<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kesehatan global &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/kesehatan-global/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 28 Aug 2025 06:45:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>kesehatan global &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sinergi One Health: Menteri Pertanian Tekankan Kolaborasi Kefarmasian dan Pertanian</title>
		<link>https://iainews.net/sinergi-one-health-menteri-pertanian-tekankan-kolaborasi-kefarmasian-dan-pertanian/</link>
					<comments>https://iainews.net/sinergi-one-health-menteri-pertanian-tekankan-kolaborasi-kefarmasian-dan-pertanian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2025 06:45:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Amran Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Fitofarmaka]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan global]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[One Health]]></category>
		<category><![CDATA[PIT IAI Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Rakernas IAI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7162</guid>

					<description><![CDATA[Makassar, IAI News – Dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Makassar, IAI News</strong> – Dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia (Rakernas &amp; PIT IAI) 2025 di Makassar, Menteri Pertanian Republik Indonesia, <strong>Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.</strong>, menyampaikan <em>Keynote Speech</em> yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan <em>One Health</em>.</p>
<p>Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pertanian dan kefarmasian memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan kesehatan dan ketahanan pangan nasional.</p>
<p>“<em>One Health</em> adalah jalan untuk menjamin kesehatan manusia, hewan, dan ekosistem secara berkelanjutan. Sinergi pertanian dan kefarmasian akan menjadi pilar penting dalam transformasi kesehatan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya di hadapan lebih dari 1.500 peserta Rakernas &amp; PIT IAI.</p>
<p>Menurut Menteri Pertanian, pertanian merupakan penggerak ekonomi nasional. Data BPS mencatat kontribusi sektor pertanian mencapai Rp 1.934 triliun pada 2020 dengan multiplier effect hingga 29 kali lipat.</p>
<p>Pangan pun disebutnya sebagai persoalan hidup dan mati bangsa, sebagaimana pernah ditegaskan oleh Presiden Soekarno. Oleh karena itu, pengelolaan pangan, obat, dan kesehatan harus terintegrasi.</p>
<p>Pendekatan <em>One Health</em>, yang diinisiasi bersama WHO, FAO, WOAH, dan UNEP, menggarisbawahi bahwa kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan saling terhubung. Lebih dari 60% penyakit menular yang menjangkiti manusia berasal dari hewan (zoonosis). Dengan sinergi lintas sektor, Indonesia diyakini mampu memperkuat sistem deteksi dini, respons cepat, dan koordinasi terpadu menghadapi ancaman kesehatan global.</p>
<p>Selain fokus pada ketahanan pangan dan kesehatan, Menteri juga menekankan pengembangan <strong>fitofarmaka</strong> berbasis kekayaan hayati nusantara.</p>
<p>Indonesia adalah rumah bagi 80% tanaman obat dunia, namun baru 22 produk fitofarmaka yang beredar resmi di pasaran. Melalui UU Kesehatan Nomor 17/2023 dan sejumlah kebijakan pendukung, pemerintah berkomitmen mempercepat pemanfaatan bahan obat alami.</p>
<p>“Selama pandemi COVID-19, lebih dari 79% masyarakat Indonesia menggunakan obat tradisional untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Ini menunjukkan potensi besar sekaligus peluang industri farmasi kita untuk bangkit,” jelas Andi Amran.</p>
<p>Kerja sama antara dokter hewan dan apoteker juga dinilai penting dalam riset dan pengembangan obat hewan berbasis herbal. Ekspor obat hewan alami Indonesia bahkan tumbuh hingga 23%, mencapai Rp 450 miliar, dan membuka peluang besar di Asia Tenggara serta Timur Tengah.</p>
<p>Namun demikian, tantangan masih ada, seperti lemahnya regulasi, keterbatasan standardisasi, dan minimnya riset berbasis bukti. Menteri Pertanian mendorong sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, akademisi, dan industri untuk bersama-sama mengatasinya.</p>
<p>Di akhir pidatonya, Andi Amran menegaskan bahwa <em>One Health</em> bukan hanya slogan, tetapi langkah nyata untuk memastikan pelayanan kesehatan lebih berkualitas, menjamin keselamatan pasien, sekaligus mendukung ketahanan pangan dan kesehatan nasional.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/sinergi-one-health-menteri-pertanian-tekankan-kolaborasi-kefarmasian-dan-pertanian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peringati HKN ke-60, PC IAI Pare-Pare Edukasi Bahaya Narkoba di Sekolah dan Kampus</title>
		<link>https://iainews.net/peringati-hkn-ke-60-pc-iai-pare-pare-edukasi-bahaya-narkoba-di-sekolah-dan-kampus/</link>
					<comments>https://iainews.net/peringati-hkn-ke-60-pc-iai-pare-pare-edukasi-bahaya-narkoba-di-sekolah-dan-kampus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Nov 2024 10:17:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Anti Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker penyuluh narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[berita iai]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Kesehatan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[iainews]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan global]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Kompetensi Apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[PC IAI Parepare]]></category>
		<category><![CDATA[PD IAI Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=4338</guid>

					<description><![CDATA[Pare-pare, IAINews.id&#8211; Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang. Menurut Pasal 1 Ayat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pare-pare, IAINews.id</strong>&#8211; Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang.</p>
<p>Menurut Pasal 1 Ayat 1 Undang-Undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009, narkotika didefinisikan sebagai zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, yang bersifat sintetis, alamiah, atau semisintetis sehingga menimbulkan rasa rangsang, halusinasi, dan penurunan kesadaran.</p>
<p>Peredaran narkoba yang semakin tak terkendali saat ini telah menimbulkan keresahan di berbagai kalangan.</p>
<p>Akses yang mudah terhadap zat berbahaya ini mendorong angka penggunaannya terus meningkat, menciptakan dampak negatif yang semakin meresap dalam kehidupan masyarakat.</p>
<p>Seiring dengan semakin canggihnya jaringan peredaran narkoba, para penggunanya pun semakin bertambah, dari kalangan remaja hingga orang dewasa, yang berpotensi menghancurkan masa depan mereka.</p>
<p>Perilaku ini dapat membahayakan generasi berikutnya karena ketergantungan narkoba, yang dikenal sebagai &#8220;sakau&#8221;, menyebabkan perasaan tidak nyaman dan bahkan rasa sakit yang parah.</p>
<p>Data Kominfo 2021 menyebutkan sebanyak 82,4% remaja berusia 15-35 tahun berstatus pemakai, 47,1% pengedar, dan 31,4% kurir.</p>
<p>Dalam Rangka HKN ke-60,  Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Pengurus Cabang (PC) Pare-Pare melaksanakan penyuluhan bahaya narkoba di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) pada Rabu 6/11/2024, diikuti 500 siswa, 50 tenaga guru dan staf, serta 24 Apoteker.</p>
<p>Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan peran apoteker dalam upaya pemberantasan narkoba melalui penyuluhan dan edukasi ke generasi bangsa.</p>
<p>Ketua PC IAI Pare-Pare, apt. Akbar., S.Farm., MM dalam sambutannya mengungkapkan agar seluruh profesi kesehatan senantiasa ada dan membawa manfaat bagi semua kalangan masyarakat, khususanya IAI selalu ada mengabdi untuk sehatkan bangsa.</p>
<p>“IAI diharapkan bisa menjadi garda terdepan dalam mengedukasi terkait bahaya penyalahgunaan narkoba di semua kalangan dan tingkatan”, lanjutnya.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4340" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/pare2.jpg" alt="" width="1280" height="960" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/pare2.jpg 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/pare2-100x75.jpg 100w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/pare2-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p style="text-align: center;">apt. Akbar., S.Farm., MM., memberikan sambutan didampingi pihak sekolah MTsN Pare-Pare</p>
<p>Penyuluhan ini dimulai dari penjelasan tentang pengertian Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan) yang disampaikan oleh apt. Hj. Amalia Syamsu Alam, S.Farm.</p>
<p>“Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang”, jelas apt. Hj. Amaliah.</p>
<p>”Penyalahgunaan narkoba diantaranya bisa terjadi komplikasi penyakit seperti kerusakan  otak, susunan saraf, jantung, hingga system reproduksi”, lanjutnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4341" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/pare3.jpg" alt="" width="727" height="744" /></p>
<p style="text-align: center;">apt. Hj. Amalia Syamsu Alam, S.Farm memberikan penyuluhan</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4342" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/pare4.jpg" alt="" width="1600" height="719" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/pare4.jpg 1600w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/pare4-768x345.jpg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/pare4-1536x690.jpg 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p style="text-align: center;">Antusiasme siswa/siswi MTsN Pare-Pare</p>
<p>Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Pare-Pare (UMPAR), pada Sabtu, 9/11/2024, diikuti 104 mahasiswa dari berbagai fakultas, dimana apt. Sakiyah Syahrir, S.Si, M.Si., sebagai pemateri.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4343" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/pare5.jpg" alt="" width="1437" height="1032" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/pare5.jpg 1437w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/pare5-768x552.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1437px) 100vw, 1437px" /></p>
<p style="text-align: center;">Ketua IAI Pare-Pare memberikan sambutan di UMPAR</p>
<p>Dalam pertemuan itu dibahas tentang pengertian narkotika sebagai zat atau obat yang berasal dari tanaman, atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau hilangnya kesadaran.</p>
<p>“Hilangnya rasa dan mengurangi nyeri dapat mengakibatkan ketergantungan. Tak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini.” tuturnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4344" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/pare6.jpg" alt="" width="1327" height="1034" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/pare6.jpg 1327w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/pare6-768x598.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1327px) 100vw, 1327px" /></p>
<p style="text-align: center;"> apt. Sakiyah Syahrir, S.Si, M.Si. memberikan penyuluhan di UMPAR</p>
<p>“Meski ada beberapa jenis yang diperbolehkan dipakai untuk keperluan pengobatan, namun tetap saja harus mendapatkan pengawasan ketat dari dokter. Ada banyak bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan, di antaranya adalah dehidrasi, halusinasi, menurunnya tingkat kesadaran, dan gangguan kualitas hidup”, lanjutnya.</p>
<p>Ketua PC IAI Kota Pare-Pare menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada semua pihak yang telah berkontribusi, yakni PC IAI Kota Pare-Pare, MTs Negeri Pare-Pare, Universitas Muhammadiyah Pare-Pare, PD IAI Sulsel, dan Pengurus Himpunan Apoteker Penyuluh Narkoba PD IAI Sulsel yang telah membekali para penyuluh dalam kegiatan ini.</p>
<p>Kolaborasi ini dapat terus berlanjut demi menciptakan generasi yang bebas dari bahaya narkoba, serta mendukung upaya bersama dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan teredukasi dengan baik.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/peringati-hkn-ke-60-pc-iai-pare-pare-edukasi-bahaya-narkoba-di-sekolah-dan-kampus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DESA PERTAMA DI INDONESIA YANG JADI PELOPOR PENGGUNAAN ANTIBIOTIK BIJAK</title>
		<link>https://iainews.net/desa-pertama-di-indonesia-yang-jadi-pelopor-penggunaan-antibiotik-bijak/</link>
					<comments>https://iainews.net/desa-pertama-di-indonesia-yang-jadi-pelopor-penggunaan-antibiotik-bijak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Nov 2024 03:53:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[berita iai]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[farmasi klinis unbi]]></category>
		<category><![CDATA[iai news]]></category>
		<category><![CDATA[IAI PD Bali]]></category>
		<category><![CDATA[iainews]]></category>
		<category><![CDATA[IGA Rai Widowati]]></category>
		<category><![CDATA[ikatan apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan global]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[ohcc udayana]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[pharmacist]]></category>
		<category><![CDATA[resistensi antimikroba]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bali Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[waaw2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=4316</guid>

					<description><![CDATA[Tabanan, Bali @IAINews.id – Resistensi antimikroba atau antimicrobial resistance (AMR) menjadi ancaman terbesar bagi kesehatan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tabanan, Bali @IAINews.id</strong> – Resistensi antimikroba atau <em>antimicrobial resistance</em> (AMR) menjadi ancaman terbesar bagi kesehatan global.</p>
<p>Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) memperingatkan bahwa penyalahgunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan dampak yang fatal, bahkan memicu “<em>silent pandemic</em>” yang mengancam ribuan nyawa.</p>
<p>Berdasarkan data WHO, pada tahun 2019, tercatat 1,27 juta kematian global akibat AMR, dan diproyeksi akan terjadi kelonjakan menjadi 10 juta kematian per tahun pada 2050 jika penggunaan antibiotik yang tidak rasional terus dilakukan.</p>
<p>Namun, di tengah ancaman tersebut, sebuah inisiatif di Bali menjadi harapan baru.</p>
<p>Dalam rangka World Antibiotics Awareness Week (WAAW) yang jatuh pada 18-24 November setiap tahunnya, SAJAKA dilaunching.</p>
<p><strong>Apa itu SAJAKA?</strong></p>
<p>Program SAJAKA (Desa Bijak Antibiotik)  bertujuan untuk menanggulangi permasalahan AMR dengan pendekatan edukasi yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga, tenaga kesehatan, peternak, hingga siswa sekolah.</p>
<p>SAJAKA diinisiasi oleh One Health Coordinating Center (OHCC) Universitas Udayana berkolaborasi dengan program studi Farmasi Klinis Universitas Bali Internasional (UNBI) dan program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Dhyana Pura.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4320" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/sajaka4-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1920" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/sajaka4-scaled.jpg 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/sajaka4-100x75.jpg 100w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/sajaka4-768x576.jpg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/sajaka4-1536x1152.jpg 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/sajaka4-2048x1536.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p style="text-align: center;">Tim SAJAKA berfoto bersama</p>
<p>Turut juga dalam kolaborasi ini, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi Bali, Persatuan Ahli Mikrobilogi Klinis (PAMKI) Bali, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Provinsi Bali, dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Bali.</p>
<p>Desa di wilayah Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali, menjadi desa pertama di Indonesia yang mempelopori program penggunaan antibiotik secara bijak.</p>
<p>Program ini yang diluncurkan sejak Juli 2022 dimana Desa Bengkel sebagai pilot project.</p>
<p>Pada tahun 2023-2024 program ini dipeluas ke empat desa, yaitu Buwit, Nyitdah, Belalang, dan Pejaten.</p>
<p><strong>Menjangkau Ratusan Masyarakat</strong></p>
<p>Prof. Dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Koordinator One Health Coordinating Center (OHCC) Universitas Udayana, mengungkapkan bahwa pendekatan lintas sektoral yang digunakan telah berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penggunaan antibiotik secara bijak.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4319" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/sajaka3-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1920" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/sajaka3-scaled.jpg 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/sajaka3-100x75.jpg 100w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/sajaka3-768x576.jpg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/sajaka3-1536x1152.jpg 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/sajaka3-2048x1536.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p style="text-align: center;">Prof. Sri Budayanti menyerahkan cinderamata kepada 4 kepala desa</p>
<p>“Kami berhasil mengedukasi sebanyak 399 ibu rumah tangga dan memperkuat peran mereka sebagai pengambil keputusan dalam kesehatan keluarga,” ujar Sri Budayanti saat diseminasi laporan program Sajaka pada 20 November 2024.</p>
<p>Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk mencegah penyalahgunaan antibiotik.</p>
<p>Selain itu, lebih dari 400 siswa juga dilibatkan dalam edukasi interaktif yang membahas AMR dan antibiotik, dengan menggunakan flipchart.</p>
<p>Hal ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan penggunaan antibiotik yang tepat sejak dini. Ini melibatkan 15 edukator yang dilatih untuk memperkuat pemahaman dan praktik penggunaan antibiotik yang bertanggung jawab.</p>
<p><strong>Keterlibatan Masyarakat dan Pihak Swasta</strong></p>
<p>Tidak hanya itu, keterlibatan masyarakat dalam program ini sangat signifikan.</p>
<p>Kepala Desa Nyitdah, Drs. Dewa Putu Alit Artha, mengungkapkan bahwa mereka telah melibatkan kader posyandu dan bidan desa untuk mensosialisasikan penggunaan antibiotik yang bijak.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4317" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/sajaka1-scaled.jpg" alt="" width="1920" height="2560" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/sajaka1-scaled.jpg 1920w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/sajaka1-768x1024.jpg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/sajaka1-1152x1536.jpg 1152w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/sajaka1-1536x2048.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /></p>
<p style="text-align: center;">Camat Kediri Tabanan menyampaikan apresiasi SAJAKA</p>
<p>“Sosialisasi ini dilakukan dalam berbagai kegiatan, mulai dari posyandu balita, ibu hamil, posyandu remaja, hingga senam lansia,” ujar Alit Artha.</p>
<p>Keterlibatan pihak swasta, seperti Pfizer Indonesia, juga memberikan dampak positif.</p>
<p>Pfizer Indonesia turut serta dalam memberikan pendanaan untuk memperluas cakupan program keempat desa tambahan, serta mendukung pelatihan untuk tenaga medis dan masyarakat.</p>
<p>Senior Manager Global Policy &amp; Public Affairs Pfizer Indonesia, Khoirul Amin, menegaskan pentingnya pencegahan AMR di semua lapisan masyarakat.</p>
<p>“Keterlibatan kami dalam program SAJAKA merupakan komitmen untuk mendukung kemajuan sektor kesehatan Indonesia,” kata Khoirul.</p>
<p><strong>Menyongsong Masa Depan yang Lebih Sehat</strong></p>
<p>Seiring dengan semakin banyaknya desa yang bergabung dalam program SAJAKA, tim berharap dapat terus meningkatkan efektivitas program ini.</p>
<p>Diharapkan, dengan edukasi yang berkelanjutan, penyalahgunaan antibiotik dapat ditekan, dan AMR dapat dicegah, sehingga dapat menyelamatkan nyawa dan mengurangi angka kematian di masa depan.</p>
<p>“Kami berkomitmen mendukung penggunaan antibiotik yang bijak dengan menghimbau seluruh anggota IAI Bali agar tidak lagi memberikan antibiotik tanpa resep”, demikian ditegaskan oleh apt. I Gede Purna Yogi Suara, S.Si., Wakil Ketua III IAI Bali yang juga pemilik jejaring apotekKu Group.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4318" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/sajaka2.jpg" alt="" width="1332" height="1601" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/sajaka2.jpg 1332w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/sajaka2-768x923.jpg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/sajaka2-1278x1536.jpg 1278w" sizes="auto, (max-width: 1332px) 100vw, 1332px" /></p>
<p style="text-align: center;">apt. Yogi Suara mendukung SAJAKA</p>
<p>Program ini adalah contoh nyata bagaimana upaya kolektif dari pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor swasta dapat menyelesaikan masalah besar yang mengancam kesehatan global.</p>
<p>Dengan langkah-langkah yang tepat, Indonesia dapat menjadi contoh bagi dunia dalam menghadapi masalah AMR.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/desa-pertama-di-indonesia-yang-jadi-pelopor-penggunaan-antibiotik-bijak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KENALKAN ANTIBIOTIK SEJAK DINI! ‘KARINA’ JADI PRIMADONA PARA BOCIL</title>
		<link>https://iainews.net/kenalkan-antibiotik-sejak-dini-karina-jadi-primadona-para-bocil/</link>
					<comments>https://iainews.net/kenalkan-antibiotik-sejak-dini-karina-jadi-primadona-para-bocil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Nov 2024 06:11:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[antimicrobial resistance]]></category>
		<category><![CDATA[berita iai]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[farmasi klinis unbi]]></category>
		<category><![CDATA[flipchart Karina]]></category>
		<category><![CDATA[iai news]]></category>
		<category><![CDATA[IGA Rai Widowati]]></category>
		<category><![CDATA[ikatan apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan global]]></category>
		<category><![CDATA[pekan resistensi antimikroba]]></category>
		<category><![CDATA[pencegahan resistensi antibiotik]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Promosi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[resistensi antimikroba]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bali Internasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=4259</guid>

					<description><![CDATA[Gianyar @IAINews.id &#8211; Dalam rangka memperingati Pekan Kesadaran Resistensi Antibiotik Sedunia atau World Antibiotic Awareness...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gianyar @IAINews.id</strong> &#8211; Dalam rangka memperingati Pekan Kesadaran Resistensi Antibiotik Sedunia atau World Antibiotic Awareness Week (WAAW), terlaksana pengabdian masyarakat di Sekolah Dasar Negeri 3 Celuk, Gianyar Bali, pada Jumat 15 November 2024.</p>
<p>Tema WAAW 2024 adalah “Mendidik/<em>Educate</em>, Menganjurkan/<em>Advocate</em>, Bertindak/<em>Act Now</em>” .</p>
<p>Tema ini dipilih berdasarkan masukan dari survei <em>online</em> di antara para pemangku kepentingan di sektor kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan, yang mengumpulkan hampir 200 tanggapan secara global.</p>
<p>Tim pengabdian masyarakat terdiri dari mahasiswa program studi Farmasi Universitas Bali Internasional (UNBI) berkolaborasi dengan Rumah Sakit Ganesha Gianyar meluncurkan inovasi edukasi yang menarik dan penuh warna yaitu <em>flipchart</em> “KARINA”, sebuah alat bantu visual yang dirancang khusus untuk mendekati anak-anak (bocil) dan meningkatkan pemahaman mereka tentang penggunaan antibiotik yang bijak.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4261" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/Karina4.jpg" alt="" width="1280" height="960" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/Karina4.jpg 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/Karina4-100x75.jpg 100w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/Karina4-768x576.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p style="text-align: center;">dr. I Wayan Agus Gede Manik Saputra bersama mahasiswa farmasi UNBI</p>
<p>Kegiatan ini bukan hanya sekadar kampanye, tetapi juga sebuah upaya nyata untuk menanamkan kesadaran sejak dini tentang bahaya penyalahgunaan antibiotik, yang semakin menjadi isu global.</p>
<p><strong>Mengapa Fokus pada Bocil?</strong></p>
<p>Anak-anak adalah generasi masa depan, oleh karena itu, mendidik mereka tentang penggunaan antibiotik yang benar sangatlah penting.</p>
<p>Penyalahgunaan antibiotik sejak usia dini dapat berisiko menyebabkan resistensi antibiotik, yang merupakan salah satu ancaman kesehatan terbesar dunia saat ini.</p>
<p>Tim pengabdian masyarakat ini menyadari bahwa, untuk mencapai perubahan yang lebih luas, edukasi yang menarik dan mudah dipahami harus disampaikan kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan.</p>
<div style="width: 680px;" class="wp-video"><!--[if lt IE 9]><script>document.createElement('video');</script><![endif]-->
<video class="wp-video-shortcode" id="video-4259-1" width="680" height="385" preload="metadata" controls="controls"><source type="video/mp4" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/Karina6.mp4?_=1" /><a href="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/Karina6.mp4" target="_blank" rel="noopener">https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/Karina6.mp4</a></video></div>
<p><strong><em>Flipchart</em> &#8220;KARINA&#8221; hadir sebagai solusi inovatif. </strong></p>
<p>Dibuat dengan gambar-gambar lucu, karakter yang menggemaskan, dan bahasa yang sederhana, <em>flipchart</em> ini bertujuan untuk membuat anak-anak tidak hanya memahami, tetapi juga mengingat dengan baik pesan-pesan penting tentang penggunaan antibiotik yang tepat.</p>
<p>Melalui karakter &#8220;KARINA&#8221; yang selalu ceria, edukasi menjadi lebih menyenangkan dan mudah diingat oleh para bocil.</p>
<p><strong>Cerita Dibalik &#8220;KARINA&#8221;</strong></p>
<p>“KARINA” merupakan singkatan dari &#8220;Kita Atasi Resistensi Antibiotik Bersama Anak&#8221;, dikembangkan oleh dr. I Wayan Agus Gede Manik Saputra, SpKedKlin., SpMK., seorang ahli mikrobiologi klinis yang <em>concern</em> terhadap <em>antimicrobial resistance</em>.</p>
<p>Karakter “KARINA” digambarkan sebagai sosok pahlawan kecil yang siap membantu anak-anak memahami cara tepat dalam menggunakan antibiotik.</p>
<p>Setiap halaman <em>flipchart</em> berisi informasi yang dijelaskan dengan cara yang mudah dipahami oleh anak-anak.</p>
<p>Misalnya, tentang kapan antibiotik harus digunakan, mengapa tidak boleh mengkonsumsi antibiotik tanpa resep dokter, dan apa dampak dari penyalahgunaan antibiotik.</p>
<p><strong>Aktivitas Seru dengan Bocil</strong></p>
<p>Selama WAAW 2024, tim pengabdian masyarakat tidak hanya menjelaskan <em>flipchart</em> “KARINA”, tetapi juga melibatkan anak-anak dalam berbagai aktivitas seru.</p>
<p>Mereka diajak untuk berinteraksi langsung melalui permainan dan kuis.</p>
<p>Para murid yang berpartisipasi dalam kegiatan ini juga mendapatkan kesempatan untuk berkreasi, dengan bernyanyi bersama dengan lagu Dagusibu Obat, sehingga mereka mengingat bagaimana cara yang benar untuk menggunakannya.</p>
<div style="width: 480px;" class="wp-video"><video class="wp-video-shortcode" id="video-4259-2" width="480" height="848" preload="metadata" controls="controls"><source type="video/mp4" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/Karina5.mp4?_=2" /><a href="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/Karina5.mp4" target="_blank" rel="noopener">https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/Karina5.mp4</a></video></div>
<p>Hasilnya? Para bocil tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, menjawab pertanyaan tentang antibiotik.</p>
<p><strong>Membangun Kesadaran Masyarakat</strong></p>
<p>Edukasi seperti ini, meskipun menyasar anak-anak, ternyata juga memiliki dampak positif bagi orang tua.</p>
<p>Ketika anak-anak pulang ke rumah dan mulai berbicara tentang antibiotik dengan penuh percaya diri, orang tua mereka pun akan merasa terdorong untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan antibiotik.</p>
<p>Ini adalah langkah penting dalam memerangi resistensi antibiotik, karena perubahan perilaku dimulai dari keluarga, yang kemudian berdampak pada masyarakat luas.</p>
<p>Edukasi berbasis visual seperti <em>flipchart</em> “KARINA” ini terbukti efektif, karena anak-anak dapat memahami konsep yang cukup kompleks dengan cara yang menyenangkan dan penuh warna.</p>
<p>Dengan mengajak anak-anak sebagai agen perubahan (<em>agent of change</em>), diharapkan kesadaran akan pentingnya penggunaan antibiotik yang bijak bisa tersebar dengan lebih cepat.</p>
<p><strong>Harapan di Masa Depan</strong></p>
<p>Tim kolaborasi pengabdian masyarakat berharap, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada peringatan WAAW 2024, tetapi bisa terus diperluas ke sekolah-sekolah, komunitas, dan fasilitas kesehatan lainnya.</p>
<p>Selain itu, mereka juga berencana untuk mengembangkan materi edukasi lebih lanjut, termasuk video animasi dan aplikasi <em>mobile</em>, agar pesan tentang antibiotik yang bijak bisa terus tersampaikan secara lebih luas dan efektif.</p>
<p>Dengan <em>flipchart</em> “KARINA”, hal ini membuktikan bahwa edukasi tidak harus serius dan membosankan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4263" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/Karina3.jpg" alt="" width="960" height="1280" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/Karina3.jpg 960w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/Karina3-768x1024.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px" /></p>
<p>Dengan pendekatan yang kreatif dan penuh kasih sayang, anak-anak bisa belajar tentang kesehatan dengan cara yang menyenangkan, dan membawa perubahan nyata dalam kesadaran penggunaan antibiotik di masyarakat.</p>
<p>Ingat, antibiotik itu penting, tapi hanya untuk yang membutuhkan dan sesuai resep dokter.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/kenalkan-antibiotik-sejak-dini-karina-jadi-primadona-para-bocil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		<enclosure url="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/Karina6.mp4" length="3910995" type="video/mp4" />
<enclosure url="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/Karina5.mp4" length="7950221" type="video/mp4" />

			</item>
		<item>
		<title>Hari Farmasi Sedunia: Bukan Sekadar Seremonial Semata</title>
		<link>https://iainews.net/hari-farmasi-sedunia-bukan-sekadar-seremonial-semata/</link>
					<comments>https://iainews.net/hari-farmasi-sedunia-bukan-sekadar-seremonial-semata/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2024 04:07:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[FIP]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Farmasi Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[iai]]></category>
		<category><![CDATA[Kampung ASK ME Dagusibu]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan global]]></category>
		<category><![CDATA[Kontribusi Apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[program kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[TB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=3999</guid>

					<description><![CDATA[HARI Farmasi Sedunia atau World Pharmacist Day (WPD) dicetuskan oleh The International Pharmaceutical Federation (FIP)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>HARI Farmasi Sedunia atau World Pharmacist Day (WPD) dicetuskan oleh The International Pharmaceutical Federation (FIP) setiap tanggal 25 September.</p>
<p>Berdasarkan informasi dari website FIP.org, penetapan tanggal tersebut memperingati berdirinya FIP pada tahun 1912, dan Dewan FIP mengadopsi tanggal ini menjadi Hari Farmasi Sedunia sejak tahun 2009.</p>
<p>Momen Hari Farmasi Sedunia bukan sekadar seremonial semata. FIP menjadikan tanggal 25 September sebagai kesempatan untuk mengenalkan peran penting apoteker dalam sistem kesehatan di seluruh dunia.</p>
<p>Untuk mencapai tujuan tersebut, FIP setiap tahunnya mengangkat tema berbeda dalam perayaan Hari Farmasi Sedunia. Pada tahun 2024, tema yang diangkat adalah &#8220;Apoteker Berkontribusi untuk Kesehatan Global.&#8221; Tema ini diadopsi oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) pada tanggal yang sama setiap tahunnya.</p>
<p>IAI, dengan tema dan kegiatan yang ada dalam setiap perayaan WPD, berupaya berkontribusi untuk terus meningkatkan peran apoteker dalam sistem kesehatan.</p>
<p>Beragam kegiatan dilakukan pada hari perayaan ini. Menariknya, di tahun 2024, IAI tidak hanya melakukan perayaan bersifat seremonial, tetapi juga berkelanjutan.</p>
<p>Pada tahun 2023, IAI meluncurkan Program Kampanye Apoteker Sahabat Keluarga yang bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang (Kampung ASK ME DAGUSIBU). Kegiatan ini dilakukan secara berjenjang dari tingkat Pengurus Cabang, Pengurus Daerah, hingga Pengurus Pusat, diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan di Indonesia.</p>
<p>Pada tahun 2024, IAI melanjutkan program yang telah dijalankan pada 2023 dengan kegiatan baru, yaitu pelaksanaan Apoteker Bertamu (Berantas TB Bersamamu) di wilayah yang telah memiliki Kampung ASK ME DAGUSIBU.</p>
<p>Data IAI melaporkan peningkatan pemahaman dan sikap positif sebesar 15% di masyarakat di 65 Kampung ASK ME DAGUSIBU. Kolaborasi antara Kampung ASK ME DAGUSIBU dan Apoteker Bertamu diharapkan dapat meningkatkan hasil pengobatan TB.</p>
<p>Pada Hari TB Sedunia, 24 Maret 2024, Global TB Report menunjukkan bahwa Indonesia adalah salah satu dari 30 negara dengan kontribusi terbesar terhadap kasus TBC di dunia, berada di posisi kedua setelah India. Diperkirakan terdapat 1.060.000 kasus TBC dan 134 kematian akibat TBC per tahun di Indonesia.</p>
<p>Pengangkatan topik TB pada perayaan WPD tahun 2024 ini, melalui kolaborasi program Apoteker Bertamu dan Kampung ASK ME DAGUSIBU, diharapkan semakin menguatkan peran apoteker dalam sistem kesehatan global, khususnya di Indonesia.</p>
<p>Tindak lanjut kegiatan Apoteker Bertamu dilakukan oleh mahasiswa profesi PSPA UII, yang melibatkan 147 mahasiswa dan dosen untuk melakukan skrining dan edukasi TB kepada 500 warga di beberapa desa, termasuk Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, DIY.</p>
<p>Selain itu, Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Kepahiang juga telah melakukan tindak lanjut kegiatan serupa pada tanggal 11 Oktober 2024.</p>
<p>Kontribusi kecil dan berkelanjutan lebih baik dibandingkan kontribusi besar namun stagnan. Kontribusi yang dilakukan secara bersama-sama akan menghasilkan dampak yang lebih besar.</p>
<p>Adanya Undang-Undang Kesehatan terbaru No. 17 Tahun 2023 diharapkan tidak menurunkan optimisme apoteker untuk selalu memberikan kontribusi terbaik.</p>
<p>Semoga kegiatan Apoteker Bertamu dalam rangka perayaan Hari Farmasi Sedunia bukan hanya seremonial, tetapi dapat menjadi ajang untuk meningkatkan kontribusi apoteker dalam kesehatan global.</p>
<p>Besar harapan program Apoteker Bertamu akan ditindaklanjuti oleh daerah-daerah lain dengan tujuan yang sama, &#8220;Jaya Apoteker.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/hari-farmasi-sedunia-bukan-sekadar-seremonial-semata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apoteker Aceh: Kontribusi untuk Kesehatan Global di Hari Farmasi Sedunia</title>
		<link>https://iainews.net/apoteker-aceh-kontribusi-untuk-kesehatan-global-di-hari-farmasi-sedunia/</link>
					<comments>https://iainews.net/apoteker-aceh-kontribusi-untuk-kesehatan-global-di-hari-farmasi-sedunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2024 03:23:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Banda Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Car Free Day]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi TBC]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Farmasi Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[IAI Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan global]]></category>
		<category><![CDATA[Kimia Farma]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=3978</guid>

					<description><![CDATA[Banda Aceh, IAINews – Hari Farmasi Sedunia atau World Pharmacists Day (WPD) diperingati setiap tanggal...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Banda Aceh, IAINews</strong> – Hari Farmasi Sedunia atau World Pharmacists Day (WPD) diperingati setiap tanggal 25 September dan menjadi momen penting bagi apoteker di seluruh dunia. WPD bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang peran vital apoteker dalam sistem kesehatan global.</p>
<p>Hari Apoteker Sedunia pertama kali dicetuskan oleh Fédération Internationale Pharmaceutique (FIP), yaitu badan global yang mewakili apoteker dan ilmuwan farmasi.</p>
<p>Di Aceh, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) turut merayakan momen ini dengan beragam kegiatan. Pada tahun 2024, IAI Aceh mengangkat tema “Apoteker Berkontribusi untuk Kesehatan Global”. Berbagai kegiatan dilaksanakan di beberapa kabupaten, termasuk Banda Aceh dan Aceh Besar, dengan puncak acara yang digelar pada hari Minggu, 20 Oktober 2024, disiarkan langsung secara daring.</p>
<p><strong>Kegiatan Sosial dan Edukasi Masyarakat</strong></p>
<p>Salah satu kegiatan utama adalah Apoteker Bertamu, sebuah program edukasi tentang tuberkulosis (TBC) di desa-desa binaan. Kegiatan ini dilakukan oleh apoteker Banda Aceh dan Aceh Besar, di mana mereka mendatangi setiap rumah di Gampong Ateuk Pahlawan, Banda Aceh, dan Gampong Bineh Blang, Aceh Besar.</p>
<figure id="attachment_3980" aria-describedby="caption-attachment-3980" style="width: 1501px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3980" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/image2-21.jpg" alt="" width="1501" height="1999" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/image2-21.jpg 1501w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/image2-21-768x1023.jpg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/image2-21-1153x1536.jpg 1153w" sizes="auto, (max-width: 1501px) 100vw, 1501px" /><figcaption id="caption-attachment-3980" class="wp-caption-text">Edukasi di kegiatan Car Free Day</figcaption></figure>
<p>Para apoteker bertamu dari pintu ke pintu untuk memberikan edukasi mengenai penyakit TBC dan cara pencegahannya kepada setiap keluarga di desa tersebut.</p>
<p>“Kami memilih dua desa ini karena angka kasus tuberkulosis yang tinggi di wilayah tersebut,” ungkap apoteker Muharrir, salah satu panitia kegiatan.</p>
<p>Program ini dilaksanakan pada 18-19 Oktober 2024 dengan dukungan dari Dinas Kesehatan Daerah, Puskesmas setempat, serta Himpunan Farmasi Kesehatan Masyarakat (Hisfarkesmas). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menurunkan prevalensi TBC dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_3981" aria-describedby="caption-attachment-3981" style="width: 1200px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3981" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/image3-16.jpg" alt="" width="1200" height="1338" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/image3-16.jpg 1200w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/image3-16-768x856.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><figcaption id="caption-attachment-3981" class="wp-caption-text">Wawancara dengan apoteker Muharrir panitia kegiatan dan Djaka Masyarakat yang mengikuti kegiatan Car Free Day</figcaption></figure>
<p><strong>Kegiatan di Car Free Day</strong></p>
<p>Selain program edukasi di desa, IAI Aceh juga menyelenggarakan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis di acara Car Free Day Banda Aceh pada 20 Oktober 2024.</p>
<p>Kegiatan ini didukung oleh Kimia Farma Apotek dan Farmasi Universitas Syiah Kuala, serta dilengkapi dengan konsultasi kesehatan bersama apoteker secara gratis. Masyarakat yang hadir tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan tetapi juga suplemen kesehatan gratis.</p>
<p>Djaka, salah satu warga yang mengikuti kegiatan ini, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Banyak informasi baru yang saya dapatkan dari kegiatan ini. Semoga kegiatan edukasi seperti ini terus dilanjutkan oleh para apoteker,” ujarnya. Dengan berbagai kegiatan ini, diharapkan peran apoteker semakin diakui dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apoteker-aceh-kontribusi-untuk-kesehatan-global-di-hari-farmasi-sedunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Sehat, Apoteker Bahagia: Edukasi Tuberkulosis di Hari Apoteker Sedunia</title>
		<link>https://iainews.net/masyarakat-sehat-apoteker-bahagia-edukasi-tuberkulosis-di-hari-apoteker-sedunia/</link>
					<comments>https://iainews.net/masyarakat-sehat-apoteker-bahagia-edukasi-tuberkulosis-di-hari-apoteker-sedunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2024 13:41:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Apoteker Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi Tuberkulosis]]></category>
		<category><![CDATA[hari apoteker sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[IAI Aceh Besar]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan global]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan kefarmasian]]></category>
		<category><![CDATA[Program Apoteker Bertamu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=3936</guid>

					<description><![CDATA[Aceh Besar, IAINews &#8211; Hari Apoteker Sedunia diperingati setiap tanggal 25 September untuk mengakui peran...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Aceh Besar, IAINews &#8211;</strong> Hari Apoteker Sedunia diperingati setiap tanggal 25 September untuk mengakui peran penting Apoteker dalam dunia kesehatan. Pada kesempatan ini, seluruh Apoteker di Indonesia menunjukkan kontribusi terbaik mereka dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Apoteker memiliki peran krusial dalam memberikan pelayanan kefarmasian, baik secara personal maupun melalui kolaborasi dengan berbagai aspek kesehatan lainnya.</p>
<p>Sesuai dengan tema World Pharmacist Day 2024, yaitu &#8220;Apoteker Berkontribusi untuk Kesehatan Global,&#8221; program &#8220;Apoteker Bertamu&#8221; dilaksanakan oleh seluruh Apoteker Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan ini mencakup edukasi mengenai Tuberkulosis kepada masyarakat di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.</p>
<p>Edukasi Tuberkulosis ini berhasil dilaksanakan berkat kerjasama antara Pengurus Cabang IAI Aceh Besar, PD IAI Aceh, Hisfarkesmas Aceh, serta dukungan dari Kepala Puskesmas Ingin Jaya, Ibu dr. Fina Elysa, dan Keuchik setempat.</p>
<p>Kegiatan edukasi ini diikuti oleh 23 Apoteker Aceh Besar pada Jum&#8217;at, 18 Oktober 2024, di Desa Ajee Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya. Edukasi dimulai dengan koordinasi bersama Puskesmas dan Bapak Keuchik T. Darnis, SH.</p>
<p>Seluruh Apoteker yang hadir dibagi menjadi tujuh tim, dengan masing-masing tim berjumlah tiga orang yang akan bertamu ke rumah warga. Setiap Apoteker menyiapkan alat pelindung diri (APD) lengkap, termasuk masker dan handsanitizer.</p>
<p>Briefing dipimpin oleh Ketua Hisfarkesmas Aceh, Ibu apt. Nova Rahmatulliza, S.Farm, dan dibantu oleh Bidan Desa, Cut Rozana A. Md. Keb. Wilayah edukasi dibagi menjadi tiga bagian agar penyebaran informasi kepada masyarakat lebih merata.</p>
<p>Apoteker dilengkapi dengan bahan bacaan seperti brosur dan lembar balik tentang Tuberkulosis untuk menarik minat masyarakat serta lembar skrining untuk mengukur perubahan pengetahuan dan pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah edukasi.</p>
<p>Selama kegiatan &#8220;Apoteker Bertamu,&#8221; Apoteker berhasil mengunjungi 21 rumah masyarakat. Hasil skrining dan survei menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang Tuberkulosis setelah edukasi.</p>
<p>Masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait penggunaan obat dan informasi obat lainnya. Mereka menyampaikan terima kasih karena merasakan manfaat dari program &#8220;Apoteker Bertamu&#8221; dan berharap ada program serupa di masa depan dengan tema yang berbeda.</p>
<p>Keuchik dan Kepala Puskesmas juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Apoteker Aceh Besar dan berharap kolaborasi seperti ini dapat berlanjut. &#8220;Kegiatan edukasi bisa kita lakukan di peringatan Hari TB pada bulan Maret mendatang. Edukasi dapat dilakukan di setiap Puskesmas,&#8221; ucap PJ TB Puskesmas Ingin Jaya.</p>
<p>Kegiatan &#8220;Apoteker Bertamu&#8221; ditutup dengan penyerahan sertifikat untuk Desa Ajee Pagar Air oleh Ketua PC IAI Aceh Besar, apt. Hafiz Alroza, S.Farm, kepada Keuchik, penyerahan sertifikat kepada Bidan Desa oleh Ketua Hisfarkesmas Aceh, serta penyerahan plakat terima kasih untuk Puskesmas Ingin Jaya yang diwakili oleh Kepala TU, Ibu Muharmi, SKM.</p>
<p><em><strong>Salam semangat dan jaya Apoteker Indonesia.</strong></em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/masyarakat-sehat-apoteker-bahagia-edukasi-tuberkulosis-di-hari-apoteker-sedunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bersama Apoteker: Merayakan Hari Apoteker Sedunia dengan Edukasi Tuberkulosis di Aceh Singkil</title>
		<link>https://iainews.net/bersama-apoteker-merayakan-hari-apoteker-sedunia-dengan-edukasi-tuberkulosis-di-aceh-singkil/</link>
					<comments>https://iainews.net/bersama-apoteker-merayakan-hari-apoteker-sedunia-dengan-edukasi-tuberkulosis-di-aceh-singkil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2024 13:33:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi Tuberkulosis]]></category>
		<category><![CDATA[hari apoteker sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[IAI Aceh Singkil]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan global]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan TB]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[stigma TB]]></category>
		<category><![CDATA[world pharmacist day]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=3933</guid>

					<description><![CDATA[Aceh Singkil, IAINews &#8211; Pada perayaan Hari Apoteker Sedunia atau World Pharmacist Day (WPD) yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Aceh Singkil, IAINews &#8211;</strong> Pada perayaan Hari Apoteker Sedunia atau World Pharmacist Day (WPD) yang jatuh pada hari Minggu, 20 Oktober 2024, Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) dan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) mengajak seluruh Apoteker untuk mensukseskan kegiatan WPD.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi momentum bagi Apoteker Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia bahwa mereka berkontribusi untuk kesehatan global. Sejalan dengan perubahan paradigma, Apoteker tidak hanya berorientasi pada obat (drug oriented), tetapi juga berorientasi pada pasien (patient oriented) demi menjamin keselamatan pasien (patient safety).</p>
<p>Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Kabupaten Aceh Singkil (PC IAI Kab. Aceh Singkil) menggelar kegiatan <em>Apoteker Bertamu</em>, yang terdiri dari edukasi tentang Tuberkulosis (TB) dan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat Desa Gunung Lagan, Kec. Gunung Meriah, Kab. Aceh Singkil.</p>
<p>Saat ini, penyakit TB menjadi tantangan global dalam dunia kesehatan. Meskipun TB dapat diobati dan disembuhkan, masih terdapat tantangan bagi pasien yang belum memulai pengobatan.</p>
<p>Beberapa faktor penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan tentang TB, stigma, kurangnya dukungan keluarga, dan keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan. Stigma menjadi salah satu penyebab keengganan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan TB, yang dapat memperburuk kondisi penderita.</p>
<p>Hal ini membuat orang yang terinfeksi TB merasa malu dan menarik diri dari lingkungan, bahkan mengalami diskriminasi, kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan, atau kehilangan pekerjaan. Oleh karena itu, perlu upaya untuk menghilangkan stigma dengan memberikan informasi yang benar.</p>
<p>Dalam pengobatan TB, yang harus diperhatikan adalah tepat waktu, cara, dan dosis. Edukasi tentang Tuberkulosis sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan motivasi serta kepatuhan dalam mengonsumsi obat bagi penderita TB.</p>
<p>Selain itu, peran pemerintah dan organisasi kesehatan lainnya sangat penting untuk menangani TB secara dini dan memastikan penderita yang terinfeksi mendapatkan perhatian serta pengobatan yang tepat, sehingga penyebaran penyakit dapat dicegah.</p>
<p>Terinfeksi TB tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga pada aspek sosial dan ekonomi.</p>
<p>Maka dari itu, Apoteker harus berkontribusi dan berkolaborasi dengan masyarakat serta profesi kesehatan lainnya untuk mengeliminasi kasus TB, terutama di Indonesia. PC IAI Kabupaten Aceh Singkil mengajak masyarakat untuk memberantas kasus TB menuju Indonesia yang lebih sehat dan lebih maju.</p>
<p><strong>Temukan dan Obati Sampai Sembuh.</strong><br />
<strong>Salam sejawat.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/bersama-apoteker-merayakan-hari-apoteker-sedunia-dengan-edukasi-tuberkulosis-di-aceh-singkil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apoteker Bersinergi Mewujudkan Kesehatan Global: Gema Cermat Menjangkau Pelosok Negeri</title>
		<link>https://iainews.net/apoteker-bersinergi-mewujudkan-kesehatan-global-gema-cermat-menjangkau-pelosok-negeri/</link>
					<comments>https://iainews.net/apoteker-bersinergi-mewujudkan-kesehatan-global-gema-cermat-menjangkau-pelosok-negeri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2024 02:45:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM Mobile]]></category>
		<category><![CDATA[Dagusibu]]></category>
		<category><![CDATA[gema cermat]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan global]]></category>
		<category><![CDATA[kosmetik palsu]]></category>
		<category><![CDATA[obat ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[SDGs kesehatan.]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[World Pharmacists Day]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=3895</guid>

					<description><![CDATA[Kabupaten Bondowoso, IAINews – Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kabupaten Bondowoso, IAINews</strong> – Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005–2025 menyebutkan bahwa pembangunan kesehatan merupakan upaya yang dilakukan oleh seluruh komponen bangsa Indonesia.</p>
<p>Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, demi terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Hal ini juga menjadi investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomi.</p>
<p>Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat dipengaruhi oleh kesinambungan program dan sektor, serta pelaksanaan yang berkelanjutan dari upaya-upaya sebelumnya. Oleh karena itu, penting untuk menyusun rencana pembangunan berwawasan kesehatan yang berkesinambungan, di mana semua komponen bangsa, termasuk masyarakat, pemerintah, swasta, organisasi kemasyarakatan, dan profesi, memiliki tanggung jawab dalam pembangunan kesehatan.</p>
<p>Apoteker memiliki peran penting dalam strategi pembangunan kesehatan di Indonesia, terutama melalui upaya promotif dan preventif. Pentingnya pemerataan upaya tersebut hingga pelosok negeri diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga mereka bisa berperan aktif dalam mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Salah satu wujud nyata upaya ini adalah melalui sosialisasi GEMA CERMAT (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat).</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3897" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/image4-1.png" alt="" width="452" height="339" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/image4-1.png 452w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/image4-1-100x75.png 100w" sizes="auto, (max-width: 452px) 100vw, 452px" /></p>
<p>Dalam rangka memperingati World Pharmacists Day (WPD) 2024, yang mengusung tema &#8220;Pharmacists: Meeting Global Health Needs&#8221;, berbagai kegiatan dilaksanakan untuk merayakan kontribusi apoteker terhadap kesehatan global.</p>
<p>Salah satunya adalah sosialisasi Gema Cermat yang diselenggarakan di SMK Al Furqon dan Al Imam, Grujugan Lor, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, pada 26 dan 30 September 2024. Dalam kegiatan ini, materi yang disampaikan mencakup DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Baik dan Benar), serta edukasi mengenai peredaran obat dan kosmetik palsu. Masyarakat juga diperkenalkan dengan aplikasi BPOM Mobile untuk memastikan obat, makanan, dan kosmetik yang digunakan aman.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3898" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/image5.png" alt="" width="452" height="339" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/image5.png 452w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/image5-100x75.png 100w" sizes="auto, (max-width: 452px) 100vw, 452px" /></p>
<p>Peserta sosialisasi menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Salah satu peserta menanyakan bagaimana cara masyarakat memastikan legalitas dan keamanan suatu obat, makanan, atau kosmetik. Apoteker menjelaskan bahwa BPOM Mobile dapat diakses dengan mudah oleh seluruh masyarakat, bahkan di pelosok negeri.</p>
<p>Aplikasi ini memiliki berbagai fitur seperti pemindaian barcode produk, cek Nomor Izin Edar (NIE), serta pengaduan terkait produk ilegal. Penggunaan aplikasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memilih produk yang aman dan berkualitas.</p>
<p>Partisipasi aktif masyarakat melalui fitur pengaduan sangat membantu pemerintah dalam mengawasi peredaran obat, makanan, dan kosmetik ilegal.</p>
<p>Pentingnya pengetahuan ini juga berkaitan dengan bahaya yang ditimbulkan oleh produk ilegal yang mengandung bahan kimia obat (BKO) berbahaya, seperti tawon klanceng yang mengandung dexamethasone dan fenilbutason, atau montalin yang mengandung natrium diclofenac dosis tinggi, yang dapat merusak hati dan ginjal.</p>
<p>Upaya promotif dan preventif ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan masyarakat agar mereka lebih bijak dalam memilih dan menggunakan obat, makanan, serta kosmetik yang aman.</p>
<p>Melalui program berkelanjutan seperti sosialisasi Gema Cermat, diharapkan masyarakat dapat menerapkan prinsip DAGUSIBU dalam kehidupan sehari-hari dan turut berperan dalam mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah ditetapkan oleh PBB, khususnya dalam aspek kesehatan dan kesejahteraan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3899" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/image15.png" alt="" width="452" height="452" /></p>
<p>Penulis :</p>
<p><span style="font-weight: 400;"> apt. Intan Putri Pusparini, S.Farm </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">e-mail : intanputripusparini2@gmail.com </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tempat praktik : UPTD Puskesmas Jambesari Kab. Bondowoso Jawa Timur NA : 05021996077234</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apoteker-bersinergi-mewujudkan-kesehatan-global-gema-cermat-menjangkau-pelosok-negeri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Farmasi Universitas Mulia Balikpapan Gelar Seminar Nasional Farmasi (SAFANA)</title>
		<link>https://iainews.net/farmasi-universitas-mulia-balikpapan-gelar-seminar-nasional-farmasi-safana/</link>
					<comments>https://iainews.net/farmasi-universitas-mulia-balikpapan-gelar-seminar-nasional-farmasi-safana/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2024 02:31:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[farmakologi]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan global]]></category>
		<category><![CDATA[krisis kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[obat bahan alam]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi Covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[praktek herbal]]></category>
		<category><![CDATA[SAFANA]]></category>
		<category><![CDATA[Seminar Farmasi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Mulia Balikpapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=3889</guid>

					<description><![CDATA[Balikpapan, IAINews – Universitas Mulia sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Farmasi (SAFANA) perdana dengan tema: “Peran...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Balikpapan, IAINews</strong> – Universitas Mulia sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Farmasi (SAFANA) perdana dengan tema: “Peran Tenaga Kesehatan dalam Pencegahan, Persiapan, dan Respon terhadap Krisis Kesehatan Mendatang.”</p>
<p>Acara ini berlangsung hybrid, di Ballroom Cheng Ho Universitas Mulia Balikpapan dan melalui platform Zoom Meeting, pada 17-18 Oktober 2024. Seminar ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan dan lingkungan.</p>
<p>Hadir dalam SAFANA di antaranya Walikota Balikpapan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Ketua IAI PC Balikpapan, Kepala LOKA POM Balikpapan, Direktur Politeknik Nusantara, serta narasumber ternama.</p>
<p>Para narasumber dalam acara ini adalah Prof. Dr. apt. Ajeng Diantini, M.Si., dosen Farmasi Universitas Padjadjaran dan pakar farmakologi serta farmasi klinis, serta Dr. apt. Kintoko, M.Sc., dosen Universitas Achmad Dahlan Yogyakarta yang ahli dalam etnomedisin.</p>
<p>Dalam sambutannya, Rektor Universitas Mulia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Ahsin Rifai, M.Si., menekankan pentingnya seminar ini mengingat tantangan kesehatan global yang terus meningkat. “Pandemi COVID-19 telah mengingatkan kita akan pentingnya kesiapan seluruh komponen kesehatan, termasuk tenaga kesehatan, dalam menghadapi krisis serupa di masa depan. Tidak hanya tanggap darurat, tetapi juga bagaimana kita mempersiapkan dan melakukan pencegahan sejak dini,” ungkap Prof. Muhammad Ahsin Rifai.</p>
<p>Beliau juga berharap seminar ini dapat memperkuat komitmen dan kolaborasi untuk memajukan dunia kesehatan, terutama dalam menghadapi krisis yang tidak terduga.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3891" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/image3-12.jpg" alt="" width="948" height="532" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/image3-12.jpg 948w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/image3-12-400x225.jpg 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/image3-12-768x431.jpg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/image3-12-250x140.jpg 250w" sizes="auto, (max-width: 948px) 100vw, 948px" /></p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Dr. dr. H. Jaya Mualimin, Sp.Kj., M.Kes., MARS, dalam sambutannya menyebutkan bahwa pengalaman dari krisis pandemi COVID-19 memberikan pelajaran berharga dalam pengelolaan kesehatan.</p>
<p>“Transformasi yang dilakukan Dinkes Provinsi Kaltim bertujuan memperkuat ketahanan terhadap krisis dengan mempersiapkan sumber daya manusia dan kesehatan serta meningkatkan koordinasi lintas sektor,” ujar Dr. Jaya.</p>
<p>Prof. Ajeng Diantini menjelaskan bahwa strategi inovatif sangat penting untuk meningkatkan ketahanan sistem kesehatan, terutama di Kota Balikpapan dan Kalimantan Timur. Peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan menjadi katalisator terciptanya solusi nyata menghadapi tantangan kesehatan masa depan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3892" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/image2-14.jpg" alt="" width="1028" height="576" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/image2-14.jpg 1028w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/image2-14-400x225.jpg 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/image2-14-768x430.jpg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/image2-14-250x140.jpg 250w" sizes="auto, (max-width: 1028px) 100vw, 1028px" /></p>
<p>Dr. Kintoko membahas mengenai obat bahan alam yang berasal dari tumbuhan, hewan, jasad renik, mineral, atau campuran yang terbukti aman dan berkhasiat. “Obat bahan alam digunakan untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan, serta pemulihan kesehatan berdasarkan bukti empiris dan ilmiah,” jelas Dr. Kintoko. Ia juga menyoroti penatalaksanaan praktek herbal untuk penyakit TBC, yang mencakup penentuan bahan baku obat alam, level of evidence, penyusunan informatorium, serta monitoring kemajuan terapi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/farmasi-universitas-mulia-balikpapan-gelar-seminar-nasional-farmasi-safana/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
