Site icon IAI NEWS

Selamat Pagi Banjarbaru: Indahnya Negeri di Atas Awan TAHURA Sultan Adam dan Lezatnya Nasi Kuning Haruan Masak Habang

Sajian pagi banjarbaru, sejuk di mata dan hangat di pencernaan

Banjarbaru, IAINews – Banjarbaru, Kalimantan Selatan menawarkan pesona pagi dengan kontras pengalaman yang luar biasa. Anda dapat menikmati indahnya pemandangan pagi hari yang sejuk dan  menenangkan dirangkai dengan perayaan rasa yang hangat. Panduan early bird ini, akan membawa Anda dari puncak gunung yang berkabut ke warung sarapan pinggir jalan yang legendaris.

Menjemput Ufuk di Negeri Awan TAHURA

Awalilah dengan menyaksikan “Negeri di Atas Awan” di Kalimantan Selatan dan jadilah penjemput ufuk. Perjalanan dimulai selepas suhun dari Banjarbaru, sekitar 25 menit berkendara, kita sudah tiba di gerbang masuk Taman Hutan Raya (TAHURA) Sultan Adam yang terletak di kawasan Mandiangin. Antrian kendaraan bermotor nampak mengular, tertib dan rapi menunjukkan kesigapan pengelola destinasi dalam mengelola para pengunjungnya.

Gerbang TAHURA Sultan Adam Mandiangin, siap menyambut kedatangan para penjemput ufuk

Perjuangan Menuju Puncak Repeater

Puncak yang paling terkenal untuk menikmati lautan awan adalah kawasan Puncak Repeater atau area yang lebih tinggi di TAHURA. Perjalanan menanjak yang sejuk dan berkabut adalah tantangan ringan yang harus dilalui.

Semua perjuangan awal pagi hari terbayar lunas Ketika sampai di puncak. Laksana berada kahyangan, di bawah kaki kita terhampar samudra awan putih yang tebal, membentang sejauh mata memandang. Matahari terbit menyemburkan warna jingga dan emas, mewarnai langit dan perlahan-lahan menyibak selimut awan.

Kedamaian dan ketenagan menjemput terbitnya sang surya di puncah TAHURA Sultan Adam

Momen ini adalah pengalaman keheningan total. Keagungan Geopark Meratus terpampang nyata. Duduk di ketinggian, menghirup udara yang dingin, dan melihat dunia di bawah awan adalah terapi terbaik sebelum kembali ke rutinitas.

Reward Rasa: Nasi Kuning Haruan Masak Habang

Sekitar pukul 07.00 WITA, ketika matahari mulai bersinar dan lautan awan mulai menipis, saatnya kembali ke Banjarbaru. Kita akan memulai ritual terlezat: Sarapan Nasi Kuning Banjar yang Istimewa. Perut yang lapar setelah dikocok dingin oleh udara Mandiangin, menuntut kehangatan dan kelezatan. Jawabannya ditemukan di salah satu warung Nasi Kuning di pinggir jalan Banjarbaru.

Sensasi Hangat dan Gurih yang Memeluk

Nasi Kuning Banjar jauh dari kata biasa. Ia dimasak dengan santan kental dan kunyit hingga menghasilkan nasi yang pulen, lembut, dan mengkilap dengan aroma santan yang menggoda.

Lauk utamanya? Haruan (Ikan Gabus) Masak Habang.

Mari merayakan pagi dengan sepiring nasi kuning hangat, jangan lupa iwak Haruan masak habangnya

Ini adalah bintang pagi hari  yang menghangatkan jiwa:

Satu suapan Nasi Kuning Haruan Masak Habang ini adalah reward yang layak setelah perjuangan subuh. Rasa hangat, gurih, dan manis yang pekat terasa seperti pelukan yang menghapus semua rasa dingin dan lelah.

Rekomendasi Sarapan Legendaris di Banjarbaru

Jika Anda mencari tempat sarapan Nasi Kuning yang terkenal otentik di Banjarbaru (atau perbatasan Banjarbaru/Banjar), Anda bisa mengunjungi:

Banjarbaru, surganya nasi kuning Banjar. Jangan lewatkan waktu sarapan di Banjarbaru

Kontras Sempurna Banjarbaru

Banjarbaru dan Mandiangin menawarkan dua kontras yang saling melengkapi:

Inilah paket sarapan spiritual dan kuliner yang tak tertandingi di Kalimantan Selatan. Kapan lagi Anda bisa melihat lautan awan dan menikmati sajian raja di hari yang sama? Banjarbaru menanti Anda untuk membuktikan sendiri keajaiban ini!

Exit mobile version