<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penggunaan obat &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/penggunaan-obat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Jul 2025 09:06:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.6</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>penggunaan obat &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apoteker Ainun Berikan Edukasi Kesehatan di Pertemuan Rutin Dharma Wanita BPS Kabupaten Gorontalo</title>
		<link>https://iainews.net/apoteker-ainun-berikan-edukasi-kesehatan-di-pertemuan-rutin-dharma-wanita-bps-kabupaten-gorontalo/</link>
					<comments>https://iainews.net/apoteker-ainun-berikan-edukasi-kesehatan-di-pertemuan-rutin-dharma-wanita-bps-kabupaten-gorontalo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Agus Purnomo, MM]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2025 09:05:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[BPS Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Dharma Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[IAI Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga sehat]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[obat rasional]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan obat]]></category>
		<category><![CDATA[penyimpanan obat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=6228</guid>

					<description><![CDATA[Gorontalo, IAINews – Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gorontalo...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gorontalo, IAINews</strong> – Pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gorontalo pada Jumat, 11 Juli 2025, hadir dengan suasana yang menyegarkan dan berbeda dari biasanya.</p>
<p>Kali ini, kehadiran Apoteker Ainun, S.Farm., yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Gorontalo, menjadi sorotan utama dengan penyampaian materi edukasi kesehatan yang penuh makna.</p>
<p>Acara yang diselenggarakan di Aula BPS Kabupaten Gorontalo ini diikuti oleh berbagai pengurus dan anggota DWP, yang hadir dengan semangat tinggi untuk memperoleh wawasan baru tentang kesehatan.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Apt. Ainun, S.Farm., menyampaikan materi bertajuk “<strong>Peran Apoteker dalam Mewujudkan Keluarga Sehat dan Cerdas Menggunakan Obat</strong>.”</p>
<p>Presentasi ini disajikan sebagai bagian dari upaya IAI Gorontalo untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kaum perempuan, mengenai penggunaan obat yang aman dan bermanfaat.</p>
<blockquote><p><strong>“Kegiatan ini merupakan momen yang sangat berharga untuk meningkatkan kesadaran para ibu sebagai tulang punggung keluarga dalam memahami cara menggunakan obat dengan tepat, baik obat resep dari dokter maupun obat bebas yang tersedia di apotek,” ujar Apt. Ainun saat membawakan paparannya di depan para peserta.</strong></p></blockquote>
<p>Ainun turut menjelaskan konsep obat rasional secara mendalam, yang menjadi inti dari edukasi kali ini.</p>
<p>Obat rasional didefinisikan sebagai penggunaan obat yang sesuai dengan kebutuhan medis pasien, dengan dosis yang tepat, durasi penggunaan yang sesuai, dan dalam bentuk yang paling cocok untuk kondisi kesehatan individu.</p>
<p>Ia menekankan bahwa obat rasional membantu mencegah resistensi obat, mengurangi efek samping yang tidak perlu, dan memastikan pengobatan yang efektif.</p>
<p>Sebagai contoh, ia menyarankan agar masyarakat selalu berkonsultasi dengan apoteker atau dokter sebelum mengonsumsi obat dalam jangka panjang, serta menghindari penggunaan antibiotik tanpa resep untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius di masa depan.</p>
<blockquote><p><strong>“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap edukasi kesehatan dapat menyebar luas ke seluruh lapisan masyarakat, dimulai dari organisasi perempuan seperti Dharma Wanita, yang memiliki peran besar dalam membentuk keluarga sehat,” tambahnya dengan penuh semangat. </strong></p></blockquote>
<p>Para peserta menyambut materi yang disampaikan dengan antusiasme tinggi. Diskusi interaktif berlangsung hangat dan interaktif, di mana banyak dari mereka mengajukan pertanyaan menarik seputar penggunaan obat tradisional yang sering ditemui di lingkungan sekitar, cara menangani penyakit ringan di rumah dengan aman, serta tips praktis menyimpan obat agar tetap dalam kondisi baik.</p>
<p>Beberapa peserta juga berbagi pengalaman pribadi terkait kebiasaan keluarga mereka dalam mengelola obat, yang kemudian mendapat tanggapan bijak dan solutif dari Ainun.</p>
<p><img data-dominant-color="7c7974" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #7c7974;" fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-6230 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_2025-07-20-15-56-50-168_com.google.android.apps_.docs-edit.avif" alt="" width="1220" height="922" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_2025-07-20-15-56-50-168_com.google.android.apps_.docs-edit.avif 1220w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_2025-07-20-15-56-50-168_com.google.android.apps_.docs-edit-250x190.avif 250w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/07/Screenshot_2025-07-20-15-56-50-168_com.google.android.apps_.docs-edit-768x580.avif 768w" sizes="(max-width: 1220px) 100vw, 1220px" /></p>
<p>Acara ini tidak hanya menjadi ajang edukasi yang bermanfaat, tetapi juga wadah untuk mempererat hubungan antara apoteker dan masyarakat, khususnya anggota DWP BPS Kabupaten Gorontalo.</p>
<p>Kehadiran Ainun berhasil membawa inspirasi baru, mendorong para ibu untuk lebih peduli terhadap kesehatan keluarga mereka melalui penggunaan obat yang rasional.</p>
<p>Di akhir sesi, harapan besar muncul untuk melanjutkan kegiatan serupa di masa mendatang, sehingga peran apoteker dalam mendukung kesehatan masyarakat Gorontalo semakin dikenal dan dihargai.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apoteker-ainun-berikan-edukasi-kesehatan-di-pertemuan-rutin-dharma-wanita-bps-kabupaten-gorontalo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peran Bahasa Indonesia dalam Meningkatkan Pelayanan Kefarmasian di Indonesia</title>
		<link>https://iainews.net/peran-bahasa-indonesia-dalam-meningkatkan-pelayanan-kefarmasian-di-indonesia/</link>
					<comments>https://iainews.net/peran-bahasa-indonesia-dalam-meningkatkan-pelayanan-kefarmasian-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Dec 2024 23:27:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan kefarmasian]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan obat]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan pasien]]></category>
		<category><![CDATA[resistensi bakteri]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=4689</guid>

					<description><![CDATA[Setiap negara memiliki bahasa resmi untuk mempermudah komunikasi. Bahasa tersebut harus dipahami oleh pengirim dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap negara memiliki bahasa resmi untuk mempermudah komunikasi. Bahasa tersebut harus dipahami oleh pengirim dan penerima pesan agar komunikasi berjalan lancar.</p>
<p>Di Indonesia, keberagaman daerah menciptakan variasi bahasa yang berpotensi menghambat komunikasi jika penerima pesan tidak memahami bahasa yang digunakan. Oleh karena itu, diperlukan bahasa pemersatu, yakni Bahasa Indonesia. Bahasa ini telah ditetapkan sejak Sumpah Pemuda, dengan harapan seluruh masyarakat Indonesia dapat berkomunikasi tanpa kesulitan.</p>
<p>Pelayanan kesehatan di Indonesia sangat beragam, mulai dari puskesmas, komunitas, apotek, hingga rumah sakit. Dalam pelayanan kefarmasian, apoteker dan tenaga kesehatan wajib menyampaikan informasi yang jelas dan akurat kepada pasien.</p>
<p>Komunikasi yang efektif memerlukan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, mencakup tata bahasa yang tepat dan pemilihan kata yang mudah dipahami. Hal ini sangat penting, terutama ketika menjelaskan informasi medis yang kompleks. Meski Bahasa Indonesia lebih diutamakan dibanding bahasa daerah, tenaga kefarmasian tetap harus menghormati bahasa yang digunakan pasien.</p>
<p>Salah satu peran apoteker adalah memberikan edukasi mengenai penggunaan obat. Berdasarkan data Riskesdas 2013, sebanyak 35,2% rumah tangga menyimpan obat untuk swamedikasi, dengan 35,7% di antaranya menyimpan obat keras dan 27,8% menyimpan antibiotik tanpa resep. Kondisi ini memicu masalah kesehatan seperti resistensi bakteri.</p>
<p>Data tersebut menunjukkan bahwa banyak pasien belum memahami instruksi penggunaan obat dengan baik, yang berpotensi membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, apoteker dituntut untuk mampu menerjemahkan istilah medis kompleks ke dalam Bahasa Indonesia yang sederhana dan lugas tanpa mengubah maknanya.</p>
<p>Dengan penggunaan Bahasa Indonesia yang mudah dipahami, pasien dapat lebih terlibat dalam proses pengobatan. Ketika apoteker menjelaskan informasi secara jelas dan relevan, pasien menjadi lebih percaya diri untuk bertanya dan berdiskusi mengenai kondisi kesehatannya.</p>
<p>Interaksi ini meningkatkan keterlibatan pasien dalam proses pengobatan, yang berdampak pada kepatuhan mereka terhadap instruksi yang diberikan. Dengan demikian, penggunaan Bahasa Indonesia yang efektif berkontribusi pada pelayanan kefarmasian yang lebih baik.</p>
<p>Namun, terdapat tantangan dalam penerapan Bahasa Indonesia dalam pelayanan kefarmasian. Salah satu tantangan utama adalah perbedaan pemahaman antara tenaga kesehatan dan pasien. Penggunaan istilah medis yang kompleks sering membingungkan pasien, yang dapat menghambat diagnosis dan tindakan, serta menyebabkan kesalahan penggunaan obat.</p>
<p>Selain itu, tingkat pendidikan masyarakat yang bervariasi memengaruhi pemahaman terhadap informasi yang disampaikan. Oleh karena itu, tenaga kefarmasian harus memastikan penyampaian informasi dapat dipahami oleh semua lapisan masyarakat.</p>
<p>Untuk mengatasi tantangan ini, beberapa strategi dapat diterapkan. Pertama, pelatihan komunikasi bagi tenaga kesehatan perlu menekankan teknik penyampaian informasi menggunakan Bahasa Indonesia yang sederhana dan jelas.</p>
<p>Kedua, penyediaan materi edukasi dalam Bahasa Indonesia, seperti leaflet obat, panduan penggunaan obat, dan video edukasi, harus menggunakan istilah umum yang mudah dipahami, didukung ilustrasi untuk membantu penjelasan. Ketiga, pemanfaatan teknologi melalui aplikasi kesehatan dapat menyediakan informasi obat dalam bahasa yang sederhana dan mudah diakses oleh pasien dari berbagai usia.</p>
<p>Seiring perkembangan zaman, edukasi melalui media menjadi penting untuk menyebarkan informasi kesehatan. Kampanye kesehatan melalui media sosial, radio, dan televisi dapat efektif mendidik masyarakat tentang pentingnya memahami pengobatan. Dalam kampanye ini, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi prioritas agar pesan tersampaikan dengan jelas.</p>
<p>Dengan demikian, memprioritaskan Bahasa Indonesia dalam pelayanan kefarmasian tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, tetapi juga mendorong masyarakat berperan aktif dalam menjaga kesehatan. Ini adalah langkah penting menuju sistem kesehatan yang lebih baik di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/peran-bahasa-indonesia-dalam-meningkatkan-pelayanan-kefarmasian-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menguatkan Peran Bahasa Indonesia dalam Edukasi Penggunaan Obat yang Aman dan Tepat</title>
		<link>https://iainews.net/menguatkan-peran-bahasa-indonesia-dalam-edukasi-penggunaan-obat-yang-aman-dan-tepat/</link>
					<comments>https://iainews.net/menguatkan-peran-bahasa-indonesia-dalam-edukasi-penggunaan-obat-yang-aman-dan-tepat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Dec 2024 00:59:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[anjuran dosis]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker dan pasien]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[efek samping obat]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[label obat]]></category>
		<category><![CDATA[pemahaman medis]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan obat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=4500</guid>

					<description><![CDATA[BAHASA Indonesia, sebagai bahasa resmi negara, memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BAHASA Indonesia, sebagai bahasa resmi negara, memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia kesehatan farmasi. Dalam konteks penggunaan obat yang tepat, bahasa ini menjadi penghubung komunikasi antara tenaga farmasi dan masyarakat luas.</p>
<p>Informasi terkait obat-obatan perlu disampaikan dengan bahasa yang jelas agar tidak terjadi kesalahpahaman. Sebagai bahasa utama di Indonesia, bahasa Indonesia memikul tanggung jawab besar untuk memastikan pesan-pesan mengenai penggunaan obat yang tepat dapat diterima dan dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p>Penggunaan obat yang tepat meliputi pemahaman tentang dosis, aturan pakai, indikasi, dan efek samping. Masyarakat sering kali menghadapi istilah medis yang sulit dipahami.</p>
<p>Di sinilah bahasa Indonesia memainkan peran penting sebagai media yang menyederhanakan informasi tanpa mengurangi akurasi pesan.</p>
<p>Bahasa Indonesia digunakan oleh lebih dari 270 juta penduduk Indonesia, menjadikannya alat yang efektif untuk menyampaikan informasi kesehatan secara merata, baik di perkotaan maupun pedesaan.</p>
<p>Bahasa ini memungkinkan masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan untuk memahami informasi medis dengan baik. Dalam hal ini, bahasa Indonesia menjembatani kesenjangan pemahaman antara masyarakat awam dan dunia medis.</p>
<h3><strong>Anjuran Dosis dan Waktu Penggunaan Obat</strong></h3>
<p>Salah satu aspek penting dari penggunaan obat adalah anjuran dosis. Informasi tentang dosis sering kali disampaikan dalam satuan seperti miligram (mg) atau mikrogram (μg), yang mungkin sulit dipahami oleh masyarakat.</p>
<p>Jika tidak disampaikan dengan jelas, hal ini dapat memicu kesalahan penggunaan obat. Bahasa Indonesia yang mudah dipahami sangat diperlukan untuk menyampaikan anjuran dosis secara akurat.</p>
<p>Selain dosis, informasi waktu penggunaan obat juga penting. Apakah obat harus dikonsumsi sebelum makan, sesudah makan, atau pada interval tertentu, perlu dijelaskan dengan bahasa yang sederhana agar masyarakat tidak bingung. Misalnya, obat yang harus diminum &#8220;setiap 6 jam&#8221; perlu dijelaskan secara rinci agar masyarakat memahami aturan tersebut.</p>
<h3><strong>Pemahaman Indikasi dan Efek Samping Obat</strong></h3>
<p>Setiap obat memiliki indikasi atau tujuan penggunaan tertentu. Bahasa Indonesia berperan penting dalam menjelaskan tujuan ini agar masyarakat tidak menggunakan obat secara tidak tepat, yang bisa berujung pada masalah kesehatan.</p>
<p>Selain itu, informasi mengenai efek samping obat juga harus disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami. Misalnya, istilah seperti &#8220;mual&#8221; atau &#8220;pusing&#8221; perlu dijelaskan dengan sederhana agar masyarakat waspada terhadap efek samping tersebut.</p>
<h3><strong>Bahasa Indonesia dalam Dokumen dan Komunikasi Medis</strong></h3>
<p>Dokumen seperti label obat, brosur, dan leaflet yang menyertai kemasan obat juga menggunakan bahasa Indonesia. Informasi dalam dokumen ini harus disusun dengan bahasa yang jelas agar pasien memahami cara penggunaan obat dengan benar.</p>
<p>Apoteker, sebagai tenaga kesehatan, juga memainkan peran dalam menyampaikan informasi obat kepada pasien. Dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, mereka dapat menjelaskan penggunaan obat, interaksi obat, serta tindakan jika terjadi efek samping atau alergi.</p>
<h3><strong>Kesimpulan</strong></h3>
<p>Peran bahasa Indonesia dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan obat sangatlah penting. Bahasa ini memastikan penyampaian informasi terkait dosis, aturan pakai, indikasi, dan efek samping secara jelas dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.</p>
<p>Komunikasi yang efektif dalam bahasa Indonesia membantu mengurangi risiko kesalahan penggunaan obat. Dengan cakupan yang luas di seluruh wilayah Indonesia, bahasa ini memastikan informasi kesehatan tersampaikan secara merata. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi kunci keberhasilan edukasi masyarakat dalam dunia farmasi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/menguatkan-peran-bahasa-indonesia-dalam-edukasi-penggunaan-obat-yang-aman-dan-tepat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Edukasi Obat oleh Apoteker USK di Aceh Tengah: Tingkatkan Kesadaran Risiko Diabetes dan Penyakit Ginjal</title>
		<link>https://iainews.net/edukasi-obat-oleh-apoteker-usk-di-aceh-tengah-tingkatkan-kesadaran-risiko-diabetes-dan-penyakit-ginjal/</link>
					<comments>https://iainews.net/edukasi-obat-oleh-apoteker-usk-di-aceh-tengah-tingkatkan-kesadaran-risiko-diabetes-dan-penyakit-ginjal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Nov 2024 13:26:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Dagusibu]]></category>
		<category><![CDATA[Departemen Farmasi USK]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes melitus]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[gagal ginjal akut]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Aceh Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan obat]]></category>
		<category><![CDATA[penyuluhan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[risiko penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=4070</guid>

					<description><![CDATA[Aceh Tengah, IAINews &#8211; Departemen Farmasi FMIPA Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh melaksanakan kegiatan pengabdian...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Aceh Tengah, IAINews &#8211;</strong> Departemen Farmasi FMIPA Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat pada 26 Oktober 2024 di Kabupaten Aceh Tengah.</p>
<p>Acara ini merupakan bagian dari amanat tridharma perguruan tinggi yang dilakukan setiap tahun oleh dosen dan staf Departemen Farmasi USK. Tahun ini, kegiatan diadakan di SMAN 1 Takengon dan Desa Blang Kolak 1, Kecamatan Bebesen, bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan dan kefarmasian.</p>
<p>Topik utama edukasi kali ini adalah peningkatan kesadaran masyarakat terhadap risiko diabetes melitus dan gagal ginjal akut. Topik ini dipilih karena tingginya angka diabetes, terutama diabetes melitus tipe 2, yang terus meningkat.</p>
<p>Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia menempati peringkat kelima dunia dengan jumlah penderita diabetes mencapai 19,5 juta jiwa pada 2021. Diperkirakan, angka ini akan meningkat menjadi 28,6 juta pada 2045.</p>
<p>Provinsi Aceh sendiri memiliki prevalensi tinggi dalam kasus diabetes menurut data Riskesdas 2018, sehingga diperlukan edukasi dan intervensi yang lebih intensif.</p>
<p>Dalam kegiatan edukasi di Polindes Desa Blang Kolak, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah, dr. Yunasri, M.Kes, mengapresiasi upaya Departemen Farmasi USK yang memberikan informasi terkait penggunaan dan penyimpanan obat.</p>
<p>Ia menyoroti bahwa banyak kasus pengobatan tidak efektif disebabkan oleh obat yang rusak akibat penyimpanan yang kurang tepat serta kesalahan dalam jadwal konsumsi obat. Program edukasi DAGUSIBU yang diselenggarakan oleh Departemen Farmasi FMIPA USK sangat membantu masyarakat dalam memahami cara yang tepat dalam penggunaan dan penyimpanan obat di rumah.</p>
<p>Dalam pelaksanaan kegiatan, Departemen Farmasi USK bekerja sama dengan Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Aceh Tengah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah.</p>
<p>Ketua PC IAI Aceh Tengah, apt. Susi Endar Maidesi, S.Farm, turut mendampingi acara penyuluhan dan pengobatan gratis ini. Dinas Kesehatan juga mengirimkan dua dokter pendamping, yaitu dr. Arizqa Fintama dan dr. MR Fahlawi.</p>
<p>Antusiasme warga sangat tinggi meskipun pengumuman kegiatan baru dilakukan pada pagi hari acara. Tercatat, 100 warga hadir dan mengikuti edukasi ini.</p>
<p>Departemen Farmasi FMIPA USK berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata melalui pengabdian masyarakat yang relevan dengan kebutuhan serta perkembangan ilmu kefarmasian.</p>
<p>Program ini juga memperluas jaringan kerja sama USK dengan berbagai instansi di daerah, mendukung inovasi produk dan layanan kefarmasian di masa depan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/edukasi-obat-oleh-apoteker-usk-di-aceh-tengah-tingkatkan-kesadaran-risiko-diabetes-dan-penyakit-ginjal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gema Cermat Puskesmas Kalideres: Mewujudkan Kesadaran Penggunaan Obat di Hari Apoteker Sedunia</title>
		<link>https://iainews.net/gema-cermat-puskesmas-kalideres-mewujudkan-kesadaran-penggunaan-obat-di-hari-apoteker-sedunia/</link>
					<comments>https://iainews.net/gema-cermat-puskesmas-kalideres-mewujudkan-kesadaran-penggunaan-obat-di-hari-apoteker-sedunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2024 03:46:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Antibiotik]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi obat]]></category>
		<category><![CDATA[gema cermat]]></category>
		<category><![CDATA[hari apoteker sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[lomba farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan obat]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Kalideres]]></category>
		<category><![CDATA[resistensi antimikroba]]></category>
		<category><![CDATA[World Pharmacists Day]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=3986</guid>

					<description><![CDATA[Kalideres, IAINews &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Apoteker Sedunia (World Pharmacists Day) Tahun 2024, Unit...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kalideres, IAINews &#8211;</strong> Dalam rangka memperingati Hari Apoteker Sedunia (World Pharmacists Day) Tahun 2024, Unit Farmasi Puskesmas Kalideres mengadakan kegiatan Gema Cermat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat) pada tanggal 18 Oktober 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh petugas farmasi dan ibu kader Puskesmas Kalideres.</p>
<p>Acara dibuka oleh Kepala Puskesmas Kalideres, dr. Linda Lidya, M. Epid. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya peran farmasi dalam mendukung kesehatan secara global, sejalan dengan tema World Pharmacists Day yaitu &#8220;Farmasis Siap Mendukung Kebutuhan Kesehatan Menuju Jakarta Sebagai Kota Global.&#8221;</p>
<p>Acara dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen Farmasi antara petugas dan ibu kader, serta senam peregangan yang dipandu oleh Tim Farmasi Puskesmas Kalideres dan diikuti oleh semua peserta. Selanjutnya, ada paparan tentang Pengendalian Resistensi Antimikroba yang disampaikan oleh Apoteker Penanggung Jawab Puskesmas Kalideres, apt. Popi El Adita, S. Farm.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3989" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/image5-4-e1730346315947.jpg" alt="" width="649" height="647" /></p>
<p>Kegiatan World Pharmacists Day di Puskesmas Kalideres merupakan acara rutin tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan semangat petugas farmasi serta ibu kader dalam mewujudkan penggunaan obat dan antibiotik secara rasional.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3988" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/image6.jpg" alt="" width="650" height="395" /></p>
<p>Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk melakukan edukasi tentang penggunaan obat dan antibiotik yang tepat di masyarakat. Komitmen ini menjadi tanggung jawab petugas farmasi dan ibu kader, di mana ibu kader berperan sebagai perpanjangan tangan petugas farmasi dalam memberikan edukasi kepada keluarga dan masyarakat.</p>
<p>Untuk meningkatkan semangat ibu kader, diadakan lomba &#8220;Clash of Champion Farmasi&#8221; di mana ibu kader diuji pengetahuannya tentang ilmu dan kegiatan farmasi yang telah didapatkan selama kegiatan Gema Cermat.</p>
<p>Salah satu peserta, Ibu Hajar, kader perwakilan dari Kelurahan Kalideres, berbagi pengalamannya setelah mengikuti kegiatan Gema Cermat World Pharmacists Day. Ia berharap ibu kader lebih memahami cara melakukan edukasi penggunaan obat yang baik sehingga masyarakat dapat lebih paham dalam penggunaan obat yang tepat.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3990" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/image8-e1730346377842.jpg" alt="" width="649" height="435" /></p>
<p>Kegiatan ditutup dengan pemberian hadiah kepada para pemenang lomba Clash of Champion Farmasi, yang diserahkan oleh Kepala Puskesmas Kalideres.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/gema-cermat-puskesmas-kalideres-mewujudkan-kesadaran-penggunaan-obat-di-hari-apoteker-sedunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peran Strategis APOTEKER: Garda Terdepan dalam Kesehatan Masyarakat</title>
		<link>https://iainews.net/peran-strategis-apoteker-garda-terdepan-dalam-kesehatan-masyarakat/</link>
					<comments>https://iainews.net/peran-strategis-apoteker-garda-terdepan-dalam-kesehatan-masyarakat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2024 03:13:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Dagusibu]]></category>
		<category><![CDATA[distribusi apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi tenaga kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan obat]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[World Pharmacists Day]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=3974</guid>

					<description><![CDATA[APOTEKER adalah profesional kesehatan di bidang farmasi yang bertanggung jawab atas pembuatan, penyediaan, dan pengawasan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>APOTEKER</strong> adalah profesional kesehatan di bidang farmasi yang bertanggung jawab atas pembuatan, penyediaan, dan pengawasan penggunaan obat. Mereka berperan penting memastikan obat yang digunakan pasien aman, tepat, dan efektif. Berdasarkan Undang-Undang No. 36 Tahun 2009, apoteker termasuk dalam profesi tenaga kesehatan.</p>
<p>Pada 2022, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sekitar 121.000 apoteker tersebar di seluruh Indonesia, dengan 46% di antaranya berada di Pulau Jawa (Rizqiyah, 2023). Jumlah tersebut menunjukkan rasio 1:2272 apoteker per penduduk, yang masih kurang ideal dibandingkan standar WHO, yaitu 1:2000. Distribusi apoteker yang tidak merata menyebabkan peran apoteker di Indonesia belum optimal, khususnya di wilayah terpencil.</p>
<p>Minimnya jumlah apoteker dan penyebaran yang belum merata mengakibatkan rendahnya pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat serta kurangnya pengenalan terhadap profesi apoteker.</p>
<p>Hari Apoteker Sedunia (World Pharmacists Day), yang diperingati setiap 25 September, ditetapkan oleh International Pharmaceutical Federation (FIP) pada 2009 untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran apoteker dalam kesehatan masyarakat. Peringatan ini merupakan momentum bagi para apoteker untuk mempromosikan profesi mereka, berbagi pengalaman, dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya peran apoteker dalam perawatan kesehatan.</p>
<p>Sebagai garda terdepan, apoteker bertanggung jawab tidak hanya dalam menyediakan obat yang aman dan efektif tetapi juga dalam memberikan edukasi terkait penggunaan obat yang benar, termasuk dosis, waktu, dan cara pemberian.</p>
<p>Apoteker memiliki keahlian dalam memastikan bahwa setiap obat sesuai dengan kondisi pasien dan dapat mengidentifikasi potensi interaksi obat yang merugikan.</p>
<p>Peran apoteker semakin penting dalam menghadapi tantangan kesehatan modern, seperti penyakit kronis, resistensi antibiotik, dan kebutuhan vaksinasi. Mereka juga berkontribusi dalam program kesehatan masyarakat, seperti kampanye imunisasi, pemantauan penyakit menular, dan edukasi gaya hidup sehat. Kolaborasi dengan dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya sangat penting untuk memastikan perawatan pasien yang optimal.</p>
<p>Salah satu strategi edukasi yang dilakukan apoteker untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang obat adalah melalui program DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan, Buang).</p>
<p>Program ini bertujuan memberikan informasi mengenai langkah-langkah yang baik dalam memperoleh dan menggunakan obat. Di masyarakat sering ditemukan perilaku konsumsi obat yang kurang tepat, seperti membeli obat secara sembarangan, kurang memperhatikan tanggal kedaluwarsa, BUD (Beyond Use Date), serta cara dan waktu penggunaan yang benar.</p>
<p>Minimnya akses apotek dan kurangnya tenaga apoteker di wilayah terpencil turut memengaruhi pemahaman ini. Masyarakat juga kerap salah dalam menyimpan dan membuang obat, yang dapat berdampak buruk pada lingkungan.</p>
<p>Berdasarkan data RISKESDAS 2013, sekitar 85,9% masyarakat belum memiliki pengetahuan yang benar terkait penggunaan obat.</p>
<p>Hal ini menjadi latar belakang implementasi program DAGUSIBU yang terbukti meningkatkan pemahaman masyarakat tentang obat-obatan (Andi Zulbayu et al., 2021; Dewi et al., 2024; Dira dan Puspitasari, 2021). Sosialisasi DAGUSIBU penting untuk terus dijalankan, baik melalui poster di fasilitas kesehatan, leaflet, kampanye di media sosial, maupun festival masyarakat. Harapannya, masyarakat dapat lebih bijak dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat.</p>
<p>Apoteker harus selalu memberikan informasi lengkap mengenai penggunaan obat, termasuk cara penyimpanan dan pembuangan obat yang sudah tidak layak pakai. Dengan demikian, peran apoteker sebagai garda terdepan kesehatan masyarakat dapat tercermin secara optimal.</p>
<p>Dukungan dari masyarakat, tenaga kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan sangat diperlukan dalam menguatkan upaya edukasi ini. Melalui strategi sosialisasi DAGUSIBU, apoteker dapat turut mewujudkan visi kesehatan Indonesia dengan menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan mandiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>DAFTAR PUSTAKA</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Andi Zulbayu, L. O. M., Nasir, N. H., Awaliyah, N., &amp; Juliansyah, R. (2021). DAGUSIBU Education (Get, Use, Save and Dispose) Medicines in Puasana Village, North Moramo District, South Konawe Regency. </span><i><span style="font-weight: 400;">Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat</span></i><span style="font-weight: 400;">, </span><i><span style="font-weight: 400;">2</span></i><span style="font-weight: 400;">(2), 40–45. https://doi.org/10.35311/jmpm.v2i2.29</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dewi, M. S., Muslih, H. F., Azizah, M., Marselina, M., Siffa, N. A., Kamilah, S. noor, &amp; Khasanah, U. (2024). Strategi Peningkatan Pemahaman Terhadap DAGUSIBU di Desa Sukamanah Kecamatan Sukatani. </span><i><span style="font-weight: 400;">JURNAL PENGABDIAN FARMASI DAN SAINS</span></i><span style="font-weight: 400;">, </span><i><span style="font-weight: 400;">2</span></i><span style="font-weight: 400;">(2), 13–22. https://doi.org/10.22487/jpsf.2024.v2.i2.16885</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dira, M. A., &amp; Puspitasari, L. (2021). Penyuluhan Pengelolaan Obat DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) di Banjar Kodok Darsana Kabupaten Karangasem. </span><i><span style="font-weight: 400;">JAI : Jurnal Abdimas ITEKES Bali</span></i><span style="font-weight: 400;">, </span><i><span style="font-weight: 400;">1</span></i><span style="font-weight: 400;">(1), 41–45.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rizqiyah, A. (2023, September 26). </span><i><span style="font-weight: 400;">Kekurangan Tenaga Apoteker di Indonesia, Masih Jauh dari Jumlah yang Dibutuhkan</span></i><span style="font-weight: 400;">. GoodStats.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). (2013). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2013. Diakses: 19 Oktober 2018, dari </span><a href="http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%20" target="_blank" rel="noopener"><span style="font-weight: 400;">http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%20</span></a></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan</span><b>.</b><span style="font-weight: 400;"> Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144. Sekretariat Negara.</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/peran-strategis-apoteker-garda-terdepan-dalam-kesehatan-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dosen Farmasi Universitas Jambi Dorong Cerdas Berswamedikasi Melalui Metode CBIA di Desa Legok</title>
		<link>https://iainews.net/dosen-farmasi-universitas-jambi-dorong-cerdas-berswamedikasi-melalui-metode-cbia-di-desa-legok/</link>
					<comments>https://iainews.net/dosen-farmasi-universitas-jambi-dorong-cerdas-berswamedikasi-melalui-metode-cbia-di-desa-legok/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Sep 2024 23:57:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[cara belajar ibu aktif]]></category>
		<category><![CDATA[CBIA]]></category>
		<category><![CDATA[desa legok]]></category>
		<category><![CDATA[dosen farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[fakultas farmasi militer]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[jambi]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[obat generik]]></category>
		<category><![CDATA[obat penyakit kulit]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan obat]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[perilaku hidup bersih sehat]]></category>
		<category><![CDATA[PHBS]]></category>
		<category><![CDATA[program PNBP]]></category>
		<category><![CDATA[resistensi obat]]></category>
		<category><![CDATA[swamedikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Jambi]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Dayung Habibah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=3279</guid>

					<description><![CDATA[JAMBI, IAINews.id &#8211; Dosen Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi (UNJA) terus aktif...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAMBI, IAINews.id</strong> &#8211; Dosen Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi (UNJA) terus aktif memberikan edukasi kesehatan melalui program pengabdian masyarakat.</p>
<p>Pada Kamis, 12 September 2024, tim dosen menggelar kegiatan <strong>Cerdas Berswamedikasi</strong> dengan pendekatan <strong>Cara Belajar Ibu Aktif (CBIA)</strong> di Desa Legok, Jambi.</p>
<p>Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu-ibu rumah tangga tentang penggunaan obat yang tepat.</p>
<p>Kegiatan tersebut diadakan di rumah Leni Haini, seorang mantan atlet dayung Jambi dan pendiri Yayasan Dayung Habibah.</p>
<p>Selain menjadi figur penting dalam komunitas olahraga, Leni juga aktif membina sekolah untuk para atlet dan mengelola kerajinan tangan berbahan sampah di desanya.</p>
<p><strong>Pentingnya Edukasi Swamedikasi di Masyarakat</strong></p>
<p><strong>Swamedikasi</strong>, atau pengobatan mandiri, merupakan praktik umum di masyarakat. Namun, tidak jarang dilakukan tanpa pengetahuan yang memadai, sehingga berpotensi menimbulkan risiko seperti efek samping atau resistensi obat.</p>
<p>Mengingat peran penting ibu dalam menjaga kesehatan keluarga, program ini menyasar ibu-ibu di Desa Legok agar lebih cerdas dalam mengelola kesehatan rumah tangga.</p>
<p>CBIA menawarkan pendekatan partisipatif yang melibatkan ibu-ibu dalam proses pembelajaran. Ketua tim pengabdian, <strong>apt. Yuliawati, M. Farm</strong>, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mengurangi kesalahan dalam penggunaan obat serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang obat generik, serta obat bebas dan bebas terbatas.</p>
<p>Pengabdian masyarakat ini diketuai oleh apt. Yuliawati, M. Farm dengan beranggotakan apt. Puspa Dwi<br />
Pratiwi., M. Pharm., Sci; Dr. Drs. Syamsurizal, M.Si ; apt. Elisma, M. Farm serta Muhammad Syukri, S.KM.,<br />
M. Kes. (Epid).</p>
<p><strong>Peran Tutor dan Mahasiswa dalam Edukasi</strong></p>
<p>Kegiatan ini melibatkan tutor dan mahasiswa yang mendampingi ibu-ibu dalam kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan lembar kerja untuk diskusi, presentasi, dan penyamaan persepsi terkait informasi obat.</p>
<p>Ghery Arrahman, salah satu mahasiswa pendamping, menyatakan bahwa metode ini sangat efektif. “Penjelasan materi disertai praktik langsung memungkinkan peserta untuk menjelaskan kembali materi yang telah diajarkan,” ujar Ghery.</p>
<figure id="attachment_3281" aria-describedby="caption-attachment-3281" style="width: 1019px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3281" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240917_065118_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs_edit_15630010601260.jpg" alt="" width="1019" height="1001" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240917_065118_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs_edit_15630010601260.jpg 1019w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240917_065118_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs_edit_15630010601260-768x754.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1019px) 100vw, 1019px" /><figcaption id="caption-attachment-3281" class="wp-caption-text">Aktifitas partisipatif dalam kelompok</figcaption></figure>
<p><strong>Pengantar Penggunaan Obat Kulit dan Generik</strong></p>
<p>Selain mengenalkan obat generik, tim juga memberikan edukasi mengenai penggunaan obat untuk penyakit kulit. <strong>apt. Puspa Dwi Pratiwi, M. Pharm., Sci</strong> menjelaskan tentang obat dari kategori obat bebas dan bebas terbatas, serta bagaimana cara penggunaannya.</p>
<p>Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pilihan obat yang aman dan tepat untuk masalah kulit sehari-hari.</p>
<p><strong>Tanggapan Positif dan Harapan Masyarakat</strong></p>
<p>Leni Haini, sebagai tuan rumah kegiatan, berharap program ini dapat berlanjut. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan saya berharap ada kelanjutan ke depannya,” ungkap Leni.</p>
<p>Pada tahap berikutnya, tim pengabdian merencanakan program penyuluhan lanjutan terkait <strong>obat penyakit batuk, flu, demam, cacingan, diare</strong>, serta edukasi tentang <strong>Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)</strong>, yang juga akan menggunakan metode CBIA.</p>
<p><strong>Kontribusi Universitas Jambi dalam Peningkatan Kesehatan Masyarakat</strong></p>
<p>Kegiatan ini merupakan bagian dari <strong>program pengabdian masyarakat</strong> yang didanai oleh <strong>PNBP Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi</strong>. Program ini menjadi wujud nyata kontribusi Universitas Jambi dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Jambi, khususnya di desa-desa terpencil.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/dosen-farmasi-universitas-jambi-dorong-cerdas-berswamedikasi-melalui-metode-cbia-di-desa-legok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Antusiasme Pelajar Banjarmasin dalam Permainan Edukatif DAGUSIBU: Pilih Good or Bad Choice!</title>
		<link>https://iainews.net/antusiasme-pelajar-banjarmasin-dalam-permainan-edukatif-dagusibu-pilih-good-or-bad-choice/</link>
					<comments>https://iainews.net/antusiasme-pelajar-banjarmasin-dalam-permainan-edukatif-dagusibu-pilih-good-or-bad-choice/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2024 08:16:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[animasi edukatif]]></category>
		<category><![CDATA[antusiasme pelajar]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker anak]]></category>
		<category><![CDATA[Banjarmasin]]></category>
		<category><![CDATA[Dagusibu]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi obat]]></category>
		<category><![CDATA[gema cermat]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan obat]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan obat]]></category>
		<category><![CDATA[penyuluhan]]></category>
		<category><![CDATA[permainan edukatif]]></category>
		<category><![CDATA[program kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[puskesmas]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Sungai Andai]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah dasar]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Andai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=3157</guid>

					<description><![CDATA[BANJARMASIN, IAINEWS – Sorakan &#8220;Good Choice Kak, Good Choice,&#8221; menggema dari siswa-siswi Sekolah Dasar di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BANJARMASIN, IAINEWS</strong> – Sorakan &#8220;Good Choice Kak, Good Choice,&#8221; menggema dari siswa-siswi Sekolah Dasar di Banjarmasin.</p>
<p>Dengan penuh semangat, mereka mengibarkan gambar senyum di tangan masing-masing, saat mengikuti permainan edukatif Good Choice atau Bad Choice DAGUSIBU yang digelar oleh Puskesmas Sungai Andai.</p>
<figure id="attachment_3158" aria-describedby="caption-attachment-3158" style="width: 1357px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3158" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240910_150031_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs_edit_106522939360828.jpg" alt="" width="1357" height="918" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240910_150031_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs_edit_106522939360828.jpg 1357w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240910_150031_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs_edit_106522939360828-768x520.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1357px) 100vw, 1357px" /><figcaption id="caption-attachment-3158" class="wp-caption-text">Permainan Good Choice atau Bad Choice DAGUSIBU di salah satu Sekolah Dasar Banjarmasin</figcaption></figure>
<p>Puskesmas Sungai Andai aktif mengadakan berbagai program pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya, salah satunya adalah Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat).</p>
<p>Program GeMa CerMat bertujuan meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat yang benar.</p>
<p>Program ini dilaksanakan melalui anggaran BOK Puskesmas dan dijadwalkan sekali dalam setahun, mencakup seluruh sekolah di wilayah Puskesmas Sungai Andai.</p>
<p>Tahun ini, kegiatan penyuluhan yang diwakili oleh apt. Norijatil Hasanah, S. Farm, beserta tim dari Puskesmas Sungai Andai, mengusung tema DAGUSIBU.</p>
<p>DAGUSIBU adalah singkatan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan tepat, yang dirancang untuk mengedukasi anak-anak tentang pengelolaan obat sejak dini.</p>
<p>Agar lebih menarik, penyuluhan tidak hanya berupa pemaparan materi, tetapi juga dilengkapi dengan video animasi tentang DAGUSIBU serta permainan interaktif yang disertai hadiah bagi para pelajar.</p>
<p>Permainan Good Choice atau Bad Choice DAGUSIBU mengajak para pelajar untuk menilai situasi yang diberikan dan menentukan apakah tindakan tersebut merupakan Good Choice atau Bad Choice.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, para pelajar dapat berpartisipasi secara aktif dan mempraktikkan pemahaman mereka tentang materi yang disampaikan.</p>
<figure id="attachment_3159" aria-describedby="caption-attachment-3159" style="width: 1518px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3159" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240910_150025_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs_edit_106558424785302.jpg" alt="" width="1518" height="899" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240910_150025_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs_edit_106558424785302.jpg 1518w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240910_150025_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs_edit_106558424785302-768x455.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1518px) 100vw, 1518px" /><figcaption id="caption-attachment-3159" class="wp-caption-text">Penyuluhan DAGUSIBU di salah satu Sekolah Dasar Banjarmasin</figcaption></figure>
<p>“Kami menggunakan permainan ini untuk mengevaluasi pemahaman pelajar mengenai materi yang sudah disampaikan, sekaligus untuk menambah semangat mereka dalam mengikuti kegiatan,” ujar apt. Norijatil Hasanah, S. Farm.</p>
<p>Selama Juli hingga Agustus, beberapa sekolah di Banjarmasin telah dikunjungi, termasuk SDN Sungai Andai 3, SDN Sungai Andai 4, SD Islam Al-Hidayah, SMPN 27 Banjarmasin, dan SMPN 35 Banjarmasin.</p>
<p>Program penyuluhan DAGUSIBU disambut dengan antusias oleh para pelajar dan mendapat respons positif dari pihak sekolah, karena informasi yang disampaikan sangat penting untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan obat yang aman dan benar.</p>
<figure id="attachment_3160" aria-describedby="caption-attachment-3160" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3160" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240910_150042_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs_edit_106502030546769.jpg" alt="" width="1280" height="930" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240910_150042_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs_edit_106502030546769.jpg 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot_20240910_150042_com.google.android.apps_.docs_.editors.docs_edit_106502030546769-768x558.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-3160" class="wp-caption-text">Penyuluhan DAGUSIBU di salah satu Sekolah Menengah Pertama Banjarmasin</figcaption></figure>
<p>“Saya berharap kegiatan ini rutin dilaksanakan agar pelajar dan masyarakat dapat langsung belajar tentang pengelolaan obat yang tepat dan aman. Selain itu, kegiatan ini juga bisa lebih memperkenalkan peran Apoteker di tengah masyarakat,” tutup apt. Norijatil Hasanah, S. Farm.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/antusiasme-pelajar-banjarmasin-dalam-permainan-edukatif-dagusibu-pilih-good-or-bad-choice/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
