<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Febbyasi Megawaty Rangka &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/febbyasi-megawaty-rangka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Oct 2025 02:56:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>Febbyasi Megawaty Rangka &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Inovasi Apoteker: Manajemen Risiko Antihipertensi Kini Lebih Mudah dengan Aplikasi “Pantau Tensi”</title>
		<link>https://iainews.net/manajemen-risiko-antihipertensi-dengan-pantau-tensi/</link>
					<comments>https://iainews.net/manajemen-risiko-antihipertensi-dengan-pantau-tensi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Nelly Sy.]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 14:45:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[antihipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[Diana Intan Gabriella]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Ilmu Kesehatan UPH]]></category>
		<category><![CDATA[Febbyasi Megawaty Rangka]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Jessica Novia]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen risiko]]></category>
		<category><![CDATA[pantau tensi]]></category>
		<category><![CDATA[tensi care mobile]]></category>
		<category><![CDATA[universitas pelita harapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8328</guid>

					<description><![CDATA[Tangerang, IAINews – Hipertensi masih menjadi ancaman serius yang dijuluki “silent killer”, namun kini masyarakat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tangerang, IAINews – Hipertensi masih menjadi ancaman serius yang dijuluki “<em>silent killer</em>”, namun kini masyarakat memiliki cara baru untuk menghadapinya. Dalam sebuah program hibah berbasis pemberdayaan masyarakat, apoteker Universitas Pelita Harapan (UPH) memperkenalkan aplikasi “Pantau Tensi” yang dirancang khusus untuk membantu warga melakukan manajemen risiko antihipertensi. Dengan fitur pencatatan mandiri tekanan darah, grafik riwayat kesehatan, hingga pengingat minum obat, aplikasi ini hadir sebagai terobosan digital yang mempermudah pengendalian hipertensi di tingkat keluarga. Dukungan alat ukur tensi gratis dan edukasi langsung dari apoteker membuat inovasi ini semakin relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 27 September 2025, melalui hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) di bawah Ditjen Riset dan Pengembangan Kemendikdiksaiantek. Skema yang digunakan adalah Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Kontrak utama tercatat pada nomor 120/C3/DT.05.00/PM/2025 dan kontrak turunan 1063/LL3/DT.06.01/2025. Demikian penjelasan dari Ketua Pelaksana, apt. Febbyasi Megawaty Rangka, M.Farm, selaku dosen Program Studi Diploma III Farmasi UPH.</p>
<p><img data-dominant-color="6b817a" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #6b817a;" fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-8331 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/serah-OMRON-untuk-50-warga-Febbyasi-Megawaty-scaled.avif" alt="" width="2560" height="1707" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/serah-OMRON-untuk-50-warga-Febbyasi-Megawaty-scaled.avif 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/serah-OMRON-untuk-50-warga-Febbyasi-Megawaty-768x512.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/serah-OMRON-untuk-50-warga-Febbyasi-Megawaty-1536x1024.avif 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/serah-OMRON-untuk-50-warga-Febbyasi-Megawaty-2048x1365.avif 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p><strong>Apoteker Hadir di Tengah Masyarakat</strong></p>
<p>Program ini merupakan kelanjutan dari PKM yang sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Data sebelumnya menunjukkan prevalensi tekanan darah tinggi cukup tinggi di RW 03: tahun 2019 dari 36 peserta terdapat 14 orang (38,89%) pra-hipertensi; tahun 2022 dari 62 peserta terdapat 23 orang (37,09%) hipertensi tingkat 1; dan tahun 2024 dari 94 peserta terdapat 32 orang (34,04%) pra-hipertensi.<br />
&#8220;Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan inovatif yang mudah diakses masyarakat, mengingat keterbatasan ekonomi serta kurangnya kebiasaan pemantauan tensi secara rutin,&#8221; ujar Febby, yang juga pengurus IAI Banten.<br />
&#8220;Langkah awal dilakukan dengan penyuluhan tentang hipertensi dari patofisiologi penyakit, obat dan gaya hidup agar mencegah terjadinya penyakit kronis,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Ketua RW 03, Heru Siswanto, menyampaikan apresiasinya karena program ini sejalan dengan kebutuhan warga.</p>
<p>&#8220;Semoga kerja sama sebagai desa binaan dengan UPH terus berlanjut untuk peningkatan kesehatan warga dan pengobatan gratis sangat dibutuhkan karena untuk warga. Alat ini bisa menunjang kegiatan kader Posbindu juga,&#8221; tutur Heru di hadapan Panitia UPH dan peserta masyarakat yang berasal dari delapan RT dengan rata-rata 11–12 orang per RT.</p>
<p>Agenda kegiatan meliputi penyuluhan hipertensi, pembagian 50 unit OMRON HEM 7120 untuk penderita hipertensi, pemeriksaan kesehatan, serta layanan pengobatan gratis dari Puskesmas Binong.</p>
<p><img data-dominant-color="5e5d5b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #5e5d5b;" decoding="async" class="aligncenter wp-image-8330 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Sambutan-ketua-RW-Febbyasi-Megawaty-scaled.avif" alt="Ketua RW 03 Binong" width="2560" height="1707" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Sambutan-ketua-RW-Febbyasi-Megawaty-scaled.avif 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Sambutan-ketua-RW-Febbyasi-Megawaty-768x512.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Sambutan-ketua-RW-Febbyasi-Megawaty-1536x1024.avif 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Sambutan-ketua-RW-Febbyasi-Megawaty-2048x1365.avif 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p>Sebelum penyuluhan, dilakukan skrining terhadap 100 warga. Skrining dilakukan oleh 2 mahasiswa D3 Farmasi yaitu Laurencia Chrisiana Eliasari dan Devika Inah Habeahan. Hasilnya: 16 orang hipertensi tingkat 2 (≥160/140 mmHg), 17 orang hipertensi tingkat 1 (140–159/90–99 mmHg), 38 orang pra-hipertensi (120–139/80–89 mmHg), 25 orang normal (&lt;120/80 mmHg), dan 4 orang hipotensi (&lt;90/60 mmHg).</p>
<p><strong>Edukasi Hipertensi dan Keterlibatan Apoteker</strong></p>
<p>Materi mengenai hipertensi disampaikan oleh apt. Jessica Novia, M.Sc., dosen Diploma III Farmasi UPH. Materi dapat diakses juga oleh warga melalui e-buletin hipertensi di <a href="https://bit.ly/BuletinHipertensi" target="_blank" rel="noopener">https://bit.ly/BuletinHipertensi</a> . Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, dengan banyak warga bertanya soal penggunaan obat antihipertensi. Apoteker menekankan pentingnya kepatuhan, bahwa obat hipertensi harus diminum secara terus-menerus sesuai resep dokter, dan tidak boleh dihentikan hanya karena gejala berkurang.</p>
<p>Pesan utama yang dibawa adalah <strong>PATUH</strong>: Periksa tensi secara rutin, Atasi penyakit dengan pengobatan sesuai resep, Taati pola makan sehat, Usahakan aktivitas fisik, dan Hindari rokok &amp; alkohol.</p>
<p><img data-dominant-color="5e6870" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #5e6870;" decoding="async" class="aligncenter wp-image-8332 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/cek-tensi-mandiri-Febbyasi-Megawaty-scaled.avif" alt="cek tensi mandiri" width="2560" height="1707" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/cek-tensi-mandiri-Febbyasi-Megawaty-scaled.avif 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/cek-tensi-mandiri-Febbyasi-Megawaty-768x512.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/cek-tensi-mandiri-Febbyasi-Megawaty-1536x1024.avif 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/cek-tensi-mandiri-Febbyasi-Megawaty-2048x1365.avif 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p>Sementara itu, materi tentang pemantauan tekanan darah mandiri <em>(home blood pressure monitoring</em> atau <em>HBPM</em>) dibawakan oleh Diana Intan Gabriella Lusiana, M.Biomed., dosen D4 Teknik Laboratorium Medis UPH. Peserta diperkenalkan dengan konsep <strong>TEKAN</strong>: Teratur ukur tekanan darah, Evaluasi hasil, Konsistensi gaya hidup, Alat sesuai standar, serta Nyaman &amp; aman. Salah satu peserta bahkan maju memperagakan cara menggunakan alat digital OMRON HEM 7120 di depan peserta lainnya.</p>
<p><strong>Inovasi Aplikasi “Pantau Tensi” dan Keberlanjutan Program</strong></p>
<p>Bagian penting dari kegiatan ini adalah pengenalan aplikasi <strong>“Pantau Tensi”</strong>. Aplikasi ini dirancang oleh apt. Febbyasi Megawaty untuk membantu masyarakat mencatat tekanan darah secara mandiri dan konsisten. Fitur yang tersedia meliputi input manual tensi, grafik riwayat tekanan darah, edukasi singkat berbasis teks, serta pengingat untuk mengukur tensi dan mengonsumsi obat. Data pasien dapat terekam dengan baik, sehingga meminimalisir risiko tensi naik atau turun akibat dosis obat yang tidak lagi sesuai. Aplikasi ini akan merekam semua data pasien asalkan dilakukan secara konsisten untuk menghindari tekanan darah meningkat ataupun menurun jika dosis obat tidak sesuai lagi.</p>
<p>Aplikasi dapat diunduh melalui <strong>APKPURE </strong>dengan nama <strong><em>Tensi Care Mobile</em></strong> untuk Android, dan melalui <a href="https://tensi-care.nubiprotech.com" target="_blank" rel="noopener">https://tensi-care.nubiprotech.com</a> untuk iPhone. Pengenalan aplikasi ini dibawakan oleh Kevin Adithya Beda, mahasiswa Diploma III Farmasi UPH. Penggunaan aplikasi oleh peserta masyarakat langsung  dipandu oleh dua mahasiswa lainnya yaitu Aditya Douglas Akay dan Muhamad Damar.</p>
<p><img data-dominant-color="e9eaec" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #e9eaec;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-8333 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Aplikasi-TensiCare-Febbyasi-Megawaty.avif" alt="Manajemen Risiko Antihipertensi dengan Aplikasi TensiCare" width="740" height="1211" /></p>
<p>Warga penerima alat tensi dipantau melalui grup WhatsApp dengan bantuan dua kader Posyandu Lansia. Pembagian alat dilakukan berdasarkan hasil skrining, khusus bagi warga dengan tensi di atas 130/80 mmHg (pra-hipertensi hingga hipertensi tingkat 2). Selanjutnya, tim PKM UPH bersama kader Posbindu akan melakukan tiga kali kunjungan ke rumah warga untuk memastikan penggunaan alat dan pencatatan aplikasi berjalan konsisten.</p>
<p>Dengan kombinasi edukasi, pembagian alat gratis, pendampingan kader, serta aplikasi digital, program ini menjadi contoh nyata penerapan manajemen risiko antihipertensi berbasis komunitas. Kolaborasi apoteker, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat diharapkan mampu menjadi model berkelanjutan dalam pengendalian hipertensi di Indonesia. Solusi ini relevan dengan permasalahan keterbatasan pencatatan tekanan darah secara berkala sehingga dibutuhkan keterlibatan secara aktif dan kerjasama keluarga dalam mengoperasionalkan alat “Pantau Tensi”.</p>
<p><img data-dominant-color="8e6564" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8e6564;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-8334 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/foto-bersama-dengan-peserta-Febbyasi-Megawaty-scaled.avif" alt="Masyarakat Binong Tangerang" width="2560" height="1707" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/foto-bersama-dengan-peserta-Febbyasi-Megawaty-scaled.avif 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/foto-bersama-dengan-peserta-Febbyasi-Megawaty-768x512.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/foto-bersama-dengan-peserta-Febbyasi-Megawaty-1536x1024.avif 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/foto-bersama-dengan-peserta-Febbyasi-Megawaty-2048x1365.avif 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/manajemen-risiko-antihipertensi-dengan-pantau-tensi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apoteker Punya Peran Penting dalam KIE Farmakovigilans</title>
		<link>https://iainews.net/apoteker-punya-peran-penting-dalam-kie-farmakovigilans/</link>
					<comments>https://iainews.net/apoteker-punya-peran-penting-dalam-kie-farmakovigilans/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2025 06:03:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[adverse drug reaction]]></category>
		<category><![CDATA[Balai POM]]></category>
		<category><![CDATA[ESO]]></category>
		<category><![CDATA[farmakovigilans]]></category>
		<category><![CDATA[Febbyasi Megawaty Rangka]]></category>
		<category><![CDATA[KIE]]></category>
		<category><![CDATA[KTD]]></category>
		<category><![CDATA[MESO]]></category>
		<category><![CDATA[Siloam Hospital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=5565</guid>

					<description><![CDATA[TANGERANG, IAINews – Dalam pelaksanaan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) farmakovigilans, apoteker memiliki peranan yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>TANGERANG, IAINews – Dalam pelaksanaan komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) farmakovigilans, apoteker memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun sistem.</p>
<p>Pentingnya peran apoteker dalam KIE farmakovigilans tersebut disampaikan dalam kegiatan bertajuk ‘KIE Farmakovigilans bagi Tenaga Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan’.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5566 aligncenter" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/diskusi-panel-Febbyasi-Megawaty-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Acara yang diselenggarakan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tangerang di Gedung MYC, Universitas Pelita Harapan beberapa waktu lalu ini, dibuka oleh M. Sony Mughofir, S.Si, Kepala Balai POM Tangerang.</p>
<p>Diikuti oleh 96 peserta, terdiri atas 7 orang petugas dari Balai POM Tangerang dan 89 tenaga kesehatan perwakilan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, serta Puskesmas di Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang.</p>
<p>Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat penerapan Peraturan BPOM Nomor 15 Tahun 2022 tentang Penerapan Farmakovigilans, sekaligus mendukung implementasi program tersebut.</p>
<p>Keberhasilan program farmakovigilans sangat dipengaruhi oleh peran aktif tenaga kesehatan dalam Monitoring Efek Samping Obat (MESO).</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5567 aligncenter" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/Dra.-Ega-Febrina-Apt.-dari-Tim-Kerja-Pengawasan-Keamanan-Obat-Narkotika-Psikotropika-dan-Prekursor-BPOM-Febbyasi-Megawaty-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Salah satu tujuan utama MESO adalah mendeteksi Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) atau Efek Samping Obat (ESO).</p>
<p>Penekanan dasar hukum kegiatan ini merujuk pada Undang-Undang Kesehatan Tahun 2023 Pasal 141 Ayat 3, yang menyatakan bahwa penggunaan obat, obat bahan alam, dan alat kesehatan harus memperhatikan keselamatan pasien, baik oleh industri farmasi maupun tenaga kesehatan.</p>
<p>Pemateri pertama adalah apt. Dra. Ega Febrina, dari Tim Kerja Pengawasan Keamanan Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Balai POM.</p>
<p>Dikatakan, farmakovigilans merupakan pengawasan terhadap keamanan obat selama seluruh siklus hidupnya, guna melindungi keselamatan pasien.</p>
<p>Ia menekankan peran tenaga kefarmasian sebagai <em>key players</em> dalam pendekatan manajemen risiko, mulai dari identifikasi, penanganan, pengendalian, pengkajian, komunikasi, hingga pelaporan.</p>
<p>Pelaporan elektronik e-MESO dapat diakses melalui laman: <a href="https://e-meso.pom.go.id" target="_blank" rel="noopener">https://e-meso.pom.go.id</a>, terutama jika ditemukan KTD atau ESO yang serius, khususnya terkait obat baru.</p>
<p>Pemateri kedua, apt. Tuty Sriwahyuni, M.Pharm-Klin, FACP, dari Siloam Hospitals, menyoroti pentingnya keterlibatan aktif apoteker dalam membangun sistem farmakovigilans.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5568 aligncenter" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/Foto-bersama-peserta-Febbyasi-Megawaty-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Berdasarkan survei, 79,34% tenaga kesehatan belum pernah melaporkan KTD atau ESO, dengan alasan utama adalah kurangnya pemahaman mengenai prosedur dan lembaga pelapor yang berwenang.</p>
<p>Oleh karena itu, tenaga kefarmasian diharapkan memahami risiko dan gejala <em>Adverse Drug Reaction</em> (ADR), termasuk predisposisi, interaksi obat, dan mekanisme ADR.</p>
<p>Penilaian dapat dilakukan menggunakan algoritma seperti Naranjo (1981), Liverpool Causality Assessment Tool (2011), atau Uppsala Monitoring Center (2013) untuk menilai probabilitas kejadian.</p>
<p>Akhir kegiatan diberikan pelatihan menggunakan e-MESO agar tenaga kesehatan dapat menjalankan program farmakovigilans di tempat masing-masing.</p>
<p>Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta dengan hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, dengan nilai rata-rata pretest sebesar 63,15 meningkat menjadi 91,69 pada posttest.</p>
<p>Para peserta merasa kegiatan ini bermanfaat dan relevan. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pemantauan pelaporan KTD/ ESO dari fasilitas pelayanan kesehatan.</p>
<p>Selain itu, beberapa aspek pelaksanaan akan dievaluasi sebagai bahan perbaikan untuk kegiatan berikutnya.***</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apoteker-punya-peran-penting-dalam-kie-farmakovigilans/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ngobrol Keamanan Pangan Bareng Apoteker: Dari Jajanan Bocah Sampai Dapur Bunda</title>
		<link>https://iainews.net/ngobrol-keamanan-pangan-bareng-apoteker-dari-jajanan-bocah-sampai-dapur-bunda/</link>
					<comments>https://iainews.net/ngobrol-keamanan-pangan-bareng-apoteker-dari-jajanan-bocah-sampai-dapur-bunda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2025 10:19:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[bpom]]></category>
		<category><![CDATA[cek kemasan]]></category>
		<category><![CDATA[Cek KLIK]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Rawa Arum]]></category>
		<category><![CDATA[Febbyasi Megawaty Rangka]]></category>
		<category><![CDATA[kader keamanan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Keamanan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pangan halal]]></category>
		<category><![CDATA[SMPIT Al Hanif Cilegon]]></category>
		<category><![CDATA[Tati Rahmawati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=5559</guid>

					<description><![CDATA[CILEGON, IAINews &#8211; Kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan pangan terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan edukatif....]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>CILEGON, IAINews &#8211; Kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan pangan terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan edukatif.</p>
<p>Apoteker, selain berperan dalam menjaga keamanan obat, kini juga turut menjadi Kader Keamanan Pangan, ikut mengampanyekan Gerakan Pangan Aman di berbagai lapisan masyarakat.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5560 aligncenter" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/Peserta-Antusias-bertanya-di-SMPIT-Al-Hanif-Febbyasi-Megawaty-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Berbekal pengetahuan dari Bimbingan Teknis Keamanan Pangan yang diselenggarakan oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) untuk wilayah regional Barat, para apoteker Banten melakukan edukasi ke sekolah pada Kamis, 12 Juni 2025 dan kepada ibu-ibu warga serta pelaku UMKM pada Sabtu, 14 Juni 2025.</p>
<p>Bertempat di aula SMPIT Al Hanif, Cilegon, sebanyak 200 siswi kelas 7 dan 8 secara bergiliran mengikuti edukasi seputar keamanan pangan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5561 aligncenter" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/Peserta-mendownload-dan-menggunakan-BPOM-Mobile-Febbyasi-Megawaty-250x190.jpeg" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Acara bertema “Jajan Aman, Perut Nyaman” ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Para siswi sangat antusias, banyak yang mengajukan pertanyaan tentang jajanan mereka setelah mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya berhati-hati dalam memilih makanan.</p>
<p>“Wah, ternyata ada zat pengawet mayat yang digunakan di makanan, ih, serem! Dan baru kali ini tahu tentang macam-macam cemaran,” ujar Laquisha, siswi kelas 8, usai mengikuti sesi edukasi.</p>
<p>Dalam kegiatan edukasi mengenai keamanan pangan ini, para siswi dikenalkan pada tiga jenis cemaran dalam pangan: biologis, kimia, dan fisik — lengkap dengan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.</p>
<p>Setelah bertandang ke SMPIT Al Hanif Cilegon, kampanye keamanan pangan dilanjutkan di Desa Rawa Arum, Cilegon, sebuah desa binaan Rumah Zakat.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5562 aligncenter" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/Bersama-peserta-di-SMPIT-Al-Hanif-Febbyasi-Megawaty-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Kali ini edukasi mengenai keamanan pangan diikuti oleh para pelaku UMKM rumahan. Warga menyimak dengan antusias seluruh materi terkait pangan aman. Mereka juga mempraktikkan langsung cara mengecek produk pangan lewat aplikasi BPOM Mobile.</p>
<p>Keamanan pangan dimulai dari bagaimana membeli pangan yang aman, simpan pangan dengan benar, memasaknya hingga matang, teknik menyajikan agar pangan tetap aman dan menjaga kebersihan. Lima hal ini dikenal dengan 5 Kunci Keamanan Pangan.</p>
<p>Para ibu juga belajar mengenali produk pangan kemasan yang aman dengan metode Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa). Selain itu, edukasi juga mencakup pentingnya label halal pada pangan — mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan. Materi ini disampaikan oleh tim halal: Apt. Yulis, Apt. Ayu, dan Apt. Ammi.</p>
<p>Pangan Halal juga amat penting, jangan sampai ada kontaminasi silang maupun bahan tambahan pangan yang membuat pangan menjadi tidak halal sehingga merugikan konsumen.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-5563 aligncenter" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/Ibu-ibu-UMKM-Binaan-Rumah-Zakat-menjadi-peserta-Pangan-Aman-Halal-Febbyasi-Megawaty-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>“Apoteker juga punya peran hadir di tengah masyarakat, membangun kesadaran tentang pangan yang aman dan halal. Dari kantin sekolah hingga dapur bunda, semua bisa menjadi bagian dari gerakan ini,” ujar Apt. Tati Rahmawati, kader keamanan pangan</p>
<p>Pangan aman bukan hanya penting bagi konsumen, tapi juga bagi seluruh keluarga di rumah, terutama bagi para ibu dan pelaku usaha kecil yang menjadi garda depan dapur sehat.</p>
<p><em>‘</em><em>’Baru pertama kali saya dapat materi seperti ini. Ternyata bukan cuma soal label, tapi juga cara memilih dan mengolah pangan yang aman dan halal untuk keluarga. Sangat bermanfaat, apalagi bagi kami pelaku usaha rumahan,”</em> ujar <strong>Ibu Chio</strong>, warga Rawa Arum, usai mengikuti sesi edukasi keamanan pangan<em>.</em></p>
<p><strong>Mari terus suarakan pangan aman dan halal — demi keluarga yang sehat, usaha yang berkah, dan generasi masa depan yang lebih kuat!***</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/ngobrol-keamanan-pangan-bareng-apoteker-dari-jajanan-bocah-sampai-dapur-bunda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komitmen Hisfarsi PD IAI Banten Meningkatkan Hospital Pharmacy Services</title>
		<link>https://iainews.net/komitmen-hisfarsi-pd-iai-banten-meningkatkan-hospital-pharmacy-services/</link>
					<comments>https://iainews.net/komitmen-hisfarsi-pd-iai-banten-meningkatkan-hospital-pharmacy-services/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Sep 2024 11:05:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Febbyasi Megawaty Rangka]]></category>
		<category><![CDATA[Hisfarsi PD IAI Banten]]></category>
		<category><![CDATA[hospital pharmacy services]]></category>
		<category><![CDATA[kefarmasian]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Siloam Training Center]]></category>
		<category><![CDATA[Standar PKPO]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=3422</guid>

					<description><![CDATA[TANGERANG, IAINews – Untuk meneguhkan komitmen meningkatkan hospital pharmacy services, Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>TANGERANG, IAINews – Untuk meneguhkan komitmen meningkatkan hospital pharmacy services, Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit (Hisfarsi) PD IAI Banten melakukan serangkaian pelatihan bagi anggotanya.</p>
<p>Serangkaian pelatihan ini adalah salah satu upaya memenuhi Standar Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO).</p>
<p>Hisfarsi PD IAI Banten, bekerjasama dengan Siloam Training Center menyelenggarakan  2 batch seminar dan workshop <em>‘Safety Intravenous Admixture Preparation and Evaluation’.</em></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3423" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/09/Hisfarsi-Banten-1.jpg" alt="" width="1280" height="768" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Hisfarsi-Banten-1.jpg 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Hisfarsi-Banten-1-768x461.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>Batch pertama dilaksanakn 18 – 20 April diikuti 38 orang dengan 15 SKP, sementara batch kedua diselanggarakan pada 2 – 7 September diikuti oleh 27 orang dengan peroleh 10 SKP Kemenkes.</p>
<p>Saat pelatihan batch 2, Ketua Hisfarsi PD IAI Banten, apt Tuty Sriwahyuni, M.Farm-Klin menyampaikan pentingnya Standar PKPO bagi rumah sakit. <em> </em></p>
<p>‘’Standar PKPO merupakan bagian penting dalam pengobatan simptomatik, preventif, kuratif, paliatif dan rehabilitatif terhadap penyakit dalam berbagai kondisi serta mencakup sistem yang digunakan rumah sakit untuk terapi pasien,’’ ungkap apt Tuty Sriwahyuni.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3424" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/09/Hisfarsi-Banten-2.jpg" alt="" width="1280" height="694" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Hisfarsi-Banten-2.jpg 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Hisfarsi-Banten-2-768x416.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>‘’Standar PKPO rumah sakit penting untuk tenaga kefarmasian yang menetapkan dan menerapkan regulasi dispensing sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai sesuai dengan standar profesi dan peraturan perundang-undangan,’’ lanjut apt Tuty Sriwahyuni. Salah satu elemennya adalah staf yang melakukan dispensing sediaan obat steril non sitostatika dan sitostatika harus terlatih dan kompeten.</p>
<p>Hal inilah yang mendorong Hisfarsi PD IAI Banten menyelenggarakan seminar dan workshop ini.</p>
<p>Seminar dan workshop ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan keterampilan tenaga kefarmasian, baik poteker maupun tenaga vokasi dalam penyiapan obat-obat steril.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3425" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/09/Hisfarsi-Banten-4.jpg" alt="" width="1080" height="1037" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Hisfarsi-Banten-4.jpg 1080w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Hisfarsi-Banten-4-768x737.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Seminar dan Workshop dibuka oleh Ketua PD IAI Banten apt. Ahmad Sofan, M.Farm yang menyambut dengan baik kegiatan pelatihan rutin oleh Hisfarsi PD IAI Banten tersebut.</p>
<p>‘’Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kompetensi dan komitmen sejawat apoteker dan tenaga vokasi dalam <em>Hospital Pharmacy Services,’’ </em>tutur apt Ahmad Sofan.</p>
<p>Pelaksanaan kegiatan ini secara hybrid yaitu 2 hari daring dan 3 hari luring.</p>
<p>Seminar dilaksanakan secara daring dengan materi disampaikan oleh para pakar praktisi Farmasi Rumah Sakit yang kompeten di bidangnya.</p>
<p>Sebagai narasumber, apt. Darwis Hasyim, M.Farm membawakan materi “Prinsip Dasar dan Kebijakan Peracikan Obat Steril” dan “ Sarana dan Prasarana Peracikan Obat Steril”.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3426" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/09/Hisfarsi-banten-3.jpg" alt="" width="1280" height="712" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Hisfarsi-banten-3.jpg 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Hisfarsi-banten-3-768x427.jpg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/09/Hisfarsi-banten-3-250x140.jpg 250w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>Sementara apt. Maria Firmina, S.Farm menyampaikan materi “Perencanaan, Penyimpanan dan Pendistribusian Obat Steril” dan “Pelayanan Informasi Obat dan Dokumentasi Peracikan Obat Steril”.</p>
<p>Sedangkan apt. Grace Marsella, S.Farm membawakan materi “Penelaahan Resep dan Peracikan Obat Steril Termasuk Parenteral” dan “Menyiapkan Nutrisi Parenteral dan Dokumentasi”.</p>
<p>Di kesempatan yang sama apt. Yovita Diane Titiesari, M.Sc menyampaikan 3 materi yaitu “Prinsip Dasar Penyiapan dan Peracikan Obat Sitotoksik”, “Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja/K3” dan “Penanganan Tumpahan Obat Sitotoksik serta Tinjauan Ketepatan Peresepan Obat Sitotoksik”.</p>
<p>Bila semiar dilaksanakan secara daring, maka workshop dilaksanakan secara luring selama 3 hari oleh tim Hisfarsi PD IAI Banten dengan lima materi berbeda.</p>
<p>Materi pertama adalah Tinjauan dan Perhitungan Dosis Peracikan Steril Non Sitotoksik dan Dokumentasi dilanjutkan dengan Menyiapkan Obat Sitotoksik dan Dokumentasi.</p>
<p>Materi selanjutnya adalah Menyiapkan Dosis Sitotoksik Steril Non Sitotoksik dan Menyiapkan Nutrisi Parenteral Peracikan Steril serta Menyiapkan Obat Sitotoksik  Steril.</p>
<p>Pada hari terakhir para peserta mendapatkan evaluasi dan validasi akhir dengan uji tertulis, uji lisan, uji observasi dan uji penggunaan APD.</p>
<p>Tidak hanya itu, peserta juga diajak melakukan <em>hospital tour </em>di Siloam Hospitals Lippo Village ke ruang pencampuran sediaan obat steril (sitotoksik dan non sitotoksik).</p>
<p>Kesan dan pesan disampaikan perwakilan oleh Iwan Megi Suprianto dari Siloam Hospital Balik Papan dan apt. Khanza Sari Dewi, S.Farm dari RS Kurnia Cilegon.</p>
<p>Keduanya merasakan banyak perubahan secara pribadi dari rasa kurang percaya diri atas kemampuan sebagai tenaga kefarmasian menjadi lebih yakin akan perannya melakukan dispensing sediaan Farmasi di rumah sakit.</p>
<p>Sementara Ketua Pelaksana Kegiatan apt. Laila Shafarina, S.Farm juga mengumumkan peserta terbaik I Regina Sri Utaminingsih, Amd. Farm dari Siloam Hospital Lippo Village, terbaik II apt. Agatha Nensida Venary, S.Farm dari Siloam Hospital Yogyakarta dan terbaik III apt. Sri Wahyuni, S.Farm dari Alia Hospital Depok berdasarkan nilai validasi akhir. ‘’Semoga kegiatan ini terus dilaksanakan secara rutin agar dapat meningkatkan kompetensi tenaga kefarmasisn dalam menjalankan profesinya,’’ harap apt Laila Shafarina saat mengumumkan peserta terbaik.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/komitmen-hisfarsi-pd-iai-banten-meningkatkan-hospital-pharmacy-services/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
