Site icon IAI NEWS

Tadalafil Atasi Masalah Disfungsi Ereksi pada Pria, Apa Yang Harus Diketahui Apoteker?

JAKARTA, IAINews – Disfungsi ereksi merupakan salah satu masalah kesehatan pria yang cukup sering ditemukan. Apoteker memiliki peran penting dalam memberikan edukasi, terutama dalam penggunaan tadalafil untuk mengatasi disfungsi ereksi.

‘’Disfungsi ereksi berdampak sangst signifikan terhadap kualitas hidup, kepercayaan diri, hubungan interpersonal, seerta kondisi psikologis pasien,’’ ungkap apt. Drs Pujianto, MM, Direktur Utama PT Pharma Tekno Solusi (PharmaQ).

Apt. Pujianto menyampaikan hal itu seiring rencana webinar ‘Tadalafil in Real-World Practice: Safe Therapy, Better Quality of Life’ yang akan diselenggarakan pada Minggu, 21 Juni 2026 pukul 09.00 – 12.00 WIB.

Webinar yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) bekerjasama dengan PharmaQ ini mendapat dukungan penuh dari Badiklat IAI serta PT. Meiji Indonesia.

Dikatakan, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kualitas hidup, kebutuhan akan terapi efektif, aman dan nyaman digunakan juga semakin meningkat.

‘’Dalam praktik sehari-hari, apoteker memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada pasien,’’ tutur apt. Pujianto.

‘’Apoteker harus memastikan penggunaan obat yang rasional, meningkatkan kepatuhan terapi, serta membantu pasien memahami keamanan dan efektivitas pengobatan,’’ lanjutnya.

Selama ini tadalafil sebagai salah satu terapi PDE-5 inhibitor telah banyak digunakan dalam tata laksana disfungsi ereksi.

Tadalafil memiliki efektivitas klinis yang baik, durasi kerja yang panjang, serta fleksibilitas penggunaan sesuai kebutuhan pasien.

Berbagai evidence dan pengalaman praktik klinis menunjukkan, penggunaan tadalafil secara tepat dapat membantu meningkatkan kepuasan terapi dan kualitas hidup pasien.

‘’Sayangnya, pemahaman terkait pemilihan pasien, profil keamanan, potensi interaksi obat, hingga pendekatan patient-centered care masih menjadi hal yang penting untuk terus diperbarui oleh tenaga kesehatan, khususnya apoteker,’’ terang apt. Pujianto.

Webinar ini, lanjut apt. Pujianto diselenggarakan sebagai sarana pembaruan ilmiah dan diskusi bersama tenaga kefarmasian mengenai penggunaan tadalafil dalam kritik klinis sehari-hari.

‘’Harapannya dapat meningkatkan kompetensi apoteker dalam mendukung terapi yang aman, efektif dan berorientasi pada kualitas hidup pasien,’’ tutur apt. Pujianto.

Dalam webinar ini akan hadir sebagai narasumber, Prof. dr. Achmad Zulfa Juniarto, M.Si.Med., MMR, Sp. and Subspec FER., Ph.D,  Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Narasumber kedua adalah Prof Dr. apt. Zullies Ikawati Guru Besar Fakultas Farmasi UGM.

Prof Achmad Zulfa akaan membawa ‘Personalized Treatment Approach with Tadalafil in Erectile Dysfunction Management’.

Dalam sesi ini akan dibahas mengenai perkembangan terkini disfungsi ereksi (ED), meliputi faktor risiko, patofisiologi, dampak terhadap kualitas hidup pasien, serta pentingnya pendekatan diagnosis dan evaluasi pasien secara komprehensif dalam praktik klinis sehari-hari.

Bahasan lain adalah mengenai peran tadalafil dalam tata laksana ED berdasarkan evidence dan real-world practice, termasuk pemilihan pasien, pertimbangan terapi individualized treatment, penggunaan regimen on-demand maupun once daily, serta pengaruh terapi terhadap efektivitas, spontaneity dan kualitas hidup pasien.

‘’Dalam sesi yang akan saya bawakan, saya juga akan membahas aspek keamanan dan monitoring terapi tadalafil, termasuk efek samping, kontraindikasi, interaksi obat, edukasi pasien, serta strategi komunikasi dokter-pasien untuk meningkatkan kepatuhan terapi dan keberhasilan terapi jangka panjang,’’ lanjut Prof. Achmad Zulfa.

Sementara itu, di sesi berikutnya, Prof. apt. Zullies Ikawati akan membahas ‘Pharmacists’ Role in Safe and rational Use of tadalafil Therapy’.

‘’Di sesi ini saya akan membahas peran strategis apoteker dalam memastikan penggunaan tadalafil yang tepat, aman dan rasional melalui pemahaman aspek molekul, mekanisme aksi, farmakokinetik dalam praktik sehari-hari,’’ ungkap Prof. apt. Zullies Ikawati.

Selain itu, Prof Zullies Ikawati juga akan membahas pentingnya pharmaceutical counseling dalam meningkatkan pemahaman pasien terhadap terapi tadalafil, termasuk cara penggunaan yang benar, waktu konsumsi, penyimpanan obat, kepatuhan terapi, serta edukasi untuk meminimalkan misuse dan meningkatkan pengalaman terapi pasien.

Aspek farmakovigilans dan patient safety dalam penggunaan tadalafil juga akan menjadi bahasan menarik dalam sesi ini. Didalamnya juga akan dibahas identifikasi potensi interaksi obat, pelaporan efek samping, monitoring penggunaan obat pada pasien dengan komorbid maupun terapi concomitant, serta penguatan kolaborasi apoteker dengan tenaga kesehatan lain untuk mendukung pelayanan patient-centered care.

Webinar ini akan dipandu oleh apt. Anggung Pramudawardani, S.Farm.***

 

Exit mobile version