<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kuliner makassar &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/kuliner-makassar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Sep 2025 01:59:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>kuliner makassar &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika &#8220;Isi Piringku&#8221; Bertemu Mie Titi: Menikmati Kuliner Ikonik Makassar dengan Gizi Seimbang</title>
		<link>https://iainews.net/ketika-isi-piringku-bertemu-mie-titi-menikmati-kuliner-ikonik-makassar-dengan-gizi-seimbang/</link>
					<comments>https://iainews.net/ketika-isi-piringku-bertemu-mie-titi-menikmati-kuliner-ikonik-makassar-dengan-gizi-seimbang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 01:59:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[gizi seimbang]]></category>
		<category><![CDATA[isi piringku]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner makassar]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner sehat]]></category>
		<category><![CDATA[makanan khas Sulawesi Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[Mie Titi]]></category>
		<category><![CDATA[PIT IAI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Rakernas IAI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Kuliner]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7650</guid>

					<description><![CDATA[Makassar, IAINews — Pernahkah Anda membayangkan bahwa semangkuk mie ikonik dari Makassar bisa menjadi jembatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Makassar, IAINews —</strong> Pernahkah Anda membayangkan bahwa semangkuk mie ikonik dari Makassar bisa menjadi jembatan menuju gaya hidup sehat? Mie Titi, salah satu kuliner legendaris Kota Daeng, ternyata mampu sejalan dengan panduan gizi modern <em>&#8220;Isi Piringku&#8221;</em> dari Kementerian Kesehatan RI.</p>
<h4>Mie Titi, Hidangan Mie Kering Penggugah Selera</h4>
<p>Mie Titi adalah sajian khas Makassar yang namanya diambil dari sang pencipta, Angko Tjao. Keistimewaannya terletak pada mie kering yang renyah, disiram kuah kental gurih, lalu dipadukan dengan potongan ayam, udang, bakso, serta sawi hijau. Perpaduan tekstur dan rasa ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga menyumbangkan nutrisi penting: karbohidrat dari mie, protein dari lauk, dan serat dari sayuran.</p>
<figure id="attachment_7652" aria-describedby="caption-attachment-7652" style="width: 1080px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="655e56" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #655e56;" fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-7652 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250904-WA00291.avif" alt="" width="1080" height="809" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250904-WA00291.avif 1080w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250904-WA00291-768x575.avif 768w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption id="caption-attachment-7652" class="wp-caption-text">Salah satu tempat makan Mie Titi terkenal di Makassar</figcaption></figure>
<h4>&#8220;Isi Piringku&#8221; untuk Gizi Seimbang</h4>
<p>Menariknya, jika dianalisis dengan konsep <em>&#8220;Isi Piringku&#8221;</em>, Mie Titi nyaris sempurna. Porsi makanan pokok, lauk-pauk, dan sayuran sudah tercakup dalam satu mangkuk. Satu-satunya yang kurang adalah buah. Namun, hal ini bisa dengan mudah dilengkapi, misalnya dengan menambahkan segelas jus jeruk segar atau buah potong sebagai pencuci mulut. Jangan lupa segelas air mineral untuk hidrasi optimal.</p>
<p>Mie Titi membuktikan bahwa kenikmatan kuliner Nusantara bisa selaras dengan prinsip gizi seimbang. Inilah bukti bahwa makanan tradisional tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga bisa menyehatkan. Sebuah kuliner yang bukan hanya memuaskan perut, tetapi juga mendukung kesehatan tubuh.</p>
<h4>Warung Legendaris Mie Titi di Makassar</h4>
<p>Bagi yang ingin merasakan langsung kelezatan kuliner ini, ada beberapa warung legendaris di Makassar yang wajib dikunjungi:</p>
<ul>
<li><strong>Mie Titi Panakkukang</strong>: Paling populer dan memiliki banyak cabang.</li>
<li><strong>Mie Titi Sulawesi (Jalan Irian)</strong>: Dikenal dengan suasana modern dan nyaman.</li>
<li><strong>Mie Titi Datu Museng</strong>: Terkenal dengan varian <em>seafood</em> yang paling laris.</li>
</ul>
<p>Menikmati sepiring Mie Titi di kota asalnya adalah pengalaman kuliner yang tak terlupakan. Lebih dari sekadar sajian, Mie Titi adalah simbol harmonisasi: antara tradisi dan modernitas, antara kenikmatan rasa dan kecerdasan gizi.</p>
<p><strong>Selamat menjelajahi rasa, dan selamat merayakan kesehatan!</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/ketika-isi-piringku-bertemu-mie-titi-menikmati-kuliner-ikonik-makassar-dengan-gizi-seimbang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pisang Epe: Manisnya Perjuangan di Tepi Pantai Losari</title>
		<link>https://iainews.net/pisang-epe-manisnya-perjuangan-di-tepi-pantai-losari/</link>
					<comments>https://iainews.net/pisang-epe-manisnya-perjuangan-di-tepi-pantai-losari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2025 01:51:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi hidup]]></category>
		<category><![CDATA[ikon kuliner Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner makassar]]></category>
		<category><![CDATA[makanan khas Sulawesi Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Losari]]></category>
		<category><![CDATA[Pisang Epe]]></category>
		<category><![CDATA[PIT IAI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Rakernas IAI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Kuliner]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7644</guid>

					<description><![CDATA[Makassar, IAINews — Filosofi kehidupan bisa datang dari mana saja, termasuk dari sebuah kudapan sederhana...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Makassar, IAINews —</strong> Filosofi kehidupan bisa datang dari mana saja, termasuk dari sebuah kudapan sederhana yang menjadi ikon kuliner Makassar: <strong>Pisang Epe</strong>.</p>
<p>Aroma pisang bakar yang berpadu dengan semilir angin Pantai Losari menghadirkan pengalaman tak terlupakan. Lebih dari sekadar camilan, Pisang Epe adalah kisah perjuangan yang tersaji dalam piring.</p>
<h4>Dari Bara Api Menjadi Manisan</h4>
<p>Proses pembuatan Pisang Epe begitu unik. Pisang kepok setengah matang dikupas, kemudian dipanggang di atas bara api hingga kulitnya kecokelatan dan matang merata.</p>
<p>Setelah itu, pisang dipipihkan dengan tekanan, lalu kembali dibakar untuk menghasilkan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam.</p>
<p>Hidangan ini semakin istimewa dengan siraman gula merah cair yang manis legit berpadu sempurna dengan cita rasa pisang yang sedikit asam.</p>
<p>Kini, banyak penjual menambahkan sentuhan modern berupa topping keju, susu, cokelat, hingga meses, sehingga cita rasanya makin bervariasi dan sesuai selera generasi muda.</p>
<figure id="attachment_7647" aria-describedby="caption-attachment-7647" style="width: 655px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="847a6c" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #847a6c;" decoding="async" class="size-full wp-image-7647 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0014.avif" alt="" width="655" height="655" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0014.avif 655w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0014-100x100.avif 100w" sizes="(max-width: 655px) 100vw, 655px" /><figcaption id="caption-attachment-7647" class="wp-caption-text">Proses pemanggangan Pisang</figcaption></figure>
<h4>Menikmati Pisang Epe di Pantai Losari</h4>
<p>Bagi pengunjung Makassar, menikmati Pisang Epe paling pas dilakukan di sepanjang anjungan Pantai Losari. Puluhan pedagang berjajar rapi, menyajikan kudapan ini sambil menyuguhkan pemandangan matahari terbenam. Sore hari di Losari pun menjadi semakin sempurna: langit jingga, semilir angin laut, dan kelezatan Pisang Epe yang hangat.</p>
<figure id="attachment_7648" aria-describedby="caption-attachment-7648" style="width: 1080px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="605b4f" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #605b4f;" decoding="async" class="size-full wp-image-7648 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0015.avif" alt="" width="1080" height="1080" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0015.avif 1080w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0015-100x100.avif 100w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250909-WA0015-768x768.avif 768w" sizes="(max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption id="caption-attachment-7648" class="wp-caption-text">Pedagang Pisang Epe yang banyak ditemui di anjungan pantai Losari</figcaption></figure>
<h4>Filosofi Kehidupan dari Pisang Epe</h4>
<p>Pisang Epe bukan hanya kuliner, tetapi juga pelajaran hidup. Proses pemanggangan di atas bara api dan penekanan hingga pipih mencerminkan perjuangan dan tekanan yang sering dihadapi manusia dalam kehidupan.</p>
<p>Panas dan tekanan itu tidak menghancurkan, justru membentuk pisang menjadi kudapan yang manis, legit, dan istimewa.</p>
<p>Filosofi ini mengajarkan bahwa kesuksesan dan kebahagiaan tidak datang secara instan. Dibutuhkan proses yang kadang penuh tantangan, bahkan menyakitkan. Namun, seperti Pisang Epe, hasil akhirnya adalah sesuatu yang indah, matang, dan memberi kenikmatan.</p>
<h4>Ikon Kuliner, Ikon Kehangatan</h4>
<p>Hari ini, Pisang Epe bukan hanya sekadar jajanan kaki lima, tetapi sudah menjadi ikon kuliner Makassar yang wajib dicoba. Ia adalah simbol keramahan kota Anging Mammiri yang menyambut setiap tamu dengan manisnya rasa dan hangatnya makna.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/pisang-epe-manisnya-perjuangan-di-tepi-pantai-losari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Es Pisang Ijo Makassar: Harmoni dan Kehangatan dalam Setiap Suapan</title>
		<link>https://iainews.net/es-pisang-ijo-makassar-harmoni-dan-kehangatan-dalam-setiap-suapan/</link>
					<comments>https://iainews.net/es-pisang-ijo-makassar-harmoni-dan-kehangatan-dalam-setiap-suapan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2025 02:33:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Es Pisang Ijo]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofi Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Ikon Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner makassar]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[PIT IAI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Rakernas IAI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Kuliner]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7433</guid>

					<description><![CDATA[Makassar, IAINews — Udara panas Makassar akhir-akhir ini cukup membuat peserta Rakernas dan PIT IAI...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Makassar, IAINews —</strong> Udara panas Makassar akhir-akhir ini cukup membuat peserta Rakernas dan PIT IAI 2025 yang beraktivitas di luar ruangan merasa gerah. Di tengah suasana itu, semangkuk Es Pisang Ijo hadir sebagai pilihan tepat untuk bersantai sekaligus meredakan rasa panas.</p>
<p>Kudapan khas Makassar ini bukan sekadar pelepas dahaga, melainkan persembahan istimewa bagi siapa saja yang datang berkunjung ke Kota Anging Mammiri.</p>
<p>Es Pisang Ijo tersaji dalam mangkuk berisi es serut dingin yang menyegarkan. Di dalamnya tersembunyi potongan pisang raja manis yang dibalut adonan tepung berwarna hijau cerah.</p>
<p>Hidangan ini kemudian disiram dengan bubur sumsum putih yang lembut, ditambah sirup merah mengkilap yang memikat pandangan. Kombinasi warna merah, putih, dan hijau bukan hanya menciptakan harmoni visual yang indah, tetapi juga menghadirkan pengalaman rasa yang tak terlupakan.</p>
<p>Lebih dari sekadar makanan, Es Pisang Ijo menyimpan filosofi kehidupan. Pisang manis melambangkan kebaikan, bubur putih menggambarkan ketulusan hati, sementara sirup merah merepresentasikan semangat hidup yang menyala. Semua elemen berbeda itu berpadu dalam satu mangkuk, membentuk harmoni rasa yang sejalan dengan harmoni hidup.</p>
<p><img data-dominant-color="77675e" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #77675e;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7435 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250904-WA0010.avif" alt="" width="1201" height="1600" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250904-WA0010.avif 1201w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250904-WA0010-768x1023.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/IMG-20250904-WA0010-1153x1536.avif 1153w" sizes="auto, (max-width: 1201px) 100vw, 1201px" /></p>
<h3>Filosofi Menyambut Tamu</h3>
<p>“Selamat Datang Kii” — begitulah pesan tersirat dalam setiap sajian Es Pisang Ijo. Kudapan ini adalah simbol keramahan masyarakat Makassar kepada para tamu.</p>
<p>Bubur sumsum yang lembut menjadi tanda ketulusan sambutan, pisang manis menghadirkan kenangan indah, sementara sirup merah membawa semangat dan energi baru. Kehadiran Es Pisang Ijo bagaikan doa agar setiap kunjungan ke Makassar selalu meninggalkan kebahagiaan dan kesan yang hangat.</p>
<p>Tak lengkap rasanya berkunjung ke Makassar tanpa mencicipi Es Pisang Ijo. Beberapa tempat legendaris yang bisa dikunjungi antara lain Es Pisang Ijo Lasinrang di Jalan Lasinrang, Warung Bravo Es Pisang Ijo di Jalan Andalas, Pisang Ijo dan Es Teler Kembar di Bara-Naraya, hingga Rumah Makan Muda-Mudi di Jalan Rusa.</p>
<p>Semua destinasi kuliner ini berada di pusat kota Makassar dan menjadi pilihan tepat untuk merasakan cita rasa otentik kudapan legendaris tersebut.</p>
<p>Es Pisang Ijo bukan hanya tentang rasa manis dan segar, melainkan juga tentang kehangatan, keramahan, serta filosofi hidup yang sarat makna. Setiap suapan adalah bentuk penghormatan dan sambutan hangat yang hanya bisa ditemukan di Makassar.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/es-pisang-ijo-makassar-harmoni-dan-kehangatan-dalam-setiap-suapan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pallubasa, Pelukan Hangat Makassar untuk Para Apoteker Indonesia</title>
		<link>https://iainews.net/pallubasa-pelukan-hangat-makassar-untuk-para-apoteker-indonesia/</link>
					<comments>https://iainews.net/pallubasa-pelukan-hangat-makassar-untuk-para-apoteker-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 11:44:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ikatan apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner makassar]]></category>
		<category><![CDATA[makanan khas sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[pallubasa serigala]]></category>
		<category><![CDATA[PIT IAI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Rakernas IAI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[sop pallubasa]]></category>
		<category><![CDATA[welcome party apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kuliner makassar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7112</guid>

					<description><![CDATA[Makassar, IAI News – Makassar kembali menjadi saksi berkumpulnya para apoteker Indonesia dalam hajatan akbar...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Makassar, IAI News</strong> – Makassar kembali menjadi saksi berkumpulnya para apoteker Indonesia dalam hajatan akbar <em>Rapat Kerja Nasional dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia (Rakernas &amp; PIT IAI) 2025</em>. Ribuan apoteker dari seluruh penjuru tanah air hadir, membawa semangat kebersamaan untuk memajukan profesi.</p>
<p>Suasana hangat langsung terasa sejak acara <em>Welcome Party</em> yang digelar panitia. Salah satu momen paling berkesan malam itu adalah ketika hidangan istimewa khas Makassar, <strong>Sop Pallubasa</strong>, hadir menyapa para peserta. Melalui semangkuk Pallubasa yang gurih dan beraroma rempah kuat, panitia seakan berbisik: <em>“Selamat datang di rumah kami.”</em></p>
<h3>Kisah di Balik Semangkuk Pallubasa</h3>
<p>Bagi yang belum mengenalnya, Pallubasa berasal dari bahasa Makassar, “pallu” yang berarti masakan dan “basa” yang berarti basah atau berkuah. Hidangan ini diracik dari daging dan jeroan sapi, disajikan dengan kuah kental berwarna cokelat pekat. Santan dan aneka rempah seperti lengkuas, serai, serta daun salam berpadu dalam satu mangkuk, menghasilkan cita rasa yang kaya.</p>
<p>Keunikan Pallubasa semakin terasa dengan tambahan kuning telur ayam kampung mentah yang diaduk langsung saat penyajian, memberikan tekstur lebih <em>creamy</em>. Parutan kelapa sangrai turut memperkaya gurihnya rasa.</p>
<p>Jika dibandingkan dengan kuliner khas Makassar lainnya, seperti Coto atau Sop Saudara, Pallubasa jelas punya keistimewaan tersendiri. Coto berkuah encer berwarna cokelat muda, sementara Sop Saudara dilengkapi bihun dan perkedel kentang. Pallubasa berdiri anggun dengan kuah kental dan aroma rempah yang lebih <em>bold</em>.</p>
<h3>Rekomendasi Kuliner untuk Apoteker</h3>
<p>Bagi para apoteker yang masih ingin melanjutkan wisata kuliner di luar acara, salah satu destinasi legendaris yang wajib dikunjungi adalah <strong>Sop Pallubasa Serigala</strong> di Jalan Serigala No. 54, Makassar. Tempat ini sudah menjadi ikon kuliner kota, selalu ramai oleh pengunjung, dan dikenal dengan cita rasa Pallubasa yang otentik.</p>
<p>Lokasinya mudah dijangkau dari area Rakernas &amp; PIT dengan taksi maupun transportasi daring. Cukup ketik “Sop Pallubasa Serigala” di aplikasi peta, maka perjalanan kuliner Anda akan langsung menuju salah satu surga rasa khas Makassar.</p>
<p>Semangkuk Pallubasa bukan sekadar hidangan, tetapi simbol keramahan dan pelukan hangat Makassar bagi seluruh apoteker Indonesia yang hadir.</p>
<p>oleh: @Romo Sukir</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/pallubasa-pelukan-hangat-makassar-untuk-para-apoteker-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
