<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>peran apoteker &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/peran-apoteker/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Oct 2025 11:02:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.6</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>peran apoteker &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hari Kesehatan Mental Sedunia, Konseling Apoteker Minimalkan Efek Samping</title>
		<link>https://iainews.net/hari-kesehatan-mental-sedunia-konseling-apoteker-minimalkan-efek-samping/</link>
					<comments>https://iainews.net/hari-kesehatan-mental-sedunia-konseling-apoteker-minimalkan-efek-samping/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2025 11:02:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[10 Oktober]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kesehatan Mental Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[identifikasi interaksi obat]]></category>
		<category><![CDATA[obat psikotropika]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[riwayat pengobatan pasien]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8808</guid>

					<description><![CDATA[SEJARAH Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day) dimulai pada tahun 1992 atas inisiatif...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SEJARAH Hari Kesehatan Mental Sedunia (<em>World Mental Health Day</em>) dimulai pada tahun 1992 atas inisiatif dari Federasi Dunia untuk Kesehatan Mental (World Federation for Mental Health/WFMH), sebuah organisasi kesehatan mental global.</p>
<p>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Federasi Dunia untuk Kesehatan Mental (WFMH) memainkan peran kunci dalam mempromosikan hari ini, dengan tema yang berbeda setiap tahunnya untuk menyoroti aspek kesehatan mental tertentu.</p>
<p>Hari Kesehatan Mental Sedunia (<em>World Mental Health Day</em>) diperingati setiap tanggal 10 Oktober setiap tahunnya.</p>
<p><img data-dominant-color="83837e" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #83837e;" decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-8809 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Hari-Kesehatan-Mental-Sedunia-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Peringatan ini bertujuan untuk:</p>
<ul>
<li>Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu kesehatan mental.</li>
<li>Memobilisasi upaya untuk mendukung kesehatan mental.</li>
<li>Mengadvokasi melawan stigma sosial terkait masalah kesehatan mental.</li>
</ul>
<p>Setiap tahunnya peringatan ini mengusung tema global yang berbeda untuk menyoroti masalah kesehatan mental yang paling mendesak, seperti kesehatan mental remaja, kesehatan mental di tempat kerja, dan pencegahan bunuh diri.</p>
<p>Peringatan ini didukung secara luas oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan ribuan organisasi, pemerintah, serta individu di lebih dari 150 negara, menjadikannya platform strategis untuk meningkatkan kesadaran, melawan stigma, dan memobilisasi upaya untuk perawatan kesehatan mental.</p>
<p>Apoteker sebagai &#8216;Garda Terdepan&#8217; yang Terlupakan</p>
<p>Dalam hiruk pikuk perayaan Hari Kesehatan Mental Sedunia, fokus utama sering tertuju pada peran krusial para psikiater dan psikolog. Mereka adalah benteng utama dalam diagnosis dan psikoterapi.</p>
<p>Namun, ada satu profesi kesehatan yang perannya dalam rantai penanganan kesehatan mental sering terlewatkan, padahal mereka adalah &#8216;garda terdepan&#8217; yang paling mudah dijangkau masyarakat: apoteker.</p>
<p>Di tengah tingginya stigma dan rasa malu yang membuat banyak orang enggan melangkah ke klinik atau rumah sakit jiwa, apotek komunitas menjadi titik akses kesehatan yang paling netral dan nyaman.</p>
<p>Apoteker di balik meja adalah wajah pertama yang ditemui pasien saat mengambil resep obat, termasuk obat-obatan psikotropika yang sensitif. Inilah peluang emas yang sering terabaikan.</p>
<p>Apoteker bukan hanya juru hitung obat, tetapi seharusnya menjadi konselor dan pengawas terapi yang mampu menjalin konseling &#8216;hati ke hati&#8217;, mengubah meja apotek menjadi ruang aman, dan memastikan bahwa pengobatan mental tidak hanya tepat dosis, tetapi juga tepat jiwa.</p>
<p>Peran Ganda Apoteker (Meminimalkan &amp; Mengoptimalkan)</p>
<p>Peran pertama apoteker adalah meminimalkan efek samping. Hal ini adalah peran teknis farmasi yang krusial untuk memastikan keamanan terapi.</p>
<p>Apoteker dapat melakukan identifikasi dan edukasi efek samping. Jelaskan bahwa obat psikiatri (antidepresan, antipsikotik) sering memiliki efek samping yang membuat pasien takut atau enggan. Apoteker harus memberikan penjelasan detail tentang:</p>
<ul>
<li>Apa yang harus diwaspadai (misalnya, kantuk, pusing, mulut kering).</li>
<li>Kapan efek samping akan muncul (biasanya awal terapi).</li>
<li>Bagaimana cara mengatasinya (strategi sederhana).</li>
</ul>
<p>Peran lain apoteker Adalah memeriksa interaksi antara obat psikotropika dengan obat lain (misalnya obat penyakit kronis, obat bebas/suplemen) yang mungkin juga dikonsumsi pasien.</p>
<p>Peran apoteker sangat krusial dan memiliki tanggung jawab besar dalam memeriksa interaksi obat, terutama yang melibatkan obat psikotropika, demi keselamatan dan keberhasilan terapi pasien.</p>
<p>Lakukan Langkah-langkah berikut :</p>
<ol>
<li>Skrining dan Kajian Resep (Drug Review/Screening)</li>
</ol>
<p>Apoteker wajib melakukan kajian resep yang komprehensif, yang dikenal sebagai Skrining Klinis (Clinical Screening), yang meliputi:</p>
<ul>
<li>Identifikasi Interaksi Obat: Apoteker menggunakan pengetahuan farmakologi dan database interaksi obat untuk secara aktif mencari potensi interaksi antara:
<ul>
<li>Obat Psikotropika (seperti antidepresan, antipsikotik, atau anxiolytic) dengan obat resep lain yang dikonsumsi pasien (misalnya obat penyakit kronis seperti antihipertensi, obat diabetes, atau obat jantung).</li>
<li>Obat Psikotropika dengan Obat Bebas (OTC), Suplemen Herbal, atau Suplemen Makanan yang mungkin tidak tercantum dalam resep dokter namun dikonsumsi pasien. Banyak suplemen herbal (seperti St. John&#8217;s Wort) dapat memengaruhi metabolisme obat psikotropika.</li>
</ul>
</li>
<li>Kajian Kontraindikasi: Memastikan tidak ada kondisi pasien (misalnya kondisi medis tertentu) yang membuat obat psikotropika atau kombinasi obat menjadi berbahaya.</li>
<li>Duplikasi Terapi: Memeriksa apakah ada dua obat berbeda yang memiliki efek terapeutik atau efek samping yang sama, yang dapat meningkatkan risiko toksisitas.</li>
</ul>
<ol start="2">
<li>Pengambilan Riwayat Pengobatan Pasien (Medication History Taking)</li>
</ol>
<p>Karena pasien seringkali tidak memberitahu dokter tentang semua obat non-resep atau suplemen yang mereka konsumsi, apoteker memiliki peran penting untuk:</p>
<ul>
<li>Menggali Informasi Aktif: Melakukan wawancara langsung dengan pasien untuk mendapatkan daftar lengkap semua yang dikonsumsi pasien, termasuk:
<ul>
<li>Semua obat resep, bahkan dari dokter yang berbeda.</li>
<li>Obat bebas (misalnya obat flu, pereda nyeri).</li>
<li>Vitamin, mineral, dan suplemen herbal.</li>
<li>Alkohol, kafein, dan produk tembakau, karena dapat berinteraksi dengan psikotropika.</li>
</ul>
</li>
<li>Membuat Catatan Pengobatan Pasien (Patient Medication Record): Mendokumentasikan semua informasi obat untuk digunakan sebagai acuan dalam setiap pelayanan selanjutnya, terutama untuk pasien penyakit kronis yang sering berganti-ganti dokter atau apotek.</li>
</ul>
<ol start="3">
<li>Manajemen Masalah Terkait Obat (Drug Related Problems/DRP)</li>
</ol>
<p>Jika ditemukan potensi interaksi yang signifikan, apoteker bertanggung jawab untuk:</p>
<ul>
<li>Menentukan Prioritas Masalah: Menilai tingkat keparahan interaksi (minor, moderat, atau mayor/mengancam jiwa). Interaksi obat psikotropika sering kali berisiko tinggi (misalnya Sindrom Serotonin dari kombinasi antidepresan tertentu).</li>
<li>Komunikasi dengan Dokter: Wajib menghubungi dokter penulis resep untuk mendiskusikan temuan interaksi dan memberikan rekomendasi klinis. Rekomendasi dapat berupa penyesuaian dosis, perubahan jadwal minum obat, atau penggantian salah satu obat.</li>
<li>Pemberian Informasi Obat (PIO) kepada Pasien: Menjelaskan kepada pasien secara jelas dan sederhana mengenai:
<ul>
<li>Risiko interaksi yang mungkin terjadi.</li>
<li>Gejala yang harus diwaspadai (misalnya pusing, mengantuk berlebihan, atau palpitasi jantung).</li>
<li>Cara meminimalkan risiko (misalnya menjaga jarak waktu minum obat, menghindari makanan/minuman tertentu).</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ol start="4">
<li>Pemantauan Terapi Obat (PTO)</li>
</ol>
<p>Apoteker, terutama pada pasien dengan pengobatan psikotropika jangka panjang atau penyakit kronis, harus melakukan pemantauan berkelanjutan untuk:</p>
<ul>
<li>Mengevaluasi Efektivitas dan Keamanan: Memastikan terapi berhasil dan tidak muncul efek samping atau tanda-tanda interaksi yang merugikan.</li>
<li>Monitoring Efek Samping Obat (MESO): Mencatat dan melaporkan setiap efek samping, termasuk yang berasal dari interaksi obat, kepada Pusat Monitoring Efek Samping Obat Nasional.</li>
</ul>
<p>Strategi Tepat Guna :  teknik konseling seperti show-and-tell dan memastikan dosis serta waktu minum obat yang benar-benar dipahami oleh pasien/keluarga.</p>
<p>Mengoptimalkan Kesehatan Mental (Peran Dukungan Psikososial). Ini adalah bagian &#8220;Hati ke Hati&#8221; yang meningkatkan kualitas hidup pasien.</p>
<ul>
<li>Meningkatkan Kepatuhan (Adherence): konseling empati membangun kepercayaan, yang secara langsung meningkatkan motivasi pasien untuk rutin minum obat jangka panjang.</li>
<li>Konteks: Terapi obat psikiatri sering kali harus dilakukan dalam waktu yang lama.</li>
<li>Penekanan: Risiko kekambuhan akibat putus obat tanpa konsultasi.</li>
<li>Peran Sebagai Pendengar Empatik (<em>Active Listening</em>): Apoteker harus menciptakan ruang aman (safe space) bagi pasien untuk berbagi kecemasan tentang penyakitnya atau obatnya, tanpa menghakimi. Ini membantu pasien merasa didukung.</li>
<li>Mengikis Stigma dan Miskonsepsi: Apoteker dapat menggunakan konseling untuk meluruskan mitos-mitos negatif tentang gangguan mental dan obat-obatan, misalnya: &#8220;Obat ini tidak akan membuat Anda gila&#8221; atau &#8220;Gangguan mental itu sama dengan penyakit fisik lainnya.&#8221;</li>
</ul>
<p>Hari Kesehatan Mental Sedunia diciptakan sebagai hari internasional untuk pendidikan, kesadaran, dan advokasi global melawan stigma sosial dan untuk memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan mental.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/hari-kesehatan-mental-sedunia-konseling-apoteker-minimalkan-efek-samping/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peran Tenaga Farmasi dalam Menangani Diare: Attapulgite dan Pentingnya Edukasi Rasional untuk Cegah Komplikasi</title>
		<link>https://iainews.net/peran-tenaga-farmasi-tangani-diare-dengan-attapulgite/</link>
					<comments>https://iainews.net/peran-tenaga-farmasi-tangani-diare-dengan-attapulgite/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Nelly Sy.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2025 17:11:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[attapulgit]]></category>
		<category><![CDATA[attapulgite]]></category>
		<category><![CDATA[Diare]]></category>
		<category><![CDATA[komplikasi diare]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8548</guid>

					<description><![CDATA[DIARE masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Meski kerap dianggap ringan, penyakit...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>DIARE masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Meski kerap dianggap ringan, penyakit ini dapat menimbulkan <strong>komplikasi serius</strong> bila tidak ditangani dengan tepat. Berdasarkan <strong>Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023</strong>, diare menempati urutan <strong>kedua penyebab kematian balita usia 12–59 bulan</strong>, dengan prevalensi mencapai 7,6 % pada kelompok anak 1–4 tahun. Fakta ini menegaskan pentingnya <strong>peran tenaga farmasi</strong> dalam memberikan edukasi, skrining dini, dan rekomendasi obat yang rasional kepada masyarakat.</p>
<p>Sebagai upaya memperkuat pemahaman tersebut, <strong>Solusi Farma Indonesia</strong> bekerja sama dengan <strong>PT Harsen Laboratory</strong>, <strong>OTC Digest</strong>, dan <strong>RS Akademik UGM</strong> menyelenggarakan <em>Webinar Kefarmasian</em> bertema <em>“Optimalisasi Terapi Diare: Membandingkan Efektivitas Attapulgite dan Zat Antidiare Lainnya”</em> pada <strong>Selasa, 30 September 2025</strong>. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni <strong>apt. Yuri Pratiwi Utami, S.Farm, M.Si, C.Herbs</strong> dan <strong>Imanuel Aryo Dhirgantoro</strong>, dengan moderator <strong>Hanida Syafriani</strong>.</p>
<p><img data-dominant-color="e3e1e0" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #e3e1e0;" fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8549 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Optimalisasi-Terapi-Diare-1_Yuri-Pratiwi.avif" alt="Webinar Optimalisasi Terapi Diare" width="444" height="362" /></p>
<p>Pemateri pertama,<strong> apt. Yuri Pratiwi Utami</strong>, memaparkan secara mendalam tentang <strong>penanganan rasional diare dan peran Attapulgite</strong> sebagai agen adsorben. Ia menjelaskan mulai dari kondisi diare dan klasifikasinya, peran tenaga farmasi dalam memastikan masyarakat melakukan <strong>swamedikasi yang aman dan rasional, </strong>dan mencegah komplikasi jangka panjang.</p>
<p>Di setiap provinsi yang memiliki prevalesi terbesar, diare umumnya disebabkan sanitasi buruk, akses air bersih terbatas, dan kepadatan penduduk tinggi, sehingga cenderung memiliki prevalensi diare yang lebih tinggi. Hal ini menjadi masalah kesehatan yang signifikan dan merupakan penyakit menular yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemilihan obat secara rasional dan tepat jenis (farmakoterapi). Sehingga dapat memutuskan rantai progresivitas diare menuju komplikasi yang mengancam jiwa.</p>
<p><strong>Definisi Diare dan Kategori Diare</strong></p>
<p>Diare merupakan kondisi dimana intensitas keluar tinja lebih dari tiga kali dalam sehari dengan konsistensi yang lebih cair dan encer daripada biasanya (<em>World Health Organization, 2</em>024).</p>
<p>Selain itu, diare juga didefinisikan sebagai suatu kondisi di mana seseorang buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja, dan frekuensinya lebih sering (biasanya tiga kali atau lebih) dalam satu hari (Kemenkes RI, 2023).</p>
<p>Klasifikasi diare dibagi menjadi tiga yaitu berdasarkan waktu atau lamanya diare berlangsung yaitu diare akut, diare persisten dan diare kronis. Berdasarkan karakteristik fisiknya meliputi: diare akut, disentri, diare persisten dan diare dengan masalah lainnya. Sedangkan berdasarkan tingkat dehidrasinya meliputi: tanpa dehidrasi, dehidrasi ringan/sedang dan dehidrasi berat.</p>
<p>Berdasarkan kategori atau klasifikasi diare, sehingga perlu diketahui penyebab diare yakni penyebab langsung (faktor internal) dan penyebab tidak langsung (faktor eksternal).</p>
<p><img data-dominant-color="6c6a6e" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #6c6a6e;" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8550 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Optimalisasi-Terapi-Diare-2_Yuri-Pratiwi.avif" alt="Webinar Optimalisasi Terapi Diare" width="519" height="341" /></p>
<p><strong>Penyebab langsung </strong></p>
<ol>
<li><strong><em>Faktor Infeksi</em></strong>: Infeksi pada saluran pencernaan merupakan penyebab diare yang paling sering terjadi, yang umumnya menyebar melalui jalur fekal-oral (makanan atau air yang terkontaminasi tinja).</li>
<li><strong><em>Faktor Malabsorbsi</em></strong>: Diare terjadi karena usus gagal menyerap nutrisi tertentu, sehingga meningkatkan tekanan osmotik dalam usus dan menarik cairan keluar.</li>
</ol>
<ul>
<li>Intoleransi Laktosa: Gula susu tidak dapat dicerna karena kekurangan enzim laktase, menyebabkan diare osmotik. Ini adalah penyebab diare penting pada bayi dan anak.</li>
<li>Malabsorpsi Lemak dan Protein (sering terkait dengan penyakit pankreas atau usus).</li>
</ul>
<ol start="3">
<li><strong>Faktor Makanan </strong></li>
</ol>
<ul>
<li><em>Makanan Terkontaminasi</em>: makanan basi, beracun, atau kurang higienis (tidak dimasak matang).</li>
<li><em>Alergi Makanan tertentu</em>.</li>
<li><em>Pemanis Buatan</em>: konsumsi pemanis pengganti gula yang tidak diserap (seperti sorbitol atau manitol) dalam jumlah banyak, yang bertindak sebagai agen osmotik.</li>
</ul>
<ol start="4">
<li><strong>Faktor Psikologis</strong>: rasa <strong>takut</strong> dan <strong>cemas</strong> (stres) dapat memengaruhi motilitas (pergerakan) usus, meskipun faktor ini lebih sering ditemukan pada anak yang lebih besar atau orang dewasa.</li>
<li><strong>Faktor Kondisi Medis Kronis</strong>: penyebab ini sering dihubungkan dengan diare yang berlangsung lama (Diare Kronis, ≥14 hari).</li>
</ol>
<ul>
<li><em>Irritable Bowel Syndrome</em> (IBS),</li>
<li><em>Inflammatory Bowel Disease</em> (IBD) seperti Penyakit Crohn dan Kolitis Ulserativa.</li>
<li>Efek samping obat tertentu (misalnya antibiotik, obat kemoterapi, antasida magnesium).</li>
</ul>
<p><strong>Penyebab Tidak langsung </strong></p>
<ol>
<li><em>Faktor Lingkungan (Sanitasi)</em>: Kondisi sanitasi yang buruk adalah jalur utama penularan diare karena mencemari sumber air dan makanan.</li>
<li><em>Faktor Perilaku (Personal Hygiene)</em>: Kebiasaan atau praktik sehari-hari yang tidak sehat memindahkan kuman dari lingkungan ke mulut.</li>
<li><em>Faktor Penjamu (Kondisi Individu)</em>: Faktor pada individu yang meningkatkan kerentanan terhadap diare.</li>
<li><em>Faktor Sosial-Ekonomi dan Demografi</em>: Kondisi sosial masyarakat yang memengaruhi akses terhadap sanitasi dan pengetahuan.</li>
</ol>
<p>Komplikasi yang mungkin muncul bila diare tidak ditangani dengan tepat antara lain:</p>
<ol>
<li>Dehidrasi Berat (Kekurangan Cairan): Syok Hipovolemik dan Gangguan Kesadaran</li>
<li>Gangguan Keseimbangan Elektronik: Hipokalemia (Kekurangan Kalium), Asidosis Metabolik dan Kejang</li>
<li>Kerusakan Organ: Gagal Ginjal Akut dan kerusakan otak</li>
<li>Komplikasi Jangka Panjang (Khusus Untuk Diare Kronis): Malnutrisi dan Gangguan Tumbuh Kembang, Anemia, Penurunan Kualitas Hidup.</li>
<li>Komplikasi Lokal: Iritasi Usus</li>
</ol>
<p><strong>Alur Swamedikasi Diare </strong></p>
<p>Berdasarkan prinsip penanganan diare dan pedoman kesehatan di Indonesia, Alur Swamedikasi untuk Pengobatan Diare Akut yaitu “Swamedikasi hanya aman dilakukan pada kasus diare akut ringan hingga sedang dan tanpa tanda dehidrasi berat atau tanda bahaya”.</p>
<p>Langkah 1: Deteksi Dini Tanda Bahaya (Kondisi Wajib Rujuk)</p>
<p>Langkah 2: Rehidrasi (Penggantian Cairan dan Elektrolit)</p>
<p>Langkah 3: Terapi Penunjang (Khusus Anak/Balita)</p>
<p>Langkah 4: Penggunaan Obat Penghenti Diare (Antiperistaltik/Adsorben)</p>
<p>Langkah 5: Evaluasi dan Keputusan Rujuk</p>
<p><img data-dominant-color="97928d" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #97928d;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-8552 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Optimalisasi-Terapi-Diare-3_Yuri-Pratiwi.avif" alt="Peran Apoteker Penggunaan Attapulgite" width="602" height="339" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Optimalisasi-Terapi-Diare-3_Yuri-Pratiwi.avif 602w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Optimalisasi-Terapi-Diare-3_Yuri-Pratiwi-400x225.avif 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Optimalisasi-Terapi-Diare-3_Yuri-Pratiwi-250x140.avif 250w" sizes="auto, (max-width: 602px) 100vw, 602px" /></p>
<p><strong>Pilihan Obat Antidiare, dimana letak Attapuligite</strong></p>
<p>Attapulgite adalah salah satu jenis obat antidiare yang sering digunakan dalam swamedikasi (pengobatan mandiri) untuk diare akut ringan hingga sedang. Perannya penting sebagai agen adsorben yang membantu meredakan gejala, namun perlu dipahami batasannya dan cara penggunaannya yang tepat.</p>
<p>Berdasarkan struktur kimia, attapulgite adalah magnesium aluminium phyllosilicate. Struktur ini menunjukkan pengaturan atom magnesium (Mg), aluminium (Al), silikon (Si), oksigen (O), dan hidrogen (H) dalam bentuk pita dan lapisan. Attapulgite adalah mineral lempung alami (magnesium aluminium phyllosilicate) yang memiliki struktur berlapis dan berpori.</p>
<p><strong>Mekanisme Kerja Attapulgite</strong></p>
<p><em>Adsorpsi Toksin dan Bakteri</em>: attapulgite memiliki kemampuan untuk mengikat (<em>adsorb</em>) berbagai zat di lumen usus, termasuk toksin yang dihasilkan oleh bakteri penyebab diare, serta bakteri itu sendiri. Dengan mengikat zat-zat ini, attapulgite membantu mengurangi iritasi pada dinding usus yang dapat memicu diare.</p>
<p><em>Adsorpsi Air dan Elektrolit Berlebih</em>: Struktur pori-porinya juga memungkinkan attapulgite untuk menyerap air dan elektrolit berlebih di feses. Ini membantu mengurangi konsistensi cair dari tinja dan membuatnya menjadi lebih padat.</p>
<p><em>Pembentukan Lapisan Pelindung</em>: Attapulgite dapat membentuk lapisan pelindung pada mukosa usus, yang mungkin membantu melindungi dinding usus dari iritasi lebih lanjut.</p>
<p>Attapulgite direkomendasikan untuk swamedikasi pada kondisi:</p>
<ul>
<li>Diare Akut Non-Spesifik: Ini adalah diare yang penyebabnya tidak jelas (bukan diare berdarah atau diare parah yang jelas disebabkan infeksi berat) dan berlangsung kurang dari 14 hari.</li>
<li>Diare Ringan hingga Sedang: Pasien tidak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi berat atau gejala bahaya lainnya (demam tinggi, nyeri perut hebat, dll.).</li>
</ul>
<p>Peran Attapulgite dalam mencegah komplikasi diare bersifat tidak langsung. Attapulgite tidak secara langsung mencegah dehidrasi seperti Oralit. Namun, dengan mengurangi frekuensi buang air besar dan memadatkan tinja, Attapulgite dapat:</p>
<ul>
<li>Mengurangi Kehilangan Cairan: dengan memperlambat transit feses dan menyerap air, Attapulgite secara tidak langsung membantu mengurangi kehilangan cairan yang cepat. Namun, ini tidak menggantikan peran vital Oralit dalam mengganti cairan dan elektrolit yang sudah hilang.</li>
<li>Meningkatkan Kenyamanan Pasien: meredakan gejala diare (frekuensi BAB dan konsistensi encer) dapat meningkatkan kenyamanan pasien, memungkinkan mereka untuk lebih aktif minum Oralit dan beristirahat.</li>
</ul>
<p><strong>Batasan dan Perhatian dalam Swamedikasi Attapulgite</strong></p>
<ul>
<li>Bukan Pengganti Oralit: Attapulgite TIDAK menggantikan kebutuhan akan rehidrasi oral (Oralit)</li>
<li>Tidak Mengobati Penyebab</li>
<li>Interaksi Obat</li>
<li>Diare Berdarah/Demam Tinggi</li>
<li>Dosis dan Durasi</li>
</ul>
<p><img data-dominant-color="6a696a" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #6a696a;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8551 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Optimalisasi-Terapi-Diare-4_Yuri-Pratiwi.avif" alt="Webinar Optimalisasi Terapi Diare" width="501" height="278" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Optimalisasi-Terapi-Diare-4_Yuri-Pratiwi.avif 501w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Optimalisasi-Terapi-Diare-4_Yuri-Pratiwi-250x140.avif 250w" sizes="auto, (max-width: 501px) 100vw, 501px" /></p>
<p><strong>Peran Apoteker dalam Swamedikasi Attapulgite</strong></p>
<p>Apoteker memainkan peran krusial dalam mengedukasi pasien mengenai penggunaan Attapulgite:</p>
<ul>
<li>Penilaian Awal: Apoteker harus selalu melakukan skrining tanda bahaya sebelum merekomendasikan Attapulgite.</li>
<li>Prioritas Oralit: Menekankan bahwa Oralit adalah terapi utama dan Attapulgite hanya pendukung gejala.</li>
<li>Edukasi Interaksi: Memberi tahu pasien tentang potensi interaksi obat dan pentingnya jeda konsumsi.</li>
<li>Batasan dan Waktu Rujuk: Menginformasikan kapan pasien harus berhenti swamedikasi dan segera mencari pertolongan medis.</li>
</ul>
<p>Sehingga dapat disimpulkan peran tenaga farmasi  dalam mencegah komplikasi diare adalah multifaset: mulai dari skrining dan rujukan dini, merekomendasikan Oralit dan Zink sebagai prioritas, hingga memposisikan Attapulgite secara tepat sebagai terapi simtomatik tambahan dengan segala perhatiannya, serta memberikan edukasi menyeluruh kepada pasien.</p>
<p>apt. Yuri Pratiwi Utami menegaskan bahwa <strong>peran apoteker sangat vital</strong> dalam mencegah komplikasi diare melalui edukasi, pendampingan, dan pemilihan obat yang rasional. Attapulgite dapat membantu meredakan gejala, namun tidak boleh menggantikan terapi utama seperti Oralit dan Zink. Dengan memberikan informasi yang benar mengenai cara penggunaan obat, tanda bahaya, dan waktu rujuk yang tepat, apoteker menjadi <strong>garda terdepan dalam memastikan swamedikasi diare dilakukan secara aman, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.-</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/peran-tenaga-farmasi-tangani-diare-dengan-attapulgite/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memaknai WPD 2025, Apoteker Bukan Sekedar Penjual Obat</title>
		<link>https://iainews.net/memaknai-wpd-2025-apoteker-bukan-sekedar-penjual-obat/</link>
					<comments>https://iainews.net/memaknai-wpd-2025-apoteker-bukan-sekedar-penjual-obat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 09:50:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[hari apoteker sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[hari apoteker sedunia 2025]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[tetap sehat bersama apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Think Health Think Pharmacist]]></category>
		<category><![CDATA[world pharmacist day]]></category>
		<category><![CDATA[world pharmacist day 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8116</guid>

					<description><![CDATA[World Pharmacist Day (WPD) yang diperingati oleh apoteker di seluruh dunia pada 25 September setiap...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em>World Pharmacist Day</em> (WPD) yang diperingati oleh apoteker di seluruh dunia pada 25 September setiap tahun, memiliki sejarah yang berkaitan erat dengan organisasi global yang menaungi profesi ini. Hari Apoteker Sedunia ini dicanangkan untuk mengakui dan merayakan peran penting para apoteker dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di seluruh dunia. Tema yang diambil tahun ini untuk WPD 2025 yaitu ”Think Health, Think Pharmacist”.</p>
<p><img data-dominant-color="8a97a1" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8a97a1;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-8117 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/WPD-2025.avif" alt="WPD 2025" width="528" height="469" /></p>
<p><strong>Sejarah World Pharmacist Day</strong></p>
<p><em>Tanggal yang Penuh Makna</em></p>
<p>Tanggal 25 September dipilih karena bertepatan dengan tanggal berdirinya Federasi Farmasi Internasional (Fédération Internationale Pharmaceutique &#8211; FIP). FIP yang merupakan organisasi global bagi para apoteker dan ilmuwan farmasi, didirikan pada 25 September 1912 di Den Haag, Belanda.</p>
<p><em>Penetapan Resmi di Istanbul</em></p>
<p>Ide untuk merayakan Hari Apoteker Sedunia ini secara resmi disepakati pada Kongres FIP di Istanbul, Turki, pada tahun 2009. Pada pertemuan Dewan FIP di kongres tersebut, Asosiasi Apoteker Turki mengusulkan penetapan hari khusus untuk menghormati profesi apoteker. Proposal ini diterima secara aklamasi oleh semua anggota dewan yang hadir.</p>
<p><em>Tema Tahunan yang Berbeda</em></p>
<p>Sejak tahun 2009, setiap tahun FIP menetapkan tema yang berbeda untuk <em>WPD</em>. Tema ini bertujuan untuk menyoroti kontribusi apoteker dalam berbagai aspek kesehatan global.</p>
<p>Pemilihan tema ini berfungsi untuk mengarahkan kegiatan kampanye dan edukasi di seluruh dunia, sehingga pesan yang disampaikan menjadi lebih terfokus dan relevan dengan isu-isu kesehatan terkini.</p>
<p>Tahun 2025 ini, tema yang ditetapkan yaitu <em>“Think Health, Think Pharmacist”</em>.</p>
<p><strong>Tujuan Utama Peringatan</strong></p>
<p>Peringatan <em>World Pharmacist Day</em> <em>(WPD)</em> bertujuan untuk:</p>
<ul>
<li><strong>Meningkatkan Kesadaran Publik</strong>: mengedukasi masyarakat tentang peran vital apoteker, yang melampaui sekadar meracik dan menjual obat.</li>
<li><strong>Mengadvokasi Profesi</strong>: menunjukkan kepada pembuat kebijakan, tenaga kesehatan lain, dan publik bahwa apoteker adalah mitra penting dalam sistem layanan kesehatan.</li>
<li><strong>Menghargai Kontribusi</strong>: memberikan pengakuan atas kerja keras dan dedikasi apoteker di seluruh dunia dalam memastikan penggunaan obat yang aman, efektif, dan rasional.</li>
</ul>
<p>Secara keseluruhan, <em>World Pharmacist Day (WPD) </em>adalah perayaan global yang menegaskan kembali posisi apoteker sebagai salah satu pilar utama dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan berdaya.</p>
<p><strong>Apoteker Bukan Sekedar Penjual Obat: Transformasi Peran di Era “Think Health, Think Pharmacist”</strong></p>
<p>Melalui tema WPD 2025 yaitu “Think Health Think Pharmacist”, peran apoteker telah mengalami transformasi yang signifikan, bergeser dari sekadar penyedia atau penjual obat menjadi pilar sentral dalam sistem kesehatan modern. Pergeseran ini bukan hanya perubahan fungsi, melainkan juga perubahan cara pandang terhadap profesi farmasi.</p>
<p><strong>Pergeseran Paradigma: dari &#8220;Drug-Focused&#8221; ke &#8220;Patient-Focused&#8221;</strong></p>
<p>Peran apoteker telah bergeser secara fundamental. Dulu, apoteker mungkin hanya fokus pada obat itu sendiri—stok, dosis, dan etiket. Namun, era <em>&#8216;Think Health, Think Pharmacist&#8217;</em> pada WPD 2025 menuntut apoteker untuk berorientasi pada pasien. Ini berarti fokus pada:</p>
<ul>
<li><strong>Edukasi Pasien</strong>: memberikan informasi yang komprehensif tentang cara penggunaan obat yang benar, efek samping, dan interaksi obat.</li>
<li><strong>Konseling Mendalam</strong>: menanyakan kondisi pasien, gaya hidup, dan riwayat kesehatan untuk memastikan obat yang diberikan benar-benar efektif dan aman.</li>
<li><strong>Monitoring Terapi Obat</strong>: memantau respons pasien terhadap pengobatan, mengidentifikasi masalah terkait obat, dan bekerja sama dengan dokter untuk menyesuaikan regimen terapi jika diperlukan.</li>
</ul>
<p><strong>Apoteker sebagai Tenaga Kesehatan yang Paling Mudah Diakses</strong></p>
<p>Apotek adalah fasilitas kesehatan yang paling sering dikunjungi masyarakat, bahkan lebih sering daripada klinik atau rumah sakit. Poin ini sangat penting karena :</p>
<ul>
<li><strong>Aksesibilitas Tinggi</strong>: apoteker menjadi garda terdepan dan sering kali menjadi titik kontak pertama bagi masyarakat yang memiliki keluhan kesehatan ringan.</li>
<li><strong>Kepercayaan Publik</strong>: apoteker dapat membangun hubungan kepercayaan dengan pasien melalui interaksi yang personal dan konsisten.</li>
<li><strong>Pencegahan Penyakit</strong>: dengan akses yang mudah ini, apoteker dapat berperan aktif dalam program pencegahan, seperti edukasi gaya hidup sehat, deteksi dini penyakit (misalnya, cek tekanan darah), dan kampanye vaksinasi.</li>
</ul>
<p><strong>Kontribusi Apoteker di Luar Apotek</strong></p>
<p>Peran apoteker tidak terbatas di apotek saja, melainkan peran-peran lain yang krusial, seperti:</p>
<ul>
<li><strong>Di Rumah Sakit</strong>: sebagai bagian dari tim multidisiplin, apoteker memastikan penggunaan obat yang rasional dan efektif untuk pasien rawat inap. Mereka juga berperan dalam manajemen formularium obat.</li>
<li><strong>Di Industri Farmasi</strong>: apoteker terlibat dalam riset dan pengembangan obat, jaminan mutu, dan regulasi untuk memastikan produk yang beredar aman dan berkualitas.</li>
<li><strong>Di Layanan Kesehatan Publik</strong>: berperan dalam program pemerintah, seperti penanggulangan resistensi antimikroba (AMR), penyuluhan kesehatan masyarakat, dan penanganan bencana.</li>
</ul>
<p><strong>Tantangan dan Peluang di Era Digital</strong></p>
<p>Transformasi ini juga menghadapi tantangan, tetapi juga menciptakan peluang baru:</p>
<ul>
<li><strong>Tantangan</strong>: kurangnya pemahaman masyarakat tentang peran apoteker, regulasi yang mungkin belum sepenuhnya mendukung, serta persaingan dengan penjualan obat ilegal secara daring.</li>
<li><strong>Peluang</strong>: pemanfaatan teknologi seperti telefarmasi, aplikasi kesehatan, dan rekam medis elektronik yang dapat meningkatkan efisiensi dan jangkauan pelayanan apoteker.</li>
</ul>
<p><img data-dominant-color="b3bbc2" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #b3bbc2;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8119 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/apt.-Yuri_WPD-2025.avif" alt="apt. Yuri pada WPD 2025" width="465" height="434" /></p>
<p>Akhir kata, penulis ”Sebagai seorang apoteker”, menyampaikan hal berikut ini:</p>
<p>Melalui WPD 2025, mari kita ajak masyarakat untuk tidak ragu bertanya dan berkonsultasi dengan apoteker, dan dorong pemerintah serta institusi pendidikan untuk mendukung peran apoteker dengan regulasi yang tepat dan kurikulum yang relevan.</p>
<p>Tunjukkan peran dan eksistensi kita bahwa apoteker adalah mitra kesehatan untuk masyarakat. Apoteker adalah profesional yang berpengetahuan luas, siap membantu Anda tidak hanya dalam memilih obat, tetapi juga dalam mengelola dan menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan. Itulah makna sejati dari tema WPD tahun ini, <strong>&#8216;Think Health, Think Pharmacist&#8217;.</strong></p>
<p><a href="https://www.fip.org/world-pharmacists-day" target="_blank" rel="noopener">https://www.fip.org/world-pharmacists-day</a></p>
<p>Penulis : apt. Yuri Pratiwi Utami., S.Farm.,M.Si.,C.Herbs (Tim Media Nasional IAI dan PD IAI SULSEL)</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/memaknai-wpd-2025-apoteker-bukan-sekedar-penjual-obat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Hulu ke Hilir, Apoteker Berperan Strategis dalam Rantai Pasok Obat di Indonesia</title>
		<link>https://iainews.net/hulu-ke-hilir-peran-apoteker-dalam-rantai-pasok-obat/</link>
					<comments>https://iainews.net/hulu-ke-hilir-peran-apoteker-dalam-rantai-pasok-obat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Nelly Sy.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 05:26:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi farmakoekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker di industri farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker PBF]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[dita novianti]]></category>
		<category><![CDATA[Farmakoekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[farmasi distribusi]]></category>
		<category><![CDATA[farmasi industri]]></category>
		<category><![CDATA[health technology assesment]]></category>
		<category><![CDATA[HTA]]></category>
		<category><![CDATA[iainews]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[peran strategis apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[ppiai]]></category>
		<category><![CDATA[Rakernas dan PIT IAI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[sidilas]]></category>
		<category><![CDATA[special access scheme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7450</guid>

					<description><![CDATA[Makassar, IAINews – Suasana di Hotel Claro, Makassar, Jumat (29/8), tampak penuh sesak oleh ribuan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Makassar, IAINews – Suasana di Hotel Claro, Makassar, Jumat (29/8), tampak penuh sesak oleh ribuan peserta Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) 2025. Agenda yang digelar selama tiga hari, 28–30 Agustus ini, menghadirkan beragam narasumber dari pemerintah, akademisi, praktisi hingga pengusaha, membicarakan isu-isu terkini seputar dunia kefarmasian. Salah satu sesi yang menyita perhatian peserta adalah Simposium 26 yang menghadirkan <strong>apt. Dita Novianti Sugandi Argadiredja, S.Si., MM</strong>, Direktur Produksi dan Distribusi Farmasi Kementerian Kesehatan RI. Dengan penuh semangat, Dita membukakan cakrawala para apoteker yang hadir tentang peran strategis profesi ini dalam rantai penyediaan obat, mulai dari hulu hingga hilir.</p>
<p><img data-dominant-color="8a7f6c" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8a7f6c;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-7451 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Bu-Dita-2.avif" alt="Apoteker Dita Novianti" width="1280" height="721" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Bu-Dita-2.avif 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Bu-Dita-2-400x225.avif 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Bu-Dita-2-768x433.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Bu-Dita-2-250x140.avif 250w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>Sejak awal pemaparannya, Dita menegaskan bahwa peran apoteker tidak bisa hanya dilihat dari sisi pelayanan di apotek atau rumah sakit saja. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 dengan jelas menempatkan penyediaan obat sebagai bagian integral dari penyelenggaraan upaya kesehatan nasional. Itu berarti apoteker memiliki tanggung jawab luas yang mencakup berbagai tahap, mulai dari produksi bahan baku, distribusi, hingga memastikan obat sampai ke tangan pasien dalam kondisi aman, bermutu, dan tepat waktu.</p>
<p>“Bapak dan Ibu yang hadir di sini tentu bertugas di berbagai sektor, tetapi saya ingin menekankan bahwa peran apoteker sebenarnya melintasi seluruh rantai pasok. Dari fasilitas produksi, distribusi, hingga pelayanan di masyarakat, apoteker selalu hadir dan menjadi garda pengawas mutu serta ketersediaan obat,” ujarnya.</p>
<p>Di tingkat industri farmasi, apoteker berperan vital dalam memastikan setiap proses produksi berjalan sesuai standar <em>Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)</em>. Tidak hanya menjaga agar produk yang dihasilkan memenuhi aspek mutu, keamanan, dan khasiat, apoteker juga dituntut mampu mendorong riset dan pengembangan formulasi baru. Penguasaan multidisiplin ilmu farmasi, kimia, bioteknologi, hingga fisika menjadi bekal penting bagi apoteker untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.</p>
<p>“Apoteker di fasilitas produksi harus memastikan seluruh rantai pembuatan obat, mulai dari pemilihan bahan baku hingga produk akhir, berjalan sesuai ketentuan. Mereka adalah penjaga mutu sekaligus inovator,” jelas Dita.</p>
<p>Sementara itu, pada mata rantai distribusi, keberadaan apoteker di Pedagang Besar Farmasi (PBF) sangat menentukan kelancaran ketersediaan obat di seluruh Indonesia. Apoteker berperan dalam perencanaan obat berbasis data epidemiologi dan konsumsi, melakukan <em>forecasting</em> kebutuhan bersama pemasok, hingga menyusun sistem distribusi yang mampu menjangkau berbagai fasilitas kesehatan, termasuk daerah terpencil. Dalam praktiknya, apoteker juga memastikan seluruh kegiatan pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran obat sesuai standar <em>Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB)</em>. Tidak hanya itu, setiap PBF diwajibkan melaporkan stok melalui sistem <strong>e-Report</strong> yang diverifikasi langsung oleh apoteker.</p>
<p>“Laporan digital ini penting untuk memastikan tidak ada celah yang dapat menimbulkan kekosongan obat. Apotekerlah yang memastikan laporan itu akurat dan sesuai kondisi di lapangan,” tambahnya.</p>
<figure id="attachment_7453" aria-describedby="caption-attachment-7453" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="8a806a" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8a806a;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-7453 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/28-08-2025-partisipasi-farmalkes-dalam-rakernas-pit-iai_54764644758_o-scaled.avif" alt="dok. Humas Farmalkes Kemenkes" width="2560" height="1920" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/28-08-2025-partisipasi-farmalkes-dalam-rakernas-pit-iai_54764644758_o-scaled.avif 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/28-08-2025-partisipasi-farmalkes-dalam-rakernas-pit-iai_54764644758_o-768x576.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/28-08-2025-partisipasi-farmalkes-dalam-rakernas-pit-iai_54764644758_o-1536x1152.avif 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/28-08-2025-partisipasi-farmalkes-dalam-rakernas-pit-iai_54764644758_o-2048x1536.avif 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-7453" class="wp-caption-text">dok. Humas Farmalkes Kemenkes</figcaption></figure>
<p>Masuk pada tataran pelayanan kesehatan, peran apoteker semakin kompleks dan dekat dengan masyarakat. Di rumah sakit maupun apotek, apoteker harus mampu menentukan pilihan obat terbaik yang tidak hanya efektif secara klinis, tetapi juga efisien dari segi biaya. Di sinilah kajian farmakoekonomi dan Health Technology Assessment (HTA) menjadi sangat penting. Apoteker dituntut memahami analisis <em>cost-effectiveness</em> sehingga ketika menentukan obat yang masuk ke formularium rumah sakit, pertimbangannya bukan sekadar mutu dan khasiat, melainkan juga kesesuaian dengan sumber pembiayaan kesehatan seperti JKN.</p>
<p>“Apoteker punya peran besar dalam memastikan pasien JKN mendapatkan obat yang berkualitas, aman, terjangkau, dan tepat sasaran,” tegas Dita.</p>
<p>“Apoteker harus bisa menentukan obat apa yang akan digunakan dalam pelayanan kesehatan. Bagi bapak/ibu yang bekerja di rumah sakit, ketika memilih obat untuk masuk dalam Formularium Rumah Sakit, maka harus melakukan kajian farmakoekonomi atau merujuk pada kajian yang sudah ada untuk memilih obat yang efektif dan efisien,” tegas Dita lebih lanjut.</p>
<p>Apoteker harus menjadi bagian dalam mendukung upaya pengendalian mutu dan biaya obat di fasilitas pelayanan kesehatan, serta memastikan pasien JKN memperoleh akses ke obat berkualitas, terjangkau dan sesuai kebutuhan, dan membantu dalam penyediaan data dan bukti untuk mendukung rekomendasi kebijakan kesehatan khususnya terkait pemilihan obat.</p>
<figure id="attachment_7459" aria-describedby="caption-attachment-7459" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="e8eded" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #e8eded;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-7459 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Proses-Bisnis-SAS-melalui-SiDiLaS.avif" alt="" width="1280" height="720" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Proses-Bisnis-SAS-melalui-SiDiLaS.avif 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Proses-Bisnis-SAS-melalui-SiDiLaS-400x225.avif 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Proses-Bisnis-SAS-melalui-SiDiLaS-768x432.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Proses-Bisnis-SAS-melalui-SiDiLaS-250x140.avif 250w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-7459" class="wp-caption-text">Proses Bisnis Special Access Scheme melalui SiDiLaS Kemenkes</figcaption></figure>
<p>Selain itu, ada pula situasi khusus di mana obat yang dibutuhkan pasien tidak tersedia di pasar karena belum memiliki izin edar atau ketersediaannya terbatas. Untuk itu, pemerintah membuka mekanisme <strong>Special Access Scheme (SAS)</strong> sebagai jalur masuk obat secara khusus. Dalam hal ini, apoteker berperan mulai dari menghitung kebutuhan obat, mengajukan rekomendasi SAS ke rumah sakit rujukan nasional (PRON), memilih importir, hingga mencatat dan melaporkan penggunaan obat SAS tersebut. Proses ini menuntut ketelitian tinggi dan tanggung jawab besar agar pasien tetap mendapatkan akses terhadap obat inovatif yang dibutuhkan, dengan tetap terjamin mutu dan keamanannya.</p>
<p><a href="https://e-pharm.kemkes.go.id/front/home/front/sidilas" target="_blank" rel="noopener">https://e-pharm.kemkes.go.id/front/home/front/sidilas</a></p>
<p>Transformasi digital juga menjadi sorotan penting. Kementerian Kesehatan sedang mengembangkan <strong>SATUSEHAT Logistik</strong>, sebuah <em>Digital Inventory Nasional</em> yang memungkinkan pemantauan stok obat secara real-time di seluruh fasilitas. Sistem ini diharapkan mampu mendeteksi lebih dini potensi kekosongan obat sehingga langkah mitigasi dapat segera dilakukan. Selain itu, perkembangan <strong>Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi (PSEF)</strong> menjadi bukti nyata adaptasi profesi apoteker dengan era digital. Hingga 2025, sebanyak 21 platform elektronik resmi telah bermitra dengan ribuan apotek di Indonesia, memberikan layanan <em>telefarmasi</em> mulai dari pembelian obat, pelayanan resep, swamedikasi, hingga pengantaran obat langsung ke rumah pasien. Apoteker berperan sebagai penanggung jawab PSEF, memastikan layanan digital tetap sesuai standar pelayanan kefarmasian dan regulasi yang berlaku.</p>
<p>Tidak hanya mempermudah akses masyarakat, sistem elektronik ini juga membuka peluang baru bagi apotek untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan pendapatan. “Dengan telefarmasi, apotek bisa menjangkau pasien yang lebih luas. Namun tetap harus diingat, apoteker adalah pengawas utama agar layanan ini berjalan tertib, aman, dan sesuai regulasi,” tegas Dita.</p>
<p>Dari sisi kebijakan, pemerintah terus mendorong penggunaan produk farmasi dalam negeri melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Data menunjukkan pada tahun 2024, transaksi obat produksi dalam negeri sudah mencapai 63% dari total pengadaan nasional. Apoteker kembali dituntut berperan aktif, baik di lini produksi untuk memastikan mutu produk lokal, maupun di fasilitas kesehatan untuk memprioritaskan pengadaan produk dalam negeri. Edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting, agar kepercayaan terhadap obat lokal semakin meningkat dan program <em>Bangga Buatan Indonesia</em> benar-benar terwujud.</p>
<p><a href="https://iainews.net/menuju-kemandirian-farmasi-produk-dalam-negeri-kian-didorong-di-fasilitas-kesehatan/">https://iainews.net/menuju-kemandirian-farmasi-produk-dalam-negeri-kian-didorong-di-fasilitas-kesehatan/</a></p>
<figure id="attachment_7455" aria-describedby="caption-attachment-7455" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="6f6455" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #6f6455;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-7455 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/28-08-2025-partisipasi-farmalkes-dalam-rakernas-pit-iai_54764406556_o-scaled.avif" alt="dok. Humas Farmalkes Kemenkes" width="2560" height="1603" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/28-08-2025-partisipasi-farmalkes-dalam-rakernas-pit-iai_54764406556_o-scaled.avif 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/28-08-2025-partisipasi-farmalkes-dalam-rakernas-pit-iai_54764406556_o-768x481.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/28-08-2025-partisipasi-farmalkes-dalam-rakernas-pit-iai_54764406556_o-1536x962.avif 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/28-08-2025-partisipasi-farmalkes-dalam-rakernas-pit-iai_54764406556_o-2048x1283.avif 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-7455" class="wp-caption-text">dok. Humas Farmalkes Kemenkes</figcaption></figure>
<p>Mengakhiri pemaparannya, Dita menekankan bahwa PIT IAI bukan hanya forum ilmiah, melainkan ruang strategis bagi apoteker untuk bertukar pikiran dan memperkuat peran profesi dalam pembangunan kesehatan nasional. “Mari kita bersama-sama mewujudkan Indonesia yang lebih kuat dan sehat, melalui penyediaan obat yang terjamin mutu, aman, berkhasiat, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya dengan penuh semangat.</p>
<p>Paparan tersebut menjadi pengingat bahwa apoteker bukan sekadar pelengkap dalam sistem kesehatan, melainkan aktor utama dalam menjaga ketersediaan obat di tanah air. Dari sarana produksi, gudang distribusi, ruang pelayanan di rumah sakit, hingga platform digital, apoteker hadir memastikan masyarakat mendapatkan haknya atas obat yang bermutu.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/hulu-ke-hilir-peran-apoteker-dalam-rantai-pasok-obat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Rakernas ke Daerah: Menyebarkan Semangat dan Ilmu untuk Apoteker Indonesia</title>
		<link>https://iainews.net/dari-rakernas-ke-daerah-menyebarkan-semangat-dan-ilmu-untuk-apoteker-indonesia/</link>
					<comments>https://iainews.net/dari-rakernas-ke-daerah-menyebarkan-semangat-dan-ilmu-untuk-apoteker-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 23:03:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[apotekerindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[aulia rahim]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[berita iai]]></category>
		<category><![CDATA[Kontribusi Apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[rakernas berdampak]]></category>
		<category><![CDATA[Rakernas IAI 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7322</guid>

					<description><![CDATA[Banjarmasin, IAINews &#8211; Menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Banjarmasin, IAINews &#8211; Menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia bukan sekedar sebuah kebanggaan, tetapi juga amanah. Sebagai peserta yang berkesempatan mengikuti acara berskala nasional ini, kita memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya menyimpan pengetahuan dan pengalaman tersebut untuk diri sendiri, tetapi juga membagikannya kepada apoteker lain di daerah. Hal ini penting agar manfaat dari pertemuan besar tersebut bisa dirasakan lebih luas, bukan berhenti pada individu saja.</p>
<p><img data-dominant-color="ca362b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #ca362b;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7323 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/after1.avif" alt="" width="1280" height="783" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/after1.avif 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/after1-768x470.avif 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>Salah satu kontribusi pertama yang bisa kita lakukan adalah berbagi ilmu dan informasi terbaru yang diperoleh dari sesi ilmiah, seminar, maupun diskusi. Banyak sekali perkembangan terkini di bidang kefarmasian, mulai dari terapi baru, kebijakan pemerintah, hingga tren pelayanan farmasi berbasis digital. Informasi ini bisa kita rangkum dan sampaikan kembali kepada rekan-rekan apoteker di daerah, baik melalui forum resmi, grup diskusi, atau bahkan dalam pertemuan sederhana. Dengan begitu, teman-teman sejawat juga mendapatkan gambaran utuh mengenai arah perkembangan profesi kita ke depan.</p>
<p>Selain itu, kita juga bisa berkontribusi dalam bentuk pelatihan kecil-kecilan. Misalnya, mengadakan workshop mengenai topik tertentu yang relevan dengan praktik sehari-hari apoteker di daerah, seperti konseling pasien, penggunaan teknologi dalam pelayanan farmasi, atau manajemen obat yang lebih efektif. Tidak harus besar, yang penting bermanfaat dan aplikatif. Hal ini akan membantu meningkatkan kompetensi bersama, sehingga pelayanan kefarmasian yang diberikan ke masyarakat menjadi lebih baik.</p>
<p><img data-dominant-color="a44b3f" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #a44b3f;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7324 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/after3.avif" alt="" width="1280" height="605" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/after3.avif 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/after3-768x363.avif 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>Kontribusi lainnya adalah dengan mendorong kolaborasi antarapoteker di daerah. Inspirasi dari Rakernas dan PIT menunjukkan bahwa kekuatan profesi ini ada ketika kita bersatu dan bekerja sama. Kita bisa menginisiasi pertemuan rutin, misalnya arisan profesi atau forum bulanan, agar sesama apoteker punya ruang untuk saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman. Dengan cara ini, rasa kebersamaan akan tumbuh, dan solidaritas profesi semakin kuat.</p>
<p>Tidak kalah penting adalah menjadi penghubung antara pusat dan daerah. Rakernas biasanya menghasilkan keputusan strategis yang akan memengaruhi arah profesi apoteker ke depan. Tugas kita adalah menyampaikan hasil-hasil tersebut kepada rekan sejawat, sekaligus memastikan bahwa kebijakan atau program dari pusat bisa diimplementasikan dengan baik di daerah. Peran sebagai jembatan ini sangat penting agar tidak ada kesenjangan informasi.</p>
<p><img data-dominant-color="6d6168" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #6d6168;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7325 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/after2.avif" alt="" width="1280" height="605" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/after2.avif 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/after2-768x363.avif 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>Pada akhirnya, kontribusi yang bisa kita berikan adalah dengan menjadi teladan dalam praktik kefarmasian. Semua ilmu dan semangat yang kita dapatkan dari acara nasional tersebut harus tercermin dalam pekerjaan sehari-hari. Misalnya dengan lebih disiplin dalam pelayanan, lebih peduli terhadap edukasi pasien, serta lebih proaktif dalam mendorong penggunaan obat yang rasional. Dengan begitu, apoteker lain bisa melihat contoh nyata bahwa hasil dari Rakernas dan PIT memang bisa diimplementasikan dalam kehidupan praktik.</p>
<p>Mengikuti acara berskala nasional memang sebuah kesempatan emas. Namun yang lebih penting, bagaimana setiap peserta mampu menjadikannya modal untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi profesi dan masyarakat. Karena kontribusi kecil, jika dilakukan bersama dan konsisten, akan memberi dampak besar bagi masa depan apoteker Indonesia.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/dari-rakernas-ke-daerah-menyebarkan-semangat-dan-ilmu-untuk-apoteker-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apoteker Berolahraga, Terobosan Baru di PIT IAI Tahun 2025</title>
		<link>https://iainews.net/apoteker-berolahraga-terobosan-baru-di-pit-iai-tahun-2025/</link>
					<comments>https://iainews.net/apoteker-berolahraga-terobosan-baru-di-pit-iai-tahun-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2025 02:39:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker berolahraga]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Aulia Yahya]]></category>
		<category><![CDATA[iai news]]></category>
		<category><![CDATA[iainews]]></category>
		<category><![CDATA[ikatan apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[rakenas dan pit 2025]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Trianti Taruk Lamba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7185</guid>

					<description><![CDATA[Makassar, IAI News &#8211; Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) 2025 yang digelar...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Makassar, IAI News</strong> &#8211; Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) 2025 yang digelar di Kota Daeng, Makassar, akan menorehkan sejarah baru bagi perjalanan organisasi IAI. PIT yang merupakan forum akademik yang digelar secara rutin setiap tahun, kali ini dikemas dengan nuansa sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>Tak hanya diisi dengan agenda formal seperti seminar, simposium, presentasi oral/poster untuk peningkatan kompetensi apoteker, kali ini PIT diisi terobosan baru  yakni “Apoteker Berolahraga” dengan mengadakan turnamen <em>mini</em> <em>soccer</em> dan badminton yang mengusung tema “Jaga Sportivitas &amp; Jalin Silahturahmi”.</p>
<p><img data-dominant-color="769e8f" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #769e8f;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7190 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR5-scaled.avif" alt="" width="2560" height="1920" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR5-scaled.avif 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR5-768x576.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR5-1536x1152.avif 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR5-2048x1536.avif 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p>Kegiatan diadakan untuk menyemarakkan penyelenggaraan Rakernas dan PIT IAI 2025 sekaligus sebagai ajang untuk menyalurkan bakat para apoteker dan tentunya untuk mempererat kebersamaan.</p>
<p>Apoteker Berolahraga dipusatkan di Sport Center yang berada di jalan Inspeksi Kanal No 11 RT 002/RW. 05 Gn. Sari Kecamatan Rappocini, Makassar. Peserta pertandingan ini adalah perwakilan dari tiap-tiap Pengurus Daerah maupun Pengurus Cabang.</p>
<p>Dari informasi yang dihimpun kontributor IAI News, terdapat 6 PD yang mengikuti pertandingan <em>mini soccer</em> yakni PD IAI Sulsel (3 tim), PD IAI Papua, PD IAI Kaltim, PD IAI Malut, dan PD IAI Sulbar, PD Sulteng masing-masing 1 tim,  kategori khusus untuk putra. Sementara itu lomba badminton diikuti oleh 20 tim untuk cabang putra, putri, ganda putra dan ganda putri.</p>
<p><img data-dominant-color="78856e" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #78856e;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7188 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR3-scaled.avif" alt="" width="2560" height="1920" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR3-scaled.avif 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR3-768x576.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR3-1536x1152.avif 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR3-2048x1536.avif 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p>Sebelum dimulai, Ketua Umum PP IAI, apt. Noffendri Rustam, S.Si., menyampaikan sambutan yang mengapresiasi PD IAI Sulawesi Selatan dan Panitia lokal yang telah menginisiasi turnamen ini.</p>
<p>“Ini sebuah terobosan baru dan sesuatu yang luar biasa, selama ini silaturahmi kita lakukan lewat PIT yang diisi dengan agenda ilmiah, namun di PIT kali ini diselingi olahraga yang membuat suasana lebih santai, kegiatan seperti ini yang perlu dilanjutkan di setiap event nasional IAI”, ujarnya kepada IAI News.</p>
<p>Sebagai simbol dimulainya turnamen secara resmi, Ketum IAI melakukan <em>kick off </em>yang disambut dengan sorakan tepuk tangan dari para peserta yang sudah tidak sabar untuk memainkan si-kulit bundar.</p>
<p><img data-dominant-color="617448" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #617448;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7186 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR1-scaled.avif" alt="" width="2560" height="1920" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR1-scaled.avif 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR1-768x576.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR1-1536x1152.avif 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR1-2048x1536.avif 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p>Senada dengan Ketua Umum PP IAI, apt. Beny Richardo, S.Si., selaku Koordinator Seksi Acara yang menangani kegiatan ini mengatakan bahwa sebagai Tenaga Kesehatan jangan hanya meningkatkan keilmuan saja tapi juga mari menjaga kesehatan kita dengan rajin berolahraga. Apoteker yang akrab disapa Richard berharap bahwa melalui turnamen ini, apoteker dapat menjalin keakraban dan kebersamaan yang lebih erat lagi.</p>
<p><img data-dominant-color="6e919b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #6e919b;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7189 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR4-scaled.avif" alt="" width="2560" height="1920" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR4-scaled.avif 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR4-768x576.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR4-1536x1152.avif 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR4-2048x1536.avif 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p>Turnamen ini tak hanya dimeriahkan oleh peserta yang akan bertanding, namun dari pantauan IAI News, di sekitar lokasi <em>mini soccer</em> maupun badminton terdapat puluhan penonton yang hadir sebagai <em>supporter</em> untuk mendukung tim masing-masing. Suasana lebih semarak dengan kehadiran Sekretaris Jendral PP IAI (apt. Lilik Yusuf, M.M.), Waketum 2 PP IAI (Drs. Apt. Nasrudin), dan ketua PD IAI Sulsel (apt. Andi Alfian, S.Si., M.Si.) secara langsung memantau jalannya turnamen sekaligus memberi dukungan  kepada para peserta.</p>
<p><img data-dominant-color="8c7d77" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8c7d77;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7187 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR2-scaled.avif" alt="" width="2560" height="1440" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR2-scaled.avif 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR2-400x225.avif 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR2-768x432.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR2-1536x864.avif 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR2-2048x1152.avif 2048w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/OR2-250x140.avif 250w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p>Singkat namun meninggalkan kesan yang mendalam bagi para peserta. Salah satu peserta <em>mini</em> <em>soccer,</em> apt. Abdul Basit, S.Farm., dari Maluku Utara sangat terkesan dengan adanya ajang silaturahmi melalui turnamen ini. Ia mengapresiasi PD IAI Sulsel yang telah meramu acara dan memasukkan turnamen sebagai salah satu agenda.</p>
<p>Apt. Basit juga berharap  agar turnamen seperti ini akan menjadi agenda rutin dalam setiap PIT IAI dan semakin banyak PD yang ikut berpartisipasi. Senada dengan apt. Basit, salah satu peserta lomba badminton, apt. Syarif, S.Farm., dari PC Luwu Utara juga berharap turnamen olahraga akan dilanjutkan di PIT yang akan datang dan semakin beragam cabang olahraga yang dipertandingkan.</p>
<p>Dari turnamen <em>mini</em> <em>soccer</em>, PD Maluku Utara berhasil menjadi <em>champion</em>, PD IAI Sulsel A sebagai <em>runner</em>&#8211;<em>up</em> 1 dan PD IAI Sulteng sebagai <em>runner</em>&#8211;<em>up</em> 2 atau juara tiga.</p>
<p>Pada ajang badminton, PD IAI Kaltim berhasil menjadi <em>champion</em>, PD IAI Luwu Utara sebagai <em>runner</em>&#8211;<em>up</em> 1 dan PD IAI Kaltara dan PD IAI Sulsel sebagai <em>runner</em>&#8211;<em>up</em> 2 atau juara 3.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apoteker-berolahraga-terobosan-baru-di-pit-iai-tahun-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IAI Resmi Dibuka: Gubernur Sulawesi Selatan Mengapresiasi Pendirian Apotek Veteriner Pertama di Makassar</title>
		<link>https://iainews.net/pertemuan-ilmiah-tahunan-pit-iai-resmi-dibuka-gubernur-sulawesi-selatan-mengapresiasi-pendirian-apotek-veteriner-pertama-di-makassar/</link>
					<comments>https://iainews.net/pertemuan-ilmiah-tahunan-pit-iai-resmi-dibuka-gubernur-sulawesi-selatan-mengapresiasi-pendirian-apotek-veteriner-pertama-di-makassar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2025 02:56:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[#Rakernas dan PIT 2025]]></category>
		<category><![CDATA[apotek veteriner]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[apotekerindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[iainews]]></category>
		<category><![CDATA[One Health]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7134</guid>

					<description><![CDATA[Makassar, IAI News &#8211; Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) yang merupakan agenda tahunan Ikatan Apoteker Indonesia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Makassar, IAI News</strong> &#8211; Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) yang merupakan agenda tahunan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) kembali digelar. Bertempat di Hotel Claro Makassar, acara ini  digelar pada 28-30 Agustus 2025 dengan mengusung tema <em>“Navigating the Future of Pharmacy: Performance, Innovation, and Collaborative Transformation in Healthcare”.</em></p>
<p>Pembukaan digelar meriah di Ballroom Phinisi, dihadiri oleh ribuan peserta dan tamu undangan. Hadir pada acara ini Menteri Pertanian RI (Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.), Kepala Badan POM RI (Prof. Taruna Ikrar, M.Biomed, M.D., Ph.D.),  Gubernur Sulawesi Selatan (Ir. H. Andi Sulaiman, S.T., M.Eng.), Walikota Makassar, Bupati Kabupaten Maros, Ketua APTFI, PERSAJI, Dewas PP IAI, Dewan Pakar IAI, MKEAI IAI, PP IAI dan Pengurus Daerah, Pengurus Cabang  dari seluruh Provinsi di Indonesia.</p>
<p>Mengawali sambutannya, Andi Sulaiman mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai penjuru. Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada PP IAI dan Pengurus Daerah IAI Sulawesi Selatan yang telah menginisiasi berdirinya Apotek Veteriner di Makassar. Apotek Veteriner adalah apotek yang menyediakan obat-obatan dan produk untuk hewan.</p>
<p><img data-dominant-color="954a57" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #954a57;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7129 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/gubsulsel2.avif" alt="" width="720" height="1280" /></p>
<p>Lebih lanjut, Gubernur memberi motivasi kepada ribuan apoteker yang hadir untuk terus berinovasi, melakukan riset-riset berkelanjutan dalam dunia kesehatan terutama dalam bidang kefarmasian, dan juga mendorong apoteker yang ada di Sulawesi Selatan untuk berkontribusi dalam pelayanan kesehatan di daerah pesisir di Sulawesi Selatan.</p>
<p>Orang nomor satu di Sulawesi Selatan ini juga mendorong agar eksistensi apoteker di Indonesia terus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. “Apoteker adalah orang yang paling paham semua seluk beluk tentang obat dan memiliki peran strategis dalam dunia kefarmasian, untuk itu apoteker harus menunjukkan kontribusi nyata dalam pelayanan kesehatan”, ujarnya.</p>
<p>Tak hanya mendorong eksistensi apoteker, Gubernur juga menyambut baik kehadiran IAI sebagai rumah bagi apoteker Indonesia. “Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan selalu menunggu kegiatan-kegiatan IAI, bahkan kami dengan tangan terbuka menunggu kehadiran pengurus IAI baik dari Pengurus Pusat maupun Pengurus Daerah Sulawesi Selatan untuk berdiskusi dan berkolaborasi”, sahutnya.</p>
<p><img data-dominant-color="7d585e" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #7d585e;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7128 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/gubsulsel1.avif" alt="" width="1280" height="721" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/gubsulsel1.avif 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/gubsulsel1-400x225.avif 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/gubsulsel1-768x433.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/gubsulsel1-250x140.avif 250w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>“Khusus untuk Apotek Veteriner PD IAI Sulawesi Selatan, silakan bangun apoteknya dan ajukan ke Pemerintah Provinsi untuk pengadaan obat-obatannya untuk diberikan anggaran sehingga pelayanan apotek Veteriner di Sulawesi Selatan benar-benar dapat memberi manfaat dalam menyediakan obat-obatan bagi hewan”, ujarnya mengakhiri sambutannya.</p>
<p>PIT adalah agenda ilmiah terbesar IAI yang mempertenukan seluruh apoteker dari berbagai kalangan baik dari akademisi, praktisi, maupun dari industri.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/pertemuan-ilmiah-tahunan-pit-iai-resmi-dibuka-gubernur-sulawesi-selatan-mengapresiasi-pendirian-apotek-veteriner-pertama-di-makassar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Webinar Kefarmasian : Menjaga Efektivitas Pil KB Darurat Levonogestrel 1.5 mg Precoital dan Postcoital</title>
		<link>https://iainews.net/webinar-kefarmasian-menjaga-efektivitas-pil-kb-darurat-levonogestrel-1-5-mg-precoital-dan-postcoital/</link>
					<comments>https://iainews.net/webinar-kefarmasian-menjaga-efektivitas-pil-kb-darurat-levonogestrel-1-5-mg-precoital-dan-postcoital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2025 10:20:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[kehamilan yang tidak direncanakan]]></category>
		<category><![CDATA[kontra indikasi]]></category>
		<category><![CDATA[kontrasepsi darurat]]></category>
		<category><![CDATA[KTD]]></category>
		<category><![CDATA[levonogestrel]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Pil KB darurat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=6366</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR, IAINews – Mitra Farma Indonesian (MFI) bekerjasama dengan DKT Indonesia menggelar webinar kefarmasian bertema...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MAKASSAR, IAINews – Mitra Farma Indonesian (MFI) bekerjasama dengan DKT Indonesia menggelar webinar kefarmasian bertema “Menjaga Efektivitas Pil KB Darurat: Panduan Levonogestrel 1.5 mg Precoital dan Postcoital” pada Senin, 14 Juli  2025 melalui zoom dan youtube menghadirkan 1000 peserta .</p>
<p>Webinar ini menghadirkan 3 pemateri, yaitu apt. Christiana Meliana.,S.SI.,M.M.Kes seorang DKT Indonesia Trainer, dr. Thesa Ananda Prima (Medical Advisor) dan apt. Anissa Chusnul Ayusha(Manager Andalan Pills).</p>
<p>Dipandu oleh apt. Yuri Pratiwi Utami.,S.Farm.,M.Si sebagai MC sekaligus moderator yang membuka acara webinar tersebut.</p>
<figure id="attachment_6367" aria-describedby="caption-attachment-6367" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="bea9b2" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #bea9b2;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-6367 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/07/Kontrasepsi-darurat-3-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-6367" class="wp-caption-text">Para pembicara dan moderator webinar kefarmasian</figcaption></figure>
<p>Dalam pemaparannya, apt Christiana Meliana membawakan topik bagaimana menjaga efektivitas Pil KB Levonogestrel 1.5 mg Precoital dan Postcoital.</p>
<p>Menurut apt. Christiana Meliana, populasi di Indonesia per Maret 2025 sudah mencapai 285. 258.008 jiwa. Ini merupakan peningkatan yang sangat besar dan saat ini Indonesia menduduki  posisi ke 4 negara dengan penduduk terbesar di dunia.</p>
<p>Peningkatan populasi disebabkan oleh berbagai factor. Diantaranya angka kelahiran yang tinggi, kepedulian masyarakkat terhadap Kesehatan yang terus meningkat, faktor ekonomi dan sosial, serta kebijakan pemerintah terkait dengan kelahiran.</p>
<p>Factor lain adalah kurangnya edukasi dan akses KB yang mengakibatkan terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan.).</p>
<p>Lebih lanjut dikatakan, peningkatan jumlah populasi akibat KTD (kehamilan yang tidak direncanakan/diinginkan) ini merupakan salah satu faktor utama tejadinya peningkatan populasi.</p>
<p>KTD terjadi disebabkan kurangnya akses  dan informasi mengenai kontrasepsi, kegagalan kontrasepsi, hubungan seksual di luar pernikahan tanpa perlindungan dan keterpaksaan (termasuk kekerasan seksual).</p>
<p>Diungkapkan, pada tahun 2015 – 2019 presentasi KTD sebesar 40 persen atau sebesar 2.820.000 kehamilan di Indonesia, karena tidak menggunakan alat kontrasepsi. Data penggunaan alat kontrasepsi di Indonesia baru mencapai 30 – 44%.</p>
<p>’’Menjadi tugas kita bersama, [ara tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat menggunakan alat kontrasepsi,’’ lanjut apt Christiana Meliana.</p>
<p>Menurut WHO terdapat beberapa hambatan peningkatan penggunaan alat kontrasepsi diantaranya terbatasnya dan buruknya akses pelayanan, ketakutan atas efek samping, kontra terhadap budaya dan agama, bias pengguna dan penyedia beberapa metode serta hambatan berbasis gender dalam mengakses layanan  kontrasepsi.</p>
<figure id="attachment_6368" aria-describedby="caption-attachment-6368" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="d6cfd4" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #d6cfd4;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-6368 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/07/Kontrasepsi-darurat-1-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-6368" class="wp-caption-text">Kontrasepsi darurat</figcaption></figure>
<p>Kontribusi Kontrasepsi/KB</p>
<p>Konstribusi KB untuk menurunkan AKI (Angka Kematian Ibu) dengan cara mengurangi jumlah kehamilan dan mencegah kehamilan tidak diinginkan. KTD dapat dicegah dengan menggunakan kontrasepsi darurat.</p>
<p>Kontrasepsi darurat merupakan terapi untuk mncegah kehamilan setelah tindakan hubungan seksual yang tidak dilindungi atau tidak cukup terlindungi. KTD ini dapat dicegah hingga 90% dengan menggunakan pil KD dalam waktu 72 jam setelah berhubungan.</p>
<p>Regulasi Pil Kontrasepsi Darurat</p>
<p>Menurut Permenkes Nomor 97 tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Kehamilan, Masa Hamil, Persalinan dan Masa Sesudah Melahirkan, Penyelenggaraan Kontrasepsi serta Pelayanan Pesehatan Seksual, pelayanan kontraspesi darurat ini disebutkan pada pasal 24.</p>
<p>Pada pasal 24 ayat 1, disebutkan, pelayanan kontrasepsi darurat pada ibu yang tidak terlindungi kontrasepsi apabila terjadi hal berikut :</p>
<ol>
<li>Kondom bocor, lepas atau salah menggunakannnya</li>
<li>Diafragma pecah, robek atau diangkat terlalu cepat</li>
<li>Kegagalan senggama terputus (misalnya ejakulasi di vagina atau pada genitalis externa)</li>
<li>Salah hitung masa subur</li>
<li>AKDR ekspulsi</li>
<li>Lupa meminum Pil KB lebih dari 2 tablet</li>
<li>Terlamabat lebih dari 1 minggu untuk sutik KB setiap bulan, dan</li>
<li>Kehamilan lebih dari 2 minggu untuk suntik KB yang tiga bulanan</li>
</ol>
<p>Beberapa jenis metode kontrasepsi darurat adalah :</p>
<ol>
<li>Intrauterine Device : Dipasang sekali saja, dalam 7 hari setelah berhubungan.</li>
<li>Kontrasepsi Oral Kombinasi : Dosis 2 x 4 teblet diminum sebelum 72 jam (dosis kedua diminum 12 jam setelah dosis pertama).</li>
<li>Levonogestrel : Diminum 2 tablet sekaligus sesegera mungkin setelah berhubungan tanpa pengaman sebelum 72 jam.</li>
</ol>
<p>Efektivitas Pil KB Levonogestrel 1.5 mg Precoital dan Postcoital</p>
<p>Levonogestre, termasuk dalam kelompok progestin yaitu hormon sintesis yang memiliki fungsi seperti progesterone yang akan mengikat reseptor progesterone dan adrogen, yang dapat menunda pelepasan hormon pelepasan gonadotropin dari hipotalamus, levonogestrel akan akan dimetabolisme dihati oleh enzim CYP3A4 dan levonogestrel akan diekskresikan sebagian besar melalui urin (40 – 68 %) dan fesef (16 – 48 %).</p>
<figure id="attachment_6369" aria-describedby="caption-attachment-6369" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="c8c4ca" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #c8c4ca;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-6369 size-medium not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/07/Kontrasepsi-darurat-2-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-6369" class="wp-caption-text">Regulasi Kontrasepsi Darurat termasuk dalam pelayanan KB yang dapat diberikan oleh apoteker </figcaption></figure>
<p>Levonogestrel Sebagai Pil KB Kontrasepsi Darurat</p>
<p>Mekanisem kerja levonogestrol sebagai kontarsepsi darurat : menghambat ovulasi, penebalan lendir serviks, memperlambat transportasi sperma, memnghambat implantasi, mencegat pelekatan zigot dilapisan endometrium.</p>
<p>Mekanisme aksi levonogestrel 1.5 mg dapat menjadi pilihan KD yang efektif dalam mencegah kehamilan :</p>
<ol>
<li>Memperlambat feedback negative pada hipotalamus sehingga produksi GnRH menurun yang mengakibtakan sekresi FSH dan LH menjadi berkurang. Hal ini mencegah terjadinya ovulasi.</li>
<li>Levonogestrel menginduksi penebalan lender serviks, yang membantu dengan mengganggu motilitas dan perjalanan sperma</li>
</ol>
<p>Berdasarkan siklus menstruasi ; hari 1 – 7 dalam siklus 28 hari, pada saat setelah menstrusasi hari 7 – 14 akan terjadi pengeluaran hormon LH yang meransang pengeluaran sel telur.  Sehingga hari 1 – 7 dan hari 8 – 12 sangat efektif belum terjadi ovulasi atau pematangan sel telur. Comtoh produk kontrasepsi darurat yaitu postpil mengandung 0.75 mg levonogestrel.</p>
<p>Indikasi kontrasepsi darurat : Keterlambatan penyuntikan kontrasepsi, dosis kontrasepsi oral yang terlewatkan, gagal menggunakan segala bentuk kontrasepsi, jarang melakukan hubungan intim seperti pernikahan jarak jauh, kerusakan kondom, dan pelecehan seksual.</p>
<p>Kapan Levonegstrel 1.5 mg digunakan : Selain indikasi beberapsperma terlanjur keluar di dalam, lupa menggunakan pengaman, dan lupa meminum pil KB reguler lebih dari 3 hari atau terlewat jadwal suntk KB.</p>
<p>Cara Penggunaan Levonogestrel 1.5 mg Postcoital</p>
<p>Diminum 2 tablet  sekaligus sesegera mungkin seter;ah berhubungan tanpa pengaman, sebelum 72 jam. Semakin cepat dikomsumsi efektivitasnya semakin tinggi dan semakin ditunda semakin rendah efektivitasnya.</p>
<p>Apakah penggunaan Levonogestrel 1.5 mg bisa digunakan sebelum berhubungan (Precoital) ?</p>
<p>Dapat digunakan precoital yang didukung oleh beberapa artikel penelitian, dapat diterima karena penggunaan LNG 1.5 mg sebelum berhubungan memaksimalkan efektivitasnya untuk mencegah kehamilan, aman digunakan karena minim efek samping, dan komsumsi secara precoital akan meningkatkan kepatuhan Wanita dalam menggunakan pil KB Darurat.</p>
<p>Cara menggunakan Levonogestrel 1.5 mg bisa digunakan sebelum berhubungan (Precoital): Diminum 2 tablet sekaligus sesaat sebelum berhubungan seksual, diminum sesaat sebelum berhubungan maksimal 3 jam sebelumnya.</p>
<p>Siapa yang dapat menggunakan kontrasepsi darurat sebelum berhubungan : h\jarang berhubungan seksual, long distance marriage, tidak nyaman dengan KB Reguler, dan ragu dengan metode tradisional.</p>
<p>Peran Apoteker dalam Merekomendasikan Kontrasepsi :</p>
<ol>
<li>Peran apoteker dalam edukasi pil kontrasepsi darurat : informasi dan edukasi penggunaan pil KB yang benar, produk kontrasepsi darurat tidak dimaksud untuk berulang, dan kontrasepsi darurat bukan untuk aborsi.</li>
<li>Layanan konseling :</li>
<li>Konsultasi kontrasepsi dengan menjaga privasi, komunikasi yang baik dan mudah dipahami.</li>
<li>Layanan konseling meliputi : defenisi, mekanisme kerja, cara penggunaan, waktu penggunaan, lama penggunaan, kontaindikasi dan efek samping.</li>
<li>Perlunya mengumpulkan data pada ssat konseling : terjadi kehamilan atau tidak, adakah kondisi yang membutuhkan perhatian khusus, dan adakah masalah kesehatan yang membutuhkan pengelolaan lebih lanjut misalnya IMS.</li>
</ol>
<p>Regulasi Kontrasepsi Darurat termasuk dalam pelayanan KB yang dapat diberikan oleh apoteker  pada Permenkes No.21 tahun 2021 pasal 27 ayat 2. Apalagi Levonogestrel termasuk OWA yaitu obat keras yang bisa apoteker berikan kepada pasien tanpa resep dokter yaitu UU No 17 tahun 2023, Permenkes 73 tahun 2016 dan Kepmenkes 247 (1990) : 925 (199). Berdasarkan hal tersebut apoteker bisa memberikan edukasi dan pelayanan kontrasepsi darurat walaupun tanpa resp dokter karena termasuk OWA.</p>
<p>Materi yang lain juga disajikan pada webinar ini yaitu bagaimana ketersediaan pil KB darurat levonogestrel 1.5 mg &amp; portofolio Produk DKT Indonesia dan dilanjutan dengan sesi diskusi dan foto bersama yang dirahkan oleh moderator.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/webinar-kefarmasian-menjaga-efektivitas-pil-kb-darurat-levonogestrel-1-5-mg-precoital-dan-postcoital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengasah Empati Apoteker</title>
		<link>https://iainews.net/mengasah-empati-apoteker/</link>
					<comments>https://iainews.net/mengasah-empati-apoteker/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Agus Purnomo, MM]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2025 12:44:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi obat]]></category>
		<category><![CDATA[empati apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[farmasi klinis]]></category>
		<category><![CDATA[humanisme apoteker.]]></category>
		<category><![CDATA[kepatuhan pasien]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi pasien]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan kefarmasian]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[support system pasien]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=6087</guid>

					<description><![CDATA[Mengasah Empati Apoteker “Hadiah terbesar dari manusia adalah kita memiliki kekuatan empati.” — Meryl Streep...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>M<strong>engasah Empati Apoteker</strong></p>
<blockquote><p>“Hadiah terbesar dari manusia adalah kita memiliki kekuatan empati.” — Meryl Streep</p></blockquote>
<p>“Ada yang tahu apa bedanya simpati dengan empati?” tanya seorang dosen ketika hendak memulai perkuliahan.</p>
<p>Seisi kelas terdiam. Beberapa mahasiswa tampak berpikir, ada pula yang penasaran dengan jawaban sang dosen.</p>
<p>“Sederhananya, simpati itu ketika kita bisa merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain,” kata sang dosen.</p>
<p>“Kalau empati, Bu?” tanya seorang mahasiswa dengan penuh rasa ingin tahu.</p>
<p>“Empati itu simpati yang dilakukan disertai dengan tindakan, atau simpati yang lebih mendalam,” jawab sang dosen.</p>
<p>Seorang apoteker ketika berpraktik harus memiliki simpati, bahkan sampai pada tingkat empati terhadap pasien. Apoteker tidak cukup hanya merasakan apa yang dirasakan pasien, tetapi juga perlu memiliki pemahaman yang mendalam serta mampu merasakan langsung emosi pasien.</p>
<p>Dengan empati, apoteker akan lebih mudah dalam menjelaskan informasi obat yang akan diberikan, serta dapat menyampaikan edukasi tentang obat secara lebih jelas. Pasien pun akan merasa lebih bahagia karena merasa dipahami dan didengarkan.</p>
<p>Ketika pasien bercerita, apoteker perlu dengan seksama mendengarkan dan memperhatikan apa yang dikeluhkan. Tidak sekadar mendengar, tetapi <strong>mendengarkan dengan rasa</strong>, yaitu hadir dalam emosi yang sama seperti yang dirasakan pasien.</p>
<p>Selanjutnya, apoteker memberikan <strong>dukungan moral dan emosional</strong>, agar pasien dapat rutin dan patuh dalam meminum obat.</p>
<p>Dukungan ini sangat penting, terutama bagi pasien yang harus menjalani terapi jangka panjang. Mereka butuh <em>support system</em> agar tidak jenuh atau bosan menjalani pengobatan.</p>
<p>Dengan mengasah empati, hubungan antara apoteker dan pasien akan semakin kuat. Rasa kepercayaan pasien akan tumbuh, dan hal ini berkontribusi langsung pada tingkat <strong>kepatuhan pasien terhadap terapi</strong> yang dijalani.</p>
<p>Kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian pun akan meningkat, karena mereka merasa <strong>dihargai, dipahami, dan dilibatkan</strong>.</p>
<p>Perhatian dan kepedulian yang tulus juga menjadi cara mengasah empati apoteker kepada pasien.</p>
<p>Apoteker tidak hanya bertugas menyerahkan obat dan memberikan informasi, tetapi juga memahami kekhawatiran, ketakutan, dan harapan pasien terhadap kondisi kesehatannya.</p>
<p>Ketika apoteker mengasah empati dalam praktik sehari-hari, secara tidak langsung ia menciptakan <strong>pengalaman positif bagi pasien</strong>, membangun kepercayaan, memperkuat peran apoteker, dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup pasien.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/mengasah-empati-apoteker/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa Itu Narkotika?</title>
		<link>https://iainews.net/apa-itu-narkotika/</link>
					<comments>https://iainews.net/apa-itu-narkotika/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Agus Purnomo, MM]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2025 04:24:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker dan narkotika]]></category>
		<category><![CDATA[dampak narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi narkotika]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[narkotika]]></category>
		<category><![CDATA[narkotika golongan I II III]]></category>
		<category><![CDATA[obat berbasis narkotika]]></category>
		<category><![CDATA[penyalahgunaan narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[UU Narkotika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=5919</guid>

					<description><![CDATA[Apa Itu Narkotika? Pagi-pagi minum jamu Jamu diminum sehatkan raga Jangan sia-siakan hidupmu Hanya karena...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Apa Itu Narkotika?</strong></p>
<blockquote><p><em>Pagi-pagi minum jamu<br />
Jamu diminum sehatkan raga<br />
Jangan sia-siakan hidupmu<br />
Hanya karena narkotika</em><br />
(A.R)</p></blockquote>
<hr />
<p><strong>Narkotika</strong> — satu kata yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Istilah ini sering dikaitkan dengan penyalahgunaan, ketergantungan, hingga tindakan kriminal. Namun, tahukah Anda bahwa narkotika juga memiliki sisi manfaat jika digunakan dengan tepat dan sesuai aturan medis?</p>
<p>Menurut <strong>Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika</strong>, narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi hingga menghilangkan rasa nyeri, dan berpotensi menimbulkan ketergantungan.</p>
<h3>Sifat Narkotika: Ketagihan, Toleransi, dan Kebiasaan</h3>
<p>Ada tiga sifat utama narkotika yang menjadikannya sangat berbahaya jika disalahgunakan:</p>
<ul>
<li><strong>Daya adiktif (ketagihan)</strong> yang sangat tinggi.</li>
<li><strong>Daya toleransi</strong>, yaitu tubuh pemakai akan terus membutuhkan dosis yang lebih tinggi untuk merasakan efek yang sama.</li>
<li><strong>Daya habitual (kebiasaan)</strong> yang membuat pengguna merasa tidak bisa berfungsi normal tanpa konsumsi zat tersebut.</li>
</ul>
<p>Inilah alasan mengapa pengguna narkotika sulit untuk melepaskan diri dari cengkeramannya.</p>
<h3>Narkotika Bisa Bermanfaat Jika Digunakan Sesuai Aturan</h3>
<p>Perlu diketahui bahwa tidak semua penggunaan narkotika bersifat negatif. Dalam dunia medis, narkotika digunakan secara terbatas sebagai <strong>obat untuk mengatasi nyeri hebat</strong>, seperti pada pasien kanker atau pascaoperasi besar. Ada juga narkotika yang digunakan untuk <strong>kepentingan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan</strong>. Namun, pemakaian ini harus <strong>menggunakan resep dokter dan diawasi ketat</strong> oleh tenaga kesehatan profesional, khususnya apoteker.</p>
<h3>Penggolongan Narkotika</h3>
<p>Berdasarkan tingkat bahayanya, narkotika dibagi menjadi tiga golongan:</p>
<ol>
<li><strong>Narkotika Golongan I</strong>
<ul>
<li>Daya adiktif sangat tinggi dan paling berbahaya.</li>
<li><strong>Tidak digunakan untuk pengobatan</strong> dan hanya boleh digunakan untuk penelitian.</li>
<li>Contoh: Heroin, Ganja, MDMA (ekstasi).</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Narkotika Golongan II</strong>
<ul>
<li>Daya adiktif kuat, <strong>dapat digunakan untuk pengobatan</strong> dan penelitian.</li>
<li>Contoh: Morfin, Petidin, Fentanyl.</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Narkotika Golongan III</strong>
<ul>
<li>Daya adiktif ringan, juga <strong>bisa digunakan untuk pengobatan dan penelitian</strong>.</li>
<li>Contoh: Kodein, Buprenorfin.</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p>Sementara itu, berdasarkan asal dan cara pembuatannya, narkotika dibagi menjadi:</p>
<ul>
<li><strong>Narkotika alami</strong> (contoh: opium, ganja),</li>
<li><strong>Semi-sintetis</strong> (contoh: heroin, morfin),</li>
<li><strong>Sintetis</strong> (contoh: methadon, pethidine).</li>
</ul>
<h3>Penyalahgunaan Narkotika: Masalah Serius yang Harus Diperangi</h3>
<p>Sayangnya, narkotika lebih sering dikenal karena penyalahgunaannya. Banyak individu menyalahgunakan narkotika sebagai <strong>pelarian dari tekanan hidup</strong>, perasaan duka, rasa ingin tahu, atau dorongan lingkungan sosial.</p>
<p>Penyalahgunaan narkotika bukan hanya merusak diri sendiri, tetapi juga menghancurkan keluarga, merusak karier, dan mengganggu keamanan sosial. Bahkan, penyalahgunaan narkotika tidak mengenal batas: <strong>remaja, orang tua, pejabat, aparat, hingga pelajar</strong> bisa terjerat jika tidak mendapat edukasi dan pendampingan yang benar.</p>
<h3>Pesan Moral: Mari Bersama Lawan Penyalahgunaan Narkotika</h3>
<p>Sebagaimana disampaikan penulis:</p>
<blockquote><p>&#8220;Kualitas suatu bangsa dibangun di atas kualitas sumber daya manusianya. Narkotika tidak hanya merusak generasi muda, tetapi juga pejabat dan aparat, polisi dan politisi, pengusaha dan penguasa, ayah dan bunda, semua lapisan masyarakat. Dalam peperangan melawan penyalahgunaan narkotika, kita harus bersatu padu, bahu membahu.&#8221;</p></blockquote>
<p>Masyarakat perlu dibekali dengan pengetahuan tentang bahaya narkotika sekaligus pemahaman bahwa zat ini hanya boleh digunakan dalam konteks medis dengan pengawasan tenaga kesehatan. Edukasi dari apoteker dan tenaga kesehatan lainnya menjadi kunci dalam membangun generasi yang sehat, sadar, dan bebas narkotika.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apa-itu-narkotika/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
