<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>apotekerindonesia &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/apotekerindonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Sep 2025 23:03:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.6</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>apotekerindonesia &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari Rakernas ke Daerah: Menyebarkan Semangat dan Ilmu untuk Apoteker Indonesia</title>
		<link>https://iainews.net/dari-rakernas-ke-daerah-menyebarkan-semangat-dan-ilmu-untuk-apoteker-indonesia/</link>
					<comments>https://iainews.net/dari-rakernas-ke-daerah-menyebarkan-semangat-dan-ilmu-untuk-apoteker-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Sep 2025 23:03:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[apotekerindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[aulia rahim]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[berita iai]]></category>
		<category><![CDATA[Kontribusi Apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[rakernas berdampak]]></category>
		<category><![CDATA[Rakernas IAI 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7322</guid>

					<description><![CDATA[Banjarmasin, IAINews &#8211; Menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Banjarmasin, IAINews &#8211; Menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia bukan sekedar sebuah kebanggaan, tetapi juga amanah. Sebagai peserta yang berkesempatan mengikuti acara berskala nasional ini, kita memiliki tanggung jawab moral untuk tidak hanya menyimpan pengetahuan dan pengalaman tersebut untuk diri sendiri, tetapi juga membagikannya kepada apoteker lain di daerah. Hal ini penting agar manfaat dari pertemuan besar tersebut bisa dirasakan lebih luas, bukan berhenti pada individu saja.</p>
<p><img data-dominant-color="ca362b" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #ca362b;" fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7323 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/after1.avif" alt="" width="1280" height="783" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/after1.avif 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/after1-768x470.avif 768w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>Salah satu kontribusi pertama yang bisa kita lakukan adalah berbagi ilmu dan informasi terbaru yang diperoleh dari sesi ilmiah, seminar, maupun diskusi. Banyak sekali perkembangan terkini di bidang kefarmasian, mulai dari terapi baru, kebijakan pemerintah, hingga tren pelayanan farmasi berbasis digital. Informasi ini bisa kita rangkum dan sampaikan kembali kepada rekan-rekan apoteker di daerah, baik melalui forum resmi, grup diskusi, atau bahkan dalam pertemuan sederhana. Dengan begitu, teman-teman sejawat juga mendapatkan gambaran utuh mengenai arah perkembangan profesi kita ke depan.</p>
<p>Selain itu, kita juga bisa berkontribusi dalam bentuk pelatihan kecil-kecilan. Misalnya, mengadakan workshop mengenai topik tertentu yang relevan dengan praktik sehari-hari apoteker di daerah, seperti konseling pasien, penggunaan teknologi dalam pelayanan farmasi, atau manajemen obat yang lebih efektif. Tidak harus besar, yang penting bermanfaat dan aplikatif. Hal ini akan membantu meningkatkan kompetensi bersama, sehingga pelayanan kefarmasian yang diberikan ke masyarakat menjadi lebih baik.</p>
<p><img data-dominant-color="a44b3f" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #a44b3f;" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7324 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/after3.avif" alt="" width="1280" height="605" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/after3.avif 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/after3-768x363.avif 768w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>Kontribusi lainnya adalah dengan mendorong kolaborasi antarapoteker di daerah. Inspirasi dari Rakernas dan PIT menunjukkan bahwa kekuatan profesi ini ada ketika kita bersatu dan bekerja sama. Kita bisa menginisiasi pertemuan rutin, misalnya arisan profesi atau forum bulanan, agar sesama apoteker punya ruang untuk saling bertukar pikiran dan berbagi pengalaman. Dengan cara ini, rasa kebersamaan akan tumbuh, dan solidaritas profesi semakin kuat.</p>
<p>Tidak kalah penting adalah menjadi penghubung antara pusat dan daerah. Rakernas biasanya menghasilkan keputusan strategis yang akan memengaruhi arah profesi apoteker ke depan. Tugas kita adalah menyampaikan hasil-hasil tersebut kepada rekan sejawat, sekaligus memastikan bahwa kebijakan atau program dari pusat bisa diimplementasikan dengan baik di daerah. Peran sebagai jembatan ini sangat penting agar tidak ada kesenjangan informasi.</p>
<p><img data-dominant-color="6d6168" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #6d6168;" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7325 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/after2.avif" alt="" width="1280" height="605" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/after2.avif 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/09/after2-768x363.avif 768w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>Pada akhirnya, kontribusi yang bisa kita berikan adalah dengan menjadi teladan dalam praktik kefarmasian. Semua ilmu dan semangat yang kita dapatkan dari acara nasional tersebut harus tercermin dalam pekerjaan sehari-hari. Misalnya dengan lebih disiplin dalam pelayanan, lebih peduli terhadap edukasi pasien, serta lebih proaktif dalam mendorong penggunaan obat yang rasional. Dengan begitu, apoteker lain bisa melihat contoh nyata bahwa hasil dari Rakernas dan PIT memang bisa diimplementasikan dalam kehidupan praktik.</p>
<p>Mengikuti acara berskala nasional memang sebuah kesempatan emas. Namun yang lebih penting, bagaimana setiap peserta mampu menjadikannya modal untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi profesi dan masyarakat. Karena kontribusi kecil, jika dilakukan bersama dan konsisten, akan memberi dampak besar bagi masa depan apoteker Indonesia.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/dari-rakernas-ke-daerah-menyebarkan-semangat-dan-ilmu-untuk-apoteker-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Simposium PIT IAI 2025 Soroti Peran Apoteker sebagai Peneliti Studi Kualitatif</title>
		<link>https://iainews.net/simposium-pit-iai-2025-soroti-peran-apoteker-sebagai-peneliti-studi-kualitatif/</link>
					<comments>https://iainews.net/simposium-pit-iai-2025-soroti-peran-apoteker-sebagai-peneliti-studi-kualitatif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2025 06:55:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apotekerindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ApotekerMeneliti]]></category>
		<category><![CDATA[farmasiklinis]]></category>
		<category><![CDATA[IlmuFarmasi]]></category>
		<category><![CDATA[PharmacyResearch]]></category>
		<category><![CDATA[ProfIvanSurya]]></category>
		<category><![CDATA[PublikasiIlmiah]]></category>
		<category><![CDATA[QualitativeResearch]]></category>
		<category><![CDATA[SimposiumIAI2025]]></category>
		<category><![CDATA[StudiKualitatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7244</guid>

					<description><![CDATA[Makassar, IAINews – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) kembali menggelar Simposium dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Makassar, IAINews – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) kembali menggelar Simposium dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) 2025. Forum strategis ini menghadirkan para apoteker dari seluruh Indonesia untuk memperluas wawasan keilmuan sekaligus memperkuat kontribusi dalam pengembangan ilmu farmasi.</p>
<p>Tahun ini, topik yang diangkat adalah <em>“Peran Apoteker sebagai Peneliti: Studi Kualitatif dalam Desain, Pengolahan Data, dan Publikasi”</em>. Tema tersebut dipandang krusial mengingat penelitian kualitatif masih jarang diadopsi dalam riset farmasi di Indonesia.</p>
<p>Sebagai pembicara utama, Prof. apt. Ivan Surya Pradipta, Ph.D., Guru Besar Farmasi Klinis dan Komunitas Penyakit Infeksi, menekankan pentingnya pemahaman serta penerapan metode penelitian kualitatif dalam dunia kefarmasian.</p>
<div style="width: 478px;" class="wp-video"><!--[if lt IE 9]><script>document.createElement('video');</script><![endif]-->
<video class="wp-video-shortcode" id="video-7244-1" width="478" height="850" preload="metadata" controls="controls"><source type="video/mp4" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/VID-20250830-WA0022.mp4?_=1" /><a href="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/VID-20250830-WA0022.mp4">https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/VID-20250830-WA0022.mp4</a></video></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, studi kualitatif memiliki peran vital dalam menjawab pertanyaan ilmiah yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan angka. “Kualitatif bukan tentang menggantikan angka, tapi memahami makna di balik angka tersebut,” ujarnya.</p>
<p>Prof. Ivan mencontohkan relevansi studi kualitatif dalam menggali persepsi pasien terhadap penggunaan obat, interaksi antara apoteker dan pasien, efektivitas komunikasi antar tenaga kesehatan, hingga proses pengambilan keputusan terapeutik. Pendekatan seperti <em>Grounded Theory</em>, <em>Phenomenology</em>, dan <em>Ethnography</em> menjadi landasan dalam penelitian jenis ini.</p>
<p>Dalam sesi interaktif, Prof. Ivan juga menggelar kuiz yang menantang peserta membedakan contoh pertanyaan kualitatif dan kuantitatif. Tujuannya, melatih kepekaan kritis apoteker agar mampu merancang desain penelitian yang sesuai dengan tujuan riset.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menjelaskan tahapan penting studi kualitatif mulai dari formulasi masalah, pemilihan partisipan dengan <em>purposive</em> atau <em>snowball sampling</em>, wawancara semi-terstruktur maupun <em>focus group discussion</em> (FGD), hingga analisis tematik dengan bantuan perangkat lunak seperti NVivo atau ATLAS.ti.</p>
<p>Aspek validitas dan keandalan data, lanjutnya, perlu dijaga melalui prinsip kredibilitas, konsistensi, <em>confirmability</em>, dan <em>transferability</em>. Penerapan <em>triangulasi</em> serta <em>member checking</em> menjadi kunci agar hasil penelitian mencerminkan realitas secara akurat. “Kekuatan studi kualitatif terletak pada kedalaman, bukan pada generalisasi. Namun kedalaman itu harus diperoleh dengan disiplin metodologis yang ketat,” tegas Prof. Ivan.</p>
<p>Dalam sesi diskusi, muncul pertanyaan seputar <em>novelty</em> penelitian. Menurut Prof. Ivan, kebaruan tidak harus berupa topik baru sepenuhnya, melainkan bisa muncul dari sudut pandang berbeda, konteks lokal unik, pendekatan metodologis inovatif, atau dinamika sosial yang berkembang. Bibliometrik disebut sebagai alat bantu untuk memetakan tren serta menemukan celah penelitian.</p>
<p>Beliau juga mendorong apoteker untuk mulai berani menulis menggunakan pendekatan kualitatif, terutama pada penelitian intervensi komunitas, edukasi pasien, maupun implementasi kebijakan farmasi publik. “Sudah saatnya apoteker Indonesia menulis, bukan hanya dalam angka, tapi juga dalam cerita berbasis data dan keilmuan,” ujarnya penuh semangat.</p>
<p>Moderator simposium, Prof. apt. Firzan Nainu, S.Si., M.Biomed.Sc., Ph.D., menutup kegiatan dengan harapan agar semakin banyak apoteker berani mengeksplorasi metode kualitatif. IAI optimistis bahwa pendekatan holistik melalui kombinasi kuantitatif dan kualitatif akan memperkuat posisi apoteker sebagai peneliti, praktisi, sekaligus kontributor penting dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/simposium-pit-iai-2025-soroti-peran-apoteker-sebagai-peneliti-studi-kualitatif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		<enclosure url="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/VID-20250830-WA0022.mp4" length="5813063" type="video/mp4" />

			</item>
		<item>
		<title>Ikatan Apoteker Indonesia Hadiahi Menteri Pertanian RI Bibit Tanaman Sanrego</title>
		<link>https://iainews.net/ikatan-apoteker-indonesia-hadiahi-menteri-pertanian-ri-bibit-tanaman-sanrego/</link>
					<comments>https://iainews.net/ikatan-apoteker-indonesia-hadiahi-menteri-pertanian-ri-bibit-tanaman-sanrego/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2025 06:46:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[#Rakernas dan PIT 2025]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[apotekerindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Aulia Yahya]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[hadiah langka]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[sanrego]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7231</guid>

					<description><![CDATA[Makassar, IAI News – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.,...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Makassar, IAI News</strong> – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., berkenan memberikan sambutan dalam rangkaian Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) 2025 Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) pada Kamis, 28 Agustus 2025, yang digelar di Ballroom Phinisi Hotel Claro, Makassar.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Ikatan Apoteker Indonesia memberikan hadiah istimewa berupa bibit tanaman Sanrego kepada Menteri Pertanian. Pemberian bibit ini bukan sekadar simbol penghormatan, melainkan juga wujud apresiasi sekaligus dorongan untuk kembali menghidupkan potensi tanaman obat asli Sulawesi Selatan yang sarat khasiat.</p>
<p><img data-dominant-color="7b4651" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #7b4651;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7232 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Sanrego2.avif" alt="" width="605" height="1280" /></p>
<p>“Selama saya mengikuti acara, ini adalah penghargaan terbaik yang saya terima. Saya akan bawa pulang dan akan saya rawat,” ungkap Andi Amran Sulaiman dengan penuh apresiasi.</p>
<p><strong>Sanrego: Warisan Hayati Sulawesi Selatan</strong></p>
<p>Tanaman Sanrego memiliki nama latin Lunasia amara dari famili Rutaceae. Ia tumbuh di daerah berbatu, dan namanya merujuk pada lokasi tumbuh aslinya, yaitu hutan di Desa Sanrego, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.</p>
<p><img data-dominant-color="8e7275" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #8e7275;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7233 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Sanrego1.avif" alt="" width="605" height="1280" /></p>
<p>Bagi masyarakat lokal, Sanrego dikenal sebagai tanaman herbal dengan khasiat meningkatkan vitalitas pria dewasa. Pemanfaatannya dilakukan dengan merendam bagian akar, daun, atau ranting dalam air, lalu diminum sebagai ramuan tradisional.</p>
<p>Cerita rakyat bahkan menyebutkan bahwa khasiat Sanrego ditemukan secara tidak sengaja. Hewan ternak, seperti kuda dan kucing jantan, yang meminum air rendaman Sanrego menunjukkan peningkatan birahi mendadak. Dari situlah masyarakat mulai percaya bahwa Sanrego adalah ramuan alami yang berkhasiat.</p>
<p>Tidak hanya di Sulawesi, ketenaran Sanrego sudah meluas hingga mancanegara. Penelitian mengenai tanaman ini pun telah dilakukan dan bahkan pernah menjadi primadona dalam bentuk jamu kemasan. Salah satu tokoh penting dalam penelitian Sanrego adalah Prof. Dr. Muhsin Darise, M.Sc. (alm.), Guru Besar Farmasi Universitas Hasanuddin, yang hasil penelitiannya sempat mengangkat pamor Sanrego di dunia herbal nasional.</p>
<p><strong>Dukungan untuk Pengembangan Sanrego</strong></p>
<p>Kini, upaya menghidupkan kembali potensi Sanrego diteruskan oleh Prof. Dr. Gemini Alam, M.Si., Apt., Guru Besar Farmasi Universitas Hasanuddin di bidang Farmakognosi Fitokimia sekaligus Ketua Majelis Komite Etik Apoteker Indonesia (MKEAI) PP IAI.</p>
<p>“Meskipun sulit dicari, kami bela-belain mencari bibit yang tersedia. Alhamdulillah, satu bibit kami dapatkan di Kabupaten Barru, khusus kami persembahkan untuk Menteri Pertanian RI,” jelas Prof. Gemini Alam.</p>
<p>Ia menambahkan, dengan dukungan penuh dari Menteri Pertanian, besar harapan Sanrego dapat kembali menjadi primadona, baik untuk penelitian akademik maupun pengembangan produk dan industri herbal di Indonesia.</p>
<p>Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun menyambut positif upaya ini. Ia menilai Sanrego sebagai tanaman istimewa yang potensial untuk dibudidayakan secara lebih luas. Bahkan, menurutnya, jika memungkinkan, akan dilakukan investasi dan penelitian lebih lanjut untuk mendorong industri berbasis Sanrego agar bisa berkembang.</p>
<p>“Sanrego ini tanaman spesial. Kita akan coba budidayakan kembali, dan kalau perlu kita dorong investasi serta penelitian produknya,” ujar Menteri Pertanian.</p>
<p>Pemberian bibit Sanrego ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kembali tanaman herbal asli Nusantara, sekaligus memperkuat sinergi antara sektor pertanian, kefarmasian, dan industri dalam mendukung visi Indonesia menuju kemandirian kesehatan dan obat tradisional.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/ikatan-apoteker-indonesia-hadiahi-menteri-pertanian-ri-bibit-tanaman-sanrego/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Liputan Khusus: Nikmati Sejarah di Fort Rotterdam</title>
		<link>https://iainews.net/liputan-khusus-menyegarkan-pikiran-di-tengah-padatnya-rakernas-dan-pit-panitia-nikmati-sejarah-di-fort-rotterdam/</link>
					<comments>https://iainews.net/liputan-khusus-menyegarkan-pikiran-di-tengah-padatnya-rakernas-dan-pit-panitia-nikmati-sejarah-di-fort-rotterdam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2025 03:55:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[apotekerindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Benteng Fort Rotterdam]]></category>
		<category><![CDATA[iai news]]></category>
		<category><![CDATA[iainews]]></category>
		<category><![CDATA[ikatan apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Makassar]]></category>
		<category><![CDATA[Rakernas dan PIT IAI 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7198</guid>

					<description><![CDATA[Makassar, IAINews &#8211; Di tengah padatnya jadwal Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pertemuan Ilmiah Tahunan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Makassar, IAINews &#8211; </b>Di tengah padatnya jadwal Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) tahun 2025, sejenak para panitia mengambil waktu untuk melepas penat dengan menikmati udara sore di salah satu ikon bersejarah Kota Makassar, <strong>Benteng Fort Rotterdam</strong>.</p>
<p><img data-dominant-color="91796f" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #91796f;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7205 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort5-scaled.avif" alt="" width="1920" height="2560" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort5-scaled.avif 1920w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort5-768x1024.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort5-1152x1536.avif 1152w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort5-1536x2048.avif 1536w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /></p>
<p>Kegiatan santai ini menjadi momen langka sekaligus menyegarkan, mengingat intensitas persiapan dan pelaksanaan Rakernas dan PIT IAI 2025 yang menguras energi. Dikelilingi suasana historis dan semilir angin laut, para panitia menikmati suasana Benteng Fort Rotterdam sambil berjalan menyusuri lorong-lorong batu peninggalan abad ke-17.</p>
<blockquote><p>&#8220;Ini semacam hadiah kecil untuk diri sendiri setelah beberapa hari yang padat. Fort Rotterdam punya atmosfer yang damai dan menyimpan banyak cerita sejarah. Rasanya pas sekali untuk jeda sejenak dari kegiatan formal,&#8221; ujar salah satu panitia sambil tersenyum.</p></blockquote>
<p>Selain menikmati pemandangan, sebagian panitia juga menyempatkan diri mengikuti tur singkat mengenal sejarah benteng yang dulunya merupakan pusat pertahanan Kesultanan Gowa sebelum dikuasai Belanda. Bangunan bergaya arsitektur Eropa yang masih terawat ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang Makassar sebagai kota pelabuhan penting di Nusantara.</p>
<p><img data-dominant-color="697982" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #697982;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7204 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort6-scaled.avif" alt="" width="1920" height="2560" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort6-scaled.avif 1920w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort6-768x1024.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort6-1152x1536.avif 1152w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort6-1536x2048.avif 1536w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /></p>
<p>Kunjungan singkat ke Fort Rotterdam ini tak hanya menjadi penyegar di tengah jadwal yang padat, tapi juga menjadi pengingat bahwa setiap kota yang dikunjungi dalam rangka kegiatan nasional, selalu menyimpan kearifan lokal dan sejarah yang patut diapresiasi.</p>
<p>&#8220;Rakernas dan PIT bukan hanya ajang kerja dan keilmuan, tapi juga momen untuk mempererat kebersamaan dan mengenal lebih dalam kekayaan budaya Indonesia,&#8221; tutup seorang panitia yang terlihat antusias mengabadikan momen bersama rekan-rekannya di depan gerbang utama benteng.</p>
<p><b><em>Sejarah Fort Rotterdam</em></b></p>
<p><b>Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang</b> adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo, berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.</p>
<p>Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-9, Daeng Matanre Karaeng, Tumapa&#8217;risi&#8217; Kallona, sebagai bagian dari pembangunan program benteng yang dilakukan oleh penguasa Makassar untuk memperkuat pertahanan. Pada tahun 1673–1679, lima bastion benteng ini memiliki bentuk seperti penyu dan bentuk itu bertahan hingga kini, oleh karena itu benteng ini diberi julukan &#8220;Benteng Penyu&#8221;.</p>
<p><img data-dominant-color="c0bcac" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #c0bcac;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7201 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort2.avif" alt="" width="500" height="692" /></p>
<p><sup id="cite_ref-3" class="reference"></sup>Benteng aslinya yang bernama Jum Pandan (diperkirakan dinamai dari nama pohon pandan yang tumbuh di sekitarnya), menjadi asal muasal nama kota Ujung Pandang, nama lain kota Makassar. Situs ini kemudian diserahkan kepada VOC Belanda di bawah Perjanjian Bungaya 1667, setelah kekalahan Kerajaan Gowa pada Perang Makassar.</p>
<p><img data-dominant-color="7a7d7a" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #7a7d7a;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7202 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort3-scaled.avif" alt="" width="2560" height="1920" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort3-scaled.avif 2560w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort3-768x576.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort3-1536x1152.avif 1536w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort3-2048x1536.avif 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /></p>
<p>Pada tahun-tahun berikutnya, benteng dibangun kembali secara keseluruhan atas prakarsa laksamana Belanda Cornelis Speelman, untuk menjadi markas militer dan pusat kekuasaan kolonial Belanda di Sulawesi hingga tahun 1930-an.</p>
<p><sup id="cite_ref-:1_4-1" class="reference"></sup>Berganti nama menjadi Fort Rotterdam, dinamai dari kota tempat lahir Speelman, Rotterdam. Pada 1937 kepemilikan Benteng Rotterdam oleh pemerintah Hindia Belanda diserahkan kepada Yayasan Fort Rotterdam. Setelah tahun 1937, benteng tersebut tidak lagi digunakan sebagai pertahanan. Selama pendudukan Jepang yang singkat, benteng ini digunakan untuk melakukan penelitian ilmiah di bidang linguistik dan pertanian. <sup id="cite_ref-:2_6-1" class="reference"></sup>Pada tahun 1970-an, benteng ini dipugar secara besar-besaran.</p>
<div style="width: 680px;" class="wp-video"><video class="wp-video-shortcode" id="video-7198-2" width="680" height="383" preload="metadata" controls="controls"><source type="video/mp4" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort7.mp4?_=2" /><a href="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort7.mp4">https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort7.mp4</a></video></div>
<p>Benteng ini terdaftar sebagai bangunan bersejarah pada 23 Mei 1940, dipugar secara ekstensif pada tahun 1970-an dan sekarang menjadi pusat budaya dan pendidikan, tempat untuk berbagai acara musik dan tarian, serta tujuan wisata.</p>
<p>Saat ini, situs berada di bawah pengelolaan Museum dan Cagar Budaya, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.</p>
<p><img data-dominant-color="979476" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #979476;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7199 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort1.avif" alt="" width="500" height="363" /></p>
<figure class="mw-default-size mw-halign-left"><figcaption>Litografi Fort Rotterdam di akhir abad ke-19, berdasarkan lukisan oleh Josias Cornelis Rappard  (1883-1889)</figcaption></figure>
<p>Batuan yang digunakan untuk membangun benteng ini diambil dari pegunungan karst yang ada di Maros, batu kapur dari Selayar, dan kayu dari Tanete dan Bantaeng. Setelah Perang Jawa (1825–1830), Pangeran Diponegoro dipenjara di benteng tersebut setelah diasingkan ke Makassar pada tahun 1830 hingga kematiannya pada tahun 1855. <sup id="cite_ref-:3_7-1" class="reference"></sup>Benteng ini juga digunakan sebagai kamp tawanan perang Jepang selama Perang Dunia II.</p>
<p><img data-dominant-color="6f7a7d" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #6f7a7d;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7203 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort4-scaled.avif" alt="" width="1920" height="2560" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort4-scaled.avif 1920w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort4-768x1024.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort4-1152x1536.avif 1152w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort4-1536x2048.avif 1536w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /></p>
<p>Fort Rotterdam bukan sekadar benteng tua, ia adalah pengingat bahwa sejarah hidup di antara kita. Kunjungi dan rasakan sendiri keanggunan masa lalu yang masih berdiri kokoh di jantung Makassar.***</p>
<figure class="mw-default-size"><figcaption></figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/liputan-khusus-menyegarkan-pikiran-di-tengah-padatnya-rakernas-dan-pit-panitia-nikmati-sejarah-di-fort-rotterdam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		<enclosure url="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/Fort7.mp4" length="6489820" type="video/mp4" />

			</item>
		<item>
		<title>Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) IAI Resmi Dibuka: Gubernur Sulawesi Selatan Mengapresiasi Pendirian Apotek Veteriner Pertama di Makassar</title>
		<link>https://iainews.net/pertemuan-ilmiah-tahunan-pit-iai-resmi-dibuka-gubernur-sulawesi-selatan-mengapresiasi-pendirian-apotek-veteriner-pertama-di-makassar/</link>
					<comments>https://iainews.net/pertemuan-ilmiah-tahunan-pit-iai-resmi-dibuka-gubernur-sulawesi-selatan-mengapresiasi-pendirian-apotek-veteriner-pertama-di-makassar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2025 02:56:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[#Rakernas dan PIT 2025]]></category>
		<category><![CDATA[apotek veteriner]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[apotekerindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[iainews]]></category>
		<category><![CDATA[One Health]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7134</guid>

					<description><![CDATA[Makassar, IAI News &#8211; Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) yang merupakan agenda tahunan Ikatan Apoteker Indonesia...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Makassar, IAI News</strong> &#8211; Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) yang merupakan agenda tahunan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) kembali digelar. Bertempat di Hotel Claro Makassar, acara ini  digelar pada 28-30 Agustus 2025 dengan mengusung tema <em>“Navigating the Future of Pharmacy: Performance, Innovation, and Collaborative Transformation in Healthcare”.</em></p>
<p>Pembukaan digelar meriah di Ballroom Phinisi, dihadiri oleh ribuan peserta dan tamu undangan. Hadir pada acara ini Menteri Pertanian RI (Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.), Kepala Badan POM RI (Prof. Taruna Ikrar, M.Biomed, M.D., Ph.D.),  Gubernur Sulawesi Selatan (Ir. H. Andi Sulaiman, S.T., M.Eng.), Walikota Makassar, Bupati Kabupaten Maros, Ketua APTFI, PERSAJI, Dewas PP IAI, Dewan Pakar IAI, MKEAI IAI, PP IAI dan Pengurus Daerah, Pengurus Cabang  dari seluruh Provinsi di Indonesia.</p>
<p>Mengawali sambutannya, Andi Sulaiman mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai penjuru. Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada PP IAI dan Pengurus Daerah IAI Sulawesi Selatan yang telah menginisiasi berdirinya Apotek Veteriner di Makassar. Apotek Veteriner adalah apotek yang menyediakan obat-obatan dan produk untuk hewan.</p>
<p><img data-dominant-color="954a57" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #954a57;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7129 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/gubsulsel2.avif" alt="" width="720" height="1280" /></p>
<p>Lebih lanjut, Gubernur memberi motivasi kepada ribuan apoteker yang hadir untuk terus berinovasi, melakukan riset-riset berkelanjutan dalam dunia kesehatan terutama dalam bidang kefarmasian, dan juga mendorong apoteker yang ada di Sulawesi Selatan untuk berkontribusi dalam pelayanan kesehatan di daerah pesisir di Sulawesi Selatan.</p>
<p>Orang nomor satu di Sulawesi Selatan ini juga mendorong agar eksistensi apoteker di Indonesia terus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. “Apoteker adalah orang yang paling paham semua seluk beluk tentang obat dan memiliki peran strategis dalam dunia kefarmasian, untuk itu apoteker harus menunjukkan kontribusi nyata dalam pelayanan kesehatan”, ujarnya.</p>
<p>Tak hanya mendorong eksistensi apoteker, Gubernur juga menyambut baik kehadiran IAI sebagai rumah bagi apoteker Indonesia. “Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan selalu menunggu kegiatan-kegiatan IAI, bahkan kami dengan tangan terbuka menunggu kehadiran pengurus IAI baik dari Pengurus Pusat maupun Pengurus Daerah Sulawesi Selatan untuk berdiskusi dan berkolaborasi”, sahutnya.</p>
<p><img data-dominant-color="7d585e" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #7d585e;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7128 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/gubsulsel1.avif" alt="" width="1280" height="721" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/gubsulsel1.avif 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/gubsulsel1-400x225.avif 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/gubsulsel1-768x433.avif 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/gubsulsel1-250x140.avif 250w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p>“Khusus untuk Apotek Veteriner PD IAI Sulawesi Selatan, silakan bangun apoteknya dan ajukan ke Pemerintah Provinsi untuk pengadaan obat-obatannya untuk diberikan anggaran sehingga pelayanan apotek Veteriner di Sulawesi Selatan benar-benar dapat memberi manfaat dalam menyediakan obat-obatan bagi hewan”, ujarnya mengakhiri sambutannya.</p>
<p>PIT adalah agenda ilmiah terbesar IAI yang mempertenukan seluruh apoteker dari berbagai kalangan baik dari akademisi, praktisi, maupun dari industri.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/pertemuan-ilmiah-tahunan-pit-iai-resmi-dibuka-gubernur-sulawesi-selatan-mengapresiasi-pendirian-apotek-veteriner-pertama-di-makassar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Atraksi Api Tari Pepe-Pepeka ri Makka Memukau Welcome Dinner Rakernas IAI 2025</title>
		<link>https://iainews.net/atraksi-api-tari-pepe-pepeka-ri-makka-memukau-welcome-dinner-rakernas-iai-2025/</link>
					<comments>https://iainews.net/atraksi-api-tari-pepe-pepeka-ri-makka-memukau-welcome-dinner-rakernas-iai-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 04:32:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PP]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[#Rakernas dan PIT 2025]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[apotekerindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Aulia Yahya]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[berita iai]]></category>
		<category><![CDATA[ikatan apoteker indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=7063</guid>

					<description><![CDATA[Makassar, IAI News – Rangkaian acara Welcome Dinner Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pertemuan Ilmiah...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Makassar, IAI News</strong> – Rangkaian acara <em>Welcome Dinner</em> Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) 2025 Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) berlangsung meriah di Sky Garden &amp; Pool lantai 6 Hotel Claro &amp; Convention, Makassar, Selasa (26/8). Suasana hangat penuh keakraban tercipta dengan nuansa santai, di mana para peserta dan panitia hadir dengan balutan busana bertema <em>tropical &amp; pool party</em>.</p>
<p>Namun dari seluruh rangkaian acara, satu atraksi berhasil memukau dan menyita perhatian ratusan peserta: <strong>Tari Pepe-Pepeka ri Makka</strong>.</p>
<p><img data-dominant-color="813e27" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #813e27;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7074 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/WD3-e1756268576640.avif" alt="" width="864" height="1296" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/WD3-e1756268576640.avif 864w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/WD3-e1756268576640-768x1152.avif 768w" sizes="auto, (max-width: 864px) 100vw, 864px" /></p>
<p>Dari balik panggung, para penari muncul anggun mengenakan busana tradisional lengkap dengan <em>passapu</em> (ikat kepala khas Makassar). Di tangan mereka tergenggam obor yang kemudian dinyalakan, menandai dimulainya pertunjukan. Keheningan seketika berubah menjadi decak kagum ketika api itu ditempelkan ke tubuh, leher, hingga lengan para penari, namun sama sekali tidak melukai.</p>
<p>Beberapa peserta bahkan ikut penasaran dan antusias mencoba sensasi “dibakar api” tanpa cedera, menambah riuh keceriaan malam itu.</p>
<p>Di sisi lain, dentuman <strong>gandrang</strong> (gendang) berpadu dengan alunan <strong>pui’-pui’</strong> (alat musik tiup khas Bugis-Makassar) mengiringi gerak penari. Suara musik yang ritmis dan sakral semakin mempertegas nuansa magis tarian ini, yang memang erat kaitannya dengan ritual budaya dan spiritual.</p>
<p>Puncak atraksi hadir ketika para penari menyemburkan minyak tanah ke arah obor, memunculkan ledakan api yang membumbung ke langit sebelum perlahan padam. Tepuk tangan dan sorakan kagum pun pecah dari para tamu.</p>
<p><img data-dominant-color="6b4635" data-has-transparency="false" style="--dominant-color: #6b4635;" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-7073 not-transparent" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/WD2-e1756268517873.avif" alt="" width="864" height="1296" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/WD2-e1756268517873.avif 864w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/08/WD2-e1756268517873-768x1152.avif 768w" sizes="auto, (max-width: 864px) 100vw, 864px" /></p>
<p>Tari Pepe-Pepeka ri Makka bukan sekadar tontonan. Tarian ini merupakan warisan budaya leluhur Makassar yang telah ada sejak abad ke-17, semula berfungsi sebagai sarana dakwah Islam di Kesultanan Gowa dan menjadi ritual sakral dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>Filosofinya sarat makna: api yang tak mampu membakar tubuh penari melambangkan keteguhan iman dan keberanian dalam menghadapi cobaan hidup. Kisah Nabi Ibrahim AS yang selamat dari kobaran api menjadi inspirasi utama tarian ini, menegaskan keyakinan spiritual bahwa kekuatan iman mampu mengalahkan segala rintangan.</p>
<p>Kini, fungsi tarian bergeser menjadi hiburan sekaligus identitas budaya Makassar yang terus dilestarikan, kerap tampil dalam berbagai hajatan, upacara, hingga acara besar penyambutan tamu kehormatan.</p>
<p>Dengan suguhan budaya yang autentik, <em>Welcome Dinner</em> Rakernas &amp; PIT 2025 IAI bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk merasakan langsung kearifan lokal Makassar. Para peserta pun pulang membawa kesan mendalam, tak hanya tentang kehangatan kebersamaan, tetapi juga kekayaan tradisi yang mengakar di bumi Sulawesi Selatan.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/atraksi-api-tari-pepe-pepeka-ri-makka-memukau-welcome-dinner-rakernas-iai-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Giat Awal Tahun IAI Wajo bersama ATB PD IAI SULSEL Bantu Korban Banjir di Desa Worongnge</title>
		<link>https://iainews.net/giat-awal-tahun-iai-wajo-bersama-atb-pd-iai-sulsel-bantu-korban-banjir-di-desa-worongnge/</link>
					<comments>https://iainews.net/giat-awal-tahun-iai-wajo-bersama-atb-pd-iai-sulsel-bantu-korban-banjir-di-desa-worongnge/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jan 2025 09:22:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker tanggap bencana]]></category>
		<category><![CDATA[apotekerindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ATB PD IAI SULSEL]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[PC IAI Wajo]]></category>
		<category><![CDATA[PD IAI Sulsel]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi Utami]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=4840</guid>

					<description><![CDATA[Wajo Sulsel, IAINews.id &#8211; Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan Apoteker Tanggap Bencana (ATB)...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>Wajo Sulsel, IAINews.id</strong> &#8211; Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan Apoteker Tanggap Bencana (ATB) Kabupaten Wajo menggelar kegiatan pengabdian masyarakat dengan melakukan kunjungan ke daerah terdampak banjir di Dusun Awakaluku, Desa Sabbangparu, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, pada Rabu, 1 Januari 2025.</p>
<p>Dusun Awakaluku menjadi wilayah terisolir akibat luapan air Danau Tempe, yang berbatasan langsung dengan pemukiman warga.</p>
<p>Air luapan tersebut telah merendam kawasan ini selama lebih dari tiga minggu, dengan estimasi surut yang memerlukan waktu cukup lama.</p>
<p>Menanggapi kondisi tersebut, para apoteker tergerak untuk turun langsung memberikan bantuan. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara ATB PC IAI Wajo, Puskesmas Liu, dan Puskesmas Sabbangparu.</p>
<p>Selain apoteker, dua dokter internship dari Puskesmas Sabbangparu turut berpartisipasi dalam kegiatan ini untuk melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang terdampak bencana.</p>
<p>Kegiatan kepedulian ini bertujuan untuk memberikan bantuan medis serta memastikan kondisi kesehatan masyarakat yang terisolasi akibat banjir, sekaligus memberikan informasi mengenai penanganan kesehatan yang tepat selama masa bencana.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4841" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2025/01/wajo1a.jpg" alt="" width="854" height="688" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/wajo1a.jpg 854w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/wajo1a-768x619.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 854px) 100vw, 854px" /></p>
<p style="text-align: center;">Penyerahan bantuan sembako  dari  Ketua ATB PD IAI Sulsel</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4842" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1b.jpg" alt="" width="688" height="562" /></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;">Penyerahan bantuan sembako dari PC IAI Kab. Wajo</span></p>
<p><strong>ATB garda terdepan mitigasi bencana</strong></p>
<p>Salah satu himpunan seminat apoteker yang memiliki peran sangat besar adalah Apoteker Tanggap Bencana (ATB).</p>
<p>ATB harus mampu bekerja di bawah tekanan tinggi, sering kali dengan sumber daya yang terbatas, untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada para korban bencana.</p>
<p>Kehadiran ATB sangat penting dalam menyediakan obat-obatan dan layanan kesehatan yang sangat dibutuhkan dalam situasi darurat.</p>
<p>Apoteker memiliki tanggung jawab untuk memastikan ketersediaan obat-obatan esensial, mengelola logistik farmasi, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara penggunaan obat yang tepat dan aman selama masa bencana.</p>
<p>Selain itu, ATB juga merupakan kesempatan bagi para Apoteker untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam menghadapi situasi nyata.</p>
<p>Sebagai relawan, mereka berperan aktif dalam upaya pemulihan dan membantu masyarakat yang terkena dampak bencana, sambil memperluas wawasan mereka dalam memberikan layanan kesehatan di kondisi yang ekstrem.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4843" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1c.jpg" alt="" width="1023" height="578" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1c.jpg 1023w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1c-400x225.jpg 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1c-768x434.jpg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1c-250x140.jpg 250w" sizes="auto, (max-width: 1023px) 100vw, 1023px" /></p>
<p style="text-align: center;">Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan</p>
<p><strong>Peran Apoteker dalam Manajemen Bencana</strong></p>
<p>Apoteker menjadi sangat penting dalam menjamin kesehatan dan keberlangsungan hidup masyarakat<br />
yang terdampak.</p>
<p>Manajemen bencana mencakup berbagai kegiatan mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, respons, dan pemulihan.</p>
<p>Peran kritis seorang Apoteker  terlibat dalam memastikan ketersediaan obat-obatan, menyediakan layanan kesehatan darurat, serta berkontribusi dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan kesehatan publik yang efektif selama dan setelah bencana.</p>
<p>Pada tahap pencegahan, Apoteker berperan dalam edukasi masyarakat tentang pentingnya<br />
persediaan obat-obatan esensial dan bagaimana menyimpannya dengan benar.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4844" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1d.jpg" alt="" width="1040" height="780" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1d.jpg 1040w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1d-100x75.jpg 100w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1d-768x576.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1040px) 100vw, 1040px" /></p>
<p style="text-align: center;">Apoteker memberikan edukasi kepada masyarakat berdampak banjir</p>
<p><strong>Tahap Kesiapsiagaan</strong></p>
<p>Pada tahap ini, Apoteker memainkan peran penting dalam pengelolaan stok obat-obatan dan alat kesehatan yang diperlukan untuk menghadapi bencana.</p>
<p>Mereka bertanggung jawab memastikan ketersediaan dan distribusi obat yang esensial, serta mengelola logistik farmasi dengan efisien agar bantuan dapat segera sampai ke korban bencana.</p>
<p>Selain itu pengembangan rencana evakuasi dan pelatihan untuk profesional kesehatan juga menjadi tanggung jawab yang harus ditangani oleh Apoteker.</p>
<p>Mereka harus memastikan bahwa tenaga medis memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk merespons bencana secara efektif.</p>
<p>Kemudian, Apoteker berperan dalam penyusunan <em>guideline</em> terkait penggunaan obat, termasuk antibiotik dan analgesik, untuk memastikan bahwa obat-obatan ini digunakan dengan bijak dan efisien selama masa krisis.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4846" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2025/01/wajo-1e-1.png" alt="" width="627" height="361" /></p>
<p style="text-align: center;">Kunjungan langsung ATB  ke pemukiman warga terdampak banjir</p>
<p><strong>Tahap Respons</strong></p>
<p>Tahapan respon yang cepat dan efektif sangat penting dalam menghadapi bencana. Apoteker berperan vital dalam mendistribusikan obat-obatan dan alat medis dengan cara yang efisien, untuk memastikan bantuan dapat diberikan tepat waktu kepada korban.</p>
<p>Mereka harus dapat menilai kebutuhan medis dengan cepat dan memastikan ketersediaan obat-obatan penting seperti antibiotik, analgesik, antiinflamasi, dan obat-obatan untuk kondisi kronis.</p>
<p><strong>Tahap Pemulihan</strong></p>
<p>Ketika keadaan kembali normal maka akan ke tahap pemulihan yang bisa berlangsung selama lama<br />
yakni dalam hitungan minggu, bulan, atau bahkan tahun.</p>
<p>Di tahap ini, Apoteker berfokus pada pemulihan layanan kesehatan yang terdampak dan memastikan ketersediaan obat-obatan untuk pengobatan jangka panjang bagi korban bencana.</p>
<p>Ditemui terpisah, Ketua ATB PD IAI Sulsel, apt. Sri Muntani berujar &#8220;Kunjungan ini dirangkaikan dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, dan edukasi oleh Apoteker yang dawali pembagian sembako ke rumah warga”.</p>
<p>“Kami hadir untuk memberikan dukungan kepada warga secara langsung, dengan harapan bantuan ini dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka untuk sementara waktu. Peran ATB bukan hanya pada saat sekarang ini tapi akan berkelanjutan sampai tahap pemulihan” tutupnya. ***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/giat-awal-tahun-iai-wajo-bersama-atb-pd-iai-sulsel-bantu-korban-banjir-di-desa-worongnge/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jamu Dulu Kuno, Kini Jadi Gaya Hidup Sehat Muda-Mudi! Bagaimana Bisa?</title>
		<link>https://iainews.net/jamu-dulu-kuno-kini-jadi-gaya-hidup-sehat-muda-mudi-bagaimana-bisa/</link>
					<comments>https://iainews.net/jamu-dulu-kuno-kini-jadi-gaya-hidup-sehat-muda-mudi-bagaimana-bisa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Jan 2025 02:19:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker berkarya]]></category>
		<category><![CDATA[apotekerbalimetaksu]]></category>
		<category><![CDATA[apotekerindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[cafe jamu]]></category>
		<category><![CDATA[farmasi UNBI]]></category>
		<category><![CDATA[IGA Rai Widowati]]></category>
		<category><![CDATA[jamu]]></category>
		<category><![CDATA[Kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[long life learner]]></category>
		<category><![CDATA[PD IAI Bali]]></category>
		<category><![CDATA[pharmalicious]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bali Internasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=4837</guid>

					<description><![CDATA[Denpasar. IAI News.id &#8211; Sejak zaman prasejarah, sekitar 53.000 spesies tumbuhan telah digunakan untuk mengobati...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Denpasar. IAI News.id </strong>&#8211; Sejak zaman prasejarah, sekitar 53.000 spesies tumbuhan telah digunakan untuk mengobati penyakit manusia.</p>
<p>Badan Kesehatan Dunia atau <em>World Health Organization</em> (WHO) melaporkan sekitar 70-80% populasi dunia menggunakan berbagai tanaman herbal untuk pengobatan.</p>
<p>Di Indonesia, pengobatan ini dikenal dengan jamu.</p>
<p>Menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2023, jamu adalah bahan atau ramuan yang bersumber dari pengetahuan tradisional atau warisan budaya dan memenuhi kriteria lainnya sesuai dengan ketentuan.</p>
<p>Di tengah tren gaya hidup sehat yang semakin berkembang, jamu yang dulunya hanya dikenal di warung-warung tradisional atau sebagai ramuan rumahan kini mendapat perhatian lebih.</p>
<p>Lantas, bisakah jamu benar-benar &#8220;naik level&#8221; dan bersaing dengan produk kesehatan modern lainnya?</p>
<p><strong>Inovasi dan Standarisasi: Kunci untuk Naik Level</strong></p>
<p>Kunci utama untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah inovasi.</p>
<p>Produsen jamu kini fokus pada kualitas produk, dengan mengembangkan ekstraksi bahan aktif yang lebih tinggi menggunakan teknologi modern, seperti ekstraksi CO2 superkritis (SC-CO2), yang menghasilkan kandungan bahan aktif lebih pekat tanpa merusak kualitasnya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4832" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2025/01/ekstraksi-kritis.png" alt="" width="500" height="190" /></p>
<p style="text-align: center;">Gambar 1. Perolehan kembali minyak dan senyawa bioaktif lipid minor dari minuman Brazil nut dengan ekstraksi CO2 superkritis (Vasquez, et.al., 2021)</p>
<p>Penting untuk menekankan standarisasi produksi jamu. Dengan regulasi ketat dari BPOM, jamu kini memenuhi standar keamanan yang setara dengan produk kesehatan lainnya, memberikan keyakinan lebih kepada konsumen tentang keamanannya.</p>
<p><strong>Perubahan Citra Jamu: Dari Warung ke Cafe</strong></p>
<p>Dulu dianggap minuman tradisional yang kurang menarik, jamu kini mengalami perubahan signifikan. Dengan kemasan modern dan bentuk praktis seperti kapsul, pil, atau teh celup, jamu mudah ditemukan di supermarket.</p>
<p>Kini, jamu juga hadir di kafe, menjadikannya lebih menarik bagi konsumen muda.</p>
<p>Menariknya, Program Studi Farmasi Klinis Universitas Bali Internasional (UNBI) kini telah mengintegrasikan pengembangan jamu modern dalam mata kuliah kewirausahaan, sebuah langkah strategis yang mendorong generasi muda untuk menggali dan memanfaatkan potensi pasar jamu yang terus berkembang.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4836" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2025/01/KWU.png" alt="" width="787" height="374" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/KWU.png 787w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/01/KWU-768x365.png 768w" sizes="auto, (max-width: 787px) 100vw, 787px" /></p>
<p>Dengan pendekatan ini, mahasiswa diajak untuk mengkombinasikan pengetahuan ilmiah dengan inovasi dalam menciptakan produk jamu yang lebih modern, aman, dan berkualitas tinggi, sekaligus membuka peluang bisnis di industri kefarmasian yang semakin diminati.</p>
<p><strong>Menarik Perhatian Generasi Muda</strong></p>
<p>Generasi milenial dan Gen Z adalah target pasar yang potensial bagi produk jamu. Kedua generasi ini lebih peduli pada gaya hidup sehat, keberlanjutan, dan produk alami.</p>
<p>Mereka lebih terbuka terhadap produk tradisional yang ditawarkan dengan lebih praktis dan kekinian.</p>
<p>Produk jamu yang menarik dan fungsional dapat menarik perhatian seperti menu soda anti <em>overthingking</em>, racikan lega plong, dan pilihan eskrim dengan rasa yang tidak biasa, seperti varian beras kencur<em>, </em> kunyit asem, dan moringa.</p>
<p>Selain menggunakan media sosial untuk menjangkau konsumen muda, juga moda pemasaran dapat menggandeng <em>influencer </em>dan selebritas untuk mempromosikan produk.</p>
<p>Hal ini tentu saja membantu mengubah citra jamu yang dulu dianggap kuno menjadi lebih kekinian, dan menjadi bagian dari gaya hidup yang sehat dan trendy.</p>
<p><strong>Tantangan Jamu untuk Go Global</strong></p>
<p>Tantangan terbesar jamu di pasar internasional adalah memenuhi standar global dan mendapatkan sertifikasi internasional, seperti halal, serta prosedur pengujian yang ketat.</p>
<p>Jamu harus bersaing dengan produk kesehatan modern, seperti suplemen dan minuman herbal luar negeri.</p>
<p>Selain itu, keberlanjutan dalam produksi bahan baku sangat penting, dengan tanaman herbal yang ditanam secara berkelanjutan dan bebas pestisida untuk menjaga kualitas produk dan pelestarian lingkungan.</p>
<p><strong>Jamu Bisa Naik Level</strong></p>
<p>Jamu memiliki potensi besar untuk naik level menjadi produk kesehatan yang modern dan diterima secara luas, baik di Indonesia maupun di pasar global.</p>
<p>Dengan inovasi dalam produk, peningkatan kualitas, serta edukasi yang tepat kepada konsumen, jamu dapat menjawab tantangan zaman.</p>
<p>Penggunaan teknologi yang tepat, standarisasi produk, serta pendekatan pemasaran yang menarik bagi generasi muda dapat menjadikan jamu tidak hanya sebagai minuman tradisional, tetapi juga sebagai produk kesehatan yang bergengsi.</p>
<p><strong>Jadi, bisakah jamu naik level? </strong></p>
<p>Jawabannya adalah bisa, asalkan industri jamu terus berinovasi dan menjaga kualitasnya.</p>
<p>Dengan dukungan yang tepat dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, produsen, dan masyarakat, jamu dapat melangkah lebih jauh dan menjadi bintang baru dalam industri kesehatan global. ***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/jamu-dulu-kuno-kini-jadi-gaya-hidup-sehat-muda-mudi-bagaimana-bisa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>APOTEKER TANGGAP BENCANA PD NTT PEDULI ERUPSI LEWOTOBI LAKI-LAKI</title>
		<link>https://iainews.net/apoteker-tanggap-bencana-pd-ntt-peduli-erupsi-lewotobi-laki-laki/</link>
					<comments>https://iainews.net/apoteker-tanggap-bencana-pd-ntt-peduli-erupsi-lewotobi-laki-laki/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Nov 2024 10:43:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PC]]></category>
		<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[apoeteker tanggap bencana]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[apotekerindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ATB Flores Timur]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[berita iai]]></category>
		<category><![CDATA[iai news]]></category>
		<category><![CDATA[ikatan apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Maria Hurek Making]]></category>
		<category><![CDATA[PC IAI Sikka]]></category>
		<category><![CDATA[PD IAI NTT]]></category>
		<category><![CDATA[pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=4346</guid>

					<description><![CDATA[NTT, IAINews&#8211; Apoteker Tanggap Bencana (ATB) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Pengurus Daerah Nusa Tenggara Timur...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NTT, IAINews</strong>&#8211; Apoteker Tanggap Bencana (ATB) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Pengurus Daerah Nusa Tenggara Timur (PD NTT) bekerja sama dengan tim ATB Pengurus Cabang (PC) Flores Timur dan Kabupaten Sikka membuka donasi penggalangan dana guna membantu meringankan beban para korban terdampak erupsi gunung Lewotobi Laki-Laki.</p>
<p>Seperti yang kita ketahui telah terjadi letusan dasyat Gunung Lewotobi Laki-Laki pada Minggu (3/11/2024) dini hari.</p>
<p>Sebanyak 9 orang meninggal dunia dan puluhan warga mengalami luka-luka.</p>
<p>Letusan ini mengakibatkan terbakarnya rumah warga,  rusaknya sejumlah fasilitas umum dan ribuan warga mengungsi.</p>
<p>Donasi yang dibuka untuk umum ini dibuka sejak tanggal 4-9 November 2024.</p>
<p>Bantuan disalurkan dalam bentuk uang hasil donasi dan sejumlah kebutuhan pokok antara lain obat-obatan, masker, makanan siap saji, perlengkapan mandi, pakaian layak pakai, susu dan makanan pendamping bayi, perlengkapan tidur.</p>
<p style="text-align: center;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4347" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/lakilaki1.jpg" alt="" width="1040" height="468" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/lakilaki1.jpg 1040w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/lakilaki1-768x346.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1040px) 100vw, 1040px" />Perwakilan Apoteker PC Sikka menyerakan bantuan di Posko Desa Boganatar</p>
<p>Ribuan pengungsi yang tersebar di dua kabupaten yaitu Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur membuat tim ATB terbagi dalam 2 kelompok yaitu ATB PC Sikka berkunjung ke posko Boganatar sedangkan teman-teman ATB Flores Timur menuju ke 4 posko yaitu posko Desa Lewolaga, Desa Eputobi, Desa Bokang, dan Desa Konga.</p>
<p>Bantuan di posko Desa Boganatar diantar oleh perwakilan apt. Rosalia Fransiska, S.Farm., dan apt. Rico didampingi beberapa sejawat apoteker lainnya.</p>
<p>Di posko Boganatar bantuan donasi langsung diserahkan ke BPBD yang berada di posko dan bantuan kebutuhan lainnya diserahkan ke bagian penerimaan umum.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4348" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/lakilaki2.jpg" alt="" width="904" height="656" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/lakilaki2.jpg 904w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/lakilaki2-768x557.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 904px) 100vw, 904px" /></p>
<p style="text-align: center;">  Penyerahan donasi tim ATB PC Sikka kepada BPBD Flores Timur</p>
<p>Panasnya udara dan debu akibat letusan gunung api Lewotobi laki-laki tidak menghalangi semangat teman-teman Apoteker.</p>
<p>Bersama mobil truk tim ATB PC Flores Timur antusias bertemu warga pada tenda-tenda pengungsian. Bantuan obat-obatan langsung diserahkan pada pos kesehatan langsung kepada apoteker yang bertugas. Berbagai obat paten, multivitamin dan cairan inhalasi diserahkan.</p>
<p>Kebutuhan obat ini mendapat dukungan penuh dari PD IAI NTT.</p>
<p>Kordinator pelaksana tim ATB Flores timur, apt. Siti Rukia, S.Farm., menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut.</p>
<p>“Teman-teman apoteker di pos kesehatan sangat mengapresiasi PD IAI NTT karena sangat sulit mendapatkan obat bermutu dan bermerk di situasi seperti ini, kehadiran ATB di posko bencana sangat berarti bagi stok logistik obat-obatan disini”, ujarnya.</p>
<p>Selain itu adanya kordinasi IAI PC Flores Timur, ATB NTT bersama tim relawan di posko juga terjalin sehingga kebutuhan mendesak seperti pembalut, pampers anak, makanan tambahan ibu hamil dan menyusui dapat di salurkan  secara langsung.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4349" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/lakilaki3.jpg" alt="" width="1280" height="963" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/lakilaki3.jpg 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/lakilaki3-100x75.jpg 100w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/lakilaki3-768x578.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p style="text-align: center;">Pembagian popok sekali pakai untuk anak dan lansia di Posko Desa Konga</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4350" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/lakilaki4.jpg" alt="" width="1201" height="1600" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/lakilaki4.jpg 1201w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/lakilaki4-768x1023.jpg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/lakilaki4-1153x1536.jpg 1153w" sizes="auto, (max-width: 1201px) 100vw, 1201px" /></p>
<p style="text-align: center;">Pembagian minyak telon di posko desa Eputobi</p>
<p><strong><em> <img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4351" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/lakilaki5.jpg" alt="" width="960" height="1280" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/lakilaki5.jpg 960w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/lakilaki5-768x1024.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px" /></em></strong></p>
<p style="text-align: center;">Pembagian sikat gigi kepada anak dan remaja</p>
<p>Hadir pada kegiatan ini Ibu apt. Ina Suban Elisabeth, S.Si., penasehat IAI PC Flores Timur, yang turut menghibur dan membagikan sikat gigi kepada anak-anak dan remaja serta memberikan bantuan minyak telon kepada para ibu dan bayi.</p>
<p>“Cukup memprihatinkan ketika berkunjung dari <em>camp </em>ke <em>camp</em> dan melihat kondisi para korban yang kehilangan semangat dan senyum”,  demikian ujar apoteker senior di Flores Timur ini.</p>
<p>Secara terpisah ketua ATB NTT, apt. Iranius Agung Asta Amijaya, S.Farm.,  menyampaikan bahwa bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian IAI PD NTT kepada masyarakat melalui salah satu organ organisasinya yaitu Apoteker tanggap bencana.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4352" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/11/lakilaki6.jpg" alt="" width="1280" height="960" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/lakilaki6.jpg 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/11/lakilaki6-768x576.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p style="text-align: center;">Perwakilan apoteker PC Flores Timur menyerahkan bantuan di posko Konga</p>
<p>Adapun dampak dari letusan gunung Lewotobi laki-Laki adalah turunnya material gunung berupa hujan pasir dan kerikil ke rumah warga, hujan debu vulkanik yang sangat pekat dan berimbas hingga beberapa kabupaten tetangga.</p>
<p>Masyarakat dihimbau untuk menggunakan masker, memakai kacamata, dan pelindung kepala seerti topi, <em>nurse cap</em>, dan menggunakan jaket bila beraktivitas di luar rumah.</p>
<p>Adanya penutupan 4 bandara di pulau flores juga mengakibatkan tersendatnya bantuan dari luar pulau Flores.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan jalur yang biasa diakses hanya lewat laut dan darat untuk sampai ke posko pengungsi.</p>
<p>Gunung api Lewotobi yang memiliki dua puncak kembarnya yaitu Lewotobi Laki-laki dan Lewotobi Perempuan adalah salah satu ikon di Larantuka ibukota kabupaten Flores Timur.</p>
<p>Pemerintah kabupaten Flores Timur sendiri telah megumumkan status tanggap bencana sejak 4 November hingga 31 Desember 2024.</p>
<p>Hingga saat ini Tim ATB NTT terus berkordinasi dengan para relawan di posko posko pengungsian untuk terus mendapatkan update terbaru seputar kebutuhan korban terdampak erupsi gunung api Lewotobi Laki-Laki.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/apoteker-tanggap-bencana-pd-ntt-peduli-erupsi-lewotobi-laki-laki/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dua Apoteker UNBI Sukses Presentasikan Penelitian di FAPA Congress Seoul</title>
		<link>https://iainews.net/dua-apoteker-unbi-sukses-presentasikan-penelitian-di-fapa-congress-seoul/</link>
					<comments>https://iainews.net/dua-apoteker-unbi-sukses-presentasikan-penelitian-di-fapa-congress-seoul/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2024 05:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Program Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Riset dan Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sajian Utama]]></category>
		<category><![CDATA[9 stars pharmacy]]></category>
		<category><![CDATA[Antibiotik]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker bali metaksu]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker unbi]]></category>
		<category><![CDATA[apotekerindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[berita apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[berita iai]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi DAGUSIBU]]></category>
		<category><![CDATA[FAPA Congress]]></category>
		<category><![CDATA[farmasi UNBI]]></category>
		<category><![CDATA[hipertensi]]></category>
		<category><![CDATA[home pharmacy care]]></category>
		<category><![CDATA[IAI PD Bali]]></category>
		<category><![CDATA[IGA Rai Widowati]]></category>
		<category><![CDATA[ikatan apoteker indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[long life learner]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Bali Internasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://berita.iai.id/?p=4010</guid>

					<description><![CDATA[Seoul, IAINews.id –Congress of the Federation of Asian Pharmaceutical Associations (FAPA) adalah perhelatan bergengsi para...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Seoul, IAINews.id</strong> –Congress of the Federation of Asian Pharmaceutical Associations (FAPA) adalah perhelatan bergengsi para apoteker se-Asia yang dilaksanakan setiap 2 tahun.</p>
<p>Perhelatan ke-30 di tahun ini, diselenggarakan pada 29 Oktober – 2 November di COEX Convention &amp; Exhibition Center, Seoul Korea Selatan, dengan tema ‘New Generation Pharmacists in Asia: Pharmacist Integrated Role of Enhance Care and Pharmaceutical Sciences’.</p>
<p>Acara ini bukan hanya sekadar forum ilmiah, tetapi juga <em>platform</em> untuk menyoroti peran vital apoteker dalam sistem kesehatan global.</p>
<p>Indonesia mengirimkan delegasi sejumlah 90 apoteker dari seluruh penjuru tanah air.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4012" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/fapa5.jpg" alt="" width="1280" height="720" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/fapa5.jpg 1280w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/fapa5-400x225.jpg 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/fapa5-768x432.jpg 768w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2024/10/fapa5-250x140.jpg 250w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p style="text-align: center;">Ketum IAI, apt. Noffendri Roestam bersama sebagian delegasi Indonesia</p>
<p>Diantaranya, adalah dua apoteker dari program studi Farmasi Klinis Universitas Bali Internasional (UNBI), yang berhasil menarik perhatian peserta.</p>
<p>Presentasi penelitian mereka yang menggugah adalah &#8220;Education to increase housewives knowledge about Dagusibu&#8221; dan “Home care pharmacy program in community pharmacy to improve outcome of hypertention”.</p>
<p>Kedua penelitian ini mengedepankan pentingnya peran apoteker dalam manajemen obat dan edukasi pasien.</p>
<p><strong>Dagusibu Penggunaan Antibiotik</strong></p>
<p>Dalam era di mana resistensi antibiotik menjadi isu kesehatan dunia yang serius, penelitian ini sangat relevan.</p>
<p>Dagusibu, yang merupakan singkatan dari &#8221; Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang,&#8221; menjadi fokus utama dalam presentasi yang ditayangkan oleh apt. Ni Putu Aryati Suryaningsih, S.Farm., M.Farm-klin.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4013" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/fapa1.jpg" alt="" width="720" height="1280" /></p>
<p>Melalui penelitian ini, diidentifikasi pola penggunaan antibiotik pada ibu rumah tangga dan dampaknya terhadap kesehatan keluarga mereka.</p>
<p>“Banyak ibu rumah tangga yang tidak menyadari risiko yang dapat terjadi akibat penggunaan antibiotik secara sembarangan,” jelasnya.</p>
<p>Temuan menunjukkan bahwa kurangnya edukasi tentang penggunaan antibiotik berpotensi menyebabkan efek samping serius, bahkan memperburuk kondisi.</p>
<p>Dengan pendekatan berbasis bukti, apt. Aryati menyoroti pentingnya edukasi yang diberikan oleh apoteker kepada masyarakat untuk menghindari potensi interaksi obat yang berbahaya.</p>
<p><strong>Home Pharmacy Care yang Berkesinambungan</strong></p>
<p>Selain isu penggunaan antibiotik, penelitian lain tentang konsep <em>Home Pharmacy Care, </em>disajikan oleh apt. Dewa Ayu Putu Satrya Dewi, S.Farm., M.Sc.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4015" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/fapa4.jpg" alt="" width="720" height="1280" /></p>
<p>Model ini bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan langsung di rumah pasien, di mana apoteker berperan aktif dalam pemantauan penggunaan obat.</p>
<p>“Dengan pendekatan ini, kami dapat melakukan intervensi lebih awal jika kami melihat ada masalah dalam penggunaan obat,” ungkap apt. Satrya Dewi.</p>
<p><em>Home Pharmacy Care</em> tidak hanya memudahkan pasien dalam mengakses layanan kesehatan, tetapi juga membantu apoteker untuk memberikan edukasi dan dukungan yang dibutuhkan.</p>
<p>Ini termasuk menjelaskan pentingnya menyelesaikan pengobatan hipertensi, serta memantau tanda-tanda efek samping yang mungkin muncul.</p>
<p>“Dengan melakukan pemantauan yang lebih dekat terhadap penggunaan obat, kami percaya bahwa pasien hipertensi dapat mengelola kondisi mereka dengan lebih baik,” tambahnya.</p>
<p><strong>Menarik Perhatian Peserta Kongres</strong></p>
<p>Poster yang dipresentasikan di kongres tersebut menarik perhatian banyak peserta, termasuk praktisi kesehatan dan akademisi dari berbagai negara.</p>
<p>Presentasi yang informatif dan interaktif membuat banyak pengunjung tertarik untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai metodologi dan temuan yang dihasilkan.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-4014" src="https://berita.iai.id/wp-content/uploads/2024/10/fapa3.jpg" alt="" width="720" height="1280" /></p>
<p>Dengan penjelasan yang komunikatif dan visual yang menarik, keduanya berhasil menyampaikan pesan penting tentang perlunya kolaborasi dalam manajemen kesehatan pasien hipertensi.</p>
<p><strong>Peran Apoteker dalam Kesehatan Global</strong></p>
<p>Kegiatan di Seoul ini bukan hanya ajang untuk menunjukkan hasil penelitian, tetapi juga memperkuat posisi apoteker sebagai bagian integral dalam sistem kesehatan.</p>
<p>“Kami ingin menekankan bahwa apoteker memiliki peran yang sangat penting, bukan hanya dalam distribusi obat, tetapi juga dalam edukasi dan manajemen terapi pasien,” tegas apt. Aryati dan apt. Satrya Dewi.</p>
<p>Edukasi mengenai penggunaan antibiotik yang benar dan pemahaman tentang hipertensi dapat membantu pasien membuat keputusan yang lebih baik tentang kesehatan mereka.</p>
<p>Dalam banyak kasus, apoteker adalah sumber informasi yang lebih dapat diakses, sehingga peran mereka menjadi semakin krusial.</p>
<p><strong>Dampak Penelitian terhadap Masyarakat</strong></p>
<p>Kedua apoteker ini berharap hasil penelitian mereka akan memicu lebih banyak perhatian terhadap isu ini, serta meningkatkan kolaborasi antara apoteker dan tenaga kesehatan lainnya.</p>
<p>Di tempat terpisah, dukungan terhadap penelitian sebagai bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi juga diungkapkan oleh apt. Ida Ayu Manik Partha Sutema, S.Farm., M.Farm, selaku Korprodi Farmasi Klinis UNBI.</p>
<p>“Kami akan selalu mendorong semua dosen di prodi farmasi untuk mengembangkan penelitian farmasi klinis, sehingga memberi dampak tidak hanya terbatas pada dunia akademis, tetapi juga dapat diterapkan oleh masyarakat pada praktik sehari-hari,” ujarnya.</p>
<p><strong>Harapan di Masa Depan</strong></p>
<p>Dengan hasil penelitian ini, kedua apoteker dari UNBI berharap dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam dunia farmasi dan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Kongres di Seoul menjadi langkah awal yang penting bagi kedua apoteker ini untuk terus mengembangkan ide-ide inovatif dalam bidang farmasi dan kesehatan, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.</p>
<p>Kesuksesan presentasi ini mencerminkan komitmen UNBI dalam menghasilkan tenaga kesehatan yang berkualitas dan inovatif.</p>
<p>Dengan semangat yang tinggi, mereka bertekad untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan layanan kesehatan, khususnya dalam manajemen obat dan perawatan pasien.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/dua-apoteker-unbi-sukses-presentasikan-penelitian-di-fapa-congress-seoul/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
