<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KIE &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/kie/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Sep 2025 13:57:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.8</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>KIE &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apt. Yuri dalam Simposium 17 Rakernas dan PIT IAI 2025 : Apoteker Punya Peran Strategis Dalam Konseling Kontrasepsi Oral</title>
		<link>https://iainews.net/apt-yuri-dalam-simposium-17-rakernas-dan-pit-iai-2025-apoteker-punya-peran-strategis-dalam-konseling-kontrasepsi-oral/</link>
					<comments>https://iainews.net/apt-yuri-dalam-simposium-17-rakernas-dan-pit-iai-2025-apoteker-punya-peran-strategis-dalam-konseling-kontrasepsi-oral/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2025 00:43:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[DKT Indonesia Trainer]]></category>
		<category><![CDATA[KIE]]></category>
		<category><![CDATA[kontrasepsi oral]]></category>
		<category><![CDATA[obat wajib apotek]]></category>
		<category><![CDATA[Rakernas dan PIT IAI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7714</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR, IAINews – Berdasarkan Permenkes No 2 Tahun 2025, apoteker sebagai tenaga kesehatan, memiliki peran...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MAKASSAR, IAINews – Berdasarkan Permenkes No 2 Tahun 2025, apoteker sebagai tenaga kesehatan, memiliki peran penting dalam pemberian KIE KB. Pil KB (oral kontrasepsi) termasuk dalam OWA (Obat Wajib Apotek), obat keras yang dapat diserahkan tanpa resep dokter oleh apoteker di apotek.</p>
<p>Apt. Yuri Pratiwi Utami menyampaikan hal itu dalam Simposium 17, rangkaian Rakernas dan PIT IAI 2025 di Makassar, Jumat 29 Agustus 2025 lalu.</p>
<figure id="attachment_7680" aria-describedby="caption-attachment-7680" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="746960" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #746960;" decoding="async" class="size-medium wp-image-7680 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Simposium-17-Rakernas-dan-PIT-IAI-2025-3-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-7680" class="wp-caption-text">apt. Yuri Pratiwi menjawab pertanyaan peserta simposium.</figcaption></figure>
<p>Apt Yuri membawakan topik “Different Women, Different Needs: The Pharmacist’s Guide to Personalized Contraceptive Counseling” yang membahas peran strategis apoteker dalam konseling kontrasepsi oral.</p>
<p>Berdasarkan Permenkes No 2 tahun 2025 tersebut, apoteker tegas disebutkan memiliki peran dalam memberikan konseling kontrasepsi oral.</p>
<p>Peran apoteker dalam konseling kontrasepsi oral terutama dalam memastikan pasien menggunakan obat dengan benar dan efektif.</p>
<p>Pendekatan 5A adalah kerangka kerja yang sistematis dan sangat berguna untuk membantu apoteker dalam memberikan konseling yang komprehensif.</p>
<p>Berikut adalah penjelasan peran apoteker dalam setiap tahapan 5A:</p>
<ol>
<li>Assess (Menilai)</li>
</ol>
<p>Pada tahap ini, apoteker berperan untuk mengumpulkan informasi penting dari pasien. Ini adalah langkah awal yang krusial untuk menentukan jenis konseling yang sesuai. Apoteker harus:</p>
<ul>
<li>Menilai pengetahuan pasien tentang kontrasepsi oral. Apakah pasien sudah tahu cara minum pil, kapan harus mulai, dan apa yang harus dilakukan jika lupa minum.</li>
<li>Mengevaluasi kebutuhan pasien dan tujuannya dalam menggunakan kontrasepsi oral, misalnya untuk menunda kehamilan atau mengatur siklus menstruasi.</li>
<li>Mengidentifikasi potensi masalah atau kekhawatiran yang dimiliki pasien, seperti efek samping, interaksi obat, atau ketidakmampuan untuk patuh (minum pil tepat waktu).</li>
<li>Memeriksa riwayat kesehatan pasien untuk memastikan tidak ada kontraindikasi (misalnya, riwayat trombosis atau penyakit hati) yang bisa berisiko jika menggunakan kontrasepsi oral.</li>
</ul>
<p><img data-dominant-color="625e56" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #625e56;" decoding="async" class="aligncenter wp-image-7715 size-medium not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Para-DKT-Indonesia-Trainer-dalam-Rakernas-dan-PIT-IAI-2025-e1757771837617-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<ol start="2">
<li>Advise (Memberikan Saran)</li>
</ol>
<p>Setelah menilai, apoteker memberikan saran yang jelas dan personal berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan. Apoteker harus:</p>
<ul>
<li>Menjelaskan cara kerja pil kontrasepsi secara sederhana, termasuk bagaimana cara minum pil (setiap hari pada waktu yang sama).</li>
<li>Memberikan panduan praktis mengenai apa yang harus dilakukan jika pasien lupa minum pil, termasuk &#8220;jendela waktu&#8221; yang aman.</li>
<li>Menginformasikan potensi efek samping yang mungkin terjadi (seperti mual, sakit kepala, atau perubahan suasana hati) dan bagaimana cara mengelola atau menghadapinya.</li>
<li>Menekankan pentingnya minum pil secara teratur untuk menjaga efektivitasnya.</li>
</ul>
<ol start="3">
<li>Agree (Menyepakati)</li>
</ol>
<p>Tahap ini melibatkan kolaborasi antara apoteker dan pasien untuk mencapai kesepakatan. Apoteker tidak hanya memberi saran, tetapi juga memastikan pasien setuju dan berkomitmen untuk mengikuti rencana yang telah disusun. Apoteker harus:</p>
<ul>
<li>Membahas kembali rencana penggunaan dan memastikan pasien memahaminya sepenuhnya.</li>
<li>Menjawab semua pertanyaan pasien dan menghilangkan keraguan yang mungkin ada.</li>
<li>Bersama-sama pasien membuat strategi untuk meningkatkan kepatuhan, misalnya dengan menggunakan pengingat (alarm di ponsel) atau menempatkan pil di tempat yang mudah terlihat.</li>
<li>Menyepakati bagaimana mengatasi masalah yang mungkin muncul, seperti jika pasien merasa tidak nyaman dengan efek samping tertentu.</li>
</ul>
<p><img data-dominant-color="805e69" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #805e69;" decoding="async" class="size-medium wp-image-7716 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Booth-DKT-Indonesia-di-Rakernas-dan-PIT-IAI-2025-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<ol start="4">
<li>Assist (Membantu)</li>
</ol>
<p>​Apoteker memberikan bantuan praktis untuk memastikan pasien berhasil menggunakan kontrasepsi oral. Bantuan ini bisa berupa:</p>
<ul>
<li>​Menyediakan materi edukasi seperti brosur atau pamflet yang berisi informasi penting.</li>
<li>Membantu pasien memilih pengingat yang efektif, seperti aplikasi di ponsel atau alarm.</li>
<li>Mengidentifikasi dan mengatasi hambatan yang mungkin dihadapi pasien, misalnya masalah keuangan dalam membeli pil atau kesulitan untuk mendapatkan pil secara rutin.</li>
<li>Menghubungkan pasien dengan profesional kesehatan lain jika diperlukan, seperti dokter atau bidan, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.</li>
</ul>
<ol start="5">
<li>Arrange (Menjadwalkan Tindak Lanjut)</li>
</ol>
<p>​Tahap terakhir ini sangat penting untuk memastikan pasien tidak berhenti menggunakan pil dan untuk mengatasi masalah yang mungkin muncul di kemudian hari. Apoteker harus:</p>
<ul>
<li>​Menjadwalkan kunjungan tindak lanjut atau kontak (misalnya, melalui telepon atau pesan singkat) untuk menanyakan perkembangan pasien.</li>
<li>Mengingatkan pasien untuk mengisi ulang resep sebelum pil habis.</li>
<li>Menawarkan diri sebagai sumber informasi yang berkelanjutan jika pasien memiliki pertanyaan atau mengalami masalah di masa depan.</li>
</ul>
<p>”Melihat antusiasme peserta, kami dari DKT Indonesia Trainer sangat optimis, apoteker sebagai first contact, dapat berperan besar dalam melakukan KIE dan pemilihan metode kontrasepsi yang tepat,’’ ungkap apt. Yuri yang juga seorang akademisi di Fakultas Kedokteran UMB.</p>
<figure id="attachment_7678" aria-describedby="caption-attachment-7678" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="918884" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #918884;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-7678 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Simposium-17-Rakernas-dan-PIT-IAI-2025-1-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-7678" class="wp-caption-text">Simposium 17, Rakernas dan PIT IAI 2025</figcaption></figure>
<p>Simposium 17 ini merupakan salah satu materi yang sangat diminati oleh para apoteker yang hadir di Pekan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia tahun 2025, dengan jumlah pendaftar peserta simposium sebanyak 500 orang.</p>
<p>‘’Sebagai salah satu DKI Indonesia Trainer, saya ingin menyampaikan terimakasih kepada PP IAI yang memberi kesempatan dan dukungan kepada DKT Indonesia dalam Rakernas dan PIT IAI 2025 kali ini,’’ ungkap apt Yuri Pratiwi Utami, yang merupakan salah satu DKT Indonesia Trainer.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apt-yuri-dalam-simposium-17-rakernas-dan-pit-iai-2025-apoteker-punya-peran-strategis-dalam-konseling-kontrasepsi-oral/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apoteker Punya Peran Penting dalam KIE Farmakovigilans</title>
		<link>https://iainews.net/apoteker-punya-peran-penting-dalam-kie-farmakovigilans/</link>
					<comments>https://iainews.net/apoteker-punya-peran-penting-dalam-kie-farmakovigilans/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2025 06:03:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[adverse drug reaction]]></category>
		<category><![CDATA[Balai POM]]></category>
		<category><![CDATA[ESO]]></category>
		<category><![CDATA[farmakovigilans]]></category>
		<category><![CDATA[Febbyasi Megawaty Rangka]]></category>
		<category><![CDATA[KIE]]></category>
		<category><![CDATA[KTD]]></category>
		<category><![CDATA[MESO]]></category>
		<category><![CDATA[Siloam Hospital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=5565</guid>

					<description><![CDATA[TANGERANG, IAINews – Dalam pelaksanaan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) farmakovigilans, apoteker memiliki peranan yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>TANGERANG, IAINews – Dalam pelaksanaan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) farmakovigilans, apoteker memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun sistem.</p>
<p>Pentingnya peran apoteker dalam KIE farmakovigilans tersebut disampaikan dalam kegiatan bertajuk ‘KIE Farmakovigilans bagi Tenaga Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan’.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5566 aligncenter" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/diskusi-panel-Febbyasi-Megawaty-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Acara yang diselenggarakan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tangerang di Gedung MYC, Universitas Pelita Harapan beberapa waktu lalu ini, dibuka oleh M. Sony Mughofir, S.Si, Kepala Balai POM Tangerang.</p>
<p>Diikuti oleh 96 peserta, terdiri atas 7 orang petugas dari Balai POM Tangerang dan 89 tenaga kesehatan perwakilan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, serta Puskesmas di Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang.</p>
<p>Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat penerapan Peraturan BPOM Nomor 15 Tahun 2022 tentang Penerapan Farmakovigilans, sekaligus mendukung implementasi program tersebut.</p>
<p>Keberhasilan program farmakovigilans sangat dipengaruhi oleh peran aktif tenaga kesehatan dalam Monitoring Efek Samping Obat (MESO).</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5567 aligncenter" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/Dra.-Ega-Febrina-Apt.-dari-Tim-Kerja-Pengawasan-Keamanan-Obat-Narkotika-Psikotropika-dan-Prekursor-BPOM-Febbyasi-Megawaty-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Salah satu tujuan utama MESO adalah mendeteksi Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) atau Efek Samping Obat (ESO).</p>
<p>Penekanan dasar hukum kegiatan ini merujuk pada Undang-Undang Kesehatan Tahun 2023 Pasal 141 Ayat 3, yang menyatakan bahwa penggunaan obat, obat bahan alam, dan alat kesehatan harus memperhatikan keselamatan pasien, baik oleh industri farmasi maupun tenaga kesehatan.</p>
<p>Pemateri pertama adalah apt. Dra. Ega Febrina, dari Tim Kerja Pengawasan Keamanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Balai POM.</p>
<p>Dikatakan, farmakovigilans merupakan pengawasan terhadap keamanan obat selama seluruh siklus hidupnya, guna melindungi keselamatan pasien.</p>
<p>Ia menekankan peran tenaga kefarmasian sebagai <em>key players</em> dalam pendekatan manajemen risiko, mulai dari identifikasi, penanganan, pengendalian, pengkajian, komunikasi, hingga pelaporan.</p>
<p>Pelaporan elektronik e-MESO dapat diakses melalui laman: <a href="https://e-meso.pom.go.id" target="_blank" rel="noopener">https://e-meso.pom.go.id</a>, terutama jika ditemukan KTD atau ESO yang serius, khususnya terkait obat baru.</p>
<p>Pemateri kedua, apt. Tuty Sriwahyuni, M.Pharm-Klin, FACP, dari Siloam Hospitals, menyoroti pentingnya keterlibatan aktif apoteker dalam membangun sistem farmakovigilans.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5568 aligncenter" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/Foto-bersama-peserta-Febbyasi-Megawaty-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Berdasarkan survei, 79,34% tenaga kesehatan belum pernah melaporkan KTD atau ESO, dengan alasan utama adalah kurangnya pemahaman mengenai prosedur dan lembaga pelapor yang berwenang.</p>
<p>Oleh karena itu, tenaga kefarmasian diharapkan memahami risiko dan gejala <em>Adverse Drug Reaction</em> (ADR), termasuk predisposisi, interaksi obat, dan mekanisme ADR.</p>
<p>Penilaian dapat dilakukan menggunakan algoritma seperti Naranjo (1981), Liverpool Causality Assessment Tool (2011), atau Uppsala Monitoring Center (2013) untuk menilai probabilitas kejadian.</p>
<p>Akhir kegiatan diberikan pelatihan menggunakan e-MESO agar tenaga kesehatan dapat menjalankan program farmakovigilans di tempat masing-masing.</p>
<p>Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta dengan hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan nilai rata-rata pretest sebesar 63,15 meningkat menjadi 91,69 pada posttest.</p>
<p>Para peserta merasa kegiatan ini bermanfaat dan relevan. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pemantauan pelaporan KTD/ ESO dari fasilitas pelayanan kesehatan.</p>
<p>Selain itu, beberapa aspek pelaksanaan akan dievaluasi sebagai bahan perbaikan untuk kegiatan berikutnya.***</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apoteker-punya-peran-penting-dalam-kie-farmakovigilans/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PP IAI dan BPOM RI Kukuhkan PENDEKAR di Puncak World Pharmacist Day 2024</title>
		<link>https://iainews.net/pp-iai-dan-bpom-ri-kukuhkan-pendekar-di-puncak-world-pharmacist-day-2024/</link>
					<comments>https://iainews.net/pp-iai-dan-bpom-ri-kukuhkan-pendekar-di-puncak-world-pharmacist-day-2024/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2024 02:15:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[Apoteker Bertamu]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM RI]]></category>
		<category><![CDATA[KIE]]></category>
		<category><![CDATA[kosmetik]]></category>
		<category><![CDATA[obat bahan alam]]></category>
		<category><![CDATA[Pendekar OBASKK]]></category>
		<category><![CDATA[suplemen kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[World Pharmacist Day 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=3876</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, IAINews &#8211; World Pharmacist Day (WPD) atau Hari Apoteker Sedunia adalah perayaan global yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, IAINews &#8211;</strong> World Pharmacist Day (WPD) atau Hari Apoteker Sedunia adalah perayaan global yang melibatkan apoteker di seluruh dunia, baik di bidang pelayanan, pendidikan, penelitian, wirausaha, maupun semua sektor kefarmasian.</p>
<p>Tahun 2024, tema yang diusung oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui World Health Organisation (WHO) adalah &#8220;Pharmacists: Meeting Global Health Needs&#8221; atau &#8220;Apoteker: Memenuhi Kebutuhan Kesehatan Global.&#8221; Tema ini mencerminkan harapan atas kontribusi apoteker yang telah diakui secara global dalam mendukung kesehatan masyarakat dunia.</p>
<p>Setiap negara memiliki cara unik untuk merayakan WPD 2024, termasuk Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). IAI membagi perayaan menjadi tiga kategori utama: Branding, Edukasi, dan Challenge.</p>
<p>Untuk kategori Branding, partisipasi dilakukan melalui media sosial dengan mengisi twibbon dan mengunggahnya ke akun masing-masing, mulai dari 25 September hingga 20 Oktober 2024.</p>
<p>Pada kategori Edukasi, diadakan program seperti Kampung ASK ME DAGUSIBU, Apoteker Bertamu (Berantas Tuberculosis Bersamamu), bimbingan teknis penyuluh obat bahan alam, suplemen kesehatan, dan kosmetik.</p>
<figure id="attachment_3878" aria-describedby="caption-attachment-3878" style="width: 1378px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3878" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/image1-13.jpg" alt="" width="1378" height="1033" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/image1-13.jpg 1378w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/image1-13-100x75.jpg 100w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/image1-13-768x576.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1378px) 100vw, 1378px" /><figcaption id="caption-attachment-3878" class="wp-caption-text">Ibu Nurvika Widyaningrum, S.Si., Apt., M.Epid. dalam memberikan sambutan (Sumber: Dokumentasi pribadi)</figcaption></figure>
<p>Program ini bekerja sama dengan BPOM RI untuk memberdayakan masyarakat agar lebih paham tentang penggunaan obat dan kesehatan.</p>
<p>Sementara itu, kategori Challenge ditujukan bagi apoteker yang ingin berkontribusi dengan menulis berita, feature, atau opini mengenai WPD di daerah masing-masing. Tulisan dapat dikirimkan sebelum 20 Oktober 2024, dengan syarat yang tertera di akun media sosial IAI.</p>
<p>Puncak acara WPD IAI 2024 digelar dalam bentuk bimbingan teknis (bimtek) yang bekerja sama dengan BPOM RI. Acara ini bertajuk &#8220;Bimbingan Teknis Penyuluh dan Kader Farmasi untuk Obat Bahan Alam, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik&#8221; atau Bimtek PENDEKAR OBASKK. Acara ini diselenggarakan secara daring dan luring, diikuti oleh lebih dari 2.000 apoteker dari seluruh Indonesia. Di penghujung acara, dilakukan pengukuhan PENDEKAR OBASKK.</p>
<p>Ketua Umum PP IAI, apt. Noffendri, S.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran apoteker yang telah diakui secara global. Ia mengajak para apoteker di berbagai bidang—baik pelayanan, akademisi, maupun penelitian—untuk terus mengembangkan peran mereka.</p>
<p>Melalui program PENDEKAR OBASKK, IAI menargetkan dapat mengedukasi 25.000 masyarakat di seluruh Indonesia sebelum akhir tahun 2024.</p>
<p>Acara ini resmi dibuka oleh Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM, Nurvika Widyaningrum, S.Si., Apt., M.Epid.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya keterlibatan apoteker dalam memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) terkait penggunaan obat bahan alam, suplemen, dan kosmetik. BPOM RI juga memperkenalkan aplikasi BPOM Mobile, serta menyediakan bahan KIE dalam bentuk file PowerPoint untuk mempermudah para PENDEKAR OBASKK dalam menjalankan tugas edukasi mereka.</p>
<p>Meskipun program ini mendapat apresiasi, tantangan tetap ada, seperti menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan informasi terkait obat-obatan dan produk kesehatan.</p>
<p>Apoteker perlu bergerak lebih cepat dan proaktif dalam memberikan edukasi, terutama mengenai penggunaan obat bahan alam yang tidak selalu diawasi dengan baik.</p>
<p>Salah satu program unggulan yang akan diluncurkan pada tahun ini adalah &#8220;Apoteker Bertamu.&#8221; Program ini bertujuan untuk mendekatkan apoteker dengan komunitas lokal melalui edukasi langsung terkait isu-isu kesehatan mendesak, seperti penggunaan obat yang tepat dan pencegahan penyakit menular seperti Tuberkulosis.</p>
<p>Pendekatan personal ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi kesehatan dan menjadi inspirasi untuk inisiatif serupa di masa depan.</p>
<p>WPD 2024 diharapkan bukan hanya menjadi perayaan rutin, tetapi juga momentum untuk merefleksikan peran apoteker dalam menghadapi tantangan kesehatan global yang semakin kompleks.</p>
<p>Pertanyaan penting yang muncul adalah: Apakah langkah-langkah yang diambil sudah cukup cepat dan efektif, atau masih ada ruang untuk inovasi?</p>
<p>Melalui puncak acara ini, PP IAI dan BPOM RI berharap dapat meningkatkan efektivitas program pemberdayaan masyarakat agar masyarakat terlindungi dari produk obat bahan alam, suplemen kesehatan, dan kosmetik yang berbahaya.</p>
<p>Harapan besar lainnya adalah kolaborasi dengan BPOM dapat terus diperkuat, sehingga para apoteker dapat lebih aktif berperan sebagai penyuluh kesehatan di komunitas mereka. Semoga target ini tercapai, dan apoteker Indonesia terus berjaya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/pp-iai-dan-bpom-ri-kukuhkan-pendekar-di-puncak-world-pharmacist-day-2024/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
