<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pekan Imunisasi Nasional &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/pekan-imunisasi-nasional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Aug 2024 02:43:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.6</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>Pekan Imunisasi Nasional &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Waspada Polio Muncul Kembali, IAI Kota Cilegon Turut Sukseskan Pekan Imunisasi Nasional 2024</title>
		<link>https://iainews.net/waspada-polio-muncul-kembali-iai-kota-cilegon-turut-sukseskan-pekan-imunisasi-nasional-2024/</link>
					<comments>https://iainews.net/waspada-polio-muncul-kembali-iai-kota-cilegon-turut-sukseskan-pekan-imunisasi-nasional-2024/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Aug 2024 02:43:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Helldy Agustian]]></category>
		<category><![CDATA[Kadinkes Cilegon]]></category>
		<category><![CDATA[PC IAI Cilegon]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan Imunisasi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[polio]]></category>
		<category><![CDATA[Walikota Cilegon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=2997</guid>

					<description><![CDATA[CILEGON, IAINews – Pekan Imunisasi Nasional polio kembali digalakkan, setelah munculnya beberapa kasus di Indonesia....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>CILEGON, IAINews – Pekan Imunisasi Nasional polio kembali digalakkan, setelah munculnya beberapa kasus di Indonesia.</p>
<p>Bertepatan dengan Hari Anak Nasional, Selasa, 23 Juli 2024, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon gelar pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2024.</p>
<p>Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan menggelar kembali program PIN sebagai upaya untuk mencapai Indonesia Bebas Polio.</p>
<p>Pada peresmian dimulainya PIN 2024 di kota ini, SDN Kubang Sepat I Citangkil dipilih menjadi tempat pelaksanaan kegiatan.</p>
<figure id="attachment_2998" aria-describedby="caption-attachment-2998" style="width: 600px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-2998" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/08/Kadinkes-Cilegon-PIN_.jpg" alt="" width="600" height="800" /><figcaption id="caption-attachment-2998" class="wp-caption-text">Kepala Dinas Kesehatan Cilegon memberikan tetes manis polio pada pekan imunisasoi nasional polio 2024</figcaption></figure>
<p>Selain seluruh pemangku pemerintahan, seperti seluruh camat dan lurah, organisasi profesi kesehatan yaitu IAI, IDI, IDAI, IBI, HALKI turut hadir dalam gelaran yang dilakukan oleh Pemkot dan Dinkes Kota Cilegon, dan serentak dilakukan di 27 provinsi.</p>
<p>Keterlibatan profesi apoteker dalam program ini selain sebagai tenaga kesehatan yang menangani pengelolaan vaksin di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas , apoteker juga menjadi edukator yang berperan aktif memberikan edukasi pentingnya imunisasi polio baik di masyarakat.</p>
<p>Sejalan dengan himbauan dari Dinas Kota Cilegon yang berharap agar seluruh elemen masyarakat mengambil peran aktif mencegah dan memutus penularan Polio juga edukasi terkait seputar Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).</p>
<figure id="attachment_2999" aria-describedby="caption-attachment-2999" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-2999" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/08/Cillegon-PIN.jpg" alt="" width="800" height="450" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/08/Cillegon-PIN.jpg 800w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/08/Cillegon-PIN-400x225.jpg 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/08/Cillegon-PIN-768x432.jpg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/08/Cillegon-PIN-250x140.jpg 250w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-2999" class="wp-caption-text">Apoteker PC IAI Cilegon aktif menyukseskan kegiatan pekan imunisasi nasional polio di Cilegon</figcaption></figure>
<p>Siswa siswi di SDN Kubang Sepat yang berusia maksimal  7 tahun mendapat imunisasi langsung pada hari tersebut.</p>
<p>Tampak Walikota, Helldy Agustian dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Ratih Purnamasari memberikan tetes manis polio kepada pelajar SD tersebut.</p>
<p>‘’Imunisasi polio akan menyasar anak-anak usia 0-7 tahun  di Cilegon hingga 17 Agustus 2024,’’ ungkap drg. Ratih Purnamasari.</p>
<p>Perwakilan IAI Kota Cilegon yang menghadiri peresmian dimulainya PIN Polio 2024, apt. Yulistika menyatakan, “Apoteker akan terus menjadi bagian dari tenaga kesehatan yang mendukung program pemerintah’’.</p>
<p>‘’Apoteker ikut menyukseskan pekan imunisasi nasional polio dengan mengupayakan tercapainya target dari Dinkes maupun Pemkot agar seluruh anak usia 0-7 tahun mendapat imunisasi polio,’’ lanjut drg Ratih Purnamasari.</p>
<p>Kasus polio yang ditemukan di provinsi Banten, membuat semua menjadi lebih waspada dan peduli untuk melakukan pencegahan sedini mungkin.</p>
<p>Upaya itu dilakukan  dengan melindungi anak-anak usia 0-7 tahun dengan dua kali pemmberian tetes manis polio.</p>
<p>Efek samping yang ditimbulkan dari imunisasi ini relatif sangat kecil dan jarang terjadi.</p>
<p>‘’Jangan takut untuk membawa si kecil ke posyandu atau puskesmas, jika ada efek samping segera menginformasikan kepada tenaga kesehatan terdekat,’’ ungkap apt Yulistika.</p>
<p>‘’Untuk informasi dapat hubungi apoteker juga  yang ada di sekitar tempat tinggal,’’ ujar apt.Yulis. ‘’Semoga kedepannya tidak ditemukan lagi kasus polio di Banten dan di daerah lain sehingga target Indonesia menjadi negara dengan nol kasus polio dapat tercapai,’’ harap apt Yulistika.</p>
<p>Pekan Imunisasi Nasional polio diharapkan akan mampu mengeleminasi prevalensi polio di Indonesia.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/waspada-polio-muncul-kembali-iai-kota-cilegon-turut-sukseskan-pekan-imunisasi-nasional-2024/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apoteker  Bodyguard Vaksin Polio, Sukseskan PIN Polio 2024</title>
		<link>https://iainews.net/apoteker-bodyguard-vaksin-polio-sukseskan-pin-polio-2024/</link>
					<comments>https://iainews.net/apoteker-bodyguard-vaksin-polio-sukseskan-pin-polio-2024/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Jul 2024 01:52:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[bodyguard vaksin polio]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan Imunisasi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[puskesmas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=2480</guid>

					<description><![CDATA[PEKAN Imunisasi Nasional (PIN) Polio sudah didepan mata, ayo para apoteker tunjukkan pesonamu kawal vaksin...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PEKAN Imunisasi Nasional (PIN) Polio sudah didepan mata, ayo para apoteker tunjukkan pesonamu kawal vaksin agar tetap berkualitas hingga digunakan. Apoteker jadilah bodyguard vaksin polio.</p>
<p>Pemerintah telah mengumumkan pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang dimulai pada 23 Juli 2024.</p>
<p>Program ini bertujuan untuk melindungi anak-anak dari ancaman penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.</p>
<p>Pemberian imunisasi akan dilakukan secara serentak di berbagai lokasi, termasuk posyandu, puskesmas, sekolah, dan pos pelayanan imunisasi terdekat.</p>
<p>Pemerintah telah menetapkan target untuk memberikan imunisasi kepada anak usia 0 – 7 tahun, dengan harapan bahwa melalui partisipasi dalam Pekan Imunisasi Nasional Polio, semua anak-anak dapat terlindungi dari ancaman polio.</p>
<p>Dalam pelaksanaan PIN Polio ini melibatkan berbagai tenaga kesehatan, tenaga kesehatan masyarakat sebagai promosi pelaksanaan PIN Polio dan sebagai advokasi dengan stakeholder dalam upaya sosialisasi pelaksanaan PIN Polio.</p>
<p>Sementera  para dokter, perawat, bidan sebagai pelaksana teknis PIN Polio dan yang tak kalah pentingnya apoteker sebagai bodyguard vaksin Polio.</p>
<p>Dalam Peraturan Menteri Kesehatan  Nomor 74 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas telah dijelaskan tugas dan tanggung jawab apoteker sebagai penanggung jawab pengelolaan sediaan farmasi dan alat kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.</p>
<p>Dalam hal pengelolaan vaksin di fasilitas pelayanan kesehatan, Apoteker bertanggung jawab dalam menjaga keamanan, mutu dan khasiat vaksin hingga saat digunakan. Disitulah letak pentingnya peran apoteker sebagai bodyguard vaksin polio.</p>
<p>Sebagai profesional, tugas dan tanggungjawab apoteker adalah sejak merencanakan kebutuhan vaksin hingga mengawal keamanannya.</p>
<p>Pengawalan distribusi vaksin polio ini penting, agar keamanan dan mutunya tetap terjamin hingga saatnya digunakan.</p>
<p>Disinilah letak sukses tidaknya program pemerintah dalam hal ini pelaksanaan PIN Polio.</p>
<p>Sebab bila proses distribusi tidak dikawal ketat, yang mengakibatkan vaksin menjadi tidak lagi memiliki kualitas yang cukup, maka bisa dikatakan program ini akan gagal.</p>
<p>Upaya melindungi generasi penerus dari terpapar polio tidak dapat dilaksanakan dengan baik.</p>
<p>Dengan demikian tidak salah jika kita berbangga dengan profesi kita.</p>
<p>Sebagai bodyguard vaksin Polio kita menunjukkan bukti nyata peran serta apoteker dalam mewujudkan Indonesia Sehat.</p>
<p>Tapi tidak menutup kemungkinan kita pun bisa secara langsung terlibat dalam kegiatan PIN Polio ini, seperti halnya dengan saya pribadi.</p>
<p>Ditempat saya bekerja Puskesmas Sendana I Kabupaten Majene Propinsi Sulawesi Barat, saya sebagai apoteker tidak hanya sebagai pengawal vaksin.</p>
<p>Saya di beri amanah sebagai pelaksana kegiatan secara langaung.</p>
<p>Saya akan terjun langsung kesasaran untuk melakukan pemberian 2 tetes manis vaksin Polio.</p>
<p>Saya merasa sangat bersyukur karena dengan kegiatan ini menunjukkan, profesi apoteker tidak lagi dipandang hanya bisa berada dibalik jendela melakukan peracikan obat, penyerahan obat dan memberikan edukasi terkait obat pasien.</p>
<p>Dengan dilibatkan apoteker menangani pasien secara langsung, rekan- rekan kerja pun merasakan pentingnya seorang apoteker.</p>
<p>Apoteker dapat diajak bekerjasama, bahu membahu baik secara tak langsung maupun langsung melaksakan tugas- tugas sesuai program guna pencapaian tujuan masyarakat Indonesia Sehat.</p>
<p>Jadi, ayo teman- teman apoteker jangan hanya dibelakang meja, mari keluar dari zona nyaman tanpa mengiris rekan kerja yang lain.</p>
<p>Tunjukkan bahwa apoteker bisa berkolaborasi dengan siapa pun, apoteker mampu berkerja dengan sepenuh hati guna tercapainya tujuan yang mulia.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apoteker-bodyguard-vaksin-polio-sukseskan-pin-polio-2024/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pekan Imunisasi Nasional Polio di Papua Barat Daya Menyusul KLB Polio di Sejumlah Daerah</title>
		<link>https://iainews.net/pekan-imunisasi-nasional-polio-di-papua-barat-daya-menyusul-klb-polio-di-sejumlah-daerah/</link>
					<comments>https://iainews.net/pekan-imunisasi-nasional-polio-di-papua-barat-daya-menyusul-klb-polio-di-sejumlah-daerah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jun 2024 04:45:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Ellistiawati E Laos]]></category>
		<category><![CDATA[KLB Polio]]></category>
		<category><![CDATA[naomi Netty Howay]]></category>
		<category><![CDATA[PD IAI Papua Barat Daya]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan Imunisasi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[PIN Polio]]></category>
		<category><![CDATA[Polio di Papua]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=2021</guid>

					<description><![CDATA[SORONG, IAINews – Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio terjadi di Papua Pengunungan, Papua Selatan, dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SORONG, IAINews – Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio terjadi di Papua Pengunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah.</p>
<p>Menindaklanjuti temuan kasus polio di beberapa daerah di Indonesia, Kementerin Kesehatan (Kemenkes) menyelenggarakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang dilaksanakan dua tahap di 33 provinsi.</p>
<p>Di Indonesia, ditemukan sejumlah kasus polio tahun ini, tiga diantaranya ditemukan di wilayah Papua yaitu Kabupaten Nduga, Kabupaten Asmat, dan Kabupaten Mimika serta satu kasus ditemukan di Kabupaten Sidoarjo.</p>
<p>Pada 9 Maret 2024, seorang anak laki-laki berusia 6 tahun di Kabupaten Nduga mengalami lumpuh layu akut (Acute flaccid paralysis/AFP) dan terkonfirmasi positif polio tipe II setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium.</p>
<p>Onset kelumpuhan terjadi pada 20 Februari 2024.</p>
<p>Selanjutnya, pada 6 April 2024 ditemukan satu kasus polio tipe II lainnya di Kabupaten Sidoarjo.</p>
<p>Seorang anak perempuan berusia 11 tahun dengan onset kelumpuhan pada 25 Februari 2024 dan hasil pemeriksaan laboratorium terkonfirmasi positif polio tipe II.</p>
<p>Kemudian pada 25 April 2024, anak perempuan berusia 11 tahun di Kabupaten Asmat, Papua Selatan juga terkonfirmasi positif polio tipe II melalui pemeriksaan laboratorium.</p>
<p>Onset kelumpuhan pada kasus ini terjadi pada 25 Februari 2024.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-2023" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/06/Papua-polio-2.jpg" alt="" width="601" height="338" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/06/Papua-polio-2.jpg 601w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/06/Papua-polio-2-400x225.jpg 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/06/Papua-polio-2-250x140.jpg 250w" sizes="(max-width: 601px) 100vw, 601px" /></p>
<p>Temuan kasus AFP juga terdeteksi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.</p>
<p>Kasus ini melibatkan anak laki-laki berusia 9 tahun dengan onset kelumpuhan pada 20 Desember 2023.</p>
<p>Pemeriksaan dilakukan dengan pengambilan spesimen tinja pada anak-anak sehat di sekitar kasus (bukan kontak) dari hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan 8 anak positif polio tipe II.</p>
<p>Hal ini menunjukkan terdapat transmisi virus polio di Kabupaten Mimika.</p>
<p>Berdasarkan beberapa temuan kasus polio, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Papua Barat Daya menggelar Sosialisasi Pelaksanaan PIN Polio guna memutus rantai penularan polio.</p>
<p>Sosialisasi ini bertujuan agar memberikan informasi dan edukasi kepada seluruh pemangku kepentingan tentang pentingnya PIN Polio dan bagaimana cara menjalankannya dengan sukses.</p>
<p>Vaksin yang digunakan dalam PIN Polio kali ini adalah nOPV2 dan vaksin bivalent Oral Polio Vaccine (bOPV).</p>
<p>Vaksin ini khusus diberikan hanya untuk 6 provinsi, yaitu Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Barat dan Papua Barat Daya.</p>
<p>Vaksin nOPV2 merupakan vaksin yang hanya digunakan dalam program imunisasi KLB Polio tipe II dan tidak digunakan dalam imunisasi rutin.</p>
<p>Sedangkan vaksin bOPV merupakan vaksin yang digunakan dalam program imunisasi rutin.</p>
<p>Kegiatan PIN Polio ini akan dilaksanakan dalam 4 tahap yaitu tahapan pertama mulai 27 Mei-8 Juni 2024, tahapan kedua 24 Juni-7 Juli 2024, tahapan ketiga 5 Agustus-18 Agustus 2024, dan tahapan terakhir pada 16 September-30 September 2024.</p>
<p>Selanjutnya Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya melakukan Pencanangan PIN Polio pada Senin, 27 Mei 2024 di SD Negeri 40 Kelurahan Soprauw, Kota Sorong.</p>
<p>Adapun tujuan Pencanangan PIN Polio untuk memberikan perlindungan secara optimal kepada anak-anak usia 0-7 tahun agar melakukan pencegahan terhadap penularan virus polio.</p>
<p>Dinas Kesehatan Kota Sorong telah membentuk 33 tim percepatan realisasi imunisasi polio yang akan tersebar di 10 Puskesmas dengan sasaran posyandu, PAUD, TK, dan SD.</p>
<p>Beberapa tim juga akan mengujungi setiap rumah masyarakat untuk memberikan tetesan polio bagi anak-anak usia 0-7 tahun yang belum sempat ikut dalam kegiatan posyandu.</p>
<p>Pada kegiatan ini dihadiri antara lain oleh Kepala Dinas Kesehatan P2KB Papua Barat Daya, Dr. Naomi Netty Howay, SKM, M.Kes, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Sorong, Sekretaris Ikatan Apoteker Indonesia Papua Barat Daya apt. Ellistiawati E. Laos, S.Farm.</p>
<p>Sekretaris PD IAI Papua Barat Daya ikut mengambil bagian dalam menghadiri PIN Polio yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehetan Provinsi Papua Barat Daya.</p>
<p>‘’Dalam hal ini peranan penting Apoteker dalam suksesnya PIN Polio adalah bertanggung jawab terhadap sediaan dan menjamin keamanan, mutu, dan khasiat vaksin mulai dari penerimaan, penyimpanan dan distribusi hingga saat digunakan,’’ ungkap Ellistiawati E Laos di sela kegiatan pencanangan PIN Polio.</p>
<p>Dengan kualitas yang terjaga, maka saat diberikan kepada anak usia 0-7 tahun akan mendapatkan manfaat penuh dari vaksin yang diterima.</p>
<p>Harapannya dengan adanya PIN Polio ini Dinkes Provinsi Papua Barat Daya bekerjasama dengan Dinkes Kota Sorong, seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan serta masyarakat ikut berperan aktif dalam pencengahan transmisi virus polio dengan cara memastikan anak usia 0-7 tahun memperoleh imunisasi rutin dan tambahan polio lengkap. (apt. Firayanti Hamka, S.Farm/Tim Media Nasional PD IAI Papua Barat Daya)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/pekan-imunisasi-nasional-polio-di-papua-barat-daya-menyusul-klb-polio-di-sejumlah-daerah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
