Informasi
Hubungi Redaksi IAINews melalui email : humas@iai.id
Floating Left Ads
Floating Right Ads
banner 950x90

STIKES Salsabila Serang Edukasi Kosmetik Aman Bebas Merkuri di SMK Babunnajah

Penulis: Dr. apt. Sofi Nurmay Stiani, M.Sc (Stikes Salsabila Serang)Editor: apt. Dra Tresnawati
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMK Banunnajah oleh tim Stikes Salsabila Serang.
banner 120x600
banner 468x60

PANDEGLANG, IAINews – Sebuah program pengabdian masyarakat inovatif berhasil meningkatkan pengetahuan siswa-siswi SMK Babunnajah di Pandeglang, Banten, mengenai bahaya merkuri dalam kosmetik dan cara memilih produk yang aman.

Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi antara profesi apoteker dan bidan dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang.

Iklan ×

Pengabdian masyarakat Stikes Salsabila Serang  yang dipimpin oleh Dr apt Sofi Nurmay Stiani, MS.c ini bertema ‘Smart Beauty App: Pemberdayaan Siswa SMK Kabupaten Pandeglang melalui Aplikasi Edukasi Kosmetik Legal dan Aman’.

Apt Sofi Nurmay Stiani  didampingi oleh 5 orang anggotanya yakni Mohammad Subchan, S.Kom, M.Kom, Bdn. Agriyaningsih Oktaviana Hadi, S.Tr.Keb, M.Keb, Nabila Nurul Fitri dan Aulia Septina Sumantri.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMK Banunnajah oleh tim Stikes Salsabila Serang.

Kegiatan pelatihan dan edukasi ini diadakan pada Sabtu, 14 Juni 2025, di SMK Babunnajah Pandeglang. Program ini menargetkan 40 siswa dari jurusan Farmasi dan Keperawatan yang berusia antara 15 hingga 18 tahun, sebuah kelompok usia yang rentan terhadap produk kosmetik ilegal.

Baca Juga  Apoteker Penyuluh PC IAI Kota Parepare Ambil Peran Sentral: Sukseskan Kampanye Tuntas TB

Metode Pelatihan yang Efektif

Program ini menggunakan metode edukasi partisipatif dan praktik langsung. Siswa menerima materi melalui ceramah interaktif, berpartisipasi dalam diskusi kelompok, dan melakukan praktik identifikasi merkuri menggunakan reagen uji sederhana. Setiap peserta juga berkesempatan menguji sampel kosmetik pribadi mereka.

Hasil yang Signifikan

‘’Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang luar biasa. Sebelum pelatihan, 70% peserta memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi, dan angka ini melonjak menjadi 100% setelah pelatihan,’’ ungkap apt Sofi Nurmay Stiani. Peningkatan ini terbukti sangat signifikan secara statistik berdasarkan uji Paired Sample t-Test dengan nilai p=0.001.

Edukasi produk kosmetik yang aman dan legal disampaikan Dr apt Sofi Nurmay Stiani, M.Sc

Beberapa peningkatan pengetahuan yang signifikan mencakup:

  1. Koreksi Miskonsepsi: Sebelum pelatihan, hanya 15% siswa yang tahu bahwa efek instan bukanlah ciri kosmetik yang aman. Setelah pelatihan, jumlahnya meningkat drastis menjadi 90%.
  2. Pemahaman Komprehensif: Hampir semua indikator pengetahuan mengalami peningkatan, termasuk pemahaman tentang label kemasan, produk ilegal, kandungan berbahaya, dan pentingnya memeriksa legalitas produk.
  3. Identifikasi Langsung: Dari 40 sampel kosmetik yang diuji, tiga di antaranya terindikasi positif mengandung merkuri, terutama pada produk pemutih wajah tanpa izin edar. Temuan ini sejalan dengan laporan BPOM tentang penyalahgunaan bahan berbahaya pada produk pemutih wajah.
Baca Juga  BPOM Rilis Temuan 16 Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya

Dampak dan Rekomendasi

‘’Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk kesadaran kritis dan sikap selektif dalam memilih kosmetik,’’ papar apt. Sofia Nurmay Stiani. Siswa kini lebih mampu mengenali kosmetik berbahaya dan memilih produk yang aman serta legal.

Tim pelaksana pengabdian masyarakat Stikes Salsabila Serang di SMK Babunnajah Pandeglang.

Program ini direkomendasikan untuk direplikasi di sekolah kejuruan lainnya sebagai langkah preventif terhadap peredaran kosmetik ilegal. Diharapkan para siswa dapat menjadi agen edukasi di lingkungan mereka, menyebarkan informasi berbasis bukti, dan mendukung upaya BPOM.

Program pengabdian masyarakat ini terselenggara berkat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025.

Baca Juga  Menembus Arus dan Jembatan Rusak, Tim Medis Relawan IAI Siapkan Baksos Kesehatan untuk Aceh Tamiang dan Aceh Timur

Mari terus edukasi generasi muda kita, karena pengetahuan adalah perlindungan terbaik dari bahaya. Dengan langkah kecil ini, kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih sadar dan sehat.***

banner 325x300
```

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner 950x90