<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>empati &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/empati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Sep 2025 05:58:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.8</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>empati &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Patients Don&#8217;t Care&#8230;&#8217;: Ini yang Membuat Apoteker UNIMUGO Beda di Mata Pasien</title>
		<link>https://iainews.net/patients-dont-care-ini-yang-membuat-apoteker-unimugo-beda-di-mata-pasien/</link>
					<comments>https://iainews.net/patients-dont-care-ini-yang-membuat-apoteker-unimugo-beda-di-mata-pasien/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2025 05:58:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[empati]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[pspa]]></category>
		<category><![CDATA[Romo Sukir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8017</guid>

					<description><![CDATA[Kebumen, IAInews &#8211; Obat paling ampun di dunia pun bisa gagal jika digunakan dengan salah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kebumen, IAInews &#8211; Obat paling ampun di dunia pun bisa gagal jika digunakan dengan salah karena ketiadaan komunikasi efektif dari apoteker. Ketua Program Studi Profesi Apoteker Universitas Muhammadiyah Gombong (PSPA UNIMUGO) apt. Ayu Nisa Aiinni, M.Farm mengambil langkah progresif dalam mengatasi hal ini. Pada Selasa, 23 September 2025, PSPA UNIMUGO membekali mahasiswa Angkatan IV yang bersiap melakukan Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di Puskesmas dengan komunikasi persuasif sebagai bagian komunikasi efektif.</p>
<p><strong>Kunci yang Mengubah Persepsi Pasien</strong></p>
<p>Pilar utama dalam pembekalan yang disampaikan oleh Romo Sukir Satrija Djati adalah kutipan legendaris dari Theodore Roosevelt: &#8220;Patients don&#8217;t care how much you know until they know how much you care.&#8221; Pasien tidak peduli  dengan gelar dan ilmu farmasi yang rumit, yang dicari pasien adalah rasa aman dan kepercayaan, Apoteker UNIMUGO dipersipakna dengan baik untuk menjadi mitra pasien yang tulus mendengarkan dan merespon dengan komunikasi yang baik serta memikat hati pasien</p>
<p><strong>Obat Hanya “Separuh Jalan”</strong></p>
<p>Romo Sukir menekankan konsep : &#8220;Obat hanya separuh jalan.&#8221;, tanpa kesediaan dan kepatuhan pasien, obat terbaik di dunia pun bisa gagal. Komunikasi persuasif adalah katalis yang mengubah ilmu menjadi kesembuhan optimal, fokusnya pada pembangunan motivasi agar pasien tidak hanya &#8216;iya, iya&#8217; di hadapan apoteker, tetapi benar-benar berkomitmen pada pengobatannya. Inilah pentingnya memastikan mahasiswanya mampu menguasai seni mendampingi pasien, bukan sekadar memberikan instruksi.</p>
<figure id="attachment_8020" aria-describedby="caption-attachment-8020" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="847e7b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #847e7b;" fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-8020 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/UNIMUGO-2.avif" alt="" width="1280" height="720" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/UNIMUGO-2.avif 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/UNIMUGO-2-400x225.avif 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/UNIMUGO-2-768x432.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/UNIMUGO-2-250x140.avif 250w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-8020" class="wp-caption-text">Peserta antusias menyimak materi dari narasumber</figcaption></figure>
<p><strong>Tiga Jurus Emas Apoteker UNIMUGO</strong></p>
<p>Pembekalan yang berangsung menarik dan interaktif ini, membuat mahasiswa memahami tiga langkah praktis yang menjadi kunci kesuksesan membangun hubungan dengan pasien:</p>
<ol>
<li>Validasi (Membangun Empati): Kunci pertama untuk merebut hati pasien adalah empati. Pasien yang ragu atau takut, tidak langsung diberi ceramah ilmiah, namun divalidasi terlebih dulu perasaanya: &#8220;Saya mengerti kekhawatiran bapak/ibu, wajar sekali merasa takut dengan efek samping.&#8221; Apoteker UNIMUGO kini tahu, sebelum mengedukasi, mereka harus mendengarkan.</li>
<li>Edukasi yang Kuat (Mendefinisikan Manfaat): kekhawatiran pasien yang telah teratasi, dilanjutkan pemberian edukasi dengan penekanan pada dampak yang jauh lebih besar. Apoteker UNIMUGO dilatih untuk menjelaskan obat dengan bahasa sederhana dan menekankan, manfaat nyata bagi kesehatan atau hidup pasien, misalnya: &#8220;Obat ini akan mencegah memburuknya penyakit dan fatal di masa depan.&#8221;</li>
<li>Garansi (Menawarkan Kemitraan): Apoteker hebat adalah yang menawarkan dukungan berkelanjutan. Apoteker UNIMUGO dibekali janji kemitraan: &#8220;Kita hadapi ini bersama-sama. Jika ada masalah, jangan ragu hubungi saya.&#8221; Ini mengubah hubungan apoteker-pasien menjadi hubungan mitra-klien, dan ini adalah kunci kepatuhan jangka panjang.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>PSPA UNIMUGO Mencetak Apoteker Empatik</strong></p>
<p><img data-dominant-color="6c6e61" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #6c6e61;" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8019 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/UNIMUGO-3-scaled.avif" alt="" width="1440" height="2560" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/UNIMUGO-3-scaled.avif 1440w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/UNIMUGO-3-768x1365.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/UNIMUGO-3-864x1536.avif 864w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/UNIMUGO-3-1152x2048.avif 1152w" sizes="(max-width: 1440px) 100vw, 1440px" /></p>
<p>Pembekalan ini adalah bukti komitmen UNIMUGO dalam menghasilkan Apoteker yang memiliki integritas dan kepekaan tinggi. Apoteker UNIMUGO kini memiliki rumus sukses:</p>
<p>Obat (Ilmu) + Komunikasi (Seni) = Hasil Optimal Kesehatan Pasien</p>
<p>Bekal ini membuat mereka siap untuk PKPA di Puskesmas, tidak hanya sebagai penyuplai obat, namun juga sebagai <strong>mitra terpercaya</strong> yang mampu mengubah kepatuhan pasien. Inilah yang membuat Apoteker lulusan UNIMUGO berbeda dan berharga di mata pasien, mereka peduli, dan kepedulian itulah yang menjadi obat pertama dan terpenting.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/patients-dont-care-ini-yang-membuat-apoteker-unimugo-beda-di-mata-pasien/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sudut Pandang Apoteker: Mesin Memang Pandai Merangkai Kata, Tetapi Manusialah yang Mampu Memberi Makna Sejati dalam Komunikasi</title>
		<link>https://iainews.net/sudut-pandang-apoteker-mesin-memang-pandai-merangkai-kata-tetapi-manusialah-yang-mampu-memberi-makna-sejati-dalam-komunikasi/</link>
					<comments>https://iainews.net/sudut-pandang-apoteker-mesin-memang-pandai-merangkai-kata-tetapi-manusialah-yang-mampu-memberi-makna-sejati-dalam-komunikasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2025 10:50:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Ayu Dewi Widaningsih]]></category>
		<category><![CDATA[berjuang]]></category>
		<category><![CDATA[emosional]]></category>
		<category><![CDATA[empati]]></category>
		<category><![CDATA[fondasi utama]]></category>
		<category><![CDATA[guideline]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[profesi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=6706</guid>

					<description><![CDATA[DUNIA modern dengan era digital saat ini telah menunjukkan transformasi nyata teknologi ke Artificial Intelligence...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>DUNIA modern dengan era digital saat ini telah menunjukkan transformasi nyata teknologi ke Artificial Intelligence (AI).</p>
<p>AI menjadi pengganti segala hal untuk mendapatkan informasi melalui dunia digital. Hanya dengan hitungan detik, AI mampu menghasilkan rangkaian kata menjadi sebuah artikel, pola pikir, serta arahan jawaban dari segala pertanyaan.</p>
<figure id="attachment_6265" aria-describedby="caption-attachment-6265" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="aa999b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #aa999b;" decoding="async" class="size-medium wp-image-6265 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/07/Apoteker-di-apotek-Alpro-1-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-6265" class="wp-caption-text">Apoteker di apotek (Sumber : Instagram Apotek Alpro)</figcaption></figure>
<p>Seketika terlintas dalam batin sebagai seorang Apoteker, apakah kemampuan merangkai kata ini akan sama dengan kemampuan manusia memberi makna sejati dalam komunikasi?</p>
<p>Tentu saja tidak, ini jawaban kenyataannya. Kecerdasan yang luar biasa dari AI ini bekerja secara algoritma.</p>
<p>AI hanya mampu menyusun kata, kalimat, paragraf untuk menyampaikan informasi seakurat mungkin.</p>
<p>Akan tetapi, komunikasi bagi seorang Apoteker tidak hanya sekedar memberikan penjelasan resep terkait nama obat, cara penggunaannya, efek samping, ataupun hal-hal yang perlu dihindari.</p>
<p>Lebih jauh daripada ini, lebih melibatkan emosional antara Apoteker dan pasien.</p>
<p>Ketika Apoteker bertemu dengan pasien hamil yang diresepkan obat untuk alerginya, AI mungkin dapat menggantikan perannya untuk menjelaskan mekanisme kerja obatnya, cara penggunaan, dan efek samping yang mungkin bisa terjadi secara detail.</p>
<p>Diluar itu semua, ada satu hal yang tidak bisa tergantikan perannya oleh Apoteker yaitu kemampuan memberikan komunikasi dengan memahami kekhawatiran ibu hamil dengan pertanyaannya, “Apakah penggunaan obat ini aman untuk bayi dalam kandungan saya?”.</p>
<p>Inilah peran terbesar sebagai Apoteker. Penyampaian yang menyakinkan bahwa obat tersebut aman dengan tidak hanya menyampaikan fakta nyata.</p>
<p>Apoteker bisa melihat raut wajah cemas, khawatir, bahkan mendengar getaran dalam suaranya, sehingga sangat paham pasien tidak hanya membutuhkan informasi melainkan keyakinan dengan tenang.</p>
<p>Makna dalam komunikasi Apoteker tidak hanya kalimat yang menyatakan aman, lebih jauh dari ini melibatkan kepedulian dan kenyamanan.</p>
<p>Perjalanan sebagai Apoteker selalu menyimpan makna tersembunyi dibalik komunikasi rutin yang dilakukan ke pasien.</p>
<p>Makna tersembunyi ini tidak hanya berasal dari kata-kata yang terucap, tetapi dari hal-hal yang tidak terucap itu.</p>
<p>Senyuman yang meyakinkan, tatapan mata yang menenangkan, aura positif yang dibagikan, atau bahkan sentuhan lembut di bahu. Semua hal ini unsur manusiawi yang tidak bisa dilakukan oleh AI.</p>
<p>Dibalik aktivitas rutin Apoteker di Apotek maupun di Instalasi Farmasi RS, selalu ada cerita, kekhawatiran, dan harapan.</p>
<p>Pernah menemui seorang pasien lansia yang datang tanpa didampingi oleh sanak saudara maupun keluarganya.</p>
<p>Pasien ini, tidak hanya datang untuk mengambil obat, akan tetapi, untuk mendapatkan dukungan bahwa ia tidak sendirian berjuang melawan penyakitnya.</p>
<p>Apoteker selalu hadir jadi garda terdepan memenuhi kebutuhan emosional ini, memberikan dukungan dan membagi kebahagiaan yang tidak pernah tertulis dalam label obat manapun.</p>
<p>Terkadang air mata itu menetes dengan sendirinya. Mengingat akan satu hal “sungguh mulianya profesi ini”.</p>
<p>Meraihnya dengan penuh air mata dan menjalankan sumpah profesinya dengan air mata pula.</p>
<p>Melihat banyaknya pasien yang sangat butuh uluran ilmu profesi ini membuatku bertekad untuk terus belajar dan belajar.</p>
<p>Mengupdate ilmu yang penuh perkembangan melalui guideline, pemecahan kasus pasien, dan hal-hal menarik dari isi curhatan pasien.</p>
<p>Meskipun dunia berkata AI mampu memberikan segalanya dengan sempurna, tetapi hanya manusialah yang mampu membaca hati dan memberikan makna sejati yang tersembunyi itu.</p>
<p>Komunikasi sesungguhnya adalah interaksi antara dua jiwa, bukan hanya sekedar pertukaran data secara pasif.</p>
<p>Dalam dunia kesehatan yang luas ini, kepercayaan dan empati adalah fondasi utama, peran manusia tidak akan pernah tergantikan oleh apapun.</p>
<p>Jangan ragu untuk konsultasi obat Anda melalui komunikasi yang efektif bersama Apoteker.</p>
<p>Apoteker dengan sumpah profesinya akan selalu siap dan setia memberikan pelayanan terbaik.</p>
<p>Salam sehat dan bahagia untuk semua pasien yang sedang berjuang. Kami Apoteker, Kami siap menjadi perantara jawaban dari “Tanya Obat, Tanya Apoteker”</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/sudut-pandang-apoteker-mesin-memang-pandai-merangkai-kata-tetapi-manusialah-yang-mampu-memberi-makna-sejati-dalam-komunikasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
