<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kuliner tradisional &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/kuliner-tradisional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Sep 2025 01:37:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>kuliner tradisional &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Es Puter Makassar: Membekukan Kenangan Manis di Jalan Somba Opu</title>
		<link>https://iainews.net/es-puter-makassar-membekukan-kenangan-manis-di-jalan-somba-opu/</link>
					<comments>https://iainews.net/es-puter-makassar-membekukan-kenangan-manis-di-jalan-somba-opu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 01:37:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[es puter]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Somba Opu]]></category>
		<category><![CDATA[khas Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[minuman segar]]></category>
		<category><![CDATA[PIT IAI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Rakernas IAI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Kuliner]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7638</guid>

					<description><![CDATA[Makassar, IAINews — Udara terik Makassar selalu punya cara untuk menuntun orang mencari kesegaran. Di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Makassar, IAINews —</strong> Udara terik Makassar selalu punya cara untuk menuntun orang mencari kesegaran. Di sepanjang Jalan Somba Opu, kerumunan terlihat mengelilingi penjual es puter, kudapan klasik yang kembali menjadi primadona.</p>
<p>Aroma manis gula merah berpadu dengan kesejukan es, menghadirkan cita rasa yang bukan sekadar memuaskan dahaga, tetapi juga meninggalkan kenangan manis.</p>
<h4>Proses Unik di Balik Kelezatan</h4>
<p>Keistimewaan es puter Makassar terletak pada cara pembuatannya yang sederhana namun sarat makna. Adonan santan dan gula merah dimasukkan ke dalam tabung silinder, lalu diletakkan dalam tong berisi es batu dan garam kasar.</p>
<p>Tabung ini kemudian diputar manual tanpa henti selama puluhan menit. Proses penuh kesabaran itu memastikan adonan membeku merata, menghasilkan tekstur lembut tanpa kristal es besar.</p>
<h4>Kekayaan Rasa dalam Satu Sajian</h4>
<p>Penyajian es puter selalu memikat. Di balik bulatan es krim yang halus, tersembunyi lapisan rasa dan tekstur: legitnya ketan hitam, kenyalnya mutiara, gurihnya serutan kelapa muda, lembutnya alpukat, hingga manis harum nangka. Semua berpadu, menciptakan harmoni yang memanjakan lidah sekaligus memberikan pengalaman mengunyah yang menyenangkan.</p>
<figure id="attachment_7641" aria-describedby="caption-attachment-7641" style="width: 1923px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="80888a" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #80888a;" fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-7641 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0009-scaled.avif" alt="" width="1923" height="2560" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0009-scaled.avif 1923w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0009-768x1022.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0009-1154x1536.avif 1154w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0009-1538x2048.avif 1538w" sizes="(max-width: 1923px) 100vw, 1923px" /><figcaption id="caption-attachment-7641" class="wp-caption-text">Jalan Somba Opu Makassar salah satu spot untuk menikmati Es Puter Makassar</figcaption></figure>
<h4>Filosofi Es Puter: Proses, Sabar, Harmoni, dan Kesederhanaan</h4>
<p>Lebih dari sekadar makanan penutup, es puter menyimpan filosofi hidup. Pertama, filosofi <strong>proses dan kesabaran</strong>: hasil terbaik lahir dari usaha yang konsisten, sebagaimana adonan es yang diputar tanpa henti hingga menjadi lembut sempurna. Kedua, filosofi <strong>harmoni dalam kesederhanaan</strong>: bahan-bahan sederhana, ketika diracik dengan tepat, mampu menghadirkan keindahan dan kelezatan yang tak terlupakan.</p>
<h4>Menyatu dengan Kenangan Makassar</h4>
<p>Menikmati es puter di Jalan Somba Opu bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang pengalaman. Saat berbelanja oleh-oleh khas Makassar, semangkuk es puter menjadi jeda manis yang membekukan momen dalam ingatan.</p>
<p>Ia adalah nostalgia yang disajikan dingin, membawa pulang cerita tentang kesederhanaan, kebijaksanaan, dan keramahan kota Anging Mammiri.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/es-puter-makassar-membekukan-kenangan-manis-di-jalan-somba-opu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Es Pisang Ijo Makassar: Harmoni dan Kehangatan dalam Setiap Suapan</title>
		<link>https://iainews.net/es-pisang-ijo-makassar-harmoni-dan-kehangatan-dalam-setiap-suapan/</link>
					<comments>https://iainews.net/es-pisang-ijo-makassar-harmoni-dan-kehangatan-dalam-setiap-suapan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 02:33:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Es Pisang Ijo]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Ikon Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner makassar]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[PIT IAI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Rakernas IAI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Kuliner]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7433</guid>

					<description><![CDATA[Makassar, IAINews — Udara panas Makassar akhir-akhir ini cukup membuat peserta Rakernas dan PIT IAI...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Makassar, IAINews —</strong> Udara panas Makassar akhir-akhir ini cukup membuat peserta Rakernas dan PIT IAI 2025 yang beraktivitas di luar ruangan merasa gerah. Di tengah suasana itu, semangkuk Es Pisang Ijo hadir sebagai pilihan tepat untuk bersantai sekaligus meredakan rasa panas.</p>
<p>Kudapan khas Makassar ini bukan sekadar pelepas dahaga, melainkan persembahan istimewa bagi siapa saja yang datang berkunjung ke Kota Anging Mammiri.</p>
<p>Es Pisang Ijo tersaji dalam mangkuk berisi es serut dingin yang menyegarkan. Di dalamnya tersembunyi potongan pisang raja manis yang dibalut adonan tepung berwarna hijau cerah.</p>
<p>Hidangan ini kemudian disiram dengan bubur sumsum putih yang lembut, ditambah sirup merah mengkilap yang memikat pandangan. Kombinasi warna merah, putih, dan hijau bukan hanya menciptakan harmoni visual yang indah, tetapi juga menghadirkan pengalaman rasa yang tak terlupakan.</p>
<p>Lebih dari sekadar makanan, Es Pisang Ijo menyimpan filosofi kehidupan. Pisang manis melambangkan kebaikan, bubur putih menggambarkan ketulusan hati, sementara sirup merah merepresentasikan semangat hidup yang menyala. Semua elemen berbeda itu berpadu dalam satu mangkuk, membentuk harmoni rasa yang sejalan dengan harmoni hidup.</p>
<p><img data-dominant-color="77675e" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #77675e;" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7435 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250904-WA0010.avif" alt="" width="1201" height="1600" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250904-WA0010.avif 1201w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250904-WA0010-768x1023.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250904-WA0010-1153x1536.avif 1153w" sizes="(max-width: 1201px) 100vw, 1201px" /></p>
<h3>Filosofi Menyambut Tamu</h3>
<p>“Selamat Datang Kii” — begitulah pesan tersirat dalam setiap sajian Es Pisang Ijo. Kudapan ini adalah simbol keramahan masyarakat Makassar kepada para tamu.</p>
<p>Bubur sumsum yang lembut menjadi tanda ketulusan sambutan, pisang manis menghadirkan kenangan indah, sementara sirup merah membawa semangat dan energi baru. Kehadiran Es Pisang Ijo bagaikan doa agar setiap kunjungan ke Makassar selalu meninggalkan kebahagiaan dan kesan yang hangat.</p>
<p>Tak lengkap rasanya berkunjung ke Makassar tanpa mencicipi Es Pisang Ijo. Beberapa tempat legendaris yang bisa dikunjungi antara lain Es Pisang Ijo Lasinrang di Jalan Lasinrang, Warung Bravo Es Pisang Ijo di Jalan Andalas, Pisang Ijo dan Es Teler Kembar di Bara-Naraya, hingga Rumah Makan Muda-Mudi di Jalan Rusa.</p>
<p>Semua destinasi kuliner ini berada di pusat kota Makassar dan menjadi pilihan tepat untuk merasakan cita rasa otentik kudapan legendaris tersebut.</p>
<p>Es Pisang Ijo bukan hanya tentang rasa manis dan segar, melainkan juga tentang kehangatan, keramahan, serta filosofi hidup yang sarat makna. Setiap suapan adalah bentuk penghormatan dan sambutan hangat yang hanya bisa ditemukan di Makassar.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/es-pisang-ijo-makassar-harmoni-dan-kehangatan-dalam-setiap-suapan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sarabba: Lambang Kehangatan dan Prinsip Apoteker Makassar</title>
		<link>https://iainews.net/sarabba-lambang-kehangatan-dan-prinsip-apoteker-makassar/</link>
					<comments>https://iainews.net/sarabba-lambang-kehangatan-dan-prinsip-apoteker-makassar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2025 05:28:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[anging mammiri]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[budaya makassar]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi pelayanan apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[minuman hangat malam hari]]></category>
		<category><![CDATA[minuman rempah]]></category>
		<category><![CDATA[Rakernas IAI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[sarabba makassar]]></category>
		<category><![CDATA[sungai cerekang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7141</guid>

					<description><![CDATA[Makassar, IAINews &#8211; Malam di Makassar terasa semakin syahdu, apalagi ditemani semangkuk Sarabba hangat. Minuman...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Makassar, IAINews &#8211; Malam di Makassar terasa semakin syahdu, apalagi ditemani semangkuk <em>Sarabba</em> hangat. Minuman rempah khas ini menjadi pengalaman kuliner istimewa bagi para apoteker yang menghadiri padatnya agenda Rapat Kerja Nasional dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (Rakernas &amp; PIT) IAI. Kehangatan Sarabba seolah mencerminkan filosofi pelayanan para apoteker di Kota Anging Mammiri.</p>
<p>Sarabba dibuat dari perpaduan jahe, gula merah, santan, dan sering diperkaya dengan rempah seperti lada. Setiap komponen punya perannya, layaknya seorang apoteker yang teliti dalam meracik resep:</p>
<ul>
<li><strong>Jahe</strong> melambangkan keramahan. Seperti apoteker yang menyapa pasien dengan senyum, sabar mendengarkan, dan memberi saran menenangkan. Kehangatan ini membangun rasa aman dan kepercayaan.</li>
<li><strong>Santan</strong> memberikan kelembutan, melambangkan kenyamanan. Apoteker memastikan pasien memahami informasi obat dengan tenang dan merasa didukung dalam proses pengobatan.</li>
<li><strong>Gula merah</strong> menghadirkan manisnya kepedulian tulus. Apoteker bukan sekadar menyerahkan obat, tetapi juga menjelaskan aturan pakai dan efek samping demi kesembuhan optimal.</li>
<li><strong>Lada (merica)</strong> menambah sensasi pedas, melambangkan ketegasan. Apoteker Makassar berani menolak atau mengoreksi demi keselamatan pasien. Tegas bukan berarti mempersulit, melainkan bentuk perlindungan.</li>
</ul>
<p><strong>Menemukan Hangatnya Sarabba di Sungai Cerekang</strong><br />
Bagi yang ingin merasakan langsung filosofi ini, kunjungi kawasan Jalan Sungai Cerekang pada malam hari. Warung-warung sederhana di sana menyajikan Sarabba hangat dengan suasana akrab penuh canda.</p>
<p>Menyeruput Sarabba bukan hanya soal menikmati minuman, melainkan juga menyerap budaya Makassar yang ramah, hangat, namun tetap berprinsip. Setiap tegukan Sarabba menyimpan semangat para apoteker Makassar: <strong>hangat di hati, lembut dalam kenyamanan, manis dalam kepedulian, dan tegas dalam menjaga keselamatan.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/sarabba-lambang-kehangatan-dan-prinsip-apoteker-makassar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
