<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dagusibu &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/dagusibu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Dec 2025 14:17:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.8</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>Dagusibu &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BBPOM SunMorFe 2025 : Gaungkan Perlawanan Terhadap Resistensi Antimikroba dan Kampanye Buang Sampah Obat dengan Benar di Bandar Lampung</title>
		<link>https://iainews.net/bbpom-sunmorfe-2025-gaungkan-perlawanan-terhadap-resistensi-antimikroba-dan-kampanye-buang-sampah-obat-dengan-benar-di-bandar-lampung/</link>
					<comments>https://iainews.net/bbpom-sunmorfe-2025-gaungkan-perlawanan-terhadap-resistensi-antimikroba-dan-kampanye-buang-sampah-obat-dengan-benar-di-bandar-lampung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 14:17:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[BBPOM SunMorFe 2025]]></category>
		<category><![CDATA[CFD]]></category>
		<category><![CDATA[Dagusibu]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nurma Suri]]></category>
		<category><![CDATA[pd iai lampung]]></category>
		<category><![CDATA[Pekan Kesadaran Resistensi Antimikroba Sedunia]]></category>
		<category><![CDATA[WAAW]]></category>
		<category><![CDATA[World Aantimicrobial Resistance Awareness Week]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=10134</guid>

					<description><![CDATA[BANDAR LAMPUNG, IAINews — BBPOM SunMorFe 2025 (Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Sunday Morning Fun...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BANDAR LAMPUNG<em>,</em> IAINews — BBPOM SunMorFe 2025 (Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Sunday Morning Fun Education) memberi warna berbeda di kegiatan Car Free Day (CFD) Bundaran Gajah, Kota Bandar Lampung, pada Minggu, 30 November 2025.</p>
<p>Ribuan warga yang berolahraga pagi dikejutkan dengan hadirnya ratusan apoteker lengkap dengan poster edukasi dan brosur kampanye kesehatan.</p>
<p>BBPOM SunMorFe digelar oleh BBPOM di Bandar Lampung bersama Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia Lampung (PD IAI Lampung).</p>
<p><img data-dominant-color="aaafb5" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #aaafb5;" decoding="async" class="size-medium wp-image-10135 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/12/BBPOM-SunMorfe-2025-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Pekan Kesadaran Resistensi Antimikroba Sedunia (World Antimicrobial Resistance Awareness Week/WAAW) serta Kampanye Ayo Buang Sampah Obat dengan Benar (ABSO).</p>
<p>Dengan mengangkat tema “Sehat Bersama BBPOM: Lawan Resistensi Antimikroba dan Buang Sampah Obat dengan Benar”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penggunaan antibiotik yang tidak tepat serta pentingnya mengelola sampah obat agar tidak mencemari lingkungan maupun membahayakan kesehatan.</p>
<p>Edukasi mengenai resistensi antimikroba dan tata cara pembuangan sampah obat yang aman menjadi inti kegiatan yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan.</p>
<p><strong>Peringatan WAAW: Momen Penting Edukasi Masyarakat</strong></p>
<p>Peringatan <strong>Pekan </strong><strong>Kesadaran </strong><strong>Resistensi Antimikroba </strong><strong>Sedunia (</strong><em>World Antibiotic Awareness Week</em>) yang berlangsung secara global setiap 8–24 November menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya penggunaan antibiotik yang tidak tepat.</p>
<p>Penggunaan antibiotik secara sembarangan dapat memicu bakteri menjadi kebal terhadap obat tersebut, sehingga penyakit semakin sulit disembuhkan, berisiko menimbulkan komplikasi, bahkan berpotensi menyebabkan kematian.</p>
<p>Melalui peringatan ini, BBPOM di Bandar Lampung menekankan pentingnya edukasi AMR agar dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat, mengingat praktik penggunaan antibiotik tanpa resep masih sering ditemukan di berbagai daerah.</p>
<p>Secara global, AMR telah menjadi ancaman kesehatan serius. Diperkirakan pada tahun 2050, resistensi antimikroba dapat menyebabkan hingga <strong>10 juta kematian per tahun</strong> apabila tidak dilakukan upaya pengendalian yang efektif.</p>
<p>Pada 2019, AMR tercatat terkait dengan hampir <strong>5 juta kematian</strong><strong> </strong>di seluruh dunia. Di Indonesia, dampaknya juga signifikan.</p>
<p>Pada 2021, sekitar <strong>36.500 kematian</strong> diperkirakan secara langsung disebabkan oleh AMR, sementara <strong>147.000 kematian</strong> lainnya berkaitan dengan resistensi antimikroba.</p>
<p>Data tersebut menunjukkan urgensi penguatan edukasi dan pengawasan penggunaan antibiotik.</p>
<p>Kepala Balai Besar POM di Bandar Lampung, <strong>apt. Bagus Heri Purnomo, S.Si</strong><strong>,</strong> dalam sambutannya menegaskan bahwa resistensi antimikroba adalah ancaman nyata yang tidak boleh dipandang sebelah mata.</p>
<p>Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak mutlak diperlukan untuk menekan lajunya.</p>
<p>“Resistensi antimikroba bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga ancaman bagi ketahanan sistem pelayanan Kesehatan,’’ tutur apt. Bagus Heri.</p>
<p>‘’Jika penggunaan antibiotik tidak dikendalikan, kita bisa menghadapi situasi di mana penyakit umum pun sulit disembuhkan. Karena itu, edukasi seperti ini harus terus dilakukan,” ujar Bagus Heri.</p>
<p><strong>Kolaborasi BBPOM dan IAI Lampung: Kekuatan Edukasi dari Para Ahli Obat</strong></p>
<p>Kegiatan BBPOM SunMorFe 2025 ini semakin bermakna dengan hadirnya 293 apoteker dari seluruh Provinsi Lampung yang terjun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat.</p>
<p>Kehadiran apoteker dalam jumlah besar ini menjadi salah satu kekuatan penting dalam kampanye kesehatan, mengingat apoteker merupakan garda terdepan dalam memastikan penggunaan obat yang tepat dan aman.</p>
<p>Dari PD IAI Lampung hadir apt. Lilik Koernia Wahidah, S.Farm., MPH, selaku Wakil Ketua 3.</p>
<p>Dalam sesi pembukaan, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk pengabdian organisasi, tetapi juga sebagai wujud komitmen apoteker dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.</p>
<p>“Kehadiran ratusan apoteker hari ini menunjukkan bahwa edukasi penggunaan obat merupakan tanggung jawab bersama,’’ tegas apt. Lilik Koernia.</p>
<p>‘’Kami ingin memastikan masyarakat memahami bahwa antibiotik bukan obat untuk segala penyakit, serta mengajak mereka untuk lebih peduli terhadap cara membuang sampah obat yang benar,” jelas apt. Lilik Koernia.</p>
<p>Selain unsur pengurus dan panitia kegiatan dari PD IAI Lampung, hadir pula perwakilan Gabungan Perusahaan Farmasi Provinsi Lampung yang menunjukkan dukungan terhadap gerakan kesehatan masyarakat ini, terutama dalam penyebaran informasi terkait penggunaan obat yang tepat dan pentingnya menjaga lingkungan dari limbah obat.</p>
<p><strong>Rangkaian Kegiatan: Edukasi, Brosur, dan Kampanye di Tengah Keramaian CFD</strong></p>
<p>CFD Bundaran Gajah yang menjadi lokasi kegiatan tampak semarak sejak pagi. Pengunjung yang awalnya datang untuk berolahraga disambut oleh stan edukasi, poster informasi, serta kelompok apoteker yang menyebar ke berbagai titik untuk memberikan edukasi langsung.</p>
<p>Ratusan brosur mengenai bahaya resistensi antimikroba, penggunaan antibiotik rasional, dan kampanye DAGUSIBU Antibiotik dibagikan kepada masyarakat.</p>
<p>DAGUSIBU adalah kampanye edukasi mengenai bagaimana Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar.</p>
<p>Dalam kegiatan ini, fokus edukasi diarahkan pada antibiotik dan sampah obat bekas pakai.</p>
<p>Masyarakat diajak untuk memahami bahwa antibiotik hanya boleh didapatkan melalui resep dokter, harus digunakan sesuai dosis, tidak boleh disimpan untuk digunakan kembali tanpa konsultasi, dan perlu dibuang dengan cara yang tepat agar tidak mencemari lingkungan.</p>
<p>Para apoteker menjelaskan kepada masyarakat bahwa membuang obat sembarangan – seperti ke dalam tempat sampah rumah tangga, toilet, atau aliran air – dapat membuat residu obat mencemari lingkungan.</p>
<p>Dalam jangka panjang, hal ini juga dapat memicu resistensi bakteri di alam. Karena itu, masyarakat diajak untuk membawa obat kedaluwarsa atau tidak terpakai ke fasilitas kesehatan atau program pengumpulan sampah obat yang diselenggarakan oleh instansi terkait.</p>
<p>Antusiasme masyarakat terlihat jelas. Banyak warga yang menghentikan aktivitas olahraga mereka untuk bertanya lebih jauh terkait cara mengenali antibiotik, kapan harus menggunakannya, serta bagaimana cara membuang obat yang benar.</p>
<p>Beberapa warga tampak membawa obat-obatan dari rumah untuk ditanyakan langsung kepada apoteker mengenai kondisi dan kelayakan penggunaannya.</p>
<p><strong>Partisipasi Apoteker: Wujud Pengabdian dan Kepedulian</strong></p>
<p>Keterlibatan 293 apoteker dalam kegiatan ini bukan hanya menjadi kebanggaan IAI Lampung, tetapi juga memberikan nilai tambah besar bagi kualitas edukasi yang diberikan.</p>
<p>Para apoteker yang hadir berasal dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung, mulai dari Bandar Lampung, Metro, Lampung Selatan, hingga Lampung Timur.</p>
<p>Banyak dari mereka mengaku terinspirasi oleh tingginya antusiasme masyarakat dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin.</p>
<p>“Kami merasa masyarakat kini semakin peduli terhadap kesehatan, terutama soal penggunaan antibiotik. Banyak yang bertanya hal-hal detail, seperti bagaimana membedakan antibiotik dari obat lain. Ini menunjukkan bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan,” ungkap salah satu apoteker peserta.</p>
<p>Beberapa apoteker lainnya menyampaikan harapannya agar BBPOM dan IAI Lampung dapat menggelar kegiatan lanjutan, karena momentum edukasi langsung di ruang publik seperti CFD memberikan dampak besar dalam penyebaran informasi.</p>
<p><strong>Makna Kegiatan: Langkah Menuju Masyarakat yang Lebih Sadar Obat</strong></p>
<p>BBPOM SunMorFe 2025 bukan sekadar acara peringatan AMR atau kampanye ABSO, melainkan gerakan besar untuk membangun masyarakat yang cerdas dalam menggunakan obat.</p>
<p>Dengan semakin meningkatnya konsumsi obat dan mudahnya akses obat tertentu tanpa pengawasan, kegiatan edukasi seperti ini menjadi penting dalam menekan risiko penyalahgunaan.</p>
<p>Kegiatan ini juga menjadi contoh sinergi nyata antara pemerintah, organisasi profesi, dan pelaku industri farmasi dalam menggerakkan literasi kesehatan di tingkat akar rumput.</p>
<p>Keberhasilan acara ini dapat dilihat dari besarnya jumlah peserta, interaksi aktif masyarakat, serta komitmen apoteker yang hadir.</p>
<p>Di akhir kegiatan, perwakilan BBPOM Lampung dan PD IAI Lampung menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat.</p>
<p>Mereka berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Lampung.</p>
<p>Pesan utama dari kegiatan ini jelas: gunakan antibiotik secara bijak dan buang sampah obat dengan benar.</p>
<p>Dengan langkah kecil namun konsisten, masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah resistensi antimikroba dan menjaga lingkungan tetap aman dari limbah obat.</p>
<p>Antusiasme masyarakat dan apoteker dalam kegiatan BBPOM SunMorFe 2025 menjadi bukti bahwa edukasi kesehatan yang dikemas dengan pendekatan langsung dan menyenangkan dapat memberikan dampak besar.</p>
<p>Kegiatan ditutup dengan harapan bahwa kolaborasi seperti ini akan terus diperkuat demi mewujudkan masyarakat Lampung yang lebih sehat, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menggunakan obat.***</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/bbpom-sunmorfe-2025-gaungkan-perlawanan-terhadap-resistensi-antimikroba-dan-kampanye-buang-sampah-obat-dengan-benar-di-bandar-lampung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bareng Mr Matt, Ikut Webinar ‘Integrating Semaglutide in Obesity Management Beyond Weight Loss Yuk, Dapat Ilmu, Dapat SKP, Dapat Hadiah Pula!</title>
		<link>https://iainews.net/bareng-mr-matt-ikut-webinar-integrating-semaglutide-in-obesity-management-beyond-weight-loss-yuk-dapat-ilmu-dapat-skp-dapat-hadiah-pula/</link>
					<comments>https://iainews.net/bareng-mr-matt-ikut-webinar-integrating-semaglutide-in-obesity-management-beyond-weight-loss-yuk-dapat-ilmu-dapat-skp-dapat-hadiah-pula/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2025 15:04:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Dagusibu]]></category>
		<category><![CDATA[Mr Matt]]></category>
		<category><![CDATA[Novo Nordisk]]></category>
		<category><![CDATA[obesitas]]></category>
		<category><![CDATA[PharmaQ]]></category>
		<category><![CDATA[Romo Sukir]]></category>
		<category><![CDATA[semaglutide]]></category>
		<category><![CDATA[Tresnawati]]></category>
		<category><![CDATA[webinar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=10066</guid>

					<description><![CDATA[JAKARTA, IAINews – PT Pharma Tekno Solusi (PharmaQ) kembali menggelar Webinar 2025-18 bertajuk ‘Integrating Semaglutide...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, IAINews – PT Pharma Tekno Solusi (PharmaQ) kembali menggelar Webinar 2025-18 bertajuk ‘Integrating Semaglutide in Obesity Management Beyond Wieght Loss’. Seminar kali ini bekerjasama dengan PT Novo Nordisk Indonesia, sebuah perusahaan perawatan kesehatan terkemuka asal Denmark.</p>
<p>Webinar yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 6 Desember ini akan menghadirkan dua pembicara yakni Dr. dr. Gaga Irawan Nugraha, M.Gizi, Sp. GK, Subsp.KM dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung.</p>
<p>Pembicara berikutnya adalah apt. Rahmat Hidayat, S.Farm, M.Sc, seorang influencer kesehatan yang dikenal sebagai Mr Matt melalui akun IG @apoteker_rahmato.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img data-dominant-color="92a5bf" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #92a5bf;" decoding="async" class="size-medium wp-image-10068 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/11/Semaglutide-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Tidak kalah menarik adalah moderator yang akan mendampingi kedua pembicara yaitu apt Yulianto, MPH yang dikenal sebagai Romo Sukir Satrija Djati.</p>
<p>Menurut apt. Drs Pujianto, Direktur Utama PharmaQ, webinar ini bertujuan meningkatkan wawasan apoteker terkait terapi manajemen berat badan untuk pengobatan obesitas.</p>
<p>‘’Apoteker memiliki peran penting dalam mengedukasi, mendorong dimulainya terapi dan meningkatkan kepatuhan pasien dalam mengatasi masalah obesitas. Karena itu apoteker perlu mendapatkan pembekalan terlebih dulu melalui webinar ini,’’ ungkap apt. Pujianto.</p>
<p>Menurut apt. Pujianto, di Indonesia, apoteker memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap keseluruhan perjalanan pasien dalam menangani obesitas.</p>
<p>‘’Bisa dikatakan 9/10 orang dengan obesitas berusaha menurunkan berat badan. Setengah dari mereka sebenarnya memberi obat anti obesitas (anti-obesity medicine/AOM) dari apoteker terdekat,’’ terangnya.</p>
<p>Apoteker tidak hanya berperan dalam dispensing obat, tetapi juga memiliki peran penting dalam mengedukasi pasien. Baik tentang obat yang digunakan termasuk keamanan dan efek samping.</p>
<p>Efek samping penggunaan obat membuat 68 persen pasien enggan menggunakan AOM.</p>
<p>Di sisi lain, biaya jrang menjadi masalah utama, karena banyak pasien bersedia membayar di luar BPJS.</p>
<p>‘’Tantangan yang lebih besar sebenarnya adalah mempertahankan konsistensi dalam perjalanan panjang treatment yang dapat berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun,’’ lanjut apt. Pujianto.</p>
<p>Webinat kali ini akan membahas tentang pembaruan terkini tentang menajemen obesitas, termasuk inovasi pengobatan baru dalam pengobatan anti obesitas (OAM).</p>
<p>Disamoing itu juga merupakan upaya untuk meningkatkan awareness dan pemahaman tentang obesitas dan dampaknya terhadap manajemen berat badan bagi orang dengan obesitas (People with obesity/PwO).</p>
<p>Di sesi pertama, Dr dr gaga Irawan akan membahas ‘Reframe Obesity : Managing Obesity beyond Weight Loss’.</p>
<p>Di sesi ini akan dibawah mengenai reframing obesity, dimana obesitas dipandang sebagai penyakit kronis yang dipengaruhi faktor genetik, metabolik, perilaku dan lingkungan.</p>
<p>Pendekatan multidisplin, yakni nutrisi, aktifitas fisik, intervensi psikologis dan dukungan sosial merupakan solusi.</p>
<p>Akan dibahas pula rekomendasi terapi farmakologis dan nonfarmakologis yakni pemilihan, pemantauan, serta evaluasi hasil terapi.</p>
<p>Sementara apt. Rahmat Hidayat akan menyampaikan materi ‘Semaglutide in Obesity Treatment for Pharmacist’.</p>
<p>Di sesi ini Mr Matt akan membahas gambaran umum obesitas sebagai masalah kesehatan masyarakat dan tantangannya dalam terapi.</p>
<p>Mr Matt juga akan membahas peran apoteker dalam pencegahan deteksi dini dan edukasi pasien obesitas, serta penggunaan semaglutide dalam terapi obesitas terkait dosis, penggunaan dan penyimpanan (Dagusibu).</p>
<p>Dalam webinar kali ini, Mr Matt juga akan berbagi pengalamannya dalam menurunkan berat badannya.</p>
<p>Dipandu Romo Sukir, webinar kali ini dipastikan akan makin menarik. Romo Sukir dikenal sebagai apoteker yang selalu tampil dengan gaya nya yang unik.</p>
<p>Diluar semua itu, webinar ini selain akan berbagi ilmu, berbagi SKP juga akan bertabur hadiah.</p>
<p>‘’Hadiah berupa uang elektronik dengan total Rp 1 juta untuk 10 pemenang. Pastikan untuk segera mendaftar dan menjadi peserta aktif, untuk memenangkan hadiahnya,’’ ucap apt. Pujianto.</p>
<p>Agar tidak kehabisan tempat, segera daftarkan diri sejawat semua melalui link berikut</p>
<p><a href="https://lms.kemkes.go.id/courses/8d7c6de7-2897-4663-80cb-65bbbe6523f2" target="_blank" rel="noopener">https://lms.kemkes.go.id/courses/8d7c6de7-2897-4663-80cb-65bbbe6523f2</a>.</p>
<p>Beberapa hal yang harus diperhatikan :</p>
<ol>
<li>⁠Masa pendaftaran/minta akses pembelajaran di plataran sehat melalui link tersebut dimulai tanggal 11 November 2025 &#8211; 7 Desember 2025 jam 09.00</li>
<li>⁠Batas verifikasi berakhir tanggal 7 Desember 2025 jam 12.00 (Jika tidak ada error pada sistem)</li>
<li>⁠⁠Masa pembelajaran dimulai tanggal 6 Desember 2025 jam 14.00 WIB &#8211; 8 Desember 2025 jam 23.59</li>
<li>⁠⁠Mohon dipastikan seluruh peserta akun satusehat SDMK/Plataran Sehat tidak ada kendala sebelum pelaksanaan kegiatan.</li>
</ol>
<p>Yuk segera daftar.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/bareng-mr-matt-ikut-webinar-integrating-semaglutide-in-obesity-management-beyond-weight-loss-yuk-dapat-ilmu-dapat-skp-dapat-hadiah-pula/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PD IAI Aceh Gelar Puncak Peringatan World Pharmacist Day 2025 di Sabang</title>
		<link>https://iainews.net/pd-iai-aceh-gelar-puncak-peringatan-world-pharmacist-day-2025-di-sabang/</link>
					<comments>https://iainews.net/pd-iai-aceh-gelar-puncak-peringatan-world-pharmacist-day-2025-di-sabang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 15:08:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Apoteker Bertamu]]></category>
		<category><![CDATA[Dagusibu]]></category>
		<category><![CDATA[GP Farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[live streaming]]></category>
		<category><![CDATA[Meutia Faradilla]]></category>
		<category><![CDATA[PD IAI Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[world pharmacist day]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=9945</guid>

					<description><![CDATA[SABANG, IAINews &#8211;  PD IAI Aceh menggelar rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka peringatan World Pharmacist...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SABANG, IAINews &#8211;  PD IAI Aceh menggelar rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka peringatan <em>World Pharmacist Day</em> 2025.</p>
<p>Tahun ini, kegiatan diselenggarakan serentak di seluruh Aceh, dengan Kota Sabang ditetapkan sebagai pusat peringatan tingkat provinsi.</p>
<p>Acara ini dilaporkan secara langsung dari setiap kabupaten di Provinsi Aceh. Melalui media <em>live streaming</em> dari masing-masing Pengurus Cabang, setiap lokasi dapat saling memantau jalannya acara secara <em>real-time</em> dan memastikan kelancaran serta koordinasi kegiatan di seluruh wilayah.</p>
<figure id="attachment_9946" aria-describedby="caption-attachment-9946" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="7d645c" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #7d645c;" decoding="async" class="size-medium wp-image-9946 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/11/WPD-Aceh-1-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-9946" class="wp-caption-text">Perayaan World Pharmacist Day yang diselenggarakan oleh PD IAI Aceh.</figcaption></figure>
<p>Kegiatan dimulai dengan senam sehat dan Senam DAGUSIBU di SMA Negeri 2 Sabang, yang diikuti oleh siswa dan peserta <em>World Pharmacist Day</em> 2025.</p>
<p>Setelah itu, tim IAI Aceh yang terdiri dari Pengurus Daerah, Pengurus Cabang Sabang, dan Himpunan Seminat Farmasi Kesehatan Masyarakat memberikan edukasi bertema “Kenali TB Lebih Dekat: Cegah, Obati, dan Lawan Bersama!” serta edukasi DAGUSIBU Antibiotik.</p>
<p>Edukasi tentang Tuberkulosis disampaikan oleh Dr. apt. Meutia Faradilla, M.Si, sementara edukasi penggunaan antibiotik yang tepat dan DAGUSIBU diberikan oleh apt. Desi Ariyanti Ningsih, S.Si, M.H Dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh.</p>
<p>Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, apt. Noffendri, S.Si., Ketua Pengurus Daerah IAI Provinsi Aceh, apt. Tedy Kurniawan Bakri, M.Farm., dan Wakil Walikota Sabang, Drs. H. Suradji Junus.</p>
<p>Dalam sambutannya, baik Ketua Umum PP IAI, Ketua PD IAI Aceh, dan Wakil Walikota Sabang menyampaikan hal yang senada.</p>
<p>Mereka memberikan apresiasi atas dipilihnya Sabang sebagai pusat kegiatan dan menekankan pentingnya peran apoteker dalam pelayanan kesehatan sebagai garda terdepan dalam pengelolaan dan pelayanan kefarmasian di berbagai fasilitas kesehatan.</p>
<p>Tedy selaku Ketua PD IAI Provinsi Aceh juga menekankan perlunya dukungan yang kuat dari pemerintah untuk menambah jumlah apoteker di fasilitas kesehatan khususnya puskesmas dan rumah sakit.</p>
<p>Hal tersebut  karena saat ini jumlah apoteker di fasilitas kesehatan masih belum sesuai dengan beban kerja yang dilakukan sehingga harapannya layanan kepada masyarakat menjadi optimal.</p>
<p>Sebagai wujud pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat, IAI Aceh bersama tenaga medis lainnya di Sabang membuka layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis.</p>
<p>Pelayanan ini mencakup pemeriksaan kesehatan dasar, konsultasi penyakit, serta edukasi penggunaan obat yang tepat, dengan dukungan dokter spesialis anak, THT, dan penyakit dalam.</p>
<p>PD IAI Aceh juga menyelenggarakan lomba mewarnai di TK Pembina dalam rangka memberikan edukasi pada anak usia dini.</p>
<p>Melalui kegiatan kreatif ini, anak-anak diperkenalkan pada profesi apoteker dan pentingnya perilaku hidup sehat.</p>
<p>Antusiasme anak dan orang tua menunjukkan bahwa pendekatan edukasi kreatif mampu memberikan dampak positif sejak usia dini.</p>
<p>Rangkaian kegiatan ditutup dengan program “Apoteker Bertamu”, yaitu kunjungan ke rumah pasien di Desa Aneuk Laot, Payaseunara, Krueng Raya, dan Cot Ba’u.</p>
<p>Pada kunjungan ini, apoteker bersama PJ Program TB Puskesmas memberikan konseling mengenai kepatuhan pengobatan, cara menangani efek samping, serta dukungan psikososial bagi pasien dan keluarganya.</p>
<p>Kegiatan ini menegaskan komitmen apoteker dalam mendukung keberhasilan terapi TB di masyarakat.</p>
<p>Kegiatan peringatan <em>World Pharmacist Day</em> 2025 yang diselenggarakan oleh PD IAI Aceh yang berkolaborasi dengan berbagai pihak diantaranya Departemen Farmasi Universitas Syiah Kuala, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Balai Besar POM Provinsi Aceh, GP Farmasi Aceh, PT. Kimia Farma Apotek, PT. Lamlo dan pihak-pihak lainnya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman, tepat, dan bertanggung jawab.</p>
<p>Selain itu, kegiatan ini semakin meneguhkan eksistensi apoteker sebagai tenaga kesehatan yang dekat dengan masyarakat dan berperan aktif dalam upaya promotif serta preventif di bidang kesehatan.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/pd-iai-aceh-gelar-puncak-peringatan-world-pharmacist-day-2025-di-sabang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aksi Peduli Kesehatan Masyarakat, Cara Apoteker Tolitoli Rayakan World Pharmacist Day 2025</title>
		<link>https://iainews.net/aksi-peduli-kesehatan-masyarakat-cara-apoteker-tolitoli-rayakan-world-pharmacist-day-2025/</link>
					<comments>https://iainews.net/aksi-peduli-kesehatan-masyarakat-cara-apoteker-tolitoli-rayakan-world-pharmacist-day-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 05:29:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Dagusibu]]></category>
		<category><![CDATA[PC IAI Tolitoli]]></category>
		<category><![CDATA[Recky Patala]]></category>
		<category><![CDATA[world pharmacist day]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=9298</guid>

					<description><![CDATA[TOLITOLI, IAINews – Dalam rangka memperingati World Pharmacists Day Tahun 2025, Pengurus Cabang Ikatan Apoteker...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>TOLITOLI, IAINews – Dalam rangka memperingati <em>World Pharmacists Day</em> Tahun 2025, Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Tolitoli menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berlangsung meriah di Bundaran Kota Cengkeh, Kab. Tolitoli Sulawesi Tengah, belum lama ini.</p>
<p>Kegiatan ini mengusung semangat kepedulian apoteker terhadap kesehatan masyarakat melalui berbagai program, di antaranya penyuluhan tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Baik dan Benar), pemeriksaan kesehatan gratis, serta pembagian doorprize bagi peserta yang hadir.</p>
<p>Ketua PC IAI Kabupaten Tolitoli, apt. Fanny Fardiyani, S.Farm dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran apoteker dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan obat yang rasional dan pelayanan kesehatan yang berkualitas.</p>
<p><img data-dominant-color="878685" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #878685;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-9299 aligncenter not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-PC-IAI-Tolitoli-1-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>“Momentum World Pharmacists Day ini kami jadikan kesempatan untuk lebih dekat dengan masyarakat. Kami ingin mengedukasi tentang pentingnya penggunaan obat yang benar sekaligus memberikan pelayanan kesehatan sebagai bentuk kepedulian kami terhadap kesehatan masyarakat Tolitoli,” ujarnya.</p>
<p>Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pagi hari. Warga yang hadir tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis seperti pengukuran tekanan darah dan kadar gula darah, tetapi juga memperoleh edukasi langsung dari para apoteker mengenai cara penyimpanan dan pembuangan obat yang aman di rumah tangga.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, IAI Kabupaten Tolitoli berharap masyarakat semakin mengenal peran penting apoteker sebagai tenaga kesehatan yang berkontribusi dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/aksi-peduli-kesehatan-masyarakat-cara-apoteker-tolitoli-rayakan-world-pharmacist-day-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apoteker RSPAD Gelar Edukasi DAGUSIBU: Wujud Nyata Peduli Pasien di Hari Apoteker Sedunia 2025</title>
		<link>https://iainews.net/apoteker-rspad-edukasi-dagusibu-hari-apoteker-sedunia/</link>
					<comments>https://iainews.net/apoteker-rspad-edukasi-dagusibu-hari-apoteker-sedunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Nelly Sy.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2025 15:49:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker RSPAD]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Dagusibu]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi DAGUSIBU]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Erie GusNellyanti]]></category>
		<category><![CDATA[hari apoteker sedunia 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Renni Septini]]></category>
		<category><![CDATA[RSPAD]]></category>
		<category><![CDATA[RSPAD Gatot Soebroto]]></category>
		<category><![CDATA[World Pharmacists Day 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8964</guid>

					<description><![CDATA[Jakarta, IAINews – Dalam semangat memperingati World Pharmacists Day 2025 yang jatuh pada 25 September,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, IAINews – Dalam semangat memperingati <em>World Pharmacists Day 2025</em> yang jatuh pada 25 September, para apoteker Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto menggelar kegiatan edukasi publik bertajuk “Edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar)”. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 25 September 2025, di area Instalasi Farmasi RSPAD ini menjadi ajang berbagi ilmu sekaligus bentuk nyata kepedulian apoteker terhadap keselamatan pasien dan masyarakat luas.</p>
<p>Mengusung tema global “<em>Think Health, Think Pharmacist</em>: Tetap Sehat Bersama Apoteker”, kegiatan ini disambut antusias oleh pasien, keluarga pasien, tenaga kesehatan, serta mahasiswa profesi apoteker yang sedang menjalani Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA). Acara dimulai pukul 08.00 WIB, dan berakhir pada 14.00 WIB, menyesuaikan dengan jam kunjungan pasien dan aktivitas rumah sakit. Waktu pelaksanaan tersebut dipilih agar kegiatan dapat menjangkau lebih banyak peserta, baik pasien, keluarga pasien, maupun tenaga kesehatan yang sedang bertugas.</p>
<p><img data-dominant-color="a6a08d" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #a6a08d;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8965 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-DAGUSIBU-WPD-RSPAD-3_Erie-Gusnellyanti.avif" alt="Apoteker RSPAD " width="1200" height="1600" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-DAGUSIBU-WPD-RSPAD-3_Erie-Gusnellyanti.avif 1200w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-DAGUSIBU-WPD-RSPAD-3_Erie-Gusnellyanti-768x1024.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-DAGUSIBU-WPD-RSPAD-3_Erie-Gusnellyanti-1152x1536.avif 1152w" sizes="auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></p>
<p>Sejak pagi, suasana instalasi farmasi terlihat hidup—para apoteker berdiri di antara pasien dengan senyum ramah, membagikan leaflet, menjelaskan isi label obat, dan mengajak masyarakat berdialog tentang penggunaan obat yang benar.</p>
<p>Edukasi DAGUSIBU merupakan program nasional Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang terus digaungkan di berbagai fasilitas kesehatan. Di RSPAD, kegiatan ini dipimpin langsung oleh apt. Dra. Renni Septini, MARS, MM, CHAE, selaku Apoteker di Instalasi Farmasi RSPAD Gatot Soebroto dan Ketua Panitia Pelaksana kegiatan. Renni menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud konkret peran apoteker dalam menjaga keselamatan pasien dan meningkatkan literasi obat di masyarakat.</p>
<p>“Sebagai apoteker, kita tidak hanya bekerja di balik meja pelayanan obat. Kita hadir di tengah pasien untuk memastikan obat digunakan dengan benar, aman, dan bermanfaat. Edukasi DAGUSIBU adalah salah satu cara kita membangun budaya sadar obat di masyarakat,” ungkap apt. Renni yang juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Seminat Farmasi Rumah Sakit (HISFARSI) PD IAI DKI Jakarta ini dengan penuh semangat.</p>
<p>Ia menambahkan, kegiatan ini bukan hanya bagian dari peringatan Hari Apoteker Sedunia, tetapi juga bentuk tanggung jawab moral apoteker terhadap bangsa. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa obat bukan sekadar produk kesehatan, melainkan instrumen penting yang harus digunakan secara rasional. Edukasi adalah bentuk cinta kami kepada pasien,” tambahnya.</p>
<p><img data-dominant-color="a19e91" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #a19e91;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8966 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-DAGUSIBU-WPD-RSPAD-4_Erie-Gusnellyanti.avif" alt="Apoteker RSPAD" width="1200" height="1600" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-DAGUSIBU-WPD-RSPAD-4_Erie-Gusnellyanti.avif 1200w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-DAGUSIBU-WPD-RSPAD-4_Erie-Gusnellyanti-768x1024.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-DAGUSIBU-WPD-RSPAD-4_Erie-Gusnellyanti-1152x1536.avif 1152w" sizes="auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /><br />
Di bawah koordinasinya, tim apoteker RSPAD berkolaborasi dengan mahasiswa PKPA dalam menyusun sesi penyuluhan, pameran mini, hingga quiz interaktif dengan hadiah simbolik untuk menarik perhatian peserta. Empat prinsip utama DAGUSIBU disampaikan secara sederhana dan menarik: masyarakat diajak memahami cara mendapatkan obat dari sumber resmi, menggunakan sesuai aturan dokter atau petunjuk apoteker, menyimpan agar tetap efektif, serta membuang obat kedaluwarsa dengan aman.</p>
<p>Edukasi DAGUSIBU menjadi penting karena masih banyak masyarakat yang:</p>
<ul>
<li>Membeli obat tanpa resep di tempat yang tidak resmi,</li>
<li>Menghentikan pengobatan tanpa konsultasi tenaga kesehatan,</li>
<li>Menyimpan obat di tempat yang tidak sesuai, serta</li>
<li>Membuang obat sembarangan sehingga dapat mencemari lingkungan.</li>
</ul>
<p>Dengan pemahaman DAGUSIBU, masyarakat diharapkan dapat menjadi pengguna obat yang cerdas, mandiri, dan bertanggung jawab, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan penggunaan obat yang rasional di fasilitas pelayanan kesehatan.</p>
<p>Kegiatan ini juga menjadi momentum pembelajaran berharga bagi mahasiswa profesi apoteker yang tengah menjalani PKPA. Mereka terlibat langsung dalam proses penyuluhan, pendampingan pasien, dan pengukuran klinis sederhana di ruang tunggu farmasi. “Bisa berdialog langsung dengan pasien memberikan pengalaman yang tak ternilai. Kami belajar bahwa komunikasi empatik sama pentingnya dengan pengetahuan farmakologi,” ujar salah satu mahasiswa PKPA dengan semangat.</p>
<p><img data-dominant-color="8f8b83" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8f8b83;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8967 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-DAGUSIBU-WPD-RSPAD-1_Erie-Gusnellyanti.avif" alt="Apoteker RSPAD" width="1280" height="960" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-DAGUSIBU-WPD-RSPAD-1_Erie-Gusnellyanti.avif 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-DAGUSIBU-WPD-RSPAD-1_Erie-Gusnellyanti-768x576.avif 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>Dukungan penuh juga datang dari manajemen rumah sakit dan Komite Farmasi dan Terapi (KFT) RSPAD yang menilai kegiatan semacam ini penting untuk memperkuat sistem keselamatan pasien. Kolaborasi lintas profesi ini menjadi bukti bahwa peran apoteker semakin strategis dalam upaya peningkatan mutu layanan kesehatan terpadu di lingkungan militer dan masyarakat umum.</p>
<p>Tema <em>World Pharmacists Day</em> 2025, “<em>Think Health, Think Pharmacist</em>”, menjadi semangat utama kegiatan ini. Masih banyak masyarakat yang membeli obat tanpa resep, menghentikan pengobatan tanpa konsultasi, atau menyimpan obat secara tidak tepat. Melalui edukasi DAGUSIBU, RSPAD ingin mematahkan kebiasaan itu dengan pendekatan edukatif dan humanis.</p>
<p>“Obat bukan barang konsumsi biasa. Kesalahan sekecil apa pun dalam penggunaannya bisa berdampak besar terhadap kesehatan,” tutur salah satu apoteker pendamping. Ia menegaskan bahwa tugas apoteker tidak hanya memastikan obat tersedia, tetapi juga memastikan setiap pasien memahami cara pakainya dengan benar.</p>
<p>Kegiatan ditutup dengan deklarasi “Masyarakat Cerdas Obat”, di mana seluruh peserta berkomitmen untuk menerapkan prinsip DAGUSIBU dalam kehidupan sehari-hari. Sesi foto bersama di depan Instalasi Farmasi RSPAD menutup acara dengan penuh keceriaan—seluruh peserta dan apoteker membentuk simbol hati sebagai pesan bahwa kepedulian dan cinta terhadap pasien adalah inti profesi farmasi.</p>
<p><img data-dominant-color="959ea7" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #959ea7;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8968 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-DAGUSIBU-WPD-RSPAD-2_Erie-Gusnellyanti.avif" alt="Apoteker RSPAD WPD 2025" width="1080" height="1080" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-DAGUSIBU-WPD-RSPAD-2_Erie-Gusnellyanti.avif 1080w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-DAGUSIBU-WPD-RSPAD-2_Erie-Gusnellyanti-100x100.avif 100w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/Edukasi-DAGUSIBU-WPD-RSPAD-2_Erie-Gusnellyanti-768x768.avif 768w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Kegiatan Edukasi DAGUSIBU di RSPAD Gatot Soebroto bukan sekadar rangkaian peringatan Hari Apoteker Sedunia, tetapi perwujudan nyata semangat kolaborasi dan dedikasi apoteker untuk masyarakat. Setiap edukasi yang diberikan, setiap pasien yang dibimbing, dan setiap obat yang dijelaskan dengan benar adalah langkah kecil menuju Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan aman.</p>
<p><em>Think Health, Think Pharmacist</em>—karena di setiap upaya menjaga kesehatan, selalu ada apoteker yang siap mendampingi dengan ilmu, empati, dan hati.(EgN)</p>
<p><a href="https://iainews.net/dinkes-dki-jakarta-dorong-apoteker-tingkatkan-excellent-hospitality/">https://iainews.net/dinkes-dki-jakarta-dorong-apoteker-tingkatkan-excellent-hospitality/</a></p>
<p><a href="https://www.neliti.com/id/publications/590350/edukasi-dagusibu-dapatkan-gunakan-simpan-dan-buang-peningkatan-pemahaman-masyara" target="_blank" rel="noopener">https://www.neliti.com/id/publications/590350/edukasi-dagusibu-dapatkan-gunakan-simpan-dan-buang-peningkatan-pemahaman-masyara</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apoteker-rspad-edukasi-dagusibu-hari-apoteker-sedunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peringati WPD 2025, PC IAI Luwu Timur Gelar Apoteker Go to School di SMA Negeri 8</title>
		<link>https://iainews.net/iai-luwu-timur-gelar-apoteker-go-to-school-di-sman-8/</link>
					<comments>https://iainews.net/iai-luwu-timur-gelar-apoteker-go-to-school-di-sman-8/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Nelly Sy.]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 17:15:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Apoteker Go to School]]></category>
		<category><![CDATA[Dagusibu]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Firman Mahjud]]></category>
		<category><![CDATA[NAPZA]]></category>
		<category><![CDATA[narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[PC IAI Luwu Timur]]></category>
		<category><![CDATA[penyuluhan]]></category>
		<category><![CDATA[penyuluhan sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[SMAN 8 Luwu Timur]]></category>
		<category><![CDATA[TB]]></category>
		<category><![CDATA[TB paru]]></category>
		<category><![CDATA[Tuberkulosis]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8856</guid>

					<description><![CDATA[Luwu Timur, IAINews &#8211; Penyuluhan dan edukasi pada siswa SMA Negeri 8 Luwu Timur bertajuk...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Luwu Timur, IAINews &#8211; Penyuluhan dan edukasi pada siswa SMA Negeri 8 Luwu Timur bertajuk Apoteker <em>Go to School</em> digelar Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Acara yang diselenggarakan pada Jum’at, 10 Oktober 2025 tersebut menghadirkan para apoteker yang memberikan edukasi mengenai “DAGUSIBU”, TBC, dan NAPZA.</p>
<p>Pihak SMAN 8 Luwu Timur yang diwakili Kepala Sekolah, Drs. H. Bakhtiar, M.Si, menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini.</p>
<p>”Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi pengetahuan sesaat, tapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita semua menjadi generasi yang cerdas dalam memilih dan menggunakan obat, serta menjadi agen perubahan bagi lingkungan sekitar untuk hidup lebih sehat dan sadar obat,” ujarnya di hadapan para apoteker Luwu Timur dan para siswa.</p>
<p>”Terima kasih kepada seluruh panitia dari PC IAI Luwu Timur yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga kegiatan hari ini membawa manfaat dan menambah wawasan kita semua,” tutupnya.</p>
<figure id="attachment_8857" aria-describedby="caption-attachment-8857" style="width: 602px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="afa09c" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #afa09c;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8857 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-2025-PC-IAI-Luwu-Timur-1_Yuri-Utami.docx.avif" alt="PC IAI Luwu Timur di SMAN 8" width="602" height="401" /><figcaption id="caption-attachment-8857" class="wp-caption-text">Pemberian Cenderamata oleh Ketua PC IAI Luwu Timur pada Kepala SMAN 8</figcaption></figure>
<p><strong>Penyuluhan DAGUSIBU</strong></p>
<p>Penyuluhan tentang DAGUSIBU bagi siswa SMA adalah program edukasi yang sangat penting, terutama karena menyasar remaja yang mulai mandiri dalam melakukan swamedikasi (pengobatan sendiri) dan rawan terhadap isu penyalahgunaan obat.</p>
<p>“DAGUSIBU sendiri adalah singkatan dari: DApatkan, GUnakan, Simpan, dan Buang,” jelas Ketua PC IAI Luwu Timur, apt. Firman Mahjud, S.Farm, sebelum menjelaskan lebih detail mengenai DAGUSIBU.</p>
<p>Kemudian Ia menjelaskan maksud dari DAGUSIBU, yaitu:</p>
<ol>
<li><strong>DA (Dapatkan):</strong> Mengajarkan siswa untuk membeli obat dari <strong>sumber resmi</strong> (Apotek, Puskesmas) dan memeriksa legalitas (izin BPOM) serta tanggal kedaluwarsa.</li>
<li><strong>GU (Gunakan):</strong> Menerangkan cara <strong>minum obat yang benar</strong> (Tepat Dosis, Tepat Waktu, Tepat Cara), menghindari penggunaan obat resep orang lain, dan mengenali risiko swamedikasi.</li>
<li><strong>SI (Simpan):</strong> Mengedukasi cara <strong>menyimpan obat yang aman</strong> (jauh dari jangkauan anak, panas, dan lembap) serta mengecek kondisi fisik obat secara berkala.</li>
<li><strong>BU (Buang):</strong> Memberikan panduan cara <strong>membuang obat yang sudah rusak atau kedaluwarsa</strong> secara aman untuk mencegah penyalahgunaan (misalnya, menghancurkan tablet dan merusak kemasan sebelum dibuang).</li>
</ol>
<p><strong>Pengenalan Dasar Tuberkulosis (TB) </strong></p>
<p>Penyuluhan mengenai Tuberkulosis (TB) di SMA merupakan upaya penting untuk meningkatkan kesadaran remaja, yang berada dalam kelompok usia rentan, tentang pencegahan, penularan, dan pentingnya pengobatan TB.</p>
<figure id="attachment_8858" aria-describedby="caption-attachment-8858" style="width: 602px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="b09a87" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #b09a87;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8858 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-2025-PC-IAI-Luwu-Timur-2_Yuri-Utami.docx.avif" alt="PC IAI Luwu Timur di SMAN 8" width="602" height="401" /><figcaption id="caption-attachment-8858" class="wp-caption-text">Penyuluhan oleh Ketua PC IAI Luwu Timur, apt. Firman Mahjud, S.Farm</figcaption></figure>
<p>TB (tuberkulosis) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh kuman <em>Mycobacterium tuberculosis</em>. Bukan penyakit keturunan atau guna-guna/sihir. Organ yang paling umum diserang yaitu paru-paru, disebut TB Paru. Tetapi TB dapat juga menyerang organ lain seperti kelenjar getah bening, tulang, otak.</p>
<p><em><strong>Cara Penularan TB</strong></em></p>
<ul>
<li>Sumber Penularan: Udara.</li>
<li>Mekanisme Penularan: Kuman TB keluar ke udara melalui percikan dahak (<em>droplet</em>) saat penderita TB batuk, bersin, berbicara, atau meludah.</li>
<li>Faktor Risiko pada Remaja: Tinggal di lingkungan padat/kurang ventilasi (misalnya, kamar kos, asrama). Daya tahan tubuh menurun (karena stres, kurang gizi, atau penyakit lain). Merokok (sangat ditekankan pada siswa SMA).</li>
</ul>
<p><strong><em>Tanda dan Gejala TB</em></strong></p>
<p>Pada materi ini, para siswa SMAN 8 Luwu Timur diajarkan untuk mengenali gejala dari TB agar dapat dideteksi dini melalui gejala utama dan gejala tambahan, yaitu:</p>
<ul>
<li>Gejala Utama: Batuk berdahak terus-menerus selama 2 minggu.</li>
<li>Gejala Tambahan (dapat menyertai): Demam hilang timbul/meriang lebih dari satu bulan. Keringat dingin pada malam hari tanpa aktivitas fisik. Badan lemah dan lesu. Penurunan nafsu makan dan berat badan tanpa sebab yang jelas. Nyeri dada atau sesak napas. Kadang dahak bercampur darah.</li>
</ul>
<p><strong><em>Pencegahan Penularan (Etika Batuk dan PHBS)</em></strong>.</p>
<p>Bagian ini sangat penting untuk diterapkan di lingkungan sekolah.</p>
<ul>
<li>Etika Batuk yang Benar: Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin menggunakan tisu, sapu tangan, atau lengan atas. Membuang tisu bekas ke tempat sampah tertutup dan mencuci tangan setelahnya.</li>
<li>Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS): Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Memastikan ventilasi ruangan sekolah dan rumah terbuka agar pertukaran udara lancar dan sinar matahari masuk. Tidak membuang dahak/ludah di sembarang tempat. Makan makanan bergizi seimbang untuk menjaga daya tahan tubuh.</li>
</ul>
<p><strong><em>Pengobatan TB (Pentingnya Kepatuhan)</em></strong></p>
<p>Mengingat pasien TB harus menjalani pengobatan dalam jangka waktu lama, siswa perlu memahami pentingnya kepatuhan.</p>
<ul>
<li>Pentingnya Diagnosis Dini: Segera periksa ke Puskesmas/Faskes jika mengalami batuk lebih dari 2 minggu.</li>
<li>Pengobatan Jangka Panjang: TB dapat disembuhkan, tetapi pengobatan harus teratur dan tuntas selama 6 bulan atau lebih (Obat Anti Tuberkulosis/OAT).</li>
<li>Bahaya Berhenti Minum Obat: Menghentikan pengobatan sebelum tuntas menyebabkan kuman menjadi kebal (TB Resistan Obat/TB RO), yang jauh lebih sulit dan mahal untuk diobati, serta lebih berbahaya untuk menular.</li>
<li>Peran Pengawas Menelan Obat (PMO): Peran keluarga dan teman (termasuk siswa) untuk menjadi PMO dan memastikan pasien menelan obat setiap hari.</li>
</ul>
<p><strong><em>Peran Remaja dan Siswa di Sekolah</em></strong></p>
<ul>
<li>Menjadi agen perubahan atau kader kesehatan remaja dalam menyebarkan informasi TB yang benar kepada teman, keluarga, dan lingkungan.</li>
<li>Menciptakan lingkungan sekolah yang ramah ventilasi dan bersih.</li>
<li>Mendukung teman yang mungkin sedang sakit TB agar patuh berobat, bukan malah mengucilkan (menghilangkan stigma).</li>
</ul>
<p><strong>Waspada Penyalahgunaan Narkoba (NAPZA)</strong></p>
<p>Penyuluhan mengenai Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) atau Narkoba di sekolah menengah sangat krusial karena kelompok usia remaja adalah sasaran utama penyalahgunaan zat. Tujuannya adalah membangun kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan untuk menolak serta menghindari penyalahgunaan Narkoba.</p>
<p><em><strong>Pengenalan Narkoba dan Jenisnya </strong></em></p>
<ul>
<li>Definisi Narkoba: Menjelaskan pengertian Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (termasuk alkohol dan rokok/vape) sesuai undang-undang, serta mengapa zat-zat ini berbahaya.</li>
<li>Penggolongan dan Contoh Zat Populer di Kalangan Remaja:</li>
<li>Narkotika: Ganja, kokain, heroin;</li>
<li>Psikotropika: Ekstasi, sabu-sabu (metamfetamin), obat penenang/pil koplo;</li>
<li>Zat Adiktif Lain (NAPZA): Rokok, <em>vape</em> (dengan nikotin tinggi), alkohol, dan inhalen (lem/tiner).</li>
<li>Modus Operandi Baru: Bentuk-bentuk Narkoba yang dikemas menarik atau dicampur ke dalam makanan/minuman (misalnya, <em>brownies</em> ganja, permen Narkoba).</li>
</ul>
<p><strong><em>Dampak dan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba</em></strong></p>
<p>Materi ini fokus pada dampak yang relevan dan nyata bagi kehidupan siswa SMA.</p>
<ul>
<li>Dampak pada Kesehatan Fisik: Kerusakan otak dan sistem saraf, gangguan jantung dan pernapasan, risiko penularan penyakit menular (HIV/AIDS, Hepatitis) melalui jarum suntik bergantian, dan kematian akibat overdosis.</li>
<li>Dampak pada Kehidupan dan Masa Depan: penurunan prestasi dan putus sekolah, kerusakan hubungan dengan keluarga dan teman, keterlibatan dalam tindak kriminal (mencuri, tawuran) untuk mendapatkan uang membeli Narkoba, sanksi hukum berat (penjara) bagi pengguna, pengedar, maupun kurir.</li>
<li>Dampak Sosial: menyebabkan ketergantungan dan menciptakan masalah di lingkungan pergaulan dan menimbulkan stigma sosial.</li>
</ul>
<p><strong><em>Faktor Pemicu dan Penyebab Remaja Terjerumus</em></strong></p>
<p>Membantu siswa memahami risiko dan cara menghindarinya.</p>
<ul>
<li>Faktor Internal (Diri Sendiri): Rasa ingin tahu dan coba-coba yang tinggi, ketidakmampuan mengatasi stres atau masalah (<em>coping mechanism</em> yang buruk) dan kurangnya percaya diri.</li>
<li>Faktor Eksternal (Lingkungan): Tekanan Teman Sebaya (<em>Peer Pressure</em>)-rasa takut dikucilkan jika menolak-, masalah keluarga (kurangnya perhatian atau konflik), dan kemudahan akses Narkoba di lingkungan sekitar.</li>
</ul>
<p><strong><em>Keterampilan Menolak dan Pencegahan </em></strong></p>
<p>Ini adalah inti dari penyuluhan, yaitu membangun <em>life skills</em> remaja.</p>
<ul>
<li>Keterampilan Menolak (Asertivitas): Mengajarkan cara menolak tawaran Narkoba secara tegas namun santun, tanpa harus merusak pertemanan. Misalnya, dengan dalih sibuk atau mengatakan &#8220;Aku tidak tertarik dengan hal itu&#8221;.</li>
<li>Memilih Lingkungan: Pentingnya memilih teman bergaul yang positif dan menghindari lingkungan yang berisiko tinggi.</li>
<li>Kegiatan Positif: Mendorong siswa untuk menyalurkan energi dan minat pada kegiatan positif (olahraga, seni, organisasi) sebagai alternatif penyalahgunaan zat.</li>
<li>Komunikasi dengan Orang Tua/Guru: Pentingnya memiliki orang dewasa yang dipercaya untuk berbagi masalah.</li>
</ul>
<p><strong><em>Hukum dan Rehabilitasi</em></strong></p>
<p>Memberikan informasi tentang konsekuensi dan jalan keluar.</p>
<ul>
<li>Aspek Hukum (UU Narkotika): Menekankan bahwa penyalahgunaan Narkoba adalah tindakan kriminal.</li>
<li>Rehabilitasi (Jalan Keluar): Menginformasikan bahwa pengguna yang melapor secara sukarela (atau dilaporkan oleh keluarga) memiliki hak untuk mendapatkan rehabilitasi medis dan sosial. Penekanan bahwa rehabilitasi bukanlah hukuman, melainkan proses pemulihan untuk kembali hidup sehat.</li>
<li>Siapa yang Dihubungi? Memberikan kontak penting (BNN, Puskesmas, atau layanan konseling sekolah) jika siswa atau teman mereka membutuhkan bantuan atau ingin melapor.</li>
</ul>
<figure id="attachment_8859" aria-describedby="caption-attachment-8859" style="width: 602px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="a58d8c" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #a58d8c;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8859 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-2025-PC-IAI-Luwu-Timur-3_Yuri-Utami.docx.avif" alt="PC IAI Luwu Timur di SMAN 8" width="602" height="401" /><figcaption id="caption-attachment-8859" class="wp-caption-text">Foto Bersama PC IAI Luwu Timur dan Perwakilan SMA Negeri 8 Luwu Timur</figcaption></figure>
<p>”Sebagai apoteker, kami memiliki tanggung jawab bukan hanya dalam pelayanan obat di apotek atau fasilitas kesehatan, tetapi juga dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih paham tentang pentingnya menjaga kesehatan dan menggunakan obat secara tepat,” tutur Firman mewakili PC IAI Luwu Timur.</p>
<p>”Kegiatan penyuluhan di SMAN 8 Luwu Timur ini merupakan bagian dari upaya kami untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap hidup sehat, mulai dari hal sederhana seperti menjaga pola makan, memperhatikan kebersihan lingkungan, hingga bijak dalam menggunakan obat—baik obat bebas maupun obat resep dokter,” pungkasnya.&#8211;</p>
<p><a href="https://iainews.net/pc-iai-luwu-timur-gelar-pengabdian-rakernas-pit-iai-2025-di-empat-titik/">https://iainews.net/pc-iai-luwu-timur-gelar-pengabdian-rakernas-pit-iai-2025-di-empat-titik/</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/iai-luwu-timur-gelar-apoteker-go-to-school-di-sman-8/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PC IAI dan PAFI Luwu Utara Gelar Pengabdian Masyarakat di Car Free Day, Semarakkan WPD 2025</title>
		<link>https://iainews.net/pc-iai-dan-pafi-di-cfd-luwu-utara-semarakkan-wpd-2025/</link>
					<comments>https://iainews.net/pc-iai-dan-pafi-di-cfd-luwu-utara-semarakkan-wpd-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt. Nelly Sy.]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Oct 2025 04:48:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Andi Abdullah Rahim]]></category>
		<category><![CDATA[Antibiotik]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker luwu utara]]></category>
		<category><![CDATA[Dagusibu]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi obat]]></category>
		<category><![CDATA[luwu utara]]></category>
		<category><![CDATA[PC IAI Luwu Utara]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[resistensi]]></category>
		<category><![CDATA[resistensi antibiotik]]></category>
		<category><![CDATA[world pharmacist day 2025]]></category>
		<category><![CDATA[WPD 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8346</guid>

					<description><![CDATA[Luwu Utara, IAINews &#8211; Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Luwu Utara bersama Persatuan Ahli Farmasi...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Luwu Utara, IAINews &#8211; Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Luwu Utara bersama Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) ikut menyemarakkan Hari Apoteker Sedunia pada Ahad, 28 September 2025. Acara digelar pada saat <em>Car Free Day</em> di depan Rumah Jabatan Bupati Luwu Utara. Hari Apoteker Se-dunia (<em>World Pharmacists Day, WPD</em>) yang diperingati setiap 25 September, tahun ini mengambil tema “<em>Think Health, Think Pharmacist</em>”.</p>
<figure id="attachment_8348" aria-describedby="caption-attachment-8348" style="width: 602px" class="wp-caption alignnone"><img data-dominant-color="766c76" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #766c76;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-8348 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-Luwu-Utara-1.avif" alt="WPD 2025 di Luwu Utara" width="602" height="452" /><figcaption id="caption-attachment-8348" class="wp-caption-text">PC IAI Luwu Utara pada Kegiatan WPD 2025</figcaption></figure>
<p>Kegiatan dimulai dari senam bersama, dilanjutkan sambutan sekaligus membuka acara oleh Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim.</p>
<p>“Semoga ke depan Apoteker dan tenaga vokasi farmasi berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat terutama dalam penggunaan antibiotik, serta menyambut baik inisiatif Koperasi Merah Putih dan berperan penting di dalamnya,” ujarnya.</p>
<figure id="attachment_8349" aria-describedby="caption-attachment-8349" style="width: 366px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="8d8689" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8d8689;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-8349 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-Luwu-Utara-2.avif" alt="" width="366" height="385" /><figcaption id="caption-attachment-8349" class="wp-caption-text">Sambutan dan Pembukaan oleh Bupati Luwu Utara, Bapak Andi Abdullah Rahim</figcaption></figure>
<p>Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi tentang bijak menggunakan antibiotik dan DAGUSIBU. Kegiatan lainnya yaitu pemeriksaan gula darah dan asam urat, serta donor darah yang menghadirkan 154 orang peserta.</p>
<p>”Semoga apoteker tetap dan akan selalu profesional dalam menjalankan tugasnya,” harap apt. Sabra, S.Si, Ketua PC IAI Luwu Utara yang ditemui IAINews di lokasi.</p>
<p>“Terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih baik bagi masyarakat, baik melalui peningkatan pengetahuan, pengembangan inovasi, maupun pelayanan yang lebih optimal dalam menjaga kesehatan melalui penggunaan obat yang aman dan efektif,” lanjutnya.</p>
<p><strong>Edukasi penggunaan antibiotik yang bijak</strong></p>
<p>Para apoteker Luwu Utara menunjukkan peran dan eksistensinya di WPD 2025 dengan penyuluhan ”Cermat” menggunakan antibiotik,  jaga masa depan kesehatan kita.</p>
<p>Membuka dengan membahas mengenali musuh kita -resistensi antibiotik- dengan tujuan menarik perhatian audiens tentang bahaya antibiotik. Kemudian menjelaskan apa itu antibiotik, yaitu obat yang melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri.</p>
<p>“Ingat, antibiotik bukan obat dewa yang bisa menyembuhkan semua penyakit,” jelas salah seorang apoteker.</p>
<p><img data-dominant-color="9f848f" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #9f848f;" loading="lazy" decoding="async" class="alignnone wp-image-8350 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-Luwu-Utara-4.avif" alt="" width="1080" height="1447" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-Luwu-Utara-4.avif 1080w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-Luwu-Utara-4-768x1029.avif 768w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>Edukasi dilanjutkan dengan topik tentang resistensi Antibiotik yaitu ”kondisi ketika  bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik yang seharusnya membunuhnya”. Sehingga resistensi antibiotik berbahaya sebab penyakit infeksi yang tadinya mudah diobati jadi sulit/tidak bisa disembuhkan, masa perawatan di rumah sakit jadi lebih lama, biaya pengobatan meningkat drastis dan bahkan bisa berujung pada kematian.</p>
<p>Serba serbi semarak WPD 2025 bersama PC IAI Luwu Utara</p>
<p>Perlu diketahui bahwa ada ”tiga kunci penggunaan antibiotik” yaitu</p>
<ul>
<li><em>Tidak semua sakit perlu antibiotik</em></li>
</ul>
<p>Antibiotik HANYA bekerja melawan bakteri. Untuk infeksi akibat virus, seperti flu, antibiotik tidak berguna dan justru merugikan karena membuat bakteri baik di tubuh Anda ikut mati dan meningkatkan risiko resistensi.</p>
<ul>
<li><em>Hanya didapatkan dari tenaga kesehatan profesional</em></li>
</ul>
<p>Jangan pernah membeli antibiotik tanpa pemeriksaan dan resep dari dokter.</p>
<ul>
<li>Patuh aturan: Patuhi aturan ”Tuntas”</li>
</ul>
<p>Dosis dan waktu konsumsi antibiotik harus dipatuhi, sehingga jika mendapatkan resep dari dokter yang harus dilakukan yakni</p>
<ul>
<li>Minum TEPAT WAKTU: Ikuti jadwal yang dianjurkan, misal, setiap 8 jam, agar kadar obat dalam darah stabil dan efektif membunuh bakteri.</li>
<li>Minum TUNTAS/HABIS: Ini adalah aturan terpenting. JANGAN BERHENTI minum antibiotik meskipun gejala sudah membaik atau hilang. Jika berhenti menggunakan antibiotik sebelum waktunya, maka bakteri yang lemah akan mati, tapi bakteri yang paling kuat/tangguh (yang berpotensi menjadi resisten) akan tetap hidup dan berlipat ganda. Anda harus menghabiskan obatnya untuk mematikan semua bakteri bandel ini.</li>
</ul>
<p>Tindakan nyata yang harus dilakukan agar bijak menggunakan antibiotik yaitu dengan menerapkan 4 ”Tidak” :</p>
<ul>
<li>TIDAK menggunakan antibiotik untuk penyakit karena virus, seperti batuk pilek.</li>
<li>TIDAK membeli antibiotik tanpa resep dokter.</li>
<li>TIDAK berhenti minum antibiotik sebelum TUNTAS/ HABIS sesuai anjuran dokter.</li>
<li>TIDAK menyimpan sisa antibiotik atau memberikannya kepada orang lain.</li>
</ul>
<p>&#8220;Penggunaan antibiotik yang bijak hari ini adalah investasi untuk kesehatan kita dan generasi mendatang. Mari jaga efektivitas obat ini agar tetap menjadi pahlawan saat kita benar-benar membutuhkannya&#8221; pungkas apoteker dalam penyuluhan edukasi penggunaan antibiotik yang bijak.</p>
<p><img data-dominant-color="8b6e74" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8b6e74;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-8351 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-Luwu-Utara-5.avif" alt="" width="1080" height="1433" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-Luwu-Utara-5.avif 1080w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-Luwu-Utara-5-768x1019.avif 768w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Penyuluhan DAGUSIBU, Pemeriksaan Kesehatan Gratis (Gula darah dan asam urat) dan Donor Darah</strong></p>
<p>DA (DAPATKAN) &#8211; Asal Obat yang Benar.  Tujuan: Memastikan obat yang Anda beli aman, bermutu, dan legal.</p>
<ul>
<li>Beli ditempat resmi yaitu di Apotek atau toko obat berizin. Jangan beli obat keras (berlogo lingkaran merah) di warung atau toko kelontong.</li>
<li>Cek kemasan dengan perhatikan izin edar (BPOM) dan tanggal kedaluwarsa, jika lewat tanggal jangan dibeli dan digunakan.</li>
<li>Resep atau non resep seperti obat keras harus dengan resep dokter. Tanyakan apoteker, jika ada resep tanyakan bagaimana cara pakainya.</li>
</ul>
<p>GU (GUNAKAN) &#8211; Cara Pakai yang Tepat. Tujuan: memastikan obat bekerja maksimal dan aman.</p>
<ul>
<li>Baca aturan pakai dengan mengikuti semua petunjuk di kemasan atau etiket, terutama dosis (jumlah) dan frekuensi (jam minum). Gunakan sendok takar obat yang disediakan, bukan sendok makan biasa.</li>
<li>Jika mendapatkan resep obat antibiotik, maka WAJIB DIHABISKAN walaupun sudah sembuh. Jika tidak habis, bakteri bisa kebal (<em>resisten</em>).</li>
<li>Waktu minum, sesudah makan (setelah suapan pertama) atau sebelum makan (30-60 menit sebelumnya). Tanyakan Apoteker! Minum tepat waktu agar efek obat optimal.</li>
</ul>
<p>SI (SIMPAN) &#8211; Tempat Obat yang Aman. Tujuan: menjaga kualitas obat agar tidak rusak.</p>
<ul>
<li>Jauhkan dari Anak-Anak. Simpan di tempat yang aman dan tidak terjangkau anak-anak. Ini untuk mencegah keracunan!</li>
<li>Sesuai Petunjuk. Kebanyakan obat cukup disimpan di tempat kering, sejuk, dan terhindar dari sinar matahari langsung. JANGAN simpan obat di dalam mobil atau kamar mandi (lembab dan panas).</li>
<li>Kemasan Asli. Simpan dalam kemasan asli. Agar anda bisa membaca nama, aturan pakai, dan tanggal kedaluwarsa.</li>
</ul>
<p>BU (BUANG) &#8211; Buang Obat Rusak atau Kedaluwarsa.</p>
<ul>
<li>Obat rusak atau kedaluwarsa. Jangan gunakan obat yang sudah kedaluwarsa, berubah warna, bau, atau bentuk fisik. Obat cair yang sudah dibuka lebih dari 1 bulan juga harus dibuang!</li>
<li>Cara Membuang (Tablet/Kapsul). Keluarkan dari kemasan (strip/botol), campur dengan tanah atau air, bungkus rapat dengan plastik, lalu buang ke tempat sampah.Hancurkan dulu obatnya!</li>
<li>Cara Membuang (Cair/Sirup) Buang isinya ke saluran air/toilet, lalu rusak kemasan botolnya (copot label/hancurkan botol) sebelum dibuang ke tempat sampah.Pastikan tidak bisa disalahgunakan lagi!</li>
</ul>
<p><img data-dominant-color="837656" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #837656;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-8353 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-Luwu-Utara-3.avif" alt="WPD 2025 Luwu Utara" width="603" height="336" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-Luwu-Utara-3.avif 603w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/10/WPD-Luwu-Utara-3-250x140.avif 250w" sizes="auto, (max-width: 603px) 100vw, 603px" /></p>
<p>Ingat selalu DAGUSIBU. Dengan menerapkan 4 langkah sederhana ini, kita menjamin obat yang kita konsumsi aman, berkhasiat, dan lingkungan kita pun terjaga. Pesan Kunci: &#8220;Tanya Obat? Tanya Apoteker!&#8221;</p>
<p>Foto bersama setelah perayaan WPD 2025 PC IAI Luwu Utara</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/pc-iai-dan-pafi-di-cfd-luwu-utara-semarakkan-wpd-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apoteker Palopo Gelar Pengabdian Masyarakat di CFD Lapangan Pancasila: Edukasi Obat, Cegah Diabetes &#038; Hipertensi</title>
		<link>https://iainews.net/apoteker-palopo-gelar-pengabdian-masyarakat-di-cfd-lapangan-pancasila/</link>
					<comments>https://iainews.net/apoteker-palopo-gelar-pengabdian-masyarakat-di-cfd-lapangan-pancasila/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Sep 2025 01:38:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker palopo]]></category>
		<category><![CDATA[CFD Palopo]]></category>
		<category><![CDATA[Dagusibu]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Rakernas dan PIT IAI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8282</guid>

					<description><![CDATA[Palopo, IAINews – Puluhan apoteker yang tergabung dalam Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Palopo, IAINews – Puluhan apoteker yang tergabung dalam Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (PC IAI) Kota Palopo, Sulawesi Selatan, turut memeriahkan kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka Rakernas &amp; PIT IAI 2025. Kegiatan ini menyasar masyarakat umum yang hadir di <em>car free day (CFD)</em> Lapangan Pancasila Kota Palopo, Ahad, 14 September 2025. Beberapa pejabat pemerintah Kota Palopo yang pada hari itu sedang berolahraga di area CFD pun tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Tampak berbaur dengan apoteker dan masyarakat, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palopo dan Ketua DPRD Kota Palopo.</p>
<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_8283" aria-describedby="caption-attachment-8283" style="width: 1600px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="7b7a7c" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #7b7a7c;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-8283 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Pengmas-Palopo-8.avif" alt="Apoteker Palopo" width="1600" height="1200" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Pengmas-Palopo-8.avif 1600w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Pengmas-Palopo-8-768x576.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Pengmas-Palopo-8-1536x1152.avif 1536w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-8283" class="wp-caption-text">Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bersama Tim Kesehatan dan PC IAI Kota Palopo</figcaption></figure>
<p>Ketua PC IAI Kota Palopo, apt. Irvan Akbar, S.Farm, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pekan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia (PIT IAI) yang sempat dibatalkan karena situasi kurang kondusif di Kota Makassar pada 31 Agustus lalu.</p>
<p>”Kegiatan ini dilaksanakan karena para peserta dari Palopo tidak sempat untuk hadir kembali di Makassar,” tuturnya.</p>
<p>”Oleh karena itu, PC IAI Kota Palopo berinisiatif untuk mengadakan pengabdian sekaligus menjadi ajang silahturahmi bersama rekan sejawat apoteker. Dengan terlaksananya kegiatan ini masyarakat Palopo bisa lebih mengenal tugas dan fungsi apoteker serta menjadi lebih tahu kemana mereka harus bertanya mengenai informasi obat,” ungkap Irvan lebih lanjut.</p>
<figure id="attachment_8284" aria-describedby="caption-attachment-8284" style="width: 602px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="816f67" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #816f67;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-8284 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Pengmas-Palopo-5.avif" alt="Apoteker Palopo" width="602" height="561" /><figcaption id="caption-attachment-8284" class="wp-caption-text">Kegiatan Senam Bersama di Lapangan Pancasila Kota Palopo</figcaption></figure>
<p>Kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dengan  senam sehat bersama, pemeriksaan kesehatan gratis dan penyuluhan penggunaan obat.</p>
<p>Pemeriksaan kesehatan gratis oleh apoteker dalam kegiatan pengabdian masyarakat besama dengan tim kesehatan lainnya  mencakup hal-hal berikut:</p>
<ul>
<li><strong><em>Pemeriksaan Fisik Sederhana</em></strong></li>
</ul>
<p>Apoteker bisa melakukan pemeriksaan seperti mengukur tekanan darah, kadar gula darah sewaktu, dan kolesterol. Pemeriksaan ini biasanya dibantu dengan alat-alat yang mudah digunakan dan <em>portable</em>. Hasil pemeriksaan ini sangat penting untuk mendeteksi dini risiko penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes.</p>
<ul>
<li><strong><em>Edukasi dan Konseling Obat</em></strong></li>
</ul>
<p>Selain pemeriksaan, apoteker juga memberikan edukasi mengenai cara penggunaan obat yang benar, dosis, dan efek sampingnya. Mereka juga memberikan konseling tentang gaya hidup sehat, seperti pentingnya menjaga pola makan, berolahraga, dan beristirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan.</p>
<ul>
<li><strong><em>Pemberian Informasi Kesehatan</em></strong></li>
</ul>
<p>Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi apoteker untuk memberikan informasi tentang pentingnya kepatuhan dalam minum obat, bahaya penyalahgunaan obat, dan pentingnya swamedikasi yang aman, sehingga pengobatan sendiri tidak membahayakan.</p>
<p>Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit dan penggunaan obat yang rasional. Apoteker berperan sebagai edukator dan konselor, bukan hanya sebagai penjual obat.</p>
<figure id="attachment_8285" aria-describedby="caption-attachment-8285" style="width: 434px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="726964" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #726964;" loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-8285 size-full not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Pengmas-Palopo-9.avif" alt="Edukasi Masyarakat oleh Apoteker Palopo" width="434" height="597" /><figcaption id="caption-attachment-8285" class="wp-caption-text">Penyuluhan PC IAI Kota Palopo di Lapangan Pancasila</figcaption></figure>
<p>Selain itu para apoteker kota Palopo melakukan Penyuluhan DAGUSIBU, penggunaan obat Diabetes dan Hipertensi kepada masyarakat di CFD lapangan Pancasila.</p>
<p>”Halo Bapak/Ibu sekalian. Saya apoteker yang akan berbagi informasi penting tentang cara menggunakan obat yang benar,” sapa salah seorang apoteker Palopo pada masyarakat yang sedang berolahraga di area CFD.</p>
<p><strong>Pahami Pentingnya DAGUSIBU</strong></p>
<p>Apoteker Palopo menjelaskan kepanjangan dari DAGUSIBU:</p>
<ul>
<li>Dapatkan di fasilitas kesehatan atau apotek yang resmi. Jangan beli obat dari sembarang tempat karena keamanannya tidak terjamin.</li>
<li>Gunakan obat sesuai petunjuk dokter atau apoteker. Perhatikan dosis, frekuensi, dan waktu minum obatnya. Contohnya, ada obat yang harus diminum setelah makan atau sebelum tidur.</li>
<li>Simpan obat di tempat yang aman dan benar. Jauhkan dari jangkauan anak-anak dan sinar matahari langsung. Jangan simpan obat di dalam kulkas kecuali ada anjuran khusus.</li>
<li>Buang obat yang sudah kedaluwarsa atau rusak dengan benar. Obat yang dibuang sembarangan bisa membahayakan lingkungan dan orang lain.</li>
</ul>
<p><img data-dominant-color="827880" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #827880;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-8290 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Pengmas-Palopo-10.avif" alt="Pemeriksaan Kesehatan " width="1200" height="1600" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Pengmas-Palopo-10.avif 1200w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Pengmas-Palopo-10-768x1024.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Pengmas-Palopo-10-1152x1536.avif 1152w" sizes="auto, (max-width: 1200px) 100vw, 1200px" /></p>
<p><strong>Waspada Diabetes dan Hipertensi</strong></p>
<p>Dua penyakit yang banyak diderita masyarakat yaitu diabetes dan hipertensi (darah tinggi). Keduanya sering disebut <em>&#8220;silent killer&#8221;</em>, karena gejalanya tidak selalu terasa, tetapi dampaknya bisa sangat berbahaya.</p>
<ul>
<li>Diabetes terjadi saat kadar gula darah terlalu tinggi. Jika tidak dikontrol, bisa merusak organ-organ penting seperti ginjal, mata, dan saraf.</li>
<li>Hipertensi adalah kondisi tekanan darah di atas normal. Jika tidak dikendalikan, bisa menyebabkan serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal.</li>
<li>Untuk mencegahnya, penting untuk menjaga gaya hidup sehat: kurangi makanan manis dan asin, perbanyak buah dan sayur, serta rutin berolahraga.</li>
</ul>
<p><strong>Kepatuhan Minum Obat: Kunci Pengobatan Berhasil</strong></p>
<p>Jika Anda sudah didiagnosis diabetes atau hipertensi, kepatuhan minum obat adalah hal yang paling utama. Sering kali, pasien berhenti minum obat ketika merasa &#8220;sudah sehat.&#8221; Ini adalah kesalahan besar.</p>
<p>Kenapa harus patuh?</p>
<ul>
<li>Menghindari Komplikasi: obat ini berfungsi mengontrol gula darah atau tekanan darah agar tetap stabil. Dengan patuh, Anda mencegah risiko komplikasi serius seperti serangan jantung atau stroke.</li>
<li>Mencegah Kekambuhan: menghentikan obat sembarangan bisa membuat penyakit kambuh dan kondisi menjadi lebih buruk.</li>
</ul>
<figure id="attachment_8286" aria-describedby="caption-attachment-8286" style="width: 602px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="8c818c" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8c818c;" loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8286 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Pengmas-Palopo-3.avif" alt="Apoteker Palopo" width="602" height="336" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Pengmas-Palopo-3.avif 602w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Pengmas-Palopo-3-250x140.avif 250w" sizes="auto, (max-width: 602px) 100vw, 602px" /><figcaption id="caption-attachment-8286" class="wp-caption-text">Foto Bersama Apoteker Kota Palopo</figcaption></figure>
<p>“Obat Bukan Sekadar &#8220;Penyembuh&#8221;: Obat diabetes dan hipertensi adalah &#8220;pengontrol,&#8221; bukan &#8220;penyembuh.&#8221; Artinya, Anda harus terus minum obat agar kondisinya tetap terkendali,” ujar apoteker lainnya.</p>
<p>Sebelum mengakhiri edukasi, para apoteker berpesan “Ingat, jangan pernah menghentikan atau mengubah dosis obat tanpa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker. Jika ada keluhan atau lupa minum obat, segera tanyakan,” pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apoteker-palopo-gelar-pengabdian-masyarakat-di-cfd-lapangan-pancasila/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PC IAI Luwu Utara  Ramaikan Pengabdian Rakernas dan PIT IAI 2025 : Jarak Tak Jadi Hambatan Untuk Berkontribusi</title>
		<link>https://iainews.net/pc-iai-luwu-utara-ramaikan-pengabdian-rakernas-dan-pit-iai-2025-jarak-tak-jadi-hambatan-untuk-berkontribusi/</link>
					<comments>https://iainews.net/pc-iai-luwu-utara-ramaikan-pengabdian-rakernas-dan-pit-iai-2025-jarak-tak-jadi-hambatan-untuk-berkontribusi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2025 02:50:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Car Free Day]]></category>
		<category><![CDATA[Dagusibu]]></category>
		<category><![CDATA[diabetes]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[PC IAI Luwu Utara]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Rakernas dan PIT IAI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Utami Pratiwi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8236</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR-IAI News – Program pengabdian masyarakat dalam rangkaian Rakernas dan PIT IAI 2025 yang sempat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MAKASSAR-IAI News – Program pengabdian masyarakat dalam rangkaian Rakernas dan PIT IAI 2025 yang sempat tertunda, akhirnya dilaksanakan pada Minggu, 14 September 2025 lalu. Salah satu peserta kegiatan adalah PC IAI Luwu Utara.</p>
<p>PC IAI Luwu Utara adalah salah cabang IAI yang memiliki jarak terjauh dari lokasi kegiatan pengabdian masyarakat, yakni sekitar 529.5 km yang ditempuh dengan perjalanan 7 jam 40 menit.</p>
<p>Kendati jarak tempuh yang begitu jauh, untuk menunjukkan kontribusinya disalah satu kegiatan terbesar di Ikatan Apoteker Indonesia tahun 2025 mereka para apoteker PC IAI Luwu Utara penuh semangat melaksanakan pengabdian masyarakat.</p>
<figure id="attachment_8237" aria-describedby="caption-attachment-8237" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="94867f" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #94867f;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8237 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Pengmas-Rakernas-PC-Luwu-Utara-1-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-8237" class="wp-caption-text">Apoteker PC IAI Luwu Utara bergambar bersama Ketua Umum PP IAI, apt Noffendri Roestam.</figcaption></figure>
<p>Ditemui IAINews, Ketua PC IAI Luwu Utaram, apt. Sabra.,S.Si mengatakan, rombongan PC IAI Luwu Utara tiba pada malam sebelumnya di Makassar.</p>
<p>‘’Kedatangan kami pada kegiatan pengabdian masyarakat hari ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kita sebagai seorang apoteker dalam menjalankan tugas profesi,” tutur apt. Sabra.</p>
<p>Setelah acara pembukaan oleh Ketua umum PP IAI, apt. Noffendri Roestam, S.Si,  dilanjutkan dengan zumba bersama dan pengabdian masyarakat kepada warga yang Tengah berolahraga di area Car Free Day,  berupa  penyuluhan Dagusibu, Diabetes dan Hipertensi.</p>
<p>Tidak kalah dengan apoteker lainnya, PC IAI Luwu Utara menampilkan identitasnya sebagai apoteker menggunakan rompi yang kompak berwarna cerah yakni orange kombinasi krem yang dengan mudah dikenali sebagai apoteker dari Kabupaten Luwu Utara.</p>
<figure id="attachment_8238" aria-describedby="caption-attachment-8238" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="9c8e8c" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #9c8e8c;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8238 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Pengmas-Rakernas-PC-Luwu-Utara-2-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-8238" class="wp-caption-text">Suasana pembukaan kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka Rakernas dan PIT IAI 2025 di area CFD Boulevard Makassar.</figcaption></figure>
<p>Sebagai apoteker, penggunaan rompi atau identitas profesi lainnya sangat penting karena beberapa alasan, yang secara langsung berkaitan dengan kepercayaan, profesionalisme, keamanan dan verifikasi,  tanggung jawab dan akuntabilitas, dan menciptakan lingkungan yang teratur.</p>
<p>Dengan demikian, rompi bagi seorang apoteker bukan hanya sekadar pakaian, tetapi merupakan simbol dari profesionalisme, kepercayaan, dan komitmen terhadap kesehatan pasien.</p>
<p>Menggunakan rompi sebagai identitasnya PC IAI Luwu Utara dan  senyum yang begitu ramah memberikan penyuluhan kepada masyarakat yang diawali dengan perkenalan diri sebagai apoteker yang dilanjutkan dengan memperlihatkan pamflet penyuluhan diantaranya :</p>
<p>Dagusibu</p>
<ul>
<li>Dagusibu adalah singkatan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang. Ini adalah sebuah kampanye edukasi yang dibuat untuk membimbing masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan obat-obatan.</li>
</ul>
<p>Kemudian dengan adanya feedback dari Masyarakat mengenai apa pentingnya DAGUSIBU. Para apoteker ini menjawab dan menjelaskan “apa pentingnya DAGUSIBU ?”</p>
<ul>
<li>Pentingnya Edukasi Dagusibu : Penting untuk memahami Dagusibu karena obat adalah produk kimia. Jika salah dalam penggunaan, penyimpanan, atau pembuangannya, obat bisa menjadi racun. Edukasi ini bertujuan untuk: Mencegah keracunan obat, menghindari efek samping yang tidak diinginkan, mengoptimalkan efek terapi dari obat yang digunakan, menghindari penyalahgunaan obat dan menjaga kelestarian lingkungan dari limbah obat.</li>
</ul>
<figure id="attachment_8239" aria-describedby="caption-attachment-8239" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="8e736c" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8e736c;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8239 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Pengmas-Rakernas-PC-Luwu-Utara-3-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-8239" class="wp-caption-text">Edukasi Dagusibu, hipertensi dan diabetes melitus yang dilaksanakan PC IAI Luwu Utara, sebagai bagian kegiatan Rakernas dan PIT IAI 2025 di area CFD Boulevard Makassar.</figcaption></figure>
<p>Diabetes melitus dan kepatuhan penggunaan obatnya.</p>
<p>Seacara ringkas apoteker-apoteker Luwu utarara menjelaskan mengenai apa itu diabetes :</p>
<ul>
<li>Diabetes adalah kondisi saat kadar gula dalam darah (glukosa) terlalu tinggi. Gula darah tinggi yang tidak terkontrol bisa merusak organ tubuh, seperti ginjal, saraf, mata, dan jantung. Ada dua jenis utama diabetes:</li>
</ul>
<p>Diabetes Tipe 1: Tubuh tidak memproduksi insulin (hormon yang membantu glukosa masuk ke sel untuk diubah menjadi energi).</p>
<p>Diabetes Tipe 2: Tubuh tidak menggunakan insulin secara efektif atau tidak memproduksinya dalam jumlah yang cukup. Jenis ini paling banyak ditemukan dan sangat berkaitan dengan gaya hidup</p>
<ul>
<li>Mengapa Kepatuhan Minum Obat Penting :</li>
</ul>
<p>Meskipun diabetes tidak bisa disembuhkan, kondisi ini dapat dikelola dengan baik. Kepatuhan Anda dalam menggunakan obat adalah kunci utamanya. Ketidakpatuhan minum obat dapat menyebabkan: Kadar gula darah tidak terkontrol, yang meningkatkan risiko komplikasi serius, terapi obat menjadi tidak efektif, sehingga dosis mungkin perlu ditambah atau diganti dengan jenis obat yang lebih kuat dan peningkatan biaya pengobatan akibat komplikasi yang timbul.</p>
<ul>
<li>Kemudian mereka menutup dengan pesan : Ingat, mengelola diabetes adalah perjalanan seumur hidup. Saya sebagai apoteker siap membantu Anda dalam memahami setiap obat yang Anda gunakan dan memberikan konseling agar terapi Anda berjalan dengan optimal. Jangan sungkan untuk bertanya jika ada hal yang kurang jelas, ya.</li>
</ul>
<p>Kemudian dilanjutkan dengan edukasi mengenai penyakit hipertensi dan kepatuhan penggunaan obatnya.</p>
<ul>
<li>Memahami Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)</li>
</ul>
<p>Hipertensi adalah kondisi saat tekanan darah Anda secara terus-menerus lebih tinggi dari batas normal. Kondisi ini sering disebut &#8220;silent killer&#8221; karena biasanya tidak menunjukkan gejala yang jelas di awal. Jika tidak dikelola dengan baik, hipertensi dapat merusak pembuluh darah dan organ penting, meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan kerusakan mata.</p>
<ul>
<li>Pentingnya Kepatuhan Minum Obat</li>
</ul>
<p>Banyak orang merasa sehat dan berhenti minum obat ketika tekanan darah mereka sudah normal. Ini adalah kesalahan besar. Obat hipertensi bukan untuk menyembuhkan, melainkan untuk mengendalikan tekanan darah Anda agar tetap stabil. Dengan kata lain, obat adalah &#8220;teman setia&#8221; yang membantu menjaga pembuluh darah Anda tetap sehat.</p>
<ul>
<li>Mengapa kepatuhan sangat penting?</li>
</ul>
<p>Mencegah Komplikasi: Minum obat secara teratur menjaga tekanan darah tetap terkontrol, sehingga mengurangi risiko penyakit serius seperti stroke dan serangan jantung.</p>
<p>Menghindari Efek Buruk: Tekanan darah yang naik-turun akibat tidak patuh minum obat bisa lebih berbahaya daripada tekanan darah tinggi yang stabil.</p>
<p>Mempertahankan Kualitas Hidup: Dengan mengendalikan hipertensi, Anda dapat menjalani hidup yang lebih sehat dan produktif tanpa khawatir akan komplikasi mendadak.</p>
<p>Setelah melakukan Edukasi, para apoteker ini menutup  dengan pesan  ’Ingat, mengelola hipertensi adalah sebuah komitmen. Saya sebagai apoteker siap membantu Anda memahami setiap obat yang Anda gunakan dan memberikan dukungan agar Anda tetap patuh. Jika ada pertanyaan, jangan ragu untuk bertanya kepada apoteker’.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/pc-iai-luwu-utara-ramaikan-pengabdian-rakernas-dan-pit-iai-2025-jarak-tak-jadi-hambatan-untuk-berkontribusi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PC IAI Luwu Timur Gelar Pengabdian Rakernas &#038; PIT IAI 2025 di Empat Titik</title>
		<link>https://iainews.net/pc-iai-luwu-timur-gelar-pengabdian-rakernas-pit-iai-2025-di-empat-titik/</link>
					<comments>https://iainews.net/pc-iai-luwu-timur-gelar-pengabdian-rakernas-pit-iai-2025-di-empat-titik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2025 16:16:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Dagusibu]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[PC IAI Luwu Timur]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Rakernas dan PIT IAI 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=8218</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR, IAI News &#8211; Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Luwu Timur melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>MAKASSAR, IAI News &#8211; Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia Luwu Timur melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat apoteker masih dalam rangka pelaksanaan Rakernas dan PIT IAI 2025 di Makassar.</p>
<figure id="attachment_8219" aria-describedby="caption-attachment-8219" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="7c7a8b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #7c7a8b;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8219 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Pengmas-Rakernas-PC-Luwu-1-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-8219" class="wp-caption-text">Pengurus Cabang IAI Luwu Timur</figcaption></figure>
<p>Ketentuan dari pengabdian ini, diantaranya dapat melakukan pengabdian di daerah atau pengurus cabang masing &#8211; masing kabupaten/kota tiap pengurus daerah. Sehingga PC IAI Luwu Timur melaksanakan di Kabupaten Luwu Timur.</p>
<p>Kegiatan dilakukan pada 4 titik wilayah yaitu Bundaran Batara Guru Malili, lapangan sepak bola Wotu, ⁠lapangan sepak bola Mangkutana dan anjungan danau Matano, Sorowako. Para peserta pengabdian terdiri dari para anggota apoteker yang telah mengikuti atau sebagai peserta  Rakernas &amp;  PIT IAI pada tanggal 27 – 30 Agustus 2025.</p>
<p>Pengabdian ini merupakan sebuah bentuk nyata peran nyata profesi apoteker yang bertujuan  untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan edukasi, pelayanan kesehatan, serta kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.</p>
<figure id="attachment_8220" aria-describedby="caption-attachment-8220" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="a09097" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #a09097;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8220 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Pengmas-Rakernas-PC-Luwu-2-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-8220" class="wp-caption-text">Pengabdian masyarakat dilakukan dengan berkolaborasi bersama tenaga kesehatan lain, dengan pemeriksaan kesehatan gratis.</figcaption></figure>
<p>Kegiatan pengabdian di PC IAI Luwu Timur sering dilakukan, ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi juga wujud komitmen kita untuk mengamalkan ilmu, menjaga kesehatan masyarakat, dan menumbuhkan kesadaran pentingnya penggunaan obat yang bijak, aman, serta rasional.</p>
<p>Edukasi  dan Penyuluhan DAGUSIBU</p>
<p>Para apoteker menerangkan ‘Dagusibu’ yang merupakan kependekan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar. Ini adalah program edukasi yang diinisiasi oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional.</p>
<p>Sebagai ujung tombak pelayanan kefarmasian, apoteker memegang peran sentral dalam penyuluhan Dagusibu.</p>
<ul>
<li>DA: Dapatkan Obat dengan Benar. Apoteker mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mendapatkan obat dari tempat yang legal dan terjamin mutunya, seperti apotek, puskesmas, atau instalasi farmasi rumah sakit.</li>
<li>GU: Gunakan Obat dengan Benar. Bagian ini adalah inti dari edukasi apoteker, karena kesalahan dalam penggunaan obat bisa berakibat fatal.</li>
</ul>
<p>Aturan Pakai: Apoteker menjelaskan cara penggunaan obat yang tepat sesuai dengan bentuk sediaannya (misalnya, tablet, sirup, salep, tetes mata, atau inhaler). Mereka juga memberikan informasi tentang dosis yang tepat, frekuensi minum obat (misalnya, 3 kali sehari), dan waktu penggunaan (sebelum atau sesudah makan). Serta menjelaskan Mencegah Penggunaan yang Tidak Rasional dan Efek Samping dan Interaksi Obat.</p>
<ul>
<li>SI: Simpan Obat dengan Benar</li>
</ul>
<p>Banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa cara penyimpanan yang salah dapat merusak obat. Apoteker berperan penting dalam memberikan panduan ini.</p>
<figure id="attachment_8221" aria-describedby="caption-attachment-8221" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="67645f" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #67645f;" loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8221 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/Pengmas-Rakernas-PC-Luwu-5-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-8221" class="wp-caption-text">Penyuluhan Dagusibu</figcaption></figure>
<p>Tempat Penyimpanan: Apoteker menyarankan untuk menyimpan obat di tempat yang kering, sejuk, dan terhindar dari sinar matahari langsung atau kelembapan. Mereka juga mengedukasi tentang jenis obat yang memerlukan penyimpanan khusus, seperti di lemari pendingin (bukan freezer). Kemudian menjelaskan Wadah dan Jangkauan Anak-Anak: Apoteker menganjurkan agar obat disimpan dalam kemasan aslinya dan jauh dari jangkauan anak-anak untuk mencegah keracunan. Serta Periksa Tanggal Kedaluwarsa dan Tanda Kerusakan.</p>
<ul>
<li>BU: Buang Obat dengan Benar. Tahap ini seringkali diabaikan, padahal pembuangan obat yang salah dapat mencemari lingkungan.</li>
</ul>
<p>Prosedur Pembuangan yang Aman: Apoteker menjelaskan cara membuang obat yang aman, yaitu dengan mengeluarkan obat dari kemasan, menghancurkannya, dan mencampurkannya dengan bahan yang tidak menarik (seperti ampas kopi atau tanah) sebelum dibuang ke tempat sampah.</p>
<p>Selain itu apoteker yang lain melakukan penyuluhan tentang edukasi Diabetes Melitus dan Hipertensi  Diabetes melitus dan kepatuhan penggunaan obatnya serta hipertensi.</p>
<p>Memahami Diabetes Melitus (DM)</p>
<ul>
<li>Apa itu DM? Penyakit kronis di mana kadar gula (glukosa) dalam darah terlalu tinggi. Ini terjadi karena tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.</li>
<li>Penyebab: Kombinasi faktor genetik, gaya hidup, pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, dan obesitas.</li>
<li>Tanda dan Gejala: Sering merasa haus dan lapar, sering buang air kecil (terutama malam hari), penurunan berat badan tanpa sebab jelas, luka sulit sembuh, dan kelelahan.</li>
</ul>
<p>Pentingnya Kepatuhan Penggunaan Obat</p>
<p>Kepatuhan minum obat adalah kunci keberhasilan terapi DM. Ketidakpatuhan dapat menyebabkan kadar gula darah tidak terkontrol, yang meningkatkan risiko komplikasi serius, seperti:</p>
<ul>
<li>Komplikasi Jangka Pendek: : Hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah) atau hiperglikemia (kadar gula darah terlalu tinggi).</li>
<li>Komplikasi Jangka Panjang: Kerusakan saraf (neuropati), penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, kerusakan mata (retinopati), dan infeksi kulit.</li>
</ul>
<p>Mengenal Hipertensi: &#8220;Pembunuh Senyap&#8221;</p>
<p>Penyuluhan dimulai dengan pengenalan yang mudah dipahami. Jelaskan bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan darah di dalam pembuluh darah meningkat secara kronis. Sebutkan bahwa kondisi ini sering disebut &#8220;pembunuh senyap&#8221; karena jarang menunjukkan gejala awal yang jelas, namun dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal jika tidak dikelola dengan baik.</p>
<p>Pengelolaan Hipertensi: Kombinasi Obat dan Gaya Hidup Sehat</p>
<p>Apoteker menjelaskan bahwa pengelolaan hipertensi terdiri dari dua pilar utama yang harus berjalan beriringan: penggunaan obat yang tepat dan perubahan gaya hidup sehat.</p>
<p>Dengan penyuluhan yang komprehensif, apoteker dapat membantu pasien mengendalikan hipertensi, mengurangi risiko komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup mereka.</p>
<p>”Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan sejawat apoteker yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini. Tak lupa juga apresiasi kepada masyarakat yang telah hadir dan berpartisipasi,” ungkap Ketua PC IAI Luwu Timur, apt. Firman Mahjud, S.Farm</p>
<p>’’Harapanya, semoga kegiatan ini membawa manfaat, mempererat hubungan antara apoteker dan masyarakat, serta menjadi amal jariyah bagi kita semua. Insya Allah kegiatan ini akan rutin kami lakukan setiap akhir pekan di kegiatan Jalan Sehat Sabtu Juara,” tutupnya.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/pc-iai-luwu-timur-gelar-pengabdian-rakernas-pit-iai-2025-di-empat-titik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
