<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>apoteker Sulawesi Selatan &#8211; IAI NEWS</title>
	<atom:link href="https://iainews.net/tag/apoteker-sulawesi-selatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://iainews.net</link>
	<description>Portal Berita Ikatan Apoteker Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Mar 2026 20:30:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.6</generator>

<image>
	<url>https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/03/cropped-Untitled-1-32x32.jpg</url>
	<title>apoteker Sulawesi Selatan &#8211; IAI NEWS</title>
	<link>https://iainews.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kurma, Sunnah yang Menyehatkan: Mengapa Buah Ini Ideal Dijual di Apotek Saat Ramadan</title>
		<link>https://iainews.net/kurma-sunnah-yang-menyehatkan-mengapa-buah-ini-ideal-dijual-di-apotek-saat-ramadan/</link>
					<comments>https://iainews.net/kurma-sunnah-yang-menyehatkan-mengapa-buah-ini-ideal-dijual-di-apotek-saat-ramadan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Humas IAI]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Mar 2026 20:30:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apoteker Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker Sulawesi Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[ppiai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=11986</guid>

					<description><![CDATA[Ramadan selalu identik dengan kurma. Buah kecil berwarna cokelat keemasan ini bukan sekadar makanan pembuka...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="287" data-end="725"><strong>Ramadan</strong> selalu identik dengan kurma. Buah kecil berwarna cokelat keemasan ini bukan sekadar makanan pembuka puasa, tetapi juga bagian dari tradisi, sunnah, dan simbol keberkahan dalam kehidupan umat Muslim. Ketika azan Maghrib berkumandang, banyak keluarga memilih memulai berbuka dengan kurma sebelum menyantap hidangan lainnya. Pada momen inilah kurma terasa begitu istimewa—sederhana, namun sarat makna spiritual dan manfaat kesehatan.</p>
<p data-start="727" data-end="1144">Secara spiritual, kurma memiliki nilai sunnah karena dianjurkan sebagai makanan pembuka puasa oleh Nabi Muhammad SAW. Anjuran tersebut menjadikan kurma bukan hanya pilihan makanan, tetapi juga bentuk meneladani sunnah Rasulullah. Setiap butir kurma yang dikonsumsi saat berbuka menjadi simbol rasa syukur setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Rasa manis alaminya seakan menjadi “hadiah pertama” di waktu berbuka.</p>
<p data-start="1146" data-end="1602">Dari perspektif kesehatan, kurma juga merupakan pilihan yang sangat ideal untuk kondisi tubuh setelah berpuasa. Selama berjam-jam tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman, kadar gula darah cenderung menurun. Kurma mengandung glukosa dan fruktosa alami yang mudah diserap tubuh sehingga dapat membantu memulihkan energi secara cepat namun tetap stabil. Proses penyerapan yang relatif mudah ini membuat kurma tidak terlalu membebani sistem pencernaan.</p>
<p data-start="1604" data-end="1872">Teksturnya yang lembut juga menjadikan kurma mudah dicerna dan relatif aman bagi lambung, termasuk bagi individu yang memiliki sensitivitas lambung. Oleh karena itu, konsumsi kurma saat berbuka dapat menjadi langkah awal yang baik sebelum tubuh menerima makanan utama.</p>
<p data-start="1874" data-end="2186">Selain sebagai sumber energi, kurma juga kaya akan serat yang berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem pencernaan. Selama Ramadan, perubahan pola makan sering kali memengaruhi fungsi pencernaan. Konsumsi kurma dapat membantu menjaga kelancaran sistem pencernaan serta mencegah gangguan seperti konstipasi.</p>
<p data-start="2188" data-end="2520">Kurma juga mengandung kalium yang berperan dalam menjaga fungsi otot serta keseimbangan cairan tubuh. Kandungan antioksidan di dalamnya turut membantu melindungi sel tubuh dari efek radikal bebas. Kombinasi berbagai nutrisi tersebut menjadikan kurma bukan sekadar camilan, melainkan sumber gizi alami yang bermanfaat bagi kesehatan.</p>
<p data-start="2522" data-end="2940">Dalam konteks pelayanan kefarmasian, kurma memiliki potensi untuk menjadi produk nutrisi yang relevan dijual di apotek, khususnya selama bulan Ramadan. Apotek tidak hanya berfungsi sebagai tempat memperoleh obat, tetapi juga sebagai pusat edukasi kesehatan bagi masyarakat. Menyediakan kurma di apotek dapat menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif dalam mendukung pola konsumsi yang lebih sehat saat berpuasa.</p>
<p data-start="2942" data-end="3215">Konsumen yang datang ke apotek umumnya memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap kesehatan. Ketika kurma tersedia di apotek, produk ini dapat diposisikan sebagai pilihan makanan berbuka yang tidak hanya mengikuti sunnah, tetapi juga memiliki nilai gizi yang baik bagi tubuh.</p>
<p data-start="3217" data-end="3534">Selain itu, apotek memiliki standar kebersihan dan pengelolaan produk yang baik sehingga dapat menjaga kualitas penyimpanan kurma. Buah ini membutuhkan tempat yang bersih, kering, dan tertata agar tetap higienis serta terjaga kualitasnya. Lingkungan apotek yang rapi dan terkontrol memberikan rasa aman bagi konsumen.</p>
<p data-start="3536" data-end="3797">Tenaga kesehatan di apotek juga dapat memberikan edukasi singkat kepada masyarakat mengenai manfaat kurma serta cara konsumsinya yang tepat. Misalnya, mengonsumsi tiga butir kurma saat berbuka sebagai sumber energi awal sebelum melanjutkan dengan makanan utama.</p>
<p data-start="3799" data-end="4075">Di bulan Ramadan, kurma juga sering dijadikan sebagai bingkisan atau sedekah. Apotek dapat menghadirkan kurma dalam kemasan yang higienis, praktis, dan menarik sehingga cocok dijadikan hadiah bagi keluarga, kolega, maupun sebagai bagian dari program berbagi kepada masyarakat.</p>
<p data-start="4077" data-end="4309">Dari sisi bisnis, kurma merupakan produk musiman dengan permintaan yang meningkat signifikan selama Ramadan. Namun lebih dari sekadar komoditas musiman, kurma membawa nilai yang lebih luas—tentang sunnah, kesehatan, dan kebersamaan.</p>
<p data-start="4311" data-end="4668">Ketika ditempatkan di rak apotek, kurma tidak hanya berfungsi sebagai produk konsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari pendekatan kesehatan yang lebih holistik. Ramadan pada akhirnya adalah bulan untuk menjaga keseimbangan antara ibadah dan kesehatan. Kurma menjadi jembatan di antara keduanya: manisnya menguatkan tubuh, sementara maknanya menguatkan hati.</p>
<p data-start="4670" data-end="4791">Di rak apotek, kurma bukan sekadar buah, melainkan simbol kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di bulan penuh berkah. (HL)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/kurma-sunnah-yang-menyehatkan-mengapa-buah-ini-ideal-dijual-di-apotek-saat-ramadan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Infeksi di Rumah Sakit, Apoteker Sulawesi Selatan Ikuti Workshop ‘Dibalik Proses Cleaning dan Disinfeksi’</title>
		<link>https://iainews.net/cegah-infeksi-di-rumah-sakit-apoteker-sulawesi-selatan-ikuti-workshop-dibalik-proses-cleaning-dan-disinfeksi/</link>
					<comments>https://iainews.net/cegah-infeksi-di-rumah-sakit-apoteker-sulawesi-selatan-ikuti-workshop-dibalik-proses-cleaning-dan-disinfeksi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[apt Tresnawati Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Apr 2025 00:45:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita PD]]></category>
		<category><![CDATA[apoteker Sulawesi Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[cleaning dan disinfeksi]]></category>
		<category><![CDATA[CSSD]]></category>
		<category><![CDATA[DPD PPSI Sulawesi Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[infeksi di rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Mohammad Akhsan Murhady]]></category>
		<category><![CDATA[Nina Kirana Poetri]]></category>
		<category><![CDATA[peran apoteker]]></category>
		<category><![CDATA[workshop]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri Pratiwi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://iainews.net/?p=5065</guid>

					<description><![CDATA[MAKASSAR, IAINews – Apoteker memiliki peran penting dalam upaya mencegah infeksi di rumah sakit. Untuk...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>MAKASSAR, IAINews – Apoteker memiliki peran penting dalam upaya mencegah infeksi di rumah sakit.</p>



<p>Untuk itu mereka perlu memiliki ilmu yang cukup dalam upaya proses pembersihan dan disinfeksi di rumah sakit.</p>



<p>Guna meningkatkan ilmu dan ketrampilan apoteker dalam pembersihan dan disinfeksi di RS tersebut, Dewan Perwakilan Daerah Persatuan Perhimpunan Sterilisasi Sentral Indonesia (DPD PPSI) Sulawesi Selatan menggelar workshop.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="400" height="225" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/04/Nina-Kirana-Poetri-saat-menyampaikan-materi-dalam-workshop-cleaning-Disinfeksi-PD-IAI-Sulse-400x225.jpg" alt="" class="wp-image-5067" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/04/Nina-Kirana-Poetri-saat-menyampaikan-materi-dalam-workshop-cleaning-Disinfeksi-PD-IAI-Sulse-400x225.jpg 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/04/Nina-Kirana-Poetri-saat-menyampaikan-materi-dalam-workshop-cleaning-Disinfeksi-PD-IAI-Sulse-250x140.jpg 250w" /></figure></div>


<p>Workshop bertema Dibalik Proses Cleaning dan Disinfeksi, ‘<em>The Basic of Cleaning and Disinfection as the first step in reprocessing medical devices’ </em>ini diselenggarakan beberapa waktu lalu di Makassar.</p>



<p>Dua narasumber hadir dalam workshop kali ini, yaitu Ketua DPP PPSSI, Nina Kirana Poetri T, S.Kp.,MMRS serta apt. Diyah Ayu Citrawati., S.Farm.,M.Farm, seorang pakar di bidang cleaning dan disinfeksi.</p>



<p>Topik yang diangkat pada workshop ini diantaranya yakni<em> precleaning and manual cleaning, automatic cleaning dan disinfection of medical devices.</em></p>



<p>Peserta untuk kegiatan ini sebanyak 120 peserta yang sebagian besar adalah apoteker yang bekerja di rumah sakit dan bertugas sebagai kepala Instalasi CSSD (Central Sterile Supply Department).</p>



<p>Diantaranya apoteker dari UPT RSUD Labuang Baji Makassar, RSU Yapika, RSUP Wahidin Sudirohusodo, RS Prima Husada, UPT RSUD Lamudekelleng, RS Pendidikan Unhas, RSUD Sinjai, UPT RSUD Nene&nbsp; Mallomo, RSUD Sultan Dg Raja Bulukumba, RSUD Tenriawaru Bone, dan RS lainnya yang ada di Sulawesi Selatan.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="400" height="225" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/04/kadinkes-Prov-Sulawesi-Selatan-Dr-dr-H-M-Ishaq-Iskandar-membka-workshop-Celaning-Disinfeksi-PD-IAI-Sulsel-1-400x225.jpg" alt="" class="wp-image-5068" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/04/kadinkes-Prov-Sulawesi-Selatan-Dr-dr-H-M-Ishaq-Iskandar-membka-workshop-Celaning-Disinfeksi-PD-IAI-Sulsel-1-400x225.jpg 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/04/kadinkes-Prov-Sulawesi-Selatan-Dr-dr-H-M-Ishaq-Iskandar-membka-workshop-Celaning-Disinfeksi-PD-IAI-Sulsel-1-250x140.jpg 250w" /></figure></div>


<p>Dalam kesempatan itu, apt Mohammad Akhsan Murhady, Ketua DPD PSSI Sulawesi Selatan, menyampaikan &nbsp;terima kasih kepada para peserta yang telah menyempatkan waktunya untuk mengikuti workshop yang diselenggarakan oleh DPD PPSSI Sulawesi Selatan tersebut.</p>



<p>Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. M. Ishaq Iskandar.,M.Kes., M.M.,M.H. yang sekaligus membuka kegiatan workshop.</p>



<p>“Workshop ini merupakan salah satu kegiatan pengembangan diri kita dalam menjalankan tugas, artinya kita diarahkan jangan berhenti belajar, “<em>learn throughout life</em>” dan mari kita mencegah terjadinya infeksi,” ajak dr Ishaq Iskandar.</p>



<p>Materi pertama mengenai <em>precleaning and manual cleaning </em>disampaikan oleh Nina Kirana Poetri T, S.Kp.,MMRS.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-large"><img decoding="async" width="400" height="225" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" src="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/04/Workshop-Cleaning-Disinfeksi-PD-IAI-Sulsel-1-400x225.jpg" alt="" class="wp-image-5069" srcset="https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/04/Workshop-Cleaning-Disinfeksi-PD-IAI-Sulsel-1-400x225.jpg 400w, https://iainews.net/wp-content/uploads/2025/04/Workshop-Cleaning-Disinfeksi-PD-IAI-Sulsel-1-250x140.jpg 250w" /></figure></div>


<p>Dalam kesempatan itu Nina Kirana Poetri menyampaikan mengenai pengertian cleaning atau pencucian.</p>



<p>Cleaning atau pencucian merupakan prosedur membersihkan obyek alat dari kotoran yang terlihat.</p>



<p>Proses ini bisa dilakukan secara manual atau otomatis menggunakan air dan detergent.</p>



<p>‘’Cleaning atau pencucian ini penting dilakukan sebelum proses sterilisasi, agar proses sterilisasi yang dilakukan dapat berjalan efektif,” jelas Nina Kirana Poetri.</p>



<p>Selanjutnya Nina Kirana Poetri menjelaskan secara detil bagaimana tahapan cleaning dilakukan. Apa saja parameter cleaning, serta air yang digunakan untuk cleaning.</p>



<p>Tidak kalah penting dalam proses ini adalah purifikasi air menggunakan <em>sand filter, carbon filter, water softener </em>serta<em> reverse osmosis</em>.</p>



<p>Nina Kirana Poetri juga memberikan rekomendasi kualitas air bagaimana verifikasi kualitas air dilakukan serta menjelaskan jenis-jenis kotoran yang menempel pada medical device.</p>



<p>Pemilihan detergen yang tepat sangat penting dalam proses cleaning. Detergent berfungsi untuk mengikat dan mengangkat kotoran.</p>



<p>Nina Kirana Poetri juga menjelaskan bagaimana menentukan housebold dengan clinical detergent yang digunakan, melakukan verifikasi hasil cleaning dan penggunaan sikat untuk instrument.</p>



<p>Melalui sebuah video, Nina Kirana Poetri menjelaskan tata cara cleaning atau pembersihan, sehingga peserta lebih mudah memahaminya.</p>



<p>Sementara itu dalam materi bertema <em>automatic cleaning, </em>apt. Diyah Ayu Citrawati., S.Farm.,M.Farm.memberikan pengetahuan mengenai metode pembersihan mekanis.</p>



<p>‘’Metode pembersihan mekanis dipilih dengan alasan karena merupakan metode yang konsisten, standar yang lebih tinggi, tervalidasi dan petugas menjadi lebih terlindungi,’’ ungkap apt Diyah Ayu Citrawati.</p>



<p>‘’Metode pembersihan mekanis dibagi menjadi dua yaitu <em>medical washer</em> dan <em>medical washer disinfector,” </em>jelas apt Diyah Ayu Citrawati.</p>



<p>Peran Apoteker dalam Sterilisasi Sentral</p>



<p>Menurut apt Mohammad Akhsan Murhady, Tugas Jabatan Fungsional Apoteker yaitu melaksanakan Praktik Kefarmasian yang salah satunya, sterilisasi sentral menurut regulasi yang dituangkan pada Permenpan nomor 13 tahun 2021.</p>



<p>Peran apoteker terhadap unit CSSD menurut Depkes RI yakni mengoperasikan alat sterilisasi (menyiapkan alat bahan yang diperlukan, mengadakan kerjasama dengan unit lain, melaksanakan instruksi yang diberikan dengan benar dan menggunakan alat sterilisasi dengan benar).</p>



<p>Peran lain adalah melakukan proses produksi, dekontaminasi, disinfeksi, sterilisasi dan distribusi juga monitoring dan evaluasi proses sterilisasi serta dokumentasi dan administrasi.</p>



<p>Ditemui usai workshop, Ketua DPD PSSI SULSEL mengatakan, setelah kegiatan ini akan ada pelatihan-pelatihan sesuai standar untuk para tenaga kesehatan, khususnya apoteker yang ditugaskan di CSSD.</p>



<p>Menurutnya, apoteker harus menjalankan tugas sesuai standar atau aturan, berdasarkan aturan WHO tahun 2016. Apoteker wajib mengikuti pelatihan dasar sesuai standar akreditasi.***</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://iainews.net/cegah-infeksi-di-rumah-sakit-apoteker-sulawesi-selatan-ikuti-workshop-dibalik-proses-cleaning-dan-disinfeksi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
