<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>mayoritas apoteker perempuan &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/mayoritas-apoteker-perempuan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 Jan 2025 01:05:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.6</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>mayoritas apoteker perempuan &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apoteker Mayoritas Perempuan</title>
		<link>https://iainews.net/apoteker-mayoritas-perempuan/</link>
					<comments>https://iainews.net/apoteker-mayoritas-perempuan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Jan 2025 01:05:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[aulia rahim]]></category>
		<category><![CDATA[Konsil Kesehatan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mayoritas apoteker perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan profesi apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[warisan tradisi profesi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=4884</guid>

					<description><![CDATA[APAKAH karena Indonesia lebih banyak perempuan daripada laki-laki sehingga apoteker mayoritas perempuan? Mari sejenak kita...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>APAKAH karena Indonesia lebih banyak perempuan daripada laki-laki sehingga apoteker mayoritas perempuan?</p>
<p>Mari sejenak kita telusuri terkait data kependudukan Indonesia yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistika (BPS) pada tahun 2020.</p>
<p>Kita lihat hasil sensus penduduk Indonesia diperoleh bahwa jumlah penduduk laki-laki lebih banyak daripada jumlah penduduk perempuan.</p>
<figure id="attachment_4886" aria-describedby="caption-attachment-4886" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-4886" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2025/01/Pengambilan-sumpah-apoteker-mayoritas-perempuan.jpg" alt="" width="800" height="448" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/Pengambilan-sumpah-apoteker-mayoritas-perempuan.jpg 800w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/Pengambilan-sumpah-apoteker-mayoritas-perempuan-400x225.jpg 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/Pengambilan-sumpah-apoteker-mayoritas-perempuan-768x430.jpg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/Pengambilan-sumpah-apoteker-mayoritas-perempuan-250x140.jpg 250w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-4886" class="wp-caption-text">Pengambilan sumpah apoteker di Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia juga didominasi oleh apoteker perempuan.</figcaption></figure>
<p>Dengan data lebih rinci: penduduk laki-laki berjumlah 136 juta orang atau 50,58 % dari penduduk Indonesia.</p>
<p>Sedangkan penduduk perempuan berjumlah 133,54 juta orang atau 49,42% dari penduduk Indonesia.</p>
<p>Dari data BPS tersebut menunjukkan bahwa di Indonesia jumlah laki-laki dibandingkan dengan perempuan lebih banyak jumlah laki-laki. Namun, apoteker mayoritas perempuan.</p>
<p>Bisa dilihat sejak jenjang pendidikan farmasi, mahasiswi lebih banyak daripada mahasiswa farmasi. Fenomena ini berlanjut hingga ke dunia kerja.</p>
<p>Selain itu, minat terhadap profesi kesehatan (salah satunya profesi apoteker) lebih besar dimiliki oleh perempuan daripada laki-laki.</p>
<p>Peran apoteker akan berfokus pada pelayanan kesehatan dan pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p>Profesi apoteker pun dianggap memiliki stabilitas yang baik. Ini yang menjadi daya tarik bagi perempuan yang ingin keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.</p>
<p>Pada saat berpraktik kefarmasian, dia bisa fokus berpraktik dan pada saat pulang, dia fokus dengan kehidupan pribadi terutama kehidupan berumah tangga.</p>
<p>Mengapa apoteker mayoritas perempuan? Hal lain adalah karena keterampilan empati dan komunikasi menjadi alasan perempuan memilih profesi satu ini.</p>
<p>Dua karakteristik tersebut identik dengan sifat alami perempuan, sehingga mereka lebih tertarik pada profesi apoteker.</p>
<p>Mengapa apoteker mayoritas perempuan? Karena adanya faktor warisan tradisi profesi.</p>
<p>Di beberapa daerah, perempuan telah lama terlibat dalam aktivitas peracikan obat tradisional.</p>
<p>Tradisi ini juga yang turut membentuk kecenderungan perempuan menekuni bidang farmasi.</p>
<p>Terakhir, kemampuan multitasking. Profesi apoteker menutut kemampuan multitasking seperti penanganan administrasi, konsultasi, manajeman stok obat, penyerahan obat, dan pelayanan kefarmasian lainnya.</p>
<p>Perempuan sering dianggap unggul dalam keterampilan multitasking yang membuat mereka sukses dalam bidang ini.</p>
<p>Dari berbagai alasan itulah yang membuat apoteker mayoritas perempuan. Bukan berarti laki-laki tidak bisa menjadi apoteker.</p>
<p>Namun, hanya segelintir laki-laki yang menjadi apoteker di tengah-tengah mayoritas apoteker perempuan.</p>
<p>Perempuan atau laki-laki bisa menjadi apoteker. Asalkan mereka mau berjuang dan bertahan di pendidikan farmasi, menjalani pendidikan strata 1 selama 4 tahun, dan pendidikan profesi apoteker selama 1 tahun.</p>
<p>Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Aditya dkk (2024) di wilayah DKI Jakarta, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa dari 359 apoteker yang disurvei, 82,45% adalah perempuan dan 17,55% laki-laki.</p>
<p>Menurut data dari Konsil Kesehatan Indonesia hingga saat ini (update terakhir di web kki.go.id tanggal 11 Januari 2025), apoteker di Indonesia berjumlah 172.856 orang.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apoteker-mayoritas-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
