<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>edukasi Tuberkulosis &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/edukasi-tuberkulosis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Nov 2024 02:46:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>edukasi Tuberkulosis &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>APOTEKER BERTAMU DI BUNGKUTOKO UNTUK BERANTAS TBC</title>
		<link>https://iainews.net/apoteker-bertamu-di-bungkutoko-untuk-berantas-tbc/</link>
					<comments>https://iainews.net/apoteker-bertamu-di-bungkutoko-untuk-berantas-tbc/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Nov 2024 02:46:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[antimicrobial resistance]]></category>
		<category><![CDATA[Apoteker Bertamu]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[berita iai]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi Tuberkulosis]]></category>
		<category><![CDATA[iai news]]></category>
		<category><![CDATA[Mika Febryanti]]></category>
		<category><![CDATA[PD IAI Kendari]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[pharmacist]]></category>
		<category><![CDATA[Promosi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[World Pharmacist Day 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=4357</guid>

					<description><![CDATA[Kendari, IAINews.id – Dalam rangka memperingati World Pharmacist Day (WPD), Pengurus Daerah (PD) Ikatan Apoteker...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kendari, IAINews.id</strong> – Dalam rangka memperingati World Pharmacist Day (WPD), Pengurus Daerah (PD) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan Pengurus Cabang (PC) IAI Kota Kendari menggelar kegiatan bertajuk Apoteker Berantas Tuberculosis Bersamamu (Apoteker Bertamu).</p>
<p>Acara yang diselenggarakan di Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Nambo, Kendari ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya Tuberculosis (TBC), serta pentingnya deteksi dini dan pengobatan yang tepat.</p>
<p>Program Apoteker Bertamu ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pembinaan kampung ASK ME DAGUSIBU (Apoteker Sahabat Keluarga Melayani Edukasi Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang), yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya di lokasi yang sama.</p>
<p>Acara dimulai pada pukul 08.30 WITA dengan sambutan dari Ketua PD IAI Sulawesi Tenggara, Dr. rer. nat. apt. Adryan Fristiohady, M.Sc., yang secara resmi membuka kegiatan tersebut.</p>
<p>Dalam sambutannya, apt. Adryan menekankan pentingnya kolaborasi antara apoteker dan masyarakat dalam memberantas penyakit menular seperti TBC.</p>
<p>Turut hadir pada kesempatan itu, Ketua Majelis Kode Etik Apoteker Indonesia Daerah IAI Sulawesi Tenggara, Ketua Dewan Pengawas Daerah IAI Sulawesi Tenggara, Ketua PC IAI Kota Kendari, serta Lurah Nambo, Yusri Nandar, S.IP.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4358" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/bertamu1.jpg" alt="" width="1430" height="1073" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/bertamu1.jpg 1430w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/bertamu1-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1430px) 100vw, 1430px" /></p>
<p>Kehadiran para pemimpin tersebut memberikan dukungan moril kepada masyarakat Kelurahan Bungkutoko, serta menambah semangat bagi warga untuk berpartisipasi dalam kegiatan edukasi yang sangat penting ini.</p>
<p>Sebagai pemateri utama, apt. Cita Maudina Alfyah memberikan edukasi yang sangat bermanfaat dengan tema “Bersama Melawan Tuberculosis”.</p>
<p>Materi yang disampaikan mencakup berbagai aspek penting terkait dengan TBC, seperti gejala-gejala penyakit ini yang sering kali tidak disadari oleh masyarakat umum, cara penularannya, langkah-langkah pencegahan, hingga pentingnya deteksi dini dan kepatuhan dalam pengobatan.</p>
<p>TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri <em>Mycobacterium tuberculosis</em>, yang biasanya menyerang paru-paru, meskipun dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.</p>
<p>Gejalanya bisa sangat mirip dengan penyakit pernapasan lain, seperti batuk berkepanjangan, demam, dan penurunan berat badan, yang sering diabaikan atau dianggap penyakit biasa.</p>
<p>Oleh karena itu, edukasi mengenai TBC sangat penting untuk memastikan masyarakat tahu tanda-tanda penyakit ini sejak dini dan segera mendapatkan pengobatan yang tepat.</p>
<p>Dalam sesi interaktif yang berlangsung, apt. Cita menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan oleh 40 warga setempat yang hadir.</p>
<p>Pertanyaan seputar pengobatan TBC, cara mencegah penyebarannya, serta pengaruh lingkungan terhadap penyebaran penyakit menjadi topik hangat dalam diskusi tersebut.</p>
<p>Warga tampak antusias dan sangat tertarik dengan informasi yang diberikan, menunjukkan bahwa edukasi kesehatan semacam ini sangat dibutuhkan di tingkat komunitas.</p>
<p>Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 11.00 WITA dan ditutup dengan pesan penting dari Lurah Nambo, Yusri Nandar, S.IP.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4359" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/bertamu2.jpg" alt="" width="1429" height="1072" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/bertamu2.jpg 1429w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/bertamu2-100x75.jpg 100w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/bertamu2-768x576.jpg 768w" sizes="(max-width: 1429px) 100vw, 1429px" /></p>
<p>Dalam sambutannya, Lurah Yusri memberikan apresiasi yang tinggi kepada para apoteker yang terlibat dalam kegiatan tersebut dan mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah preventif dalam melawan tuberculosis.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa program semacam ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya TBC dan pentingnya pengobatan yang tepat.</p>
<p>&#8220;Program Apoteker Bertamu ini merupakan contoh nyata dari kolaborasi yang dapat dilakukan antara apoteker dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat.</p>
<p>Kami berharap warga Kelurahan Bungkutoko dan sekitarnya dapat terus menerapkan prinsip-prinsip kesehatan yang sudah disampaikan, baik dalam pencegahan maupun pengobatan penyakit TBC,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dengan terlaksananya program Apoteker Bertamu ini, diharapkan masyarakat semakin memahami peran penting deteksi dini dan pengobatan TBC untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari tuberculosis.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4360" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/bertamu3.jpg" alt="" width="960" height="1280" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/bertamu3.jpg 960w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/bertamu3-768x1024.jpg 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /></p>
<p>Edukasi semacam ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit menular.</p>
<p>Program ini  menunjukkan pentingnya peran apoteker dalam mendukung kesehatan masyarakat, tidak hanya dalam memberikan pelayanan obat, tetapi juga dalam memberikan edukasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.</p>
<p>Dengan semakin gencarnya kegiatan edukasi tentang kesehatan, diharapkan  waspada dan peduli terhadap penyakit yang mengancam keselamatan mereka.</p>
<p>Kegiatan seperti ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain untuk memperkuat kerjasama antara apoteker dan masyarakat dalam memerangi berbagai masalah kesehatan, termasuk TBC, demi terwujudnya Indonesia yang lebih sehat.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apoteker-bertamu-di-bungkutoko-untuk-berantas-tbc/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masyarakat Sehat, Apoteker Bahagia: Edukasi Tuberkulosis di Hari Apoteker Sedunia</title>
		<link>https://iainews.net/masyarakat-sehat-apoteker-bahagia-edukasi-tuberkulosis-di-hari-apoteker-sedunia/</link>
					<comments>https://iainews.net/masyarakat-sehat-apoteker-bahagia-edukasi-tuberkulosis-di-hari-apoteker-sedunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2024 13:41:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Apoteker Bahagia]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi Tuberkulosis]]></category>
		<category><![CDATA[hari apoteker sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[IAI Aceh Besar]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan global]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat Sehat]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan kefarmasian]]></category>
		<category><![CDATA[Program Apoteker Bertamu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=3936</guid>

					<description><![CDATA[Aceh Besar, IAINews &#8211; Hari Apoteker Sedunia diperingati setiap tanggal 25 September untuk mengakui peran...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Aceh Besar, IAINews &#8211;</strong> Hari Apoteker Sedunia diperingati setiap tanggal 25 September untuk mengakui peran penting Apoteker dalam dunia kesehatan. Pada kesempatan ini, seluruh Apoteker di Indonesia menunjukkan kontribusi terbaik mereka dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Apoteker memiliki peran krusial dalam memberikan pelayanan kefarmasian, baik secara personal maupun melalui kolaborasi dengan berbagai aspek kesehatan lainnya.</p>
<p>Sesuai dengan tema World Pharmacist Day 2024, yaitu &#8220;Apoteker Berkontribusi untuk Kesehatan Global,&#8221; program &#8220;Apoteker Bertamu&#8221; dilaksanakan oleh seluruh Apoteker Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan ini mencakup edukasi mengenai Tuberkulosis kepada masyarakat di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.</p>
<p>Edukasi Tuberkulosis ini berhasil dilaksanakan berkat kerjasama antara Pengurus Cabang IAI Aceh Besar, PD IAI Aceh, Hisfarkesmas Aceh, serta dukungan dari Kepala Puskesmas Ingin Jaya, Ibu dr. Fina Elysa, dan Keuchik setempat.</p>
<p>Kegiatan edukasi ini diikuti oleh 23 Apoteker Aceh Besar pada Jum&#8217;at, 18 Oktober 2024, di Desa Ajee Pagar Air, Kecamatan Ingin Jaya. Edukasi dimulai dengan koordinasi bersama Puskesmas dan Bapak Keuchik T. Darnis, SH.</p>
<p>Seluruh Apoteker yang hadir dibagi menjadi tujuh tim, dengan masing-masing tim berjumlah tiga orang yang akan bertamu ke rumah warga. Setiap Apoteker menyiapkan alat pelindung diri (APD) lengkap, termasuk masker dan handsanitizer.</p>
<p>Briefing dipimpin oleh Ketua Hisfarkesmas Aceh, Ibu apt. Nova Rahmatulliza, S.Farm, dan dibantu oleh Bidan Desa, Cut Rozana A. Md. Keb. Wilayah edukasi dibagi menjadi tiga bagian agar penyebaran informasi kepada masyarakat lebih merata.</p>
<p>Apoteker dilengkapi dengan bahan bacaan seperti brosur dan lembar balik tentang Tuberkulosis untuk menarik minat masyarakat serta lembar skrining untuk mengukur perubahan pengetahuan dan pemahaman masyarakat sebelum dan sesudah edukasi.</p>
<p>Selama kegiatan &#8220;Apoteker Bertamu,&#8221; Apoteker berhasil mengunjungi 21 rumah masyarakat. Hasil skrining dan survei menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang Tuberkulosis setelah edukasi.</p>
<p>Masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait penggunaan obat dan informasi obat lainnya. Mereka menyampaikan terima kasih karena merasakan manfaat dari program &#8220;Apoteker Bertamu&#8221; dan berharap ada program serupa di masa depan dengan tema yang berbeda.</p>
<p>Keuchik dan Kepala Puskesmas juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Apoteker Aceh Besar dan berharap kolaborasi seperti ini dapat berlanjut. &#8220;Kegiatan edukasi bisa kita lakukan di peringatan Hari TB pada bulan Maret mendatang. Edukasi dapat dilakukan di setiap Puskesmas,&#8221; ucap PJ TB Puskesmas Ingin Jaya.</p>
<p>Kegiatan &#8220;Apoteker Bertamu&#8221; ditutup dengan penyerahan sertifikat untuk Desa Ajee Pagar Air oleh Ketua PC IAI Aceh Besar, apt. Hafiz Alroza, S.Farm, kepada Keuchik, penyerahan sertifikat kepada Bidan Desa oleh Ketua Hisfarkesmas Aceh, serta penyerahan plakat terima kasih untuk Puskesmas Ingin Jaya yang diwakili oleh Kepala TU, Ibu Muharmi, SKM.</p>
<p><em><strong>Salam semangat dan jaya Apoteker Indonesia.</strong></em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/masyarakat-sehat-apoteker-bahagia-edukasi-tuberkulosis-di-hari-apoteker-sedunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bersama Apoteker: Merayakan Hari Apoteker Sedunia dengan Edukasi Tuberkulosis di Aceh Singkil</title>
		<link>https://iainews.net/bersama-apoteker-merayakan-hari-apoteker-sedunia-dengan-edukasi-tuberkulosis-di-aceh-singkil/</link>
					<comments>https://iainews.net/bersama-apoteker-merayakan-hari-apoteker-sedunia-dengan-edukasi-tuberkulosis-di-aceh-singkil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Oct 2024 13:33:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi Tuberkulosis]]></category>
		<category><![CDATA[hari apoteker sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[IAI Aceh Singkil]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan global]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan TB]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[stigma TB]]></category>
		<category><![CDATA[world pharmacist day]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=3933</guid>

					<description><![CDATA[Aceh Singkil, IAINews &#8211; Pada perayaan Hari Apoteker Sedunia atau World Pharmacist Day (WPD) yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Aceh Singkil, IAINews &#8211;</strong> Pada perayaan Hari Apoteker Sedunia atau World Pharmacist Day (WPD) yang jatuh pada hari Minggu, 20 Oktober 2024, Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) dan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) mengajak seluruh Apoteker untuk mensukseskan kegiatan WPD.</p>
<p>Kegiatan ini menjadi momentum bagi Apoteker Indonesia untuk menunjukkan kepada dunia bahwa mereka berkontribusi untuk kesehatan global. Sejalan dengan perubahan paradigma, Apoteker tidak hanya berorientasi pada obat (drug oriented), tetapi juga berorientasi pada pasien (patient oriented) demi menjamin keselamatan pasien (patient safety).</p>
<p>Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Kabupaten Aceh Singkil (PC IAI Kab. Aceh Singkil) menggelar kegiatan <em>Apoteker Bertamu</em>, yang terdiri dari edukasi tentang Tuberkulosis (TB) dan pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat Desa Gunung Lagan, Kec. Gunung Meriah, Kab. Aceh Singkil.</p>
<p>Saat ini, penyakit TB menjadi tantangan global dalam dunia kesehatan. Meskipun TB dapat diobati dan disembuhkan, masih terdapat tantangan bagi pasien yang belum memulai pengobatan.</p>
<p>Beberapa faktor penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan tentang TB, stigma, kurangnya dukungan keluarga, dan keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan. Stigma menjadi salah satu penyebab keengganan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan TB, yang dapat memperburuk kondisi penderita.</p>
<p>Hal ini membuat orang yang terinfeksi TB merasa malu dan menarik diri dari lingkungan, bahkan mengalami diskriminasi, kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan, atau kehilangan pekerjaan. Oleh karena itu, perlu upaya untuk menghilangkan stigma dengan memberikan informasi yang benar.</p>
<p>Dalam pengobatan TB, yang harus diperhatikan adalah tepat waktu, cara, dan dosis. Edukasi tentang Tuberkulosis sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan motivasi serta kepatuhan dalam mengonsumsi obat bagi penderita TB.</p>
<p>Selain itu, peran pemerintah dan organisasi kesehatan lainnya sangat penting untuk menangani TB secara dini dan memastikan penderita yang terinfeksi mendapatkan perhatian serta pengobatan yang tepat, sehingga penyebaran penyakit dapat dicegah.</p>
<p>Terinfeksi TB tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga pada aspek sosial dan ekonomi.</p>
<p>Maka dari itu, Apoteker harus berkontribusi dan berkolaborasi dengan masyarakat serta profesi kesehatan lainnya untuk mengeliminasi kasus TB, terutama di Indonesia. PC IAI Kabupaten Aceh Singkil mengajak masyarakat untuk memberantas kasus TB menuju Indonesia yang lebih sehat dan lebih maju.</p>
<p><strong>Temukan dan Obati Sampai Sembuh.</strong><br />
<strong>Salam sejawat.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/bersama-apoteker-merayakan-hari-apoteker-sedunia-dengan-edukasi-tuberkulosis-di-aceh-singkil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
