<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bahan Alam &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/bahan-alam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Nov 2025 05:31:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>Bahan Alam &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bahan Alam Punya Peran Penting untuk Kesehatan Reproduksi</title>
		<link>https://iainews.net/bahan-alam-punya-peran-penting-untuk-kesehatan-reproduksi/</link>
					<comments>https://iainews.net/bahan-alam-punya-peran-penting-untuk-kesehatan-reproduksi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 05:31:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[asuhan kebidanan]]></category>
		<category><![CDATA[back to nature]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan Alam]]></category>
		<category><![CDATA[jurusan kebidanan Poltekkes kemenkes ternate]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan reproduksi]]></category>
		<category><![CDATA[kuliah pakar]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=9954</guid>

					<description><![CDATA[TERNATE, IAI News – Trend ‘back to nature’ yang sedang menggejala di dunia saat ini...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>TERNATE, IAI News – Trend ‘back to nature’ yang sedang menggejala di dunia saat ini juga merambah dunia kebidanan dan Kesehatan reproduksi. Sejumlah bahan alam diketahui memiliki kandungan zat aktif yang mampu mengkondisikan rahim agar siap untuk hamil.</p>
<p>Hal itu disampaikan apt. Yuri Pratiwi Utami, S.Farm, M.Si, C.Herbs, seorang apoteker dan pakar di bidang farmasi bahan alam saat memberikan materi dalam Kuliah Pakar di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Ternate, 15 November 2025 lalu.</p>
<p>Kuliah Pakar kali ini mengangkat topik mengenai peran bahan alam dalam pencegahan dan perawatan masalah kesehatan reproduksi.</p>
<figure id="attachment_9955" aria-describedby="caption-attachment-9955" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img data-dominant-color="8394ab" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8394ab;" decoding="async" class="size-medium wp-image-9955 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/11/Kuliah-Pakar-1-250x190.avif" alt="" width="250" height="190" /><figcaption id="caption-attachment-9955" class="wp-caption-text">apt. Yuri Pratiwi Utami saat menjadi pemateri dalam Kuliah Pakar di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Ternate</figcaption></figure>
<p>Selain apt Yuri, hadir pula pakar di bidang gizi yakni Pramitha Sari.,S,gz., M.H.</p>
<p>Kuliah pakar yang berlangsung secara daring ini diikuti oleh 256  termasuk mahasiswa dan dosen Jurusan Kebidanan.</p>
<p>Kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai integrasi pengobatan modern dan tradisional, khususnya dalam konteks kesehatan reproduksi yang menjadi fokus utama pendidikan kebidanan.</p>
<p>Apt. Yuri  memaparkan secara mendalam potensi besar dari berbagai tanaman obat Indonesia (bahan alam) yang telah teruji secara ilmiah memiliki khasiat dalam menjaga keseimbangan hormon, mengatasi masalah menstruasi, hingga mendukung pemulihan pasca persalinan.</p>
<p>Apt. Yuri menekankan bahwa pemanfaatan bahan alam harus didasarkan pada bukti ilmiah (evidence-based practice) dan pengetahuan yang memadai, terutama mengenai dosis, interaksi, dan potensi efek samping.</p>
<p>“Peran bahan alam bukan hanya sebagai alternatif, tetapi dapat menjadi terapi komplementer yang sangat efektif. Para calon bidan perlu dibekali pengetahuan ini agar dapat memberikan edukasi yang holistik kepada masyarakat. Indonesia kaya akan biodiversitas, dan kita harus mampu memanfaatkannya secara bertanggung jawab,” ujar apt. Yuri.</p>
<p>Menurut apt Yuri, tren &#8220;back to nature&#8221; adalah pergeseran global di mana masyarakat semakin menunjukkan minat dan kembali menggunakan produk, praktik, dan gaya hidup yang dianggap lebih alami, minimal diproses, dan berasal dari sumber daya alam. Dalam konteks kesehatan, tren ini mendorong peningkatan minat pada Pengobatan Komplementer dan Alternatif (KOM/ALT).</p>
<p>Karakteristik Tren Kesehatan &#8220;Back to Nature&#8221;</p>
<p>Dikatakan, saat ini banyak orang mencari pendekatan kesehatan yang tidak hanya mengatasi gejala, tetapi juga melihat individu secara keseluruhan (pikiran, tubuh, dan jiwa).</p>
<p>Kekhawatiran terhadap efek samping obat kimia mendorong pencarian alternatif yang dianggap lebih aman dan lembut.</p>
<p>Sementara itu muncul pengakuan terhadap nilai tradisional yang telah teruji secara empiris selama berabad-abad, seperti Jamu di Indonesia atau Traditional Chinese Medicine (TCM).</p>
<p>Lebih lanjut apt Yuri mengatakan, Indonesia menghadapi tantangan spesifik dalam kesehatan reproduksi yang seringkali memerlukan lebih dari sekadar intervensi farmakologis, di sinilah pendekatan holistik menjadi krusial dalam Asuhan Kebidanan.</p>
<p>Pendekatan holistik, kata apt. Yuri,  berarti melihat pasien sebagai kesatuan utuh. Dalam kebidanan, ini mencakup integrasi antara ilmu medis modern dengan perawatan komplementer berbasis budaya dan alam untuk mencapai hasil yang optimal:</p>
<p>Dalam hal ini, apt Yuri mencontohkan diperlukannya integrasi bahan alam dengan menggunakan herbal seperti kunyit (anti-inflamasi untuk Dismenore), jahe (peredam mual), atau daun sirih (antiseptik untuk kebersihan organ intim) sebagai pendukung terapi medis.</p>
<p>Dalam hal kearifan local dengan mengintegrasikan praktik seperti pijat tradisional (untuk melancarkan sirkulasi pascapartum), aromaterapi (untuk manajemen kecemasan/stress), atau konsumsi jenis makanan/minuman tradisional tertentu selama kehamilan dan nifas.</p>
<p>Dukungan psikososial dilakukan dengan memberikan perhatian pada aspek emosional, spiritual, dan lingkungan sosial ibu, yang sangat memengaruhi siklus haid, kehamilan, dan pemulihan pascapartum.</p>
<p>Dengan mengintegrasikan tren &#8220;back to nature&#8221; dan pengobatan komplementer, bidan dapat memberikan asuhan yang tidak hanya aman secara klinis tetapi juga menghargai budaya, lebih personal, dan memberdayakan pasien untuk mengelola kesehatan reproduksi mereka secara alami dan berkelanjutan.</p>
<p>Dalam penyampaiannya, apt. Yuri memaparkan bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia menawarkan potensi besar sebagai terapi komplementer untuk berbagai masalah reproduksi wanita, mulai dari masalah hormonal hingga infeksi.</p>
<p>Apt. Yuri menekankan perlunya validasi ilmiah agar pemanfaatan bahan alam dapat diterapkan dalam praktik kebidanan yang aman (Evidence-Based Practice).</p>
<p>&#8220;Kita memiliki warisan alam luar biasa. Tugas kita adalah memadukannya dengan ilmu kefarmasian agar khasiatnya terjamin, dosisnya terukur, dan keamanannya teruji,&#8221; tegas apt. Yuri.</p>
<p>Memahami Mekanisme Aksi Bahan Alam dalam Sistem Reproduksi</p>
<p>Memahami peran bahan alam memerlukan tinjauan pada bagaimana senyawa bioaktif bekerja pada tingkat seluler dan hormonal untuk mempengaruhi fungsi sistem reproduksi. Aksi bahan alam secara garis besar dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsinya.</p>
<p>Fungsi Anti-inflamasi dan Analgesik</p>
<p>Masalah seperti dismenore (nyeri haid) dan endometriosis seringkali melibatkan peningkatan produksi mediator inflamasi, terutama prostaglandin.</p>
<p>Senyawa aktif, seperti kurkumin dari kunyit (Curcuma longa) atau gingerol dari jahe (<em>Zingiber officinale</em>), bekerja dengan menghambat jalur enzim cyclooxygenase (COX) dan lipoxygenase (LOX), yang bertanggung jawab atas sintesis prostaglandin dan leukotrien.</p>
<p>Senyawa aktif kurkumin dan gingerol ini mampu menurunkan inflamasi, meredakan nyeri dan berpotensi memperbaiki lingkungan rahim yang kurang kondusif untuk kehamilan.</p>
<p>Fungsi Adaptogenik dan Penyeimbang Hormon</p>
<p>Bahan adaptogenik membantu tubuh beradaptasi terhadap stres fisik maupun psikologis, yang sangat memengaruhi poros HPA (Hypothalamic-Pituitary-Adrenal) dan pori-pori HPG (Hypothalamic- Pituitary-Gonadal). Stres kronis dapat mengganggu siklus ovulasi dan kesuburan.</p>
<p>Bahan alam seperti daun kelor (Moringa oleifera) atau rempah tertentu dapat menormalkan kadar kortisol dan mendukung fungsi kelenjar adrenal, secara tidak langsung membantu menstabilkan pelepasan hormon reproduksi (estrogen dan progesteron).</p>
<p>Bahan alam jenis ini penting dalam manajemen PCOS dan masalah kesuburan yang dipicu oleh stres.</p>
<p>Fungsi Antioksidan dan Antiseptik</p>
<p>Antioksidan melawan stres oksidatif yang dapat merusak sel telur dan sperma, sementara antiseptik mencegah infeksi pada saluran reproduksi.</p>
<p>Senyawa fenolik dan flavonoid dalam daun sirih (Piper betle) atau teh hijau menetralkan radikal bebas. Daun Sirih juga mengandung minyak atsiri yang memiliki efek antibakteri dan antijamur.</p>
<p>Senyawa ini digunakan untuk menjaga kebersihan dan mencegah infeksi pascapartum serta meningkatkan kualitas sel reproduksi.</p>
<p>Masih banyak tanaman lainnya yang dipaparkan pada materinya yang digunakan untuk pencegahan dan perawatan masalah kesehatan reproduksi.</p>
<p>Selain itu apt. Yuri juga menjelaskan bagaimana aspek keamanan, pentingnya standarisasi dan pengawasan penggunaan produk herbal.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/bahan-alam-punya-peran-penting-untuk-kesehatan-reproduksi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apoteker Masa Depan: Workshop Pemanfaatan Bahan Alam sebagai Solusi Preventif Kesehatan</title>
		<link>https://iainews.net/apoteker-masa-depan-workshop-pemanfaatan-bahan-alam-sebagai-solusi-preventif-kesehatan/</link>
					<comments>https://iainews.net/apoteker-masa-depan-workshop-pemanfaatan-bahan-alam-sebagai-solusi-preventif-kesehatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2025 07:32:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Farmasi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Hismatra IAI]]></category>
		<category><![CDATA[industri obat tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Farmasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jamu Modern]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan preventif]]></category>
		<category><![CDATA[pharmacistpreneur]]></category>
		<category><![CDATA[PIT IAI 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7266</guid>

					<description><![CDATA[Makassar, IAINews – Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) 2025 yang berlangsung di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Makassar, IAINews</strong> – Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) 2025 yang berlangsung di Hotel Claro Makassar pada 28–30 Agustus 2025 menghadirkan 33 simposium paralel. Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah workshop bertajuk <em>“Pemanfaatan Bahan Alam sebagai Solusi Preventif Kesehatan”</em> yang dibawakan oleh apt. Aril Dwi Puspitawati, S.Si.</p>
<p>Dalam workshop tersebut, apt. Aril memamerkan inovasi berupa <em>kafe jamu</em>, menghadirkan minuman herbal dengan aroma dan warna menarik layaknya sajian kafe modern. Gagasan ini lahir dari harapannya agar apoteker tidak hanya fokus pada edukasi obat, tetapi juga mampu memberikan edukasi tentang pemanfaatan bahan herbal yang dekat dengan masyarakat.</p>
<p>“Melihat banyak dan berkembangnya kafe kopi, saya ingin membuat kafe jamu sebagai alternatif yang sehat sekaligus modern,” ungkap Aril.</p>
<p><img data-dominant-color="898889" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #898889;" fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7267 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250830-WA0031.avif" alt="" width="720" height="1280" /></p>
<h3>Bahan Alam sebagai Peluang Bisnis dan Preventif Kesehatan</h3>
<p>Apt. Aril menekankan pentingnya pengembangan bisnis berbasis bahan alam. Ia mendorong apoteker untuk memanfaatkan simplisia lokal yang terstandarisasi, mengelola bentuk sediaan herbal, dan mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang obat bahan alam.</p>
<p>Menurutnya, bisnis dengan bahan baku herbal memiliki prospek menjanjikan. Pasarnya tinggi, saingannya masih sedikit, dan belum banyak disentuh apoteker. Dengan legalitas sederhana seperti PIRT atau UMOT, apoteker dapat membuka lapangan kerja sekaligus mengembangkan jamu sebagai produk unggulan.</p>
<p>“Banyak penelitian yang sudah membuktikan khasiat tanaman herbal, tapi sering tidak dilanjutkan menjadi produk. Apoteker harus berani mencoba, membranding, dan mengembangkan hasil risetnya,” tegasnya.</p>
<p>Beberapa hasil penelitian yang dipaparkan antara lain jamu galian singset (jati belanda, kunyit, biji pinang) dengan efek antiobesitas, daun wungu untuk mengurangi wasir karena kandungan flavonoid, serta umbi keladi tikus yang terbukti menekan proliferasi sel kanker.</p>
<h3>Jamu Modern untuk Generasi Milenial dan Gen Z</h3>
<p>Salah satu tantangan besar adalah rendahnya minat generasi muda terhadap jamu tradisional yang identik dengan rasa pahit. Untuk menjawab hal ini, Aril memperkenalkan inovasi jamu modern dengan pendekatan <em>preventif health</em>.</p>
<p>“Jamu bukan lagi sekadar tradisi, tapi sudah masuk ranah obat bahan alam dengan khasiat ilmiah. Jamu bisa menjaga kesehatan, meningkatkan imunitas, membuat kulit glowing, bahkan mencegah penuaan dini,” jelasnya.</p>
<p>Konsep <em>Pharma Café</em> dan <em>Love Jamu Café</em> digagas bersama Himpunan Seminat Obat Tradisional (Hismatra) IAI untuk mempopulerkan jamu di kalangan milenial. Dengan tampilan ala barista, jamu disajikan segar, higienis, dan dikemas modern, termasuk dalam bentuk sachet instan dengan kemasan aman berbahan polypropylene.</p>
<h3>Menuju Ekosistem Industri Obat Bahan Alam</h3>
<p>Di akhir sesi, apt. Aril menekankan pentingnya membangun ekosistem bisnis Industri Obat Bahan Alam (IOBA). Hal ini mencakup kolaborasi antarapoteker, pemanfaatan media sosial untuk edukasi dan pemasaran, serta penciptaan budaya preventif kesehatan di keluarga dan masyarakat.</p>
<p>“Apoteker harus berperan sebagai <em>pharmacistpreneur</em> yang mampu menghadirkan jamu masa kini, bukan hanya sebagai produk kesehatan, tapi juga gaya hidup,” pungkasnya.</p>
<p>Workshop ini tidak hanya membuka wawasan peserta tentang potensi bahan alam, tetapi juga menjadi inspirasi bagi apoteker untuk mengembangkan inovasi yang bernilai ilmiah sekaligus ekonomis, mendukung peran apoteker menuju Indonesia Emas 2045.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apoteker-masa-depan-workshop-pemanfaatan-bahan-alam-sebagai-solusi-preventif-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yuk..Ramaikan HUT Ikatan Apoteker Indonesia ke-70!</title>
		<link>https://iainews.net/yuk-ramaikan-hut-ikatan-apoteker-indonesia-ke-70/</link>
					<comments>https://iainews.net/yuk-ramaikan-hut-ikatan-apoteker-indonesia-ke-70/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2025 14:34:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Apothecary Health Literasi Hero Award]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan Alam]]></category>
		<category><![CDATA[HUT IAI]]></category>
		<category><![CDATA[Pengurus Cabang]]></category>
		<category><![CDATA[Pengurus Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[pengurus Pusat]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>
		<category><![CDATA[video testimoni]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=5509</guid>

					<description><![CDATA[“HUT atau hari ulang tahun adalah hari lahir Anda. Ini saat sebagai besar dari kita...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>“HUT atau hari ulang tahun adalah hari lahir Anda. Ini saat sebagai besar dari kita merenung selama setahun terakhir dan apa yang akan diharapkan di tahun yang akan datang”</p>
<p>(Claudia T. Hudson)</p>
<p>TERSISA beberapa hari ke depan, Ikatan Apoteker Indonesia akan merayakan hari ulang tahun ke-70. Hari dilahirkannya dan menjadi tonggak awal didirikannya organisasi bernama Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).</p>
<p><img decoding="async" class="size-medium wp-image-5510 aligncenter" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/06/Logo-HUT-70-IAI-250x190.jpg" alt="" width="250" height="190" /></p>
<p>Tak terasa tahun 2025 menggenapkan usia IAI pada angka 70 tahun. Keberadaan IAI pun diharapkan bisa memberikan kontribusi yang lebih untuk masyarakat Indonesia lewat berbagai kiprah yang ditorehkan oleh apoteker-apoteker yang tersebar di seluruh Indonesia.</p>
<p>Perayaan HUT IAI tahun 2025 ini mengangkat tema, “70 Tahun Melangkah, Terus Berfaedah, dan Berkiprah”. Perjalanan IAI yang tidak bisa dikatakan singkat bahkan sudah banyak menebarkan manfaat untuk kesejahteraan kesehatan rakyat Indonesia. Panitia HUT IAI ke-70 merancang rangkaian kegiatan HUT IAI ke-70 yang bisa diikuti oleh seluruh apoteker Indonesia diantaranya:</p>
<p>Pertama, branding apoteker dengan pelaksanaan serentak se-Indonesia pada tanggal 18 Juni 2025, baik berupa ucapan selamat HUT IAI ke-70 dengan memposting di media sosial masing-masing berupa twibbon dan video singkat ataupun secara material cetak berupa spanduk atau banner.</p>
<p>Kedua, talkshow Pharmacafe Indonesia. Acara ini menjadi acara puncak HUT IAI ke-70 diselenggarakan secara nasional langsung dari sekretariat Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, 21 Juni 2025 pada pukul 09.00-11.30 WIB. Seluruh apoteker Indonesia bisa mengikuti melalui link zoom meeting https:/bit.ly/43DVA9b atau melalui youtube PP IKATAN APOTEKER INDONESIA.</p>
<p>Talkshow Pharmacafe ini akan menampilkan pidato tahunan ketua umum PP IAI, bincang-bincang dengan para stakeholder, tokoh nasional IAI, anggota senior maupun junior dalam rangka memaknai perjalanan 70 tahun kiprah IAI.</p>
<p>Para pengurus cabang ataupun pengurus daerah masing-masing bisa mengadakan nonton bareng Talkshow Pharmacafe ini melalui zoom meeting yang kelak akan disapa kemeriahan nonton  barengnya dari sekretariat PP IAI. Pada puncak acara HUT IAI ini PP IAI akan memberikan apresiasi untuk tim media nasional IAI periode 2024-2025 (IAI <em>Jurnalist of the Year Award</em>) dan apresiasi untuk video testimoni 70 tahun IAI (video ucapan ini bisa dibuat atau diikuti oleh pengurus maupun anggota IAI).</p>
<p>Selain itu juga akan di-<em>launching</em> penghargaan “Apothecary Health Literasi Hero Award” untuk dedikasi para anggota dalam memperdayakan masyarakat dan literasi dunia kesehatan kefarmasian utamanya dalam kampanye penggunaan obat yang benar. Masing-masing pengurus daerah akan mengirimkan 1 nama yang layak untk menerima penghargaan.</p>
<p>Terakhir, edukasi nasional tentang bahan alam atau tema lain sesuai kebutuhan atau permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Dengan cara pengurus/anggota IAI memberikan materi presentasi yang akan disampaikan kepada masyarakat sebagai wujud pengabdian apoteker kepada masyarakat di hari ulang tahun IAI dan keberadaan apoteker pun semakin dirasakan oleh masyarakat.</p>
<p>Yuk.. Ramaikan HUT IAI ke-70 dengan berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/yuk-ramaikan-hut-ikatan-apoteker-indonesia-ke-70/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspadai Pemilihan Produk Obat Bahan Alam dan Suplemen</title>
		<link>https://iainews.net/waspadai-pemilihan-produk-obat-bahan-alam-dan-suplemen/</link>
					<comments>https://iainews.net/waspadai-pemilihan-produk-obat-bahan-alam-dan-suplemen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Oct 2024 14:08:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan Alam]]></category>
		<category><![CDATA[jamu]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan produk]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[obat]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan]]></category>
		<category><![CDATA[penyuluhan]]></category>
		<category><![CDATA[pola hidup sehat]]></category>
		<category><![CDATA[suplemen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=3777</guid>

					<description><![CDATA[Samarinda, IAI News – Pengurus MKEAI dan Pengurus Daerah IAI Kaltim, yang juga Dosen Sekolah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Samarinda, IAI News</strong> – Pengurus MKEAI dan Pengurus Daerah IAI Kaltim, yang juga Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda (STIKSAM), apt. Supomo, M.Si., dan Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul, M.Sc., melakukan kegiatan penyuluhan bertajuk <strong>&#8220;Sosialisasi Cerdas Memilih Obat Tradisional dan Suplemen yang Aman&#8221;</strong> pada Minggu, 13 Oktober 2024, di Masjid Darul Falihin, Jl. Anggrek Sirana, Samarinda.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3787" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-14-at-21.15.03.jpeg" alt="" width="900" height="900" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-14-at-21.15.03.jpeg 900w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-14-at-21.15.03-768x768.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px" /></p>
<p>Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari jamaah Masjid Darul Falihin, dengan sekitar 70 orang yang hadir, termasuk Sekretaris Takmir Diyah Permana, Ustadz H. Damaizar Arif, Lc., M.Ag., Ustadz Achmad Banaruddin, serta Dewan Penasehat H. Zainuddin Achmad, Juandi, dan H. Iriansyah.</p>
<p>Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul menyampaikan pentingnya kehati-hatian dalam memilih obat bahan alam dan suplemen, karena hal ini secara tidak langsung berpengaruh pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Masyarakat diharapkan tidak memilih produk yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.</p>
<p>“Kalau bicara kesehatan, dari perspektif penyuluhan, bukan hanya tentang cara mengobati, tapi juga bagaimana menjalani hidup yang sehat. Terutama terkait suplemen yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Ini merupakan bagian dari program promosi kesehatan. Jadi, masyarakat harus lebih sadar bahwa menjaga pola hidup sehat itu sangat penting, meskipun sakit itu gratis, lebih baik kita tetap sehat,” tutur Dr. apt. Eka Siswanto Syamsul.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3788" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-14-at-21.15.03-1.jpeg" alt="" width="1600" height="1200" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-14-at-21.15.03-1.jpeg 1600w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-14-at-21.15.03-1-100x75.jpeg 100w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-14-at-21.15.03-1-768x576.jpeg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-14-at-21.15.03-1-1536x1152.jpeg 1536w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p>Ia juga menjelaskan beberapa produk bahan alam yang dilarang, seperti <strong>Cindelaras Capsul Lara Awak</strong> yang mengandung parasetamol dan dapat menyebabkan hepatotoksik, serta <strong>Urat Madu Gold</strong> yang mengandung sildenafil dan parasetamol, di mana dosis berlebih dapat berbahaya.</p>
<p>Lebih lanjut, Dr. Eka menjelaskan tentang penggunaan obat tradisional yang tidak tepat, yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Misalnya, penggunaan daun jati Cina yang tidak tepat dapat menyebabkan iritasi pencernaan, dan minuman jahe yang terlalu kental atau pedas dapat berisiko menyebabkan kecacatan janin pada kehamilan muda.</p>
<p>“Meningkatnya permintaan masyarakat terhadap produk jamu dan suplemen kesehatan di masa pandemi memunculkan klaim yang menyesatkan dan berlebihan, seperti produk jamu atau herbal yang diklaim dapat menyembuhkan atau membunuh virus Covid-19. Klaim ini sering dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Supomo.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-3790" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-14-at-21.15.47.jpeg" alt="" width="900" height="900" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-14-at-21.15.47.jpeg 900w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/WhatsApp-Image-2024-10-14-at-21.15.47-768x768.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px" /></p>
<p>Maka dari itu, menurut Supomo, peran pemerintah dan masyarakat, termasuk jamaah Masjid Darul Falihin, dalam pengawasan obat dan makanan sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk yang aman bagi kesehatan.</p>
<p>Pesan penting bagi kita semua adalah untuk tidak menggunakan obat bahan alam dan suplemen hanya untuk mendapatkan efek instan. Jangan tergiur dengan informasi klaim berlebihan yang sering muncul dalam promosi produk.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/waspadai-pemilihan-produk-obat-bahan-alam-dan-suplemen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KKN Univeral Resmi Diterima di Bone, Dosen Melaksanakan Pengabdian Masyarakat Bertema “Peran Apoteker dalam Penanganan Stunting dengan Bahan Alam”</title>
		<link>https://iainews.net/kkn-univeral-resmi-diterima-di-bone-dosen-melaksanakan-pengabdian-masyarakat-bertema-peran-apoteker-dalam-penanganan-stunting-dengan-bahan-alam/</link>
					<comments>https://iainews.net/kkn-univeral-resmi-diterima-di-bone-dosen-melaksanakan-pengabdian-masyarakat-bertema-peran-apoteker-dalam-penanganan-stunting-dengan-bahan-alam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jul 2024 12:58:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Jalling]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Lappo Ase]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Farmasetika]]></category>
		<category><![CDATA[KKN Bone]]></category>
		<category><![CDATA[KKN Univeral]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah Kerja Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Nutraceutical]]></category>
		<category><![CDATA[Penanganan Stunting]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Univeral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=2433</guid>

					<description><![CDATA[Bone, IAINews &#8211; Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan pertama Universitas Univeral resmi diterima oleh...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bone, IAINews &#8211; Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan pertama Universitas Univeral resmi diterima oleh pemerintah kabupaten Bone pada tanggal 15 Juli 2024. Acara penerimaan ini berlangsung di ruang PKK Kantor Bupati Bone dan dihadiri oleh berbagai tamu undangan, termasuk Kepala Dinas Kesehatan, Camat, Lurah, Kepala Puskesmas, Kepala Desa, dan perwakilan PC IAI Kabupaten Bone.</p>
<p>Perwakilan dari Universitas Univeral yang hadir antara lain Wakil Rektor I Dr. apt. Zulham, S.Farm., M.Si, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Dr. apt. Fajriansyah, S.Farm, serta Dosen Pembimbing Wilayah (DPW) dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).</p>
<p>Acara ini diawali dengan pembukaan oleh MC apt. Yuri Pratiwi Utami, S.Farm., M.Si, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa oleh apt. Fhahri Mubarak, S.Farm., M.Si.</p>
<h3>Sambutan dari Universitas Almarisah Madani</h3>
<p>Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kabupaten Bone yang telah menerima mahasiswa/i Universitas Univeral.</p>
<p>Ia berharap KKN ini dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat Bone. Ia juga menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi Tridharma perguruan tinggi, yaitu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p>Tema pengabdian masyarakat kali ini adalah “Peran Apoteker dalam Penanganan Stunting dengan Bahan Alam.”</p>
<figure id="attachment_2424" aria-describedby="caption-attachment-2424" style="width: 1158px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2424 size-full" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/07/bone-1.png" alt="" width="1158" height="716" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/07/bone-1.png 1158w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/07/bone-1-768x475.png 768w" sizes="auto, (max-width: 1158px) 100vw, 1158px" /><figcaption id="caption-attachment-2424" class="wp-caption-text">Penerimaan oleh Asisten I bidang Pemerintahan dan kesra bersama Kepala dinas kesehatan kab Bone</figcaption></figure>
<h3>Sambutan dari Pemerintah Kabupaten Bone</h3>
<p>Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Anwar, SH., M.H, mewakili PJ Bupati Bone, menyambut hangat peserta KKN dan civitas akademika Univeral.</p>
<p>Ia menekankan pentingnya adaptasi mahasiswa/i dengan kebiasaan masyarakat Bone, serta perlunya edukasi tentang obat medis maupun tradisional. Ia juga menyatakan bahwa keberhasilan kegiatan KKN ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah Bone, peserta KKN, dan institusi pendidikan Univeral.</p>
<figure id="attachment_2425" aria-describedby="caption-attachment-2425" style="width: 1274px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2425" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/07/bone-2.png" alt="" width="1274" height="716" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/07/bone-2.png 1274w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/07/bone-2-400x225.png 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/07/bone-2-768x432.png 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/07/bone-2-250x140.png 250w" sizes="auto, (max-width: 1274px) 100vw, 1274px" /><figcaption id="caption-attachment-2425" class="wp-caption-text">Pemasangan Rompi Perwakilan Mahasiswa/i KKN oleh Asisten I Bid. Pemerintahan dan Kesra bersama<br />kepala dinas kesehatan kab. Bone</figcaption></figure>
<h3>Penandatanganan Berita Acara dan Penyematan Atribut</h3>
<p>Acara ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara penerimaan KKN yang melibatkan 210 mahasiswa/i, terdiri dari 189 perempuan dan 21 laki-laki. Kegiatan KKN akan berlangsung dari 15 Juli hingga 24 Agustus 2024.</p>
<p>Selanjutnya, dilakukan penyematan rompi dan ID Card kepada dua peserta KKN oleh Anwar, SH., M.H, serta pemberian cinderamata kepada pemerintah kabupaten Bone oleh Drs. apt. H. Burhanuddin Taebe, M.Si. Acara ditutup dengan sesi foto bersama.</p>
<h3>Pengabdian Masyarakat di Desa Lappo Ase dan Desa Jalling</h3>
<p>Pada hari kedua, 16 Juli 2024, pengabdian masyarakat oleh dosen Univeral dilaksanakan di dua desa tempat KKN, yaitu desa Lappo Ase dan desa Jalling, kecamatan Awangpone, kabupaten Bone.</p>
<figure id="attachment_2428" aria-describedby="caption-attachment-2428" style="width: 1500px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2428" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/07/bone-5.png" alt="" width="1500" height="966" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/07/bone-5.png 1500w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/07/bone-5-768x495.png 768w" sizes="auto, (max-width: 1500px) 100vw, 1500px" /><figcaption id="caption-attachment-2428" class="wp-caption-text">Foto bersama kader dan masyarakat desa Lappo Ase kecamatan Awangpone kabupaten Bone</figcaption></figure>
<p>Di desa Lappo Ase, pengabdian masyarakat diwakili oleh Ketua LPPM dengan membawa sambutan dan Wakil Rektor I Univeral, serta diterima oleh Kepala Desa Chandra Syarlin, S.H. Bagian farmasetika mengangkat judul “Pencegahan Stunting Melalui Pemanfaatan Daun Kelor pada Masyarakat” yang dibawakan oleh pemateri apt. Michrun Nisa, S.Farm., M.Sc. dan didampingi apt. Maria Ulfa, S.Farm., M.Si.</p>
<p>Pemateri menjelaskan tentang stunting dan pentingnya pemanfaatan daun kelor. Diskusi juga dilakukan bersama kader desa mengenai cara pengolahan daun kelor.</p>
<p>Di desa Jalling, kegiatan serupa dilakukan oleh bagian analisis farmasi kimia medisinal dengan tema “Pelatihan Nutraceutical Buah Kersen sebagai Solusi Pencegahan Stunting” yang dibawakan oleh apt. Lukman, S.Si., M.Farm. Antusiasme masyarakat terlihat dalam sesi diskusi yang membahas berbagai aspek terkait pencegahan stunting dengan buah kersen.</p>
<figure id="attachment_2430" aria-describedby="caption-attachment-2430" style="width: 1272px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2430" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/07/bone-7.png" alt="" width="1272" height="752" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/07/bone-7.png 1272w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/07/bone-7-768x454.png 768w" sizes="auto, (max-width: 1272px) 100vw, 1272px" /><figcaption id="caption-attachment-2430" class="wp-caption-text">Foto bersama masyarakat desa Jaling kecamatan Awang pone kabupaten Bone</figcaption></figure>
<h3>Penutup</h3>
<p>Ketua LPPM Dr. Nur Khairi, M.Si mengungkapkan bahwa pengabdian masyarakat dilaksanakan secara bersamaan di dua desa di kecamatan Awangpone.</p>
<p>Tema kegiatan ini adalah “Peran Apoteker dalam Penanganan Stunting dengan Bahan Alam,” dengan menggunakan bahan alami yang mudah diperoleh masyarakat.</p>
<p>Pengabdian masyarakat akan berlanjut selama KKN berlangsung di Bone. Pengabdian ini melibatkan bagian farmasetika dan bagian analisis farmasi kimia medisinal Fakultas Ilmu Kesehatan Univeral. Peran dosen dalam pengabdian masyarakat sangat penting sebagai bagian dari tridharma perguruan tinggi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/kkn-univeral-resmi-diterima-di-bone-dosen-melaksanakan-pengabdian-masyarakat-bertema-peran-apoteker-dalam-penanganan-stunting-dengan-bahan-alam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
