<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PD IAI Sulsel &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/pd-iai-sulsel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Mar 2026 02:42:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>PD IAI Sulsel &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bersatu Melawan Kanker – Peringatan Hari Kanker Sedunia 2026</title>
		<link>https://iainews.net/bersatu-melawan-kanker-peringatan-hari-kanker-sedunia-2026/</link>
					<comments>https://iainews.net/bersatu-melawan-kanker-peringatan-hari-kanker-sedunia-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Mar 2026 02:42:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Ainun Jariah]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem]]></category>
		<category><![CDATA[health manager]]></category>
		<category><![CDATA[IWAPI]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[PD IAI Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[YKI]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=11999</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR, IAINews &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia yang setiap tahunnya jatuh pada 4...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MAKASSAR, IAINews &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia yang setiap tahunnya jatuh pada 4 Februari, diselenggarakan kegiatan bertajuk ’Protect Women’s Health From Cancer &amp; The Benefit of Yoga’.</p>
<p>Kegiatan ini diinisiasi oleh   Ketua IWAPI DPD Sulsel, Dr. apt. Ainun Jariah.,S.Farm.,M.Kes yang bersinergi dengan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Koordinator Sulawesi Selatan dan Laboratorium Klinik Prodia.</p>
<p>Acara ini dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Februari 2026 mulai pukul 12.00 WITA di Klinik Prodia di Jalan Jendral Sudirman Makassar.</p>
<p><img data-dominant-color="c4c7c7" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #c4c7c7;" fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-12000 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/03/World-Cancer-Day.jpg" alt="" width="602" height="602" /></p>
<p>Kehadiran para tamu yang melakukan talk show para peringatan hari kanker sedunia yang dirangkaikan dengan HUT IWAPI Ke-51 diantaranya dr. M. Husni Cangara.,Ph.D.,SpPA(K), DFM, pengurus YKI &amp; Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomi Makassar, Dr.apt. Hj. Ainun Jariah.,S.Farm.,M.Kes, Ketua IWAPI DPD Sulsel dan juga PD IAI Sulsel, Nuriah Pingkan.,S.Sos.,RYT, pengurus IWAPI dan guru Yoga, Serta Andi Heriadi Palloge.,M.Biomed., Regional Product Executive.</p>
<p>Dalam talk show memperingati Hari Kanker Sedunia 2026 di Makassar, materi yang disampaikan oleh Dr. apt. Hj. Ainun Jariah, S.Farm., M.Kes. sangat komprehensif karena menggabungkan tiga perspektif utamanya: sebagai Apoteker, Pengusaha Wanita, dan Akademisi/Praktisi Kesehatan.</p>
<p>Sebagai pakar farmasi, apt. Ainun menekankan pada ‘Drug Management &amp; Patient Safety’ dalam terapi kanker:</p>
<ul>
<li>Aksesibilitas Obat: Membahas pentingnya ketersediaan obat-obatan kemoterapi dan terapi suportif di apotek-apotek serta fasilitas kesehatan di Sulawesi Selatan agar pasien tidak mengalami hambatan pengobatan.</li>
<li>Peran Apoteker dalam Pendampingan: Menjelaskan bahwa apoteker bukan sekadar pemberi obat, tapi pendamping pasien untuk memantau efek samping (ESO) dan memastikan kepatuhan minum obat oral antikanker.</li>
<li>Edukasi Obat Herbal vs Medis: Mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap klaim &#8220;obat herbal&#8221; yang menjanjikan kesembuhan instan tanpa bukti klinis, yang sering kali justru memperburuk kondisi pasien.</li>
</ul>
<p>Perspektif Pemberdayaan Perempuan (Ketua IWAPI DPD Sulsel)</p>
<p>Mengingat mayoritas kasus kanker (seperti kanker payudara dan serviks) menyerang perempuan, PT. Ainun menyoroti sisi sosial-ekonomi:</p>
<ul>
<li>Kemandirian Ekonomi Pasien &amp; Survivor: Bagaimana IWAPI berperan dalam memberikan dukungan bagi penyintas kanker agar tetap produktif secara ekonomi meskipun sedang dalam masa pengobatan.</li>
<li>Peran Ibu sebagai &#8220;Health Manager&#8221; Keluarga: Menekankan bahwa perempuan/ibu adalah kunci utama dalam mendeteksi perubahan kesehatan pada anggota keluarga dan penggerak gaya hidup sehat (pola makan) di rumah.</li>
<li>Support System: Mengajak para pengusaha wanita untuk lebih peduli terhadap karyawan perempuan melalui penyediaan fasilitas <em>screening</em> rutin di tempat kerja.</li>
</ul>
<p>Kampanye Gaya Hidup Sehat &amp; Pencegahan</p>
<ul>
<li>Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS): apt. Ainun secara aktif mengampanyekan pembatasan makanan olahan dan bahan tambahan pangan (BTP) berbahaya yang bersifat karsinogenik.</li>
<li>Deteksi Dini: Mendukung penuh gerakan pemeriksaan mandiri (SADARI) dan pemeriksaan medis (Papsmear/IVA Test) sebagai langkah konkret menutup celah kesenjangan layanan (<em>Close the Care Gap</em>).</li>
</ul>
<p>Sinergi Lintas Sektor</p>
<p>Apt. Ainun lebih jauh menekankan pentingnya kolaborasi antara organisasi profesi (IAI), organisasi pengusaha (IWAPI), dan pemerintah (YKI/Dinkes) untuk menciptakan ekosistem pendukung bagi penyintas kanker di Makassar dan Sulawesi Selatan secara umum.</p>
<p>Ditemui pada kegiatan tersebut Dr. apt. Ainun menghimbau kepada masyarakat yang hadir untuk memperkuat komitmen dan kesadaran tentang kanker.</p>
<p>”Mari kita perkuat komitmen untuk meningkatkan kesadaran, deteksi dini, dan akses pengobatan yang merata bagi semua,” ungkap apt. Ainun.</p>
<p>”Kanker bukan hanya perjuangan individu, tapi tanggung jawab kita bersama untuk memberikan dukungan tanpa henti bagi para pejuang dan penyintas,” lanjutnya.</p>
<p>Dr. M. Husni Cangara, Ph.D., Sp.PA(K), DFM sebagai pakar Patologi Anatomi sekaligus pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) di Makassar, memberikan materi yang berfokus pada dua pilar utama: ketepatan diagnosis (presisi) dan pemerataan akses layanan (ekuitas).</p>
<p>&#8220;Kanker adalah musuh yang cerdik, tapi dengan diagnosis patologi yang presisi dan akses pengobatan yang setara di Makassar, kita bisa menutup celah kesenjangan dan menyelamatkan lebih banyak nyawa,&#8221; ungkapnya sebelum menutup talk shownya.</p>
<p>Materi yang dibawakan oleh Nuriah Pingkan, S.Sos., RYT menonjolkan sisi kesehatan holistik (body, mind, and soul) serta dukungan komunitas.</p>
<p>Sebagai pengurus IWAPI sekaligus instruktur Yoga bersertifikat (<em>Registered Yoga Teacher</em>), Nuriah Pingkan fokus pada bagaimana mengelola stres dan menjaga kebugaran fisik bagi penyintas maupun masyarakat umum guna mencegah kanker.</p>
<p>Pesan Utamanya (Key Takeaway): &#8220;Kesehatan bukan hanya tentang apa yang kita makan, tapi juga tentang apa yang kita pikirkan dan bagaimana kita menggerakkan tubuh. Mari gunakan Yoga untuk berdamai dengan diri sendiri dan memperkuat pertahanan tubuh melawan kanker.&#8221;</p>
<p>Selain itu, materi yang dibawakan oleh Andi Heriadi Palloge, M.Biomed. sebagai <em>Regional Product Executive</em> Prodia berfokus pada pemanfaatan teknologi laboratorium terkini dan pergeseran paradigma dari pengobatan ke pencegahan (preventif).</p>
<p>Sebagai ahli di bidang Biomedis, Andi Heriadi membedah bagaimana inovasi diagnostik dapat &#8220;Menutup Celah Perawatan&#8221; (<em>Close the Care Gap</em>).</p>
<p>Kemudian menyampaikan kutipan utama &#8220;Di tahun 2026 ini, teknologi medis sudah sangat maju. Kunci melawan kanker bukan lagi tentang seberapa kuat obatnya, tapi seberapa cepat kita menemukannya. Deteksi dini bukan sekadar pemeriksaan, tapi investasi untuk masa depan yang lebih panjang,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Harapan Tak Pernah Padam</p>
<p>Di Hari Kanker Sedunia 2026 ini, mari kita kirimkan doa dan energi positif kepada mereka yang sedang berjuang, mereka yang telah bertahan, dan keluarga yang setia menemani. Satu tindakan kecil kita—baik itu edukasi maupun dukungan moral—bisa menjadi harapan besar bagi orang lain.</p>
<p>Kanker mungkin bisa melemahkan tubuh, tapi ia tak akan pernah bisa melumpuhkan semangat manusia. Mari hidup lebih sehat dan rutin lakukan deteksi dini. Kita kuat karena kita bersama.</p>
<p>Mengingat tema global berkelanjutan adalah &#8220;<em>Close the Care Gap</em>&#8220;, pastikan Anda menekankan pentingnya akses kesehatan yang setara untuk semua orang, terlepas dari latar belakang ekonominya.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/bersatu-melawan-kanker-peringatan-hari-kanker-sedunia-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bersama Menuju Indonesia Zero TB: Apoteker Penyuluh TB Sulsel Ajak Apoteker Muda Bergabung</title>
		<link>https://iainews.net/menuju-indonesia-zero-tb-apoteker-penyuluh-tb-sulsel/</link>
					<comments>https://iainews.net/menuju-indonesia-zero-tb-apoteker-penyuluh-tb-sulsel/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Nelly Sy.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 23:00:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker penyuluh TB]]></category>
		<category><![CDATA[Apoteker Penyuluh TB PD IAI Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[PD IAI Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[Penyuluh TB]]></category>
		<category><![CDATA[popca]]></category>
		<category><![CDATA[TB]]></category>
		<category><![CDATA[tbc]]></category>
		<category><![CDATA[toss tb]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi Utami]]></category>
		<category><![CDATA[zero TB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=9791</guid>

					<description><![CDATA[Makassar, IAINews &#8211; Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Sulawesi Selatan (PD IAI Sulsel) mengukuhkan komitmennya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Makassar, IAINews &#8211; Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Sulawesi Selatan (PD IAI Sulsel) mengukuhkan komitmennya dalam program eliminasi Tuberculosis (TB) dengan menghadirkan perhimpunan baru yang hanya ada di Sulsel yakni <strong>Apoteker Penyuluh TB PD IAI Sulsel.</strong></p>
<p>Salah satu agenda utama dalam kegiatan Pengenalan Organisasi dan  Pembinaan Calon Anggota (POPCA) PD IAI Sulsel yang berlangsung pada hari sabtu tanggal  8 November 2025 di Makassar adalah pengenalan Himpunan dan Perhimpunan yang dinaungi PD IAI Sulsel, termasuk  Perhimpunan Apoteker Penyuluh TB PD IAI Sulsel. Perhimpunan ini merupakan satu di antara tiga perhimpunan baru yang hanya ada di PD IAI Sulsel.</p>
<figure id="attachment_9792" aria-describedby="caption-attachment-9792" style="width: 602px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="a5afb8" data-has-transparency="true" style="--dominant-color: #a5afb8;" decoding="async" class="size-full wp-image-9792 has-transparency" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/11/Menuju-Zero-TB-Yuri-Pratiwi-1.avif" alt="Apoteker Penyuluh TB" width="602" height="338" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/11/Menuju-Zero-TB-Yuri-Pratiwi-1.avif 602w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/11/Menuju-Zero-TB-Yuri-Pratiwi-1-400x225.avif 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/11/Menuju-Zero-TB-Yuri-Pratiwi-1-250x140.avif 250w" sizes="(max-width: 602px) 100vw, 602px" /><figcaption id="caption-attachment-9792" class="wp-caption-text">apt. Yuri membawakan materi pengenalan Perhimpunan Apoteker Penyuluh TB PD IAI Sulsel</figcaption></figure>
<p>apt. Yuri Pratiwi Utami, S.Farm, <a href="http://m.si">M.Si</a>, C.Herbs yang merupakan Wakil Ketua Perhimpunan Apoteker Penyuluh TB membawakan materi ke-16 pada POPCA, dipandu apt. Drs. Ahmad Yani, M.Kes sebagai moderator. Ia mengajak para apoteker muda yang baru disumpah untuk segera bergabung dalam barisan para Apoteker Penyuluh TB demi menyukseskan target nasional Indonesia Zero TB 2030.</p>
<p><strong>Pengenalan Resmi Apoteker Penyuluh TB</strong></p>
<p>Profil awal mengenai latar belakang terbentuknya perhimpunan tersebut diterangkan oleh apt. Yuri,“Indonesia merupakan negara dengan urutan kedua setelah India yang paling banyak kasus  dengan tingginya penderita TB”. Sehingga dari hal tersebut dengan mendukung program pemerintah, apoteker mengikuti <em>Training of Trainer</em>  dan dibentuklah kepengurusan serta dilantik oleh PD IAI Sulsel pada tanggal 8 September 2024.</p>
<p>Program Apoteker Penyuluh TB diperkenalkan sebagai inisiatif strategis IAI Sulsel untuk memanfaatkan kompetensi Apoteker di fasilitas kesehatan dan komunitas, khususnya dalam aspek penanganan TB.</p>
<p><strong>Fokus Peran Apoteker Penyuluh TB</strong></p>
<p>Tugas utama mereka meliputi edukasi pencegahan penularan, penemuan kasus secara aktif (<em>active case finding</em>), serta yang paling krusial, pendampingan kepatuhan pasien (<em>Directly Observed Treatment, Short-course</em> atau <em>DOTS</em>) untuk mencegah resistensi obat.</p>
<p>Dr. apt. Saparuddin Latu, M.Kes sebagai Ketua menegaskan, &#8220;Apoteker adalah pahlawan tersembunyi dalam perjuangan melawan TB. Keberhasilan pengobatan TB sangat ditentukan oleh kepatuhan minum obat selama 6 hingga 9 bulan. Di sinilah peran Apoteker Penyuluh TB menjadi vital. Kami tidak hanya mengobati, tetapi memastikan pasien sembuh total dan tidak menjadi sumber penularan.&#8221; Pesan yang dititipkannya melalui Wakil Ketua.</p>
<figure id="attachment_9793" aria-describedby="caption-attachment-9793" style="width: 602px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="a49aa1" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #a49aa1;" decoding="async" class="size-full wp-image-9793 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/11/Menuju-Zero-TB-Yuri-Pratiwi-2.png.avif" alt="Apoteker Penyuluh TB" width="602" height="338" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/11/Menuju-Zero-TB-Yuri-Pratiwi-2.png.avif 602w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/11/Menuju-Zero-TB-Yuri-Pratiwi-2.png-400x225.avif 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/11/Menuju-Zero-TB-Yuri-Pratiwi-2.png-250x140.avif 250w" sizes="(max-width: 602px) 100vw, 602px" /><figcaption id="caption-attachment-9793" class="wp-caption-text">Apoteker Penyuluh TB mengajak para apoteker baru untuk bergabung</figcaption></figure>
<p><strong>Alasan Perekrutan di POPCA</strong></p>
<p>Pengurus Apoteker Penyuluh TB sengaja memanfaatkan forum POPCA untuk menarik minat Apoteker muda yang masih memiliki semangat tinggi dan idealisme. Apoteker muda dianggap memiliki energi besar untuk terjun langsung ke lapangan dan melakukan advokasi di tengah masyarakat.</p>
<p>Dijelaskan bahwa Apoteker muda yang bergabung akan mendapatkan pelatihan khusus dan sertifikasi sebagai Penyuluh TB dari organisasi profesi, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat dan mitra penanggulangan TB.</p>
<p>Pada pemaparan materi pengenalan perhimpunan apoteker penyuluh TB dengan menampilkan kegiatan &#8211; kegiatan yang menjadi program unggulan dari PP Ikatan Apoteker Indonesia yakni Apoteker Bertamu.</p>
<p>Apoteker Bertamu adalah inisiatif IAI berbasis komunitas yang memberdayakan apoteker untuk menjadi garda terdepan dalam edukasi, skrining, dan pendampingan pasien TB di wilayah masing-masing.</p>
<p>Program ini fokus pada upaya penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TB) di tingkat komunitas dan bertujuan untuk mendukung Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis (GIAT) 2030 yaitu:</p>
<ol>
<li><strong><em>Meningkatkan Kesadaran dan Pengetahuan</em></strong><em> <strong>Masyarakat</strong></em>: Memberikan edukasi pada masyarakat tentang TB, mulai dari penyebab, gejala, cara penularan, hingga pentingnya pengobatan tuntas.</li>
<li><strong><em>Deteksi Dini Kasus (Active Case Finding)</em>:</strong> Apoteker berperan aktif dalam melakukan skrining dan menemukan kasus TB yang belum terdiagnosis di masyarakat.</li>
<li><strong>Meningkatkan Kepatuhan Pengobatan</strong>: Apoteker melakukan kunjungan rumah atau pendampingan untuk memastikan pasien TB minum Obat Anti-Tuberkulosis (OAT) secara tuntas dan benar (mendukung konsep DOTS/Pengobatan yang Diawasi Langsung).</li>
<li><strong><em>Edukasi Penggunaan Obat yang Tepat</em></strong>: Memberikan pemahaman tentang pentingnya kombinasi OAT, efek samping yang mungkin timbul, dan cara mengatasinya.</li>
</ol>
<p>&#8220;Kami membutuhkan energi baru, ide-ide segar, dan penguasaan teknologi dari Apoteker muda. Bergabunglah, dan jadikan sumpah profesi Anda sebagai kontribusi nyata bagi kesehatan bangsa. Sulawesi Selatan harus menjadi provinsi terdepan dalam mencapai Zero TB di Indonesia,&#8221; ungkap apt. Yuri.</p>
<p>Dampak regional yang akan dirasakan melalui program ini diharapkan dapat secara signifikan menurunkan angka penemuan kasus (<em>Case Notification Rate</em>) dan meningkatkan angka keberhasilan pengobatan (<em>Treatment Success Rate</em>) TB di Sulsel yang masih menjadi perhatian nasional khususnya Kota Makassar yang merupakan jumlah kasus tertinggi di Sulsel</p>
<p>Tujuan akhirnya, PD IAI Sulsel berkomitmen bahwa Apoteker Penyuluh TB akan menjadi jembatan antara pasien, obat, dan fasilitas kesehatan. Melalui perhimpunan ini, para apoteker memastikan semua pasien TB mendapatkan akses pengobatan yang tepat dan tuntas.</p>
<p>Melalui kolaborasi ini, kami mendorong seluruh apotker, khususnya Apoteker Muda Sulsel didorong untuk menjadi agen perubahan yang memutus rantai penularan TB, mewujudkan cita-cita Indonesia Bebas TB 2030. Keterlibatan para apoteker muda yang baru lulus akan membawa angin segar dan menambah semangat para pengurus. Ilmu yang masih fresh didapatkan di bangku kuliah, akan membantu dalam memudahkan edukasi pada masyarakat.</p>
<p>“Mari bergabung bersama kami sebagai Apoteker Penyuluh TB PD IAI Sulsel untuk menyukseskan ‘Zero TB’,” tutup Yuri.</p>
<p>Ia berharap, dari acara POPCA ini akan muncul apoteker muda terbaik yang akan menjadi &#8220;aktor utama&#8221; dalam program eliminasi TB di tingkat Nasional. Peran apoteker yang mendampingi para pasien dalam minum obat menjadi salah satu kunci keberhasilan pengobatan TB hingga terkontrol bahkan sembuh.&#8211;</p>
<p><a href="https://iainews.net/setahun-apoteker-penyuluh-tb-sulsel-kolaborasi-psppa/">https://iainews.net/setahun-apoteker-penyuluh-tb-sulsel-kolaborasi-psppa/</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/menuju-indonesia-zero-tb-apoteker-penyuluh-tb-sulsel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apoteker dan TEMAN, Model Baru Penanggulangan TB dari Apoteker Penyuluh TB PD IAI Sulsel</title>
		<link>https://iainews.net/apoteker-dan-teman-model-baru-penanggulangan-tb-sulsel/</link>
					<comments>https://iainews.net/apoteker-dan-teman-model-baru-penanggulangan-tb-sulsel/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Nelly Sy.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Oct 2025 04:08:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Apoteker dan TEMAN]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker penyuluh TB]]></category>
		<category><![CDATA[Apoteker Penyuluh TB PD IAI Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi TB]]></category>
		<category><![CDATA[PD IAI Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[Penanggulangan TB]]></category>
		<category><![CDATA[PMO TB]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Utami]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Utami Pratiwi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8978</guid>

					<description><![CDATA[APOTEKER dan &#8216;TEMAN&#8217; (Training-Education-Monitoring-Adherence-Networking) adalah model baru dalam penanggulangan tuberkulosis (TB) yang akan berfokus pada...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>APOTEKER dan &#8216;TEMAN&#8217; (<em>Training-Education-Monitoring-Adherence-Networking</em>) adalah model baru dalam penanggulangan tuberkulosis (TB) yang akan berfokus pada pentingnya <strong>sinergi dan peran aktif apoteker</strong>. Melalui kerangka kerja TEMAN, model ini diperkenalkan oleh <strong>Perhimpunan Apoteker Penyuluh TB Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Sulawesi Selatan (Sulsel). </strong>Perhimpunan ini telah setahun dibentuk dan telah berkolaborasi bersama mahasiswa/i calon apoteker dari semua kampus Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) di Sulsel yang melaksanakan PKPA di Puskesmas.</p>
<p><a href="https://iainews.net/setahun-apoteker-penyuluh-tb-sulsel-kolaborasi-psppa/">https://iainews.net/setahun-apoteker-penyuluh-tb-sulsel-kolaborasi-psppa/</a></p>
<p><img data-dominant-color="a8a39d" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #a8a39d;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-8979 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Apoteker-Penyuluh-TB-PD-IAI-SULSEL-1_-Yuri-utami.docx.avif" alt="Apoteker dan TEMAN " width="307" height="395" /></p>
<p><strong>TB sebagai Masalah Kesehatan Utama Global dan Nasional </strong></p>
<p>Tuberkulosis, yang disebabkan oleh bakteri <em>mycobacterium tuberculosis</em>, tetap menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia. Meskipun TB dapat disembuhkan, tingginya angka kasus baru dan kematian menjadikannya ancaman kesehatan masyarakat yang serius.</p>
<p>Indonesia merupakan salah satu dari delapan negara dengan beban kasus TB tertinggi di dunia. Data menunjukkan tingginya jumlah kasus baru dan kasus yang tidak terlaporkan:</p>
<p>Beban kasus TB diperkirakan 842.000 kasus baru per tahun (WHO/Kemenkes). Menunjukkan epidemi yang sangat masif, menempatkan Indonesia di urutan ketiga global. Kasus Notifikasi (2022) tercatat 724.309 kasus TB (termasuk TB Resistan Obat/TB RO). Hal ini menunjukkan upaya penemuan kasus yang meningkat, namun masih ada selisih sekitar 32% antara kasus yang terdeteksi dengan perkiraan.</p>
<p>Data tahun 2023 menegaskan status Indonesia sebagai negara dengan beban kasus TB tertinggi kedua di dunia, setelah India. Jumlah kasus insiden 1.060.000 kasus. Sedangkan untuk data tahun 2024 umumnya masih bersifat kumulatif hingga periode tertentu dan fokus pada target penemuan yang ditetapkan pemerintah yakni target kemenkes 900.000 kasus dan kasus TB yang dilaporkan mencapai 860.000 kasus (data hingga januari 2025).</p>
<p><a href="https://www.tbindonesia.or.id/wp-content/uploads/2023/09/Laporan-Tahunan-Program-TBC-2022.pdf" target="_blank" rel="noopener">https://www.tbindonesia.or.id/wp-content/uploads/2023/09/Laporan-Tahunan-Program-TBC-2022.pdf</a></p>
<p><em>Beban Penyakit Tinggi</em>: Indonesia termasuk dalam negara dengan beban kasus TB tertinggi secara global. Hal ini berarti jutaan orang berisiko sakit atau telah sakit TB.</p>
<p><em>Dampak Sosial-Ekonomi</em>: TB tidak hanya menyebabkan penyakit fisik tetapi juga kemiskinan dan stigma, yang pada gilirannya menghambat pasien mencari pengobatan dan memicu diskriminasi.</p>
<p>Data dalam 5 tahun terakhir menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya bergulat dengan jumlah kasus TB yang tinggi, tetapi juga dengan &#8220;bom waktu&#8221; resistensi obat yang dipicu oleh tingkat  ketidakpatuhan OAT yang kritis. Oleh karena itu, <strong>diperlukan intervensi apoteker yang sistematis melalui model seperti TEMAN untuk memastikan kepatuhan dan mencegah krisis TB RO meluas</strong>.</p>
<p><img data-dominant-color="c2b6ae" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #c2b6ae;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-8980 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Apoteker-Penyuluh-TB-PD-IAI-SULSEL-2_-Yuri-utami.docx.avif" alt="Apoteker dan TEMAN" width="300" height="406" /></p>
<p><strong>Model TEMAN: Kerangka Kerja Terstruktur Untuk Mengoptimalkan Kontribusi Apoteker.</strong></p>
<p><strong><em>T: Training (Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi)</em></strong></p>
<p>Pilar <strong><em>Training</em></strong> (Pelatihan dan Peningkatan Kompetensi) dalam model TEMAN (<em>Training-Education-Monitoring-Adherence-Networking</em>) adalah fondasi utama yang memungkinkan apoteker bertransformasi menjadi penyuluh TB yang efektif dan profesional. Apoteker harus dilengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan mutakhir mengenai diagnosis TB, rejimen OAT, efek samping, dan teknik konseling motivasi.</p>
<p>Melalui pelatihan ini, penekanannya adalah dasar agar apoteker mampu menjalankan peran penyuluh secara profesional dan percaya diri. Pelatihan ini dirancang untuk menutup kesenjangan pengetahuan dan keterampilan apoteker agar dapat memberikan <em>pharmaceutical care</em> (pelayanan kefarmasian) yang optimal kepada pasien TB.</p>
<p>Tujuan utama pelatihan ini adalah memastikan apoteker memiliki kompetensi klinis dan non-klinis yang memadai untuk mendukung keberhasilan Program Penanggulangan TB Nasional, terutama dalam hal kepatuhan (<em>adherence</em>) pasien.</p>
<p>Materi utama pelatihan ini tidak hanya berfokus pada obat, tetapi juga pada aspek komunikasi, deteksi, dan sistem kesehatan.</p>
<p><strong><em>E: Education (Edukasi dan Penyuluhan Komprehensif)</em></strong></p>
<p>Pilar <strong><em>Education</em></strong> (Edukasi dan Penyuluhan Komprehensif) dalam model TEMAN (<em>Training-Education-Monitoring-Adherence-Networking</em>) adalah peran inti apoteker sebagai penyuluh kesehatan. Tujuannya adalah memberdayakan pasien TB dan keluarganya melalui informasi yang akurat, relevan, dan memotivasi. Edukasi yang komprehensif sangat penting untuk mengatasi kesalahpahaman dan mengurangi tingkat putus obat.</p>
<p>Apoteker adalah pendidik utama bagi pasien. Edukasi tidak hanya soal cara minum obat, tetapi juga pentingnya pengobatan jangka panjang (6-9 bulan), mengenali dan mengelola efek samping obat, serta pencegahan penularan kepada keluarga dan lingkungan.</p>
<p>Penekanannya dengan menunjukkan peran apoteker sebagai Penyuluh TB yang mampu mengubah perilaku pasien dari pasif menjadi aktif terlibat dalam proses penyembuhan.</p>
<p>Fokus utama edukasi adalah transformasi pasien dan keluarga. Edukasi TB oleh Apoteker harus bertransisi dari sekadar memberikan informasi obat menjadi edukasi perubahan perilaku (<em>Behavior Change Communication</em>).</p>
<p>Intinya, edukasi komprehensif oleh Apoteker dalam model TEMAN adalah upaya untuk mengubah pasien TB dari penerima pasif menjadi partisipan aktif dan teredukasi yang termotivasi untuk menyelesaikan pengobatan, sehingga melindungi diri sendiri dan masyarakat dari penularan dan resistensi obat.</p>
<p><strong><em>M: Monitoring (Pemantauan Terapi dan Efek Samping)</em></strong></p>
<p>Pilar <strong><em>Monitoring </em></strong>(Pemantauan Terapi dan Efek Samping) dalam model intervensi TEMAN adalah fungsi kritis Apoteker untuk menjamin keamanan dan efikasi pengobatan TB. Pemantauan ini bersifat berkelanjutan selama masa terapi (minimal 6 bulan) dan menjadi jembatan antara edukasi yang diberikan dengan hasil klinis yang dicapai.</p>
<p>Apoteker bertugas memantau kemajuan terapi (misalnya: konversi sputum, peningkatan berat badan) dan skrining adanya efek samping obat (<em>ADR</em>) dan interaksi obat potensial.</p>
<p>Penekanannya dengan pemantauan yang proaktif dari apoteker dapat mencegah putus obat akibat efek samping yang tidak tertangani, serta mendeteksi potensi resistensi lebih awal.</p>
<p>Pemantauan difokuskan pada dua aspek utama yaitu kepatuhan (<em>Adherence Monitoring</em>) dan keamanan (<em>Adverse Drug Reaction/ADR Monitoring</em>).</p>
<p>Monitoring berfungsi sebagai sistem peringatan dini. Melalui pemantauan yang cermat, Apoteker dapat mengidentifikasi masalah kepatuhan sebelum mengarah pada resistensi obat, dan mengelola efek samping sebelum menyebabkan pasien menyerah pada pengobatan. Ini adalah implementasi nyata dari tanggung jawab kefarmasian dalam menjamin keberhasilan terapi TB.</p>
<p><strong><em>A: Adherence (Peningkatan Kepatuhan)</em></strong></p>
<p>Pilar <strong><em>Adherence </em></strong>atau Peningkatan Kepatuhan sebagai Pilar Kunci, adalah inti dari intervensi apoteker terhadap pasien TB. Kepatuhan di sini bukan hanya sekadar patuh, tetapi merupakan keterlibatan aktif penderita dalam proses penyembuhan dirinya. Mengingat pengobatan TB berlangsung jangka panjang (minimal 6 bulan), potensi pasien untuk tidak patuh (<em>non-adherence</em>) sangat tinggi.</p>
<p>Peran Apoteker dalam Pilar <em>Adherence</em> yang telah terlatih dengan model TEMAN memiliki peran strategis untuk memastikan dan meningkatkan kepatuhan pasien TB melalui berbagai intervensi.</p>
<p>Kepatuhan (<em>Adherence</em>) adalah tujuan utama. Apoteker berperan sebagai <em>problem solver</em> dengan mengidentifikasi akar masalah ketidakpatuhan (ekonomi, lupa, efek samping, kurang motivasi) dan memberikan solusi yang dipersonalisasi.</p>
<p>Penekanannya yaitu apoteker menjadi Pengawas Menelan Obat (PMO) profesional yang teredukasi, bukan sekadar pengingat, tetapi juga motivator.</p>
<p>Secara keseluruhan, pilar Adherence dalam TEMAN Apoteker menempatkan apoteker sebagai pendamping dan motivator utama pasien TB untuk menyelesaikan seluruh masa pengobatan, yang pada akhirnya akan meningkatkan angka kesembuhan dan menekan laju resistensi obat.</p>
<p><strong><em>N: Networking (Jejaring dan Kolaborasi Antar Profesi)</em></strong></p>
<p>Pilar <strong><em>Networking</em></strong> atau Jejaring dan Kolaborasi Antar Profesi adalah elemen krusial yang memastikan bahwa peran Apoteker tidak berjalan sendiri, melainkan terintegrasi secara mulus dalam sistem pelayanan kesehatan TB secara keseluruhan. Pilar ini menekankan pentingnya kerja sama, komunikasi, dan pembentukan jejaring antara Apoteker dengan profesional kesehatan lain dan pihak terkait.</p>
<p>Tujuan utama dari pilar <em>Networking</em> adalah menciptakan lingkungan pengobatan TB yang suportif dan komprehensif, sehingga semua kebutuhan pasien dapat terpenuhi dan hambatan pengobatan dapat diatasi dengan cepat.</p>
<p>Keberhasilan penanggulangan TB memerlukan kolaborasi. Apoteker harus menjalin komunikasi erat dengan Dokter (perubahan rejimen obat), Perawat/Programer TB di Puskesmas (pelaporan kasus dan ketidakpatuhan), dan Kader Kesehatan.</p>
<p>Penekanan yakni Model TEMAN menciptakan ekosistem perawatan terintegrasi di mana pasien TB tidak merasa sendiri.</p>
<p><em>Mengapa Networking Penting?</em></p>
<p>Tanpa Networking, data monitoring kepatuhan dan ESO yang dikumpulkan oleh Apoteker mungkin tidak sampai ke dokter untuk penyesuaian terapi, dan pasien yang tidak patuh (<em>non-adherence</em>) mungkin tidak tertangani dengan intervensi komprehensif. Melalui Networking, Apoteker memastikan bahwa pelayanan TB adalah pelayanan multidisiplin yang berfokus pada kesembuhan pasien.</p>
<p>Sehingga dengan adanyanya APOTEKER dan TEMAN: Implementasi model TEMAN, peran apoteker tidak lagi hanya sebatas <em>drug-oriented</em>, tetapi bertransformasi menjadi patient-oriented yang berfokus pada luaran klinis pasien.</p>
<p>Melalui model baru dalam penanggulangan TB ini, Perhimpunan Apoteker Peyuluh TB IAI Sulsel mengajak kita untuk mendorong pemerintah, organisasi profesi (IAI), dan fasilitas kesehatan untuk secara resmi mengadopsi dan mendukung kerangka kerja TEMAN sebagai strategi nasional dalam upaya eliminasi TB.&#8211;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apoteker-dan-teman-model-baru-penanggulangan-tb-sulsel/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setahun Apoteker Penyuluh TB Sulsel: di 2025 ‘Apoteker Bertamu’ Jadi Program Kolaboratif Bersama Kampus PSPPA</title>
		<link>https://iainews.net/setahun-apoteker-penyuluh-tb-sulsel-kolaborasi-psppa/</link>
					<comments>https://iainews.net/setahun-apoteker-penyuluh-tb-sulsel-kolaborasi-psppa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Nelly Sy.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2025 11:42:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Apoteker Bertamu]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker penyuluh TB]]></category>
		<category><![CDATA[IAI Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[PD IAI Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[Penyuluh TB]]></category>
		<category><![CDATA[PMO TB]]></category>
		<category><![CDATA[TB]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8941</guid>

					<description><![CDATA[SETAHUN kepengurusannya, Apoteker Penyuluh TB (Tuberkulosis) Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Sulawesi Selatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SETAHUN kepengurusannya, Apoteker Penyuluh TB (Tuberkulosis) Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Sulawesi Selatan (Sulsel) tetap tunjukkan peran dan eksistensinya di masyarakat. Salah satunya adalah melakukan kolaborasi bersama mahasiswa/i calon apoteker dari semua kampus Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) di Sulawesi Selatan yang melaksanakan PKPA di fasilitas pelayanan kesehatan yaitu Puskesmas.</p>
<p>Pengurus Perhimpunan Penyuluh TB PD IAI Sulsel diketuai oleh Dr. apt. Saparuddin Latu, S.Si, M.Kes, yang tetap semangat dan optimis dalam menjalankan program kerja dalam kepengurusannya.</p>
<figure id="attachment_8942" aria-describedby="caption-attachment-8942" style="width: 1381px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="c3ae94" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #c3ae94;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8942 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Penyuluh-TB-1_Yuri-Utami.avif" alt="Apoteker Penyuluh TB" width="1381" height="513" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Penyuluh-TB-1_Yuri-Utami.avif 1381w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Penyuluh-TB-1_Yuri-Utami-768x285.avif 768w" sizes="auto, (max-width: 1381px) 100vw, 1381px" /><figcaption id="caption-attachment-8942" class="wp-caption-text">Pengurus Perhimpunan Apoteker Penyuluh TB IAI Sulsel</figcaption></figure>
<p>”Program penyuluh TB ini harus dilaksanakan sebagai tugas kita di perhimpunan PD IAI Sulsel, yang merupakan program pemerintah,” ujar apt. Latu yang merupakan dosen Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker.</p>
<p>Selama kepengurusan ini, para pengurus selalu aktif dalam memberikan penyuluhan di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan tempat bertugas dan institusi tempat mengajar. Kepengurusan perhimpunan penyuluh TB bukan hanya dari praktisi yang banyak melibatkan apoteker dari Puskesmas Rumah sakit, dan komunitas. Tetapi juga melibatkan akademisi yang berasal  dari beberapa perguruan tinggi di Sulsel sebagai pengurus, yang mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Para akademisi ini di antaranya berasal dari Universitas Hasanuddin, Universitas Mega Buana, Universitas Almarisah Madani, Universitas Muhammadiyah Makassar dan Universitas Mega Rezky.</p>
<p><strong>Apoteker Bertamu </strong></p>
<p>Apoteker Bertamu adalah sebuah program inisiatif yang digagas oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Program ini umumnya melibatkan kunjungan apoteker langsung ke rumah-rumah atau komunitas untuk memberikan edukasi kesehatan, konsultasi, dan pendampingan.</p>
<ol>
<li><strong>Deteksi Dini dan Edukasi Penyakit Prioritas</strong></li>
</ol>
<p>Program ini seringkali secara spesifik menargetkan penyakit dengan beban kasus tinggi, seperti Tuberkulosis (TB). Dalam konteks TB, apoteker bertamu dilakukan untuk:</p>
<ul>
<li>Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gejala, penularan, dan pentingnya pemeriksaan.</li>
<li>Mendorong penemuan kasus secara aktif (<em>Active Case Finding</em>).</li>
</ul>
<p>Deteksi dini dan edukasi penyakit prioritas merupakan fokus utama dari program Apoteker Bertamu sebagai Penyuluh TB, yang bertujuan untuk menggerakkan peran apoteker dalam intervensi kesehatan berbasis komunitas. Karena Indonesia menghadapi beban kasus tinggi pada penyakit menular dan tidak menular tertentu, program ini secara spesifik menargetkan masalah kesehatan tersebut.</p>
<figure id="attachment_8943" aria-describedby="caption-attachment-8943" style="width: 607px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="907362" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #907362;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8943 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Penyuluh-TB-2_Yuri-Utami.avif" alt="Apoteker Bertamu Penyuluhan TB" width="607" height="369" /><figcaption id="caption-attachment-8943" class="wp-caption-text">Apoteker Bertamu oleh apt. Irma, S.Farm selaku Sekretaris penyuluh TB PD IAI Sulsel</figcaption></figure>
<p><strong>Fokus Penyakit Prioritas</strong></p>
<p>Meskipun dapat disesuaikan dengan kebutuhan komunitas, dua penyakit yang paling sering menjadi target utama dalam kegiatan &#8220;Apoteker Bertamu&#8221; adalah:</p>
<ol>
<li><strong>Tuberkulosis (TB)</strong></li>
</ol>
<p>TB adalah salah satu penyakit menular dengan kasus tertinggi di Indonesia. Peran apoteker penyuluh TB sangat vital karena TB memerlukan pengobatan jangka panjang (minimal 6 bulan).</p>
<p>Tujuannya melakukan deteksi dini yaitu menemukan kasus TB baru secara aktif (<em>Active Case Finding</em>) dan mencegah penularan. Kemudian edukasi yang diberikan yaitu meningkatkan kepatuhan pasien minum obat.</p>
<p>Kegiatan Deteksi yaitu  skrining Gejala: Apoteker Penyuluh TB mewawancarai warga tentang gejala utama, terutama batuk berdahak 2 minggu, demam, dan keringat malam. Selanjutnya rujukan: Jika ditemukan gejala, apoteker akan merujuk warga ke Puskesmas/Faskes untuk pemeriksaan dahak (tes cepat molekuler) dan diagnosis lebih lanjut.</p>
<p>Edukasi yang diberikan yaitu pertama pentingnya kepatuhan: Menjelaskan mengapa obat TB harus diminum teratur dan tuntas (untuk menghindari TB Resistan Obat/TB RO). Kedua, TOSS TB: Edukasi tentang pengobatan tuntas dan dukungan sebagai PMO (Pengawas Menelan Obat). Ketiga,  pencegahan: Sosialisasi etika batuk dan pentingnya ventilasi rumah.</p>
<ol>
<li><strong>Penyakit Tidak Menular (PTM)</strong></li>
</ol>
<p>PTM seperti hipertensi (darah tinggi), diabetes, dan dislipidemia (kolesterol/asam urat tinggi) menjadi penyebab utama kematian.</p>
<p>Tujuannya melakukan deteksi dini yang dilakukan dengan Skrining risiko PTM untuk intervensi gaya hidup lebih awal. Edukasi yang diberikan yakni memberikan konsultasi farmasi klinis dan manajemen penyakit.</p>
<p>Kegiatan Deteksi. Pertama, pengukuran fisik: Melakukan pemeriksaan dasar seperti mengukur Tekanan Darah, Gula Darah Sewaktu, Kolesterol, dan Asam Urat. Kedua, penilaian risiko: Menilai risiko PTM berdasarkan hasil pengukuran dan faktor gaya hidup (riwayat merokok, diet, dan aktivitas fisik).</p>
<p>Edukasi yang diberikan yakni Informasi Hasil: Menjelaskan arti hasil pengukuran dan apa yang harus dilakukan jika nilainya tinggi (merujuk ke dokter). Edukasi Obat: Bagi pasien PTM, apoteker memberikan konseling tentang cara penggunaan obat rutin yang benar dan bagaimana menghindari interaksi obat/makanan. CERDIK: Mendorong gaya hidup CERDIK (Cek kesehatan, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat, Istirahat cukup, Kelola stres).</p>
<p><strong>Proses Pelaksanaan Deteksi Dini dan Edukasi</strong></p>
<p>Program &#8220;Apoteker Bertamu&#8221; memiliki keunggulan karena pelaksanaannya dilakukan secara langsung di lingkungan masyarakat, memungkinkan komunikasi tatap muka yang efektif.</p>
<ul>
<li><em>Kunjungan Rumah (Home Visit</em>): Apoteker mendatangi rumah pasien, terutama yang memiliki riwayat TB atau PTM, untuk mengumpulkan data riwayat penggunaan obat dan melakukan skrining awal.</li>
<li><em>Wawancara Komprehensif</em>: Menggunakan wawancara terstruktur untuk menilai tingkat pengetahuan warga (pre-test) dan mengidentifikasi keluhan kesehatan yang relevan dengan penyakit prioritas.</li>
<li><em>Pengukuran Klinis Sederhana</em>: Menggunakan alat medis portabel untuk melakukan pemeriksaan cepat (tensi, gula darah).</li>
<li><em>Pemberian Informasi dan Konseling</em>: Memberikan edukasi yang dipersonalisasi sesuai kondisi dan kebutuhan pasien, termasuk sosialisasi DAGUSIBU.</li>
<li><em>Tindak Lanjut dan Rujukan</em>: Apoteker memastikan warga yang terindikasi sakit atau berisiko tinggi dirujuk ke Puskesmas atau dokter untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut, serta menjadwalkan kunjungan tindak lanjut (follow-up).</li>
</ul>
<ol start="2">
<li><strong>Peningkatan Kepatuhan Pengobatan</strong></li>
</ol>
<p>Apoteker Penyuluh TB memberikan pendampingan intensif kepada pasien yang sedang menjalani terapi jangka panjang, terutama pasien TB (memastikan kepatuhan minum OAT) dan penyakit kronis lainnya. Apoteker memastikan pasien memahami dosis, cara penggunaan, dan efek samping obat.</p>
<ol start="3">
<li><strong>Implementasi DAGUSIBU</strong></li>
</ol>
<p>Program ini sering terintegrasi dengan edukasi DAGUSIBU (DApatkan, GUnakan, SImpan, BUang obat) untuk mengajarkan masyarakat cara mengelola obat dengan benar dan aman di lingkungan rumah.</p>
<p>Program ini bertujuan untuk menjadikan apoteker sebagai mitra kesehatan tepercaya di komunitas, berkontribusi langsung pada upaya pemerintah dalam eliminasi penyakit, serta meningkatkan penggunaan obat yang rasional di masyarakat.</p>
<p><strong>Apoteker Penyuluh TB Kolaborasi Mahasiswa/i PSPPA</strong></p>
<p>Pentingnya kolaborasi antara Apoteker Penyuluh TB (Tuberkulosis) dengan Calon Apoteker (Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker/PSPPA) dalam kegiatan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) sangat besar, terutama dalam mendukung program eliminasi TB Nasional.</p>
<p>Kolaborasi ini memastikan calon apoteker mendapatkan pengalaman praktis yang spesifik, sementara program penanggulangan TB di masyarakat mendapatkan dukungan tenaga ahli yang teredukasi.</p>
<ol>
<li><strong>Peningkatan Kompetensi Klinis Calon Apoteker </strong></li>
</ol>
<p>Kolaborasi ini memberikan manfaat langsung pada peningkatan kemampuan klinis dan komunikasi calon apoteker:</p>
<ul>
<li><em>Pengalaman Konseling TB Nyata</em>: Calon apoteker dapat langsung mempraktikkan keterampilan konseling obat kepada pasien TB dan Pengawas Menelan Obat (PMO) di bawah bimbingan apoteker penyuluh yang berpengalaman. Hal ini mencakup edukasi tentang regimen OAT (Obat Anti Tuberkulosis), cara mengatasi efek samping, dan pentingnya pengobatan tuntas.</li>
<li><em>Pengelolaan Kasus Jangka Panjang</em>: Mereka belajar bagaimana memantau kepatuhan pasien TB selama terapi 6 bulan atau lebih, yang merupakan pengalaman unik dalam penanganan penyakit kronis menular.</li>
<li><em>Keterampilan Active Case Finding (ACF)</em>: Melalui program seperti &#8220;Apoteker Bertamu&#8221;, calon apoteker dilatih melakukan skrining dan wawancara di komunitas untuk menemukan kasus TB yang belum terdiagnosis, keterampilan yang vital dalam kesehatan masyarakat.</li>
<li><em>Interprofesionalitas</em>: Mereka belajar berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain di Puskesmas atau rumah sakit (dokter, perawat, analis) dan kader kesehatan di masyarakat dalam tim penanggulangan TB.</li>
</ul>
<figure id="attachment_8944" aria-describedby="caption-attachment-8944" style="width: 602px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="706761" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #706761;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8944 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Penyuluh-TB-3_Yuri-Utami.avif" alt="Apoteker Bertamu Penyuluhan TB" width="602" height="326" /><figcaption id="caption-attachment-8944" class="wp-caption-text">apt. Irma, S.Farm bersama mahasiswa/i PKPA PSPPA Univeral</figcaption></figure>
<ol start="2">
<li><strong> Dukungan Terhadap Program Eliminasi TB </strong></li>
</ol>
<p>Kehadiran calon apoteker dalam PKPA memberikan sumber daya tambahan yang signifikan untuk mendukung program penanggulangan TB di lapangan:</p>
<ul>
<li><em>Peningkatan Jangkauan Edukasi</em>: Calon apoteker membantu meningkatkan intensitas penyuluhan dan skrining TB, baik di sekolah (SMA) maupun di masyarakat umum, yang sering kali memiliki sumber daya terbatas.</li>
<li><em>Peningkatan Kepatuhan Pasien</em>: Pendampingan yang dilakukan oleh calon apoteker (misalnya, kunjungan rumah atau konseling berkala) dapat secara langsung meningkatkan angka kepatuhan minum obat, yang merupakan kunci keberhasilan terapi TB.</li>
<li><em>Penguatan Peran Apoteker Komunitas</em>: Melalui keterlibatan aktif ini, citra apoteker sebagai bagian integral dari upaya kesehatan masyarakat dan penanggulangan penyakit menular akan semakin kuat di mata publik dan sektor kesehatan lainnya.</li>
<li><em>Inovasi dan Penelitian</em>: Kegiatan PKPA dapat menjadi wadah untuk melakukan studi sederhana terkait efektivitas konseling TB atau kepatuhan pasien, yang hasilnya dapat digunakan untuk perbaikan strategi penanggulangan TB di masa depan.</li>
</ul>
<p>Secara keseluruhan, kolaborasi ini menciptakan: Calon apoteker memperoleh pengalaman klinis esensial, sementara program TB Nasional mendapatkan tenaga penyuluh dan pendamping yang teredukasi dan bersemangat.</p>
<p>Wakil Ketua Perhimpunan Apoteker Penyuluh TB, apt. Yuri Pratiwi Utami mengatakan: ”Program ini akan menjadi program wajib kita di dalam kepengurusan, sehingga kolaborasi bisa memperkuat peran kita sebagai penyuluh dan menjalankan program pemerintah zero TB”.</p>
<p>”Rencana kegiatan apoteker bertamu sebagai penyuluh TB ini akan dilaksanakan pada tanggal 17 Oktober 2025  di Pusbindu Puskesmas Batua, yang berkolaborasi dengan mahasiswa/i PSPPA Universitas Hasanuddin dan Universitas Almarisah Madani dalam rangka <em>World Pharmacist Day 2025</em>”.&#8211;</p>
<p><a href="https://farmalkes.kemkes.go.id/2024/12/atasi-tuberkulosis-farmalkes-optimalkan-peran-apoteker/" target="_blank" rel="noopener">https://farmalkes.kemkes.go.id/2024/12/atasi-tuberkulosis-farmalkes-optimalkan-peran-apoteker/</a></p>
<p><a href="https://iainews.net/empati-edukasi-apoteker-kunci-kesembuhan-tb/">https://iainews.net/empati-edukasi-apoteker-kunci-kesembuhan-tb/</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/setahun-apoteker-penyuluh-tb-sulsel-kolaborasi-psppa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sigapnya Tim Kesehatan, Penjaga Senyap Ribuan Peserta PIT IAI 2025</title>
		<link>https://iainews.net/sigapnya-tim-kesehatan-penjaga-senyap-ribuan-peserta/</link>
					<comments>https://iainews.net/sigapnya-tim-kesehatan-penjaga-senyap-ribuan-peserta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 15:47:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[atb sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[bajakah]]></category>
		<category><![CDATA[hendra herman]]></category>
		<category><![CDATA[ira miranti]]></category>
		<category><![CDATA[minyak bajakah]]></category>
		<category><![CDATA[minyak gosok bajakah]]></category>
		<category><![CDATA[PD IAI Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[PIT IAI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[sri muntani]]></category>
		<category><![CDATA[tim kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7534</guid>

					<description><![CDATA[Makassar, IAINews – Empat hari penuh, 27–30 Agustus 2025, Hotel Claro Makassar menjadi pusat pertemuan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Makassar, IAINews</strong> – Empat hari penuh, 27–30 Agustus 2025, Hotel Claro Makassar menjadi pusat pertemuan ribuan apoteker dari seluruh Indonesia. <strong>Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) 2025</strong> menghadirkan lebih dari 1.500 peserta, mulai dari akademisi, praktisi, pengurus organisasi, hingga mahasiswa.</p>
<p>Di dalam ruang-ruang simposium, diskusi hangat terjadi mengenai masa depan profesi apoteker. Di luar, deretan booth instansi pemerintah, industri farmasi, dan alat kesehatan memamerkan inovasi terbaru. Malam hari, canda tawa mengalir dalam gala dinner yang penuh keakraban.</p>
<p>Namun di balik gegap gempita itu, ada sosok-sosok lain yang bekerja dalam diam: <strong>Tim Kesehatan</strong>. Mereka tidak tampil di panggung utama, tidak pula menjadi pembicara simposium, tetapi peran mereka tak tergantikan – memastikan ribuan peserta tetap sehat dan selamat selama acara.</p>
<figure id="attachment_7536" aria-describedby="caption-attachment-7536" style="width: 1600px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="8b8377" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8b8377;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-7536 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Tim-Kesehatan-7.avif" alt="Tim Kesehatan" width="1600" height="1200" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Tim-Kesehatan-7.avif 1600w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Tim-Kesehatan-7-768x576.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Tim-Kesehatan-7-1536x1152.avif 1536w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-7536" class="wp-caption-text">Tim Kesehatan PIT IAI 2025 (dok. panitia)</figcaption></figure>
<p><strong>Malam Migrain di Tengah Gala Dinner</strong></p>
<p>Jumat malam, 29 Agustus. Di ballroom lantai dua, gala dinner berlangsung meriah. Musik, santap malam, dan lampu panggung menambah semarak. Namun di salah satu kamar hotel lantai delapan, seorang peserta justru terbaring lemah.</p>
<p>Yanti (bukan nama sebenarnya), apoteker asal Jakarta, sejak sore merasakan migrain hebat. Obat bebas yang selalu ia bawa ke mana pun tak lagi manjur. “Saya coba bertahan, tapi sakitnya makin kuat. Sampai bingung harus minta tolong siapa,” kenangnya.</p>
<p>Situasi semakin sulit karena di luar hotel, terjadi kerusuhan massa yang berujung pembakaran gedung DPRD Kota Makassar. Kondisi ini menambah kecemasan, membuat Yanti semakin terisolasi di kamarnya.</p>
<p>Dalam kepanikan, ia teringat seorang panitia yang dikenalnya, <strong>apt. Hendra Herman</strong>, Koordinator Tim Kesehatan dari Panitia lokal. Meski suara gala dinner bising di belakangnya, Hendra sigap menerima panggilan. Tak butuh waktu lama, ia mengirim seorang anggota tim kesehatan untuk mengetuk pintu kamar Yanti, membawa obat ibuprofen dan memastikan pasien sementara aman.</p>
<figure id="attachment_7537" aria-describedby="caption-attachment-7537" style="width: 1600px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="929597" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #929597;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7537 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Booth-PD-IAI-Sulsel.avif" alt="Booth PD IAI Sulsel" width="1600" height="1183" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Booth-PD-IAI-Sulsel.avif 1600w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Booth-PD-IAI-Sulsel-768x568.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Booth-PD-IAI-Sulsel-1536x1136.avif 1536w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-7537" class="wp-caption-text">apt. Hendra Herman di booth PD IAI Sulsel (dok. pribadi)</figcaption></figure>
<p><strong>Pesan “HELP” Jelang Tengah Malam</strong></p>
<p>Waktu terus berjalan, tetapi sakit tak juga reda. Pukul 22.30, Yanti menulis pesan singkat ke Hendra: <strong>“HELP”</strong>. Satu kata itu sudah cukup untuk membuat tim kesehatan kembali bergerak.</p>
<p>Tiga tenaga kesehatan perempuan segera naik ke lantai delapan. Mereka mengecek tekanan darah, denyut nadi, serta kondisi umum pasien. “Tekanan darah cukup tinggi, tapi masih dalam batas aman. Ibu sudah minum obat dan makan apa?” tanya salah seorang perawat.</p>
<p>Tidak banyak yang bisa dilakukan malam itu selain observasi. Obat sudah diminum, kondisi relatif stabil, namun rasa sakit masih bertahan. Setidaknya, kehadiran tim memberi ketenangan. “Saya merasa tidak sendiri lagi. Walau sakit belum hilang, ada orang-orang yang siap membantu,” ujar Yanti kemudian.</p>
<p><strong>Pagi yang Berat dan Pertolongan yang Ringan Tangan</strong></p>
<p>Sabtu pagi, 30 Agustus, Yanti mencoba memaksakan diri sarapan di restoran hotel. Namun tubuhnya masih lemah. Tak lama kemudian, tanpa sanggup mengikuti pertemuan lagi, ia kembali ke kamar, dan kali ini migrain disertai nyeri di seluruh tubuh. Teman sekamarnya sudah lebih dulu menuju bandara, membuat Yanti benar-benar sendirian.</p>
<p>Dengan sisa tenaga, ia menghubungi sahabatnya, <strong>apt. Ira</strong>, rekan kerjanya yang juga asal Makassar. Kaget mendengar suara Yanti yang lemah, Ira langsung bergegas naik ke kamar bersama petugas hotel. Tak menunggu lama, tim medis kembali dipanggil.</p>
<p>Seorang dokter dan dua perawat datang memeriksa. Tekanan darah Yanti kembali tinggi. Nyeri lambung dan menggigil di seluruh tubuh, hingga sesak napas dialaminya. Mereka memberi obat penurun tekanan darah, obat pereda nyeri lambung, vitamin, serta terapi sederhana berupa <strong>akupresur dan pijatan refleksi</strong>. “Kadang sentuhan ringan bisa melancarkan aliran darah dan mengurangi nyeri,” ujar salah satu perawat sambil menekan titik refleksi di telapak tangan pasien.</p>
<p>&#8220;Sepertinya Ibu kelelahan. Makanya badan lemas dan aliran darah tidak lancar, jadi nyeri sebelah di kepala dan leher,&#8221; ujarnya sambil memijat ujung jari kaki Yanti.</p>
<p>&#8220;Tadi juga ada peserta laki-laki dari Jakarta yang juga sakit migrain di posko medis. Setelah saya pijat sedikit dengan tehnik ini, Ia tidur pulas selama satu jam, dan bangun sudah lebih sehat,&#8221; sambungnya sambil tersenyum dan menunjukkan foto di layar ponselnya.</p>
<p>Yanti merasakan badannya mulai hangat, tidak lagi menggigil, hanya sedikit nyeri kepala yang masih terasa. Ia juga diberikan obat untuk menurunkan kolesterol jika kondisi belum membaik untuk diminum malam hari.</p>
<figure id="attachment_7538" aria-describedby="caption-attachment-7538" style="width: 1200px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="8d7b70" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8d7b70;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7538 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Tim-Kesehatan-4.avif" alt="Tim Kesehatan PIT IAI 2025" width="1200" height="1600" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Tim-Kesehatan-4.avif 1200w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Tim-Kesehatan-4-768x1024.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Tim-Kesehatan-4-1152x1536.avif 1152w" sizes="auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-7538" class="wp-caption-text">dok. Panitia</figcaption></figure>
<p><strong>Minyak Bajakah dan Kepedulian Sejawat</strong></p>
<p>Tak lama berselang setelah Tim Kesehatan tersebut beranjak pergi, giliran <strong>apt. Sri Muntani</strong>, Ketua Apoteker Tanggap Bencana Sulsel, yang datang menjenguk. Ia bergegas ke kamar Yanti Ketika diberitahukan oleh Ketua PD IAI Sulawesi Selatan. Tanpa basa-basi, panitia yang juga termasuk tim kesehatan tersebut menawarkan untuk memijat seluruh tubuh Yanti.</p>
<p>Yanti yang sudah bersiap keluar kamar karena sudah melewati dua jam dari waktu check out hotel, memandang heran padanya.</p>
<p>&#8220;Saya bisa ngurut dikit-dikit kalo mau, biar badannya enakan,&#8221; sambung Sri meyakinkan.</p>
<p>Setelah berembug sebentar dengan Ira, dan menghubungi teman yang masih menginap di hotel tersebut untuk menumpang sejenak di kamarnya, Yanti dipapah Sri untuk pindah kamar ke lantai enam.</p>
<p>Sesampainya di kamar pengurus IAI lain, dengan sigap Sri Muntani mengambil posisi untuk memijat badan Yanti yang sangat lelah. Mengoleskan Minyak Bajakah asli Makassar yang diberikan oleh Ira, perlahan tangannya menari di atas tubuh Yanti yang lemah. <strong>Minyak Gosok Bajakah</strong> ini menurut Ira adalah salah satu obat tradisional yang dipercaya membantu mengurangi pegal dan nyeri. Diproduksi dalam skala rumah tangga, kakaknya menjadi salah satu distributor minyak tersebut.</p>
<figure id="attachment_7539" aria-describedby="caption-attachment-7539" style="width: 721px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="aa9d8a" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #aa9d8a;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7539 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Minyak-Gosok-Bajakah.avif" alt="Minyak Gosok Bajakah" width="721" height="1280" /><figcaption id="caption-attachment-7539" class="wp-caption-text">Minyak Gosok Bajakah</figcaption></figure>
<p><a href="https://shopee.co.id/MINYAK-GOSOK-BAJAKAH-AREA-MAKASSAR-i.8916795.42856671874" target="_blank" rel="noopener">https://shopee.co.id/MINYAK-GOSOK-BAJAKAH-AREA-MAKASSAR-i.8916795.42856671874</a></p>
<p>“Kalau di lokasi bencana, kadang saya juga lakukan ini untuk pengungsi atau petugas yang kelelahan. Sekarang saya coba bantu Mbak Yanti,” ujarnya sambil tersenyum.</p>
<p>Sri dengan sabar memijat tubuh Yanti, mengoleskan minyak Bajakah di pundak dan leher. Perlahan, otot yang tegang mulai mengendur. Yanti merasa tubuhnya hangat, nyeri berkurang, dan bisa kembali tidur lebih nyenyak.</p>
<p>“Tidak banyak yang bisa saya lakukan, tapi saya ingin membantu semampu saya,” kata Sri yang tahun depan memasuki masa pensiun sebagai PNS di Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo.</p>
<figure id="attachment_7535" aria-describedby="caption-attachment-7535" style="width: 1250px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="937b6d" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #937b6d;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-7535 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Tim-Kesehatan-2.avif" alt="Tim Kesehatan PD IAI Sulsel" width="1250" height="943" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Tim-Kesehatan-2.avif 1250w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Tim-Kesehatan-2-250x190.avif 250w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Tim-Kesehatan-2-768x579.avif 768w" sizes="auto, (max-width: 1250px) 100vw, 1250px" /><figcaption id="caption-attachment-7535" class="wp-caption-text">apt. Sri Muntani bersama Tim Kesehatan Panitia PIT IAI 2025 (dok. Panitia)</figcaption></figure>
<p><strong>Garda Depan yang Tak Terlihat</strong></p>
<p>Kisah Yanti hanyalah satu dari ratusan kasus yang ditangani Tim Kesehatan selama Rakernas dan PIT IAI 2025. Sesuai surat tugas <strong>Dinas Kesehatan Kota Makassar</strong>, tujuh puskesmas dikerahkan secara bergantian. Setiap hari ada dua shift, masing-masing terdiri dari seorang dokter, dua perawat, dan seorang sopir ambulans.</p>
<p>“Sejak pagi hingga malam kami siaga. Mobil ambulans dilengkapi tandu, oksigen, hingga AED. Semua untuk memastikan peserta aman,” jelas Hendra.</p>
<p>Tak hanya peserta, beberapa panitia, petugas hotel, bahkan pengunjung pameran juga sempat mendapat layanan medis dari tim kesehatan ini. Keluhan terbanyak adalah migrain, kelelahan, dan gangguan lambung. Semua ditangani dengan cepat dan penuh empati.</p>
<p>“Obat yang tersedia hanya untuk <em>emergency</em>, sedangkan banyak peserta yang datang dengan kondisi kronik seperti hipertesi, diabetes,” lanjut Hendra.</p>
<p>Persediaan obat dari puskesmas memang terbatas, sehingga tidak semua permasalahan kesehatan peserta tidak dapat diselesaikan di tempat. Namun Tim Kesehatan yang disediakan Panitia Rakernas dan PIT IAI 2025 ini sudah bekerja optimal.</p>
<p><a href="https://iainews.net/maksimalkan-layanan-panitia-hadirkan-posko-medis-di-arena-rakernas-pit-2025/">https://iainews.net/maksimalkan-layanan-panitia-hadirkan-posko-medis-di-arena-rakernas-pit-2025/</a></p>
<p><strong>Kenangan yang Membekas</strong></p>
<p>Bagi Yanti, pengalaman ini lebih dari sekadar sakit yang Ia derita. Ia merasakan kepedulian sejawat yang hadir dalam bentuk paling sederhana dan berulangkali: sigap menerima telepon, mengetuk pintu kamar di malam hari, hingga memijat dengan minyak tradisional.</p>
<p>“Tanpa mereka, saya tidak tahu bagaimana harus melewati malam itu. Mereka benar-benar pahlawan tanpa tepuk tangan,” ucapnya haru dan penuh apresiasi pada tim kesehatan.</p>
<p>Rakernas dan PIT IAI 2025 boleh saja telah usai. Lampu panggung sudah padam, peserta kembali ke kota masing-masing, dan berita besar tentang kerusuhan di luar hotel menjadi sorotan nasional. Namun, di balik semua itu, ada kisah lain yang akan selalu dikenang: <strong>tentang tim kesehatan yang senyap, tetapi sigap, menjaga setiap jiwa yang hadir pada pertemuan apoteker terbesar di Makassar. (EgN)</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/sigapnya-tim-kesehatan-penjaga-senyap-ribuan-peserta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Giat Awal Tahun IAI Wajo bersama ATB PD IAI SULSEL Bantu Korban Banjir di Desa Worongnge</title>
		<link>https://iainews.net/giat-awal-tahun-iai-wajo-bersama-atb-pd-iai-sulsel-bantu-korban-banjir-di-desa-worongnge/</link>
					<comments>https://iainews.net/giat-awal-tahun-iai-wajo-bersama-atb-pd-iai-sulsel-bantu-korban-banjir-di-desa-worongnge/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jan 2025 09:22:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker tanggap bencana]]></category>
		<category><![CDATA[apotekerindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ATB PD IAI SULSEL]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[PC IAI Wajo]]></category>
		<category><![CDATA[PD IAI Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=4840</guid>

					<description><![CDATA[Wajo Sulsel, IAINews.id &#8211; Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan Apoteker Tanggap Bencana (ATB)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>Wajo Sulsel, IAINews.id</strong> &#8211; Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan Apoteker Tanggap Bencana (ATB) Kabupaten Wajo menggelar kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan kunjungan ke daerah terdampak banjir di Dusun Awakaluku, Desa Sabbangparu, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, pada Rabu, 1 Januari 2025.</p>
<p>Dusun Awakaluku menjadi wilayah terisolir akibat luapan air Danau Tempe, yang berbatasan langsung dengan pemukiman warga.</p>
<p>Air luapan tersebut telah merendam kawasan ini selama lebih dari tiga minggu, dengan estimasi surut yang memerlukan waktu cukup lama.</p>
<p>Menanggapi kondisi tersebut, para apoteker tergerak untuk turun langsung memberikan bantuan. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara ATB PC IAI Wajo, Puskesmas Liu, dan Puskesmas Sabbangparu.</p>
<p>Selain apoteker, dua dokter internship dari Puskesmas Sabbangparu turut berpartisipasi dalam kegiatan ini untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang terdampak bencana.</p>
<p>Kegiatan kepedulian ini bertujuan untuk memberikan bantuan medis serta memastikan kondisi kesehatan masyarakat yang terisolasi akibat banjir, sekaligus memberikan informasi mengenai penanganan kesehatan yang tepat selama masa bencana.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4841" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2025/01/wajo1a.jpg" alt="" width="854" height="688" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/wajo1a.jpg 854w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/wajo1a-768x619.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 854px) 100vw, 854px" /></p>
<p style="text-align: center;">Penyerahan bantuan sembako  dari  Ketua ATB PD IAI Sulsel</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4842" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1b.jpg" alt="" width="688" height="562" /></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;">Penyerahan bantuan sembako dari PC IAI Kab. Wajo</span></p>
<p><strong>ATB garda terdepan mitigasi bencana</strong></p>
<p>Salah satu himpunan seminat apoteker yang memiliki peran sangat besar adalah Apoteker Tanggap Bencana (ATB).</p>
<p>ATB harus mampu bekerja di bawah tekanan tinggi, sering kali dengan sumber daya yang terbatas, untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada para korban bencana.</p>
<p>Kehadiran ATB sangat penting dalam menyediakan obat-obatan dan layanan kesehatan yang sangat dibutuhkan dalam situasi darurat.</p>
<p>Apoteker memiliki tanggung jawab untuk memastikan ketersediaan obat-obatan esensial, mengelola logistik farmasi, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara penggunaan obat yang tepat dan aman selama masa bencana.</p>
<p>Selain itu, ATB juga merupakan kesempatan bagi para Apoteker untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam menghadapi situasi nyata.</p>
<p>Sebagai relawan, mereka berperan aktif dalam upaya pemulihan dan membantu masyarakat yang terkena dampak bencana, sambil memperluas wawasan mereka dalam memberikan layanan kesehatan di kondisi yang ekstrem.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4843" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1c.jpg" alt="" width="1023" height="578" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1c.jpg 1023w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1c-400x225.jpg 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1c-768x434.jpg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1c-250x140.jpg 250w" sizes="auto, (max-width: 1023px) 100vw, 1023px" /></p>
<p style="text-align: center;">Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan</p>
<p><strong>Peran Apoteker dalam Manajemen Bencana</strong></p>
<p>Apoteker menjadi sangat penting dalam menjamin kesehatan dan keberlangsungan hidup masyarakat<br />
yang terdampak.</p>
<p>Manajemen bencana mencakup berbagai kegiatan mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, respons, dan pemulihan.</p>
<p>Peran kritis seorang Apoteker  terlibat dalam memastikan ketersediaan obat-obatan, menyediakan layanan kesehatan darurat, serta berkontribusi dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan kesehatan publik yang efektif selama dan setelah bencana.</p>
<p>Pada tahap pencegahan, Apoteker berperan dalam edukasi masyarakat tentang pentingnya<br />
persediaan obat-obatan esensial dan bagaimana menyimpannya dengan benar.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4844" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1d.jpg" alt="" width="1040" height="780" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1d.jpg 1040w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1d-100x75.jpg 100w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1d-768x576.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1040px) 100vw, 1040px" /></p>
<p style="text-align: center;">Apoteker memberikan edukasi kepada masyarakat berdampak banjir</p>
<p><strong>Tahap Kesiapsiagaan</strong></p>
<p>Pada tahap ini, Apoteker memainkan peran penting dalam pengelolaan stok obat-obatan dan alat kesehatan yang diperlukan untuk menghadapi bencana.</p>
<p>Mereka bertanggung jawab memastikan ketersediaan dan distribusi obat yang esensial, serta mengelola logistik farmasi dengan efisien agar bantuan dapat segera sampai ke korban bencana.</p>
<p>Selain itu pengembangan rencana evakuasi dan pelatihan untuk profesional kesehatan juga menjadi tanggung jawab yang harus ditangani oleh Apoteker.</p>
<p>Mereka harus memastikan bahwa tenaga medis memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk merespons bencana secara efektif.</p>
<p>Kemudian, Apoteker berperan dalam penyusunan <em>guideline</em> terkait penggunaan obat, termasuk antibiotik dan analgesik, untuk memastikan bahwa obat-obatan ini digunakan dengan bijak dan efisien selama masa krisis.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4846" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1e-1.png" alt="" width="627" height="361" /></p>
<p style="text-align: center;">Kunjungan langsung ATB  ke pemukiman warga terdampak banjir</p>
<p><strong>Tahap Respons</strong></p>
<p>Tahapan respon yang cepat dan efektif sangat penting dalam menghadapi bencana. Apoteker berperan vital dalam mendistribusikan obat-obatan dan alat medis dengan cara yang efisien, untuk memastikan bantuan dapat diberikan tepat waktu kepada korban.</p>
<p>Mereka harus dapat menilai kebutuhan medis dengan cepat dan memastikan ketersediaan obat-obatan penting seperti antibiotik, analgesik, antiinflamasi, dan obat-obatan untuk kondisi kronis.</p>
<p><strong>Tahap Pemulihan</strong></p>
<p>Ketika keadaan kembali normal maka akan ke tahap pemulihan yang bisa berlangsung selama lama<br />
yakni dalam hitungan minggu, bulan, atau bahkan tahun.</p>
<p>Di tahap ini, Apoteker berfokus pada pemulihan layanan kesehatan yang terdampak dan memastikan ketersediaan obat-obatan untuk pengobatan jangka panjang bagi korban bencana.</p>
<p>Ditemui terpisah, Ketua ATB PD IAI Sulsel, apt. Sri Muntani berujar &#8220;Kunjungan ini dirangkaikan dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, dan edukasi oleh Apoteker yang dawali pembagian sembako ke rumah warga”.</p>
<p>“Kami hadir untuk memberikan dukungan kepada warga secara langsung, dengan harapan bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka untuk sementara waktu. Peran ATB bukan hanya pada saat sekarang ini tapi akan berkelanjutan sampai tahap pemulihan” tutupnya. ***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/giat-awal-tahun-iai-wajo-bersama-atb-pd-iai-sulsel-bantu-korban-banjir-di-desa-worongnge/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semarak BIMTEK Plataran Satu Sehat: Wujudkan Profesionalisme Apoteker Sulawesi Selatan</title>
		<link>https://iainews.net/semarak-bimtek-plataran-satu-sehat-wujudkan-profesionalisme-apoteker-sulawesi-selatan/</link>
					<comments>https://iainews.net/semarak-bimtek-plataran-satu-sehat-wujudkan-profesionalisme-apoteker-sulawesi-selatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Dec 2024 21:55:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker profesional]]></category>
		<category><![CDATA[bimtek hybrid apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[bimtek satu sehat]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan pd iai sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[PD IAI Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[pemenuhan skp apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[plataran satu sehat]]></category>
		<category><![CDATA[skp apoteker sulawesi selatan]]></category>
		<category><![CDATA[skp satu sehat]]></category>
		<category><![CDATA[SKP tenaga kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=4745</guid>

					<description><![CDATA[Sulsesl, IAINews &#8211; Kegiatan bimbingan teknis (BIMTEK) Plataran Satu Sehat, yang membahas Satu Sehat SDMK...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sulsesl, IAINews &#8211;</strong> Kegiatan bimbingan teknis (BIMTEK) Plataran Satu Sehat, yang membahas Satu Sehat SDMK dan pemenuhan kecukupan SKP-PD IAI Sulawesi Selatan (Sulsel) serta KKI, berlangsung dengan meriah.</p>
<p>Acara ini diadakan secara hybrid pada 14 Desember 2024, mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WITA. Panitia berada di Sekretariat PD IAI Sulsel, Jl. Perintis Kemerdekaan Km.7 Perum. Puri Asri 2 No.10, sementara peserta mengikuti secara daring melalui Zoom.</p>
<p>Acara yang dipandu oleh apt. Lidia Alto, S.Si ini dihadiri 250 apoteker dari berbagai wilayah Sulawesi Selatan. Dalam pembukaan, Ketua PD IAI Sulsel, apt. Andi Alfian, S.Si., M.Si., menyampaikan sambutan sekaligus dukungan untuk kelancaran kegiatan tersebut.</p>
<blockquote><p>&#8220;Saya berharap dengan adanya BIMTEK ini, para apoteker Sulawesi Selatan dapat memastikan tercukupinya SKP sebagai syarat perpanjangan SKP dan terus menjalankan praktik secara profesional di berbagai wahana kefarmasian, baik apotek swasta, BUMN, puskesmas, rumah sakit, distribusi, maupun industri,&#8221; ungkap apt. Alfian.</p></blockquote>
<h3>Materi Inti: Bimbingan Teknis Satu Sehat SDMK</h3>
<p>Pemateri dari Satu Sehat SDMK Kemenkes menjelaskan teknis pemenuhan SKP dalam platform Plataran Satu Sehat, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/1561/2024. Keputusan ini menjadi pedoman bagi tenaga medis dan kesehatan untuk memenuhi kecukupan Satuan Kredit Profesi (SKP) yang menjadi syarat Surat Izin Praktik (SIP).</p>
<blockquote><p>&#8220;Tujuan utama kebijakan ini adalah menyediakan panduan pemenuhan SKP, memberikan acuan bagi lembaga pembelajaran terkait penyelenggaraan kegiatan belajar, serta meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga medis dan kesehatan,&#8221; jelas pemateri.</p>
<figure id="attachment_4747" aria-describedby="caption-attachment-4747" style="width: 1080px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4747" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/12/image3-10.jpg" alt="" width="1080" height="659" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/image3-10.jpg 1080w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/image3-10-768x469.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption id="caption-attachment-4747" class="wp-caption-text">Peserta Bimtek 237 orang peserta apoteker Se Sulawesi Selatan bersama pemateri dan moderator<br />SKP yang harus terpenuhi</figcaption></figure></blockquote>
<h3>Pemenuhan SKP: Kategori dan Prosentase</h3>
<p>SKP dapat dipenuhi melalui tiga kategori utama, yaitu:</p>
<ol>
<li><strong>Pembelajaran</strong>: Minimal 45% dari total SKP.</li>
<li><strong>Pelayanan</strong>: Minimal 35% dari total SKP.</li>
<li><strong>Pengabdian</strong>: Minimal 5% dari total SKP.</li>
</ol>
<p>Ketiga kategori ini harus dipenuhi dalam waktu lima tahun.</p>
<figure id="attachment_4748" aria-describedby="caption-attachment-4748" style="width: 1080px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4748" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/12/image2-9.jpg" alt="" width="1080" height="616" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/image2-9.jpg 1080w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/image2-9-768x438.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption id="caption-attachment-4748" class="wp-caption-text">Sesi Diskusi yang diarahkan oleh apt. Lidia Alto., S.Si</figcaption></figure>
<h3>Diskusi dan Penutupan</h3>
<p>Setelah pemaparan materi, sesi diskusi berlangsung dengan antusias. Para apoteker membahas tantangan pemenuhan SKP akibat transisi dari platform SIAP ke Plataran Satu Sehat. Diskusi ini diarahkan oleh apt. Lidia Alto, S.Si, dan diikuti oleh sekretaris PD IAI Sulsel, apt. Aminullah, S.Si., M.Pharm.Sc.</p>
<blockquote><p>&#8220;Ke depan, kegiatan pembelajaran untuk memenuhi kecukupan SKP akan diarahkan ke Plataran Satu Sehat. Kami juga akan memastikan bahwa semua kegiatan di PD IAI Sulsel dilakukan sesuai prosedur Badiklat IAI untuk mendapatkan SKP dari Kemenkes,&#8221; ujar apt. Aminullah.</p></blockquote>
<p>Ia juga menambahkan bahwa kegiatan pengabdian akan bekerja sama dengan pengurus cabang (PC), seminat, perhimpunan daerah, serta perguruan tinggi farmasi (PTF).</p>
<figure id="attachment_4749" aria-describedby="caption-attachment-4749" style="width: 1080px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4749" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/12/image4-8.jpg" alt="" width="1080" height="672" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/image4-8.jpg 1080w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/image4-8-768x478.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption id="caption-attachment-4749" class="wp-caption-text">Sesi Diskusi oleh Pemateri Bimbingan Teknis</figcaption></figure>
<p>Dengan adanya pemetaan dan jadwal terencana, diharapkan pemenuhan SKP melalui Plataran Satu Sehat dapat tercapai dengan baik.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/semarak-bimtek-plataran-satu-sehat-wujudkan-profesionalisme-apoteker-sulawesi-selatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gelar Pertemuan Perdana, Pengurus Himpunan Apoteker PPH PD IAI Sulsel Bahas Pemantapan Program Kerja</title>
		<link>https://iainews.net/gelar-pertemuan-perdana-pengurus-himpunan-apoteker-pph-pd-iai-sulsel-bahas-pemantapan-program-kerja/</link>
					<comments>https://iainews.net/gelar-pertemuan-perdana-pengurus-himpunan-apoteker-pph-pd-iai-sulsel-bahas-pemantapan-program-kerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Dec 2024 23:38:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi produk halal]]></category>
		<category><![CDATA[himpunan apoteker PPH]]></category>
		<category><![CDATA[monitoring produk halal]]></category>
		<category><![CDATA[PD IAI Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan PPH apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[pendamping produk halal]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan organisasi PPH]]></category>
		<category><![CDATA[program kerja apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[sertifikasi halal UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[sinergi industri halal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=4692</guid>

					<description><![CDATA[Sulsel, IAINews &#8211; Pengurus Himpunan Apoteker Pendamping Produk Halal (PPH) PD IAI Sulsel menggelar pertemuan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Sulsel, IAINews &#8211;</strong> Pengurus Himpunan Apoteker Pendamping Produk Halal (PPH) PD IAI Sulsel menggelar pertemuan perdana setelah pelantikan pada September lalu. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekretariat PD IAI Sulsel, Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 7 Perum Puri Asri 2 No. 10, pada 23 November 2024.</p>
<p>Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua PD IAI Sulsel sebagai Dewan Penasehat, apt. Andi Alfian, S.Si., M.Si., Wakil Bendahara PD IAI Sulsel sebagai Dewan Pengarah, Dr. apt. Risfah Yulaity, S.Si., M.Sc., Ketua Himpunan Apoteker PPH PD IAI Sulsel, apt. Drs. Abdul Khalik, M.Kes., Wakil Ketua, apt. Andi Trihadi Kusuma Kasra, S.Farm., M.Si., Bendahara, apt. Yuri Pratiwi Utami, S.Farm., M.Si., serta ketua bidang/divisi dan pengurus Apoteker PPH PD IAI Sulsel.</p>
<p>Rapat ini menjadi ajang silaturahmi antar pengurus sekaligus memaparkan program kerja setiap bidang. Pertemuan dibuka langsung oleh Ketua Himpunan PPH yang didampingi oleh Wakil Ketua.</p>
<figure id="attachment_4694" aria-describedby="caption-attachment-4694" style="width: 1600px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4694" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/12/image2-7.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/image2-7.jpg 1600w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/image2-7-400x225.jpg 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/image2-7-768x432.jpg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/image2-7-1536x864.jpg 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/image2-7-250x140.jpg 250w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-4694" class="wp-caption-text">Pembukaan rapat pembahasan proker oleh ketua Apoteker PPH apt. Drs. Abdul Khalik.,M.Kes</figcaption></figure>
<p>Dalam sambutannya, Ketua Apoteker PPH menyatakan, <em>“Perlunya kegiatan ini dilakukan untuk kepentingan bersama dalam menjalankan organisasi PPH ini. Sehingga, ke depannya program kerja yang kita sepakati bersama bisa berjalan secara optimal di setiap bidangnya.”</em></p>
<figure id="attachment_4695" aria-describedby="caption-attachment-4695" style="width: 1600px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4695" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/12/image3-7.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/image3-7.jpg 1600w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/image3-7-400x225.jpg 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/image3-7-768x432.jpg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/image3-7-1536x864.jpg 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/12/image3-7-250x140.jpg 250w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-4695" class="wp-caption-text">Pengarahan oleh ketua PD IAI SULSEL apt. Andi Alfian.,S.Si.,M.Si pada rapat program kerja apoteker PPH</figcaption></figure>
<p>Himpunan Apoteker Pendamping Produk Halal (PPH) PD Sulsel merupakan organisasi baru yang memiliki enam bidang, yakni:</p>
<ol>
<li><strong>Divisi Pengawasan Produk</strong></li>
<li><strong>Divisi Pendidikan dan Pelatihan</strong></li>
<li><strong>Divisi Pengkajian Halal dan Tayyib</strong></li>
<li><strong>Divisi Pendampingan Kehalalan Produk</strong></li>
<li><strong>Divisi Pengembangan Organisasi</strong></li>
<li><strong>Divisi Humas dan Kerjasama</strong></li>
</ol>
<h3>Program Kerja Setiap Bidang</h3>
<ol>
<li><strong>Bidang Pendampingan Kehalalan Produk</strong>
<ul>
<li>Rekrutmen pendamping PPH</li>
<li>Memfasilitasi pelaku usaha melalui poster kebijakan halal dan edukasi halal-haram suatu produk</li>
<li>Membantu pelaku usaha dalam manual SJH dan proses sertifikat halal</li>
<li>Evaluasi kinerja pendamping PPH</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Bidang Pengawasan Produk</strong>
<ul>
<li>Monitoring produk halal di pasaran</li>
<li>Evaluasi kepatuhan UMKM terhadap sertifikasi halal</li>
<li>Inspeksi lapangan produk halal</li>
<li>Peningkatan pengawasan sertifikat halal</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Bidang Pengembangan Organisasi</strong>
<ul>
<li>Penyediaan sistem informasi dan database keanggotaan</li>
<li>Penyusunan kerjasama dengan mitra yang bersinergi dengan Apoteker PPH</li>
<li>Pelatihan pendamping PPH untuk apoteker</li>
<li>Workshop penguatan kompetensi khusus produk farmasi halal</li>
<li>Sertifikasi kompetensi pendamping halal bekerjasama dengan Puslandik Apoteker PPH</li>
</ul>
</li>
<li><strong>Bidang Pendidikan dan Pelatihan</strong>
<ul>
<li>Pelatihan Juleha</li>
<li>Sosialisasi RPH bersertifikasi maupun belum</li>
<li>Seminar kosmetik halal bekerjasama dengan HIASKOS PD IAI Sulsel</li>
<li>Pelatihan PPH</li>
<li>Seminar auditor produk halal</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p>Setelah mendengarkan pemaparan program kerja, Ketua PD IAI Sulsel, apt. Andi Alfian, S.Si., M.Si., menyampaikan, <em>“Perlunya koordinasi antar bidang atau divisi dalam pelaksanaan program kerja ini agar tidak terjadi tumpang tindih. Selain itu, proker kolaborasi antar divisi juga perlu dijalankan secara efektif, efisien, serta bersinergi dengan badan yang berwenang.”</em></p>
<p><strong>Kekuatan koordinasi dan kolaborasi</strong> ini menjadi fondasi penting dalam mendukung kemajuan organisasi Himpunan Apoteker PPH PD IAI Sulsel. Dengan program kerja yang terstruktur dan koordinasi lintas bidang, diharapkan organisasi ini tidak hanya berperan aktif dalam memastikan kehalalan produk, tetapi juga mampu menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan kesadaran halal yang lebih luas.</p>
<p>Komitmen pengurus untuk bergerak cepat melalui pelaksanaan program kerja diharapkan akan memberi dampak positif yang nyata. Dengan adanya sinergi, peningkatan kapasitas anggota, dan pengawasan yang lebih ketat terhadap produk halal, Himpunan Apoteker PPH PD IAI Sulsel diyakini akan menjadi pelopor yang memperkuat rantai halal di Indonesia.</p>
<p>Melalui langkah konkret ini, organisasi tidak hanya membangun citra profesionalisme para apoteker, tetapi juga menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam mendampingi industri halal yang semakin berkembang.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/gelar-pertemuan-perdana-pengurus-himpunan-apoteker-pph-pd-iai-sulsel-bahas-pemantapan-program-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peringati HKN ke-60, PC IAI Pare-Pare Edukasi Bahaya Narkoba di Sekolah dan Kampus</title>
		<link>https://iainews.net/peringati-hkn-ke-60-pc-iai-pare-pare-edukasi-bahaya-narkoba-di-sekolah-dan-kampus/</link>
					<comments>https://iainews.net/peringati-hkn-ke-60-pc-iai-pare-pare-edukasi-bahaya-narkoba-di-sekolah-dan-kampus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Nov 2024 10:17:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Anti Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker penyuluh narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[berita iai]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kesehatan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[iainews]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan global]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Kompetensi Apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[PC IAI Parepare]]></category>
		<category><![CDATA[PD IAI Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=4338</guid>

					<description><![CDATA[Pare-pare, IAINews.id&#8211; Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang. Menurut Pasal 1 Ayat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pare-pare, IAINews.id</strong>&#8211; Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang.</p>
<p>Menurut Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009, narkotika didefinisikan sebagai zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, yang bersifat sintetis, alamiah, atau semisintetis sehingga menimbulkan rasa rangsang, halusinasi, dan penurunan kesadaran.</p>
<p>Peredaran narkoba yang semakin tak terkendali saat ini telah menimbulkan keresahan di berbagai kalangan.</p>
<p>Akses yang mudah terhadap zat berbahaya ini mendorong angka penggunaannya terus meningkat, menciptakan dampak negatif yang semakin meresap dalam kehidupan masyarakat.</p>
<p>Seiring dengan semakin canggihnya jaringan peredaran narkoba, para penggunanya pun semakin bertambah, dari kalangan remaja hingga orang dewasa, yang berpotensi menghancurkan masa depan mereka.</p>
<p>Perilaku ini dapat membahayakan generasi berikutnya karena ketergantungan narkoba, yang dikenal sebagai &#8220;sakau&#8221;, menyebabkan perasaan tidak nyaman dan bahkan rasa sakit yang parah.</p>
<p>Data Kominfo 2021 menyebutkan sebanyak 82,4% remaja berusia 15-35 tahun berstatus pemakai, 47,1% pengedar, dan 31,4% kurir.</p>
<p>Dalam Rangka HKN ke-60,  Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Pengurus Cabang (PC) Pare-Pare melaksanakan penyuluhan bahaya narkoba di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) pada Rabu 6/11/2024, diikuti 500 siswa, 50 tenaga guru dan staf, serta 24 Apoteker.</p>
<p>Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan peran apoteker dalam upaya pemberantasan narkoba melalui penyuluhan dan edukasi ke generasi bangsa.</p>
<p>Ketua PC IAI Pare-Pare, apt. Akbar., S.Farm., MM dalam sambutannya mengungkapkan agar seluruh profesi kesehatan senantiasa ada dan membawa manfaat bagi semua kalangan masyarakat, khususanya IAI selalu ada mengabdi untuk sehatkan bangsa.</p>
<p>“IAI diharapkan bisa menjadi garda terdepan dalam mengedukasi terkait bahaya penyalahgunaan narkoba di semua kalangan dan tingkatan”, lanjutnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4340" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/pare2.jpg" alt="" width="1280" height="960" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/pare2.jpg 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/pare2-100x75.jpg 100w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/pare2-768x576.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p style="text-align: center;">apt. Akbar., S.Farm., MM., memberikan sambutan didampingi pihak sekolah MTsN Pare-Pare</p>
<p>Penyuluhan ini dimulai dari penjelasan tentang pengertian Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan) yang disampaikan oleh apt. Hj. Amalia Syamsu Alam, S.Farm.</p>
<p>“Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang”, jelas apt. Hj. Amaliah.</p>
<p>”Penyalahgunaan narkoba diantaranya bisa terjadi komplikasi penyakit seperti kerusakan  otak, susunan saraf, jantung, hingga system reproduksi”, lanjutnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4341" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/pare3.jpg" alt="" width="727" height="744" /></p>
<p style="text-align: center;">apt. Hj. Amalia Syamsu Alam, S.Farm memberikan penyuluhan</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4342" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/pare4.jpg" alt="" width="1600" height="719" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/pare4.jpg 1600w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/pare4-768x345.jpg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/pare4-1536x690.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p style="text-align: center;">Antusiasme siswa/siswi MTsN Pare-Pare</p>
<p>Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Pare-Pare (UMPAR), pada Sabtu, 9/11/2024, diikuti 104 mahasiswa dari berbagai fakultas, dimana apt. Sakiyah Syahrir, S.Si, M.Si., sebagai pemateri.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4343" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/pare5.jpg" alt="" width="1437" height="1032" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/pare5.jpg 1437w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/pare5-768x552.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1437px) 100vw, 1437px" /></p>
<p style="text-align: center;">Ketua IAI Pare-Pare memberikan sambutan di UMPAR</p>
<p>Dalam pertemuan itu dibahas tentang pengertian narkotika sebagai zat atau obat yang berasal dari tanaman, atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau hilangnya kesadaran.</p>
<p>“Hilangnya rasa dan mengurangi nyeri dapat mengakibatkan ketergantungan. Tak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini.” tuturnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4344" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/pare6.jpg" alt="" width="1327" height="1034" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/pare6.jpg 1327w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/pare6-768x598.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1327px) 100vw, 1327px" /></p>
<p style="text-align: center;"> apt. Sakiyah Syahrir, S.Si, M.Si. memberikan penyuluhan di UMPAR</p>
<p>“Meski ada beberapa jenis yang diperbolehkan dipakai untuk keperluan pengobatan, namun tetap saja harus mendapatkan pengawasan ketat dari dokter. Ada banyak bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan, di antaranya adalah dehidrasi, halusinasi, menurunnya tingkat kesadaran, dan gangguan kualitas hidup”, lanjutnya.</p>
<p>Ketua PC IAI Kota Pare-Pare menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada semua pihak yang telah berkontribusi, yakni PC IAI Kota Pare-Pare, MTs Negeri Pare-Pare, Universitas Muhammadiyah Pare-Pare, PD IAI Sulsel, dan Pengurus Himpunan Apoteker Penyuluh Narkoba PD IAI Sulsel yang telah membekali para penyuluh dalam kegiatan ini.</p>
<p>Kolaborasi ini dapat terus berlanjut demi menciptakan generasi yang bebas dari bahaya narkoba, serta mendukung upaya bersama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan teredukasi dengan baik.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/peringati-hkn-ke-60-pc-iai-pare-pare-edukasi-bahaya-narkoba-di-sekolah-dan-kampus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IAI PALOPO RAIH JUARA PADA PERINGATAN HKN KE-60</title>
		<link>https://iainews.net/iai-palopo-raih-juara-pada-peringatan-hkn-ke-60/</link>
					<comments>https://iainews.net/iai-palopo-raih-juara-pada-peringatan-hkn-ke-60/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Nov 2024 09:22:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[berita iai]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kesehatan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[iai news]]></category>
		<category><![CDATA[iainews]]></category>
		<category><![CDATA[ikatan apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[PC IAI Palopo]]></category>
		<category><![CDATA[PD IAI Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=4330</guid>

					<description><![CDATA[Palopo, IAINews.id – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-60 di Kota Palopo berlangsung meriah,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Palopo, IAINews.id </strong>– Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-60 di Kota Palopo berlangsung meriah, dengan serangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Palopo.</p>
<p>Mengusung tema &#8220;Gerak Bersama, Sehat Bersama,&#8221; HKN kali ini bertujuan untuk menyemangati masyarakat agar menjaga kesehatan tubuh melalui aktivitas fisik dan mengedukasi pentingnya pola hidup sehat.</p>
<p>Kegiatan tersebut berlangsung selama beberapa hari, mulai 7 hingga 17 November 2024.</p>
<p>Sejak dimulainya rangkaian acara, peringatan HKN ke-60 di Kota Palopo langsung dimeriahkan dengan berbagai lomba dan kegiatan yang melibatkan rumah sakit, puskesmas, kampus, dinas kesehatan, serta masyarakat umum.</p>
<p>Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah pertandingan bulutangkis.</p>
<p>Sebanyak 30 tim berkompetisi dalam turnamen ini, dan IAI Palopo pun tidak ketinggalan ambil bagian.</p>
<p>Dua tim putra dan satu tim putri mewakili PC IAI Palopo dalam pertandingan bulutangkis, dan berhasil meraih prestasi gemilang.</p>
<p>Tim ganda putra yang diwakili oleh apt. Andila Pratama dan apt. Rio berhasil meraih juara pertama, sebuah pencapaian yang membanggakan bagi organisasi profesi ini.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4331" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/palopo1.jpg" alt="" width="807" height="721" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/palopo1.jpg 807w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/palopo1-768x686.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 807px) 100vw, 807px" /></p>
<p style="text-align: center;">Para juara berfoto bersama</p>
<p>Selain itu, diadakan juga lomba tradisional yang melibatkan berbagai permainan seperti tarik tambang, ampang, kasti, dan bakiak.</p>
<p>Lomba-lomba tradisional ini membawa nuansa keceriaan dan mempererat kebersamaan antara tenaga kesehatan dan masyarakat.</p>
<p>Acara puncak pada 17 November 2024 dimulai dengan senam pagi bersama yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai lapisan masyarakat, tenaga kesehatan, dan anggota organisasi profesi.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4332" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/palopo2.jpg" alt="" width="986" height="673" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/palopo2.jpg 986w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/palopo2-768x524.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 986px) 100vw, 986px" /></p>
<p>Senam ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kebugaran tubuh, tetapi juga mengajak masyarakat untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari pola hidup sehat sehari-hari. Setelah senam, dilanjutkan dengan kegiatan jalan sehat yang menempuh jarak sekitar 5 kilometer, dimulai dari Lapangan Pancasila dan berakhir di titik yang sama.</p>
<p>Jalan santai ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berolahraga sambil menikmati suasana pagi yang segar, sekaligus mempererat hubungan antara warga dan tenaga kesehatan.</p>
<p>Selain itu, selama perjalanan, peserta jalan sehat juga disuguhi berbagai produk kesehatan yang dibagikan untuk mendukung daya tahan tubuh.</p>
<p>Pembagian vitamin ini dilakukan oleh Ketua PC IAI Palopo, apt. Muh Irvan Akbar, S. Farm., yang menyatakan bahwa pemberian suplemen vitamin ini bertujuan untuk mendukung kesehatan warga yang mengikuti kegiatan tersebut.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4335" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/palopo5.jpg" alt="" width="727" height="663" /></p>
<p style="text-align: center;">Pembagian vitamin oleh Ketua IAI Palopo</p>
<p>Setelah jalan sehat, acara dilanjutkan dengan <em>defile</em> atau pawai yang melibatkan instalasi kesehatan dan organisasi profesi di Kota Palopo.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4333" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/palopo3.jpg" alt="" width="1379" height="776" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/palopo3.jpg 1379w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/palopo3-400x225.jpg 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/palopo3-768x432.jpg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/palopo3-250x140.jpg 250w" sizes="auto, (max-width: 1379px) 100vw, 1379px" /></p>
<p style="text-align: center;">IAI Palopo meriahkan <em>defile</em> HKN ke -60</p>
<p>Peserta <em>defile</em> mengenakan pakaian khas organisasi profesi mereka, dengan penuh semangat dan keceriaan, dan  menjadi simbol kolaborasi antar organisasi profesi dalam mendukung tujuan bersama untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif.</p>
<p>Keberagaman peserta dalam <em>defile</em> ini menunjukkan bahwa sektor kesehatan tidak hanya melibatkan tenaga medis, tetapi juga berbagai profesi yang memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan, termasuk apoteker, perawat, dokter, dan lainnya.</p>
<p>Selain fokus pada kesehatan tubuh, acara HKN ke-60 di Palopo juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah plastik.</p>
<p>Dalam rangka mendukung gerakan <em>eco-green</em>, peserta acara dibagikan <em>goodie bag</em> yang terbuat dari bahan ramah lingkungan sebagai alternatif pengganti kantong plastik.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4334" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/palopo4.jpg" alt="" width="679" height="1032" /></p>
<p style="text-align: center;">Anggota IAI Palopo membagikan <em>goodie bag</em> kepada masyarakat</p>
<p><em>Goodie bag</em> ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang dapat merusak ekosistem.</p>
<p>Pembagian <em>goodie bag</em> ini turut mendukung tujuan Pemerintah Kota Palopo dalam mengurangi dampak lingkungan negatif yang diakibatkan oleh sampah plastik.</p>
<p>Ketua PC IAI Palopo, apt. Muh Irvan Akbar, S.Farm., menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan manusia dan kelestarian alam.</p>
<p>&#8220;Sebagai apoteker, kami juga turut berperan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan, salah satunya dengan mengurangi penggunaan plastik, yang berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan kita,&#8221; kata apt. Irvan.</p>
<p>Pada akhir acara, ia  menyampaikan harapannya untuk kolaborasi yang lebih kuat antar organisasi profesi kesehatan di Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kami berharap, melalui peringatan HKN ke-60 ini, apoteker semakin diperkuat perannya dalam sistem kesehatan Indonesia. Kami juga ingin meningkatkan sinergi dengan organisasi profesi lain untuk memastikan penggunaan obat yang aman, efektif, dan tepat bagi masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Hal ini menggarisbawahi pentingnya apoteker dalam memastikan keberhasilan program kesehatan, khususnya dalam meminimalisir penyalahgunaan obat dan memperbaiki akses layanan kesehatan.</p>
<p>Peringatan HKN ke-60 di Kota Palopo berhasil menciptakan suasana yang penuh semangat dan kebersamaan.</p>
<p>Dengan melibatkan semua pihak, termasuk IAI Palopo, acara ini memperkuat kolaborasi antar profesi kesehatan dan mengingatkan masyarakat bahwa untuk mencapai kesehatan yang optimal.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/iai-palopo-raih-juara-pada-peringatan-hkn-ke-60/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
