<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pdiaikaltim &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/pdiaikaltim/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Jun 2026 15:25:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.6</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>pdiaikaltim &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Peran MKEAI PD IAI Kaltim dalam Penerapan Kode Etik terhadap Tantangan dan Prospek Masa Depan Dampak Resistensi Antimikroba (AMR) dalam Pengelolaan Obat di Sarana Kefarmasian Kota Samarinda</title>
		<link>https://iainews.net/peran-mkeai-pd-iai-kaltim-dalam-penerapan-kode-etik-terhadap-tantangan-dan-prospek-masa-depan-dampak-resistensi-antimikroba-amr-dalam-pengelolaan-obat-di-sarana-kefarmasian-kota-samarinda/</link>
					<comments>https://iainews.net/peran-mkeai-pd-iai-kaltim-dalam-penerapan-kode-etik-terhadap-tantangan-dan-prospek-masa-depan-dampak-resistensi-antimikroba-amr-dalam-pengelolaan-obat-di-sarana-kefarmasian-kota-samarinda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 15:25:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[BBPOM Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[kongres medan 2026]]></category>
		<category><![CDATA[pdiaikaltim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=15363</guid>

					<description><![CDATA[Samarinda, IAI News &#8212; Ancaman resistensi antimikroba (Antimicrobial Resistance/AMR) kini menjadi perhatian serius dunia kesehatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Samarinda, IAI News</strong></em> &#8212; Ancaman resistensi antimikroba (<em>Antimicrobial Resistance/AMR</em>) kini menjadi perhatian serius dunia kesehatan dan dikenal sebagai <em>silent pandemic</em> yang berpotensi menimbulkan krisis global. Menyikapi hal tersebut, PT. Anugrah Argon Medica Cabang Samarinda bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Ikatan Apoteker Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Timur, yang dihadiri oleh APJ apotek se-Kota Samarinda, menggelar Bimbingan Teknis (BIMTEK) guna merumuskan strategi masa depan dalam pengendalian AMR pada pengelolaan obat di sarana kefarmasian. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Aston Grand Ballroom Samarinda pada 23 Juni 2026.</p>
<p>Pertemuan strategis ini menyoroti tantangan dan prospek masa depan pengelolaan obat di sarana kefarmasian, serta penegakan kode etik profesi sebagai bagian penting dalam program pengelolaan obat. Dalam rangka memperkuat fondasi kompetensi etik dan profesionalisme apoteker, Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Kalimantan Timur, melalui Majelis Kode Etik dan Etika Profesi (MKEAI) PD Kaltim, diminta menjadi narasumber terkait pengendalian dampak resistensi antimikroba (AMR) dalam lingkup pengawasan terapi obat.</p>
<p>Kepala Balai Besar POM menegaskan bahwa sarana kefarmasian, baik apotek maupun rumah sakit, berada di garis terdepan dalam mengendalikan laju resistensi antimikroba bersama Pedagang Besar Farmasi (PBF) sebagai penjaga mutu obat hingga sampai kepada masyarakat. Pengawasan ketat terhadap rantai distribusi dan penyerahan obat menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.</p>
<p>“Resistensi antimikroba bukan lagi ancaman masa depan, melainkan krisis kesehatan global yang terjadi saat ini. BPOM tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan ketegasan dari para apoteker penanggung jawab untuk memastikan tidak ada antibiotik yang keluar tanpa resep dokter,” ujar Kepala Balai Besar POM, Agung Kurniawan, S.T., sebagai salah satu narasumber BIMTEK tersebut.</p>
<p><img data-dominant-color="9a9698" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #9a9698;" fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-15365 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/06/PD-KALTIM-2.jpg" alt="" width="860" height="1111" /></p>
<p>Beliau juga menyampaikan, “Perlunya upaya bersama dalam mengendalikan AMR (resistensi antimikroba), khususnya oleh apoteker dan tenaga vokasi farmasi di apotek, serta pelaku bisnis seperti PBF AAM sebagai distributor obat. Isu ini merupakan isu global dan dapat menjadi <em>silent killer</em> jika AMR tidak dikelola dengan baik. Melalui forum seminar ini, sinergi antara BPOM, penanggung jawab apotek, dan MKEAI PD Kaltim perlu dimaksimalkan dalam edukasi penggunaan obat kepada masyarakat.”</p>
<p>Kode Etik Profesi menjadi benteng pertahanan bagi penanggung jawab pengelola sarana farmasi. Selain aspek teknis pengelolaan obat, BIMTEK ini juga menggarisbawahi peran vital Kode Etik Profesi Apoteker. Menghadapi tekanan komersial, apoteker penanggung jawab (APJ) dituntut tetap menjaga integritas ilmiah dan moral, baik di fasilitas pelayanan maupun distributor obat.</p>
<p>Ketua MKEAI PD IAI Kaltim, apt. Supomo, M.Si., didampingi Sekretaris MKEAI PD IAI, apt. Achmad Kadri Ansyori, M.Sc., hadir sebagai narasumber dan menyampaikan bahwa kepatuhan terhadap kode etik merupakan panduan tertinggi ketika apoteker dihadapkan pada dilema antara keuntungan bisnis sarana dan keselamatan publik. Apoteker memiliki hak dan kewajiban untuk menolak penyerahan antibiotik yang tidak rasional demi mencegah meluasnya resistensi bakteri.</p>
<p>Wujud komitmen MKEAI Pengurus Pusat IAI adalah membangun karakter tenaga kefarmasian yang beretika dan profesional, khususnya APJ Apotek dan PBF. Sesuai amanah MKEAI Pusat, hasil pertemuan ini diharapkan mampu menginisiasi koordinasi dan kolaborasi antara apoteker di fasilitas pelayanan dan Pedagang Besar Farmasi (PBF) di wilayah Samarinda.</p>
<p><img data-dominant-color="ae9286" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #ae9286;" decoding="async" class="wp-image-15366 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/06/PD-KALTIM-3.jpg" alt="" width="584" height="1266" /></p>
<p>Materi yang disampaikan MKEAI bertujuan agar implementasi pengendalian AMR berjalan optimal. Dengan langkah ini, seluruh pihak bersama-sama berupaya membentuk apoteker Indonesia yang profesional, beretika, bertanggung jawab, serta menjaga kehormatan dan martabat profesi.</p>
<p>Kedepan, IAI PD Kaltim bersama MKEAI, Balai Besar POM, dan sejawat apoteker sebagai ujung tombak pengawasan serta pengendalian AMR diharapkan mampu menghadirkan peta jalan yang jelas dalam menanamkan nilai-nilai etika profesi di masa depan.</p>
<p>Sebagai penutup, BIMTEK ini menghasilkan kesepakatan yang mewajibkan seluruh apoteker penanggung jawab untuk melakukan audit internal secara berkala terhadap pengelolaan obat, khususnya antibiotik, di jejaring sarana masing-masing. Balai Besar POM bersama organisasi profesi juga akan mengintensifkan pengawasan terpadu serta memberikan sanksi tegas bagi sarana yang melanggar aturan penyerahan obat keras di Kota Samarinda.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/peran-mkeai-pd-iai-kaltim-dalam-penerapan-kode-etik-terhadap-tantangan-dan-prospek-masa-depan-dampak-resistensi-antimikroba-amr-dalam-pengelolaan-obat-di-sarana-kefarmasian-kota-samarinda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komitmen Bersama di Samarinda: ABSONESIA Didorong untuk Perbaiki Pengelolaan Sampah Obat</title>
		<link>https://iainews.net/komitmen-bersama-di-samarinda-absonesia-didorong-untuk-perbaiki-pengelolaan-sampah-obat/</link>
					<comments>https://iainews.net/komitmen-bersama-di-samarinda-absonesia-didorong-untuk-perbaiki-pengelolaan-sampah-obat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2026 00:25:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[BBPOM Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[pdiaikaltim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=13392</guid>

					<description><![CDATA[SAMARINDA IAINews &#8212; Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya pembuangan sampah obat secara sembarangan mendorong lahirnya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<section class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto [content-visibility:auto] supports-[content-visibility:auto]:[contain-intrinsic-size:auto_100lvh] R6Vx5W_threadScrollVars scroll-mb-[calc(var(--scroll-root-safe-area-inset-bottom,0px)+var(--thread-response-height))] scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:00ac6b3d-0374-4c66-ad10-dc1121c5a6ec-7" data-testid="conversation-turn-16" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-xs,calc(var(--spacing)*4))] @w-sm/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-sm,calc(var(--spacing)*6))] @w-lg/main:[--thread-content-margin:var(--thread-content-margin-lg,calc(var(--spacing)*16))] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] @w-lg/main:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col gap-4 grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal outline-none keyboard-focused:focus-ring [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="4026d0f9-7f17-4c09-a026-df407ac31e96" data-message-model-slug="gpt-5-3" data-turn-start-message="true">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full wrap-break-word light markdown-new-styling">
<p data-start="96" data-end="617"><em><strong>SAMARINDA IAINews</strong></em> &#8212; Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya pembuangan sampah obat secara sembarangan mendorong lahirnya komitmen bersama lintas sektor di Kalimantan Timur. Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Samarinda bersama para pemangku kepentingan resmi meluncurkan Gerakan ABSONESIA (Ayo Buang Sampah Obat dengan Benar untuk Indonesia) di area Car Free Day (CFD) GOR Sempaja, Samarinda, Minggu (26/4/2026) pagi, sebagai langkah kolektif membangun budaya pengelolaan limbah obat yang bertanggung jawab.</p>
<p data-start="619" data-end="991">Kegiatan yang berlangsung pukul 06.00–10.30 WITA itu tidak hanya menjadi ajang deklarasi, tetapi juga dirangkaikan dengan layanan kesehatan gratis serta edukasi langsung kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan CFD. Antusiasme pengunjung tampak tinggi, terutama saat mengikuti pemeriksaan kesehatan dan sesi edukasi mengenai dampak limbah obat terhadap lingkungan.</p>
<p data-start="993" data-end="1361">Gerakan ABSONESIA merupakan hasil kolaborasi strategis antara BBPOM di Samarinda, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM), Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kaltim, Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia Provinsi Kaltim, serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) BBPOM di Samarinda.</p>
<p data-start="1363" data-end="1602">Kepala BBPOM di Samarinda, Agung Kurniawan, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, ABSONESIA menjadi langkah krusial dalam membangun budaya pengelolaan limbah obat yang benar, terutama di tingkat rumah tangga.</p>
<p data-start="1604" data-end="1911">&#8220;Ke depan, kami tidak hanya bergerak di lingkup akademisi saja. BBPOM akan menggandeng lebih luas jajaran pemangku kepentingan, lintas sektor, komunitas profesi, pelaku usaha, hingga fasilitas pelayanan kesehatan untuk mensukseskan gerakan ini,&#8221; ujar Agung Kurniawan di hadapan peserta dan pengunjung CFD.</p>
<p data-start="1913" data-end="2333">Salah satu agenda utama kegiatan ini adalah penandatanganan Dukungan dan Komitmen Bersama Gerakan Ayo Buang Sampah Obat dengan Benar (ABSONESIA). Penandatanganan dilakukan oleh perwakilan STIKSAM Samarinda, Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Dharma Wanita Persatuan BBPOM di Samarinda, Ketua PD Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kaltim, Ketua PC IAI Kota Samarinda, serta Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur.</p>
<figure id="attachment_13393" aria-describedby="caption-attachment-13393" style="width: 688px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="7e8480" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #7e8480;" decoding="async" class="wp-image-13393 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/05/BBPOM-sam-2.jpg" alt="" width="688" height="657" /><figcaption id="caption-attachment-13393" class="wp-caption-text">Penandatanganan Dukungan dan Komitmen Bersama Gerakan Ayo Buang Sampah Obat dengan Benar (ABSONESIA).</figcaption></figure>
<p data-start="2335" data-end="2476">Ketua PD IAI Kaltim, Bapak Arsyik Ibrahim, menyampaikan dukungan penuh dari seluruh apoteker di Kalimantan Timur terhadap gerakan tersebut.</p>
<p data-start="2478" data-end="2763">&#8220;Gerakan ini sangat bagus, idenya fresh dan brilian. Kami dari Ikatan Apoteker Indonesia siap untuk mendukung penuh. Jika diperlukan, kami akan mengerahkan seluruh apoteker se-Kalimantan Timur untuk mengawal gerakan ABSONESIA ini,&#8221; tegas Arsyik Ibrahim disambut tepuk tangan peserta.</p>
<p data-start="2765" data-end="3069">Selain peluncuran dan penandatanganan komitmen, kegiatan di CFD GOR Kadrie Oening Sempaja juga diramaikan dengan sejumlah agenda yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, antara lain pemeriksaan kesehatan gratis, minum jamu bersama, serta Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat Tebar Pesona.</p>
<p data-start="3071" data-end="3388">Melalui kegiatan ini, BBPOM Samarinda berharap kesadaran masyarakat untuk membuang sampah obat secara benar dapat tumbuh menjadi kebiasaan baru di Kalimantan Timur. Agung Kurniawan menambahkan pihaknya akan terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memastikan gerakan ini berjalan berkelanjutan.</p>
<p data-start="3390" data-end="3654">&#8220;Kami ingin masyarakat mulai peduli. Sisa obat yang tidak terpakai jangan langsung dibuang ke tempat sampah biasa atau dibilas ke wastafel. Mari bawa ke apotek atau fasilitas kesehatan terdekat yang telah menyediakan tempat pengumpulan limbah obat,&#8221; imbau Agung.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</section>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/komitmen-bersama-di-samarinda-absonesia-didorong-untuk-perbaiki-pengelolaan-sampah-obat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>STIKSAM Gelar Pelatihan Penguji OSCE, Perkuat Mutu Lulusan dan Kesiapan Ujian Kompetensi Apoteker</title>
		<link>https://iainews.net/stiksam-gelar-pelatihan-penguji-osce-perkuat-mutu-lulusan-dan-kesiapan-ujian-kompetensi-apoteker/</link>
					<comments>https://iainews.net/stiksam-gelar-pelatihan-penguji-osce-perkuat-mutu-lulusan-dan-kesiapan-ujian-kompetensi-apoteker/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 15:02:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[pdiaikaltim]]></category>
		<category><![CDATA[STIKSAM Samarinda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=13378</guid>

					<description><![CDATA[SAMARINDA IAINews &#8212; Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM) menyelenggarakan Pelatihan Penguji Objective Structured Clinical...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="105" data-end="465"><em><strong>SAMARINDA IAINews </strong>&#8212;</em> Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM) menyelenggarakan Pelatihan Penguji Objective Structured Clinical Examination (OSCE) pada 24–25 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 6 Gedung B STIKSAM ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya penguji yang kompeten, seiring dibukanya Program Studi Profesi Apoteker.</p>
<p data-start="467" data-end="863">Pelatihan yang dilaksanakan Panitia OSCE tersebut diikuti 45 peserta yang terdiri atas akademisi, dosen, dan praktisi apoteker dari berbagai instansi, meliputi rumah sakit, puskesmas, apotek, serta Pedagang Besar Farmasi (PBF). Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Yayasan KAGAMA Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Fitriansyah, MM, Ketua STIKSAM apt. Supomo, S.Si., M.Si., serta sejumlah undangan lainnya.</p>
<p data-start="865" data-end="1038">Dalam sambutannya, Ketua STIKSAM apt. Supomo, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa pembukaan Program Studi Profesi Apoteker merupakan tonggak penting dalam pengembangan institusi.</p>
<p data-start="1040" data-end="1320">&#8220;Dengan hadirnya program studi baru tersebut, STIKSAM diharapkan tidak hanya mampu mencetak lulusan apoteker yang unggul, tetapi juga melahirkan penguji OSCE yang profesional dan berkualitas, baik untuk kebutuhan internal institusi maupun bagi mitra kerja sama,&#8221; ujar apt. Supomo.</p>
<p data-start="1322" data-end="1590">Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terhadap rubrik dan instrumen penilaian OSCE, memperdalam pemahaman mengenai blueprint dan skenario ujian, serta membekali peserta dengan pengetahuan tentang tata tertib dan dinamika pelaksanaan di setiap stasiun.</p>
<p data-start="1322" data-end="1590"><img data-dominant-color="7e8f9b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #7e8f9b;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-13380 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/04/stiksam-osce-2.jpg" alt="" width="614" height="414" /></p>
<p data-start="1592" data-end="1968">Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber berpengalaman, yakni Prof. Dr. apt. Lannie Hadisoewignyo, M.Si. dan apt. Akhirul Kahfi Syam, M.Si., dengan pendampingan Penyelia Pusat apt. Hery Kurniawan, M.Farm-Klin. Peserta memperoleh pembekalan komprehensif terkait konsep, standar, dan implementasi OSCE sebagai metode evaluasi kompetensi klinis yang objektif dan terstruktur.</p>
<p data-start="1970" data-end="2258">Memasuki hari kedua, peserta mengikuti sesi praktik di OSCE Center STIKSAM. Dalam sesi tersebut, peserta disimulasikan sebagai penguji pada lima stasiun OSCE, sehingga mendapatkan pengalaman langsung dalam melakukan observasi, penilaian, serta penerapan instrumen evaluasi sesuai standar.</p>
<p data-start="1970" data-end="2258"><img data-dominant-color="8b948e" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8b948e;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-13381 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/04/stiksam-osce-3.jpg" alt="" width="614" height="368" /></p>
<p data-start="2260" data-end="2500">Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi refleksi. Dalam kesempatan itu, peserta menyampaikan sejumlah masukan dan apresiasi. Salah satunya disampaikan apt. Reny Anggraini, M.Sc., Kepala Instalasi Farmasi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.</p>
<p data-start="2502" data-end="2681">Apt. Reny menyampaikan harapannya agar lulusan Apoteker STIKSAM mampu menjadi tenaga profesional yang siap kerja, kompeten, dan mampu menjawab kebutuhan dunia pelayanan kesehatan.</p>
<p data-start="2683" data-end="2916">Melalui pelatihan ini, STIKSAM menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu lulusan dan kesiapan menghadapi Ujian Kompetensi Apoteker (UKAI) melalui penguatan kapasitas penguji OSCE yang profesional dan berstandar nasional.</p>
<p data-start="2918" data-end="2997" data-is-last-node="" data-is-only-node="">
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/stiksam-gelar-pelatihan-penguji-osce-perkuat-mutu-lulusan-dan-kesiapan-ujian-kompetensi-apoteker/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aksi Kesehatan di CFD Samarinda, BBPOM dan STIKSAM Luncurkan Gerakan ABSONESIA</title>
		<link>https://iainews.net/aksi-kesehatan-di-cfd-samarinda-bbpom-dan-stiksam-luncurkan-gerakan-absonesia/</link>
					<comments>https://iainews.net/aksi-kesehatan-di-cfd-samarinda-bbpom-dan-stiksam-luncurkan-gerakan-absonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 14:56:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[BBPOM Samarinda]]></category>
		<category><![CDATA[pdiaikaltim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=13337</guid>

					<description><![CDATA[Samarinda – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda bersama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="133" data-end="215">
<p data-start="217" data-end="622"><strong data-start="217" data-end="230">Samarinda</strong> – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Samarinda bersama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM) menggelar aksi kesehatan masyarakat di kawasan Car Free Day (CFD) GOR Kadrie Oening Sempaja, Minggu (26/4/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 06.00–10.30 WITA ini sekaligus menjadi momentum peluncuran gerakan ABSONESIA (Ayo Buang Sampah Obat dengan Benar untuk Indonesia).</p>
<p data-start="624" data-end="856">Selain peluncuran ABSONESIA, kegiatan ini juga diisi dengan layanan cek kesehatan gratis dan edukasi penggunaan obat yang benar. Rangkaian kegiatan tersebut menarik perhatian dan antusiasme warga yang tengah berolahraga di area CFD.</p>
<p data-start="858" data-end="1209">Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Kepala BBPOM Samarinda Agung Kurniawan, Wakil Ketua Bidang Akademik STIKSAM Hayatus Sa’adah, Ketua PD IAI Kalimantan Timur Arsyik Ibrahim, Ketua PC IAI Samarinda Wisnu Prabowo, perwakilan GP Farmasi Kaltim, perwakilan Dinas Kesehatan Kaltim, dosen STIKSAM, serta jajaran pegawai BBPOM Samarinda.</p>
<p data-start="1211" data-end="1508">Kepala BBPOM Samarinda, Agung Kurniawan, menjelaskan gerakan ABSONESIA memiliki tiga tujuan utama. Pertama, mencegah pencemaran lingkungan akibat bahan kimia obat yang dapat mencemari air tanah dan ekosistem. Gerakan ini mendorong pengelolaan limbah obat yang aman mulai dari tingkat rumah tangga.</p>
<p data-start="1211" data-end="1508"><img data-dominant-color="797f83" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #797f83;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-13340 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/04/STIKSAM-2.jpg" alt="" width="755" height="305" /></p>
<p data-start="1510" data-end="1752">Kedua, mengendalikan resistensi antimikroba (AMR) dengan memastikan sisa antibiotik tidak dibuang sembarangan. Ketiga, meminimalkan risiko penyalahgunaan limbah obat atau pengolahan ulang secara ilegal oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p data-start="1754" data-end="1955">&#8220;Ke depan, kami tidak hanya bergerak di lingkup akademisi saja. BBPOM akan menggandeng lebih luas jajaran pemangku kepentingan hingga pelaku usaha untuk mensukseskan gerakan ini,&#8221; ujar Agung Kurniawan.</p>
<p data-start="1957" data-end="2214">Kolaborasi BBPOM dan STIKSAM juga menghadirkan layanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Selain itu, digelar pula program minum jamu bersama sebagai bagian dari Gerakan Jamu Warisan Nusantara (JAWARA).</p>
<p data-start="2216" data-end="2604">Gerakan Nasional JAWARA merupakan inisiatif Badan POM untuk melestarikan jamu yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada 6 Desember 2023. Gerakan ini bertujuan membudayakan konsumsi jamu yang aman, bermutu, dan berkhasiat, sekaligus mendukung UMKM obat bahan alam dan memperkuat ekonomi nasional melalui pemberdayaan ekonomi lokal serta pelestarian kearifan lokal.</p>
<p data-start="2606" data-end="2830">Dalam kegiatan tersebut, BBPOM Samarinda juga mengedukasi masyarakat melalui program KIE Tebar Pesona menggunakan mobil keliling. Petugas memberikan informasi langsung terkait keamanan obat dan makanan kepada pengunjung CFD.</p>
<p data-start="2606" data-end="2830"><img data-dominant-color="6c786e" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #6c786e;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-13339 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/04/STIKSAM-3.jpg" alt="" width="684" height="96" /></p>
<p data-start="2832" data-end="3036">BBPOM Samarinda berharap gerakan membuang sampah obat dengan benar dapat menjadi budaya baru masyarakat Kalimantan Timur demi menjaga lingkungan yang lebih bersih dan mewujudkan generasi yang lebih sehat.</p>
<p data-start="3038" data-end="3302">Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Akademik STIKSAM, Hayatus Sa’adah, menegaskan pemeriksaan kesehatan gratis bertujuan untuk deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan stroke, sekaligus memantau status kesehatan masyarakat.</p>
<p data-start="3304" data-end="3468">&#8220;Kegiatan ini diharapkan membantu warga mengetahui kondisi internal tubuh agar bisa segera melakukan pencegahan atau pengobatan lebih lanjut,&#8221; ujar Hayatus Sa’adah.</p>
<p data-start="3470" data-end="3547">
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/aksi-kesehatan-di-cfd-samarinda-bbpom-dan-stiksam-luncurkan-gerakan-absonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lewat Student Club Farmasi Praktis, Fakultas Farmasi Unmul Kenalkan Praktik Apotek Sejak Semester Empat</title>
		<link>https://iainews.net/lewat-student-club-farmasi-praktis-fakultas-farmasi-unmul-kenalkan-praktik-apotek-sejak-semester-empat/</link>
					<comments>https://iainews.net/lewat-student-club-farmasi-praktis-fakultas-farmasi-unmul-kenalkan-praktik-apotek-sejak-semester-empat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Busman Nur, S.Farm]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 02:06:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[#ppiai #FIP #apoteker #apotekerindonesia #apotekermudaindonesia #pharmacist #WorldPharmacistDay2026 #WPD2026#RaisingCommunityAwareness]]></category>
		<category><![CDATA[Farmasi Unmul]]></category>
		<category><![CDATA[pdiaikaltim]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=13076</guid>

					<description><![CDATA[Samarinda, IAI News &#8212; Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman (Unmul) menginisiasi program Early Pharmacy Practice Exposure...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="241" data-end="624"><em><strong>Samarinda, IAI News</strong></em> &#8212; Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman (Unmul) menginisiasi program <em data-start="332" data-end="366">Early Pharmacy Practice Exposure</em> (EPPE) bagi mahasiswa melalui organisasi kemahasiswaan Student Club Farmasi Praktis (SCFP). Program ini bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal praktik kefarmasian secara langsung di sarana pelayanan obat sejak tahap awal masa studi.</p>
<p data-start="626" data-end="1032">Sebagai proyek percontohan (<em data-start="654" data-end="669">pilot project</em>), kegiatan EPPE dilaksanakan pada 4–5 April 2026 di dua apotek di Kota Samarinda, yakni Apotek Pahlawan dan Central Apotek Samarinda. Sebanyak 11 mahasiswa Fakultas Farmasi Unmul angkatan 2024 yang saat ini menempuh semester empat mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terbagi menjadi empat peserta di Apotek Pahlawan dan tujuh peserta di Central Apotek Samarinda.</p>
<p data-start="1034" data-end="1289">Program EPPE menjadi langkah awal Fakultas Farmasi Unmul dalam membangun model pembinaan mahasiswa yang lebih kontekstual dan aplikatif, sekaligus memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan farmasi dengan sarana pelayanan kefarmasian di masyarakat.</p>
<p data-start="1291" data-end="1530">Melalui kegiatan ini, mahasiswa melakukan observasi langsung terhadap berbagai aktivitas pelayanan kefarmasian di apotek, mulai dari alur pelayanan resep, pengelolaan obat, hingga interaksi profesional antara tenaga kefarmasian dan pasien.</p>
<p data-start="1291" data-end="1530"><img data-dominant-color="969489" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #969489;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-13078 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/04/berita-samarinda-2.jpg" alt="" width="599" height="449" /></p>
<p data-start="1532" data-end="1776">Pembina SCFP dari Fakultas Farmasi Unmul, apt. Erfan Abdissalam, S.Farm., M.Farm., menjelaskan bahwa program EPPE dirancang sebagai bentuk pengenalan awal terhadap praktik kefarmasian sebelum mahasiswa memasuki masa pendidikan profesi apoteker.</p>
<p data-start="1778" data-end="2155">“Selama ini, <em data-start="1791" data-end="1807">early exposure</em> dalam praktik kefarmasian umumnya menjadi bagian dari kurikulum formal di beberapa perguruan tinggi. Melalui SCFP, Fakultas Farmasi Unmul mencoba menghadirkan pendekatan berbeda, yakni memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktik sejak dini melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kokurikuler yang terstruktur,” ujarnya.</p>
<p data-start="2157" data-end="2344">Menurutnya, pengalaman awal tersebut penting untuk membantu mahasiswa memahami keterkaitan antara pembelajaran teoritis di kelas dengan realitas praktik pelayanan kefarmasian di lapangan.</p>
<p data-start="2157" data-end="2344"><img data-dominant-color="9f736d" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #9f736d;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-13079 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/04/berita-samarinda-3.jpg" alt="" width="603" height="452" /></p>
<p data-start="2346" data-end="2684">Dukungan terhadap program ini juga datang dari para apoteker praktisi yang menjadi preseptor lapangan. Apoteker penanggung jawab di Apotek Pahlawan, apt. Bambang Santoso Simamora, S.Farm., menilai kegiatan ini memberikan manfaat positif karena mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana praktik kefarmasian dijalankan di apotek komunitas.</p>
<p data-start="2686" data-end="2937">“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk memperkenalkan mahasiswa pada dunia praktik sejak dini. Mereka dapat memahami alur pelayanan obat kepada pasien, tanggung jawab profesional apoteker, serta dinamika pelayanan kefarmasian di masyarakat,” ujarnya.</p>
<p data-start="2939" data-end="3198">Hal senada disampaikan apoteker preseptor di Central Apotek Samarinda, apt. Salwa Octariani, S.Farm. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam observasi praktik dapat menumbuhkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran apoteker dalam layanan kesehatan.</p>
<p data-start="3200" data-end="3424">“Mahasiswa terlihat antusias selama kegiatan. Melalui pengalaman langsung di apotek, mereka memperoleh gambaran nyata tentang praktik kefarmasian yang mungkin belum sepenuhnya tergambar dalam pembelajaran di kelas,” katanya.</p>
<p data-start="3426" data-end="3895">Koordinator SCFP Batch 1, Fauzan Azhima, menyampaikan bahwa program EPPE memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga. Kesempatan mengamati langsung praktik pelayanan kefarmasian di apotek membantu mahasiswa memahami bagaimana teori yang dipelajari di perkuliahan diterapkan dalam situasi nyata. Ia menilai kegiatan ini juga memotivasi mahasiswa untuk lebih serius mempersiapkan diri dalam menempuh pendidikan farmasi dan menjalani profesi apoteker di masa depan.</p>
<p data-start="3426" data-end="3895"><img data-dominant-color="80786f" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #80786f;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-13080 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/04/berita-samarinda-4.jpg" alt="" width="603" height="452" /></p>
<p data-start="3897" data-end="4502">Ketua SCFP menjelaskan, selain program EPPE (<em data-start="3942" data-end="3984">Experiential Pharmacy Practice Education</em>), pihaknya telah merancang sejumlah program lain yang akan dilaksanakan secara bertahap. Program-program tersebut meliputi Pharmacy Community Empowerment Program (PCEP) untuk pemberdayaan masyarakat, Pharmacy Practice Research Initiative (PPRI) guna mendorong riset farmasi praktis oleh mahasiswa, Pharmacy Entrepreneurship Incubation Program (PEIP) sebagai inkubasi kewirausahaan kefarmasian, serta Pharmacy Talent Development Program (PTDP) untuk pembinaan mahasiswa dalam berbagai kompetisi ilmiah dan profesional.</p>
<p data-start="4504" data-end="4661">Dekan Fakultas Farmasi Unmul, Dr. apt. Hadi Kuncoro, M.Farm., menyampaikan harapannya agar SCFP dapat menjadi ruang pembelajaran komplementer bagi mahasiswa.</p>
<p data-start="4663" data-end="4844">“Kami ingin SCFP tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga penguatan pengalaman praktik, inovasi, serta pengembangan kompetensi profesional di bidang kefarmasian,” ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/lewat-student-club-farmasi-praktis-fakultas-farmasi-unmul-kenalkan-praktik-apotek-sejak-semester-empat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
