AGAM, IAINews – Setelah menempuh perjalanan selama hampir 8 jam dari Padang, akhirnya relawan ATB IAI (Apoteker Tanggap Bencana Ikatan Apoteker Indonesia) tiba di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Tim yang terlibat kali ini adalah ATB Respon Sumatera Barat dan sejawat PC IAI Padang, yakni apt Fakhrul Rafiq Yusuf, apt Tari Elvita dan apt Bramantyo.
Apt. Turistanto yang merupakan relawan ATB PD IAI Jawa Tengah melaporkan, setiba mereka di Padang, mereka langsung berkoordinasi dengan tim PD IAI Sumatra Barat untuk melakukan assesment kebutuhan untuk para korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat.
‘’Dari assesment tersebut, kami lalu membuat daftar logistik apa saja kiranya yang haris disiapkan. Uang yang terkumpul dari para donatur lalu kami gunakan untuk berbelanja keperluan tersebut,’’ ungkap apt. Turistanto yang bersama tim lain langsung bergerak begitu tiba di Padang, pada Kamis, 11 Desember lalu.
Keesokan harinya, tim berangkat menuju kabupaten Agam yang berjarak 108 km dari Padang. Dalam keadaan normal, waktu tempuh dari Padang ke Agam hanya sekitar 3 – 4 jam perjalanan darat.
Namun paska banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November lalu, jalanan menjadi sulit ditembus. Medan jalan masih dalam proses pembersihan, sehingga mereka harus menempuh perjalanan selama 8 jam untuk tiba di kabupaten Agam.
Keesokan harinya, Sabtu, 13 Desember 2025, tim yang terdiri dari 3 relawan dari PD IAI Jawa Tengah dan 2 relawan dari PD IAI Jambi melakukan koordinasi dengan Kepala Puskesmas Koto Alam dan melakukan pendaftaran di Healath Emergency Operation Center (HEOC/Pusat Operasi Darurat Kesehatan) yang ada di wilayah tersebut.
Dari hasil koordinasi tersebut disepakati tim dibagi menjadi tiga yakni di Puskesmas Koto Alam, posko 1 SDN 05 Kayu Pasak Agam serta puskesmas pembantu Tamtaman, semuanya di kecamatan Palembayan.
‘’Di Puskesmas Koto Alam kami melakukan pelayanan kesehatan bersama tim Puskesmas Koto Alam dan apt Paramon Apriyanto, relawan ATB PD IAI Jawa Tengah,’’ jelas apt. Turistanto.
Mereka melayani 18 pasien dewasa dan 2 pasien anak-anak. Pasien yang datang kebanyakan karena keluhan diabetes melitus, tekanan darah tinggi dan ISPA.
‘’Sebagaimana di lokasi yang lain, di Puskesmas Koto Alam juga mengalami kendala terhadap akses air bersih. Kemarin tim dari Universitas Brawijaya sedang memperbaiki sumur yang ada di Puskesmas, semoga bisa segera difungsikan dengan normal,’’ terang apt. Turistanto.
Sementara di Posko 1 SDN 05 Kayu Pasak, yang melibatkan 2 orang relawan ATP IAI yaitu apt. Faizah Hafsa dari PD IAI Jambi dan apt. Turistanto, serta 1 orang tim puskesmas.
Selama melakukan pelayanan kesehatan sejak pukul 08.00 – 14.00 wib, ketiganya melayani 61 pasien dengan keluhan terbanyak ISPA, dermatitis, tine pedis, diare dan perawatan luka.
Mengingat adanya sejumlah pasien anak-anak yang harus ditangani, tim sedang mengupayakan pengadaan salem dan suppositoria untuk anak-anak.
Sementara di Pustu Tamtaman selain relawan ATB dari PD IAI Jambi yakni apt. Solpiah dan apt, Charis NA dari PD IAI Jateng, tim juga melibatkan tim dokter dari Universitas Brawijaya, dan relawan Dompet Dhuafa Palembang.
Sore harinya, relawan ATB IAI bergerak ke Posko 2 pengungsian di Kampung Tanjung. Disana terdapat 140 pengungsi. Logistik yang dibagikan berupa 1 ball pakaian dalam pria, wanita dan anak-anak, paket hygiene kit seperti sabun, deterjen dan kebersihan badan).
Di posko tersebut melibatkan relawan ATB Respon Sumatera Barat serta apt. Emil dari PD IAI Sumatera Barat.
Setelah turun ke lokasi pengungsian dan pelayanan kesehatan, relawan ATB IAI akan melanjutkan perjalanan esok hari ke wilayah lain yang membutuhkan bantuan.
Bantuan yang dibutuhkan selain obat-obatan dari penyakit terbanyak yaitu hipertensi, kutu air, dermatitis, diare dan juga diabetes mellitus, para pengungsi juga membutuhkan air bersih, bahan makanan dan kebutuhan dasar.
Menurut apt. Turistanto, assesment selalu dilakukan, agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.***
