<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kader keamanan pangan &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/kader-keamanan-pangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 18 Jun 2025 10:19:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.8</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>kader keamanan pangan &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ngobrol Keamanan Pangan Bareng Apoteker: Dari Jajanan Bocah Sampai Dapur Bunda</title>
		<link>https://iainews.net/ngobrol-keamanan-pangan-bareng-apoteker-dari-jajanan-bocah-sampai-dapur-bunda/</link>
					<comments>https://iainews.net/ngobrol-keamanan-pangan-bareng-apoteker-dari-jajanan-bocah-sampai-dapur-bunda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2025 10:19:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[bpom]]></category>
		<category><![CDATA[cek kemasan]]></category>
		<category><![CDATA[Cek KLIK]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Rawa Arum]]></category>
		<category><![CDATA[Febbyasi Megawaty Rangka]]></category>
		<category><![CDATA[kader keamanan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pangan halal]]></category>
		<category><![CDATA[SMPIT Al Hanif Cilegon]]></category>
		<category><![CDATA[Tati Rahmawati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=5559</guid>

					<description><![CDATA[CILEGON, IAINews &#8211; Kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan pangan terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan edukatif....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>CILEGON, IAINews &#8211; Kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan pangan terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan edukatif.</p>
<p>Apoteker, selain berperan dalam menjaga keamanan obat, kini juga turut menjadi Kader Keamanan Pangan, ikut mengampanyekan Gerakan Pangan Aman di berbagai lapisan masyarakat.</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-5560 aligncenter" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/Peserta-Antusias-bertanya-di-SMPIT-Al-Hanif-Febbyasi-Megawaty-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Berbekal pengetahuan dari Bimbingan Teknis Keamanan Pangan yang diselenggarakan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) untuk wilayah regional Barat, para apoteker Banten melakukan edukasi ke sekolah pada Kamis, 12 Juni 2025 dan kepada ibu-ibu warga serta pelaku UMKM pada Sabtu, 14 Juni 2025.</p>
<p>Bertempat di aula SMPIT Al Hanif, Cilegon, sebanyak 200 siswi kelas 7 dan 8 secara bergiliran mengikuti edukasi seputar keamanan pangan.</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-5561 aligncenter" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/Peserta-mendownload-dan-menggunakan-BPOM-Mobile-Febbyasi-Megawaty-250x190.jpeg" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Acara bertema “Jajan Aman, Perut Nyaman” ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Para siswi sangat antusias, banyak yang mengajukan pertanyaan tentang jajanan mereka setelah mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya berhati-hati dalam memilih makanan.</p>
<p>“Wah, ternyata ada zat pengawet mayat yang digunakan di makanan, ih, serem! Dan baru kali ini tahu tentang macam-macam cemaran,” ujar Laquisha, siswi kelas 8, usai mengikuti sesi edukasi.</p>
<p>Dalam kegiatan edukasi mengenai keamanan pangan ini, para siswi dikenalkan pada tiga jenis cemaran dalam pangan: biologis, kimia, dan fisik — lengkap dengan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.</p>
<p>Setelah bertandang ke SMPIT Al Hanif Cilegon, kampanye keamanan pangan dilanjutkan di Desa Rawa Arum, Cilegon, sebuah desa binaan Rumah Zakat.</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-5562 aligncenter" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/Bersama-peserta-di-SMPIT-Al-Hanif-Febbyasi-Megawaty-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Kali ini edukasi mengenai keamanan pangan diikuti oleh para pelaku UMKM rumahan. Warga menyimak dengan antusias seluruh materi terkait pangan aman. Mereka juga mempraktikkan langsung cara mengecek produk pangan lewat aplikasi BPOM Mobile.</p>
<p>Keamanan pangan dimulai dari bagaimana membeli pangan yang aman, simpan pangan dengan benar, memasaknya hingga matang, teknik menyajikan agar pangan tetap aman dan menjaga kebersihan. Lima hal ini dikenal dengan 5 Kunci Keamanan Pangan.</p>
<p>Para ibu juga belajar mengenali produk pangan kemasan yang aman dengan metode Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa). Selain itu, edukasi juga mencakup pentingnya label halal pada pangan — mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan. Materi ini disampaikan oleh tim halal: Apt. Yulis, Apt. Ayu, dan Apt. Ammi.</p>
<p>Pangan Halal juga amat penting, jangan sampai ada kontaminasi silang maupun bahan tambahan pangan yang membuat pangan menjadi tidak halal sehingga merugikan konsumen.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5563 aligncenter" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/Ibu-ibu-UMKM-Binaan-Rumah-Zakat-menjadi-peserta-Pangan-Aman-Halal-Febbyasi-Megawaty-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>“Apoteker juga punya peran hadir di tengah masyarakat, membangun kesadaran tentang pangan yang aman dan halal. Dari kantin sekolah hingga dapur bunda, semua bisa menjadi bagian dari gerakan ini,” ujar Apt. Tati Rahmawati, kader keamanan pangan</p>
<p>Pangan aman bukan hanya penting bagi konsumen, tapi juga bagi seluruh keluarga di rumah, terutama bagi para ibu dan pelaku usaha kecil yang menjadi garda depan dapur sehat.</p>
<p><em>‘</em><em>’Baru pertama kali saya dapat materi seperti ini. Ternyata bukan cuma soal label, tapi juga cara memilih dan mengolah pangan yang aman dan halal untuk keluarga. Sangat bermanfaat, apalagi bagi kami pelaku usaha rumahan,”</em> ujar <strong>Ibu Chio</strong>, warga Rawa Arum, usai mengikuti sesi edukasi keamanan pangan<em>.</em></p>
<p><strong>Mari terus suarakan pangan aman dan halal — demi keluarga yang sehat, usaha yang berkah, dan generasi masa depan yang lebih kuat!***</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/ngobrol-keamanan-pangan-bareng-apoteker-dari-jajanan-bocah-sampai-dapur-bunda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ratusan Kader Keamanan Pangan Siap ‘Gerilya’ di Masyarakat: BPOM Siapkan Pasukan Sosialisasi Keamanan Pangan!</title>
		<link>https://iainews.net/ratusan-kader-keamanan-pangan-siap-gerilya-di-masyarakat-bpom-siapkan-pasukan-sosialisasi-keamanan-pangan/</link>
					<comments>https://iainews.net/ratusan-kader-keamanan-pangan-siap-gerilya-di-masyarakat-bpom-siapkan-pasukan-sosialisasi-keamanan-pangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2025 10:28:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bimtek keamanan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[bpom]]></category>
		<category><![CDATA[Dyah Sulistyorini]]></category>
		<category><![CDATA[kader keamanan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Pangan Olahan]]></category>
		<category><![CDATA[Yuliawati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=5337</guid>

					<description><![CDATA[JAMBI, IAINews – Sebuah gelombang baru edukasi pangan aman tengah digulirkan oleh Badan Pengawas Obat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAMBI, IAINews – Sebuah gelombang baru edukasi pangan aman tengah digulirkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Kader Keamanan Pangan (KP) Regional Barat yang berlangsung secara daring pada 21–22 Mei 2025.</p>
<p>Lebih dari 200 peserta dari berbagai organisasi keagamaan, sosial, dan profesi di 15 provinsi wilayah Barat Indonesia disiapkan menjadi garda terdepan dalam menyebarluaskan pentingnya keamanan pangan kepada masyarakat.</p>
<figure id="attachment_5339" aria-describedby="caption-attachment-5339" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5339" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/Sambutan-Deputi-Bidang-Penawasan-Pangan-Olahan-BPOM-Bimtek-Pangan-Aman-1-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-5339" class="wp-caption-text">Sambutan Deputih Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, apt Dra Elin Herlina, MP</figcaption></figure>
<p>Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa. Di balik layar, ini adalah bagian dari strategi besar BPOM untuk membangun ketahanan pangan masyarakat melalui edukasi yang merata dan masif.</p>
<p>Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Dra. Elin Herlina, Apt., MP, dalam sambutannya menyebutkan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkrit dalam menyiapkan agent of change keamanan pangan demi menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.</p>
<p>“Bukan pangan jika tidak aman. Mari bersama ikut aktif mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Generasi Emas Indonesia 2045. Food Safety is Everyone’s Business,” tegas Elin Herlima dalam pembukaan acara.</p>
<p>Kader dari Berbagai Latar Belakang: Bukti Sinergi Nasional</p>
<p>Bimtek ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar organisasi besar seperti Muslimat NU, Aisyiyah, Persatuan Wanita Kristen Indonesia, Perempuan Khonghucu Indonesia, hingga organisasi profesi seperti Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).</p>
<figure id="attachment_5340" aria-describedby="caption-attachment-5340" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5340" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/Paparan-materi-kebijakan-keamanan-pangan-apt-Dra-Dyah-Sulistyorini-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-5340" class="wp-caption-text">Materi Kebijakan Keamanan Pangan oleh apt Dra Dyah Sulistyorini,</figcaption></figure>
<p>Para kader inilah yang nantinya diharapkan menjadi ujung tombak komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada komunitas masing-masing—baik secara langsung maupun melalui media sosial.</p>
<p>Tidak hanya mendapatkan materi, para peserta juga menjalani sesi micro-teaching dan praktik membuat konten edukatif di media sosial, lengkap dengan teknik penulisan, desain infografis menggunakan smartphone.</p>
<p>Peseerta belajar mengenai 5 Kunci Keamanan Pangan hingga pemanfaatan aplikasi keamanan pangan milik BPOM, seperti BPOM <em>mobile </em>dan website POM, serta informasi Cek KLIK dan Informasi Nilai Gizi (ING).</p>
<p>“Ini bukan cuma soal teori, kami langsung dilatih untuk menyampaikan informasi yang benar dengan cara yang menarik,” ujar Alfia Saputri, peserta dari Ikatan Apoteker Indonesia Provinsi Jambi.</p>
<p>Ancaman Pangan Berbahaya dan Peran Strategis Masyarakat</p>
<p>Masalah keamanan pangan di Indonesia memang bukan hal sepele. Data menunjukkan bahwa tren masakan rumah tangga sebagai penyebab Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan terus meningkat. Tahun 2023 saja, 53,28% dari KLB keracunan pangan berasal dari rumah tangga.</p>
<p>Faktor-faktor seperti penyimpanan bahan pangan yang tidak tepat, tempat pengolahan yang tidak higienis, dan minimnya pemahaman tentang personal hygiene menjadi penyebab utama. Inilah yang membuat edukasi masyarakat sangat mendesak.</p>
<p>“Kader keamanan pangan (kader KP) diharapkan menjadi jembatan pengetahuan yang menyentuh langsung lapisan masyarakat terbawah. Ini bukan sekadar pelatihan, ini adalah misi penyelamatan kesehatan publik,” terang Dyah Sulistyorini, Plt. Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan BPOM.</p>
<p>Momentum Kebangkitan Nasional: Sejalan dengan Semangat Harkitnas 2025</p>
<p>Menariknya, pelaksanaan Bimtek ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 pada 20 Mei 2025. Semangat “Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat” diusung sebagai nilai yang melandasi pelatihan ini, menjadikannya tidak hanya teknis, tetapi juga sarat semangat kebangsaan.</p>
<p>Dalam konteks ini, BPOM membidik kolaborasi pentahelix, yakni sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, lembaga non-pemerintah, dan masyarakat. Strategi ini dinilai mampu memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan secara menyeluruh.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5341 aligncenter" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/Peserta-belajar-membuat-konten-edukatif-dan-menarik-Bimtek-Keamanan-Pangan-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Cek KLIK Jadi Budaya Baru Konsumen</p>
<p>Salah satu program unggulan yang didorong dalam Bimtek ini adalah gerakan Cek KLIK, akronim dari Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa. Kader KP dibekali pengetahuan dan keterampilan agar masyarakat lebih sadar dan teliti dalam memilih makanan dan obat yang beredar.</p>
<p>“Cek KLIK itu sederhana tapi menyelamatkan. Kalau semua masyarakat sadar melakukan ini, kasus pangan berbahaya bisa ditekan drastis,” kata Sarmauli Purba, salah satu narasumber.</p>
<p>Saat pelatihan, peserta berlatih melakukan edukasi dan diberikan saran oleh tim dari BPOM. Harapannya setelah pelatihan, para kader akan akan bergerak di komunitas masing-masing.</p>
<p>Ada harapan besar di pundak mereka—menjadi pasukan edukasi yang mampu menyelamatkan keluarga Indonesia dari bahaya pangan tidak aman.</p>
<p>Bimtek ini hanyalah awal. Gelombang pelatihan serupa akan terus dilakukan di berbagai wilayah Indonesia. BPOM menargetkan terbentuknya jaringan kader pangan yang militan dan aktif hingga ke pelosok negeri.</p>
<p>Dengan semangat kolaborasi dan kesadaran bersama, keamanan pangan bukan lagi sekadar tanggung jawab pemerintah. Kini, masyarakat diajak menjadi pelindung pertama bagi diri mereka sendiri—karena pangan aman adalah hak semua orang, dan menjaganya adalah tugas bersama.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/ratusan-kader-keamanan-pangan-siap-gerilya-di-masyarakat-bpom-siapkan-pasukan-sosialisasi-keamanan-pangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
