<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/ppiai-fip-apoteker-apotekerindonesia-apotekermudaindonesia-pharmacist-worldpharmacistday2026-wpd2026raisingcommunityawareness/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Jul 2026 02:32:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.6</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Prioritaskan Sektor Kesehatan, di Bawah Kepemimpinan Apoteker, IWAPI DPD Sulsel Hadirkan Spesialis Malaysia untuk Fasilitasi Terapi Kanker Lanjutan</title>
		<link>https://iainews.net/prioritaskan-sektor-kesehatan-di-bawah-kepemimpinan-apoteker-iwapi-dpd-sulsel-hadirkan-spesialis-malaysia-untuk-fasilitasi-terapi-kanker-lanjutan/</link>
					<comments>https://iainews.net/prioritaskan-sektor-kesehatan-di-bawah-kepemimpinan-apoteker-iwapi-dpd-sulsel-hadirkan-spesialis-malaysia-untuk-fasilitasi-terapi-kanker-lanjutan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 02:32:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[IWAPI DPD SULSEL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15851</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR IAI News &#8212; Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPD IWAPI) Sulawesi Selatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>MAKASSAR IAI News</strong></em> &#8212; Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPD IWAPI) Sulawesi Selatan bergerak cepat merealisasikan program kerja strategisnya. Di bawah kepemimpinan ketua terpilih yang juga merupakan seorang apoteker, IWAPI DPD Sulsel menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu pilar utama pergerakan organisasi.</p>
<p>Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi internasional bersama Sunway Medical Centre, Sunway City Kuala Lumpur. Kerja sama ini ditandai dengan penyelenggaraan program edukasi dan penanganan terapi kanker dalam bentuk dialog interaktif yang berlangsung di Kafe The ICON, Kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, pada Jumat (10/7/2026).</p>
<figure id="attachment_15852" aria-describedby="caption-attachment-15852" style="width: 505px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="6d5f57" data-has-transparency="true" style="--dominant-color: #6d5f57;" fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-15852 has-transparency" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/IWAPI-1.png" alt="" width="505" height="793" /><figcaption id="caption-attachment-15852" class="wp-caption-text">Sambutan Ketua IWAPI DPD SULSEL Dr. apt. Ainun Jariah.,S.Farm.,M.Kes.</figcaption></figure>
<p>Kegiatan ini menghadirkan pakar di bidangnya, dr. Wong Lin Le, seorang spesialis bedah digestif dari Malaysia. Di hadapan pengurus, anggota IWAPI, dan para tamu undangan, dr. Wong memaparkan perkembangan terkini mengenai modalitas terapi, deteksi dini, serta tata laksana komprehensif untuk penanganan kanker usus (kolorektal) dan kanker hati (hepar).</p>
<figure id="attachment_15853" aria-describedby="caption-attachment-15853" style="width: 569px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="786f6a" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #786f6a;" decoding="async" class="wp-image-15853 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/IWAPI-2.jpg" alt="" width="569" height="567" /><figcaption id="caption-attachment-15853" class="wp-caption-text">Pemaparan Materi dan Edukasi dr. Wong Lin Le</figcaption></figure>
<p>Program ini diselenggarakan bukan sekadar sebagai ruang edukasi, tetapi juga menjadi jembatan rujukan (<em>referral linkage</em>) yang kredibel bagi masyarakat. IWAPI DPD Sulsel menyadari bahwa penanganan kanker memerlukan pendekatan multidisiplin yang berkelanjutan.</p>
<p>Melalui kemitraan resmi dengan Sunway Medical Centre, IWAPI DPD Sulsel berperan sebagai fasilitator strategis yang membuka akses lebih luas, aman, dan terarah bagi masyarakat maupun keluarga besar IWAPI di Sulawesi Selatan yang membutuhkan kelanjutan terapi (<em>continuum of care</em>) di tingkat internasional dengan standar pelayanan medis yang terakreditasi.</p>
<p>Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan saluran cerna sekaligus mempertegas peran IWAPI DPD Sulsel yang tidak hanya berfokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan, tetapi juga responsif terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat.</p>
<p>Kehadiran seorang apoteker sebagai pucuk pimpinan IWAPI DPD Sulawesi Selatan memberikan perspektif ilmiah yang kuat dalam implementasi kerja sama internasional ini. Dalam praktik onkologi modern, keberhasilan penanganan kanker tidak hanya bergantung pada tindakan bedah, tetapi juga pada ketepatan manajemen terapi (<em>therapeutic management</em>) yang berorientasi pada keselamatan pasien (<em>patient safety</em>).</p>
<p>Secara ilmiah dan klinis, kepemimpinan yang berlatar belakang kefarmasian memberikan kontribusi penting dalam memfasilitasi keberlanjutan terapi kanker bersama Sunway Medical Centre. Salah satunya adalah penguatan kendali mutu tata laksana pengobatan (<em>medication management</em>), mengingat pasien yang menjalani transisi dari terapi di dalam negeri menuju terapi lanjutan di luar negeri memiliki risiko tinggi mengalami diskontinuitas regimen pengobatan maupun potensi interaksi obat yang tidak diinginkan.</p>
<p>Selain itu, aspek edukasi dan literasi mengenai keamanan penggunaan obat (<em>pharmacovigilance</em>) juga menjadi perhatian utama. Penanganan kanker usus dan kanker hati melibatkan organ yang berperan penting dalam metabolisme obat, sehingga terapi onkologi memerlukan ketepatan dosis, kepatuhan penggunaan obat, serta pemantauan yang optimal untuk meminimalkan risiko efek samping dan meningkatkan keberhasilan terapi.</p>
<p>IWAPI DPD Sulsel juga memfasilitasi akses terapi lanjutan yang mengacu pada prinsip <em>Evidence-Based Medicine</em> atau Kedokteran Berbasis Bukti. Melalui kemitraan dengan Sunway Medical Centre, masyarakat memperoleh akses terhadap layanan onkologi modern, teknologi medis terkini, serta sistem pemantauan pasien berbasis kolaborasi multidisiplin. Dalam perspektif kefarmasian, keberhasilan terapi jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh efektivitas obat, tetapi juga oleh sistem pelayanan kesehatan yang mampu mendukung kepatuhan dan keselamatan pasien secara berkesinambungan.</p>
<p>Melalui integrasi keilmuan kefarmasian tersebut, program kerja IWAPI DPD Sulsel tidak lagi sebatas kegiatan sosial dan edukasi kesehatan, tetapi berkembang menjadi sebuah sistem fasilitasi layanan kesehatan yang terukur, berbasis ilmiah, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup pasien kanker di Sulawesi Selatan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/prioritaskan-sektor-kesehatan-di-bawah-kepemimpinan-apoteker-iwapi-dpd-sulsel-hadirkan-spesialis-malaysia-untuk-fasilitasi-terapi-kanker-lanjutan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lebih Dekat dengan Masyarakat dan Industri, Kolaborasi HISFARIN, &#8220;Ngopi&#8221;, dan Apotek Wahdah Hadirkan Aksi Nyata Apoteker</title>
		<link>https://iainews.net/lebih-dekat-dengan-masyarakat-dan-industri-kolaborasi-hisfarin-ngopi-dan-apotek-wahdah-hadirkan-aksi-nyata-apoteker/</link>
					<comments>https://iainews.net/lebih-dekat-dengan-masyarakat-dan-industri-kolaborasi-hisfarin-ngopi-dan-apotek-wahdah-hadirkan-aksi-nyata-apoteker/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 02:31:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[#pdiaisulsel]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[PDHISFARINSULSEL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15857</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR, IAI News &#8212; Himpunan Apoteker Seminat Farmasi Industri (HISFARIN) Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>MAKASSAR, IAI News</strong></em> &#8212; Himpunan Apoteker Seminat Farmasi Industri (HISFARIN) Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Sulawesi Selatan sukses menggelar kolaborasi kegiatan yang memadukan edukasi profesional dengan aksi sosial kemasyarakatan. Kegiatan bertajuk &#8220;Ngopi&#8221; (Ngobrol Perihal Industri) yang dirangkaikan dengan layanan cek kesehatan gratis ini diselenggarakan di Warkop Azzahrah Abdesir, Makassar, pada Ahad (5/7/2026).</p>
<p>Memanfaatkan suasana santai di warung kopi, HISFARIN PD IAI Sulsel berhasil mendobrak stigma bahwa pembahasan mengenai farmasi industri selalu identik dengan suasana formal dan kaku. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini berkolaborasi dengan Apotek Wahdah Abdesir untuk menghadirkan layanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat sekitar.</p>
<p>Penyelenggaraan kegiatan ini menegaskan peran ganda apoteker yang sangat krusial dalam rantai pelayanan kesehatan. Di satu sisi, melalui sesi &#8220;Ngopi&#8221;, para apoteker industri berdiskusi mengenai penjaminan mutu, keamanan, dan efikasi obat sejak proses produksi di industri farmasi hingga siap digunakan masyarakat. Di sisi lain, melalui layanan cek kesehatan gratis, peran apoteker sebagai komunikator dan edukator kesehatan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.</p>
<figure id="attachment_15859" aria-describedby="caption-attachment-15859" style="width: 983px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="a69f97" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #a69f97;" decoding="async" class="wp-image-15859 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/HISFARIN-2.jpg" alt="" width="983" height="553" /><figcaption id="caption-attachment-15859" class="wp-caption-text">Suasana Cek Up Kesehatan Gratis Sebagai bentuk kolaborasi HISFARIN PD IAI SULSEL dan Apotek Wahdah Sebagai Pengabdian Kepada Masyarakat.</figcaption></figure>
<p>Pembina HISFARIN PD IAI Sulsel, Dr. Mansyur Ibrahim, S.Si., M.Kes., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap inisiatif inovatif ini. Menurutnya, sinergi seperti ini sangat penting untuk menyelaraskan perkembangan ilmu farmasi industri dengan kebutuhan kesehatan masyarakat di lapangan.</p>
<p>Senada dengan hal tersebut, Ketua HISFARIN PD IAI Sulsel, apt. Akhyar, S.Si., menegaskan bahwa apoteker industri memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai obat-obatan yang mereka konsumsi sehari-hari.</p>
<p>&#8220;Apoteker industri bertanggung jawab menciptakan obat yang bermutu tinggi sesuai standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Namun, mutu obat tersebut tidak akan memberikan manfaat optimal apabila penggunaannya di masyarakat tidak tepat. Melalui forum santai ini, kami ingin menjembatani edukasi tersebut,&#8221; ujar apt. Akhyar.</p>
<p>Kegiatan ini juga dikawal langsung oleh jajaran pengurus inti HISFARIN PD IAI Sulsel. Hadir Sekretaris apt. Hasrul Lukman, S.Farm., Bendahara apt. Asti Vebriyanti Asjur, S.Si., M.Si., serta Ketua Bidang Humas, Kerja Sama, dan Pengabdian Masyarakat apt. Yuri Pratiwi Utami, S.Farm., M.Si., C.Herbs., yang turut menjadi motor penggerak pelaksanaan kegiatan sosial tersebut.</p>
<p>Layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan bersama Apotek Wahdah Abdesir meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol. Selain pemeriksaan kesehatan, para apoteker juga memberikan layanan konseling obat secara gratis, edukasi mengenai penyimpanan obat yang benar di rumah, serta pentingnya kepatuhan dalam penggunaan obat sesuai anjuran.</p>
<p>Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat sekitar Abdesir. Pengunjung warung kopi maupun warga yang melintas memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi secara langsung mengenai berbagai keluhan kesehatan kepada para apoteker.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, HISFARIN PD IAI Sulsel kembali membuktikan bahwa apoteker, baik yang berkiprah di sektor industri farmasi maupun pelayanan kefarmasian, senantiasa hadir untuk memberikan pelayanan, edukasi, dan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.</p>
<p>Selain sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi strategis mengenai arah pelaksanaan program kerja HISFARIN PD IAI Sulsel ke depan. Fokus pembahasan diarahkan pada komitmen organisasi dalam menyelenggarakan berbagai pelatihan berkelanjutan bagi para sejawat apoteker sebagai upaya peningkatan kompetensi, sekaligus memperluas edukasi kepada masyarakat guna memperkuat eksistensi dan kontribusi nyata HISFARIN PD IAI Sulawesi Selatan.</p>
<p>Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai produk jamu bersertifikat PIRT hasil produksi mandiri para pengurus. Inisiatif ini menjadi bukti nyata inovasi serta peran aktif HISFARIN PD IAI Sulsel dalam mendukung kemandirian kesehatan melalui pemanfaatan produk lokal yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/lebih-dekat-dengan-masyarakat-dan-industri-kolaborasi-hisfarin-ngopi-dan-apotek-wahdah-hadirkan-aksi-nyata-apoteker/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Naik Level! Lentera Pelatihan Kesehatan Makassar Cetak Apoteker Indonesia Jadi &#8216;Pharmatrainer&#8217; Profesional Bersertifikat</title>
		<link>https://iainews.net/naik-level-lentera-pelatihan-kesehatan-makassar-cetak-apoteker-indonesia-jadi-pharmatrainer-profesional-bersertifikat/</link>
					<comments>https://iainews.net/naik-level-lentera-pelatihan-kesehatan-makassar-cetak-apoteker-indonesia-jadi-pharmatrainer-profesional-bersertifikat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2026 15:01:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[Lentera Pelatihan Kesehatan Makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15861</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR, IAI News &#8212; Tantangan dunia kefarmasian yang semakin dinamis menuntut para praktisinya untuk terus...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>MAKASSAR, IAI News</em> &#8212; </strong>Tantangan dunia kefarmasian yang semakin dinamis menuntut para praktisinya untuk terus bertransformasi. Tidak hanya dituntut andal dalam pelayanan klinis dan manajerial, apoteker Indonesia kini juga didorong menguasai keterampilan komunikasi publik sebagai seorang pendidik maupun instruktur. Menjawab kebutuhan tersebut, LPK  (Lentera Pelatihan Kesehatan) Makassar menghadirkan program eksklusif bertajuk &#8220;PHARMATRAINER (Certified Trainer)&#8221;.</p>
<p>Program ini dirancang khusus untuk membantu para apoteker naik level menjadi trainer yang profesional, kompeten, dan percaya diri saat tampil di depan publik. Melalui pelatihan berbasis kompetensi ini, peserta tidak hanya dibekali teknik penyampaian materi yang efektif dan menarik, tetapi juga berkesempatan meraih gelar nonakademik Certified Trainer (CT) yang dapat membuka peluang pengembangan karier sekaligus sumber pendapatan baru di bidang pelatihan profesional.</p>
<p>Para apoteker yang mengikuti pelatihan ini akan memperoleh ekosistem pembelajaran yang komprehensif. Mereka dipersiapkan agar mampu menyusun dan menyampaikan materi pelatihan berbasis kompetensi secara profesional, membangun kepercayaan diri saat berbicara di depan publik, serta menguasai teknik penyampaian (delivery skill) yang interaktif sehingga materi yang kompleks dapat dipahami dengan lebih mudah. Setelah dinyatakan kompeten, peserta juga berhak menyandang gelar nonakademik Certified Trainer (CT) yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi.</p>
<p>Untuk memberikan fleksibilitas bagi para profesional yang memiliki kesibukan tinggi, seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan secara full online melalui Zoom Meeting. Program diawali dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) intensif yang berlangsung pada 7–9 Juni 2026, pukul 13.00–16.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan Uji Kompetensi (Ujikom) dan Sertifikasi pada Sabtu, 20 Juni 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.</p>
<p>Program Pharmatrainer mengacu pada standar pelatihan kerja berbasis kompetensi dengan target pencapaian sembilan unit kompetensi Kualifikasi 3. Selama mengikuti bimtek, peserta akan dibekali kemampuan mengidentifikasi standar kompetensi dan kualifikasi kerja, menyusun perencanaan pelatihan secara sistematis, melaksanakan pelatihan tatap muka (face-to-face) dengan teknik komunikasi yang efektif, mengelola bahan ajar dan peralatan pelatihan secara profesional, menerapkan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan pelatihan, serta melakukan evaluasi kompetensi peserta, baik secara individu maupun melalui metode on-the-job evaluation.</p>
<p>Dengan mengikuti program ini, apoteker tidak hanya memperoleh sertifikat kompetensi, tetapi juga memiliki bekal untuk berkiprah sebagai trainer, pembicara, dosen tamu, mentor, maupun konsultan di bidang kefarmasian. Kemampuan menyampaikan materi ilmiah secara komunikatif dan mudah dipahami diharapkan mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat posisi profesi apoteker di berbagai bidang.</p>
<p>Program ini menjadi peluang bagi para apoteker yang ingin mengembangkan kompetensi di luar praktik kefarmasian konvensional. Melalui pelatihan yang terstruktur dan berbasis kompetensi, peserta diharapkan mampu menjadi Pharmatrainer profesional yang siap berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia kefarmasian di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/naik-level-lentera-pelatihan-kesehatan-makassar-cetak-apoteker-indonesia-jadi-pharmatrainer-profesional-bersertifikat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hidupkan Ruang Demokrasi Kampus, Sosok Apoteker Inspiratif Prof. Nilawati Uly Tampung Keluh Kesah Mahasiswa UMB Palopo</title>
		<link>https://iainews.net/hidupkan-ruang-demokrasi-kampus-sosok-apoteker-inspiratif-prof-nilawati-uly-tampung-keluh-kesah-mahasiswa-umb-palopo/</link>
					<comments>https://iainews.net/hidupkan-ruang-demokrasi-kampus-sosok-apoteker-inspiratif-prof-nilawati-uly-tampung-keluh-kesah-mahasiswa-umb-palopo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2026 14:32:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[#pdiaisulsel]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[pciaipalopo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15844</guid>

					<description><![CDATA[PALOPO, IAI News &#8212; Universitas Mega Buana (UMB) Palopo kembali membuktikan komitmennya dalam menghidupkan ruang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>PALOPO, IAI News</strong></em> &#8212; Universitas Mega Buana (UMB) Palopo kembali membuktikan komitmennya dalam menghidupkan ruang demokrasi dan keterbukaan di lingkungan kampus. Melalui program unggulan &#8220;Rektor Menyapa&#8221;, pihak universitas membuka jalur komunikasi langsung tanpa sekat antara pimpinan dan sivitas akademika.</p>
<p>Kali ini, kegiatan dikemas dalam bentuk dialog interaktif yang mempertemukan ratusan mahasiswa Fakultas Kesehatan dengan Rektor UMB Palopo, Prof. Dr. apt. Nilawati Uly, S.Si., M.Kes., CIPA. Kegiatan tersebut berlangsung di Kampus 3 UMB Palopo, Jalan Ahmad Razak, Kota Palopo, pada Sabtu (11/7/2026).</p>
<figure id="attachment_15846" aria-describedby="caption-attachment-15846" style="width: 766px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="8c9fc1" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8c9fc1;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15846 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/palopo-1.jpg" alt="" width="766" height="455" /><figcaption id="caption-attachment-15846" class="wp-caption-text">Sambutan Rektor Prof. Dr. apt. Nilawati Uly, S.Si., M.Kes., CIPA. Pada Program “ Rektor Menyapa”.</figcaption></figure>
<p>Esensi utama program &#8220;Rektor Menyapa&#8221; adalah mendengarkan, membahas, serta menampung seluruh aspirasi, masukan, hingga keluh kesah mahasiswa terkait proses perkuliahan dan arah pengembangan kampus ke depan.</p>
<p>&#8220;Harapan kita semua, mahasiswa bisa memanfaatkan masa perkuliahan ini dengan sebaik-baiknya. UMB Palopo akan senantiasa memperhatikan sarana belajar kalian agar proses perkuliahan dan pembelajaran dapat berjalan optimal,&#8221; ujar Prof. Nilawati Uly di hadapan ratusan mahasiswa yang mengikuti kegiatan dengan antusias.</p>
<p>Suasana dialog yang berlangsung hangat semakin semarak ketika Prof. Nilawati membuka sesi kuis interaktif. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi, beliau memberikan hadiah berupa beasiswa kepada mahasiswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat.</p>
<p>Tidak hanya menampung aspirasi, Prof. Nilawati juga membagikan kiat sukses sekaligus membangkitkan semangat mahasiswa agar memanfaatkan masa studi secara produktif. Ia menekankan pentingnya aktif belajar, baik di dalam ruang kelas maupun melalui berbagai organisasi kemahasiswaan.</p>
<p>Menurutnya, tantangan dunia kerja di masa depan, khususnya di bidang kesehatan, menuntut kesiapan yang menyeluruh. Mahasiswa UMB Palopo tidak hanya dituntut memiliki kompetensi dan keterampilan (skill) yang mumpuni, tetapi juga harus menjunjung tinggi etika profesi (attitude) sebagai fondasi utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>Program ini diharapkan terus mempererat hubungan emosional dan profesional antara mahasiswa dan pengelola kampus, sehingga mampu membawa UMB Palopo menjadi perguruan tinggi yang semakin unggul, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswanya.</p>
<figure id="attachment_15847" aria-describedby="caption-attachment-15847" style="width: 737px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="89828b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #89828b;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15847 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/palopo-2.jpg" alt="" width="737" height="366" /><figcaption id="caption-attachment-15847" class="wp-caption-text">Suasana yang antusias pada program ”Rektor Menyapa”, berlangsung secara interaktif Rektor dan Mahasiswa.</figcaption></figure>
<p>Menjadi seorang pemimpin di institusi pendidikan tinggi membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan akademik. Seorang pemimpin juga dituntut memiliki kepekaan, ketepatan dalam mengambil keputusan, serta kemampuan mendengarkan dengan penuh empati. Karakteristik tersebut tercermin kuat dalam sosok Prof. Dr. apt. Nilawati Uly, S.Si., M.Kes., CIPA.</p>
<p>Latar belakangnya sebagai seorang apoteker bukan sekadar gelar profesi, melainkan juga menjadi bekal kompetensi yang membentuk gaya kepemimpinannya. Dalam dunia kefarmasian, seorang apoteker dididik untuk memiliki ketelitian, kemampuan menganalisis kebutuhan, serta keterampilan komunikasi yang baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.</p>
<p>Melalui program &#8220;Rektor Menyapa&#8221;, Prof. Nilawati mengimplementasikan nilai-nilai profesi apoteker ke dalam kepemimpinan universitas. Seperti seorang apoteker yang mendengarkan keluhan pasien sebelum memberikan edukasi dan solusi, beliau memilih duduk bersama mahasiswa untuk mendengar secara langsung berbagai aspirasi dan permasalahan yang mereka hadapi. Setiap masukan dipahami secara cermat sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.</p>
<p>Selain itu, beliau juga menanamkan pentingnya keseimbangan antara kompetensi (skill) dan karakter (attitude). Sebagaimana seorang apoteker memastikan manfaat terapi berjalan seiring dengan aspek keamanan, Prof. Nilawati menegaskan bahwa lulusan bidang kesehatan tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga harus dibekali integritas, etika, dan sikap profesional.</p>
<p>Kepemimpinan Prof. Nilawati Uly menunjukkan bahwa ketegasan seorang rektor dapat berpadu harmonis dengan kepedulian dan empati seorang apoteker. Perpaduan tersebut melahirkan sosok pemimpin yang humanis, demokratis, dan inspiratif dalam membangun budaya akademik yang sehat serta mencetak generasi tenaga kesehatan yang unggul.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/hidupkan-ruang-demokrasi-kampus-sosok-apoteker-inspiratif-prof-nilawati-uly-tampung-keluh-kesah-mahasiswa-umb-palopo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Akselerasi Riset Farmasi Masa Depan, Fakultas Farmasi Unhas Gelar Seminar dan Workshop Analisis Nanopartikel</title>
		<link>https://iainews.net/akselerasi-riset-farmasi-masa-depan-fakultas-farmasi-unhas-gelar-seminar-dan-workshop-analisis-nanopartikel/</link>
					<comments>https://iainews.net/akselerasi-riset-farmasi-masa-depan-fakultas-farmasi-unhas-gelar-seminar-dan-workshop-analisis-nanopartikel/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2026 14:19:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[#pdiaisulsel]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[Kongres IAI Medan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15837</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR, IAI News &#8212; Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan sains...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>MAKASSAR, IAI News</em> &#8212;</strong> Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan sains dan teknologi melalui penyelenggaraan Seminar dan Workshop Nasional bertajuk Nanoparticle Analysis in Pharmaceutical Research. Kegiatan yang berlangsung pada 8–9 Juli 2026 ini menjadi wadah penguatan kapasitas akademisi dan tenaga laboratorium dalam pengembangan riset kefarmasian berbasis teknologi nanopartikel.</p>
<p>Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Farmasi Unhas menegaskan bahwa perkembangan riset farmasi saat ini menuntut sinergi yang kuat antarinstitusi. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi faktor penting dalam mempercepat hilirisasi hasil penelitian, memperluas pengembangan sediaan farmasi inovatif, serta memperkuat daya saing riset kefarmasian Indonesia di tingkat global.</p>
<p>Seminar dan workshop ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Sekitar 100 peserta yang terdiri atas dosen, laboran, dan Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia hadir untuk mengikuti rangkaian kegiatan. Kehadiran peserta dari berbagai institusi turut menciptakan ruang diskusi ilmiah, berbagi pengalaman, serta memperluas jejaring kolaborasi penelitian.</p>
<p>Untuk memperkaya wawasan peserta, panitia menghadirkan dua narasumber yang berpengalaman di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh Tria Hikma Novita, M.Si. dengan topik Advance Nanoparticle Size and Stability Analysis for Pharmaceutical : Tools, Techniques, and Best Practices, yang membahas berbagai metode analisis ukuran dan stabilitas nanopartikel beserta penerapannya dalam penelitian farmasi.</p>
<figure id="attachment_15839" aria-describedby="caption-attachment-15839" style="width: 735px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="757773" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #757773;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15839 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/akselerasi-2.jpg" alt="" width="735" height="413" /><figcaption id="caption-attachment-15839" class="wp-caption-text">Penyampain Materi oleh Para Narasumber.</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Muarif Ramdhani Prakarsa melalui paparan berjudul How to Select the Best Water Quality for Your Sciences. Materi ini menekankan pentingnya kualitas air sebagai salah satu faktor fundamental dalam menghasilkan data penelitian yang valid, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Selain memperoleh materi teoritis, peserta juga mengikuti sesi hands-on workshop yang memberikan pengalaman langsung dalam pengoperasian berbagai instrumen laboratorium modern. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan teknologi analisis dari sejumlah produsen instrumen laboratorium terkemuka dunia, seperti MERCK, ERWEKA, dan HORIBA, sehingga mampu memahami penerapan teknologi tersebut dalam mendukung penelitian kefarmasian.</p>
<p>Pelaksanaan seminar dan workshop ini menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Farmasi Unhas dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang riset farmasi. Penguasaan teknologi analisis nanopartikel diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.</p>
<figure id="attachment_15840" aria-describedby="caption-attachment-15840" style="width: 744px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="79655d" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #79655d;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15840 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/akselerasi-3.jpg" alt="" width="744" height="421" /><figcaption id="caption-attachment-15840" class="wp-caption-text">Suasana Seminar dan Workshop &#8220;Nanoparticle Analysis in Pharmaceutical Research&#8221;</figcaption></figure>
<p>Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara perguruan tinggi, peneliti, dan industri dalam mengembangkan riset kefarmasian berbasis teknologi mutakhir. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat menjadi bekal dalam melahirkan inovasi produk farmasi yang mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan di masa depan serta memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kefarmasian.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/akselerasi-riset-farmasi-masa-depan-fakultas-farmasi-unhas-gelar-seminar-dan-workshop-analisis-nanopartikel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Resmi Dilantik Wali Kota Munafri Arifuddin, Apoteker Rico Nahkodai Puskesmas Kapasa</title>
		<link>https://iainews.net/resmi-dilantik-wali-kota-munafri-arifuddin-apoteker-rico-nahkodai-puskesmas-kapasa/</link>
					<comments>https://iainews.net/resmi-dilantik-wali-kota-munafri-arifuddin-apoteker-rico-nahkodai-puskesmas-kapasa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2026 03:47:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[#pdiaisulsel]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[pciaimakassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15777</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR IAI News — Seorang apoteker kembali dipercaya memimpin fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Makassar....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAKASSAR IAI News</strong> — Seorang apoteker kembali dipercaya memimpin fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Makassar. Ketua Himpunan Seminat Farmasi Kesehatan Masyarakat (HISFARKESMAS) Sulawesi Selatan, apt. Brunobras Beny Ricardo, S.Si., M.M., yang akrab disapa apt. Rico, resmi dilantik sebagai Kepala UPT Puskesmas Kapasa. Amanah baru ini menjadi bukti bahwa profesi apoteker tidak hanya berperan dalam pelayanan kefarmasian, tetapi juga memiliki kompetensi kepemimpinan yang diakui dalam pengelolaan layanan kesehatan primer.</p>
<p>Pelantikan tersebut merupakan bagian dari pengukuhan dan pengambilan sumpah/janji jabatan 47 Kepala UPT Puskesmas di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Makassar yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, pada Rabu, 17 Juni 2026, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar.</p>
<figure id="attachment_15779" aria-describedby="caption-attachment-15779" style="width: 617px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="b37c75" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #b37c75;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15779 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/PKM-Kapasa-2.jpg" alt="" width="617" height="805" /><figcaption id="caption-attachment-15779" class="wp-caption-text">Proses pengukuhan dan pengambilan sumpah/janji jabatan bagi 47 Kepala UPT Puskesmas lingkup Dinas Kesehatan Kota Makassar di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar.</figcaption></figure>
<p>Momentum ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar melalui kepemimpinan yang definitif di seluruh puskesmas. Dengan kepastian kepemimpinan tersebut, diharapkan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal, profesional, responsif, dan berkelanjutan. Pemerintah Kota Makassar juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara puskesmas, pemerintah kecamatan, serta berbagai perangkat daerah guna mempercepat pencapaian program-program kesehatan masyarakat.</p>
<p>Saat ditemui secara terpisah, apt. Rico menyampaikan bahwa pelantikan kepala puskesmas definitif kali ini memiliki makna yang sangat penting bagi penguatan tata kelola birokrasi kesehatan di Kota Makassar.</p>
<p>&#8220;Pelantikan kepala puskesmas definitif kali ini memiliki arti yang sangat penting karena terakhir kali pengukuhan definitif dilakukan pada tahun 2019,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan bahwa seluruh kepala puskesmas yang dilantik telah melalui proses seleksi yang panjang, transparan, dan objektif. Pemerintah Kota Makassar bersama berbagai perangkat daerah menjalankan serangkaian tahapan seleksi guna memastikan setiap pejabat yang terpilih memiliki kompetensi manajerial, kemampuan teknis, serta kapasitas kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.</p>
<p>&#8220;Dengan proses yang panjang dan selektif ini, kami berharap yang terpilih benar-benar ASN yang memiliki kompetensi manajerial, kemampuan teknis, serta kapasitas kepemimpinan yang dibutuhkan untuk memimpin puskesmas,&#8221; kata apt. Rico.</p>
<p>Pengalaman apt. Rico memimpin organisasi profesi di tingkat provinsi menjadi modal penting dalam mengemban amanah tersebut. Kepemimpinannya di HISFARKESMAS Sulawesi Selatan diharapkan mampu diterjemahkan menjadi berbagai inovasi pelayanan kesehatan yang lebih efektif, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kapasa.</p>
<p>Penunjukan apt. Rico juga menjadi cerminan semakin besarnya kepercayaan terhadap kompetensi profesi apoteker dalam memimpin institusi pelayanan kesehatan. Peran apoteker kini tidak lagi dipandang terbatas pada pengelolaan obat dan pelayanan kefarmasian, tetapi juga sebagai pemimpin yang mampu mengelola organisasi, menyusun strategi pelayanan, memastikan efisiensi penggunaan sumber daya, menjaga mutu layanan, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.</p>
<p>Hal tersebut sejalan dengan konsep Nine Stars of Pharmacist yang menempatkan apoteker sebagai <em>caregiver, decision-maker, communicator, leader, manager, life-long learner, teacher, researcher,</em> dan <em>entrepreneur</em>. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan primer yang semakin kompleks, khususnya pada era transformasi kesehatan nasional yang menuntut tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada mutu.</p>
<p>Dengan rekam jejak kepemimpinan organisasi serta pengalaman di bidang manajemen kesehatan masyarakat, apt. Rico diyakini mampu membawa Puskesmas Kapasa menjadi fasilitas pelayanan kesehatan yang unggul, inovatif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Kehadirannya di pucuk pimpinan diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas layanan kesehatan dasar, tetapi juga semakin menegaskan bahwa profesi apoteker memiliki kontribusi strategis dalam membangun sistem kesehatan Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/resmi-dilantik-wali-kota-munafri-arifuddin-apoteker-rico-nahkodai-puskesmas-kapasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sang Apoteker Kembali ke Rektorat: Jejak Inspiratif Prof. Subehan Mengemban Amanah sebagai Wakil Rektor II Unhas</title>
		<link>https://iainews.net/sang-apoteker-kembali-ke-rektorat-jejak-inspiratif-prof-subehan-mengemban-amanah-sebagai-wakil-rektor-ii-unhas/</link>
					<comments>https://iainews.net/sang-apoteker-kembali-ke-rektorat-jejak-inspiratif-prof-subehan-mengemban-amanah-sebagai-wakil-rektor-ii-unhas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2026 03:17:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[#IKAFARMASIUNHAS]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[Kongres IAI Medan]]></category>
		<category><![CDATA[pciaimakassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15772</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR, IAI News &#8212; Seorang apoteker kembali dipercaya mengemban amanah strategis di jajaran pimpinan Universitas...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>MAKASSAR, IAI News</strong></em> &#8212; Seorang apoteker kembali dipercaya mengemban amanah strategis di jajaran pimpinan Universitas Hasanuddin. Prof. Subehan, S.Si., M.Pharm.Sc., Ph.D., Apt., resmi dilantik sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Keuangan (WR II) Universitas Hasanuddin periode 2026–2030 pada Selasa, 7 Juli 2026.</p>
<p>Pelantikan ini bukan sekadar penugasan struktural, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi profesi apoteker. Dari laboratorium tempat meracik ilmu dan inovasi hingga ruang rektorat tempat merumuskan kebijakan strategis, Prof. Subehan membuktikan bahwa kompetensi seorang apoteker mampu memberikan kontribusi nyata dalam memimpin salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia.</p>
<p><img data-dominant-color="767aad" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #767aad;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-15774 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/unhas-2.jpg" alt="" width="993" height="641" /></p>
<p>Lahir di Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, perjalanan Prof. Subehan merupakan potret ketekunan yang melampaui batas geografis. Saat menempuh pendidikan doktor di Universitas Toyama, Jepang, ia menjalani kehidupan akademik yang penuh disiplin. Hari-harinya diisi dengan aktivitas penelitian di laboratorium, sementara perannya sebagai asisten laboratorium menjadi ruang untuk memperdalam ilmu sekaligus membimbing mahasiswa lain.</p>
<p>Dedikasi yang ditunjukkannya sejak masa studi membuat kompetensinya diakui bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan. Berbagai tawaran menjadi dosen dari sejumlah perguruan tinggi telah datang menghampiri sebelum ia resmi meraih gelar doktor.</p>
<p>Kecintaan Prof. Subehan terhadap ilmu kefarmasian tumbuh sejak masa kecil di lingkungan pedesaan yang masih memegang kuat tradisi pengobatan herbal. Pengalaman tersebut menanamkan keyakinan bahwa Indonesia memiliki kekayaan hayati yang luar biasa dan layak dikembangkan sebagai sumber obat masa depan.</p>
<p>Keyakinan itu kemudian menjadi fondasi perjalanan akademiknya. Sejak menjadi mahasiswa, ia menaruh perhatian besar pada penelitian obat tradisional dan tanaman obat Indonesia. Konsistensi dalam bidang tersebut membawanya dikenal di tingkat nasional maupun internasional sebagai peneliti yang aktif memperkenalkan potensi biodiversitas Indonesia melalui berbagai forum ilmiah di berbagai negara.</p>
<p>Sebelum dipercaya menjadi Wakil Rektor II, Prof. Subehan telah menorehkan rekam jejak kepemimpinan yang kuat, mulai dari tingkat jurusan hingga menjabat sebagai Dekan Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam mengemban amanah baru mengelola bidang perencanaan, pengembangan, dan keuangan universitas.</p>
<p>Dalam perannya sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, dan Keuangan (WR II) Universitas Hasanuddin, Prof. Subehan membawa visi untuk memperkuat tata kelola Universitas Hasanuddin melalui sistem perencanaan yang lebih terukur, terintegrasi, dan berorientasi pada masa depan. Ia berkomitmen membangun pengelolaan anggaran yang transparan, akuntabel, serta mampu mendukung pengembangan seluruh kawasan kampus Unhas, mulai dari Tamalanrea, Barayya, hingga Gowa.</p>
<p>Di balik berbagai capaian tersebut tersimpan kisah perjuangan yang tidak ringan. Meninggalkan kampung halaman demi mengejar pendidikan merupakan salah satu keputusan terbesar dalam hidupnya. Namun, prestasi akademik yang telah diraih sejak bangku sekolah, ditambah doa serta dukungan keluarga dan sahabat, menjadi kekuatan yang terus mengiringi setiap langkahnya.</p>
<p>Prinsip hidup yang selalu dipegangnya pun sederhana, namun sarat makna: memanfaatkan setiap peluang dengan sepenuh hati, tidak terjebak dalam kegagalan, dan mencintai setiap pekerjaan yang dijalani. Baginya, ketika seseorang mencintai apa yang dikerjakannya, maka pekerjaan seberat apa pun akan berubah menjadi ladang pengabdian, bukan beban kehidupan.</p>
<p>Pada kesempatan pelantikan tersebut, Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. (Prof. JJ), menegaskan bahwa pelantikan para wakil rektor menjadi momentum untuk memperkuat semangat, komitmen, serta dukungan moral dan spiritual dalam menjalankan amanah kepemimpinan.</p>
<p>Prof. JJ mengajak seluruh jajaran pimpinan universitas untuk bersama-sama mengawal transformasi Universitas Hasanuddin pada periode kepemimpinan keduanya, sehingga mampu terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi, masyarakat, dan bangsa.</p>
<p>Bagi seorang apoteker, meracik bukan sekadar mencampurkan bahan menjadi obat. Di dalamnya terdapat ketelitian, kehati-hatian, integritas, dan tanggung jawab besar terhadap kehidupan manusia.</p>
<p>Nilai-nilai itulah yang kini dibawa Prof. Subehan ke ruang-ruang kebijakan Universitas Hasanuddin. Jika dahulu ia meracik formula penyembuh di laboratorium, kini ia dipercaya merancang formula pembangunan institusi melalui perencanaan yang matang, pengelolaan keuangan yang transparan, serta kebijakan yang berpihak pada kemajuan akademik.</p>
<p>Selamat mengemban amanah, Prof. Subehan.</p>
<p>Semoga setiap kebijakan yang lahir senantiasa dirancang dengan kebijaksanaan, setiap anggaran dikelola dengan integritas, dan setiap langkah kepemimpinan menjadi ikhtiar menghadirkan Universitas Hasanuddin yang semakin unggul, berdaya saing global, serta memberi manfaat luas bagi Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/sang-apoteker-kembali-ke-rektorat-jejak-inspiratif-prof-subehan-mengemban-amanah-sebagai-wakil-rektor-ii-unhas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tembus Ombak demi Generasi Bebas Stunting: Mengintip Riset Farmakoekonomi Doktoral apt. Rahmah Mustarin di Pulau Barrang Lompo</title>
		<link>https://iainews.net/tembus-ombak-demi-generasi-bebas-stunting-mengintip-riset-farmakoekonomi-doktoral-apt-rahmah-mustarin-di-pulau-barrang-lompo/</link>
					<comments>https://iainews.net/tembus-ombak-demi-generasi-bebas-stunting-mengintip-riset-farmakoekonomi-doktoral-apt-rahmah-mustarin-di-pulau-barrang-lompo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2026 02:11:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#pdiaisulsel]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan Stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15765</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR, IAI News – Penanganan stunting tidak hanya soal pemenuhan gizi, melainkan juga tentang efisiensi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>MAKASSAR, IAI News</strong></em> – Penanganan stunting tidak hanya soal pemenuhan gizi, melainkan juga tentang efisiensi dan efektivitas intervensi kesehatan yang diberikan. Sudut pandang baru inilah yang tengah digali oleh apt. Rahmah Mustarin, S.Farm., M.PH, melalui penelitian Program Doktor (S3) di Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas). Dalam penelitiannya, ia menyoroti penanggulangan stunting dari perspektif farmakoekonomi, sebuah disiplin ilmu yang mengukur nilai, biaya, dan luaran (<em>outcome</em>) dari suatu terapi maupun intervensi kesehatan.</p>
<p>Guna mengumpulkan data riil di lapangan, apt. Rahmah Mustarin bersama tim peneliti melakukan aksi jemput bola ke wilayah kepulauan Kota Makassar. Pada Selasa (30/6/2026), tim peneliti menginjakkan kaki di Puskesmas Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar.</p>
<p>Di pulau tersebut, tercatat sebanyak 30 anak mengalami stunting berdasarkan data Puskesmas Barrang Lompo. Jumlah tersebut menjadi subjek utama dalam pengambilan data komprehensif terkait efektivitas biaya (<em>cost-effectiveness</em>) dari program penanganan stunting yang selama ini telah berjalan.</p>
<p>Letak geografis lokasi penelitian yang berada di seberang lautan menghadirkan cerita tersendiri bagi tim peneliti. Salah satu tantangan terbesar sekaligus paling berkesan dalam riset ini adalah keharusan menyeberangi Selat Makassar menggunakan kapal cepat (<em>jet boat</em>). Perjalanan membelah ombak tersebut justru menjadi penyemangat sekaligus pengalaman berharga bagi seluruh anggota tim dalam upaya memperoleh data yang valid.</p>
<p>Setibanya di lokasi, proses pengambilan data dilakukan secara langsung melalui pengisian kuesioner stunting. Untuk memastikan data yang diperoleh akurat, proses pengisian kuesioner dipandu dan didampingi langsung oleh apt. Rahmah Mustarin, dengan dukungan aktif tim peneliti Fakultas Farmasi Unhas serta kerja sama yang baik dari tim Puskesmas Barrang Lompo.</p>
<figure id="attachment_15768" aria-describedby="caption-attachment-15768" style="width: 942px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="b9a79c" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #b9a79c;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15768 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/Makassar-2.jpg" alt="" width="942" height="530" /><figcaption id="caption-attachment-15768" class="wp-caption-text">apt. Rahmah Mustarin memberikan arahan dan pendampingan langsung pada pengambilan data penelitian stunting di Puskesmas Pulau Barrang Lompo.</figcaption></figure>
<p>Penelitian ini juga menyoroti peran strategis apoteker dalam ranah kesehatan masyarakat (<em>public health</em>). Sebagai calon doktor, apt. Rahmah Mustarin ingin menunjukkan bahwa apoteker memiliki kontribusi penting dalam menganalisis kelayakan ekonomi berbagai intervensi kesehatan, mulai dari pemberian suplemen, vitamin, makanan tambahan, hingga obat-obatan yang didistribusikan kepada anak dengan stunting.</p>
<p>Melalui pendekatan farmakoekonomi, penelitian ini akan menganalisis apakah anggaran yang dikeluarkan pemerintah maupun fasilitas pelayanan kesehatan telah menghasilkan luaran klinis berupa perbaikan status gizi dan pertumbuhan anak secara optimal, sekaligus memberikan nilai yang <em>cost-effective</em>. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran ilmiah mengenai efektivitas program penanganan stunting, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik geografis dan tantangan pelayanan kesehatan yang berbeda dengan wilayah daratan.</p>
<p>Menutup rangkaian pengambilan data di Pulau Barrang Lompo, apt. Rahmah Mustarin menyampaikan harapannya agar penelitian doktoral ini tidak hanya menjadi karya akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pembangunan kesehatan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Harapan kami, data yang diperoleh dari 30 anak di Pulau Barrang Lompo ini dapat memberikan manfaat yang nyata. Kami ingin hasil analisis farmakoekonomi ini nantinya dapat menjadi rekomendasi ilmiah bagi para pembuat kebijakan, khususnya Dinas Kesehatan Kota Makassar, dalam menyusun strategi intervensi stunting yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran bagi masyarakat kepulauan,&#8221; ujar apt. Rahmah.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/tembus-ombak-demi-generasi-bebas-stunting-mengintip-riset-farmakoekonomi-doktoral-apt-rahmah-mustarin-di-pulau-barrang-lompo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sinergi Lintas Sektor, PC IAI Wajo Gelar FGD Pengendalian Resistensi Antimikroba</title>
		<link>https://iainews.net/sinergi-lintas-sektor-pc-iai-wajo-gelar-fgd-pengendalian-resistensi-antimikroba/</link>
					<comments>https://iainews.net/sinergi-lintas-sektor-pc-iai-wajo-gelar-fgd-pengendalian-resistensi-antimikroba/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2026 01:24:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[#pdiaisulsel]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[Kongres IAI Medan]]></category>
		<category><![CDATA[pciaiwajo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15757</guid>

					<description><![CDATA[SENGKANG, IAI News &#8212; Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Kabupaten Wajo menyelenggarakan Focus...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>SENGKANG, IAI News</strong></em> &#8212; Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Kabupaten Wajo menyelenggarakan <em>Focus Group Discussion</em> (FGD) lintas sektor bertajuk &#8220;Penggunaan Antibiotik yang Rasional di Kabupaten Wajo: Membangun Kesepahaman Implementasi Kebijakan Antibiotik&#8221; di Aula Sipakalebbi, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Wajo, Jumat (3/7/2026).</p>
<p>Kegiatan ini merupakan upaya PC IAI Wajo untuk memperkuat penggunaan antibiotik secara rasional sekaligus mendukung pengendalian resistensi antimikroba (<em>Antimicrobial Resistance</em>/AMR) melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Wajo.</p>
<figure id="attachment_15758" aria-describedby="caption-attachment-15758" style="width: 818px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="a39d91" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #a39d91;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15758 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/Wajo-1.jpg" alt="" width="818" height="1090" /><figcaption id="caption-attachment-15758" class="wp-caption-text">Sambutan dan Sekaligus Membuka Kegiatan FGD : “Penggunaan Antibiotik yang Rasional di Kabupaten Wajo: Membangun Kesepahaman Implementasi Kebijakan Antibiotik.” Oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab Wajo Dr. drg. Hj. Armin A.R., M.Kes.</figcaption></figure>
<p>Ketua PC IAI Kabupaten Wajo, apt. Rahmah Mustarin, S.Farm., M.PH, menjelaskan bahwa FGD tersebut bertujuan mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan, menghimpun masukan dari lintas sektor, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi acuan pemerintah daerah dalam pengendalian penggunaan antibiotik.</p>
<p>&#8220;Resistensi antimikroba merupakan ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin membangun kesepahaman agar implementasi kebijakan terkait pengawasan dan penggunaan antibiotik di Kabupaten Wajo dapat berjalan lebih optimal, terukur, dan tepat sasaran,&#8221; ujar apt. Rahmah.</p>
<p>FGD menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, organisasi profesi, pengawas obat, legislatif, dan akademisi. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pengurus Daerah (PD) IAI Sulawesi Selatan, apt. Andi Alfian, S.Si., M.Si., Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Wajo Fery Surachmat, S.E., S.Farm., M.AP, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo drg. Hj. Armin A.R., M.Kes. yang didampingi apt. Sri Muntani, S.Si., M.AP, serta perwakilan Loka POM, Sabaruddin, S.Si.</p>
<p>Selain itu, diskusi juga diikuti oleh perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Wajo, Perhimpunan Seminat Farmasi Masyarakat (HISFARMA) PD IAI Sulawesi Selatan yang diwakili apt. Ridwan, S.Si., serta akademisi dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Almarisah Madani (UNIVERAL), dan Universitas Mega Buana (UMB) Palopo bersama jajaran pengurus PC IAI Wajo.</p>
<p>Forum yang berlangsung sejak pukul 08.00 WITA tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari pola peresepan antibiotik, pengawasan distribusi obat, hingga pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan antibiotik secara bijak dan bahaya <em>self-medication</em> tanpa indikasi yang tepat.</p>
<p>Hasil pembahasan akan dirumuskan menjadi dokumen rekomendasi kebijakan yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Kabupaten Wajo, khususnya Dinas Kesehatan dan DPRD, dalam memperkuat regulasi serta pengawasan penggunaan antibiotik di daerah.</p>
<figure id="attachment_15759" aria-describedby="caption-attachment-15759" style="width: 890px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="979891" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #979891;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-15759 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/Wajo-2.jpg" alt="" width="890" height="501" /><figcaption id="caption-attachment-15759" class="wp-caption-text">Foto Bersama Pada Kegiatan FGD “Penggunaan Antibiotik yang Rasional di Kabupaten Wajo : Membangun Kesepahaman Implementasi Kebijakan Antibiotik.”</figcaption></figure>
<p>Dalam forum tersebut, para peserta juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menghadapi tantangan resistensi antimikroba. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, pengawas obat, tenaga kesehatan, dan akademisi dinilai menjadi faktor penting untuk mewujudkan sistem pengawasan penggunaan antibiotik yang lebih efektif dan terintegrasi.</p>
<p>Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh perwakilan instansi yang hadir. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen lintas sektor dalam mendukung implementasi kebijakan penggunaan antibiotik yang rasional di Kabupaten Wajo.</p>
<p>Menutup kegiatan, apt. Rahmah Mustarin menegaskan bahwa FGD dan penandatanganan pakta integritas merupakan langkah awal dari upaya berkelanjutan dalam pengendalian resistensi antimikroba di Kabupaten Wajo.</p>
<p>&#8220;FGD dan pakta integritas yang kita tandatangani hari ini merupakan fondasi awal. Selanjutnya, tim perumus dari IAI bersama akademisi akan menyusun rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Wajo sebagai bahan penyusunan regulasi daerah,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia berharap kolaborasi lintas sektor yang telah terbangun dapat terus berlanjut sehingga penggunaan antibiotik yang rasional semakin terwujud dan masyarakat Kabupaten Wajo memperoleh perlindungan yang lebih baik dari ancaman resistensi antimikroba.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/sinergi-lintas-sektor-pc-iai-wajo-gelar-fgd-pengendalian-resistensi-antimikroba/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dosen FK Unila Sosialisasikan Cara Menyimpan Obat yang Benar kepada Warga Sekitar Kampus</title>
		<link>https://iainews.net/dosen-fk-unila-sosialisasikan-cara-menyimpan-obat-yang-benar-kepada-warga-sekitar-kampus/</link>
					<comments>https://iainews.net/dosen-fk-unila-sosialisasikan-cara-menyimpan-obat-yang-benar-kepada-warga-sekitar-kampus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2026 01:06:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[Bandar Lampung]]></category>
		<category><![CDATA[dosen FK UNILA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15752</guid>

					<description><![CDATA[BANDAR LAMPUNG, IAI News &#8212;  Tim dosen dari Program Studi Farmasi dan Program Studi Pendidikan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>BANDAR LAMPUNG, IAI News</strong></em> &#8212;  Tim dosen dari Program Studi Farmasi dan Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila) menggelar sosialisasi mengenai cara penyimpanan obat yang benar kepada masyarakat di lingkungan sekitar Kampus FK Unila, Senin (11/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman warga tentang pentingnya penyimpanan obat yang tepat untuk menjaga mutu, keamanan, dan efektivitas obat di tingkat rumah tangga.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan edukasi mengenai berbagai kesalahan yang masih sering dilakukan dalam menyimpan obat, seperti meletakkan obat di tempat yang lembap, terpapar sinar matahari langsung, atau menyimpan seluruh obat sirup di dalam lemari pendingin tanpa memperhatikan ketentuan penyimpanannya. Padahal, cara penyimpanan yang tidak tepat dapat menurunkan stabilitas zat aktif sehingga memengaruhi khasiat obat.</p>
<p><img data-dominant-color="716c61" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #716c61;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-15754 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/07/dosen-fk-unila-2.jpg" alt="" width="999" height="562" /></p>
<p>Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya menyimpan obat sesuai dengan suhu yang dianjurkan, menjauhkan obat dari jangkauan anak-anak, serta mempertahankan obat dalam kemasan aslinya untuk mencegah kontaminasi dan memudahkan identifikasi informasi obat.</p>
<p>Perwakilan tim pengabdian masyarakat, apt. Okta Puspita, M.Clin.Pharm., menegaskan bahwa penyimpanan obat bukan hanya berkaitan dengan kerapian, tetapi juga menyangkut aspek keamanan dan keselamatan pasien.</p>
<p>&#8220;Kesalahan yang paling sering kami temukan adalah warga menyimpan semua jenis sirup di dalam kulkas, padahal tidak semua obat membutuhkan suhu dingin. Ada juga yang meletakkannya di dekat jendela yang panas. Jika stabilitas zat aktifnya rusak, obat tersebut bisa menjadi tidak berkhasiat atau bahkan membahayakan kesehatan,&#8221; ujar apt. Okta Puspita.</p>
<p>Sebagai bagian dari edukasi, tim dosen juga membagikan panduan praktis mengenai penyimpanan obat di rumah. Mayoritas obat dalam bentuk tablet dan kapsul sebaiknya disimpan pada suhu ruang sekitar 15–25°C, di tempat yang kering serta terhindar dari paparan panas. Sementara itu, obat-obat tertentu seperti insulin dan beberapa jenis obat tetes mata memerlukan penyimpanan pada suhu 2–8°C di dalam lemari pendingin, namun tidak boleh ditempatkan di dalam freezer.</p>
<p>Tim juga mengingatkan bahwa paparan sinar matahari secara langsung dapat mempercepat proses oksidasi zat aktif obat. Selain itu, kamar mandi bukan merupakan tempat yang ideal untuk menyimpan obat karena tingkat kelembapannya yang tinggi dapat menyebabkan tablet menjadi lembek, rusak, bahkan berjamur.</p>
<p>Salah seorang peserta, Sumiyati (45), mengaku memperoleh pengetahuan baru melalui kegiatan tersebut. Selama ini ia mengira seluruh obat sirup harus disimpan di dalam kulkas agar lebih awet.</p>
<p>&#8220;Saya pikir semua obat sirup itu harus masuk kulkas supaya awet, ternyata ada yang tidak boleh karena bisa menggumpal. Selama ini saya juga menyimpan obat di rak dapur dekat kompor agar mudah diambil, padahal panas dari kompor bisa merusak kualitas obat,&#8221; ungkap Sumiyati.</p>
<p>Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim dosen FK Unila berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penyimpanan obat yang benar sebagai bagian dari penggunaan obat yang rasional. Edukasi tersebut juga diharapkan mampu mendorong terwujudnya keluarga yang sadar obat, sehingga mutu obat tetap terjaga, efektivitas terapi dapat dipertahankan, serta risiko kerusakan dan pemborosan obat akibat penyimpanan yang tidak tepat dapat diminimalkan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/dosen-fk-unila-sosialisasikan-cara-menyimpan-obat-yang-benar-kepada-warga-sekitar-kampus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
