<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>perempuan &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/perempuan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Mar 2026 02:42:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>perempuan &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bersatu Melawan Kanker – Peringatan Hari Kanker Sedunia 2026</title>
		<link>https://iainews.net/bersatu-melawan-kanker-peringatan-hari-kanker-sedunia-2026/</link>
					<comments>https://iainews.net/bersatu-melawan-kanker-peringatan-hari-kanker-sedunia-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 02:42:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Ainun Jariah]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[health manager]]></category>
		<category><![CDATA[IWAPI]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[PD IAI Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[YKI]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=11999</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR, IAINews &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia yang setiap tahunnya jatuh pada 4...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MAKASSAR, IAINews &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia yang setiap tahunnya jatuh pada 4 Februari, diselenggarakan kegiatan bertajuk ’Protect Women’s Health From Cancer &amp; The Benefit of Yoga’.</p>
<p>Kegiatan ini diinisiasi oleh   Ketua IWAPI DPD Sulsel, Dr. apt. Ainun Jariah.,S.Farm.,M.Kes yang bersinergi dengan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Koordinator Sulawesi Selatan dan Laboratorium Klinik Prodia.</p>
<p>Acara ini dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Februari 2026 mulai pukul 12.00 WITA di Klinik Prodia di Jalan Jendral Sudirman Makassar.</p>
<p><img data-dominant-color="c4c7c7" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #c4c7c7;" fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-12000 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/03/World-Cancer-Day.jpg" alt="" width="602" height="602" /></p>
<p>Kehadiran para tamu yang melakukan talk show para peringatan hari kanker sedunia yang dirangkaikan dengan HUT IWAPI Ke-51 diantaranya dr. M. Husni Cangara.,Ph.D.,SpPA(K), DFM, pengurus YKI &amp; Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomi Makassar, Dr.apt. Hj. Ainun Jariah.,S.Farm.,M.Kes, Ketua IWAPI DPD Sulsel dan juga PD IAI Sulsel, Nuriah Pingkan.,S.Sos.,RYT, pengurus IWAPI dan guru Yoga, Serta Andi Heriadi Palloge.,M.Biomed., Regional Product Executive.</p>
<p>Dalam talk show memperingati Hari Kanker Sedunia 2026 di Makassar, materi yang disampaikan oleh Dr. apt. Hj. Ainun Jariah, S.Farm., M.Kes. sangat komprehensif karena menggabungkan tiga perspektif utamanya: sebagai Apoteker, Pengusaha Wanita, dan Akademisi/Praktisi Kesehatan.</p>
<p>Sebagai pakar farmasi, apt. Ainun menekankan pada ‘Drug Management &amp; Patient Safety’ dalam terapi kanker:</p>
<ul>
<li>Aksesibilitas Obat: Membahas pentingnya ketersediaan obat-obatan kemoterapi dan terapi suportif di apotek-apotek serta fasilitas kesehatan di Sulawesi Selatan agar pasien tidak mengalami hambatan pengobatan.</li>
<li>Peran Apoteker dalam Pendampingan: Menjelaskan bahwa apoteker bukan sekadar pemberi obat, tapi pendamping pasien untuk memantau efek samping (ESO) dan memastikan kepatuhan minum obat oral antikanker.</li>
<li>Edukasi Obat Herbal vs Medis: Mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap klaim &#8220;obat herbal&#8221; yang menjanjikan kesembuhan instan tanpa bukti klinis, yang sering kali justru memperburuk kondisi pasien.</li>
</ul>
<p>Perspektif Pemberdayaan Perempuan (Ketua IWAPI DPD Sulsel)</p>
<p>Mengingat mayoritas kasus kanker (seperti kanker payudara dan serviks) menyerang perempuan, PT. Ainun menyoroti sisi sosial-ekonomi:</p>
<ul>
<li>Kemandirian Ekonomi Pasien &amp; Survivor: Bagaimana IWAPI berperan dalam memberikan dukungan bagi penyintas kanker agar tetap produktif secara ekonomi meskipun sedang dalam masa pengobatan.</li>
<li>Peran Ibu sebagai &#8220;Health Manager&#8221; Keluarga: Menekankan bahwa perempuan/ibu adalah kunci utama dalam mendeteksi perubahan kesehatan pada anggota keluarga dan penggerak gaya hidup sehat (pola makan) di rumah.</li>
<li>Support System: Mengajak para pengusaha wanita untuk lebih peduli terhadap karyawan perempuan melalui penyediaan fasilitas <em>screening</em> rutin di tempat kerja.</li>
</ul>
<p>Kampanye Gaya Hidup Sehat &amp; Pencegahan</p>
<ul>
<li>Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS): apt. Ainun secara aktif mengampanyekan pembatasan makanan olahan dan bahan tambahan pangan (BTP) berbahaya yang bersifat karsinogenik.</li>
<li>Deteksi Dini: Mendukung penuh gerakan pemeriksaan mandiri (SADARI) dan pemeriksaan medis (Papsmear/IVA Test) sebagai langkah konkret menutup celah kesenjangan layanan (<em>Close the Care Gap</em>).</li>
</ul>
<p>Sinergi Lintas Sektor</p>
<p>Apt. Ainun lebih jauh menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi profesi (IAI), organisasi pengusaha (IWAPI), dan pemerintah (YKI/Dinkes) untuk menciptakan ekosistem pendukung bagi penyintas kanker di Makassar dan Sulawesi Selatan secara umum.</p>
<p>Ditemui pada kegiatan tersebut Dr. apt. Ainun menghimbau kepada masyarakat yang hadir untuk memperkuat komitmen dan kesadaran tentang kanker.</p>
<p>”Mari kita perkuat komitmen untuk meningkatkan kesadaran, deteksi dini, dan akses pengobatan yang merata bagi semua,” ungkap apt. Ainun.</p>
<p>”Kanker bukan hanya perjuangan individu, tapi tanggung jawab kita bersama untuk memberikan dukungan tanpa henti bagi para pejuang dan penyintas,” lanjutnya.</p>
<p>Dr. M. Husni Cangara, Ph.D., Sp.PA(K), DFM sebagai pakar Patologi Anatomi sekaligus pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) di Makassar, memberikan materi yang berfokus pada dua pilar utama: ketepatan diagnosis (presisi) dan pemerataan akses layanan (ekuitas).</p>
<p>&#8220;Kanker adalah musuh yang cerdik, tapi dengan diagnosis patologi yang presisi dan akses pengobatan yang setara di Makassar, kita bisa menutup celah kesenjangan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa,&#8221; ungkapnya sebelum menutup talk shownya.</p>
<p>Materi yang dibawakan oleh Nuriah Pingkan, S.Sos., RYT menonjolkan sisi kesehatan holistik (body, mind, and soul) serta dukungan komunitas.</p>
<p>Sebagai pengurus IWAPI sekaligus instruktur Yoga bersertifikat (<em>Registered Yoga Teacher</em>), Nuriah Pingkan fokus pada bagaimana mengelola stres dan menjaga kebugaran fisik bagi penyintas maupun masyarakat umum guna mencegah kanker.</p>
<p>Pesan Utamanya (Key Takeaway): &#8220;Kesehatan bukan hanya tentang apa yang kita makan, tapi juga tentang apa yang kita pikirkan dan bagaimana kita menggerakkan tubuh. Mari gunakan Yoga untuk berdamai dengan diri sendiri dan memperkuat pertahanan tubuh melawan kanker.&#8221;</p>
<p>Selain itu, materi yang dibawakan oleh Andi Heriadi Palloge, M.Biomed. sebagai <em>Regional Product Executive</em> Prodia berfokus pada pemanfaatan teknologi laboratorium terkini dan pergeseran paradigma dari pengobatan ke pencegahan (preventif).</p>
<p>Sebagai ahli di bidang Biomedis, Andi Heriadi membedah bagaimana inovasi diagnostik dapat &#8220;Menutup Celah Perawatan&#8221; (<em>Close the Care Gap</em>).</p>
<p>Kemudian menyampaikan kutipan utama &#8220;Di tahun 2026 ini, teknologi medis sudah sangat maju. Kunci melawan kanker bukan lagi tentang seberapa kuat obatnya, tapi seberapa cepat kita menemukannya. Deteksi dini bukan sekadar pemeriksaan, tapi investasi untuk masa depan yang lebih panjang,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Harapan Tak Pernah Padam</p>
<p>Di Hari Kanker Sedunia 2026 ini, mari kita kirimkan doa dan energi positif kepada mereka yang sedang berjuang, mereka yang telah bertahan, dan keluarga yang setia menemani. Satu tindakan kecil kita—baik itu edukasi maupun dukungan moral—bisa menjadi harapan besar bagi orang lain.</p>
<p>Kanker mungkin bisa melemahkan tubuh, tapi ia tak akan pernah bisa melumpuhkan semangat manusia. Mari hidup lebih sehat dan rutin lakukan deteksi dini. Kita kuat karena kita bersama.</p>
<p>Mengingat tema global berkelanjutan adalah &#8220;<em>Close the Care Gap</em>&#8220;, pastikan Anda menekankan pentingnya akses kesehatan yang setara untuk semua orang, terlepas dari latar belakang ekonominya.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/bersatu-melawan-kanker-peringatan-hari-kanker-sedunia-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Kanker Serviks, KORPRI BPOM Resmikan Gerakan Nasional 1 Juta Vaksin Serviks</title>
		<link>https://iainews.net/cegah-kanker-serviks-korpri-bpom-resmikan-gerakan-nasional-1-juta-vaksin-serviks/</link>
					<comments>https://iainews.net/cegah-kanker-serviks-korpri-bpom-resmikan-gerakan-nasional-1-juta-vaksin-serviks/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 13:06:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[ASN]]></category>
		<category><![CDATA[bpom]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan 1 Juta Vaksin Serviks]]></category>
		<category><![CDATA[kanker serviks]]></category>
		<category><![CDATA[KORPRI]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Taruna Ikrar]]></category>
		<category><![CDATA[Tresnawati]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin serviks]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=10092</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, IAINews – Guna memperkuat perlindungan kesehatan ASN, khususnya perempuan, dari ancaman kanker serviks, Dewan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, IAINews – Guna memperkuat perlindungan kesehatan ASN, khususnya perempuan, dari ancaman kanker serviks, Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) bersama BPOM secara resmi meluncurkan Program “Satu Juta Vaksin Serviks”.</p>
<p>Program bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan istri ASN di seluruh Indonesia ini diluncurkan pada Jumat, 28 November 2025 dan mulai dilaksanakan pada Oktober 2025.</p>
<p>Kanker serviks menjadi penyakit yang merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi bagi perempuan di Indonesia.</p>
<p><img data-dominant-color="787578" data-has-transparency="true" style="--dominant-color: #787578;" decoding="async" class="size-medium wp-image-10093 aligncenter has-transparency" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/11/Screenshot-629-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Dalam sambutannya, Ketua Umum DPKN sekaligus Kepala Badan Kepegawaian Negara Zudan Arif Fakrulloh menyampaikan pentingnya gerakan ini sebagai upaya kolektif menjaga kesehatan ASN.</p>
<p>Zudan menegaskan, “Jumlah ASN kita sekitar 5,4 juta orang, separuhnya perempuan. Kanker serviks adalah pembunuh nomor satu bagi perempuan’’.</p>
<p>‘’Karena itu, KORPRI berikhtiar bersama BPOM menghadirkan Program Satu Juta Vaksin Serviks untuk ASN dan istri ASN dengan biaya terjangkau,” kata Zudan.</p>
<p>Dalam arahannya, Kepala BPOM Taruna Ikrar menekankan urgensi vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) sebagai salah satu bentuk perlindungan dini terhadap kanker serviks.</p>
<p>“Lebih dari 36.000 perempuan Indonesia terdiagnosis kanker serviks tiap tahun dan 70% di antaranya baru diketahui pada stadium lanjut. Padahal, 99% kasus disebabkan oleh infeksi HPV yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksinasi,” tutur Taruna.</p>
<p>Taruna Ikrar menjelaskan bahwa pelaksanaan Program “Satu Juta Vaksin Serviks” dilakukan secara bertahap hingga 2026 dan menjangkau 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, serta 105 kementerian/lembaga.</p>
<p>Dengan jumlah ASN yang sangat besar dan lebih dari separuhnya adalah perempuan, program ini diyakini akan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan perlindungan kesehatan di lingkungan birokrasi.</p>
<p>Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, seluruh kementerian/lembaga, serta industri farmasi penyedia vaksin yang telah berkolaborasi dalam percepatan vaksinasi HPV untuk ASN.</p>
<p>Vaksin HPV merupakan vaksin yang memberikan perlindungan terhadap virus penyebab kanker serviks dan kondisi pra‑kanker.</p>
<p>Vaksin ini bekerja dengan membantu tubuh membangun kekebalan sehingga virus tidak dapat berkembang menjadi infeksi berbahaya.</p>
<p>Hingga saat ini BPOM telah menyetujui 6 produk vaksin HPV, yaitu 3 vaksin HPV bivalen (Cervarix, Cecolin dan Vaceta), 2 vaksin HPV tetravalen (Gardasil, Nusagard), dan satu vaksin HPV nonavalen (Gardasil 9).</p>
<p>Dengan vaksinasi, risiko terjadinya perubahan sel abnormal di leher rahim dapat ditekan sejak dini sehingga mencegah perkembangan kanker.</p>
<p>“Bagi banyak perempuan, vaksin ini memberikan rasa aman karena mereka memiliki perlindungan tambahan sebelum pernah terpapar virus HPV,’’ tutur Taruna Ikrar.</p>
<p>‘’Dalam jangka panjang, vaksinasi HPV membantu mengurangi angka kematian akibat kanker serviks dan meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia,” ujar Kepala BPOM.</p>
<p>Sepakat dengan penjelasan Kepala BPOM, Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono menilai program ini sejalan dengan upaya nasional untuk menurunkan angka kanker serviks.</p>
<p>“Setiap tahun terdapat lebih dari 36.000 kasus baru kanker serviks di Indonesia dan banyak dari mereka baru mendapatkan diagnosis di tahap yang sudah berat,’’ papar Dante.</p>
<p>‘’Karena itu, vaksinasi HPV dan skrining rutin adalah pilar penting untuk mencegah kanker serviks sejak dini,” tegas Dante.</p>
<p>Program “Satu Juta Vaksin Serviks” juga memiliki manfaat besar bagi ASN, termasuk kemudahan akses terhadap vaksinasi, peningkatan pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini kanker, dan menjadi contoh nyata bagi masyarakat luas tentang pentingnya pencegahan.</p>
<p>Dengan memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan ASN, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk melakukan vaksinasi dan pemeriksaan rutin.</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi atas dorongan dan keterlibatannya dalam program besar ini, Kepala BPOM menerima penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) sebagai Pemrakarsa Rekor Gerakan Satu Juta Vaksin Kanker Serviks bagi ASN KORPRI secara Serentak di Seluruh Indonesia.</p>
<p>Penghargaan ini menjadi simbol komitmen kuat pemerintah Indonesia dalam upaya pencegahan kanker serviks secara nasional.</p>
<p>Dengan diluncurkannya program ini, KORPRI dan BPOM menegaskan langkah nyata menuju Indonesia yang lebih sehat.</p>
<p>Melalui perlindungan vaksin HPV, ASN perempuan dan keluarga ASN dapat memperoleh perlindungan dini agar tercipta aparatur negara yang lebih sehat, produktif, dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi bangsa.</p>
<p>Program ini bukan hanya bentuk perlindungan kesehatan, tetapi juga komitmen bersama untuk menurunkan beban kanker serviks di Indonesia secara berkelanjutan.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/cegah-kanker-serviks-korpri-bpom-resmikan-gerakan-nasional-1-juta-vaksin-serviks/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
