<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mendengkur &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/mendengkur/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 Aug 2025 02:42:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.6</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>mendengkur &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pengobatan Pada Orang yang Mendengkur</title>
		<link>https://iainews.net/pengobatan-pada-orang-yang-mendengkur/</link>
					<comments>https://iainews.net/pengobatan-pada-orang-yang-mendengkur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2025 02:42:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Aulia Yahya]]></category>
		<category><![CDATA[continuous positive airway pressure]]></category>
		<category><![CDATA[mendengkur]]></category>
		<category><![CDATA[sinar laser]]></category>
		<category><![CDATA[Sleep Apnea]]></category>
		<category><![CDATA[tonsilektomi]]></category>
		<category><![CDATA[tulang hidung bengkok]]></category>
		<category><![CDATA[UPPP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=6540</guid>

					<description><![CDATA[SEBELUM lanjut mengulas pengobatan mendengkur secara medis, patut dicatat bahwa mendengkur sebenarnya dapat dicegah dan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SEBELUM lanjut mengulas pengobatan mendengkur secara medis, patut dicatat bahwa mendengkur sebenarnya dapat dicegah dan dapat diatasi atau tepatnya dikurangi tingkat keparahannya.</p>
<p><img data-dominant-color="b2b1b7" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #b2b1b7;" decoding="async" class="size-medium wp-image-6541 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/fCH6WUDm7jvGqxQG2hHptC-1200-80-Aulia-Yahya-1-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Misal dengan mengurangi berat badan jika memiliki berat badan berlebih, tidur dengan posisi miring, tidur dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi, tidak mengonsumsi minuman beralkohol terutama sebelum tidur, menghindari asap rokok dan berhenti merokok,  serta beristirahat dan tidur yang cukup.</p>
<p>Namun apabila mendengkur sudah pada level yang mengganggu dan mengkhawatirkan, maka lebih bijak untuk segera melakukan pengobatan.</p>
<p>Pengobatan pada orang yang mendengkur atau <em>ngorok</em>  pada prinsipnya akan disesuaikan dengan faktor penyebabnya.</p>
<p>Misalnya, penanganan mendengkur yang disebabkan oleh alergi adalah dengan obat antialergi. Sedangkan bila mendengkur disebabkan oleh hidung tersumbat, maka  akan diobati dengan dekongestan.</p>
<p>Selain pengobatan, terdapat tindakan lebih lanjut yang dapat dilakukan guna mengatasi penyebab mendengkur, baik itu dengan metode operasi maupun nonoperasi.</p>
<p>Tindakan prosedur operasi dilakukan jika <em>ngorok</em> disebabkan oleh kelainan pada saluran pernapasan, misalnya tulang hidung bengkok, radang amandel, atau pembesaran kelenjar adenoid.</p>
<p>Sejumlah tindakan operasi untuk menangani mendengkur diantaranya:</p>
<ol>
<li>Tonsilektomi atau operasi amandel dilakukan ketika mendengkur disebabkan oleh gangguan pada amandel (tonsil).</li>
<li><em>Uvulopalatopharyngoplasty</em>(UPPP). Prosedur ini dilakukan untuk mengencangkan tenggorokan dan langit-langit mulut, juga digunakan untuk mengatasi <em>sleep apnea</em>.</li>
<li><em>Laser-assisted uvula palatoplasty</em>(LAUP) menggunakan sinar laser untuk merekonstruksi langit-langit mulut dan menghilangkan sumbatan pada saluran pernapasan.</li>
<li><em>Radiofrequency ablation </em>(<em>somnoplasty</em>) untuk menyusutkan jaringan berlebih pada lidah atau langit-langit mulut menggunakan energi gelombang radio.</li>
<li><em>Septoplasty </em>dilakukan bila mendengkur disebabkan oleh tulang hidung bengkok.</li>
</ol>
<p>Adapun metode nonoperasi dilakukan jika mendengkur disebabkan oleh penyempitan saluran napas saat tidur (<em>sleep apnea</em>).</p>
<p>Metode non-operasi untuk mengatasi <em>ngorok</em> seperti penggunaan mesin <em>continuous positive airway pressure</em> (CPAP).</p>
<p>Masker dari mesin CPAP akan dipasangkan ke mulut dan hidung pasien sebelum tidur. Mesin ini berfungsi mengalirkan udara yang akan menjaga saluran pernapasan tetap terbuka. Dengan begitu, pasien dapat bernapas lebih baik saat tidur.</p>
<p>Selain itu, bisa pula dilakukan pemasangan alat khusus pada mulut.</p>
<p>Pemasangan alat ini dilakukan atas anjuran dan pengawasan dokter gigi. Alat ini berfungsi untuk menahan rahang, lidah, dan mulut bagian bawah agar tidak menutup saluran pernapasan.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/pengobatan-pada-orang-yang-mendengkur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jangan Hanya Ditegur, Lakukan Ini Jika Orang Mendengkur Saat Tidur !</title>
		<link>https://iainews.net/jangan-hanya-ditegur-lakukan-ini-jika-orang-mendengkur-saat-tidur/</link>
					<comments>https://iainews.net/jangan-hanya-ditegur-lakukan-ini-jika-orang-mendengkur-saat-tidur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2025 03:08:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Aulia Yahya]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[medis]]></category>
		<category><![CDATA[mendengkur]]></category>
		<category><![CDATA[penyempitan]]></category>
		<category><![CDATA[saluran pernapasan]]></category>
		<category><![CDATA[suara dengkuran]]></category>
		<category><![CDATA[tidak cukup tidur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=6513</guid>

					<description><![CDATA[KEBANYAKAN orang tidak menyadari ketika dirinya mendengkur. Biasanya seseorang baru mengetahui dirinya mendengkur setelah diberitahu...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KEBANYAKAN orang tidak menyadari ketika dirinya mendengkur. Biasanya seseorang baru mengetahui dirinya mendengkur setelah diberitahu oleh orang yang tidur bersamanya atau tinggal serumah.</p>
<p>Tentu saja suara berisik dari orang mendengkur dapat memengaruhi hubungan sosial, karena bisa mengganggu orang yang tidur bersama.</p>
<p><img data-dominant-color="8b9090" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8b9090;" decoding="async" class="size-medium wp-image-6514 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/juliet-station-snoring-dorm-mydoctiny-Aulia-Yahya-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Tanpa diberitahu orang lain pun, sebenarnya seseorang dapat mengenali beberapa tanda gejala. Orang yang mendengkur saat tidur, akan mengalami gejala gannguan seperti sering terbangun ketika tidur malam hari, nyeri tenggorokan ketika bangun, sering merasa tidak cukup tidur, dan pusing atau sakit kepala ketika bangun.</p>
<p>Mendengkur (<em>ngorok) </em>pada umumnya dapat dialami oleh setiap orang dan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, pada level kondisi tertentu, mendengkur ini bisa menjadi tanda dari adanya gangguan kesehatan yang sedang dialami orang tersebut.</p>
<p>Dari sisi medis, mendengkur merupakan kondisi ketika seseorang mengeluarkan suara kasar saat tidur. Kondisi ini merupakan dampak dari terhalang atau menyempitnya saluran pernapasan. Penyempitan saluran napas tersebut bisa disebabkan oleh kondisi medis yang serius.</p>
<p>Mendengkur yang keras dan terjadi dalam jangka waktu lama (kronis) dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung atau stroke.</p>
<p>Suara dengkuran yang mengganggu itu sebenarnya disebabkan oleh terhalang atau menyempitnya saluran pernapasan.</p>
<p>Adanya penyempitan ini menyebabkan getaran pada saluran pernapasan ketika tidur sehingga menimbulkan suara dengkuran.</p>
<p>Teorinya, makin terhalang saluran pernapasan, makin keras pula suara dengkuran.</p>
<p>Selain terjadi akibat melemahnya otot tenggorokan, terhalangnya saluran pernapasan dapat terjadi akibat faktor penuaan.</p>
<p>Kondisi lain yang juga dapat menyebabkan seseorang mendengkur adalah ketika mengalami <em>sleep apnea, </em>hidung atau saluran napas tersumbat baik pilek (rhinitis) atau sinusitis, tulang hidung bengkok, pembengkakan amandel atau kelenjar adenoid, penyakit gondok, hingga obesitas.</p>
<p>Oleh sebab itu, ketika mendapati orang dekat kita mendengkur saat tidur, cak cukup sekedar ditegur. Dengan itikad baik, sebaiknya diberikan saran dan masukan untuk sedikit peduli terhadap kondisi diri.</p>
<p>Jangan sampai, kondisi yang dialami sudah menjadi masalah kesehatan serius yang perlu segera mendapatkan perhatian dan penanganan secara medis.</p>
<p>Seseorang patut waspada ketika mendengkur terjadi lebih dari tiga kali dalam sepekan. Atau pernah mengalami terbangun akibat tersedak atau dengan terengah-engah, adanya keluhan sakit di kepala atau tenggorokan setiap bangun tidur, merasa sangat mengantuk di siang hari sehingga sulit berkonsentrasi, merasa gelisah, dan mengalami nyeri dada.</p>
<p>Apabila sudah demikian adanya, perlu segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis.</p>
<p>Diagnosis mendengkur diawali dengan menanyakan secara rinci gejala yang dialami dan penyakit yang pernah diderita pasien sebelumnya.</p>
<p>Dokter juga akan mengajukan pertanyaan terkait pola tidur, kebersihan tempat tidur, berapa kali pasien terbangun di malam hari, kantuk yang muncul di siang hari, hingga lamanya waktu tidur siang.</p>
<p>Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk tekanan darah, serta pemeriksaan dada, mulut, hidung, dan leher.</p>
<p>Setelah itu, pemeriksaan tambahan akan dilakukan untuk menegakkan diagnosis, seperti pengukuran IMT(indeks masa tubuh) pasien untuk memeriksa apakah berat badan pasien ideal atau tidak.</p>
<p>Selanjutanya bisa dilakukan tes tidur dengan polisomnografi. Tes ini bertujuan untuk memeriksa pernapasan pasien ketika tidur dengan alat khusus yang dipasangkan ke tubuh.</p>
<p>Tes ini juga memeriksa gelombang otak, denyut jantung, kadar oksigen, dan gerakan tubuh ketika tidur.</p>
<p>Jika diperlukan, dilakukan pula pemindaian dengan CT scan atau MRI guna memeriksa kemungkinan adanya sumbatan, tumor, atau pembengkakan terutama di kepala dan leher.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/jangan-hanya-ditegur-lakukan-ini-jika-orang-mendengkur-saat-tidur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
