<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>edukasi siswa &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/edukasi-siswa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Oct 2025 09:15:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>edukasi siswa &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Edukasi Bahaya Narkoba Dorong Generasi Z Jadi Agen Perubahan</title>
		<link>https://iainews.net/edukasi-bahaya-narkoba-generasi-z-jadi-agen-perubahan/</link>
					<comments>https://iainews.net/edukasi-bahaya-narkoba-generasi-z-jadi-agen-perubahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Nelly Sy.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2025 08:12:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Anti Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi anti-narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Gen Z]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Anti Narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Rita Yuliansari]]></category>
		<category><![CDATA[Yuliawati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8928</guid>

					<description><![CDATA[Jambi, IAINews &#8211; Upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar terus digencarkan melalui edukasi yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jambi, IAINews &#8211; Upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar terus digencarkan melalui edukasi yang inspiratif. Salah satunya dilakukan oleh apt. Rita Yuliansari, apoteker Muara Bungo sekaligus pengajar bidang Farmasi. Ia memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba bagi generasi Z bersama Komunitas Anti Narkoba di Kota Bungo pada Senin, 6 Oktober 2025. Kegiatan bertema “Generasi Z Cerdas, Tanpa Narkoba” ini diikuti oleh para anak muda yang tergabung dalam Komunitas Kader Inti Anti Narkoba (KIPAN) Bungo.</p>
<p>Dalam paparannya, apt. Rita menjelaskan berbagai jenis narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) yang sering disalahgunakan, dan bahaya narkoba serta dampaknya terhadap kesehatan fisik, mental, dan masa depan generasi muda.</p>
<p><img data-dominant-color="777763" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #777763;" fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8931 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-Bahaya-Narkoba-1_Yuliawati-scaled.avif" alt="Edukasi Bahaya Narkoba" width="2560" height="1564" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-Bahaya-Narkoba-1_Yuliawati-scaled.avif 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-Bahaya-Narkoba-1_Yuliawati-768x469.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-Bahaya-Narkoba-1_Yuliawati-1536x939.avif 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-Bahaya-Narkoba-1_Yuliawati-2048x1251.avif 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menerangkan bahwa narkoba terbagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu <strong>narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya (NAPZA)</strong>. Narkotika seperti morfin, heroin, dan ganja bekerja menekan sistem saraf pusat, menimbulkan rasa tenang atau euforia semu, namun berisiko tinggi menyebabkan ketergantungan. Sementara itu, psikotropika seperti ekstasi, shabu, dan LSD memengaruhi kerja otak dengan cara menstimulasi atau menimbulkan halusinasi yang dapat mengubah perilaku dan persepsi seseorang.</p>
<p>Selain itu, terdapat pula bahan adiktif lain seperti alkohol, nikotin, dan inhalansia (lem, bensin, atau cairan pewangi) yang sering disalahgunakan karena mudah didapatkan di sekitar kita. Padahal, efeknya tidak kalah berbahaya karena dapat merusak organ penting seperti otak, jantung, dan paru-paru. Rita menekankan bahwa semua zat tersebut, bila digunakan tanpa pengawasan medis, akan menimbulkan ketergantungan dan gangguan fungsi tubuh yang permanen.</p>
<p>Melalui pemahaman ini, diharapkan para remaja mampu mengenali jenis dan bahaya narkoba sejak dini. “Pengetahuan adalah benteng pertama dalam melawan penyalahgunaan narkoba. Jika tahu risikonya, mereka akan berpikir dua kali sebelum mencoba,” tegas Rita di hadapan peserta yang menyimak dengan antusias.</p>
<p><a href="https://bnn.go.id/pengertian-narkoba-dan-bahaya-narkoba-bagi-kesehatan/" target="_blank" rel="noopener">Narkoba</a> adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan. Merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman maupun bukan tanaman, bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis, yang dapat menimbulkan efek penurunan tingkat kesadaran serta daya rangsang.</p>
<p>Menurutnya, generasi Z yang akrab dengan teknologi memiliki peluang besar untuk menjadi agen perubahan, namun juga rentan terhadap pengaruh negatif dari media sosial dan lingkungan pergaulan.</p>
<p><img data-dominant-color="62665a" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #62665a;" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8932 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-Bahaya-Narkoba-2_Yuliawati.avif" alt="Komunitas Anti Narkoba" width="858" height="1082" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-Bahaya-Narkoba-2_Yuliawati.avif 858w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-Bahaya-Narkoba-2_Yuliawati-768x969.avif 768w" sizes="(max-width: 858px) 100vw, 858px" /></p>
<p>“Banyak kasus penyalahgunaan narkoba berawal dari rasa ingin tahu dan tekanan teman sebaya. Karena itu, remaja perlu dibekali pengetahuan tentang bahaya narkoba agar berani berkata tidak pada narkoba,” tegas Rita.</p>
<p>Ia juga menyoroti pentingnya peran apoteker dalam memberikan edukasi penggunaan obat yang rasional, terutama di tengah maraknya penjualan obat secara daring.</p>
<p>“Remaja harus cerdas mengenali obat yang berisiko dan tidak sembarangan mengonsumsi sesuatu hanya karena tren,” tambahnya.</p>
<p>Penyuluhan untuk mencegah bahaya narkoba ini dikemas secara interaktif. Para siswa aktif bertanya tentang berbagai bentuk penyalahgunaan obat, mulai dari obat penenang hingga bahan kimia rumah tangga yang dapat disalahgunakan. Untuk memperkuat pemahaman, Rita menayangkan video testimoni mantan pengguna narkoba yang menggambarkan dampak sosial dan psikologis penyalahgunaan zat berbahaya.</p>
<p>Salah satu peserta, Dea, mengaku sangat terkesan dengan kegiatan ini.</p>
<p>“Saya baru tahu bahaya narkoba, dan ternyata banyak jenis narkoba yang bentuknya mirip makanan atau minuman. Sekarang saya jadi lebih berhati-hati dan bisa mengingatkan teman-teman,” ungkapnya.</p>
<p>Ketua KIPAN Bungo, Ziqri, menambahkan bahwa cara penyampaian materi membuat siswa lebih mudah memahami.</p>
<p>“Penyuluhannya asyik, tidak membosankan.  Kak Rita menjelaskan pakai contoh nyata, jadi kami bisa membayangkan dampaknya,” ujarnya.</p>
<p>Pada sesi akhir kegiatan, seluruh peserta menandatangani komitmen bersama “Gen Z Anti Narkoba” sebagai simbol tekad untuk menjauhi narkotika dan menjadi pelopor gaya hidup sehat dan berharap penyuluhan seperti ini bisa dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan tenaga kesehatan dan akademisi.</p>
<p>Generasi Z dinilai memiliki peran penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan obat. Sebagai generasi yang tumbuh di era digital, mereka memiliki akses luas terhadap informasi dan media sosial yang bisa menjadi sarana edukasi publik. Dengan kemampuan komunikasi yang kreatif dan cepat beradaptasi terhadap perubahan, Gen Z dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarkan pesan positif tentang hidup sehat dan bebas narkoba kepada teman sebaya.</p>
<p>Melalui komunitas sekolah, organisasi mahasiswa, maupun platform digital, generasi muda dapat ikut berperan aktif dalam gerakan literasi obat dan kampanye anti-narkoba. Mereka bisa menjadi pengingat di lingkungan terdekat agar tidak mudah terpengaruh oleh tren berbahaya serta ikut mengedukasi masyarakat tentang bahaya penggunaan obat tanpa resep atau pembelian daring yang tidak bertanggung jawab. Semangat kritis dan solidaritas sosial yang kuat menjadikan Gen Z garda terdepan dalam membangun lingkungan yang lebih sehat, aman, dan berintegritas, serta mencegah bahaya narkoba.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, apt. Rita Yuliansari berharap kesadaran remaja terhadap bahaya narkoba semakin meningkat, dan mereka mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, serta bebas dari narkoba.&#8211;</p>
<p><a href="https://ayosehat.kemkes.go.id/bahaya-narkoba-bagi-kesehatan-mental" target="_blank" rel="noopener">https://ayosehat.kemkes.go.id/bahaya-narkoba-bagi-kesehatan-mental</a></p>
<p><a href="https://iainews.net/apoteker-punya-peran-penting-dalam-memutus-rantai-peredaran-gelap-narkoba-melalui-pencegahan-dan-rehabilitasi/">https://iainews.net/apoteker-punya-peran-penting-dalam-memutus-rantai-peredaran-gelap-narkoba-melalui-pencegahan-dan-rehabilitasi/</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/edukasi-bahaya-narkoba-generasi-z-jadi-agen-perubahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peringati WPD 2025, PC IAI Luwu Timur Gelar Apoteker Go to School di SMA Negeri 8</title>
		<link>https://iainews.net/iai-luwu-timur-gelar-apoteker-go-to-school-di-sman-8/</link>
					<comments>https://iainews.net/iai-luwu-timur-gelar-apoteker-go-to-school-di-sman-8/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Nelly Sy.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 17:15:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Apoteker Go to School]]></category>
		<category><![CDATA[Dagusibu]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Firman Mahjud]]></category>
		<category><![CDATA[NAPZA]]></category>
		<category><![CDATA[narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[PC IAI Luwu Timur]]></category>
		<category><![CDATA[penyuluhan]]></category>
		<category><![CDATA[penyuluhan sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN 8 Luwu Timur]]></category>
		<category><![CDATA[TB]]></category>
		<category><![CDATA[TB paru]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8856</guid>

					<description><![CDATA[Luwu Timur, IAINews &#8211; Penyuluhan dan edukasi pada siswa SMA Negeri 8 Luwu Timur bertajuk...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Luwu Timur, IAINews &#8211; Penyuluhan dan edukasi pada siswa SMA Negeri 8 Luwu Timur bertajuk Apoteker <em>Go to School</em> digelar Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Acara yang diselenggarakan pada Jum’at, 10 Oktober 2025 tersebut menghadirkan para apoteker yang memberikan edukasi mengenai “DAGUSIBU”, TBC, dan NAPZA.</p>
<p>Pihak SMAN 8 Luwu Timur yang diwakili Kepala Sekolah, Drs. H. Bakhtiar, M.Si, menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini.</p>
<p>”Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pengetahuan sesaat, tapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita semua menjadi generasi yang cerdas dalam memilih dan menggunakan obat, serta menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekitar untuk hidup lebih sehat dan sadar obat,” ujarnya di hadapan para apoteker Luwu Timur dan para siswa.</p>
<p>”Terima kasih kepada seluruh panitia dari PC IAI Luwu Timur yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga kegiatan hari ini membawa manfaat dan menambah wawasan kita semua,” tutupnya.</p>
<figure id="attachment_8857" aria-describedby="caption-attachment-8857" style="width: 602px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="afa09c" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #afa09c;" decoding="async" class="size-full wp-image-8857 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-2025-PC-IAI-Luwu-Timur-1_Yuri-Utami.docx.avif" alt="PC IAI Luwu Timur di SMAN 8" width="602" height="401" /><figcaption id="caption-attachment-8857" class="wp-caption-text">Pemberian Cenderamata oleh Ketua PC IAI Luwu Timur pada Kepala SMAN 8</figcaption></figure>
<p><strong>Penyuluhan DAGUSIBU</strong></p>
<p>Penyuluhan tentang DAGUSIBU bagi siswa SMA adalah program edukasi yang sangat penting, terutama karena menyasar remaja yang mulai mandiri dalam melakukan swamedikasi (pengobatan sendiri) dan rawan terhadap isu penyalahgunaan obat.</p>
<p>“DAGUSIBU sendiri adalah singkatan dari: DApatkan, GUnakan, Simpan, dan Buang,” jelas Ketua PC IAI Luwu Timur, apt. Firman Mahjud, S.Farm, sebelum menjelaskan lebih detail mengenai DAGUSIBU.</p>
<p>Kemudian Ia menjelaskan maksud dari DAGUSIBU, yaitu:</p>
<ol>
<li><strong>DA (Dapatkan):</strong> Mengajarkan siswa untuk membeli obat dari <strong>sumber resmi</strong> (Apotek, Puskesmas) dan memeriksa legalitas (izin BPOM) serta tanggal kedaluwarsa.</li>
<li><strong>GU (Gunakan):</strong> Menerangkan cara <strong>minum obat yang benar</strong> (Tepat Dosis, Tepat Waktu, Tepat Cara), menghindari penggunaan obat resep orang lain, dan mengenali risiko swamedikasi.</li>
<li><strong>SI (Simpan):</strong> Mengedukasi cara <strong>menyimpan obat yang aman</strong> (jauh dari jangkauan anak, panas, dan lembap) serta mengecek kondisi fisik obat secara berkala.</li>
<li><strong>BU (Buang):</strong> Memberikan panduan cara <strong>membuang obat yang sudah rusak atau kedaluwarsa</strong> secara aman untuk mencegah penyalahgunaan (misalnya, menghancurkan tablet dan merusak kemasan sebelum dibuang).</li>
</ol>
<p><strong>Pengenalan Dasar Tuberkulosis (TB) </strong></p>
<p>Penyuluhan mengenai Tuberkulosis (TB) di SMA merupakan upaya penting untuk meningkatkan kesadaran remaja, yang berada dalam kelompok usia rentan, tentang pencegahan, penularan, dan pentingnya pengobatan TB.</p>
<figure id="attachment_8858" aria-describedby="caption-attachment-8858" style="width: 602px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="b09a87" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #b09a87;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8858 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-2025-PC-IAI-Luwu-Timur-2_Yuri-Utami.docx.avif" alt="PC IAI Luwu Timur di SMAN 8" width="602" height="401" /><figcaption id="caption-attachment-8858" class="wp-caption-text">Penyuluhan oleh Ketua PC IAI Luwu Timur, apt. Firman Mahjud, S.Farm</figcaption></figure>
<p>TB (tuberkulosis) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh kuman <em>Mycobacterium tuberculosis</em>. Bukan penyakit keturunan atau guna-guna/sihir. Organ yang paling umum diserang yaitu paru-paru, disebut TB Paru. Tetapi TB dapat juga menyerang organ lain seperti kelenjar getah bening, tulang, otak.</p>
<p><em><strong>Cara Penularan TB</strong></em></p>
<ul>
<li>Sumber Penularan: Udara.</li>
<li>Mekanisme Penularan: Kuman TB keluar ke udara melalui percikan dahak (<em>droplet</em>) saat penderita TB batuk, bersin, berbicara, atau meludah.</li>
<li>Faktor Risiko pada Remaja: Tinggal di lingkungan padat/kurang ventilasi (misalnya, kamar kos, asrama). Daya tahan tubuh menurun (karena stres, kurang gizi, atau penyakit lain). Merokok (sangat ditekankan pada siswa SMA).</li>
</ul>
<p><strong><em>Tanda dan Gejala TB</em></strong></p>
<p>Pada materi ini, para siswa SMAN 8 Luwu Timur diajarkan untuk mengenali gejala dari TB agar dapat dideteksi dini melalui gejala utama dan gejala tambahan, yaitu:</p>
<ul>
<li>Gejala Utama: Batuk berdahak terus-menerus selama 2 minggu.</li>
<li>Gejala Tambahan (dapat menyertai): Demam hilang timbul/meriang lebih dari satu bulan. Keringat dingin pada malam hari tanpa aktivitas fisik. Badan lemah dan lesu. Penurunan nafsu makan dan berat badan tanpa sebab yang jelas. Nyeri dada atau sesak napas. Kadang dahak bercampur darah.</li>
</ul>
<p><strong><em>Pencegahan Penularan (Etika Batuk dan PHBS)</em></strong>.</p>
<p>Bagian ini sangat penting untuk diterapkan di lingkungan sekolah.</p>
<ul>
<li>Etika Batuk yang Benar: Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin menggunakan tisu, sapu tangan, atau lengan atas. Membuang tisu bekas ke tempat sampah tertutup dan mencuci tangan setelahnya.</li>
<li>Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Memastikan ventilasi ruangan sekolah dan rumah terbuka agar pertukaran udara lancar dan sinar matahari masuk. Tidak membuang dahak/ludah di sembarang tempat. Makan makanan bergizi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh.</li>
</ul>
<p><strong><em>Pengobatan TB (Pentingnya Kepatuhan)</em></strong></p>
<p>Mengingat pasien TB harus menjalani pengobatan dalam jangka waktu lama, siswa perlu memahami pentingnya kepatuhan.</p>
<ul>
<li>Pentingnya Diagnosis Dini: Segera periksa ke Puskesmas/Faskes jika mengalami batuk lebih dari 2 minggu.</li>
<li>Pengobatan Jangka Panjang: TB dapat disembuhkan, tetapi pengobatan harus teratur dan tuntas selama 6 bulan atau lebih (Obat Anti Tuberkulosis/OAT).</li>
<li>Bahaya Berhenti Minum Obat: Menghentikan pengobatan sebelum tuntas menyebabkan kuman menjadi kebal (TB Resistan Obat/TB RO), yang jauh lebih sulit dan mahal untuk diobati, serta lebih berbahaya untuk menular.</li>
<li>Peran Pengawas Menelan Obat (PMO): Peran keluarga dan teman (termasuk siswa) untuk menjadi PMO dan memastikan pasien menelan obat setiap hari.</li>
</ul>
<p><strong><em>Peran Remaja dan Siswa di Sekolah</em></strong></p>
<ul>
<li>Menjadi agen perubahan atau kader kesehatan remaja dalam menyebarkan informasi TB yang benar kepada teman, keluarga, dan lingkungan.</li>
<li>Menciptakan lingkungan sekolah yang ramah ventilasi dan bersih.</li>
<li>Mendukung teman yang mungkin sedang sakit TB agar patuh berobat, bukan malah mengucilkan (menghilangkan stigma).</li>
</ul>
<p><strong>Waspada Penyalahgunaan Narkoba (NAPZA)</strong></p>
<p>Penyuluhan mengenai Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) atau Narkoba di sekolah menengah sangat krusial karena kelompok usia remaja adalah sasaran utama penyalahgunaan zat. Tujuannya adalah membangun kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan untuk menolak serta menghindari penyalahgunaan Narkoba.</p>
<p><em><strong>Pengenalan Narkoba dan Jenisnya </strong></em></p>
<ul>
<li>Definisi Narkoba: Menjelaskan pengertian Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (termasuk alkohol dan rokok/vape) sesuai undang-undang, serta mengapa zat-zat ini berbahaya.</li>
<li>Penggolongan dan Contoh Zat Populer di Kalangan Remaja:</li>
<li>Narkotika: Ganja, kokain, heroin;</li>
<li>Psikotropika: Ekstasi, sabu-sabu (metamfetamin), obat penenang/pil koplo;</li>
<li>Zat Adiktif Lain (NAPZA): Rokok, <em>vape</em> (dengan nikotin tinggi), alkohol, dan inhalen (lem/tiner).</li>
<li>Modus Operandi Baru: Bentuk-bentuk Narkoba yang dikemas menarik atau dicampur ke dalam makanan/minuman (misalnya, <em>brownies</em> ganja, permen Narkoba).</li>
</ul>
<p><strong><em>Dampak dan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba</em></strong></p>
<p>Materi ini fokus pada dampak yang relevan dan nyata bagi kehidupan siswa SMA.</p>
<ul>
<li>Dampak pada Kesehatan Fisik: Kerusakan otak dan sistem saraf, gangguan jantung dan pernapasan, risiko penularan penyakit menular (HIV/AIDS, Hepatitis) melalui jarum suntik bergantian, dan kematian akibat overdosis.</li>
<li>Dampak pada Kehidupan dan Masa Depan: penurunan prestasi dan putus sekolah, kerusakan hubungan dengan keluarga dan teman, keterlibatan dalam tindak kriminal (mencuri, tawuran) untuk mendapatkan uang membeli Narkoba, sanksi hukum berat (penjara) bagi pengguna, pengedar, maupun kurir.</li>
<li>Dampak Sosial: menyebabkan ketergantungan dan menciptakan masalah di lingkungan pergaulan dan menimbulkan stigma sosial.</li>
</ul>
<p><strong><em>Faktor Pemicu dan Penyebab Remaja Terjerumus</em></strong></p>
<p>Membantu siswa memahami risiko dan cara menghindarinya.</p>
<ul>
<li>Faktor Internal (Diri Sendiri): Rasa ingin tahu dan coba-coba yang tinggi, ketidakmampuan mengatasi stres atau masalah (<em>coping mechanism</em> yang buruk) dan kurangnya percaya diri.</li>
<li>Faktor Eksternal (Lingkungan): Tekanan Teman Sebaya (<em>Peer Pressure</em>)-rasa takut dikucilkan jika menolak-, masalah keluarga (kurangnya perhatian atau konflik), dan kemudahan akses Narkoba di lingkungan sekitar.</li>
</ul>
<p><strong><em>Keterampilan Menolak dan Pencegahan </em></strong></p>
<p>Ini adalah inti dari penyuluhan, yaitu membangun <em>life skills</em> remaja.</p>
<ul>
<li>Keterampilan Menolak (Asertivitas): Mengajarkan cara menolak tawaran Narkoba secara tegas namun santun, tanpa harus merusak pertemanan. Misalnya, dengan dalih sibuk atau mengatakan &#8220;Aku tidak tertarik dengan hal itu&#8221;.</li>
<li>Memilih Lingkungan: Pentingnya memilih teman bergaul yang positif dan menghindari lingkungan yang berisiko tinggi.</li>
<li>Kegiatan Positif: Mendorong siswa untuk menyalurkan energi dan minat pada kegiatan positif (olahraga, seni, organisasi) sebagai alternatif penyalahgunaan zat.</li>
<li>Komunikasi dengan Orang Tua/Guru: Pentingnya memiliki orang dewasa yang dipercaya untuk berbagi masalah.</li>
</ul>
<p><strong><em>Hukum dan Rehabilitasi</em></strong></p>
<p>Memberikan informasi tentang konsekuensi dan jalan keluar.</p>
<ul>
<li>Aspek Hukum (UU Narkotika): Menekankan bahwa penyalahgunaan Narkoba adalah tindakan kriminal.</li>
<li>Rehabilitasi (Jalan Keluar): Menginformasikan bahwa pengguna yang melapor secara sukarela (atau dilaporkan oleh keluarga) memiliki hak untuk mendapatkan rehabilitasi medis dan sosial. Penekanan bahwa rehabilitasi bukanlah hukuman, melainkan proses pemulihan untuk kembali hidup sehat.</li>
<li>Siapa yang Dihubungi? Memberikan kontak penting (BNN, Puskesmas, atau layanan konseling sekolah) jika siswa atau teman mereka membutuhkan bantuan atau ingin melapor.</li>
</ul>
<figure id="attachment_8859" aria-describedby="caption-attachment-8859" style="width: 602px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="a58d8c" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #a58d8c;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8859 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-2025-PC-IAI-Luwu-Timur-3_Yuri-Utami.docx.avif" alt="PC IAI Luwu Timur di SMAN 8" width="602" height="401" /><figcaption id="caption-attachment-8859" class="wp-caption-text">Foto Bersama PC IAI Luwu Timur dan Perwakilan SMA Negeri 8 Luwu Timur</figcaption></figure>
<p>”Sebagai apoteker, kami memiliki tanggung jawab bukan hanya dalam pelayanan obat di apotek atau fasilitas kesehatan, tetapi juga dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih paham tentang pentingnya menjaga kesehatan dan menggunakan obat secara tepat,” tutur Firman mewakili PC IAI Luwu Timur.</p>
<p>”Kegiatan penyuluhan di SMAN 8 Luwu Timur ini merupakan bagian dari upaya kami untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap hidup sehat, mulai dari hal sederhana seperti menjaga pola makan, memperhatikan kebersihan lingkungan, hingga bijak dalam menggunakan obat—baik obat bebas maupun obat resep dokter,” pungkasnya.&#8211;</p>
<p><a href="https://iainews.net/pc-iai-luwu-timur-gelar-pengabdian-rakernas-pit-iai-2025-di-empat-titik/">https://iainews.net/pc-iai-luwu-timur-gelar-pengabdian-rakernas-pit-iai-2025-di-empat-titik/</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/iai-luwu-timur-gelar-apoteker-go-to-school-di-sman-8/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
