<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kontrasepsi &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/kontrasepsi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Oct 2025 16:36:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.8</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>kontrasepsi &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hari Kontrasepsi Sedunia: Langkah Positif untuk Kesehatan, Kesetaraan, dan Masa Depan</title>
		<link>https://iainews.net/hari-kontrasepsi-sedunia-langkah-positif-kesehatan/</link>
					<comments>https://iainews.net/hari-kontrasepsi-sedunia-langkah-positif-kesehatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Nelly Sy.]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Oct 2025 16:35:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[hari kontrasepsi sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga berencana]]></category>
		<category><![CDATA[kontrasepsi]]></category>
		<category><![CDATA[perencanaan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[world contraception day]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Utami]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Utami Pratiwi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8395</guid>

					<description><![CDATA[HARI Kontrasepsi Sedunia atau World Contraception Day (WCD) menjadi momentum global untuk mendorong kesehatan reproduksi,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>HARI Kontrasepsi Sedunia atau <em>World Contraception Day (WCD)</em> menjadi momentum global untuk mendorong kesehatan reproduksi, kesetaraan gender, dan masa depan yang lebih baik. Diperingati pada 26 September setiap tahun, Hari Kontrasepsi Sedunia dimulai tahun 2007. Pertama kali digagas oleh sepuluh organisasi keluarga berencana internasional yang memiliki visi bersama untuk mewujudkan setiap kehamilan sebagai kehamilan yang direncanakan dan diinginkan.</p>
<p>Tujuan utamanya untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kontrasepsi, memberikan informasi yang akurat dan lengkap mengenai berbagai metode kontrasepsi, memberdayakan kaum muda dan pasangan untuk membuat pilihan yang tepat dan sadar mengenai kesehatan seksual dan reproduksi mereka, termasuk perencanaan keluarga.</p>
<p><img data-dominant-color="2f566b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #2f566b;" fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-8396 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Hari-Kontrasepsi-Sedunia-Yuri-Utami.avif" alt="Hari Kontrasepsi Sedunia" width="602" height="516" /></p>
<p>Kini Hari Kontrasepsi Sedunia didukung oleh koalisi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) internasional, organisasi pemerintah, serta komunitas ilmiah dan medis di seluruh dunia. Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia memiliki opini yang sangat positif dan krusial secara global, terutama karena fungsinya sebagai <em>platform</em> untuk advokasi hak dan kesehatan reproduksi.</p>
<p>Secara umum, opini publik dan lembaga kesehatan internasional melihat Hari Kontrasepsi Sedunia sebagai momentum penting karena alasan-alasan berikut:</p>
<p><strong>Penegasan Hak Asasi Manusia dan Otonomi Tubuh</strong></p>
<p>Opini yang paling kuat adalah bahwa peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia merupakan penegasan bahwa akses terhadap kontrasepsi adalah hak asasi manusia yang mendasar.</p>
<ul>
<li><em>Kehamilan Terencana</em>: kontrasepsi memungkinkan individu dan pasangan untuk membuat pilihan yang sadar dan terinformasi mengenai kapan dan berapa banyak anak yang mereka inginkan. Ini selaras dengan ungkapan terkenal dari Dr. Nafis Sadik, mantan Direktur Eksekutif <em>United Nations Population Fund</em><em> (UNFPA)</em>, &#8220;Keluarga yang sehat dibentuk oleh pilihan, bukan oleh kebetulan.&#8221;</li>
<li><em>Pemberdayaan Perempuan</em>: kontrasepsi memberi perempuan kendali atas tubuh dan masa depan mereka, yang berdampak langsung pada pendidikan, karier, dan kemandirian ekonomi.</li>
</ul>
<p><strong>Manfaat Kesehatan Publik dan Pembangunan</strong></p>
<p>Hari Kontrasepsi Sedunia menggarisbawahi bahwa perencanaan keluarga adalah investasi strategis bagi negara, bukan sekadar urusan pribadi.</p>
<ul>
<li><em>Penurunan Angka Kematian</em>: kontrasepsi dapat mengurangi risiko kehamilan yang terlalu sering atau terlalu dekat jaraknya, sehingga menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara signifikan.</li>
<li><em>Peningkatan Kualitas Hidup</em>: dengan merencanakan kelahiran, keluarga dapat mengalokasikan sumber daya (gizi, pendidikan, kesehatan) secara optimal, yang menjadi fondasi untuk menghasilkan generasi yang sehat dan berkualitas, misalnya, upaya menekan stunting. Di Indonesia, ini dilihat sebagai kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.</li>
</ul>
<p><strong>Menghapus Stigma dan Melawan Misinformasi</strong></p>
<p>Opini umum melihat peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia sebagai alat yang efektif untuk mengatasi tantangan sosial dan budaya:</p>
<ul>
<li><em>Edukasi Komprehensif</em>: acara dan kampanye pada Hari Kontrasepsi Sedunia berfungsi untuk menyebarkan fakta yang akurat dan komprehensif, khususnya kepada kaum muda dan remaja, melalui program seperti GenRe di Indonesia, yang seringkali minim pengetahuan atau terpapar misinformasi seputar efek samping kontrasepsi.</li>
<li><em>Keterlibatan Laki-laki</em>: peringatan ini berupaya mengubah <em>mindset</em> bahwa kontrasepsi hanya menjadi urusan perempuan. Kampanye terus mendorong keterlibatan dan tanggung jawab laki-laki dalam perencanaan keluarga.</li>
<li><em>Mengatasi Hambatan Akses</em>: peringatan ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan organisasi kesehatan untuk memastikan ketersediaan layanan dan pilihan kontrasepsi yang aman, terjangkau, dan mudah diakses, terutama di daerah terpencil.</li>
</ul>
<p><strong>Isu Kritik/Tantangan</strong></p>
<p>Meskipun didukung secara luas, Hari Kontrasepsi Sedunia juga menghadapi tantangan dan kritik, terutama dari kelompok konservatif atau agama tertentu yang menentang metode kontrasepsi buatan.</p>
<p>Kritik tersebut umumnya berkisar pada pandangan bahwa kontrasepsi dianggap:</p>
<ul>
<li>Melawan nilai-nilai keagamaan atau moral.</li>
<li>Mendorong perilaku seksual yang tidak bertanggung jawab, terutama di kalangan remaja.</li>
</ul>
<p>Namun, koalisi <em>WCD</em> dan pendukungnya menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah mengedukasi dan memberi pilihan demi kesehatan dan kesejahteraan. Mereka menekankan bahwa penggunaan kontrasepsi adalah hak, bukan kewajiban, dan harus dilakukan atas dasar persetujuan dan konsultasi yang matang dengan tenaga kesehatan.</p>
<p>Konsep bahwa penggunaan kontrasepsi adalah hak, bukan kewajiban, dan harus didasarkan pada persetujuan dan konsultasi yang matang dengan tenaga kesehatan adalah prinsip fundamental dalam kesehatan reproduksi global. Prinsip ini menegaskan otonomi individu dan kualitas layanan, bukan hanya sekadar pengendalian populasi.</p>
<p><strong>Kontrasepsi sebagai Hak (Bukan Kewajiban) </strong></p>
<p>Kontrasepsi diposisikan sebagai hak asasi manusia karena berkaitan erat dengan hak untuk hidup, kesehatan, dan kesetaraan.</p>
<p><strong>Hak untuk Memilih (Otonomi Tubuh)</strong></p>
<p>Setiap individu berhak penuh untuk membuat keputusan tentang tubuh dan fungsi reproduksi mereka sendiri. Ini mencakup:</p>
<ul>
<li><em>Hak untuk Menentukan</em>: kapan, apakah, dan seberapa sering mereka ingin memiliki anak (atau menunda kehamilan).</li>
<li><em>Hak atas Kesehatan Reproduksi</em>: menggunakan kontrasepsi adalah salah satu cara untuk menjaga kesehatan ibu dan anak dengan mencegah kehamilan yang tidak diinginkan atau kehamilan berisiko tinggi (misalnya, jarak kelahiran terlalu dekat).</li>
</ul>
<p><strong>Bukan Kewajiban Negara</strong></p>
<p>Meskipun negara memiliki program Keluarga Berencana (KB) untuk kepentingan pembangunan, penggunaan kontrasepsi tidak boleh diwajibkan kepada warganya melalui paksaan, sanksi, atau tanpa persetujuan. Program KB harus bersifat sukarela dan berfokus pada pemberian pilihan, bukan penetapan target wajib.</p>
<p><strong>Pentingnya Persetujuan (<em>Informed Consent</em>)</strong></p>
<p>Persetujuan yang dimaksud haruslah Persetujuan Setelah Penjelasan (PSP) atau <em>Informed Consent</em> yang <em>valid</em>, yang berarti:</p>
<ul>
<li><em>Sukarela dan Tanpa Paksaan</em>: keputusan untuk menggunakan, memilih jenis, dan menghentikan kontrasepsi harus sepenuhnya sukarela. Tidak boleh ada tekanan dari pasangan, keluarga, atau petugas kesehatan.</li>
<li><em>Informasi Lengkap dan Tepat</em>: persetujuan hanya <em>valid</em> jika individu telah menerima semua informasi yang relevan mengenai metode yang akan digunakan, termasuk tingkat efektivitas (seberapa manjur), cara penggunaan yang benar, potensi efek samping (jangka pendek dan jangka panjang), keuntungan dan kerugian dibandingkan metode lain. Persetujuan yang didapat tanpa informasi lengkap dan tanpa kerelaan penuh sama saja dengan pelanggaran hak reproduksi.</li>
</ul>
<p><strong>Peran Konsultasi Matang dengan Tenaga Kesehatan </strong></p>
<p>Konsultasi dengan tenaga kesehatan (dokter, bidan, atau penyuluh KB terlatih) adalah langkah kritis yang membedakan penggunaan kontrasepsi yang aman dari penggunaan yang berisiko.</p>
<ul>
<li><em>Memastikan Kesesuaian Metode</em>: setiap orang memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Konsultasi bertujuan untuk melakukan skrining medis untuk memastikan tidak ada kontraindikasi (alasan medis untuk tidak menggunakan) metode kontrasepsi tertentu, membantu pasangan memilih metode yang paling efektif dan paling sedikit risikonya berdasarkan riwayat kesehatan dan tujuan perencanaan keluarga mereka (jangka pendek atau jangka panjang).</li>
<li><em>Edukasi dan Pendampingan</em>: tenaga kesehatan berperan sebagai edukator untuk membongkar mitos dan memberikan informasi yang berbasis bukti. Mereka juga bertugas memberikan pendampingan berkelanjutan (<em>follow-up</em>) untuk menangani setiap efek samping yang muncul dan memberikan solusi, sehingga akseptor kontrasepsi tidak berhenti di tengah jalan.</li>
</ul>
<p><a href="https://www.who.int/southeastasia/news/speeches/detail/world-contraception-day-2025" target="_blank" rel="noopener">https://www.who.int/southeastasia/news/speeches/detail/world-contraception-day-2025</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/hari-kontrasepsi-sedunia-langkah-positif-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peran Apoteker Sebagai First Contact Pemberian Konseling Pengguna Awal Kontrasepsi</title>
		<link>https://iainews.net/peran-apoteker-sebagai-first-contact-pemberian-konseling-pengguna-awal-kontrasepsi/</link>
					<comments>https://iainews.net/peran-apoteker-sebagai-first-contact-pemberian-konseling-pengguna-awal-kontrasepsi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2025 07:06:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[first contact]]></category>
		<category><![CDATA[kontrasepsi]]></category>
		<category><![CDATA[lupa minum pil]]></category>
		<category><![CDATA[monofasik]]></category>
		<category><![CDATA[Pil KB Kombinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=6829</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR, IAINews &#8211; Webinar Kefarmasian yang dilaksanakan 9 Agustus 2025 diselenggarakan oleh Mitra Farma Indonesia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MAKASSAR, IAINews &#8211; Webinar Kefarmasian yang dilaksanakan 9 Agustus 2025 diselenggarakan oleh Mitra Farma Indonesia didukung penuh oleh PT Kimia Farma Apotek dan DKT Indonesia.</p>
<p>Edisi special ini menghadirkan 3 pemateri DKT Indonesia Trainer apt. Abdul Kadir Jaelani.,Sp. FRS, apt. Yuri Pratiwi Utami., S.Farm.,M.Si., dan apt. Dewa Ayu Swastini.,S.F.,M.Farm. dan diarahkan oleh moderator apt. Meutia Ulfiah.,M.Farm.</p>
<p><img data-dominant-color="a0aab9" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #a0aab9;" decoding="async" class="size-medium wp-image-6830 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Apoteker-first-contact-kontrasepsi-1-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Tema yang diangkat pada kegiatan ini ”Langkah Awal Yang Tepat : Strategi Komunikasi Konseling Memulai Pil KB Kombinasi ke Pasien Baru” yang dihadiri 1000 apoteker dan tenaga vokasi farmasi kimia farma apotek di seluruh Indonesia.</p>
<p>Topik inti dari ketiga pemateri adalah Bagaimana Peran Apoteker Sebagai First Contact Pemberian Konseling Pengguna Awal Kontrasepsi yang dibawakan secara runut oleh ketiga pemateri.</p>
<figure id="attachment_6832" aria-describedby="caption-attachment-6832" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="8d8d8e" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8d8d8e;" decoding="async" class="size-medium wp-image-6832 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Apoteker-first-contact-kontrasepsi-2-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-6832" class="wp-caption-text">apt. Abdul Kadir Jaelani</figcaption></figure>
<p>Diawal apt. Abdul Kadir Jaelani.,Sp. FRS telah membawakan bagaimana mengenal kontrasepsi menggunakan pil dan Langkah awal yang tepat strategi efektif memulai pil KB Kombinasi. Kemudian dilanjutkan oleh apt. Yuri mengenai apotek sebagai titik awal peran kunci edukasi pil KB Kombinasi untuk pengguna baru dan dilanjutkan oleh apt. Dewa Ayu Swastini.,S.F.,M.Farm tentang product knowledge DKT Indonesia.</p>
<p>Peran Apoteker Sebagai <em>First Contact</em> Pemberian Konseling Pengguna Awal Kontrasepsi</p>
<p>Di awal materi apt. Yuri membuka dengan kasus yang biasa akan dihadapi oleh apoteker di apotek ketika seorang pasien berumur 34 tahun datang menebus resep pil KB Kombinasi memiliki riwayat hipertensi yang terkontrol dengan menggunakan amlodipin dan secara bersamaan sedang menjalani terapi ripamfisin untuk  TBC.</p>
<p>Kemudian dilanjutkan dengan memberikan pilihan jawaban sambil berdiskusi dengan audiens sehingga menjadikan suasana lebih aktif dan responsif.</p>
<p>Apa yang harus kita lakukan sebagai apoteker dalam kondisi tersebut :</p>
<ol>
<li>Apoteker harus melakukan assessment lengkap mengenai kondisi pasien, termasuk dengan Riwayat penyakit pasien dan terapi yang dijalankan saat ini.</li>
<li>Memberikan rekomendasi metode kontrasepsi tambahan seperti kondom selama melakukan terapi rifamfisin.</li>
<li>Memantau efek samping dan tekanan darah pasien. Menyarankan konsultasi ke dokter untuk kontrasepsi yang lebih aman.</li>
</ol>
<figure id="attachment_6833" aria-describedby="caption-attachment-6833" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="929497" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #929497;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-6833 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Apoteker-first-contact-kontrasepsi-3-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-6833" class="wp-caption-text">apt. Yuri Pratiwi Utami, S.Farm</figcaption></figure>
<p>Mengapa Konseling Kontrasepsi Penting</p>
<ul>
<li>Pilihan yang Tepat : Konseling membantu individu memahami berbagai metode kontrasepsi, termasuk pil KB, IUD, implan, kondom, dan lainnya, serta kelebihan dan kekurangan masing-masing.</li>
<li>Informasi yang akurat dan lengkap: Konseling memberikan kesempatan bagi individu untuk mendapatkan penjelasan detail tentang berbagai jenis kontrasepsi, termasuk cara kerja, efektivitas, efek samping, serta risiko dan manfaatnya.</li>
<li>Meminimalkan resiko dan efeksamping : Konseling kontrasepsi sangat penting untuk meminimalkan risiko dan efek samping karena membantu individu memilih metode kontrasepsi yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan dan gaya hidup mereka, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan dan meminimalkan potensi efek samping yang mungkin timbul dari metode yang tidak tepat.</li>
<li>Peningkatan Kepatuhan : Konseling yang baik dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi individu untuk menggunakan metode kontrasepsi secara konsisten dan benar, yang pada gilirannya meningkatkan efektivitasnya.</li>
<li>Manajemen Efek Samping : Konseling kontrasepsi sangat penting untuk manajemen efek samping karena membantu pengguna memahami dan mengatasi efek samping yang mungkin timbul dari metode kontrasepsi yang mereka pilih, sehingga meningkatkan kepuasan dan keberlanjutan penggunaan metode tersebut.</li>
<li>Meningkatkan kepercayaan Diri : Konseling kontrasepsi penting untuk meningkatkan kepercayaan diri karena membantu individu membuat keputusan yang tepat tentang kesehatan reproduksi mereka, yang pada gilirannya dapat mengurangi kecemasan dan ketidakpastian terkait kehamilan dan seksualitas. Dengan mendapatkan informasi yang akurat dan dukungan yang tepat, individu dapat merasa lebih percaya diri dalam mengelola kehidupan seksual dan reproduksi mereka.</li>
<li>Penanganan masalah dan kekhawatiran : Konseling kontrasepsi penting untuk menangani masalah dan kekhawatiran karena membantu individu membuat keputusan yang tepat tentang metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi mereka. Konseling yang baik juga dapat meningkatkan kepuasan pengguna kontrasepsi dan mengurangi angka putus pakai.</li>
<li>Mempertimbangkan Faktor Pribadi dan Sosial : Konseling kontrasepsi sangat penting untuk mempertimbangkan faktor pribadi dan sosial karena keputusan kontrasepsi dipengaruhi oleh berbagai aspek kehidupan individu. Konseling yang komprehensif akan membantu individu memilih metode kontrasepsi yang paling sesuai dengan kebutuhan, preferensi, dan situasi mereka, serta memastikan penggunaan yang efektif dan berkelanjutan.</li>
</ul>
<p>Peran Apoteker ”First Contact” Konseling dan Edukasi</p>
<ul>
<li>Edukasi dan konseling : Penggunaan, penyimpanan dan efek samping : tanyakan apakah klien mengetahui tentang pil kombinasi (untuk memperbaiki mitos, rumor, atau informasi yang salah), menanyakan apakah klien pernah menggunakan pil kombinasi di masa lalu, apa saja pengalamannya, menjelaskan tentang keuntungan pil kombinasi termasuk manfaat non kontrasepsi, menjelaskan secara singkat bagaimana pil bekerja dan pentingnya meminumnya setiap hari. Kemudian menjelaskan potensi efek samping umum pil KB Kombinasi dan menjelaskan sebagian efek samping tidak serius dan berkurang/ berhenti setelah beberapa bulan pemakaian.</li>
<li>Kepatuhan : Minum pil di waktu dan durasi yang benar.</li>
<li>Monitoring : Lakukan monitoring rutin untuk mencegah efek samping.</li>
<li>Perhatian Khusus : Pada Kondisi medis dan penggunaan dosis terlewat.</li>
</ul>
<p>Kontrasepsi Pil Kombinasi</p>
<p>Kontrasepsi Pil KB Kombinasi merupakan pil yang mengandung 2 macam hormon berdosis rendah yakni levonogestrel dan ethinylestradiol.</p>
<p>Jenis Kontrasepsi Pil Kombinasi</p>
<ul>
<li>Monofasik : Pil yang mengandung hormon aktif estrogen/progestin dalam dosis yang sama.</li>
<li>Bifasik : Pil mengandung hormon aktif estrogen/progestin dalam 2 dosis yang berbeda.</li>
<li>Trifasik : Pil mengandung hormon aktif estrogen/progestin dalam 3 dosis yang berbeda.</li>
<li>Kuadrafasik : Pil yang mengandung hormon aktif estrogen/progestin dalam 4 dosis yang berbeda.</li>
</ul>
<p>Pentingnya mengetahui bagaimana Mekanisme Kerja Kontrasepsi</p>
<p>Mekanisme kerja kontasepsi yaitu mencegah Ovulasi,  mencegah atau menghambat keluarnya sel telur dari ovarium (ovulasi); Mengentalkan Lendir Serviks, mengentalkan lendir disaluran serviks sehingga menurunkan motilitas (pergerakan) sperma dan mencegah Implantasi ; Mencegah implantasi hasil.</p>
<p>Efektivitas dan keamanan kontrasepsi Pil Kombinasi</p>
<p>Efektivitas pil kombinasi berasal dari mekanisme multifaktorial yang mencegah kehamilan di setiap tahap siklus reproduksi. Estrogen menghambat FSH yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pematangan folikel di ovarium. Progestin dengan menekan LH sehingga Obulasi tidak terjadi, mengentalkan lendir serviks dan menipiskan endometrium sehingga embrio sulit untuk menempel. Kemudian dengan kepatuhan penggunaan yang baik, kombinasi progestin dan estrogen memberikan perlindungan hingga 99%.</p>
<p>Berapa Lama Pemakaian Pil KB Kombinasi dan Bagaimana Cara Pemakaiannya</p>
<p><strong>Pil KB kombinasi tersedia dalam berbagai paket, yang memengaruhi pola minumnya:</strong></p>
<ul>
<li><strong>Paket 21 Hari:</strong> Berisi 21 pil aktif yang mengandung hormon. Anda akan meminum satu pil setiap hari selama 21 hari, kemudian berhenti minum pil selama 7 hari (minggu istirahat). Selama 7 hari istirahat ini, Anda akan mengalami menstruasi. Setelah 7 hari, Anda mulai paket pil baru.</li>
<li><strong>Paket 28 Hari:</strong> Berisi 21 pil aktif dan 7 pil non-aktif (plasebo) yang tidak mengandung hormon. Pil plasebo ini berfungsi sebagai pengingat agar Anda tetap terbiasa minum pil setiap hari. Anda akan minum satu pil setiap hari selama 28 hari, kemudian langsung memulai paket baru tanpa jeda. Menstruasi akan terjadi pada saat Anda mengonsumsi pil plasebo.</li>
</ul>
<p><strong>Cara Pemakaian Pil KB Kombinasi</strong></p>
<p>Berikut adalah panduan umum cara pemakaian pil KB kombinasi yang benar:</p>
<ul>
<li><strong>Minum Setiap Hari:</strong> Konsumsi satu pil setiap hari. Untuk memastikan efektivitasnya, usahakan minum pil pada waktu yang sama setiap hari. Penggunaan alarm di ponsel bisa sangat membantu.</li>
<li><strong>Mulai Kapan Saja:</strong> Anda bisa mulai minum pil KB kombinasi pada hari pertama haid, atau paling lambat lima hari setelah haid dimulai. Jika Anda memulainya di luar periode ini, disarankan untuk menggunakan metode kontrasepsi tambahan (seperti kondom) selama 7 hari pertama.</li>
<li><strong>Mengikuti Urutan Pil:</strong> Pada kemasan pil KB, biasanya terdapat petunjuk berupa urutan hari (Senin-Minggu) atau panah yang menunjukkan urutan minum pil. Ikuti urutan ini dengan benar.</li>
</ul>
<p><strong>Apa yang Harus Dilakukan Jika Lupa Minum Pil?</strong></p>
<ul>
<li><strong>Lupa satu pil:</strong> Segera minum pil yang terlupa saat Anda ingat. Kemudian, lanjutkan minum pil berikutnya sesuai jadwal.</li>
<li><strong>Lupa dua pil atau lebih:</strong> Segera minum dua pil saat Anda ingat, lalu lanjutkan minum satu pil setiap hari. Gunakan juga kontrasepsi cadangan (seperti kondom) selama 7 hari berikutnya. Jika kelupaan terjadi pada minggu ketiga siklus, Anda mungkin perlu melewatkan pil non-aktif dan langsung memulai paket baru.***</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/peran-apoteker-sebagai-first-contact-pemberian-konseling-pengguna-awal-kontrasepsi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DKT Goes to campus –  Ratusan Mahasiswa Farmasi Unila Antusias Ikuti Seminar Kesehatan Seksual dan Reproduksi</title>
		<link>https://iainews.net/dkt-goes-to-campus-ratusan-mahasiswa-farmasi-unila-antusias-ikuti-seminar-kesehatan-seksual-dan-reproduksi/</link>
					<comments>https://iainews.net/dkt-goes-to-campus-ratusan-mahasiswa-farmasi-unila-antusias-ikuti-seminar-kesehatan-seksual-dan-reproduksi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2025 15:33:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[DKT Goes to Campus]]></category>
		<category><![CDATA[DKT Trainer]]></category>
		<category><![CDATA[Dwi Ismayati]]></category>
		<category><![CDATA[HIV]]></category>
		<category><![CDATA[IMS]]></category>
		<category><![CDATA[infeksi menular seksual]]></category>
		<category><![CDATA[kontrasepsi]]></category>
		<category><![CDATA[pendekatan interaktif]]></category>
		<category><![CDATA[UNILA]]></category>
		<category><![CDATA[Yusransyah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=6022</guid>

					<description><![CDATA[BANDAR LAMPUNG, IAINews– Sebanyak 273 mahasiswa Program Studi S-1 Farmasi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BANDAR LAMPUNG, IAINews– Sebanyak 273 mahasiswa Program Studi S-1 Farmasi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Lampung (Unila) memadati Gedung D Lantai 1 FK Unila pada Kamis, 3 Juli 2025.</p>
<p>Mereka mengikuti seminar kesehatan bertema &#8220;Pengetahuan dan Keterampilan dalam Kontrasepsi Keluarga Berencana serta Pencegahan HIV dan IMS&#8221;.</p>
<p><img data-dominant-color="868181" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #868181;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-6023 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/07/DKT-Goes-to-Campus-1-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Acara ini diselenggarakan oleh DKT Academy Indonesia dalam program DKT Goes to campus yang bekerjasama dengan SwipeRx.</p>
<p>Seminar ini bertujuan membekali calon apoteker dengan pemahaman komprehensif mengenai kontrasepsi sebagai salah satu upaya vital dalam pencegahan <em>Human Immunodeficiency Virus</em> (HIV) dan Infeksi Menular Seksual (IMS).</p>
<p>Antusiasme mahasiswa terlihat jelas sepanjang seminar, menunjukkan kesadaran akan pentingnya peran apoteker dalam isu kesehatan reproduksi dan seksual di masa depan.</p>
<p>&#8220;Kegiatan DKT Goes to Campus ini sangat penting untuk memberikan bekal kepada mahasiswa farmasi tentang bagaimana mereka nanti bisa berkontribusi aktif dalam edukasi dan penyediaan informasi terkait kesehatan seksual dan reproduksi, terutama dalam pencegahan HIV dan IMS melalui pemahaman kontrasepsi,&#8221; ujar  dr. Rani Himayani, Sp.M, Ketua Jurusan Farmasi FK Unila, dalam sambutannya sekaligus membuka acara.</p>
<p>“Melalui acara ini, diharapkan para calon apoteker dapat menjadi garda terdepan dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta memberikan layanan kefarmasian yang optimal terkait kesehatan seksual dan reproduksi,” harap apt. Zulpakor Oktoba, M.Farm, dosen farmasi FK Unila.</p>
<p>Seminar ini menghadirkan Dr. apt. Yusransyah, M.Sc sebagai DKT Trainer, untuk memberikan materi edukasi dan pembekalan kepada mahasiswa farmasi.</p>
<p><img data-dominant-color="726c71" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #726c71;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-6024 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/07/DKT-Goes-to-Campus-2-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>“Saya berharap, seminar ini nantinya akan menjadi bekal bagi calon apoteker agar memiliki pengetahuan dan kemampuan mengedukasi pasien terkait kontrasepsi, keluarga berencana dan pencegahan HIV dan IMS” tutur apt. Yusran, yang juga merupakan dosen S1 farmasi.</p>
<p>“Pada pemaparan materi, kami juga menekankan pentingnya pemahaman yang tepat bagi calon apoteker agar dapat memberikan informasi yang akurat dan bijak kepada masyarakat terkait pilihan kontrasepsi,” lanjutnya.</p>
<p>Esa Fitriah, Brand Manager DKT Indonesia, menjelaskan bahwa edukasi terkait reproduksi dan kontrasepsi masih menjadi hal yang tabu. Sedangkan kejadian IMS terus meningkat.</p>
<p>“Hal inilah yang mendorong DKT Indonesia bekerjasama dengan Bapak Oscar Ronald, Direktur PT. Mclinica Health Solutions (SwipeRX) untuk memberikan edukasi kepada kalangan mahasiswa Farmasi sebagai calon Apoteker yang kedepannya akan memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat,” jelas Esa Fitriah, Brand Manager DKT Indonesia, sekaligus trainer DKT Indonesia.</p>
<p>Pada pemaparannya, Esa Fitriah menjelaskan tentang kontribusi program dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga. Esa juga menekankan kolaborasi tenaga kesehatan, termasuk farmasis, dengan berbagai pihak untuk menyukseskan program.</p>
<p>Suasana meriah dan interaktif menyelimuti seminar kesehatan reproduksi yang dipandu dengan apik oleh apt. Dwi Ismayati, M.Clin.Pharm, dosen Farmasi Unila. Acara DKT Goes to Campus ini tidak hanya kaya akan materi, tetapi juga dibumbui dengan berbagai hadiah menarik yang dibagikan kepada peserta yang aktif bertanya dan berpartisipasi, seperti <em>tumbler</em> dan saldo <em>e-wallet</em>.</p>
<p>“Selain mendengarkan materi, peserta kegiatan ini juga diberi demo praktik penggunaan alat kontrasepsi dengan alat peraga,” jelas apt. Isma, sapaan akrab apt. Dwi Ismayati, M.Clin.Pharm.</p>
<p>Pendekatan interaktif ini menjadi nilai tambah yang signifikan, terutama dalam topik kesehatan reproduksi agar mendapatkan pemahaman yang optimal. Hal ini diharapkan agar edukasi yang diberikan tidak hanya teoritis tetapi juga aplikatif.</p>
<p>Tasya Aprilia Pubioganda, mahasiswa farmasi FK Unila Angkatan 2022, mengungkapkan alasan mengikuti kegiatan DKT Goes to Campus ini untuk menambah pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Selain itu, tasya berharap dapat memahami lebih dalam berbagai metode kontrasepsi yang aman dan efektif.</p>
<p>“Saya merasa topik tentang kesehatan reproduksi dan kontrasepsi masih sering dianggap sebagai hal yang tabu, terutama di kalangan mahasiswa, padahal sangat penting untuk diketahui sejak dini. Bagi saya, memahami informasi seperti ini sangat penting agar dapat membuat keputusan yang tepat di masa depan, serta dapat menyebarkan pengetahuan tersebut kepada orang-orang di sekitar saya,” ujar Tasya.</p>
<p>&#8220;Penjelasan yang disampaikan cukup detail namun tetap mudah dipahami, sehingga sangat membantu membuka wawasan saya,&#8221; lanjut Tasya.</p>
<p>Menurut Tasya, setelah mengikut seminar dalam program DKT Goes to Campus ini, dirinya lebih memahami bahwa setiap jenis kontrasepsi memiliki mekanisme kerja yang berbeda. Pemilihan kontrasepsi pun perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing individu.</p>
<p>Selain itu, Tasya juga sangat tertarik dengan sesi diskusi mengenai mitos-mitos seputar kontrasepsi, karena ternyata banyak informasi yang selama ini beredar di masyarakat tidak sepenuhnya benar.</p>
<p>Setelah mengikuti seminar, Tasya berharap dapat menjadi lebih bijak dalam menjaga kesehatan reproduksi pribadi.</p>
<p>Ia juga memiliki keinginan kuat untuk membagikan informasi yang diperoleh guna mengurangi stigma dan kesalahpahaman di masyarakat, khususnya terkait kontrasepsi.</p>
<p>&#8220;Harapan saya, seminar seperti ini dapat terus diselenggarakan, terutama di lingkungan kampus, agar semakin banyak mahasiswa yang sadar, peduli, dan memiliki pengetahuan mengenai isu kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga,&#8221; pungkasnya.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/dkt-goes-to-campus-ratusan-mahasiswa-farmasi-unila-antusias-ikuti-seminar-kesehatan-seksual-dan-reproduksi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertemuan Rutin PC IAI Pinrang : Apt. Hasdiana Sampaikan Pentingnya Edukasi Pil Kontrasepsi di Apotek</title>
		<link>https://iainews.net/pertemuan-rutin-pc-iai-pinrang-apt-hasdiana-sampaikan-pentingnya-edukasi-pil-kontrasepsi-di-apotek/</link>
					<comments>https://iainews.net/pertemuan-rutin-pc-iai-pinrang-apt-hasdiana-sampaikan-pentingnya-edukasi-pil-kontrasepsi-di-apotek/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 05:56:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[apotek]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[efek samping]]></category>
		<category><![CDATA[kontrasepsi]]></category>
		<category><![CDATA[PC IAI Pinrang]]></category>
		<category><![CDATA[pertemuan rutin]]></category>
		<category><![CDATA[pil KB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=5663</guid>

					<description><![CDATA[PINRANG, IAINews – Setiap 2 bulan sekali, PC IAI Pinrang mengadakan pertemuan rutin dengan membahas...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PINRANG, IAINews – Setiap 2 bulan sekali, PC IAI Pinrang mengadakan pertemuan rutin dengan membahas berbagai persoalan kefarmasian untuk memberikan pengayaan ilmu kepada anggotanya.</p>
<p>Pertemuan rutin PC IAI Pinrang kali ini dilaksanakan pada Sabtu, 21 Juni 2025 dan dihadiri 45 orang secara offline.</p>
<p>Pertemuan ini dilaksanakan oleh PC IAI Pinrang sebagai ajang silaturahmi, mengkomunikasikan perkembangan program kerja antar bidang di kepengurusan PC dan juga <em>sharing session</em> ilmu kefarmasian.</p>
<figure id="attachment_5664" aria-describedby="caption-attachment-5664" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5664" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/PC-IAI-Pinrang-apt-Dra-Hj-Rahmawati-MARS-pertemuan-rutin-1-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-5664" class="wp-caption-text">Apt Dra Hj rahmawati, MARS, Ketua PC IAI Pinrang, saat memberikan arahan pada pertemuan rutin PC IAI Pinrang</figcaption></figure>
<p>Ketua PC IAI Pinrang apt. Dra. Hj. Rahmawati, M.A.R.S memberikan arahannya sebelum kegiatan dimulai.</p>
<p>“Apoteker Pinrang tetap harus berpraktik sesuai regulasi yang ada, sehingga rasa tanggung jawab kita sebagai apoteker terlihat dan terasa di masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p>“Dalam waktu dekat pada bulan Agustus tahun 2025  akan dilaksanakan Rakernas &amp; PIT di Makassar, mari kita ramaikan  dan sukseskan dengan berpartisipasi pada kegiatan besar Ikatan Apoteker Indonesia,” ajak apt Rahmawati kepada anggotanya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut apt. Rahmawati juga menyampaikan rencana pelaksanaan Bakti Sosial Pengobatan Gratis yang dirangkaikan dengan kegiatan Apoteker Bertamu. Ia berharap kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.</p>
<p>Dalam sharing session, hadir apt. Hasdiana Sudar,S.Si.,M.Sc yang menyampaikan materi mengenai ’Edukasi Kontrasepsi di Apotek’ .</p>
<p>Menurut apt. Hasdiana kontrasepsi berasal dari kata kontra yakni menghalangi dan konsepsi yang berarti pertemuan sperma dan sel telur sehingga terjadi kehamilan.</p>
<p>’’Metode atau alat ini digunakan untuk mencegah kehamilan, baik sementara maupun permanen. Hal ini merupakan intervensi strategi dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB),’’ jelas apt Hasdiana Sudar.</p>
<p>Dijelaskan, metode kontrasepsi yang paling favorit adalah kontrasepsi oral. Berdasarkan data BKKBN tahun 2022 ada 13,5% wanita usia subur (WUS) yakni 3.694.880 jiwa menggunakan metode kontrasepsi oral tersebut. Pilihan kontrasepsi berikutnya adalah metode suntik dan implan.</p>
<p>Metode kontrasepsi oral ini berupa pil KB terdiri dari pil KB tunggal yang mengandung 1 hormon (progestin) yakni pil KB Laktasi dan pil KB Darurat.</p>
<p>Selain itu ada pil KB Kombinasi mengandung 2 hormon (Progestin dan Estrogen) yakni Levonogestrel kombinasi ethinyl estradiol, levonogestrel kombinasi ethinyl estradiol dan Fe, serta cyproterone acetate kombinasiethinyl estradiol.</p>
<figure id="attachment_5665" aria-describedby="caption-attachment-5665" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5665" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/PC-IAI-Pinrang-apt-Hasdiana-Sudar-pertemuan-rutin-2-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-5665" class="wp-caption-text">Materi mengenai pentingnya edukasi kontrasepsi di apotek disampaikan apt Hasdiana Sudar</figcaption></figure>
<p>Peran Apoteker dalam melakukan Edukasi Kontrasepsi di Apotek</p>
<p>’’Kontrasepsi oral ini banyak disediakan di apotek sebagai sarana pelayanan kesehatan, sebagian besar masyarakat mendapatkan pil KB Kombinasi di Apotek,’’ tutur apt Hasdiana Sudar.</p>
<p>’’Pemberian konseling apoteker sangat berpengaruh terhadap pengetahuan akseptor tentang penggunaan pil KB kombinasi,’’ kata apt Hasdiana Sudar.</p>
<p>’’Dengan edukasi apoteker dapat meningkatkan kepuasaan pelanggan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada apoteker,” ungkapnya.</p>
<figure id="attachment_5666" aria-describedby="caption-attachment-5666" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5666" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/PC-IAI-Pinrang-suasana-pertemuan-rutin-3-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-5666" class="wp-caption-text">Pertemuan rutin PC IAI Pinrang dengan materi Edukasi Kontrasepsi di Apotek</figcaption></figure>
<p>Menurut apt Hasdiana Sudar, peran apoteker dalam persoalan kontrasepsi diantaranya adalah mengedukasi masyarakat tentang berbagai pilihan dan memberikan solusi kontrasepsi yang sesuai kebutuhan (kenyamanan pasien, kondisi kesehatan, ada tidaknya obat lain yang dikomsumsi).</p>
<p>Peran lain apoteker adalah menyediakan pil kontrasepsi yang berkualitas dan terjangkau, memastikan cara penggunaan yang efektif dan aman, serta edukasi mengenai efek samping dan penanganan.</p>
<p>”Apoteker memiliki peran yang sangat penting dalam melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya melakukan edukasi di apotek,” tutup apt. Hasdiana yang merupakan DKT Indonesia Trainer.</p>
<figure id="attachment_5667" aria-describedby="caption-attachment-5667" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5667" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/PC-IAI-Pinrang-foto-bersama-usai-pertemuan-rutin-4-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-5667" class="wp-caption-text">Foto bersama peserta pertemuan rutin PC IAI Pinrang usai acara.</figcaption></figure>
<p>Dalam kesempatan itu diserahkan goodie bag berupa produk dan media edukasi, yang diharapkan bisa menjadi bahan bagi apoteker untuk mengedukasi pasien di apotek mereka.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/pertemuan-rutin-pc-iai-pinrang-apt-hasdiana-sampaikan-pentingnya-edukasi-pil-kontrasepsi-di-apotek/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>10 Apoteker IAI Lolos Sebagai  DKT Indonesia Trainer</title>
		<link>https://iainews.net/10-apoteker-iai-lolos-sebagai-dkt-indonesia-trainer/</link>
					<comments>https://iainews.net/10-apoteker-iai-lolos-sebagai-dkt-indonesia-trainer/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2025 13:53:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[DKT Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[FGD]]></category>
		<category><![CDATA[focus group discussion]]></category>
		<category><![CDATA[ikatan apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kontrasepsi]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[trainer]]></category>
		<category><![CDATA[Training of Trainer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=5409</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, IAINews &#8211;  Sebanyak 10 apoteker Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Apoteker Indonesia, lolos seleksi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, IAINews &#8211;  Sebanyak 10 apoteker Indonesia yang tergabung dalam Ikatan Apoteker Indonesia, lolos seleksi untuk menjadi DKT Indonesia Trainer.</p>
<p>Apoteker yang telah dinyatakan lulus seleksi pada proses pendaftaran melanjutkan ketahapan Training of Trainer DKT Indonesia Trainer Batch 5 di Jakarta 1 – 3 Mei di Hotel Ashley Wahid Hasyim Jakarta Pusat.</p>
<figure id="attachment_5410" aria-describedby="caption-attachment-5410" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5410" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/Foto-bersama-peserta-ToT-serta-tim-DKI-Indonesia-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-5410" class="wp-caption-text">Foto bersama peserta ToT dengan tim DKT Indonesia</figcaption></figure>
<p>Kegiatan yang disebut sebagai DKT &#8211;  Academy- pembekalan DKT Indonesia Trainer ini dimulai dari Gala Dinner pada Kamis, 1 Mei.</p>
<p>Gala dinner ini sebagai acara sambutan selamat datang dari DKT Indonesia kepada para trainer yang datang dari berbagai belahan Indonesia.</p>
<p>Para peserta disambut langsung oleh Presiden Direktur Dimosthenis Sakellaridis dan Tim DKT Indonesia.</p>
<p>Dalam kesempatan itu dijelas mengenai DKT Indonesia yang merupakan organisasi pemasaran sosial kontrasepsi terbesar di Indonesia. Pelatihan dilakukan selama dua hari berikutnya</p>
<figure id="attachment_5412" aria-describedby="caption-attachment-5412" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5412" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/Apoteker-IAI-yang-lolos-sebagai-DKT-Indonesia-Trainer-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-5412" class="wp-caption-text">10 apoteker pengurus IAI yang lolos sebagai DKT Indonesia Trainer</figcaption></figure>
<p>Sepuluh apoteker yang berhasil lolos sebagai trainer ini memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Diantaranya adalah sebagai praktisi kesehatan di rumah sakit, klinik, puskesmas dan apotek. Beberapa diantaranya bertugas sebagai akademisi di Perguruan Tinggi (PT).</p>
<p>Apoteker yang dinyatakan lulus seleksi ini berjumlah 10 orang yakni apt.Surya Wahyudi., S.Si.,M.M.     (Kalimantan Selatan), apt. Abdul Kadir Jaelani., S.Si., SpFRS (Jawa Timur), apt. Meliasi Nora Pratamarta.,S.Farm.,M.KM (Sumatera Selatan),  apt. Arief Sidharta Buana., S.Si (Jawa Timur), apt. Yuri Pratiwi Utami.,S.Farm.,M.Si. (Sulawesi Selatan), Dr. apt. Yelfi Anwar.,M.Farm. (DKI Jakarta), Dr. apt. Yusransyah.,M.Sc (Jawa Barat), apt. Esti Lestari., S.Si ( Jawa Barat), apt. Iwan Tantrawan., S.Si.,M.Farm (Bali).,dan apt. Rahmiati., S.Farm (DKI Jakarta).</p>
<p>Selain dari Instansi yang berbeda, yang menjadi poin penting juga bagi DKT Indonesia dalam menilai apoteker sebagai trainer adalah keaktifan apoteker tersebut di organisasi yaitu kepengurusan organisasi profesi diantaranya Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI), Pengurus Daerah IAI, Hisfarma, Hisfarsi, Hisfarkesmas, dan himpunan serta perhimpunan di naungan Organisai Profesi Ikatan Apoteker Indonesia.</p>
<p>Peserta TOT ini pun bukan hanya dari apoteker, profesi kesehatan lainnya yang mengikuti TOT DKT Indonesia Trainer adalah 10 dokter spesialis kandungan (SP.OG) dan juga 10 Bidan. Keseluruhan Peserta di kegiatan TOT bejumlah 30 orang.</p>
<p>Pelatihan pada hari kedua bersama 30 orang tenaga kesehatan ini dimulai dari pembukaan oleh divisi Training DKT oleh  dr. Erika Indrajaya.</p>
<p>Materi yang disampaikan di hari pertama pelatihan adalah product knowledge yaitu produk Pil KB (Andalan Pil KB, Andalan Fe, Andalan Laktasi, Elzsa,dan Postpil pil KB darurat),  KB Suntik (KB Suntik Andalan 1 dan 2 Bulan, KB Suntik Andalan Gestin F2,dan  KB Suntik Kombinasi 3 Bulan Andalan GESTIN F3),  kontrasepsi menggunakan alat (Implan, IPAS MVA, dan sebagainya), kondom (Fiesta dan Sutra) dan  product knowledge lainnya.</p>
<p>Materi tersebut dibawakan oleh apt. Anissa Chusnul Ayushah merupakan Brand Manager Andalan Pills DKT Indonesia, dr. Thesa Ananda Prima sebagai Medical Advisor DKT Indonesia, dan TIM DKT Indonesia.</p>
<p>Kemudian pelatihan hari terakhir, dilakukan Focus Group Disscusion yang dibagi 3 kelompok : Apoteker (<em>Emergency Contraception</em> : Wawasan, tantangan, dan peluang dari perspektif apoteker), dokter (<em>Manual Vacum Aspiration </em>: Untuk mengetahui hambatan, persepsi, dan factor pendukungnya), dan Bidan (Ayo Ke Bidan : Memahami bagaimana bidan terutama praktik mandiri mempunyai peran yang kuat dan strategi dalam memastikanakses terhadap kontrasepsi tetap terjaga).</p>
<figure id="attachment_5413" aria-describedby="caption-attachment-5413" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5413" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/FGD-Apoteker-DKT-Indonesia-Trainer-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-5413" class="wp-caption-text">FGD Apoteker DKT Indonesia Trainer</figcaption></figure>
<p>Luaran kegiatan TOT DKT academy-DKT Indonesia Trainer adalah tenaga kesehatan (apoteker, dokter, dan bidan) menjadi trainer dalam melakukan edukasi kontrasepsi.</p>
<figure id="attachment_5414" aria-describedby="caption-attachment-5414" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5414" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/Dr-apt-Yusransyah-M.Sc-menyampaikan-hasil-FGD-DKT-Indonesia-Trainer-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-5414" class="wp-caption-text">Dr apt Yusransyah menyampaikan hasil FGD dalam DKT Indonesia trainer</figcaption></figure>
<p>Secara khusus peran apoteker memberikan edukasi penggunaan kontrasepsi yang tepat, baik di pelayanan kesehatan, sebagai pembicara di webinar/ seminar dan kegiatan-kegiatan yang bekerjasama dengan perguruan tinggi farmasi yakni program DKT-<em>Academy</em>,<em> Goes To Campus</em>.</p>
<figure id="attachment_5415" aria-describedby="caption-attachment-5415" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5415" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/apt-Surya-Wahyudi-menyampaikan-hasil-FGD-DKT-Indonesia-Trainer-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-5415" class="wp-caption-text">Apt. Surya Wahyudi menyampaikan hasil FGD</figcaption></figure>
<p>Selain itu DKT Indonesia dengan menghasilkan trainer profesional dari tenaga kesehatan ikut berkonstribusi dalam mensukseskan program pemerintah mendukung Keluarga Berencana (KB).***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/10-apoteker-iai-lolos-sebagai-dkt-indonesia-trainer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peran dan Kewenangan Apoteker dalam Memberikan Konsultasi Kontrasepsi terhadap Perlindungan dan Hak Perempuan Terhadap Akses Kontrasepsi Darurat di Apotek</title>
		<link>https://iainews.net/peran-dan-kewenangan-apoteker-dalam-memberikan-konsultasi-kontrasepsi-terhadap-perlindungan-dan-hak-perempuan-terhadap-akses-kontrasepsi-darurat-di-apotek/</link>
					<comments>https://iainews.net/peran-dan-kewenangan-apoteker-dalam-memberikan-konsultasi-kontrasepsi-terhadap-perlindungan-dan-hak-perempuan-terhadap-akses-kontrasepsi-darurat-di-apotek/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 May 2024 12:08:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[DOWA]]></category>
		<category><![CDATA[kontrasepsi]]></category>
		<category><![CDATA[obat keras]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=1891</guid>

					<description><![CDATA[Oleh Apt. Surya Wahyudi, S.Si., MM (apoteker praktisi komunitas) PERAN dan kewenangan Apoteker dalam memberikan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Apt. Surya Wahyudi, S.Si., MM (apoteker praktisi komunitas)</p>
<p>PERAN dan kewenangan Apoteker dalam memberikan konsultasi kontrasepsi sangat penting khususnya bagi apoteker yang berpraktik di apotek, karena merupakan salah satu sumber informasi Kesehatan yang paling mudah diakses oleh masyarakat.</p>
<p>Sementara itu angka kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih sangat tinggi. Salah satu strategi untuk menurunkan angka kematian ibu (AKI) berdasarkan <em>safe motherhood </em>adalah dengan memenuhi kebutuhan keluarga berencana bagi Wanita usia subur.</p>
<p>Kontribusi Keluarga Berencana (KB) untuk menurunkan AKI melalui :</p>
<ol>
<li>Mengurangi jumlah kehamilan</li>
<li>Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan</li>
</ol>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1893" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/05/Surya-1.png" alt="" width="1134" height="575" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/05/Surya-1.png 1134w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/05/Surya-1-768x389.png 768w" sizes="auto, (max-width: 1134px) 100vw, 1134px" /></p>
<p>Angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> <img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1894" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/05/Surya-2.png" alt="" width="599" height="694" /></strong></p>
<p>Studi oleh Ahmed, 2012  menyebutkan:</p>
<p>Contraceptive Prevalence Rate (CPR) yang tinggi dapat berkontribusi :</p>
<ol>
<li>Menurunkan MMR</li>
<li><u>M</u><u>engurangi 70% kehamilan yang tidak diinginkan</u></li>
<li>25% angka kematian ibu</li>
<li>18% jumlah kematian neonatal</li>
</ol>
<p>Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengenai hak-hak utama perempuan salah satunya adalah hak dalam perkawinan dan keluarga termasuk didalamnya :</p>
<ol>
<li>Mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi</li>
<li>Mendapatkan pelayanan KB dan mendapatkan pilihan berbagai metode kontrasepsi</li>
<li>Mendapatkan hak untuk merencanakan kehamilan, termasuk kapan, dengan siapa, dan berapa banyak</li>
</ol>
<p>Kehamilan yang tidak diinginkan sering terjadi dalam situasi  darurat, seperti :</p>
<ol>
<li>Dosis kontrasepsi oral yang terlewat</li>
<li>Jadwal terlambat untuk injeksi</li>
<li>Hubungan intim yang jarang, seperti <em>Long distance Marriage</em> tanpa kontrasepsi</li>
<li>Kegagalan untuk mendapatkan segala bentuk kontrasepsi</li>
<li>Kegagalan untuk menggunakan segala bentuk kontrasepsi</li>
<li>Kerusakan kondom</li>
<li>Kasus pemerkosaan tanpa jaminan kontrasepsi</li>
</ol>
<p>Menyikapi kondisi saat ini ada beberapa hal penting yang harus dipersiapkan oleh apoteker untuk menunjang kesiapannya dalam memberikan layanan konsultasi kontrasepsi berbasis praktik farmasi klinis di apotek adalah :</p>
<ol>
<li>Apoteker harus terus mengupdate ilmu pengetahuan mereka mengenai kontrasepsi dan kesehatan reproduksi, agar memiliki pengetahuan yang mendalam tentang berbagai jenis kontrasepsi, termasuk pil kontrasepsi, IUD (Intrauterine Device), implan, kondom, dan metode lainnya.</li>
</ol>
<p>Mereka harus mengerti cara kerja, efektivitas, efek samping, serta cara penggunaan yang benar dari masing-masing produk.</p>
<ol start="2">
<li>Apoteker harus mampu berkomunikasi dengan baik dan memberikan informasi yang jelas serta mudah dipahami oleh pasien.</li>
</ol>
<p>Keterampilan ini penting dalam menjelaskan cara penggunaan kontrasepsi, potensi efek samping, dan menjawab pertanyaan yang mungkin dimiliki oleh pasien.</p>
<ol start="3">
<li><strong>A</strong>poteker dapat menyediakan konsultasi yang bersifat pribadi dan menghormati privasi pasien.</li>
</ol>
<p>Mereka harus dapat menciptakan lingkungan yang nyaman agar pasien terbuka dalam membahas kebutuhan dan kekhawatiran mereka tentang kontrasepsi.</p>
<ol start="4">
<li>Apoteker perlu mengikuti kebijakan kesehatan nasional yang berkaitan dengan kontrasepsi.</li>
</ol>
<p>Hal ini termasuk memahami program pemerintah dalam penyediaan kontrasepsi gratis atau bersubsidi dan regulasi tentang siapa saja yang bisa mendapatkan jenis kontrasepsi tertentu.</p>
<ol start="5">
<li>Apoteker perlu bekerja sama dengan dokter dan profesional kesehatan lainnya untuk memberikan rekomendasi kontrasepsi yang paling sesuai bagi pasien.</li>
</ol>
<p>Kolaborasi ini penting untuk memastikan pasien mendapatkan layanan kesehatan reproduksi yang terintegrasi dan menyeluruh.</p>
<ol start="6">
<li>Apoteker dapat melakukan Pelayanan Informasi Obat (PIO) dengan menyediakan brosur, leaflet, atau materi digital yang dapat membantu pasien memahami lebih lanjut tentang pilihan kontrasepsi yang tersedia dan praktik terbaik dalam penggunaannya.</li>
<li>Apoteker dapat melakukan Dokumentasi praktik &amp; Evaluasi Kebutuhan Pasien: Sebelum merekomendasikan jenis kontrasepsi.</li>
</ol>
<p>Apoteker juga harus dapat mengevaluasi berbagai faktor yang mempengaruhi keputusan kontrasepsi, seperti usia, riwayat kesehatan, kebiasaan merokok, dan keinginan untuk memiliki anak di masa depan.</p>
<p>Hal ini membutuhkan kemampuan untuk melakukan wawancara kesehatan yang komprehensif dengan pasien.</p>
<ol start="8">
<li>Dalam hal Pemantauan dan Manajemen Efek Samping, Apoteker harus dapat mengidentifikasi dan mengelola efek samping yang mungkin terjadi dari penggunaan kontraseptif.</li>
</ol>
<p>Mereka juga harus memberikan saran tentang kapan seorang pasien harus berkonsultasi dengan dokter jika efek samping menjadi serius atau mengganggu.</p>
<ol start="9">
<li>Apoteker perlu aktif dalam memberikan pendidikan kepada pasien mengenai penggunaan kontraseptif yang efektif dan aman.</li>
</ol>
<p>Hal ini bisa termasuk demonstrasi cara penggunaan produk, diskusi tentang timing dan konsistensi penggunaan kontraseptif, serta pentingnya penggunaan kondom untuk perlindungan terhadap penyakit menular seksual.</p>
<ol start="10">
<li>Apoteker bisa berperan dalam advokasi dan edukasi di tingkat komunitas untuk meningkatkan kesadaran mengenai kontrasepsi dan kesehatan reproduksi.</li>
</ol>
<p>Ini bisa meliputi kerja sama dengan sekolah, organisasi masyarakat, dan lembaga pemerintah untuk menyelenggarakan seminar dan workshop.</p>
<p>Agar peran apoteker dalam memberikan layanan konsultasi kontrasepsi dapat berhasil dengan baik dalam menurunkan Angka kematian Ibu (AKI) maka sangat perlu adanya dukungan regulasi.</p>
<p>Regulasi yang diperlukan adalah yang memperkuat kewenangan sekaligus sebagai payung hukum bagi apoteker yang melaksanakan praktik di Apotek maupun klinik.</p>
<p>Sampai saat ini kita masih berpegang pada Daftar Obat Wajib Apotek (DOWA), khususnya OWA 1 (lampiran Surat Keputusan menkes No. 347/Menkes/SK/VII/1990, tanggal 16 Juli 1990).</p>
<p>SK tersebut mencantumkan mengenai sediaan oral kontrasepsi. Sayangnya, regulasi tersebut sudah sekian lama belum diperbaharui atau mungkin telah terdegradasi oleh sekian banyak aturan lainnya.</p>
<p>Hal ini membuat apoteker gamang dalam memberikan pelayanan karena menyangkut golongan obat keras.</p>
<p>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar pil kontrasepsi darurat dijual bebas tersedia tanpa resep bagi setiap individu yang membutuhkannya.</p>
<p>WHO juga menyatakan bahwa informasi dan layanan kontrasepsi berdasarkan hak asasi manusia harus bersifat non-diskriminatif dan tersedia.</p>
<p>Layanan kontrasepsi juga harus dapat diakses secara fisik dan ekonomi; dapat diterima; dengan kualitas terbaik; dapat memfasilitasi pengambilan keputusan; dan menjamin privasi dan kerahasiaan.</p>
<p>Menurut WHO Pil Kontrasepsi Darurat merupakan bagian penting dari kesehatan reproduksi</p>
<p>Sebagai Apoteker yang berpraktik di komunitas dengan adanya Undang-undang Kesehatan no 17 tahun 2023 kiranya dapat melindungi Sejawat Apoteker dalam berpraktik.</p>
<p>Seperti yang tertera pada pasal 320 ayat (5) Selain Obat Bebas dan Bebas terbatas, Obat keras tertentu dapat diserahkan oleh apoteker tanpa resep dokter sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.</p>
<p>Penjelasan ayat (5) Yang dimaksud dengan ”Obat keras tertentu” adalah jenis obat keras yang terdapat pembatasan indikasi dan/atau jumlah yang dapat diserahkan oleh apoteker tanpa resep.</p>
<p>Besar harapan kami agar peraturan turunan dari Undang-undang ini nantinya benar-benar dapat memperkuat peran dan kewenangan Apoteker serta melindungi segenap Insan Apoteker dalam menjalankan darma bhaktinya untuk negara.</p>
<p>Salam sehat,  otewe Jogya-Banyuwangi Bis AKAS AAA.***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/peran-dan-kewenangan-apoteker-dalam-memberikan-konsultasi-kontrasepsi-terhadap-perlindungan-dan-hak-perempuan-terhadap-akses-kontrasepsi-darurat-di-apotek/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
