<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bekal sekolah &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/bekal-sekolah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Jul 2025 08:26:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2026/10/cropped-file_00000000bbb482079b31d77461868d89-32x32.avif</url>
	<title>bekal sekolah &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lindungi Anak Dari Pangan Berbahaya (Catatan Hari Anak Nasional 23 Juli 2025)</title>
		<link>https://iainews.net/lindungi-anak-dari-pangan-berbahaya-catatan-hari-anak-nasional-23-juli-2025/</link>
					<comments>https://iainews.net/lindungi-anak-dari-pangan-berbahaya-catatan-hari-anak-nasional-23-juli-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2025 08:26:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Aulia Yahya]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Gizi Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bekal sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Anak Nasiona]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia Cemas]]></category>
		<category><![CDATA[jajanan]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[pangan berbahaya]]></category>
		<category><![CDATA[pengawet berbahaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=6321</guid>

					<description><![CDATA[PADA tahun 2024, terdapat beberapa kasus keracunan makanan yang melibatkan siswa sekolah, baik akibat makanan yang...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PADA tahun 2024, terdapat beberapa kasus keracunan makanan yang melibatkan siswa sekolah, baik akibat makanan yang disediakan sekolah maupun jajanan yang dibeli anak di sekitar sekolah.</p>
<p>Beberapa kasus melibatkan dugaan keracunan dari makanan gratis yang disediakan sekolah, sementara yang lain terkait dengan jajanan yang dijual di kantin atau sekitar sekolah.</p>
<p>Gejala yang umum dialami siswa meliputi mual, muntah, sakit perut, dan pusing.</p>
<figure id="attachment_6322" aria-describedby="caption-attachment-6322" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="6d6c64" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #6d6c64;" decoding="async" class="size-medium wp-image-6322 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/07/Hari-Anak-Nasional-Aulia-Yahya-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-6322" class="wp-caption-text">Penulis bersama anak-anak usai bermain di sebuah lapangan olahraga. (Foto Aulia Yahya)</figcaption></figure>
<p>Kasus serupa masih berlanjut setidaknya hingga medio tahun 2025 ini. Beberapa kasus dilaporkan terjadi di berbagai daerah di Indonesia, melibatkan siswa dari berbagai tingkatan sekolah, mulai dari SD hingga SMA.</p>
<p>Beberapa laporan menyebutkan adanya ratusan siswa yang menjadi korban keracunan setelah mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun ada juga yang menyebutkan jumlahnya lebih sedikit.</p>
<p>Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dan pihak terkait lainnya telah melakukan berbagai upaya untuk menanggapi kasus-kasus keracunan ini, termasuk penyelidikan penyebab keracunan dan memberikan penanganan medis kepada korban.</p>
<p>Kalau makanan yang bersumber dari program pemerintah saja masih terdapat peluang penyebab terjadinya keracunan makanan, bagaimana dengan jajanan yang dibeli di sekitar lingkungan sekolah ? Apa dampaknya pada anak ? Siapa yang menjamin keamanannya ?</p>
<p>Jajanan anak sekolah yang tidak aman bisa menjadi masalah serius karena dapat mengandung bahan berbahaya dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan.</p>
<p>Beberapa jajanan yang perlu diwaspadai antara lain makanan yang mengandung pewarna dan pengawet berbahaya, makanan yang diolah dengan bahan baku tidak sehat, serta makanan yang terkontaminasi bakteri atau kotoran.</p>
<p>Jajanan anak sekolah yang mengandung bahan berbahaya seperti borak, formalin, siklamat, metanil kuning, rodamin B, bakteri air, dan bakteri makanan tentu dapat memicu terjadinya aneka penyakit pada anak.</p>
<p>Ginjal yang bertugas untuk membersihkan darah akan menyaring aneka bahan kimia tersebut. Akhirnya racun dari bahan kimia itu merusak sistem kerja ginjal hingga mengakibatkan terjadinya gagal ginjal.</p>
<p>Selain itu, bahan kimia berbahaya juga bisa menyebabkan sirosis hati (pengerasan hati) dengan lebih cepat.</p>
<p>Demikian halnya penyakit otot kaku, kerusakan jaringan otak, hingga penurunan daya kognitif bisa terjadi pada anak yang gemar mengkonsumsi jajanan mengandung bahan berbahaya secara terus menerus.</p>
<p>Kantin Sekolah Sehat atau Bekal dari Rumah</p>
<p>Ketersediaan pangan yang aman bagi anak usia sekolah adalah hal yang mesti diperhatikan. Maraknya pedagang jajanan sekolah yang tidak memperhatikan aspek kesehatan dan hieginitas jelas merupakan ancaman bagi sang anak.</p>
<p>Meski program MBG sedang berjalan, tapi toh belum berjalan 100% menjangkau seluruh sekolah di Indonesia.</p>
<p>Selain faktor pembiayaan, maraknya kasus keracunan makanan, laporan kualitas menu yang kadang basi dan berulat, membuat program ini belum sepenuhnya dapat diandalkan.</p>
<p>Oleh karena itu, secara mandiri, kebutuhan asupan energi anak selama mengikuti proses pembelajaran di sekolah sebaiknya dipenuhi oleh pihak sekolah, minimal dengan menyediakan fasilitas kantin sekolah yang sehat.</p>
<p>Pihak sekolah dalam hal ini terlibat aktif dalam menyeleksi jenis dan cara penyajian pangan yang disediakan.</p>
<p>Tak kalah penting juga menghidupkan kembali budaya cuci tangan sebelum makan dengan menyediakan washtafel untuk tempat cuci tangan lengkap dengan sabunnya.</p>
<p>Alternatif lainnya yang bisa dilakukan adalah perhatian dari orang tua siswa. Membekali anak ke sekolah dengan makanan merupakan tindakan bijaksana.</p>
<p>Selain mencukupi kebutuhan gizi, bekal makanan merupakan cara menghindari jajanan yang belum tentu sehat.</p>
<p>Orang tua harus senantiasa melakukan kontrol terhadap kebiasaan makan anak terutama bagi anak yang masih di Sekolah Dasar.</p>
<p>Hal ini penting, mengingat usia anak sekolah antara 6-12 tahun adalah masa pertumbuhan, di sisi lain anak belum punya cukup pengetahuan untuk memilih makanan sehat bagi dirinya.</p>
<p>Peran orang tua sangat penting agar tumbuh kembang anak optimal dan si buah hati terhindar dari penyakit akibat makanan yang tidak sehat.</p>
<p>Bekal sekolah juga mendidik anak untuk berlaku tidak boros dan mampu mendekatkan hubungan dengan orang tua. Dengan dibekali, anak merasa lebih diperhatikan dan tertanam nilai-nilai kasih sayang di dalamnya.</p>
<p>Tahun ini, tema Hari Anak Nasional 2025 yang diperingati setiap tanggal 23 Juli adalah &#8220;<em>Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045 </em>&#8221; dengan tagline Anak Indonesia Bersaudara.</p>
<p>Tema ini menggambarkan komitmen bersama untuk membangun generasi anak yang sehat, cerdas, tangguh, dan berdaya saing sekaligus menanamkan semangat kebersamaan di tengah keragaman bangsa.</p>
<p>Semoga peringatan Hari Anak Nasional tahun ini dapat menjadi momen bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap masa depan anak.</p>
<p>Pasalnya, ada banyak ancaman yang mengintai keselamatan dan derajat kesehatan mereka, salah satunya adalah keterpaparan dari pangan berbahaya.</p>
<p>Semoga, anak anak Indonesia dapat terhindar dari keterpaparan pangan berbahaya, terutama di lingkungan sekolah.</p>
<p>Sekali lagi, kepedulian kita, orang tua, sekolah dan pemerintah terutama adalah kunci kesehatan dan keberhasilan masa depan anak-anak kita.</p>
<p>Kita semua tentu berharap, anak anak tumbuh berkembang menjadi generasi &#8220;Indonesia Emas&#8221; bukan generasi &#8220;Indonesia Cemas&#8221;.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/lindungi-anak-dari-pangan-berbahaya-catatan-hari-anak-nasional-23-juli-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
