-kesehatan-jantung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2025 14:51:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Don;t miss a beat]]></category>
		<category><![CDATA[garda terdepan]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Jantung Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[intervensi media]]></category>
		<category><![CDATA[mengontrol gula darah]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8587</guid>

					<description><![CDATA[HARI Jantung Sedunia atau World Heart Day (WHD) adalah acara global yang diperingati setiap tanggal...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>HARI Jantung Sedunia atau World Heart Day (WHD) adalah acara global yang diperingati setiap tanggal 29 September setiap tahunnya dengan tema ‘Don’t Miss a Beat’.</p>
<p>Tujuan utama peringatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di seluruh dunia tentang penyakit kardiovaskular (PJK), termasuk penyakit jantung dan stroke. Juga untuk mempromosikan tindakan pencegahan dan gaya hidup sehat yang dapat mengurangi risiko PJK.</p>
<p>Penyakit kardiovaskular masih menjadi penyebab kematian utama secara global, dan Hari Jantung Sedunia menjadi momentum penting untuk mendorong orang-orang agar lebih memperhatikan kesehatan jantung mereka.</p>
<p><img data-dominant-color="b1acaa" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #b1acaa;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8588 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Hari-Jantung-Sedunia-2025-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Di Hari Jantung Sedunia ini, mari kita hadapi fakta yang paling mencengangkan: Penyakit Kardiovaskular (PJK) adalah pembunuh nomor satu di dunia, merebut lebih banyak nyawa dibandingkan gabungan kanker dan penyakit menular lainnya. Namun, di balik statistik yang suram ini, terdapat secercah harapan besar: hingga 80% dari kematian prematur akibat penyakit jantung dan stroke sesungguhnya dapat dicegah.</p>
<p>Angka 80% ini bukan sekadar statistik; ini adalah peta jalan kita. Ini menunjukkan bahwa pertarungan melawan PJK tidak hanya dimenangkan di ruang operasi atau dengan penemuan obat baru, melainkan melalui intervensi preventif dan perubahan gaya hidup.</p>
<p>Pertanyaannya, siapa tenaga kesehatan yang paling tepat dan paling mudah diakses untuk mewujudkan target pencegahan 80% ini? Jawabannya adalah: Apoteker</p>
<p>Kita harus segera mengubah paradigma di Hari Jantung Sedunia. Kunci untuk memastikan jantung kita dan orang-orang terkasih &#8220;<em>Don&#8217;t Miss a Beat</em>&#8221; (sesuai tema 2025) bukanlah hanya obat, melainkan ahli di balik obat tersebut.</p>
<p>Kami menegaskan bahwa target pencegahan PJK yang ambisius ini tidak akan pernah tercapai tanpa adanya perluasan peran Apoteker dari sekadar penyedia obat menjadi garda terdepan dalam edukasi, skrining, dan pengawasan kepatuhan di tingkat komunitas.</p>
<p>‘Don’t Miss a Beat’</p>
<p>Slogan ini lebih dari sekadar ajakan; ia adalah janji bahwa kita akan menjaga irama jantung tetap stabil, kuat, dan teratur. ‘Beat’ yang tidak terlewatkan—yaitu jantung yang sehat—sangat bergantung pada kombinasi dua pilar utama:</p>
<ul>
<li>Pengobatan yang Tepat: Memastikan bahwa terapi farmasi (obat-obatan) untuk kondisi seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi digunakan secara benar dan konsisten.</li>
<li>Perubahan Perilaku: Melakukan modifikasi gaya hidup yang berkelanjutan, seperti berhenti merokok, meningkatkan aktivitas fisik, dan mengadopsi pola makan sehat.</li>
</ul>
<p>Untuk memastikan kedua pilar ini tegak, kita tidak bisa mengandalkan satu pihak saja. Di sinilah peran Apoteker, sebagai ahli obat dan pendidik kesehatan di garis depan, menjadi tak tergantikan dalam membantu setiap pasien mewujudkan jantung yang ’<em>Don&#8217;t Miss a Beat</em>’.</p>
<p>Pergeseran Paradigma: Apoteker sebagai Mitra Klinis</p>
<p>Inilah inti dari pergeseran yang harus kita dorong di Hari Jantung Sedunia: Apoteker bukan lagi sekadar penyedia pil atau kasir obat. Peran mereka telah berevolusi dari sekadar memenuhi resep menjadi mitra klinis yang krusial dalam tim kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Apoteker adalah tenaga kesehatan yang terlatih secara mendalam dalam farmakologi dan interaksi obat. Mereka hadir untuk memastikan pasien tidak &#8216;melewatkan langkah penting&#8217; dalam perjalanan pemulihan dan pencegahan mereka.</p>
<p>Apoteker menjamin bahwa resep yang diberikan dokter diterjemahkan dengan sempurna ke dalam praktik sehari-hari pasien—baik itu dalam memahami dosis yang kompleks, mengelola efek samping ringan yang bisa memicu penghentian obat, hingga memberikan dorongan moral untuk menjalani gaya hidup sehat.</p>
<p>Singkatnya, Apoteker bertugas sebagai ’<em>safety net</em>’ yang memastikan setiap pasien memiliki pengetahuan dan dukungan yang diperlukan agar komitmen untuk menjaga jantung tetap sehat tidak terhenti di tengah jalan.</p>
<p>Peran Kunci dalam Kepatuhan Obat (<em>Medication Adherence</em>)</p>
<p>Obat hipertensi atau kolesterol hanya efektif jika diminum konsisten. Jutaan pasien gagal dalam terapi jantung karena tidak patuh (lupa minum, menghentikan obat karena efek samping ringan).</p>
<p>Peran apoteker dalam konseling farmasi (<em>Pharmaceutical Care</em>):</p>
<ul>
<li>Edukasi &#8220;Mengapa&#8221;: Apoteker menjelaskan mengapa obat harus diminum seumur hidup (misalnya, statin bukan obat flu).</li>
<li>Manajemen Efek Samping: Apoteker membantu mengidentifikasi dan mengelola efek samping ringan, mencegah pasien berhenti minum obat secara sepihak.</li>
<li>Sinkronisasi Dosis: Membantu pasien dengan banyak obat (polifarmasi) mengatur jadwal minum obat agar lebih sederhana, sehingga &#8220;detak&#8221; pengobatan tidak terlewat.</li>
</ul>
<p>Skrining dan Pencegahan Risiko Jantung</p>
<p>Deteksi dini di komunitas, apotek adalah garis pertahanan pertama. Apoteker dapat melakukan skrining cepat dan tepat.</p>
<p>Apoteker sebagai &#8216;coach&#8217; kesehatan: Apoteker menggunakan setiap interaksi pasien sebagai peluang konsultasi gaya hidup, yang merupakan pencegahan primer:</p>
<ul>
<li>Hipertensi: Melakukan pemeriksaan tekanan darah dan memberikan panduan praktis mengurangi asupan garam.</li>
<li>Diabetes: Mendorong pasien mengontrol gula darah, karena diabetes adalah faktor risiko utama PJK.</li>
<li>Berhenti Merokok: Menyediakan dukungan dan terapi pengganti nikotin, yang secara langsung mengurangi beban pada jantung.</li>
</ul>
<p>Inti PJK: Mengatasi faktor-faktor risiko (Hipertensi, Diabetes, Merokok) di apotek, Apoteker mencegah penyakit jantung itu sendiri, sehingga menjaga ’beat’ pasien tetap normal.</p>
<p>Kolaborasi dan Aksesibilitas</p>
<ul>
<li>Tenaga Kesehatan yang Paling Aksesibel: Apotek sering kali buka lebih lama dan lebih mudah diakses daripada klinik dokter. Hal ini memungkinkan Apoteker memberikan dukungan berkelanjutan.</li>
<li>Integrasi Tim Kesehatan: Apoteker berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan pasien dengan dokter atau spesialis ketika hasil skrining menunjukkan perlunya intervensi medis lebih lanjut. Ini adalah sistem rujukan cepat agar tidak ada gejala atau risiko yang &#8220;terlewatkan&#8221;.</li>
</ul>
<p>Peran Apoteker di Masa Depan</p>
<ul>
<li>Peran Apoteker melampaui obat : menyediakan perawatan farmasi yang memastikan pasien memahami, patuh, dan termotivasi untuk hidup sehat.</li>
<li>Untuk Regulator: sistem kesehatan mengakui dan memberikan kompensasi (reimbursement) atas waktu dan keahlian Apoteker dalam konseling dan pencegahan, bukan hanya untuk obat yang dijual.</li>
</ul>
<p>keahlian dan aksesibilitasnya, apoteker membantu masyarakat untuk ’Don&#8217;t Miss a Beat’ dengan memastikan pencegahan dan pengelolaan pengobatan jantung dilakukan secara tepat dan berkelanjutan.</p>
<p>Dengan mendukung dan memanfaatkan Apoteker sebagai garda terdepan, kita bersama-sama memastikan bahwa kampanye ’Don&#8217;t Miss a Beat’ menjadi kenyataan bagi setiap individu.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/hari-jantung-sedunia-dont-miss-a-beat-jadilah-apoteker-garda-terdepan-kesehatan-jantung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyongsong Masa Depan Kesehatan Bali: UNBI Resmi Buka Program Studi Profesi Apoteker Pertama di Perguruan Tinggi Swasta Bali</title>
		<link>https://iainews.net/menyongsong-masa-depan-kesehatan-bali-unbi-resmi-buka-program-studi-profesi-apoteker-pertama-di-perguruan-tinggi-swasta-bali/</link>
					<comments>https://iainews.net/menyongsong-masa-depan-kesehatan-bali-unbi-resmi-buka-program-studi-profesi-apoteker-pertama-di-perguruan-tinggi-swasta-bali/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 11:30:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[farmasi klinis]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Bali]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[profesi apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[UNBI]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bali Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[usadha bali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7657</guid>

					<description><![CDATA[Denpasar, IAINews – Dunia pendidikan tinggi di Bali mencatat sejarah baru. Universitas Bali Internasional (UNBI), sebuah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Denpasar, IAINews</strong> – Dunia pendidikan tinggi di Bali mencatat sejarah baru. Universitas Bali Internasional (UNBI), sebuah perguruan tinggi swasta yang berkembang pesat di Pulau Dewata, resmi membuka <strong>Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPA)</strong>.</p>
<p>Izin operasional ini tertuang dalam <strong>Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 779/B/O/2025</strong> yang disahkan pada 8 September 2025.</p>
<p>Langkah ini menjadi tonggak penting bagi Bali, yang selama ini masih terbatas dalam menyediakan pendidikan lanjutan di bidang farmasi.</p>
<p>Dengan hadirnya PSPA UNBI, para lulusan Sarjana Farmasi kini memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan profesi tanpa harus meninggalkan daerah asal.</p>
<p><img data-dominant-color="5e544f" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #5e544f;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7659 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0021.avif" alt="" width="960" height="1280" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0021.avif 960w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0021-768x1024.avif 768w" sizes="auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px" /></p>
<h3>Local Genius &#8220;Usadha Bali Berbasis Bukti&#8221;</h3>
<p>Salah satu keunggulan UNBI terletak pada integrasi ilmu farmasi modern dengan <strong>local genius “Usadha Bali berbasis bukti”</strong>. Konsep ini menekankan kajian empiris terhadap pengobatan tradisional Bali yang dikombinasikan dengan pendekatan ilmiah. Inovasi ini menjadi nilai tambah sekaligus ciri khas yang membedakan UNBI dengan institusi pendidikan farmasi lainnya di Indonesia.</p>
<p>Di bawah kepemimpinan <strong>apt. Ida Ayu Manik Partha Sutema</strong> pada Program Studi Farmasi Klinis, UNBI terus menekankan pentingnya penelitian dan pengembangan farmasi berbasis bukti. Kini, langkah strategis ini diperkuat dengan hadirnya <strong>apt. Putu Wintariani, S.Farm., M.Farm.</strong> sebagai Ketua Program Studi Profesi Apoteker.</p>
<p>“Kami ingin memberikan wadah bagi putra-putri Bali untuk berkembang di bidang farmasi, sekaligus berkontribusi langsung pada kesehatan masyarakat tanpa harus mencari jalur pendidikan ke luar daerah,” ujar apt. Putu Wintariani.</p>
<figure id="attachment_7660" aria-describedby="caption-attachment-7660" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="988d86" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #988d86;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7660 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0020-scaled.avif" alt="" width="2560" height="1440" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0020-scaled.avif 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0020-400x225.avif 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0020-768x432.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0020-1536x864.avif 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0020-2048x1152.avif 2048w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0020-250x140.avif 250w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-7660" class="wp-caption-text">sosialisasi rutin prodi farmasi ke sekolah-sekolah</figcaption></figure>
<h3>Jawaban atas Kebutuhan Apoteker di Bali</h3>
<p>Hadirnya PSPA UNBI sekaligus menjawab kebutuhan mendesak akan tenaga apoteker di berbagai sektor kesehatan. Apoteker tidak hanya berperan di apotek dan rumah sakit, tetapi juga di industri farmasi, laboratorium, dan lembaga penelitian. Dengan bertambahnya jumlah lulusan apoteker di Bali, diharapkan distribusi tenaga farmasi semakin merata dan dapat meningkatkan mutu layanan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa jumlah apoteker di Indonesia masih jauh dari ideal, terutama di daerah-daerah yang pertumbuhan penduduknya tinggi, termasuk Bali. Karena itu, UNBI mengambil tanggung jawab besar untuk berkontribusi dalam percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga apoteker yang kompeten, profesional, dan beretika.</p>
<h3>Komitmen terhadap Standar Mutu Pendidikan</h3>
<p>UNBI menegaskan bahwa penyelenggaraan PSPA akan dijalankan sesuai <strong>Standar Nasional Pendidikan Tinggi</strong> dengan kurikulum yang relevan terhadap kebutuhan industri dan pelayanan kesehatan. Selain itu, UNBI berkomitmen menjaga kualitas lulusannya agar memiliki kompetensi klinis, manajerial, dan sosial.</p>
<p>“Program ini tidak hanya mencetak apoteker yang mahir dalam bidangnya, tetapi juga yang menjunjung tinggi etika profesi dan memiliki jiwa pengabdian kepada masyarakat,” tegas apt. Ida Ayu Manik Partha Sutema.</p>
<h3>Harapan untuk Bali dan Indonesia</h3>
<p>Dengan lahirnya PSPA di UNBI, Bali kini tidak hanya dikenal sebagai pusat pariwisata dunia, tetapi juga mulai menegaskan perannya sebagai pusat pendidikan kesehatan di Indonesia Timur. Ke depan, lulusan apoteker UNBI diharapkan mampu membawa semangat inovasi sekaligus menjaga kearifan lokal dalam praktik farmasi.</p>
<p>Hadirnya program ini diharapkan dapat memperkuat sistem kesehatan di Bali, sekaligus menjadi model bagi pengembangan pendidikan farmasi di wilayah lain.</p>
<p>UNBI optimis bahwa langkah besar ini akan menciptakan generasi apoteker yang siap menghadapi tantangan global, tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.</p>
<figure id="attachment_7661" aria-describedby="caption-attachment-7661" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="61705a" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #61705a;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7661 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0058.avif" alt="" width="1280" height="1280" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0058.avif 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0058-100x100.avif 100w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0058-768x768.avif 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-7661" class="wp-caption-text">Kampus UNBI</figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/menyongsong-masa-depan-kesehatan-bali-unbi-resmi-buka-program-studi-profesi-apoteker-pertama-di-perguruan-tinggi-swasta-bali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PC IAI Mamuju Gelar Workshop Public Speaking: “The Healing Talk”</title>
		<link>https://iainews.net/pc-iai-mamuju-gelar-workshop-public-speaking-the-healing-talk/</link>
					<comments>https://iainews.net/pc-iai-mamuju-gelar-workshop-public-speaking-the-healing-talk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 03:55:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[iai mamuju]]></category>
		<category><![CDATA[iai news]]></category>
		<category><![CDATA[Keterampilan Public Speaking]]></category>
		<category><![CDATA[Komunikasi Apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Kompetensi]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Barat]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[The Healing Talk]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop Public Speaking Apoteker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7439</guid>

					<description><![CDATA[Mamuju, IAINews — Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Kabupaten Mamuju melaksanakan Workshop Public...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mamuju, IAINews —</strong> Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Kabupaten Mamuju melaksanakan <em>Workshop Public Speaking</em> pada Sabtu–Minggu, 6–7 September 2025, di Ballroom Hotel Matos Mamuju.</p>
<p>Kegiatan ini mengangkat tema <strong>“The Healing Talk: Seni Berbicara yang Menyentuh Hati Pasien”</strong>, sebagai upaya meningkatkan keterampilan komunikasi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang humanis.</p>
<figure id="attachment_7441" aria-describedby="caption-attachment-7441" style="width: 576px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="636b70" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #636b70;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7441 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG_20250906_104840.avif" alt="" width="576" height="576" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG_20250906_104840.avif 576w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG_20250906_104840-100x100.avif 100w" sizes="auto, (max-width: 576px) 100vw, 576px" /><figcaption id="caption-attachment-7441" class="wp-caption-text">Ketua Panitia apt.Magfirah Samiran, S.Farm</figcaption></figure>
<p>Menurut laporan Ketua Panitia, <strong>apt. Magfirah Samiran, S.Farm.</strong>, workshop diikuti oleh <strong>555 peserta secara daring</strong> dan <strong>100 peserta secara luring</strong>.</p>
<p>Peserta datang dari beragam latar belakang profesi, antara lain dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, bidan, perawat, ahli gizi, tenaga vokasi kefarmasian, K3, dokter hewan, tenaga kesehatan masyarakat, radiografer, serta tentunya para apoteker.</p>
<figure id="attachment_7445" aria-describedby="caption-attachment-7445" style="width: 960px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="9f9b95" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #9f9b95;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7445 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250906-WA0019.avif" alt="" width="960" height="1280" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250906-WA0019.avif 960w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250906-WA0019-768x1024.avif 768w" sizes="auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption id="caption-attachment-7445" class="wp-caption-text">Ketua PC IAI Mamuju<br />apt. Hasmiaty, S.Si.,M.MKes</figcaption></figure>
<p>Dalam sambutannya, <strong>Ketua PC IAI Mamuju, apt. Hasmiaty, S.Si., M.MKes.,</strong> menekankan pentingnya mengikuti materi secara penuh selama dua hari workshop.</p>
<blockquote><p><em>“Jangan ada materi yang ketinggalan selama dua hari ke depan, agar seluruh peserta bisa memiliki kemampuan public speaking yang mumpuni. Tujuan kegiatan ini adalah agar kita mampu berbicara dengan cara yang menyentuh hati setiap orang, terutama pasien,”</em> ujarnya.</p></blockquote>
<p>Pesan serupa juga disampaikan oleh <strong>Ketua PD IAI Sulawesi Barat, apt. Aminuddin, S.Si., M.A.P.</strong> Dalam sambutannya, ia berharap seluruh peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan narasumber.</p>
<blockquote><p><em>“Kegiatan ini diharapkan menjadi bekal berharga, sehingga public speaking bisa menjadi keterampilan yang dimiliki setiap tenaga medis maupun tenaga kesehatan,”</em> tegasnya.</p></blockquote>
<p>Selain memberikan sambutan, apt. Aminuddin juga secara resmi membuka kegiatan workshop tersebut.</p>
<p>Workshop ini menjadi momen penting bagi para apoteker dan tenaga kesehatan lainnya untuk melatih kemampuan berbicara di depan publik, terutama dalam konteks pelayanan pasien.</p>
<p>Workshop<strong> Public Speaking Apoteker</strong> seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas komunikasi yang efektif, empatik, serta membangun kepercayaan antara tenaga kesehatan dan masyarakat.</p>
<p>Dengan adanya kegiatan ini, IAI Mamuju membuktikan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi profesional anggotanya, sekaligus memperkuat peran apoteker dan tenaga kesehatan lain sebagai komunikator yang inspiratif dan solutif.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/pc-iai-mamuju-gelar-workshop-public-speaking-the-healing-talk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apoteker Berolahraga, Terobosan Baru di PIT IAI Tahun 2025</title>
		<link>https://iainews.net/apoteker-berolahraga-terobosan-baru-di-pit-iai-tahun-2025/</link>
					<comments>https://iainews.net/apoteker-berolahraga-terobosan-baru-di-pit-iai-tahun-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2025 02:39:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker berolahraga]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Aulia Yahya]]></category>
		<category><![CDATA[iai news]]></category>
		<category><![CDATA[iainews]]></category>
		<category><![CDATA[ikatan apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[rakenas dan pit 2025]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Trianti Taruk Lamba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7185</guid>

					<description><![CDATA[Makassar, IAI News &#8211; Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) 2025 yang digelar...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Makassar, IAI News</strong> &#8211; Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) 2025 yang digelar di Kota Daeng, Makassar, akan menorehkan sejarah baru bagi perjalanan organisasi IAI. PIT yang merupakan forum akademik yang digelar secara rutin setiap tahun, kali ini dikemas dengan nuansa sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>Tak hanya diisi dengan agenda formal seperti seminar, simposium, presentasi oral/poster untuk peningkatan kompetensi apoteker, kali ini PIT diisi terobosan baru  yakni “Apoteker Berolahraga” dengan mengadakan turnamen <em>mini</em> <em>soccer</em> dan badminton yang mengusung tema “Jaga Sportivitas &amp; Jalin Silahturahmi”.</p>
<p><img data-dominant-color="769e8f" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #769e8f;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7190 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR5-scaled.avif" alt="" width="2560" height="1920" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR5-scaled.avif 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR5-768x576.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR5-1536x1152.avif 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR5-2048x1536.avif 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p>Kegiatan diadakan untuk menyemarakkan penyelenggaraan Rakernas dan PIT IAI 2025 sekaligus sebagai ajang untuk menyalurkan bakat para apoteker dan tentunya untuk mempererat kebersamaan.</p>
<p>Apoteker Berolahraga dipusatkan di Sport Center yang berada di jalan Inspeksi Kanal No 11 RT 002/RW. 05 Gn. Sari Kecamatan Rappocini, Makassar. Peserta pertandingan ini adalah perwakilan dari tiap-tiap Pengurus Daerah maupun Pengurus Cabang.</p>
<p>Dari informasi yang dihimpun kontributor IAI News, terdapat 6 PD yang mengikuti pertandingan <em>mini soccer</em> yakni PD IAI Sulsel (3 tim), PD IAI Papua, PD IAI Kaltim, PD IAI Malut, dan PD IAI Sulbar, PD Sulteng masing-masing 1 tim,  kategori khusus untuk putra. Sementara itu lomba badminton diikuti oleh 20 tim untuk cabang putra, putri, ganda putra dan ganda putri.</p>
<p><img data-dominant-color="78856e" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #78856e;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7188 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR3-scaled.avif" alt="" width="2560" height="1920" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR3-scaled.avif 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR3-768x576.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR3-1536x1152.avif 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR3-2048x1536.avif 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p>Sebelum dimulai, Ketua Umum PP IAI, apt. Noffendri Rustam, S.Si., menyampaikan sambutan yang mengapresiasi PD IAI Sulawesi Selatan dan Panitia lokal yang telah menginisiasi turnamen ini.</p>
<p>“Ini sebuah terobosan baru dan sesuatu yang luar biasa, selama ini silaturahmi kita lakukan lewat PIT yang diisi dengan agenda ilmiah, namun di PIT kali ini diselingi olahraga yang membuat suasana lebih santai, kegiatan seperti ini yang perlu dilanjutkan di setiap event nasional IAI”, ujarnya kepada IAI News.</p>
<p>Sebagai simbol dimulainya turnamen secara resmi, Ketum IAI melakukan <em>kick off </em>yang disambut dengan sorakan tepuk tangan dari para peserta yang sudah tidak sabar untuk memainkan si-kulit bundar.</p>
<p><img data-dominant-color="617448" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #617448;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7186 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR1-scaled.avif" alt="" width="2560" height="1920" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR1-scaled.avif 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR1-768x576.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR1-1536x1152.avif 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR1-2048x1536.avif 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p>Senada dengan Ketua Umum PP IAI, apt. Beny Richardo, S.Si., selaku Koordinator Seksi Acara yang menangani kegiatan ini mengatakan bahwa sebagai Tenaga Kesehatan jangan hanya meningkatkan keilmuan saja tapi juga mari menjaga kesehatan kita dengan rajin berolahraga. Apoteker yang akrab disapa Richard berharap bahwa melalui turnamen ini, apoteker dapat menjalin keakraban dan kebersamaan yang lebih erat lagi.</p>
<p><img data-dominant-color="6e919b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #6e919b;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7189 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR4-scaled.avif" alt="" width="2560" height="1920" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR4-scaled.avif 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR4-768x576.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR4-1536x1152.avif 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR4-2048x1536.avif 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p>Turnamen ini tak hanya dimeriahkan oleh peserta yang akan bertanding, namun dari pantauan IAI News, di sekitar lokasi <em>mini soccer</em> maupun badminton terdapat puluhan penonton yang hadir sebagai <em>supporter</em> untuk mendukung tim masing-masing. Suasana lebih semarak dengan kehadiran Sekretaris Jendral PP IAI (apt. Lilik Yusuf, M.M.), Waketum 2 PP IAI (Drs. Apt. Nasrudin), dan ketua PD IAI Sulsel (apt. Andi Alfian, S.Si., M.Si.) secara langsung memantau jalannya turnamen sekaligus memberi dukungan  kepada para peserta.</p>
<p><img data-dominant-color="8c7d77" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8c7d77;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7187 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR2-scaled.avif" alt="" width="2560" height="1440" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR2-scaled.avif 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR2-400x225.avif 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR2-768x432.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR2-1536x864.avif 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR2-2048x1152.avif 2048w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR2-250x140.avif 250w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p>Singkat namun meninggalkan kesan yang mendalam bagi para peserta. Salah satu peserta <em>mini</em> <em>soccer,</em> apt. Abdul Basit, S.Farm., dari Maluku Utara sangat terkesan dengan adanya ajang silaturahmi melalui turnamen ini. Ia mengapresiasi PD IAI Sulsel yang telah meramu acara dan memasukkan turnamen sebagai salah satu agenda.</p>
<p>Apt. Basit juga berharap  agar turnamen seperti ini akan menjadi agenda rutin dalam setiap PIT IAI dan semakin banyak PD yang ikut berpartisipasi. Senada dengan apt. Basit, salah satu peserta lomba badminton, apt. Syarif, S.Farm., dari PC Luwu Utara juga berharap turnamen olahraga akan dilanjutkan di PIT yang akan datang dan semakin beragam cabang olahraga yang dipertandingkan.</p>
<p>Dari turnamen <em>mini</em> <em>soccer</em>, PD Maluku Utara berhasil menjadi <em>champion</em>, PD IAI Sulsel A sebagai <em>runner</em>&#8211;<em>up</em> 1 dan PD IAI Sulteng sebagai <em>runner</em>&#8211;<em>up</em> 2 atau juara tiga.</p>
<p>Pada ajang badminton, PD IAI Kaltim berhasil menjadi <em>champion</em>, PD IAI Luwu Utara sebagai <em>runner</em>&#8211;<em>up</em> 1 dan PD IAI Kaltara dan PD IAI Sulsel sebagai <em>runner</em>&#8211;<em>up</em> 2 atau juara 3.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apoteker-berolahraga-terobosan-baru-di-pit-iai-tahun-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>80 Tahun Merdeka, Tapi Masih Dikejar PTM, Bisakah Kita Capai Indonesia Sehat 2045?</title>
		<link>https://iainews.net/80-tahun-merdeka-tapi-masih-dikejar-ptm-bisakah-kita-capai-indonesia-sehat-2045/</link>
					<comments>https://iainews.net/80-tahun-merdeka-tapi-masih-dikejar-ptm-bisakah-kita-capai-indonesia-sehat-2045/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2025 00:21:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[80 tahun merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Bisma]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Cerdik]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia sehat 2045]]></category>
		<category><![CDATA[rajin bergerak]]></category>
		<category><![CDATA[rokok]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=6793</guid>

					<description><![CDATA[TAHUN ini, Indonesia memasuki usia ke-80 sejak merdeka. Di tengah gegap gempita perayaan, ada satu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>TAHUN ini, Indonesia memasuki usia ke-80 sejak merdeka. Di tengah gegap gempita perayaan, ada satu “pekerjaan rumah” besar yang tak boleh diabaikan: lonjakan Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan kanker.</p>
<p>Buat sebagian orang, PTM terdengar seperti masalah usia lanjut. Nyatanya, data Kementerian Kesehatan justru menunjukkan tren ini mulai mengintai sejak remaja. Kebiasaan makan tinggi gula, garam, dan lemak trans, kurang gerak, serta stres yang jarang diatasi menjadi kombinasi mematikan.</p>
<p><img data-dominant-color="676967" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #676967;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-6794 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Indonesia-Emas-2045-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<h3><strong>Angka yang Membuat Kita Waspada</strong></h3>
<p>Hanya dalam setahun, kasus penyakit jantung di Indonesia mencapai 20 juta dan stroke 3,4 juta.</p>
<p>Keduanya merenggut hampir 800 ribu nyawa per tahun. Itu artinya, tiga dari empat kematian di Indonesia disebabkan PTM. Jika kita biarkan, visi Indonesia Sehat 2045 bisa jadi hanya mimpi di atas kertas.</p>
<h3><strong>Bukan Hanya Masalah Medis, Tapi Masalah Gaya Hidup</strong></h3>
<p>Penyakit Tidak Menular itu bukan seperti flu yang bisa menular dari orang ke orang, melainkan tumbuh pelan-pelan dari kebiasaan kita sehari-hari.</p>
<p>Mulai dari sering jajan makanan cepat saji dan malas makan sayur-buah, terlalu lama duduk tanpa bergerak, tidur yang kurang, sampai stres yang menumpuk.</p>
<p>Belum lagi konsumsi garam, gula, dan lemak yang kelewat batas. Masalahnya bukan cuma soal sakit atau tidak sakit, tapi juga tentang bagaimana kualitas hidup kita.</p>
<p>Yang bikin berbahaya, PTM sering muncul diam-diam tanpa tanda awal, dan ketika gejalanya terasa, biasanya sudah terlambat untuk kembali ke kondisi sehat seperti dulu.</p>
<h3><strong>Gerakan CERDIK, Cara Sederhana tapi Efektif</strong></h3>
<p>Pemerintah sebenarnya sudah punya jurus jitu bernama gerakan CERDIK, yang isinya mengajak kita rutin cek kesehatan, menjauh dari asap rokok, rajin bergerak, makan dengan pola yang sehat, tidur cukup, dan pintar mengelola stres.</p>
<p>Sekilas terdengar simpel, tapi kalau dijalani terus-menerus, efeknya bisa luar biasa untuk menjaga tubuh tetap bugar dan jauh dari penyakit.</p>
<h3><strong>Menuju 2045, Kita Semua Punya Peran</strong></h3>
<p>Indonesia Emas bukan hanya soal ekonomi kuat dan teknologi maju, tapi juga rakyat yang sehat.</p>
<p>Perubahan harus dimulai dari rumah, sekolah, tempat kerja, sampai komunitas.</p>
<p>Tenaga kesehatan punya peran penting mengedukasi, tapi keberhasilannya bergantung pada kesadaran kita semua.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Kalau kamu sudah punya faktor risiko PTM atau sedang mengonsumsi obat, jangan ragu berkonsultasi dengan apoteker.</p>
<p>Apoteker dapat membantu memastikan obat yang kamu pakai aman, sesuai dosis, dan tidak menimbulkan efek samping yang merugikan.</p>
<p>Ingat, menjaga kesehatan itu bukan hanya urusan dokter, apoteker juga sahabat kesehatanmu.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/80-tahun-merdeka-tapi-masih-dikejar-ptm-bisakah-kita-capai-indonesia-sehat-2045/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Coaching TB Diharapkan Tingkatkan Kualitas Layanan dan Kepatuhan Pasien di Samarinda</title>
		<link>https://iainews.net/coaching-tb-diharapkan-tingkatkan-kualitas-layanan-dan-kepatuhan-pasien-di-samarinda/</link>
					<comments>https://iainews.net/coaching-tb-diharapkan-tingkatkan-kualitas-layanan-dan-kepatuhan-pasien-di-samarinda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2025 13:35:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[coaching TB]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Eka Siswanto Syamsul]]></category>
		<category><![CDATA[Program TB]]></category>
		<category><![CDATA[Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=6566</guid>

					<description><![CDATA[SAMARINDA, IAINews – Dinas Kesehatan Kota Samarinda, melalui tim District-Based Public Private Mix (DPPM) menggelar...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SAMARINDA, IAINews – Dinas Kesehatan Kota Samarinda, melalui tim District-Based Public Private Mix (DPPM) menggelar kegiatan Coaching TB di gelar di 5, sejak April &#8211; Juli 2025.</p>
<p>Kegiatan Coaching TB tersebut dilaksanakan di RSIA Jimmy Medika Borneo, Klinik Utama Rachmi, Klinik Islamic Center, RSUD Aji Muhammad Salehuddin II dan Klinik Nur Asih.</p>
<p><img data-dominant-color="908c88" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #908c88;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-6567 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Coaching-TB-Samarinda-1-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Acara pembukaan diawali dengan sambutan dari tim DPPM Samarinda serta Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Andi Tanti, SKM, bersama pemegang Program TB Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Romi Hendra, SKM.</p>
<p>Andi Tanti, SKM, menyatakan bahwa program Coaching TB telah berjalan melalui empat pertemuan dalam kurun waktu empat bulan.</p>
<p>Menurutnya, Coaching TB adalah bentuk pendampingan bagi tenaga medis dalam penanganan tuberkulosis, yang melibatkan Coach (pendamping) dan Coachee (yang didampingi).</p>
<p>Program ini turut mendorong kampanye TOSS TB (Temukan dan Obati Sampai Sembuh TBC), sebuah upaya untuk mempercepat deteksi kasus, diagnosis, penyembuhan, serta pencegahan penyebaran TB di masyarakat.</p>
<p><img data-dominant-color="9d9b94" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #9d9b94;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-6568 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Coaching-TB-Samarinda-2-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Melalui inisiatif ini, diharapkan kualitas layanan TB semakin membaik dan pemahaman tenaga kesehatan tentang penanganan TB semakin meningkat.</p>
<p>&#8220;Dengan adanya pendampingan ini, kami berharap semua fasilitas kesehatan mampu memberikan pelayanan TB yang maksimal sesuai standar,&#8221; tegas Tanti.</p>
<p>“Untuk itu, Coach TB diharapkan dapat menjadi problem solver, mentor klinis dan motivator yang memberikan arahan serta memberikan informasi atau pengetahuan terbaru terkait tata laksana program tuberkulosis untuk tenaga kesehatan maupun rekan sejawat lainnya,” tambah Romi.</p>
<p>Romi juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas peran dan dukungan pimpinan Rumah Sakit dan Klinik dalam Penanggulangan TBC di Samarinda.</p>
<p>Para Coach diambil dari perwakilan organisasi profesi yang sudah dilatih baik dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), maupun Analis Kesehatan laboratorium (PATELKI) yang sudah mengikuti pelatihan.</p>
<p><img data-dominant-color="767a78" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #767a78;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-6569 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Coahing-TB-Samarinda-3-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Tim Coach TB DPPM Samarinda bidang farmasi yaitu: Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc., Dr. apt. Vina Maulidya, M.Farm, apt. Ayunita Tiara Siska Prillia, S.Farm. dan apt. Dimas Aqil Fikrinda</p>
<p>Tim Coach TB Dokter, yaitu: dr. Yanti Evi Goltom, Sp.P(K), Dr.dr. Rahmat Bakhtiar, M.Kes, dr. Cisca Nelwan, M.Kes, dr. Mauritz Silalahi, Sp.P, Dr. dr. Yadi, M.Si</p>
<p>Tim Coach TB Perawat: Timmy Emelia, S.Kep. MM, Ade Maria Ulfa, A.Md,Kep, Ade Mulyani, A.Md, Kep, Hj. Erlina, SKM, Ns, taharuddin, M.Kep</p>
<p>Tim Coach TB Laboratorium: Fike Waluyo, S.ST, Fatmiyanti, A.Md.AK, Windy Permana Sylvian Denny, S.ST.</p>
<p>Setelah mengikuti program coaching Tuberkulosis (TB), diharapkan terjadi peningkatan mutu layanan TB, tingkat kepatuhan pasien dalam pengobatan, serta sinergi yang lebih kuat antara tenaga medis dan pasien dalam penanggulangan TB.</p>
<p>Romi Hendra, SKM selaku Penanggung Jawab Program TB Dinas Kesehatan Kaltim menyatakan, &#8220;Pelatihan ini diharapkan mampu mendukung tenaga kesehatan dalam mengimplementasikan SOP penanganan TB secara tepat, sehingga pelayanan menjadi lebih terstandar dan bermutu tinggi’’.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/coaching-tb-diharapkan-tingkatkan-kualitas-layanan-dan-kepatuhan-pasien-di-samarinda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Eksistensi Apoteker Pada Praktik Swamedikasi</title>
		<link>https://iainews.net/eksistensi-apoteker-pada-praktik-swamedikasi/</link>
					<comments>https://iainews.net/eksistensi-apoteker-pada-praktik-swamedikasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2025 01:04:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Aulia Yahya]]></category>
		<category><![CDATA[obat bebas terbatas]]></category>
		<category><![CDATA[Permenkes No. 919/menkes/per/X/1993]]></category>
		<category><![CDATA[resep dokter]]></category>
		<category><![CDATA[risiko]]></category>
		<category><![CDATA[swamedikasi]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=6211</guid>

					<description><![CDATA[APA itu swamedikasi? Ketika kita berbicara mengenai obat tidak sesederhana asumsi orang kebanyakan. “’Sakit, beli...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>APA itu swamedikasi? Ketika kita berbicara mengenai obat tidak sesederhana asumsi orang kebanyakan. “’Sakit, beli lalu konsumsi’.</p>
<p>Satu hal yang tak bisa dipungkiri berkenaan dengan semakin terbukanya akses informasi di belantara media online terkait obat dan penyakit, adalah semakin meningkatnya kecenderungan sebagian orang untuk melakukan pengobatan diri sendiri guna meringankan penderitaan atau sakit yang dialaminya.</p>
<p>Padahal semestinya, dalam penggunaaan obat haruslah dimiliki kesadaran, kepedulian, pengetahuan serta keterampilan tentang pemilihan dan penggunaan obat secara tepat dan rasional, bukan semata mata karena merasa sakit lantas serta merta mengkonsumsi obat-obatan.</p>
<p><img data-dominant-color="7d8588" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #7d8588;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5949 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250706-WA0030-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Justru pada penggunaan obat yang tidak tepat dan atau berlebihan  akan berdampak kurang baik untuk kesehatan itu sendiri.</p>
<p>Di mata apoteker, obat sejatinya merupakan produk dengan resiko sangat tinggi untuk dikonsumsi, karena berhubungan dengan nyawa manusia. All Medicine is Poison! Semua Obat adalah Racun !</p>
<p>Yah, selain penyembuh, obat adalah racun,  yang membedakan adalah dosisnya, obat akan menjadi racun  jika dikonsumsi tidak sesuai dosis dan anjuran pakai.</p>
<p>Batasan Swamedikasi</p>
<p>Meskipun mendapatkan ruang dalam dunia pengobatan, pengobatan diri sendiri atau lebih dikenal dengan istilah ‘swamedikasi’ haruslah tetap dilakukan dalam batasan tertentu saja.</p>
<p>Swamedikasi hanya boleh dilakukan untuk kondisi penyakit yang ringan, umum dan tidak akut.</p>
<p>Bukan berarti asal mengobati, seseorang harus mencari informasi obat yang sesuai dengan penyakitnya.</p>
<p>Setidaknya ada 5 komponen informasi yang diperlukan untuk swamedikasi yang tepat dalam menggunakan obat, yaitu :  1. Pengetahuan tentang kandungan aktif obat (isinya apa?), 2. Indikasi (untuk mengobati apa?), 3. Dosis (seberapa banyak?, 4. Seberapa sering?), dan 5. Effek samping, dan kontra indikasi (siapa/ kondisi apa yang tidak boleh minum obat itu?).</p>
<p>Merujuk pada permekes No.919/Menkes/PER/X/1993, pengobatan diri sendiri atau yang dikenal dengan istilah ‘swamedikasi’ secara sederhana diartikan sebagai upaya seseorang dalam mengobati gejala sakit atau penyakit tanpa berkonsultasi dengan dokter (mendapatkan resep) terlebih dahulu.</p>
<p>Dalam permenkes tersebut diatas, disebutkan bahwa obat yang dapat digunakan tanpa resep dokter meliputi obat bebas tak terbatas (tanda lingkaran hitam, dasar hijau),  obat bebas terbatas (tanda lingkaran hitam, dasar biru),  Obat Wajib Apotek (OWA) yakni obat keras tanpa resep dokter (tanda lingkaran hitam, dasar merah), serta suplemen makanan.</p>
<p>Lebih lanjut dijelaskan pula kriteria obat yang dapat diserahkan tanpa resep yaitu tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada wanita hamil, anak di bawah usia 2 tahun dan orang tua di atas 65 tahun.</p>
<p>Pengobatan sendiri dengan obat dimaksud tidak memberikan risiko pada kelanjutan penyakit, penggunaannya tidak memerlukan cara atau alat khusus yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan, penggunaannya tidak memerlukan cara atau alat khusus yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan, penggunaannya diperlukan untuk penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia, serta obat dimaksud memiliki rasio khasiat keamanan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk pengobatan sendiri.</p>
<p>Selain Permenkes No. 919 di atas, terdapat pula regulasi terkait lainnya yang patut menjadi acuan, diantaranya :</p>
<p>&#8211; <strong>Permenkes No. 919/MENKES/PER/X/1993:</strong> Mengatur kriteria obat yang dapat diserahkan tanpa resep, yang merupakan dasar dari praktik swamedikasi.</p>
<p><strong>&#8211; Permenkes No. 34/2021:</strong> Mengatur Standar Pelayanan Kefarmasian di Klinik, yang juga mencakup pelayanan swamedikasi.</p>
<p><strong>&#8211; Permenkes No. 73/2016:</strong> Mengatur Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, yang juga berkaitan dengan pelayanan swamedikasi.</p>
<p><strong>&#8211; Permenkes No. 35/2014:</strong> Mengatur Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, yang juga berkaitan dengan pelayanan swamedikasi.</p>
<p>Peran Apoteker</p>
<p>Mengandalkan informasi dari iklan tv dan media cetak, rekomendasi dari teman atau keluarga, membaca mandiri artikel di media online, tentu tidaklah dianggap cukup untuk melakukan swamedikasi, tanpa melakukan validasi terhadap informasi tersebut.</p>
<p>KeberadaannApoteker dengan kapasitas keilmuan yang dimilikinya dapat memberikan informasi obat yang objektif dan rasional.</p>
<p>Dalam hal ini, apoteker-lah yang diharapkan bisa berperan banyak dalam mengedukasi masyarakat terkait penggunaan obat.</p>
<p>Sejumlah terobosan terus dihadirkan untuk lebih mendekatkan “sosok” apoteker ditengah tengah masyarakat.</p>
<p>Taruh saja misalnya Direktorat Bina Pelayanan Kefarmasian – Kemenkes dengan program GeMa CerMat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat), atau Organisasi Profesi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dengan Gerakan Keluarga Sadar Obat (GKSO) dengan jargon Dagusibu (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang).</p>
<p>Apoteker Indonesia sedang bergerak serempak. Masyarakat mulai familier dengan penyuluhan, pelatihan,  workshop, maupun kampanye terkait penggunaan obat yang dilakukan oleh apoteker.</p>
<p>Selain kehadiran di sarana apotek, apoteker juga sudah lebih berperan aktif dalam mengedukasi ditengah tengah masyarakat, bersentuhan langsung dengan mereka.</p>
<p>Dengan memberikan edukasi kepada masyarakat luas terhadap penggunaan obat, setidaknya efek positifnya dapat diukur dengan semakin meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan obat secara benar.</p>
<p>Dengan edukasi diharapkan akan  meningkatkan kemandirian dan perubahan perilaku masyarakat dalam memilih dan menggunakan obat secara benar, serta meningkatnya penggunaan obat secara rasional.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/eksistensi-apoteker-pada-praktik-swamedikasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
